Anda di halaman 1dari 22

GENERATOR DAN INVERTER

Makalah Dibuat sebagai Tugas Mata Kuliah Praktikum Mesin Konversi Energi
Oleh :
Kelompok 2
Nama :
Ali Satria Wijaya 061540411547
Daud Ifadah 061540411549
Efransyah 061540411552
Fatma Cahyani 061540411554
Nurul Qomariah 061540411563
Tiara Dwi Putri 061540411566
Yuniar Balqis 061540411568
Devina Sanchia Samosir 061540411886
M. Evit Kurniawan 061540411894
Kelas : 5 EG A
Dosen Pengampuh : Tahdid , S.T., M.T.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK ENERGI
PALEMBANG
2017
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat


Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya makalah
ini dapat terselesaikan. Makalah ini disusun dalam rangka untuk
menyempurnakan hasil diskusi yang telah dilakukan. Adapun pembuatan makalah
ini bertujuan untuk menambah wawasan penulis maupun pembacamengenai
Generator.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangan,
untuk itu penulis berharap datangnya saran dan kritik yang sifatnya membangun
dari pembaca guna penyempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberi manfaat, baik bagi penulis
maupun bagi orang lain yang membacanya.

Palembang, 18 Desember 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... 2

DAFTAR ISI ........................................................................................................... i

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. 1

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

1.1. Latar belakang ........................................................................................ 1

1.2. Rumusan Masalah .................................................................................. 1

1.3. Tujuan ..................................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 3

2.1. Pengertian ............................................................................................... 3

2.2. Bagian – bagian Generator .................................................................... 3

2.3. Prinsip kerja Generator ................................................................................ 5

2.4. Pengertian dan Prinsip Kerja Inverter ........................................................ 12

2.5. Pembahasan ................................................................................................ 15

BAB III ................................................................................................................. 16

PENUTUP ............................................................................................................ 16

3.1. Kesimpulan ........................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 17

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Prinsip Medan Magnet Utama dan Medan magnet Bantu Motor Satu
fasa ......................................................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2. Grafik Gelombang arus medan bantu dan arus medan utama ...... Error!
Bookmark not defined.
Gambar 3. Medan magnet pada Stator Motor satu fasaError! Bookmark not
defined.
Gambar 4. Rotor Sangkar ....................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 5. Motor kapasitor .................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 6. Pengawatan motor kapasitor dengan pembalik putaran. .............. Error!
Bookmark not defined.
Gambar 7. Pengawatan dengan Dua Kapasitor ...... Error! Bookmark not defined.
Gambar 8. Karakteristik Torsi Motor kapasitor ..... Error! Bookmark not defined.
Gambar 9. Motor shaded pole, Motor fasa terbelah.Error! Bookmark not
defined.
Gambar 10. Penampang motor shaded pole. .......... Error! Bookmark not defined.
Gambar 11. Komutator pada motor universal ........ Error! Bookmark not defined.
Gambar 12. Stator dan rotor motor universal ........ Error! Bookmark not defined.
Gambar 13. Konstruksi Generator DC ................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 14. Pembangkitan Tegangan Induksi ....... Error! Bookmark not defined.
Gambar 15. Tegangan Rotor yang dihasilkan melalui cincin-seret dan komutator.
................................................................................ Error! Bookmark not defined.
Gambar 16. Jangkar Generator DC ........................ Error! Bookmark not defined.
Gambar 17. Medan Eksitasi Generator DC............ Error! Bookmark not defined.
Gambar 18. Medan Jangkar dari Generator DC (a) dan Reaksi Jangkar (b) . Error!
Bookmark not defined.
Gambar 19. Generator dengan Kutub Bantu (a) dan Generator Kutub Utama,
Kutub Bantu, Belitan Kompensasi (b) ................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 20. Generator Penguat Terpisah. .............. Error! Bookmark not defined.
Gambar 21. Karakteristik Generator Penguat TerpisahError! Bookmark not
defined.
Gambar 22. Diagram Rangkaian Generator Shunt Error! Bookmark not defined.

iv
Gambar 23. Karakteristik Generator Shunt ............ Error! Bookmark not defined.
Gambar 24. Diagram Rangkaian Generator KomponError! Bookmark not
defined.
Gambar 25. Karakteristik Generator Kompon ....... Error! Bookmark not defined.

