Anda di halaman 1dari 15

ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


DS : - Imaturitas hepar Ikterus Neonatorum
1 DO :
- Kulit kuning
- Mukosa membran kuning
- Sklera kuning
- Bil. Direk : 0,40
- Bil. Indirek : 9,97
- Derajat kremer : 4
- UK : 32 minggu
- Albumin : 3,1
2
DS : - Imaturitas system Ketidakseimbangan
DO : regulasi tubuh termoregulasi
- Suhu tubuh 36,3°C
- Bayi dalam inkubator dengan
suhu 33°C
- Akral dingin
- BB : 2085 g
- UK 32 minggu

3
DS : - Fototerapi Risiko Cidera
DO :
- Fototerapi
- prematuritas
- BB: 2085 gram
- Bil. Direk : 0,40
- Bil indirek: 9,97
- UK : 32 minggu
- RR : 50 x/m HR: 138 x/m
S: 36,3 °c
-
4
DS : - Terpajan dengan Risiko infeksi
DO : lingkungan
- Lingkungan rumah sakit
- RR : 50x/m HR: 138 x/m
S: 36,3 °C
- BB: 2085 gram
- Bil. Direk : 0,40
- Bil indirek: 9,97
UK : 32 minggu

5
DS: Orang tua mengatakan tidak Kurang terpapar Defisiensi
mengerti tentang penyakit kuning. Dan informasi pengetahuan
sering bertanya kenapa anaknya disinar
biru
DO :
- Kurangnya informasi
- Orangtua terlihat bingung ketika
membicarakan penyakit anaknya
DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
SESUAI PRIORITAS

TGL &
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN PARAF
JAM
06-11-17

1 14:00 Ketidakefektifan termoregulasi berhubungan imaturitas system


regulasi tubuh dd Suhu tubuh 36,3°C, bayi dalam inkubator
dengan suhu 33°C, Akral dingin, BB : 2085 g, UK 32 minggu

2 14:01 Ikterus Neonatus berhubungan dengan imaturitas hepar dd Kulit


kuning, Mukosa membran kuning, Sklera kuning, Bil. Direk :
0,40, Bil. Indirek : 9,97, Derajat kremer : 4, UK : 32 minggu

3 14:05 Risiko cidera berhubungan dengan fototerapi

4 14:08 Risiko infeksi berhubungan terpajan oleh lingkungan

5 14:10 Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar


informasi dd Orangtua terlihat bingung ketika membicarakan
penyakit anaknya
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

