Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

N DENGAN GANGGUAN
KARDIOVASKULER : PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI RUANG
CEMPAKA III RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Meraih Gelar Ahli Madya
Keperawatan

DISUSUN OLEH :

RISKY RAHMAT KURNIAWAN


J210070037

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015
UNTVE R SITA S MUHAMMADIYAH SURAKARTA
FAK ULTAS ILMU I{ESEHATAN
Jl. Ahmad Yani Tromol Pos. 1 Pabelan . Kartasura Telp (027111li111
Far: 715-t-18 Surakarta 57102
id
Website: http//rvlrr. urns.ac. Ernail : uqrs?r14ls.aejd

SURAT PERSETUJUAN ARTIKEL PUBLIKASI ILMIAH

Yang bertanda tangan dibawah ini pembimbing tugas akhir :

Nama : Agus Sudaryanto, S.Kep., Ns., M.Kes

NIK :901

Telah membaca dan mencermati naskah publikasi ilmiah, yang merupakan ringkasan tugas
akhir dari mahasiswa :

Nama : Risky Rahmat Kumiawan

NIM '. J200 t20 037

Program Studi : D III Keperawatan

Judul KTI . Asuhan Keperawatan Pada An. N Dengan Gangguan Kardiovaskuler .

Penyakit Jantung Bawaan Di Ruang Cempaka III RSUD Pandan Arang


Boyolali

Naskah artikel tersebut, Iayak dan dapat disetujui untuk dipublikasikan.

Demikian persetujuan dibuat, semoga dapat dipergunakan seperlunya.

Surakarta, i 1 Juli 2015

\{,f^^
\f

Agus Sudaryanto" S.Kep.. Ns,. M.Kes

NIK:901
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. N DENGAN GANGGUAN SISTEM
KARDIOVASKULER : PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI RUANG
CEMPAKA III RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

(Risky Rahmat K, 2015, 43halaman)

Abstrak

Latar Belakang : Penyakit Jantung Bawaan terhadap angka kematian bayi dan
anak cukup tinggi baik di Negara maju maupun Negara berkembang (termasuk
Indonesia. Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia dengan jumlah penduduk 235
juta maka diperkirakan akan lahir 50.000 bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan
sehingga prevalensinya cukup tinggi. Kurangnya pengetahuan dan perhatian orang
tua terhadap penyakit jantung bawaan menjadi salah satu persoalan dalam
penanganan anak dengan penyakit jantung bawaan sehingga agar dapat bertahan
hidup memerlukan penanganan medis yang canggih segera setelah lahir. Tujuan :
Untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit jantung
bawaan meliputi pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan.
Metode : Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan studi kasus yaitu
metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisa data dan menarik
kesimpulan. Hasil : Diagnosa yang muncul pada kasus adalah penurunan curah
jantung, pola nafas tidak efektif dan intoleransi aktivitas. Setelah dilakukan
tindakan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil intoleransi aktivitas
teratasi, tidak terjadi penurunan curah jantung dan pola nafas kembali efektif.
Kesimpulan : Penulis melakukan asuhan keperawatan masalah intolerans
iaktivitas teratasi, masalah pola nafas tidak efektif teratasi sebagian dan penurunan
curah jantung belum teratasi sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut dan
kerja sama dengan tim medis lain.

Kata Kunci : Penyakit Jantung Bawaan (PJB), Sesak Nafas, Lemah, Kelainan
Jantung,PenurunanCurahJantung.

1
NURSING CARE TO An. N WITH THE CARDIOVASCULER SYSTEM
DISORDERS :CONGENITAL HEART DISEASE AT CEMPAKA III RSUD
PANDAN ARANG BOYOLALI
(Risky Rahmat K, 2015, 43 pages)
Abstract

Background : Infant and child mortality rate caused by Congenital Heart Disease
quite high in both developed countries and developing countries (including
Indonesia). With a population of 235 million in Indonesia, it was estimated that
50,000 babies would born with congenital heart disease so that the number of
prevalence was quite high. Lack of parents’knowledge and attention towards
congenital heart disease one of the problems in handling children with congenital
heart disease. It was required a sophisticated medical treatment so that children
are able to survive soon after their birth. Objective : To implement nursing care in
patients with congenital heart disease include assessment, intervention,
implementation and evaluation of nursing care. Methods : The method used was
case study approach that was defined as a scientific menthod to collect data,
analyze the data method was to collect data, analyze the data and draw
conclusions. Results : The emerging diagnosis on the casewereof decreased
cardiac output related to malformations of the heart, ineffective breathing pattern
related to pulmonal congestion and intolerance activity were related to the
imbalance of oxygen consumption by body and supply of oxygen to the cells.
After 3x24 hours nursing care,it was obtained that intolerance activity was
resolved, decreased heart output did not occur and breathing pattern effective.
Conclusion : The written was doing nursing care, intolerance activity was
resolved, ineffective breathing pattern were partially resolved and decreased heart
output was not resolved so thus required further treatment and cooperation with
other medical team.

