Anda di halaman 1dari 17

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Bayam Merah

2.1.1 Klasifikasi Tanaman Bayam Merah

Berikut merupakan klasifikasi dari Bayam Merah :

a. Kingdom : Plantae (Tumbuhan)


b. Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
c. Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
d. Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
e. Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
f. Sub Kelas : Hamamelidae
g. Ordo : Caryophyllales
h. Famili : Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
i. Genus : Alternanthera
j. Spesies : Alternanthera amoena Voss
2.1.2 Morfologi Tanaman

a. Akar
Tanaman bayam memiliki akar perdu ( terma ), akar tanaman bayam ini
akan menembus tanah hingga kedalaman 20-40 cm bahkan lebih. Akar
tanaman bayam ini tergolong akar tunggang dan memiliki serabutan di
bagian atasnya.

b. Batang

Tanaman bayam memiliki batang tumbuh dengan tegak, tebal dan


banyak mengandung air. Batang pada tanaman ini memiliki panjang
hingga 0.5-1 meter dan memiliki cabang monodial. Batang bayam
berwarna kecoklatan, abu-abu dan juga memiliki duri halus di bagian
pangkal ujung batang tanaman bayam.
c. Daun
Tanaman ini memiliki daun tunggal, berwarna hijau muda dan tua,
berbentuk bulat memanjang serta oval. Panjang daun pada bayam 1,5-
6,0 cm bahkan lebih, dengan lebar 0,5 – 3,2 cm dan memiliki pangkal
ujung daun runcing serta obtusus. Batang bayam di sertai dengan
tangkai yang berbentuk bulat dan memiliki permukaan opacus. Panjang
tangkai ini mencapai 9.0 cm dan memiliki bagian tepi atau permukaan
repandus.

d. Bunga
Bunga tanaman bayam ini memiliki kelamin tunggal, berwarna hijau
tua, dan juga memiliki mahkota terdiri dari daun bunga 4-5 buah,
benang sari 1-5, dan bakal buah 2-3 buah serta lainnya yang membantu
dalam penyerbukan. Bunga tanaman bayam ini berukuran kecil dan
memiliki panjang mencapai 1,5-2,5 cm, serta tumbuh di ketiak daun
yang tersusun tegak. Namun, penyerbukan bunga ini biasanya di bantu
juga dengan binatang sekitar dan angin.

e. Biji
Tanaman bayam memiliki biji berukuran kecil, dan halus, memiliki
bentuk bulat serta memiliki warna kecoklatan hingga kehitaman.
Namun, ada beberapa jenis bayam yang terdapat biji berwarna putih
dan merah, contohnya bayam maksi.

2.1.3 Syarat Tumbuh

Berikut syarat tumbuh bayam merah (Alternanthera amoena Voss) :

a. Iklim
Tanaman bayam memerlukan cahaya matahari penuh. Kebutuhan akan
sinar matahari untuk tanaman bayyam cukup besar. Pada tempat
ternaungi pertumbuhan bayam menjadi kurus. Suhu rata-rata 16-200C.
Keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak tanaman bayam
khususnya untuk bayam yang sudah tinggi. Kencangnya angin dapat
merobohkan tanaman. Tanaman bayam cocok ditanaman didataran
tinggi maka curah hujannya juga lebih dari 1500 mm / tahun.
Kelembaban udara yang cocok untuk tanaman bayam antara 40% -
60%. Kebutuhan matahari 400 – 800 foot candless, curah hujan 1000 –
2000 mm / tahun dengan kelembaban diatas 60%. Tanaman bayam
dapat tumbuh optimal pada ketinggian 0 – 700 meter. Namun pada
umumnya tanaman ini lebih baik tumbuh didataran tinggi yang bersuhu
rendah. Tanaman bayam umumnya tumbuh baik ditanah – tanah
vulkanis atau ordo andisol, karena perakaran bayam yang serabut.
Namun iklim tanah ini harus dalam keadaan iklim mikro.
b. Tanah
Bayam dapat tumbuh sepanjang tahun, baik di dataran rendah maupun
di dataran tinggi. pH yang baik untuk pertumbuhannya antara 6-7. Di
bawah pH 6, tanaman bayam akan merana, sedangkan di atas pH 7,
tanaman akan menjadi klorosis (warnanya putih kekuning-kuningan),
terutama pada daun yang masih muda. Tanaman bayam sangat reaktif
terhadap ketersediaan air didalam tanah. Bayam termasuk tanaman
yang membutuhkan air yang cukup, kelerangan lahan untuk budidaya
tanaman bayam adalah sekitar 150 – 450. Tanaman bayam tumbuh
disemua jenis tanah seperti ultisol, inceptisol, andisol, dan entisol. Pada
tanah kering suplai air dibutuhkan agar menghindari kekeringan yang
mengakibatkan tanaman immobil. Pemberian air yang cukup, aerase
yang optimal dapat meningkatkan produksi daun bayam. Namun
struktur tanah yang keras akan menyebabkan daun tanaman layu dan
tidak produktif. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah – tanah gambut.
Namun perawatan tanah tanaman harus secara intensif karena jika
perawatan dilakukan secara konvensional akan menyebabkan tanaman
mengalami lalu permanen.