TUJUAN DAN
TGL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
KRITERIA HASIL
06-11-17 Ikterus Neonatus berhubungan Setelah dilakukan 1. Managemen 1.
14:10 dengan imaturitas hepar dd Kulit tindakan keperawatan a. Tutup mata bayi dengan karbon a. Sinar fototerapi dapat merusak
kuning, Mukosa membran kuning, selama 3x24 ikterus yang dilapisi kassa selama mata pasien jika terpapar
Sklera kuning, Bil. Direk : 0,40, Bil. neonatus teratasi dengan fototerapi secara terus menerus
kriteria hasil : b. Berikan popok pada pasien b. Mencegah penyinaran pada
Indirek : 9,97, Derajat kremer : 4,
- Membran c. Lakukan perawatan kulit pada alat kelamin
UK : 32 minggu mukosa tidak pasien (daerah perianal) c. Mencegah adanya integritas
berwarna kuning d. Lakukan mika miki pada pasien kulit
- Kulit pink setiap 2 jam sekali d. Mengoptimalkan penyinaran
- Sklera putih e. Pemberian ASI seluruh tubuh sehingga
- Bil. Direk f. Hitung kebutuhan cairan pemecahan bilirubin terjadi
normal secara menyeluruh
(0,2-0,4 mg/dl) 2. Monitoring e. Mempercepat sekresi bilirubin
- Bil indirek a. RR,HR, dan suhu f. Mengukur balance cairan
normal b. Membran mukosa, kulit, dan 2.
(0,3- 1,1 mg/dl) sklera a. Sebagai indikator keadaan
c. Derajat kremer umum pasien
b. Membran mukosa, kulit dan
3. Lakukan Health education pada sklera kuning merupakan
keluarga tentang tanda ikterus
a. hiperbilirubin dan tandanya c. Skala yang digunakan untuk
b. perawatan bayi dirumah mengukur derajat ikterus
(menjemur bayi dibawah sinar 3.
matahari pagi) a. pengetahuan keluarga sangat
4. Collaboration penting untuk perawatan bayi
a. Fototerapi dirumah
b. menjemur bayi dibawah sinar
matahari dapat menurunkan
kadar bilirubin
4. fototerapi menghasilkan sinar
biru untuk mempercepat
pembuangan bilirubin
TGL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN DAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
KRITERIA HASIL
06-11-17 Ketidakefektifan termoregulasi Setelah dilakukan 1. Managemen 1.
14:05 berhubungan imaturitas system tindakan keperawatan a. Jika pasien melakukan fototerapi a. Panas sinar fototerapi dapat
regulasi tubuh dd Suhu tubuh selama 3x24 jam matikan settingan inkubator menghangatkan pasien
36,3°C, bayi dalam inkubator dengan thermoregulasi klien b. Set fototerapi sesuai indikasi b. Mencegah terjadinya hipotermi
stabil tidak mengalami c. Pertahankan hidrasi yang atau hipertermi
suhu 33°C, Akral dingin, BB : 2085
penurunan suhu tubuh adekuat c. Kebutuhan cairan yang
g, UK 32 minggu dengan kriteria hasil : terpenuhi mempertahankan suhu
- Akral hangat 2. observasi tubuh pasien.
- Suhu normal a. suhu tubuh 2.
( 36.5-37.5°C) b. cairan pasien a. Suhu tubuh < 36,5°c merupakan
c. tanda tanda hipotermi dan tanda hipotermi sedangkan suhu
hipertermi >37,5 °c tanda hipertermi
b. Cairan yang berkurang dapat
3. lakukan health education kepada mempengaruhi thermoregulasi
keluarga tentang penanganan suhu pasien
hipotermi dan hipertemi c. Akral dan warna kulit
merupakan bagian tubuh yang
4. Collaboration dapat dilihat sebagai tanda
a. Lakukan kolaborasi dengan hipo/hipertermi
dokter jika terjadi hipotermi 3. Health edication
/hipertermi a. Pengetahuan dapat mempercepat
penanganan hipotermi maupun
hipertermi dirumah
4. Collaborasi
a. Kolaborasi yang dilakukan
untuk memberikan tindakan
untuk thermoregulasi pasien.
TUJUAN DAN
TGL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
KRITERIA HASIL
06-11-17 Risiko cidera berhubungan dengan Setelah dilakukan 1. Managemen 1.
14:13 fototerapi tindakan keperawatan a. Miring kanan miring kiri a. Mengoptimalkan penyinaran
selama 3x24 jam setiap 2 jam sekali pada tubuh pasien dan
cidera pada klien tidak b. Tutup mata bayi dengan mencegah iritasi kulit
terjadi dengan kriteria karbon yang dilapisi kassa b. Sinar fototerapi dapat
hasil : selama fototerapi merusak mata bayi jika
- Bil. Direk c. Berikan popok pada bayi terpapar secara terus menerus
normal d. Lakukan perawatan kulit c. Mencegah penyinaran pada
(0,2-0,4 mg/dl) pasien. alat kelamin
- Bil indirek d. Mengecek adanya tanda tanda
normal cidera
(0,3- 1,1 mg/dl)
2. Observasi 2.
- Tidak ada
a. kulit a. Kerusakan pada kulit dapat
dampak lanjutan
b. mata mengakibatkan cedera pada
dari tindakan
c. tanda tanda kern ikterus bayi
fototerapi
d. cek kadar bil. Post fototerapi b. Kerusakan pada mata
- Mata
menunjukkan cedera pada
- Kern ikterus
bayi
3. Health education c. Kern ikterus menandakan
a. Berikan penjelasan pada adanya kerusakan otak akibat
keluarga tentang bahaya perlengketan bilirubin indirek
cidera pada otak
d. Mengetahui kadar bil. Setalah
4. Collaboration tindakan fototerapi
- 3.
a. Pengetahuan keluarga sangat
penting untuk mencegah
adanya cedera pada bayi
ketika dirumah.
TUJUAN DAN
TGL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
KRITERIA HASIL
06-11-17 Risiko infeksi berhubungan dengan Setelah dilakukan 1. Managemen 1.
14:15 terpajan pada lingkungan tindakan keperawatan a. Sediakan linen dan pakaian a. Cairan residu dan noda kotor
selama 3x24 jam dengan kondisi baik dan yang menempel pada linen
infeksi tidak terjadi bersih terbebas dari cairan atau pakaian akan
dengan kriteria hasil : residu dan noda menyebabkan infeksi karna
- Tanda-tanda b. Sediakan tempat yang bersih tumbuhnya bakteri
infeksi (-) dan nyaman b. Lingkungan yang bersih
- Suhu normal c. Melakukan perawatan tali untuk bayi dapat
( 36.5-37.5°C) pusat meminimalisir tumbuhnya
- Leukosit dalam d. Menjaga kebersihan klien bakteri penyakit
batas normal dengan menyeka dan c. Mencegah infeksi pada tali
menggati popok minimal 3x pusat
sehari d. Menjaga kebersihan klien
dapat meminimalkan risiko
2. Observasi infeksi
a. Tanda tanda infeksi 2.
b. Leukosit a. Munculnya rubor, kalor,
tumor, dan funtio laesa
3. Health education merupakan tanda adanya
a. Berikan edukasi kepada infeksi
keluarga tentang tanda-tanda b. Penurunan atau peningkatan
infeksi dan pencegahan leukosit menjadi indikator
penularannya adanya infeksi didalam tubuh
3.
4. Collaboration a. pengetahuan keluarga sangat
a. Kolaborasi dengan dokter penting untuk mencegah
pemberian antibiotik penyebaran infeksi semakin
Gentamisin 1x10 mg melebar
Amphi sx 2x100 mg
4.
a. Antibiotik diberikan untuk
pengobatan jenis-jenis infeksi
karena bakteri
TUJUAN DAN
TGL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
KRITERIA HASIL
06-11-17 Defisiensi pengetahuan berhubungan Setelah dilakukan 1. Managemen 1.
14:13 dengan kurang terpapar informasi dd tindakan keperawatan a. Bina hubungan saling a. bina hubungan saling
Orangtua terlihat bingung ketika selama 3x24 jam percaya percaya kepada orang tua
membicarakan penyakit anaknya pengetahuan orang tua b. Ciptakan suasana yang akan memberikan trusth dan
bertambah dengan nyaman untuk berbicara kenyamanan soal bertukar
kriteria hasil : c. Motivasi ibu untuk informasi
- Pengetahuan memberikan ASI pada bayi b. suasana yang nyaman akan
orang tua bertambah memberikan energi positif
tentang penyakit 2. Observasi c. ASI membantu menurunkan
ikterus pada bayi a. Pengetahuan dan kadar bilirubin melalui feses
Pemahaman orang tua dan urine
tentang penyakit 2.
hiperbilirubin a. Pengetahuan dan
pemahaman ibu sebagai
tolok ukur keberhasilan
3. Health education penjelasan yang diberikan
b. Berikan penjelasan pada 3.
keluarga tentang penyakit a. Penjelasan terhadap orang
hiperbilirubin dan tua dapat memberikan
penanganannya ketika bayi pengetahuan tentang
berada dirumah penyakit hiperbilirubin dan
pennaganan bayi saat
4. Collaboration berada dirumah
- 4. -
IMPLEMENTASI