Keywords: Congenital Heart Disease (CHD), shortness of breath, weakness,


cardiac abnormality, decreased cardiac output.

2
PENDAHULUAN bertahan hidup sekitar 25-30 persen
Penyakit Jantung Bawaan sehingga prevalensinya cukup tinggi,
terhadap angka kematian bayi dan maka memerlukan penanganan
anak cukup tinggi sehingga medis yang canggih segera setelah
dibutuhkan tata laksana PJB yang lahir. Kelainan penyakit jantung
cepat, tepat dan spesifik. Penyakit bawaan ini terjadi akibat adanya
Jantung Bawaan penyebab kematian gangguan atau kegagalan pem-
pada bayi dan anak tertinggi di bentukan dan perkembangan jantung
negara maju sedangkan kematian pada fase awal kehidupan janin.
akibat penyakit jantung bawaan di Berdasarkan catatan bangsal
negara berkembang, akan meningkat penyakit dalam di RSUD Pandan
13,7% pada laki-laki dan 12% pada Arang Boyolali menunjukan data
perempuan. Meskipun saat ini telah dalam kurun waktu Bulan April 2015
disepakati bahwa banyak faktor kasus terjadinya penyakit jantung
penyebab penyakit jantung bawaan, bawaan sekitar 5 orang.Kurangnya
namun belum ada upaya yang jitu perhatian orang tua terhadap
untuk mencegah penyakit jantung penyakit jantung bawaan menjadi
bawaan (Rilantono, 2013). salah satu persoalan dalam
Menurut Djer (2014) penyakit penanganan anak dengan penyakit
jantung bawaan paling sering jantung bawaan, selain biaya
ditemukan pada bayi dan anak perawatan yang mahal dan dukungan
dengan angka kejadian PJB tetap finansial yang terbatas. Hal ini dapat
berkisaran pada 8-10 dari 1000 bayi disebabkan karena kurangnya
kelahiran hidup. Menurut Rilantono pengetahuan orangtua, pendidikan
(2013) penyakit jantung bawaan di rendah, dan lingkungan yang tidak
Indonesia dengan jumlah penduduk mendukung (Robbins dan Cohan,
235 juta yang angka kelahiran 2007). Salah satu penyebab penting
2,3%,maka diperkirakan akan lahir morbiditas dan mortalitas anak
50.000 bayi dengan penyakit jantung dengan penyakit jantung bawaan
bawaan. Penderita PJB agar dapat kritis adalah instabilitas hemo-

3
dinamik yang terjadi antara kelahiran ada juga yang berpendapat
dan tindakan pembedahan atau penyakit jantung bawaan
intervensi transkateter. merupakan suatu penyakit
Penyakit Jantung Bawaan kelainan jantung dimana paling
banyak terjadi pada bayi, anak sering ditemukan pada bayi dan
bahkan orang dewasa. Penyakit anak (Djer, 2014) sedangkan
Jantung Bawaan jika tidak ditangani menurut Rilantono (2013)
dengan segera bisa menimbulkan mengatakan penyakit jantung
kematian.Tingginya penyakit jantung bawaan suatu cacat jantung yang
bawaan terjadi di negara berkembang dibawa sejak lahir dengan
termasuk Indonesia, salah satunya di kelainan pada struktur jantung
RSUD Pandan Arang. atau fungsi sirkulasi jantung.
B. Etiologi
Berdasarkan realitas diatas,
Etiologi penyakit jantung
penulis tertarik melakukan karya
bawaan bisa ditimbulkan oleh
tulis ilmiah tentang Asuhan
beberapa faktor. Salah satunya
Keperawatan Pada An. N Dengan
disebabkan oleh faktor genetik
Gangguan Sistem Kardiovaskuler:
dan maternal dimana saat ini
Penyakit Jantung Bawaan Di Ruang
sebagai faktor-faktor yang
Cempaka III RSUD Pandan Arang
paling berperan. Selain itu
Boyolali.
infeksi virus, paparan radisasi,
TINJAUAN PUSTAKA alkohol dan obat-obatan yang
diminum pada ibu hamil juga di
A. Pengertian
duga sebagai penyebab penyakit
Penyakit Jantung Bawaan
jantung bawaan (Rilantono,
memiliki beberapa pengertian.
2013).
Penyakit jantung bawaan
C. Klasifikasi
merupakan suatu kelainan
Menurut Kasron (2012) dan
jantung yang terjadi sejak bayi
Rilantono (2013). Penyakit
lahir (Kasron, 2012). Selain itu
Jantung Bawaan dapat dibagi