2.1.4 Kandunngan Gizi


Di dalam daun tanaman bayam terdapat cukup banyak kandungan protein,
mineral, kalsium, zat besi dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Pada tabel di bawah ini diuraikan mengenai komposisi gizi yang terkandung
tiap 100g pada daun tanaman bayam, yaitu:

2.1.5 Manfaat Tanaman Bayam Merah

Mengkonsumsi bayam dalam jumlah yang cukup memberikan manfaat yang


besar. Ditinjau dari kandungan gizinya, bayam merupakan jenis sayuran
hijau yang banyak manfaatnya bagi kesehatan dan pertumbuhan badan,
terutama bagi anak- anak dan para ibu yang sedang hamil. Di dalam daun
bayam terdapat cukup banyak kandungan protein, mineral, kalsium, zat besi
dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Kandungan vitamin A
dalam daun bayam berguna untuk memberikan ketahanan tubuh dalam
menanggulangi penyakit mata, sakit pernafasan, kesehatan kulit dan selaput
lendir. Kandungan vitamin B dapat mencegah penyakit beri-beri,
memperkuat syaraf dan melenturkan otot rahim, sehingga dianjurkan bagi
ibu yang sedang hamil untuk memudahkan persalinan nya. Vitamin C sangat
membantu menyembuhkan sariawan atau gusi berdarah. Zat besi dapat
mencegah penyakit anemia dan sakit kuning serta memperkuat tulang dan
gigi. Manfaat lain dari bayam yaitu akarnya dapat menjadi obat untuk
menghilangkan panas (antipiretik), meluruhkan kencing (diuretik),
menghilangkan racun (antitoksik), menyembuhkan bengkak, obat diare dan
membersihkan darah.

2.2 Tanaman Kangkung

2.2.1 Klasifikasi Tanaman Kangkung

Klasifikasi pada tanaman kangkung dapat dilihat sebagai berikut :

a. Kindom : Plantae ( Tumbuhan )

b. Subkingdom : Tracheobionta ( Berpembuluh )

c. Superdivisio : Spermatophyta ( Menghasilkan biji)

d. Divisio : Magnoliophyta ( Berbunga )

e. Kelas : Magnoliapsida ( Berkeping dua / dikotil )

f. Sub kelas : Asteridae

g. Ordo : Solanales

h. Famili : Convovulceae

i. Genus : Ipomea

j. Spesies : Ipome reptan Poir

2.2.2 Morfologi Tanamab Kangkung

a. Akar
Kangkung merupakan tanaman yang sangat tergolong lama tumbuh,
tanaman ini memiliki akar tunggang dan bercabang-cabang. Perakaran
ini menembus dengan kedalam 60 – 100 cm, dan menyebar luas secara
mendatar 150 cm hingga lebih, terutamanya tanaman kangkung pada
air.

b. Batang
Batang pada tanaman kangkung bult dan berlubang, berbuku-buku, dan
banyak mengandung air. Terkadang buku-buku tersebut mengeluarkan
akar tanaman yang serabut dan juga berwarna putih dan ada juga
berwrana kecoklatan tua.

c. Daun

Kangkung juga memiliki tangkai dauan melekat pada buku-buku batang


dan di keiak batang terdapat mata tunas yang dapat tumbuh cabang
baru. Bentuk dauan memiliki ujung runcing dan juga tumpul,
permukaan dauan berwarna hijau tua , dan juga berwarna hijau muda.

d. Bunga dan Biji

Bunga pada tanaman kangkung memiliki bentuk terompet dan memiliki


dauan mahkota yang berwara putih atau kemerahan. Dan jika
menghasilkan buah berbentuk bulat atau oval yang di dalamnya
memiliki tiga butit biji. Warna biji tanaman kangkung berwran hitam
jika sudah tua dan hijau ketika mudah.