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Dunia kelistrikan kita mengenal suatu alat yang di sebut motor listrik dan
generator listrik. Secara sederhana, generator listrik berfungsi untuk mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik sedangkan motor listrik berfungsi untuk
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Kedua fungsi dari masing-
masing alat tersebut terdapat hubungan. Sebuah generator akan bekerja dengan di
bantu motor listrik untuk menggerakkan generator tersebut.
Fungsi generator tersebut menjadikan alat ini sangat diperlukan dalam
kehidupan sehari-hari. Generator sendiri ada dua macam yaitu generator arus
searah (DC) dan generator arus bolak-balik (AC). Pembahasan kali ini, kami akan
mencoba menjelaskan tentang generator yaitu generator listrik arus bolak-balik,
untuk mendapatkan daya pada generator listrik arus bolak-balik (AC). Sistem
pembangkitan listrik yang sudah umum digunakan adalah mesin generator
tegangan AC, di mana penggerak utamanya bisa berjenis mesin turbin, mesin
diesel atau mesin baling-baling, dalam pengoperasian pembangkit listrik dengan
generator, karena faktor keandalan dan fluktuasi jumlah beban, maka disediakan
dua atau lebih generator yang dioperasikan dengan tugas terus-menerus, cadangan
dan bergiliran untuk generator-generator tersebut.
Penyediaan generator tunggal untuk pengoperasian terus menerus adalah
suatu hal yang riskan, kecuali bila bergilir dengan sumber PLN atau peralatan
UPS, untuk memenuhi peningkatan beban listrik maka generator-generator
tersebut dioperasikan secara paralel antar generator atau paralel generator dengan
sumber pasokan lain yang lebih .

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa itu generator?
2. Apa saja bagian – bagian generator?
3. Bagaimana prinsip kerja generator AC dan DC?
4. Apa yang dimaksud dengan inverter?
5. Bagaimana Prinsip Kerja dari inverter?

1
1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian generator.
2. Untuk mengetahui bagian – bagian generator.
3. Untuk mengetahui prinsip kerja generator AC dan DC.
4. Untuk mengetahui pengertian inverter.
5. Untuk mengetahui prinsip kerja inverter.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian
Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi
energi listrik. Tenaga mekanik bisa berasal dari panas, air, uap, dll. Energi listrik
yang dihasilkan oleh generator bisa berupa Listrik AC (listrik bolak-balik)
maupun DC (listrik searah). Hal tersebut tegantung dari konstruksi generator yang
dipakai oleh pembangkit tenaga listrik.
Generator berhubungan erat dengan hukum faraday. Berikut hasil dari
hukum faraday “ bahwa apabila sepotong kawat penghantar listrik berada dalam
medan magnet berubah-ubah, maka dalam kawat tersebut akan terbentuk Gaya
Gerak Listrik ”.
Bila sebatang logam panjang berada di dalam medan listrik,(Eo), maka akan
menyebabkan elektron bebas akan bergerak ke kiri yang akhirnya akan menimbulkan
medan listrik induksi yang sama kuat dengan medan listrik sehingga kuat medan total
menjadi nol. Dalam hal ini potensial kedua ujung logam menjadi sama besar dan
aliran elektron akan berhenti, maka kedua ujung logam terdapat muatan induksi. Agar
aliran elektron bebas berjalan terus maka harus muatan induksi ini terus diambil,
sehingga pada logam tidak timbul medan listrik induksi. Dan sumber ggl (misal
baterai) yang dapat membuat beda potensial kedua ujung logam harganya tetap,
sehingga aliran electron tetap berjalan.