DX.
TGL/JAM TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF
KEPERAWATAN
1,2,3 06-11-17 1. Observasi RR, HR, dan Suhu
14:00 R/ HR: 138x/m RR: 50x/m S: 36,3°c
2 14:10 2. Observasi membran mukosa, kulit, dan
sklera
R/ Membran mukosa, kulit dan sklera
terlihat kuning, kremer 4
1 14:20 3. Obsevasi Cairan pasien
R/ kebutuhan cairan : 219 cc, fototerapi :
260 cc, minum : 40cc, infus 220/24 jam:9
tpm
2,3 14:40 4. Berikan tutup mata pada bayi ketika di
fototerapi
R/ bayi terlihat memakai penutup mata
3 14:50 5. Melakukan perawatan kulit dengan
menyeka dan memberikan minyak telon
R/ bayi merasa hangat dan sesekali
menangis
2 15:20 6. Melakukan perawatan kulit daerah perianal,
mengganti popok pasien
R/ BAK dan BAB bayi tampak menangis
4 16:10 7. Melakukan Perawatan tali pusat
R/ tali pusat masih terlihat basah dan belum
putus
2 17:00 8. Memberikan injeksi aminosteril 9cc IV
R/ Bayi tertidur pulas
2 17:05 9. Memberikan injeksi intralipid 5 cc IV
R/ Bayi tertidur pulas
2,5 17:10 10. Memberikan ASI
R/ bayi merengek, Asi diberikan melalui
sonde 5cc
1 17:30 11. Melakukan settingan fototerapi
R/ panas fototerapi membuat tubuh bayi
terasa hangat
2,3 17:35 12. Memberikan posisi miring kanan miring
kiri
R/ bayi dimiringkan kesebelah kanan
2,5 17:45 13. Memberikan penjelasan tentang
hiperbilirubin dan perawatannya
R/ Orang tua memahami penjelasan yang
disampaikan oleh perawat dengan
menganggukan kepala.
1 17:55 14. Memberikan penjelasan tentang
penanganan hipotermi/hipertermi dirumah
R/ Orang tua memahami penjelasan yang
disampaikan oleh perawat dengan
menganggukan kepala
3 18:10 15. Memberikan penjelasan tentang bahaya
cidera pada bayi
R/ Orang tua memahami penjelasan yang
disampaikan oleh perawat dengan
menganggukan kepala
4 18:15 16. Memberikan penjelasan tentang tanda tanda
infeksi dan cara pencegahannya
R/ Orang tua memahami penjelasan yang
disampaikan oleh perawat dengan
menganggukan kepala
5 18:30 17. Memotivasi ibu untuk pemberian ASI
dirumah
R/ ibu memahami penjelasan dan akan
memberikan ASI secara eklusif bagi
anaknya