2.2.3 Syarat Tumbuh Tanaman Kangkung

a. Iklim
Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung
darat dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim
dingin, jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini
berkisar antara 500- 5000 mm/tahun. Pada musim hujan tanaman
kangkung pertumbuhannya sangat cepat dan subur, asalkan di
sekelilingnya tidak tumbuh rumput liar. Dengan demikian, kangkung
pada umumnya kuat menghadapi rumput liar, sehingga kangkung dapat
tumbuh di padang rumput, kebun/ladang yang agak rimbun. Tanaman
kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau mendapat sinar
matahari yang cukup. Di tempat yang terlindung (ternaungi) tanaman
kangkung akan tumbuh memanjang (tinggi) tetapi kurus-kurus.
Kangkung sangat kuat menghadapi panas terik dan kemarau yang
panjang. Apabila ditanam di tempat yang agak terlindung, maka kualitas
daun bagus dan lemas sehingga disukai konsumen. Suhu udara
dipengaruhi oleh ketinggian tempat, setiap naik 100 m tinggi tempat,
maka temperatur udara turun 1 derajat C. Apabila kangkung ditanam di
tempat yang terlalu panas, maka batang dan daunnya menjadi agak
keras, sehingga tidak disukai konsumen.

b. Tanah
Kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur banyak
mengandung bahan organik dan tidak dipengaruhi keasaman tanah.
Tanaman kangkung darat tidak menghendaki tanah yang tergenang,
karena akar akan mudah membusuk. Sedangkan kangkung air
membutuhkan tanah yang selalu tergenang air. Tanaman kangkung
membutuhkan tanah datar bagi pertumbuhannya, sebab tanah yang
memiliki kelerengan tinggi tidak dapat mempertahankan kandungan air
secara baik. Ketinggian Tempat Kangkung dapat tumbuh dan
berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi
(pegunungan) ± 2000 meter dpl. Baik kangkung darat maupun kangkung
air, kedua varietas tersebut dapat tumbuh di mana saja, baik di dataran
rendah maupun di dataran tinggi.

2.2.4 Kandungan Gizi Tanaman Kangkung

Sayur kangkung mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.


Berikut beberapa kandungan gizi yang terkandung dalam 100 gram sayur
kangkungn :

No Zat Gizi Jumlah


1 Energi 79 kJ (19 kcal)
2 Serat 2.1 g
3 Vitamin A 315 μg (mikrogram)
4 Tiamin (B ) 0.03 mg
5 Riboflavin (B ) 0.1 mg
6 Niacin (B ) 0.9 mg
7 Folat (B ) 57 μg
8 Vitamin C 55 mg
9 Kalsium 77 mg
10 Zat Besi 1.67 mg
11 Magnesium 71 mg
12 Mangan 0.16 mg
13 Fosfor 39 mg
14 Kalium 312 mg
15 Sodium 113 mg
16 Zinc 0.18 mg

2.2.5 Manfaat Tanaman Kangkung

Kandungan serat yang tinggi dalam kangkung dapat menurunkan kadar


kolesterol darah. Serat yang tinggi dalam kangkung akan mengikat asam
empedu, lemak, dan kolesterol, yang kemudian akan keluar bersama feses.
Serat juga dapat membuang zat-zat racun keluar dari dalam tubuh, sehingga
tubuh dan sistem pencernaan menjadi sehat. Kangkung tinggi zat besi
sehingga baik dikonsumsi oleh mereka yang menderita anemia, dan wanita
yang sedang menstruasi untuk mengganti darah yang hilang. Zat besi yang
tinggi dalam kangkung juga bermanfaat bagi anak-anak yang sedang berada
dalam masa pertumbuhan. Kangkung mengandung komponen kimia yang
bersifat sedatif (menenangkan), sehingga dapat membantu mengatasi
keluhan susah tidur. Kangkung termasuk salah satu sayuran yang sangat
bagus untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Kangkung memiliki khasiat mampu
menurunkan kadar gula darah, sehingga bisa membantu mengatasi dan
mencegah timbulnya keluhan diabetes gestasional (Diabetes Saat Hamil).
Manfaat lain yang bisa didapat dari sayur kangkung adalah sayur ini sangat
efektif membantu program diet untuk melangsingkan badan. Kandungan
kalorinya yang rendah sementara seratnya yang tinggi bisa membuat perut
terasa kenyang lebih lama.
2.3 Tanaman Bayam Hijau

2.3.1 Klasifikasi Tanaman HIjau

a. Kingdom : Plantae

b. Divisio : Spermatophyta

c. Class : Angiospermae

d. SubClass : Dicotyledoneae

e. Ordo : Amaranthales

f. Family : Amaranthaceae

g. Genus : Amaranthus

h. Spesies : Amaranthus sp.