2.2. Bagian – bagian Generator


Secara umum bagian utama generator ada 2 yaitu Bagian rotor yang bergerak
dan bagian Stator yang diam.
1. Bagian Rotor
- Kawat Angker
Merupakan penghantar listrik (armature) berbentuk persegi
panjang yang berfungsi sebagai pemotong garis gaya magnet
sehingga terjadi proses induksi elektromagnetik (terdapat arus yang
mengalir)

3
- Komulator (slip ring)
Merupakan cincin yang terpasang di ujung bagian kawat angker,
cincin pada generator DC beda dengan generator AC, hal ini
dikarenakan fungsi dari cincin ini adalah untuk menentukan arah
arus listrik searah ataupun bolak – balik, pada generator DC cincin
yang digunakan adalah cincin yang terbelah di bagian tengahnya,
Salah satu bagian belahannya selalu berpolaritas positif sedangkan
belahan lainnya berpolaritas negatif. Hal ini menyebabkan arus
listrik induksi yang mengalir hanya memiliki satu arah saja, yaitu
dari komutator berpolaritas positif menuju sikat karbon, lampu, dan
kembali ke komutator berpolaritas negatif. Sedangkan pada
generator AC menggunakan 2 buah cincin yang berbentuk bulat
penuh.

Gambar.1 Generator AC Gambar. 2 Generator DC

2. Bagian Stator
- Sikat Karbon
Sikat karbon berfungsi untuk menghubungkan arus listrik yang
dibangkitkan pada kawat angker ke rangkaian di luar generator.

4
- Magnet Permanen
Magnet permanen berfungsi untuk memberikan garis medan
magnet kepada Kawat Angker untuk menghasilkan Induksi
Elektromagnetik

2.3. Prinsip kerja Generator


Prinsip kerja Generator menggunakan hukum Faraday yaitu bila sebuah
konduktor digerakkan di dalam medan magnet, maka akan timbul arus induksi
pada konduktor tersebut.
Arah dari gaya gerak listrik yang dibangkitkan pada sebuah konduktor
dalam medan magnet akan berubah dengan bertukarnya arah dari magnetic
flux dan arah gerakan konduktor.
Hal ini dapat ditunjukkan dengan kaidah tangan kananFleming yaitu;
“Apabila sebuah penghantar bergerak keluar memotong garis gaya magnet, maka
gaya gerak listrik akan bergerak ke kiri”.

5
Tahapan prinsip kerja generator adalah sebagai berikut ;
1. Ketika turbin (kincir) berputar kawat anker akan ikut berputar secara
kontinou dikarenakan keduanya terhubung dengan shaft

2. Gerakan memutar dari kawat anker tersebut akan memotong garis


gaya magnet,. sesuai dengan hukum faraday ketika suatu kumparan
bergerak memotong garis gaya magnet maka akan timbul gaya gerak
listrik (GGL).

6
3. Berdasarkan kaidah tangan kanan fleming kita dapat mengetahui
arah arus listrik yang mengalir seperti pada gambar di bawah ini.

Pada gambar diatas ibu jari menunjukkan arah gaya (torsi), jari
telunjuk menunjukkan arah gaya medan magnet, sedangkan jari
tengah menunjukkan arah arus listrik, pada saat kawat anker
memotong garis gaya magnet (seperti gambar diatas) maka akan
timbul beda tegangan dibagian C-D dan A-B kawat anker.Pada
bagian C-D yang tersentuh medan magnet akan menyebabkan
elektron di bagian C-D akan berpindah menuju ke bagian A-B
kawat anker yang tidak tersentuh medan magnet. Sehingga arus
akan mengalir dari dari titik C – D – A – B.

7
4. Kawat anker akan terus berputar hingga posisinya tegak lurus
terhadap medan magnet.

Ketika kawat anker berada pada posisi diatas tidak terjadi


pemotongan garis gaya magnet sehingga pada posisi ini tidak akan
timbul gaya gerak listrik.
5. Kawat anker ini akan melanjutkan putarannya hingga berada pada
posisi seperti gambar dibawah ini

Ketika kawat anker berada pada posisi gambar di atas maka bagian
A-B yang tersentuh medan magnet akan menyebabkan elektron
berpindah ke bagian C-D yang tidak terkena medan magnet,
sehingga arus akan mengalir berkebalikan dari arah sebelumnya
yaitu dari titik B-A-D-C, akibatnya akan timbul arus bolak – balik
(AC).