Fototerapi diberikan 2x 24 jam dar tanggal


06-11-2017 jam 16:00 wib – 08-11-2017
jam 16:00 wib
IMPLEMENTASI

DX.
TGL/JAM TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF
KEPERAWATAN
1,2,3 07-11-17 1. Observasi RR, HR, dan Suhu
14:00 R/ HR: 128x/m RR: 58x/m S: 37,3°c
2 14:10 2. Observasi membran mukosa, kulit, dan
sklera
R/ Membran mukosa, kulit dan sklera
terlihat kuning, kremer 2
1 14:20 3. Obsevasi Cairan pasien
R/ kebutuhan cairan : 250 cc, fototerapi :
292 cc, minum : 60cc, infus 292/24 jam:
10 tpm
2,3 14:40 4. Berikan tutup mata pada bayi ketika di
fototerapi
R/ bayi terlihat memakai penutup mata
3 14:50 5. Melakukan perawatan kulit dengan
menyeka dan memberikan minyak telon
R/ bayi merasa hangat dan sesekali
menangis
2 15:20 6. Melakukan perawatan kulit daerah
perianal, mengganti popok pasien
R/ bayi BAK dan BAB, bayi tampak
4 menangis
15:25 7. Melakukan Perawatan tali pusat
R/ tali pusat masih sudah kering,
2 berwarna hitam dan belum putus
16:00 8. Memberikan injeksi aminosteril 9cc IV
2 R/ Bayi tertidur pulas
16:05 9. Memberikan injeksi intralipid 5 cc IV
R/ Bayi tertidur pulas
2,5 16:45 10. Memberikan ASI
R/ bayi merengek, Asi diberikan melalui
sonde 5cc
2,3 17:00 11. Memberikan posisi miring kanan miring
kiri
R/ bayi dimiringkan kesebelah kiri
2,5 17:30 12. Memberikan penjelasan tentang
hiperbilirubin dan perawatannya
R/ Orang tua memahami penjelasan yang
disampaikan oleh perawat dengan
menganggukan kepala.