2.3.2 Morfologi Tanaman Bayam Hijau

a. Akar

Tanaman bayam memiliki sistem perakaran tunggang dan menyebar,


pertumbuhan akarnya dangkal hanya mampu menembus tanah dengan
kedalaman 20-40 cm.

b. Batang

Batang tanaman bayam berwarna hijau muda sampai hijau tua, tebal,
mengandung banyak air, tumbuh tegak di atas permukaan tanah, dan
memiliki percabangan yang banyak. Batang bayam ada yang lunak ada
pula yang keras. Bayam cabut adalah bayam yang berbatang lunak,
sedangkan bayam potong/ bayam tahunan adalah bayam yang berbatang
keras.

c. Daun

Daun bayam berwarna hijau muda sampai hijau tua dan merah, bentuk
bulat telur dengan ujung daun agak meruncing, memiliki tulang daun
yang menyebar seperti berurat-urat.

d. Bunga

Bunga tanaman banyam berjumlah sangat banyak terdiri dari 4-5 buah,
berukuran kecil, benang sari 1-5, dan bakal buah 2-3. Bunga bayam
tumbuh tegak bermalai dan keluar dari ujung tanaman atau di ketiak
daun. Tanaman mampu berbunga sepanjang musim. Sifat
perkawinannya uniseksual, yaitu dapat melakukan perkawinan sendiri
dan silang. Proses perkawinan dibantu oleh angin dan serangga.

e. Biji

Biji tanaman bayam berukuran kecil, berwarna coklat sampai dengan


kehitaman, permukaan biji halus dan mengkilap. Ada juga biji bayam
yang berwarna putih dan merah, contoh bayam maksi.

2.3.3 Syarat Tumbuh Tanaman Bayam Hijau

a. Iklim

Tanaman bayam sangat toleran terhadap besarnya perubahan keadaan


iklim. Bayam banyak ditanam di dataran rendah hingga menengah,
terutama pada ketinggian antara 5-2.000 (mdpl) dari atas permukaan laut
(dpl). Kebutuhan sinar matahari untuk tanaman bayam adalah tinggi,
berkisar 400-800 footcandies dengan suhu rata-rata 20-300 C, curah
hujan antara 1.000-2000 mm, dan kelembapan di atas 60% Oleh karena
itu, bayam tumbuh baik bila ditanam di lahan terbuka dengan sinar
matahari penuh atau berawan dan tidak tergenang air (becek).

Waktu yang baik untuk menanam adalah awal musim hujan (bulan
Oktober/November) dan awal musim kemarau (bulan April/Maret)
karena pada waktu tersebut kebutuhan air untuk tanaman dapat terpenuhi
secara alami. Seandainya anda akan menanam bayam di luar waktu
tersebut maka harus menyediakan sumber air yang dapat memenuhi
kebutuhannya. Pada musim hujan, tanaman bayam masih dapat tumbuh
dengan baik asalkan tanahnya tidak tergenang. jadi anda harus
memperhatikan drainase tanah meskipun tanaman bayam tahan terhadap
air hujan. Untuk itu, bedengan dibuat lebih tinggi dibanding penanaman
saat musim kemarau, yaitu setinggi 35 cm. Sebaliknya, pada musim
kemarau, penyiraman harus dilakukan secara teratur.