8
Pada generator DC arus bolak – balik tersebut diputus dengan
cincin (komulator) yang terbelah di bagian tengahnya, Salah satu
bagian belahannya selalu berpolaritas positif sedangkan belahan
lainnya berpolaritas negatif. Hal ini menyebabkan arus listrik
induksi yang mengalir hanya memiliki satu arah saja, yaitu dari
komutator berpolaritas positif menuju sikat karbon, lampu, dan
kembali ke komutator berpolaritas negatif. Sedangkan pada
generator AC menggunakan 2 buah cincin yang berbentuk bulat
penuh.

9
6. Kawat anker akan terus berputar hingga 3600 dan kembali keposisi
awal apabila di plot dalam bentuk grafik hubungan antara Induksi
elektromagnetik dan sudut pada generator AC dan DC adalah
sebagai berikut

Gambar. Grafik Generator DC

Gambar. Grafik generator AC

10
7. Arus yang mengalir dari kawat anker akan mengalir ke komulator
,sikat karbon, kabel, lampu, dan kembali lagi ke kawat anker.
Sehingga Lampu akan menyala

11
2.4. Pengertian dan Prinsip Kerja Inverter

Power Inverter atau biasanya disebut dengan Inverter adalah suatu


rangkaian atau perangkat elektronika yang dapat mengubah arus listrik searah
(DC) ke arus listrik bolak-balik (AC) pada tegangan dan frekuensi yang
dibutuhkan sesuai dengan perancangan rangkaiannya. Sumber-sumber arus listrik
searah atau arus DC yang merupakan Input dari Power Inverter tersebut dapat
berupa Baterai, Aki maupun Sel Surya (Solar Cell). Inverter ini akan sangat
bermanfaat apabila digunakan di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan
pasokan arus listrik AC. Karena dengan adanya Power Inverter, kita dapat
menggunakan Aki ataupun Sel Surya untuk menggerakan peralatan-peralatan
rumah tangga seperti Televisi, Kipas Angin, Komputer atau bahkan Kulkas dan
Mesin Cuci yang pada umumnya memerlukan sumber listrik AC yang
bertegangan 220V ataupun 110V.

Bentuk-bentuk Gelombang yang dapat dihasilkan oleh Power Inverter diantaranya


adalah gelombang persegi (square wave), gelombang sinus (sine wave),
gelombang sinus yang dimodifikasi (modified sine wave) dan gelombang
modulasi pulsa lebar (pulse width modulated wave) tergantung pada desain
rangkaian inverter yang bersangkutan. Namun pada saat ini, bentuk-bentuk
gelombang yang paling banyak digunakan adalah bentuk gelombang sinus (sine

12
wave) dan gelombang sinus yang dimodifikasi (modified sine wave). Sedangkan
Frekuensi arus listrik yang dihasilkan pada umumnya adalah sekitar 50Hz atau
60Hz dengan Tegangan Output sekitar 120V atau 240V. Output Daya listrik yang
paling umum ditemui untuk produk-produk konsumer adalah sekitar 150 watt
hingga 3000 watt.

Prinsip Kerja Inverter


Sederhananya, suatu Power Inverter yang dapat mengubah arus listrik DC ke arus
listrik AC ini hanya terdiri dari rangkaian Osilator, rangkaian Saklar (Switch) dan
sebuah Transformator (trafo) CT seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah
ini.