Fototerapi diberikan 2x 24 jam dar


tanggal 06-11-2017 jam 16:00 wib – 08-
11-2017 jam 16:00 wib
IMPLEMENTASI

DX.
TGL/JAM TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF
KEPERAWATAN
1,2,3 08-11-17 1. Observasi RR, HR, dan Suhu
07:00 R/ HR: 120x/m RR: 46x/m S: 36,6°c
2 07:20 2. Observasi membran mukosa, kulit, dan
sklera
R/ Membran mukosa, kulit dan sklera
tidak terlihat kuning, kremer 0
1 07:30 3. Obsevasi Cairan pasien
R/ kebutuhan cairan : 281 cc, fototerapi :
323 cc, minum : 90cc, infus 233/24 jam:
10 tpm
2,3 07:35 4. Berikan tutup mata pada bayi ketika di
fototerapi
R/ bayi terlihat memakai penutup mata
3 07:50 5. Melakukan perawatan kulit dengan
menyeka dan memberikan minyak telon
R/ bayi merasa hangat dan sesekali
menangis
2 08:00 6. Melakukan perawatan kulit daerah
perianal, mengganti popok pasien
R/ bayi BAK dan BAB, bayi tampak
menangis
4 08:10 7. Melakukan Perawatan tali pusat
R/ tali pusat sudah kering, berwarna
hitam dan belum putus
4 09:00 8. Memberikan injeksi amphi sx 100mg IV
R/ Bayi gelisah sesekali menangis
4 09:05 9. Memberikan injeksi gentamicin 10mg IV
R/ Bayi gelisah sesekali merengek
menangis
2,5 09:30 10. Memberikan ASI
R/ bayi menangis, Asi diberikan melalui
sonde 7,5cc
2,3 09:40 11. Memberikan posisi miring kanan miring
kiri
R/ bayi dimiringkan kesebelah kanan
2,5 10:30 12. Memberikan penjelasan tentang
hiperbilirubin dan perawatannya
R/ Orang tua memahami penjelasan yang
disampaikan oleh perawat dengan
menganggukan kepala.

Fototerapi Aft tanggal 08-11-2017 jam


16:00 wib
EVALUASI

MASALAH KEP/
TGL/JAM CATATAN PERKEMBANGAN PARAF
KOLABOIRATIF
06-11-17 S: -
O:
- Suhu tubuh : 36,3
1 19:00 - Kulit dingin
- Akral dingin
A: masalah belum teratasi
P: intervensi dilanjutkan 1,2,3,4

S:
O:
-Sklera kuning
-Membran mukosa kuning
2 19:10 -Kulit kuning
-Derajat kremer 4
-Bil. Direk : 0,40 mg/dl
-Bil. Indirek : 9,97
A: masalah belum teratasi
P: Iintervensi dilanjutkan 1,2,3,4
Fototerapi dilanjutkan sampai tanggal 08-11-
2017 jam 16:00 wib

S: -
3 19:15 O:
- Tidak ada tanda tanda cidera
- Mata normal
- Integritas kulit baik
- Bil. Direk : 0,40 mg/dl
- Bil. Indirek : 9,97 mg/dl
A: masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan 1,2,3,4