b. Tanah

Pada dasarnya hampir semua tanaman membutuhkan tanah yang subur


dan gembur, dimana tanah tersebut memiliki kandungan unsurhara dan
bahan organik yang akan mendukung pertumbuhan tanaman itu
sendiri. Pada tanah yang tandus atau list, bayam masih dapat tumbuh
dengan baik jika dilakukan penambahan bahan organik yang cukup
banyak Kisaran derajat keasaman (pH) tanah yang baik bagi
partumbuhan bayam antara 6-7. Pada tanah yang ber-pH diatas 6-7 atau
dibawah kisaran tersebut, tanaman bayam sukar tumbuh. Tanaman akan
menunjukkan pertumbuhan yang merana bila pH tanah di bawah 6.
Begitu pula pada pH di atas 7, tanaman akan mengalami gejala klorosis
anda bisa melihat ciri-cirinya (warna daun menjadi putih kekuning-
kuningan terutama pada daun-daun yang masih muda). Jenis bayam
tertentu masih dapat tumbuh pada tanah-tanah alkalin (basa). Pada
umumnya orang menanam bayam di tanah kering, misalnya di atas
tanah tegalan, ladang, dan pekarangan. Jarang sekali bayam ditanam di
sawah.
2.3.4 Kandungan Gizi Tanaman Bayam Hijau

2.3.5 Manfaat Tanaman Bayam Hijau

Bayam memang sayuran dengan harga murah. Namun kandungan nutrisinya


yang tinggi menjadikan bayam sebagai makanan yang mempunyai manfaat
tinggi untuk kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat bayam untuk tubuh
kita:

Mencegah Kanker

Serat pada bayam yang mampu mencegah sambil tidak memberi kesempatan
pada zat karsinogen (zat penyebab kanker) "nyangkut" di dinding usus.
Selain itu, klorofil pada bayam hijau mampu mencegah mutasi sel menjadi
ganas. Pigmen merah pada bayam merah kaya flavonoid yang
bersifat antioksidan yang mampu mencegah kanker.

Mencegah Jantung Koroner

Bayam yang mengandung kolin dan inositol mampu mencegah jantung


koroner. Kedua senyawa ini bahu membahu mencegah penimbunan plak.
Kadar Gula Darah

Kandungan seratnya membantu mengatur metabolisme karbohidrat sehingga


setelah makan tidak serta merta menaikkan kadar gula darah.

Kesehatan Mata

Luteinnya dapat membantu mencegah katarak dan degenerasi makula.


Penelitian di AS menunjukkan, mereka yang makan bayam ataupun sayuran
hijau lainnya 5 porsi atau lebih dalam seminggu, risiko terkena degenerasi
makula turun hingga 43%.

Mengatasi Anemia

Kandungan zat besi pada bayam tak diragukan lagi. Para ahli bahkan
meyakini, kandungan zat besinya dua kali lipat lebih banyak sayuran
lainnya. Cocok diasup oleh penderita anemia akibat kekurangan zat besi.
Menurunkan Berat Badan

Bayam memiliki kadar kalori yang rendah dan juga serat yang dapat
menghambat penyerapan karbohidrat dan lemak serta memberi rasa kenyang
di lambung. Konsumsi bayam sangat cocok bagi mereka yang sedang
melakukan diet untuk menurunkan berat badan.

2.4 Tanaman Pakcoy

2.4.1 Klasifikasi Tanaman Pakcoy

Adapun klasifikasi tanaman sawi pakcoy adalah sebagai berikut :

a. Kingdom : Plantae

b. Divisio : Spermatophyta

c. Kelas : Dicotyledonae

d. Ordo : Rhoeadales
e. Famili : Brassicaceae

f. Genus : Brassica

g. Spesies : Brassica rapa L

2.4.2 Morfologi Tanaman Pakcoy

Tanaman ini memiliki daun yang bertangkai, daun berbentuk agak oval
berwarna hijau tua dan mengkilap, tidak membentuk kepala, tumbuh agak
tegak atau setengah mendatar. Tangkai daun berwarna putih atau hijau
muda, gemuk dan tinggi tanaman dapat mencapai 15-30 cm. Pada kelompok
ini terdapat keragaman morfologis dan periode kematangan pada berbagai
kultivar. Salah satunya adalah kultivar tipe kerdil dengan ciri-ciri bentuk
daun warna hijau pudar dan ungu yang berbeda-beda. Pakcoy merupakan
jenis sayuran hijau yang masih satu golongan dengan sawi. Pakcoy juga
sering disebut dengan sawi sendok karena bentuknya yang menyerupai
sendok. Pakcoy sering disebut dengan sawi manis atau sawi daging karena
pangkalnya yang lembut dan tebal seperti daging. Pakcoy biasa digunakan
untuk bahan sup atau sebagai penghias makanan ini berasal dari Cina.
Tanaman pakcoy merupakan salah satusa yuran penting di Asia, atau
khususnya di China. Daun pakcoy bertangkai, berbentuk oval, berwarna
hijau tua, dan mengkilat, tidak membentuk kepala, tumbuh agak tegak atau
setengah mendatar, tersusun dalam spiral rapat, melekat pada batang yang
tertekan. Tangkai daun, berwarna putih atau hijau muda, gemuk dan
berdaging, tanaman mencapai tinggi 15–30 cm. Keragaman morfologis dan
periode kematangan cukup besar pada berbagai varietas dalam kelompok ini.
Terdapat bentuk daun berwarna hijau pudar dan ungu yang berbeda. Lebih
lanjut dinyatakan pakcoy kurang peka terhadap suhu ketimbang sawi putih,
sehingga tanaman ini memiliki daya adaptasi lebih luas. Vernalisasi
minimum diperlukan untuk bolting. Bunga berwarna kuning pucat.