4
menjadi 2 tipe yaitu PJB tipe aliran darah dari kanan ke kiri
non sianotik dan PJB sianotik. misalnya tetralogi fallot, atresia
PJB tipe non sianotik adalah pulmoner dan atresia trikuspid.
suatu kelainan struktur dan D. Patofisiologi
fungsi jantung yang di bawa Penyakit Jantung Bawaan
lahir yang tidak ditandai dengan dipengaruhi oleh faktor yaitu
sianosis. faktor genetik dan maternal.
PJB non sianotik terdiri dari Pada kelainan struktur jantung
3 kelompok yaitu pertama terjadi digolongkan menjadi penyakit
aliran darah dari kiri ke kanan jantung bawaan asianotik dan
contohnya paten duktus arterio- penyakit jantung bawaan
sus (PDA), ventrikel septal defek sianotik. Penyakit jantung
(VSD) dan atrial septal defek bawaan asianotik kondisi ini
(ASD). Kedua terjadi obstruksi disebabkan oleh lesi yang
jantung kiri pada stenosis katub memungkinkan darah shuntdari
aorta dan stenosis katup mitral kiri ke sisi kanan sirkulasi atau
kemudian ketiga terjadi obstruk- yang menghalangi aliran darah
si jantung kanan pada stenosis dengan penyempitan katup serta
katup pulmonal. PJB tipe pencampuran darah dari arteri
sianotik adalah suatu kelainan (Padila, 2013).
struktur dan fungsi jantung Terdapat lubang antara
sedemikian rupa sehingga atrium kanan dan kiri
seluruh darah balik vena siste- menimbulkan tekanan atrium
mik yang mengandung darah kiri kiri lebih besar ketimbang
rendah oksigen kembali beredar atrium kanan, sehingga darah
ke sirkulasi sistemik. Terdapat akan mengalir dari atrium kiri ke
aliraan pirau dari kanan ke kiri. kanan. Darah yang mengalir dari
PJB sianotik terjadi 25% dari atrium kiri ke kanan menim-
semua kasus penyakit jantung bulkan volume atrium kanan
yang terjadi pada anak dimana meningkat menyebabkan hiper-

5
tropi atrium kanan dan selain itu TINJAUAN KASUS
meningkatnya volume dan teka- A. Pengkajian
nan atrium kanan maka darah Penulis melakukan peng-
akan mengalir ke ventrikel kajian pada tanggal 15 April
kanan dan paru-paru juga 2015 pukul 07.00 WIB di
meningkat. Hal ini menyebabkan bangsal Cempaka III.Penulis
penumpukan darah dan oksigen mengkaji pasien dengan meng-
di paru sehingga alveoli mem- gunakan metode wawancara,
besar dan terjadi pola nafasnya observasi dan pencarian data
tidak efektif. medis, penulis memperoleh data-
Volume di ventrikel kiri data pengkajian sebagai berikut.
menurun disebabkan darah Penulis mendapatkan data
mengalir dari atrium kanan ke identitas pasien. Identitas pasien
atrium kiri. Hal ini akan berisikan nama pasien An. N
menyebabkan kontraktilitas berumur 15 tahun, berjenis
ventrikel kiri menurun sehingga kelamin laki-laki, beragama
terjadi penurunan curah jantung. Islam, suku Jawa, pendidikan
Penurunan curah jantung terakhir SMP, pekerjaannya
menjadikan tubuh akan kurang pelajar, diagnosa medisnya
oksigen dan kurang nafsu Penyakit Jantung Bawaan.Pasien
makan. Kurangnya suplai masuk ke Rumah Sakit pada
oksigen ke tubuh membuat tanggal 14 April 2015 dan
tubuh akan terasa lemas dan penulis melakukan pengkajian
pusing. Kurangnya nafsu makan pada tanggal 15 April 2015.
menjadikan nutrisi tidak adekuat Pasien beralamat di Gagan
sehingga pertumbuhan akan 01/04, Kendel, Kemusu,
terhambat dan menyebabkan Boyolali.
gangguan pertumbuhan per-
kembangan (Irnizarifka, 2011).

