Anda di halaman 1dari 7

SOAL KASUS PNEUMONIA NASOKOMIAL

KELOMPOK VIII

 Arihta Ginting (012015001)


 Elisa Purnamasari Limbong (012015006)
 Irena Suya Bina Sembiring (012015012)
 Lidia Veronika Sitanggang (012015015)

PRODI DIII KEPERAWATAN

Stikes Santa Elisabeth Medan

T.A 2015-2016
1. Seorang pasien dirawat di rumah sakit selama 5 hari, namun setelah di rawat
pasien mengeluh sesak nafas, badan terasa menggigil, lalu melakukan
pemeriksaan foto thorax, dari hasil pemeriksaan ditemukan infiltrat baru atau
progresif. Vital sign : TD : 80/60 mmhg, P : 88 x/i, RR : 24x/i., dan T : 39,5 O
C.dari kasus diatas dapat di simpulkan bahwa pasien tersebut menderita
a. TB Paru
b. Pneumonia nasokomial
c. Abses Paru
d. Malaria
e. Gagal ginjal
2. Seorang pasien bernama Tn. M berumur 57 tahun menderita pneumonia onset
awal yang di sebabkan oleh bakteri Strepcococcus Pneumoni, maka dokter
memerikan obat cephalosporin generasi ke tiga, berikut adalah obat yang
dimaksud adalah
a. ceftriaxone, cefotaxime
b. benzodiazepim
c. carbapenem
d. moxiflaxin
e. lepoflaxin
3. seorang pasien bernama Tn. B berumur 47 tahun dirawat di rumah sakit,
setelah di diagnose pasien tersebut terkena pneumonia nasokomial onset
lanjut yang di dapat dari luar rumah sakit, berikut adalah bakteri penyebab
pneumonia adalah
a. strepcococcus pneuminae
b. Enterobacteriacea
c. Haemophilus
d. Clostridium tetani
e. Orthomyxovirus
4. Serang pasien berumur 60 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnose
penyakit pneumonia nasokomial, vital sign : TD : 80/60, T: 38,5 O C, RR : 26
x/i, P : 84 x/i,, dari data tersebut, penatalaksanaan utama yang dilakukan
adalah
a. Suplementasi Oksigen
b. Pemberian antibiotic
c. Memberikan posisi semifowler
d. Memberikan terapi cairan
e. Membantu memberikan posisi fowler
5. Seorang pasien berumur 37 tahun, datang ke rumah sakit megeluh dada terasa
sesak, kepala pusing, sulit bernafas, setelah di lakukan pemeriksaan pasien
tersebut menderita pneumonia nasokomial yang terpapar dari lingkungan
sekitar,
Pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan kasus diatas adalah kecuali
a. Pemeriksaan gram/kultur, sputum dan darah
b. Pemeriksaan CT-scan
c. Pemeriksaan darah
d. Pemeriksaan thorax
e. Pemeriksaan sputum
6. Seorang pasien berumur 40 tahun datang ke rumah sakit, setelah melakukan
pemeriksaan pasien tersebut di diagnose menderita pneumonia,
Berikut adalah ciri-ciri dari penyakit pneumonia adalah, kecuali
a. nafsu makan kurang
b. takipnuea
c. suara napas melemah
d. muntah
e. nyeri dada
7. Seorang pasien bernama Ny. M berumur 60 tahun datang ke rumah sakit
dengan diagnosa Demam Thypoid, namun setelh dirawat 4 hri, pasien tersebut
mengalami keluhan lain berupa sesak nafas, takipnea, dengan observasi vital
sign : TD : 80/60 mmhg, P : 84 x/i, RR : 26 x/i, T : 39oc. ternyata setelah
diperiksa oleh dokter pasien tersebut juga terkena pneumonia nasokomial.
Berikut adalah rute penyebaran penyakit pneumonia nasokomial, kecuali:
a. Aspirasi
b. Inhalasi
c. Hematogenik
d. Penyebaran langsung
e. Terapi
8. Seorang Dokter spesialis paru melakukan tindakan pengobatan kepada pasien
nya yang terkena penyakit pneumonia nasokomial yang bernama Tn. Q
berumur 40 tahun, setelah itu dokter dan perawat melakukan penyuluhan
berupa pengetahuan untuk pencegahan pneumonia nasokomial kepada
keluarga pasien. Berikut adalah pencegahan dari penyakit itu adalah
a. Pencegahan pada orofaring dan koloni di lambung
b. Pencegahan aspirasi saluran napas bawah
c. Pencegahan inokulasi eksogen
d. Mengoptimalkan pertahanan tubuh pasien
e. Menjauhi pasien
9. Dari kasus diatas, dalam penyuluhan yang dilakukan dokter dan perawat
terhadap keluarga dan pasien tersebut, terdapat pencegahan aspirasi saluran
bawah, berikut adalah pencegahan aspirasi saluran bawah adalah kecuali:
a. Letakkan pasien pada posisi kepala lebih ( 30-45 O ) tinggi untuk
mencegah aspirasi isi lambung
b. Gunakan selang saluran napas yang ada suction subglotis
c. Pertimbangkan pemberian makanan secara kontinyu dengan jumlah
sedikit melalui selang makanan ke usus halus
d. Hindari intubasi ulang untuk mencegah peningkatan bakteri yang masuk
ke dalam saluran napas bawah
e. Anjuran untuk berhenti merokok
10. Seorang pasien bernama Tn. O berumur 50 tahun menderita pneumonia
nasokomial, dilakukan observasi vital sign, didapat : TD : 90/60 mmhg, T :
38,5oc, P : 84 x/i, RR : 24x/i ,sebagai seorang perawat anda harus mengetahu
prognosis (factor resiko) dari pasien tersebut, berikut adalah factor yang akan
memperburuk prognosis dari penyakit tersebut adalah:
a. Umur > 60 tahun, Koma waktu masuk, Syok dan Penyakit yang
mendasarinya berat, hipotensi
b. Penyakit kejiwaan, tekanan darah normal,
c. Hipertensi, umur >60 tahun
d. Pemakaian alat bantu napas yang lama, hipertensi
e. Syok, hipotensi, infeksi bakteri oleh salmonella typosa
DAFTAR PUSTAKA