S:
4 19:20 O:
- Lingkungan rumah sakit
- Tidak ada tanda tanda infeksi
- HR: 138x/m RR: 50x/m S: 36,3 °C
- Leukosit : 22,2
A: Masalah belum teratasi
P: intervensi dilanjutkan 1,2,3,4

S: “orang tua mengatakan pernah dengar


5 19:30 penyakit kuning tetapi tidak tau apa sebenarnya
penyakit kuning itu”.
O:
- Orang tua terlihat bingung ketika
membahas tentang penyakit kuning
- Orang Tua mendengarkan penjelasan
perawat dengan seksama dengan terlihat
sesekali menganggukkan kepala.
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi 1,2,3,4
EVALUASI

MASALAH KEP/
TGL/JAM CATATAN PERKEMBANGAN PARAF
KOLABOIRATIF
07-11-17 S: -
19:00 O:
1 - Suhu tubuh : 37,3
- Kulit hangat
- Akral hangat
A: masalah teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan 1,2,3,4

S:
O:
2 -Sklera kuning
-Membran mukosa kuning
-Kulit kuning
19:12 -Derajat kremer 2
-Bil. Direk : 0,40 mg/dl
-Bil. Indirek : 9,97
A: masalah belum teratasi
P: Iintervensi dilanjutkan 1,2,3,4
Fototerapi dilanjutkan sampai tanggal 08-11-
2017 jam 16:00 wib

S: -
O:
- Tidak ada tanda tanda cidera
3 19:18 - Fototerapi (+)
- Mata normal
- Integritas kulit baik
- Bil. Direk : 0,40 mg/dl
- Bil. Indirek : 9,97 mg/dl
A: masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan 1,2,3,4

S:
O:
- Lingkungan rumah sakit
4 19:24 - Tidak ada tanda tanda infeksi
- HR: 128x/m RR: 58x/m S: 37,3 °C
- Leukosit : 22,2
A: Masalah teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan 1,2,3,4

S: “orang tua mengatakan memahami penyakit


kuning dan perawatan bayi kuning ketika
dirumah”.
O:
5 19:32 - Orang Tua mendengarkan penjelasan
perawat dengan seksama dengan terlihat
sesekali menganggukkan kepala.
- Orang tua terlihat dapat menjelaskan apa
penyakit kuning itu dan perawatannya
A: masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi 1,2,3,4
EVALUASI

MASALAH KEP/
TGL/JAM CATATAN PERKEMBANGAN PARAF
KOLABOIRATIF
08-11-17 S: -
1 13:00 O:
- Suhu tubuh : 36,6°C
- Kulit hangat
- Akral hangat
A: masalah teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan 1,2,3,4

S:
O:
-Sklera putih
-Membran mukosa pink
-Kulit pink
-Derajat kremer 0
-Bil. Direk : 0,40 mg/dl
2 13:10 -Bil. Indirek : 9,97
A: masalah teratasi sebagian
P: Iintervensi dilanjutkan 1,2,3,4
Fototerapi Aft jam 16:00 wib

S: -
O:
- Tidak ada tanda tanda cidera
3 13:15 - Fototerapi (+)
- Mata normal
- Integritas kulit baik
- Bil. Direk : 0,40 mg/dl
- Bil. Indirek : 9,97 mg/dl
A: masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan 1,2,3,4
Aff fototerapi jam 16:00 wib
Cek bil. Post fototerapi

S:
4 O:
13:20 -Lingkungan rumah sakit
-Tidak ada tanda tanda infeksi
-HR: 120x/m RR: 46x/m S: 36,6°c
Leukosit : 22,2
A: Masalah teratasi sebagian
P: intervensi dilanjutkan 1,2,3,4

S: “orang tua mengatakan sudah paham benar


tentang penyakit kuning dan perawatan bayi
5 kuning ketika dirumah, ”.
O:
13:30 - Orang tua terlihat memahami dan dapat
menjelaskan apa penyakit kuning itu dan
perawatannya.
A: masalah teratasi
P: intervensi dihentikan