6
B. Diagnosa Keperawatan seimbangan pemakaian oksigen
Penulis menganalisa data oleh tubuh dan suplai okigen ke
dari hasil pengkajian, sehingga sel ditandai dengan lemas, wajah
penulis mendapatkan masalah pasien tampak pucat, pasien
keperawatan yang muncul. terlihat lesu, takanan darah awal
Adapun diagnosa pertama 120/80 mmHg, tekanan darah
penurunan curah jantung ber- akhir 90/60 mmHg, EKG di-
hubungan dengan etiologi peroleh LVH V2-V5 T inverted
malformasi jantung ditandai V5-V6, nadi awalnya 96
dengan terasa sedikit sakit pada x/menit, nadi akhir 106 x/menit,
dada sebelah kiri ketika batuk, pernafasan awalnya 19 x/menit
nadi 106x/menit,nadi teraba dan pernafasan akhir 25 x/menit.
cepat,ada retraksi dada, mem- C. Implementasi
bran mukosa kering, capilary Pada diagnosa pertama pe-
refill >3 detik, terdengar bising nurunan curah jantung ber-
jantung murmur dan hasil EKG hubungan dengan malformasi
diperoleh LVH V2-V5 T jantung. Penulis melakukan tin-
inverted V5-V6. dakan keperawatan berupa me-
Penulis mengambil masalah monitor tanda-tanda vital,
keperawatan kedua tentang pola perawat melakukan pemeriksaan
nafas tidak efektif dengan EKG, mengkaji capilary refill,
etiologi kongesti pulmonal di- mengobservasi kualitas dan
tandai dengan sesak nafas, kekuatan denyut jantung. Pada
pernafasan 25x/menit,dahak diagnosa kedua pola nafas tidak
berwarna ku-ning kental, efektif berhubungan dengan
menggunakan otot pernafasan. kongesti pulmonal. Penulis
Penulis juga mengambil melakukan tindakan keperawat-
masalah keperawatan ketiga an berupa memberikan oksigen
tentang intoleransi aktivitas dengan via kanul nasal 5 liter,
dengan etiologi ketidak- memberikan posisi semi fowler,

7
mengajarkan nafas dalam, sampai evaluasi (Wong, 2008).
memonitor tanda-tanda vital dan Penulis mengumpulkan data
mengkolaborasi dengan dokter dengan menggunakan metode
dalam pemberian terapi oksigen. wawancara, observasi, pencarian
Penulis melakukan tindakan data medis dengan Penyakit
keperawatan pada diagnosa Jantung Bawaan (PJB) di Ruang
ketiga intoleransi aktivitas ber- Cempaka III RSUD Pandan
hubungan dengan ketidak- Arang Boyolali pada tanggal 15
seimbangan antara pemakaian April 2015 sampai 17 April 2015.
oksigen oleh tubuh dan suplai Pada keluhan utama dalam kasus
oksigen ke sel. Tindakan ditemukan pasien mengalami
keperawatan yang dilakukan me- sesak nafas dan diteori juga
monitor tanda-tanda vital, terdapat keluhan pasien adalah
menganjurkan pasien untuk sesak nafas (Yuli, 2015).
istirahat bila terjadi kelelahan, B. Diagnosa Keperawatan
membantu mengidentifikasi Penurunan curah jantung
aktivitas pasien yang disukai, berhubungan dengan malformasi
membantu pasien me-milih jantung (Wilkinson and Ahern,
posisi yang nyaman untuk 2011). Penurunan curah jantung
istirahat dan penulis meng- adalah keadaan pompa darah oleh
antarkan rujuk pasien ke RSUD jantung yang tidak adekuat untuk
Dr. Moewardi pada pukul 12.00 mencapai kebutuhan metabolisme
WIB. tubuh dan jumlah darah yang
dipompakan oleh ventrikel ke
PEMBAHASAN
dalam sirkulasi pulmonal dan
A. Pengkajian
sistemik selama satu menit (4-8
Penulis dalam pembahasan
liter per menit) dan jumlah darah
ini dibuat berdasarkan pada proses
pada ventrikel dalam satu kali
keperawatan mulai dari peng-
kontraksi untuk orang dewasa
kajian, diagnosa keperawatan