2.4.3 Syarat Tumbuh Tanaman Pakcoy


Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai
dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Tanaman pakcoy dapat tumbuh
baik di tempat yang bersuhu panas maupun bersuhu dingin, sehingga dapat
diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian
pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.
Tanaman pakcoy tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam
sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah
penyiraman secara teratur. Tanaman pakcoy cocok ditanam pada tipe tanah
lempung, lempung berpasir, gembur dan mengandung bahan organik.
Pakcoy tumbuh optimum pada tanah yang memiliki pH 6,0-6,8. Lokasi yang
diperlukan merupakan lokasi terbuka dan drainase air lancar. Pakcoy
ditanam dengan benih langsung atau dipindah tanam dengan kerapatan
tinggi; yaitu sekitar 20– , dan bagi kultivar kerdil ditanam dua kali lebih
rapat. Kultivar genjah dipanen umur 40-50 hari, dan kultivar lain
memerlukan waktu hingga 80 hari setelah tanam. Pakcoy memiliki umur
pasca panen singkat, tetapi kualitas produk dapat dipertahankan selama 10
hari, pada suhu 0. Media tanam adalah tanah yang cocok untuk ditanami
pakcoy adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta
pembuangan airnya baik Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum
untuk pertumbuhannya adalah antara pH 5 sampai pH 7 .

2.4.4 Kandungan Gizi Tanaman Pakcoy

No Zat Gizi Jumlah


1 Kalori 22,00 k
2 Protein 2,30 g
3 Lemak 0,30 g
4 Karbohidrat 4,00 g
5 Serat 1,20 g
6 Kalsium (Ca) 220,50 mg
7 Fosfor (P) 38,40 mg
8 Besi (Fe) 2,90 mg
9 Vitamin A 969,00 SI
10 Vitamin B1 0,09 mg
11 Vitamin B2 0,10 mg
12 Vitamin B3 0,70 mg
13 Vitamin C 102,00 mg

2.4.5 Manfaat Tanaman Pakcoy

Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan


pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah,
memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar
pencernaan, bijinya dimanfaatkan sebagai minyak serta pelezat makanan.
Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah kalori, protein,
lemak, karbohidrat, serat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.

Kadar vitamin A pada sawi sangat tinggi.Vitamin A berperan menjaga


kornea mata agar selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan
mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa,
sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Kandungan vitamin E
pada sawi dapat berfungsi sebagai antioksidan utama di dalam sel. Sawi
termasuk dalam kategori sangat baik sebagai sumber vitamin E. Kebutuhan
rata-rata vitamin E mencapai 10-12 mg/hari. Kandungan vitamin E pada
sawi juga berperan baik untuk mencegah penuaan.

Kandungan vitamin K pada sawi sangat tinggi, yaitu mencapai 419,3 mkg.
Vitamin K sangat berguna untuk membantu proses pembekuan darah,
sehingga sering disebut sebagi vitamin koagulasi. Vitamin K mempunyai
potensi dalam mencegah penyakit-penyakit serius, seperti penyakit jantung
dan stroke, karena efeknya mengurangi pengerasan pembuluh darah oleh
faktor timbunan plak kalsium.

Kandungan kalsium yang tinggi pada sawi dapat mengurangi hilangnya


bobot tulang yang biasa terjadi pada usia lanjut. Tekanan darah tinggi juga
dapat disebabkan oleh rendahnya kadar kalsium di dalam darah. Mineral lain
yang cukup berarti pada sawi adalah magnesium. Kandungan magnesium
pada sawi sangat berguna untuk mereduksi stres dan membantu membentuk
pola tidur yang baik.