Sumber daya yang berupa arus listrik DC dengan tegangan rendah (contoh 12V)
diberikan ke Center Tap (CT) Sekunder Transformator sedangkan dua ujung
Transformator lainnya (titik A dan titik B) dihubungkan melalui saklar (switch)
dua arah ke ground rangkaian. Jika saklar terhubung pada titik A akan
menyebabkan arus listrik jalur 1 mengalir dari terminal positif baterai ke Center
Tap Primer Transformator yang kemudian mengalir ke titik A Transformator
hingga ke ground melalui saklar. Pada saat saklar dipindahkan dari titik A ke titik

13
B, arus listrik yang mengalir pada jalur 1 akan berhenti dan arus listrik jalur 2
akan mulai mengalir dari terminal positif baterai ke Center Tap Primer
Transformator hingga ke ground melalui Saklar titik B. Titik A, B dan Jalur 1, 2
dapat dilihat pada gambar diatas,

Peralihan ON dan OFF atau A dan B pada Saklar (Switch) ini dikendalikan oleh
sebuah rangkaian Osilator yang berfungsi sebagai pembangkit frekuensi 50Hz
yaitu mengalihkan arus listrik dari titik A ke titik B dan titik B ke titik A dengan
kecepatan 50 kali per detik. Dengan demikian, arus listrik DC yang mengalir di
jalur 1 dan jalur 2 juga bergantian sebanyak 50 kali per detik juga sehingga
ekivalen dengan arus listrik AC yang berfrekuensi 50Hz. Sedangkan komponen
utama yang digunakan sebagai Switch di rangkaian Switch Inverter tersebut pada
umumnya adalah MOSFET ataupun Transistor.

Sekunder Transformator akan menghasilkan Output yang berupa tegangan yang


lebih tinggi (contohnya 120V atau 240V) tergantung pada jumlah lilitan pada
kumparan sekunder Transformator atau rasio lilitan antara Primer dan Sekunder
Transformator yang digunakan pada Inverter tersebut.

14
2.5. Pembahasan
Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja dari generator
AC dan DC serta untuk mengetahui prinsip kerja dari inverter. Prinsip kerja dari
generator adalah didasarkan pada Hukum Faraday dan kaidah tangan kanan
Fleming yaitu dengan menggunakan proses induksi elektromagnetik untuk
mengkonversi Energi mekanik menjadi Energi Listrik. Pergerakkan Turbin (
kincir) yang kontinou akan memutar kawat anker dikarekan keduanya
dihubungkan dengan shaft. Kawat anker akan berputar hingga 3600 yang akan
memotong garis gaya magnet sehingga sesuai dengan Hukum Faraday apabila
suatu kumparan bergerak memotong garis gaya magnet maka akan timbul GGL
(gaya gerak listrik), berdasarkan kaidah tangan Fleming maka akan terjadi arus
bolak - balik (AC). Untuk generator DC arus bolak – balik tersebut diputuskan
dengan cincin (komulator) yang terbelah di bagian tengahnya, Salah satu bagian
belahannya selalu berpolaritas positif sedangkan belahan lainnya berpolaritas
negatif. Hal ini menyebabkan arus listrik induksi yang mengalir hanya memiliki
satu arah saja, yaitu dari komutator berpolaritas positif menuju sikat karbon,
lampu, dan kembali ke komutator berpolaritas negatif.
Prinsip Kerja dari Inverter adalah mengubah arus searah (DC) menjadi
arus bolak – balik (AC) dengan mengubah arah arus listrik tersebut menggunakan
Skalar ON – OFF berkecepatan 50 kali per detik.

15
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
1. Bagian – bagian Generator yaitu :
a. Bagian Rotor
 Kawat Anker
 Komulator (slip ring)

b. Bagian Stator
 Sikat Karbon
 Magnet Permanen

2. Prinsip kerja Generator adalah menggunakan proses Induksi


Elektomagnetik untuk menghasilkan GGL
3. Prinsip Kerja Inverter adalah mengubah arah arus listrik dengan
kecepatan 50 kali per detik.

16
DAFTAR PUSTAKA

https://agungmutaqin96.blogspot.co.id/2017/04/prinsip-kerja-generator-
beserta.html

https://www.electrical4u.com/principle-of-dc-generator/
ww.electronics-tutorials.ws/accircuits/sinusoidal-waveform.html
http://artikel-teknologi.com/prinsip-kerja-generator-ac/
http://artikel-teknologi.com/prinsip-kerja-generator-dc/
http://teknikelektronika.com/pengertian-inverter-prinsip-kerja-power-inverter/

17