8
kurang lebih 70-75 ml (Axton and tidak muncul atau tidak diangkat
Terry, 2009). dalam kasus menurut Wilkinson
and Ahern (2011) adalah sebagai
Pola nafas tidak efektif
berhubungan dengan kongesti berikut:

pulmonal (Wilkinson and Ahern, 1. Keseimbangan nutrisi kurang


dari kebutuhan tubuh ber-
2011). Penyakit jantung bawaan
hubungan dengan kelelahan
biasanya mengalami sesak nafas
pada saat makan dan me-
sehingga penulis mengambil
ningkatnya kebutuhan kalori.
diagnosa pola nafas tidak efektif.
(Wong, 2008). 2. Gangguan pertumbuhan dan

Intoleransi akivitas berhu- perkembangan berhubungan


dengan tidak adekuatan suplai
bungan dengan ketidak-
oksigen dan nutrisi ke
seimbangan pemakaian oksigen
oleh tubuh dan suplai oksigen ke jaringan.

sel. (Wilkinson and Ahern, 2011). C. Implementasi


Tahap implementasi asuhan
Intoleransi aktivitas berdefinisi-
keperawatan yaitu dimulai
kan kecakupan energi fisiologis
atau psikologis untuk melanjutkan setelah penyusunan rencana
intervensi kemudian dilaksanak-
atau menyelesaikan aktivitas
an tindakan keperawatan
sehari-hari yang ingin dilakukan.
Terapi aktivitas memberikan (Rudolpt dan Colin, 2007).

anjurkan tentang dan bantuan Penulis telah melakukan pe-

dalam aktivitas fisik, kognitif, nyusunan rencana tindakan

sosial dan spiritual yang spesifik keperawatan sehingga penulis

untuk meningkatkan tentang melakukan implementasi pada


tanggal 15 April sampai 17 April
frekuensi atau durasi aktivitas
individu maupun kelompok 2015. Penulis melaksanakan

(Udjianti, 2010). Diagnosa yang tindakan keperawatan pada

terdapat pada teori tetapi namun diagnosa penurunan curah jantu-


ng berhubungan dengan malfor-

9
masi jantung antara lain gejala yang dialami pasien
memonitor tanda-tanda vital (Wilkinson and Ahern, 2011).
dengan tindakan ini kita dapat Implementasi yang di-
mengetahui kondisi pasien dari lakukan penulis pada diagnosa
tekanan darah, pernafasan, nadi pola nafas tidak efektif
dan suhu yang di alami berhubungan dengan kongesti
pasien.Mengobservasi kualitas pulmonal antara lain memonitor
dan kekuatan denyut jantung tanda-tanda vital dengan
karena pasien mengalami tindakan ini kita dapat
penyakit jantung bawaan, maka mengetahui kondisi pasien dari
perlu dilakukan tindakan ini tekanan darah, pernafasan, nadi
sehingga kita mengetahui dan suhu yang dialami pasien
keadaan denyut jantung (Djer, 2014). Memberikan
(Rilantono, 2013). oksigen via nasal kanul 5 liter
Memeriksa EKG dengan pada pasien dengan tujuan untuk
tindakan ini diharapkan kita mengurangi sesak nafas.
mengetahui irama jantug dan Memberikan posisi semi fowler.
apakah ada kelainan pada Tindakan ini membantu untuk
jantung. Mengkaji capilary refill mengurangi sesak nafas dan
bertujuan mengetahui suplai memberikan kenyamanan klien
oksigen sampai ke ujung-ujung (Wilkinson and Ahern, 2011).
jari. Mengajarkan nafas dalam Penulis melakukan tindakan
dengan tindakan ini diharapkan keperawatan pada diagnosa
sesak nafas akan berkurang. terakhir intoleransi aktivitas ber-
Mengkolaborasi dengan dokter hubungan dengan ketidak-
dalam pemberian obat bertujuan seimbangan pemakaian oksigen
supaya pemberian obat sesuai oleh tubuh dan suplai oksigen ke
dengan kebutuhan pasien dan selberupa memonitor tanda-
mampu mengurangi gejala- tanda vital dengan tindakan ini
kita dapat mengetahui kondisi