1. American Thoracic Society. Guidelines for management of adults with


community-acquired pneumonia. Diagnosis, assessment of severity,
antimicrobial therapy, and prevention. Am J Respir Crit.Care Med 2001; 163:
1730-54

2. American Thoracic Society. Hospital-acquired pneumonia in adults :


Diagnosis, assessment of severity, initial antimicrobial therapy and preventive
strategies. Am J Respir Crit Care Med 1995; 153 : 1711-25

3. American Thoracic Society. Official Consensus Statement (1995): Hospital


Acquired Pneumonia in adults : Diagnosis, assesment of severity, initial
antimicrobial therapy and preventive strategies. Am J Respir Crit Care Med.
153 : 1711-25.

4. Bartlett JG (2001) : Hospital acquired pneumonia, in Management of


Respiratory Tract Infections. Ed Bartlett JG, Lippincott Williams & Wilkins,
3rd, pp 71-8.

5. Berezin EB. Treatment and prevention of nosocomial pneumonia. Chest 1995;


108: 1S-16S

6. Craven De, Steger KA. Epidemiology of nosocomial pneumonia new


perspectives on an old disease. Chest 1995; 108 : 1S-16S

7. Cunha BA 2001. Nosocomial Pneumonia : Diagnostic and therapeutic


considerations. The Medical Clinics of North America 2001: 79 – 114.

8. Dal Nogare AR (1996) : Nosocomial Pneumonia Outside The Intensive Care


Unit. In : Respiratory Infections. Ed : Niederman MS, Sarosi GA, Glassroth J.
WB Saunders. pp. 139 – 46.
9. Fein A, Grossman R, Ost D, Farber B, Cassiere H (1999) : Diagnosis and
Management of Pneumonia and Other Respiratory Infections. 1st edit.
Professional Communication Inc. pp 133-50.

10. Fiel S. Guidelines and critical pathways for severe Hospital-acquired


Pneumonia. Chest 2001; 119 : 412S-8S.

Anda mungkin juga menyukai