10
pasien dari tekanan darah, pertama penurunan curah jan-
pernafasan, nadi dan suhu yang tung berhubungan dengan mal-
dialami pasien. Perawat meng- formasi jantung. Berdasarkan
identifikasi aktivitas yang respon perkembangan yang di
disukai pasien dengan tindakan tunjukan oleh pasien masalah
ini perawat mampu mengetahui keperawatan belum teratasi
akitivitas yang disukai pasien dengan terpenuhinya kriteria
(Wong, 2008). Menganjurkan hasil yang ada yaitu pasien
pasien istirahat bila mengalami mengatakan masih sedikit terasa
kelelahan dengan tindakan ini sakit di dada sebelah kirinya
mampu meningkatkan istirahat ketika batuk, nadi 106 x/menit,
pasien. Membantu pasien ada retraksi dada, EKG LVH
memilih posisi yang nyaman V2-V5 T inverted V5-
untuk istirahat dengan tindakan V6,mukosa bibir kering. Maka
ini diharapkan pasien merasakan intervensi dilanjutan dengan
keadaan nyaman dan tenang tindakan yang dilakukan monitor
(Muttaqin, 2009). tanda-tanda vital, observasi
kualitas dan kekuatan denyut
D. Hasil Evaluasi
jantung, kaji capilary refill.
Evaluasi adalah tindakan
Penulis mengevaluasi pada
intelektual untuk menghadapi
diagnosa kedua pola nafas tidak
proses keperawatan yang bisa
efektif berhubungan dengan
menandakan keberhasilan dari
kongesti pulmonal. Berdasarkan
diagnosa keperawatan, rencana
respon perkembangan yang
tindakan keperawatan dan
ditunjukan oleh pasien. Masalah
implementasinya (Wong, 2008).
keperawatan teratasi sebagian
Evaluasi keperawatan dilakukan
karena sesak napas berkurang,
pada tanggal 15 April sampai 17
ada dahak, menggunakan otot
April 2015. Penulis
pernafasan. Maka intervensi
mengevaluasi pada diagnosa
dilanjutkan dengan melakukan

11
tindakan keperawatan, berikan menangani masalah penyakit
posisi semi fowler, ajarkan nafas jantung bawaan sehingga keluar-
dalam, kolaborasi dengan dokter ga sangat berperan penting untuk
mengenai pemberian terapi obat memantau pasien mengenai
(Muttaqin, 2009). tanda gejala, komplikasi serta
Penulis mengevaluasi penangganan mengenai Penyakit
pada diagnosa ketiga intoleransi Jantung Bawaan. Penulis setelah
aktivitas berhubungan dengan melakukan pengkajian dan
ketidakseimbangan antara analisa kasus muncul tiga
pemakaian oksigen oleh tubuh diagnosa pada klien.
dan suplai oksigen ke sel. Diagnosa yang muncul
Berdasarkan respon perkemba- antara lain penurunan curah
ngan yang ditunjukan oleh jantung berhubungan dengan
pasien. Masalah keperawatan malformasi jantung, pola nafas
teratasi karena wajah tidak tidak efektif berhubungan
pucat, tekanan darah 120/80 dengan kongesti pulmonal dan
mmHg, nadi 90 x/menit. Maka intoleransi aktivitas ber-
intervensi dihentikan karena hubungan dengan ketidak-
pasien dirujuk ke Rumah Sakit seimbangan pemakaian oksigen
Daerah Dr. Moewardi dan oleh tubuh dan suplai oksigen ke
pasien ditempatkan Ruang Aster. sel. Evaluasi yang dilakukan
pada hari terakhir hanya 1
SIMPULAN DAN SARAN
masalah keperawatan yang dapat
A. Kesimpulan teratasi dari 3 masalah
Asuhan keperawatan pada keperawatan yang muncul,
An. N dengan penyakit jantung namun intervensi dihentikan
bawaan sangatlah penting karena pasien dirujuk ke RSUD
diberikan informasi kepada Dr. Moewardi.
keluarga. Keluarga mampu
untuk merawatnya dan

12
B. Saran Gangguan Sistem
Kardiovaskuler. Jakarta:
Karya tulis ilmiah ini dapat
Penerbit Salemba Medika.
digunakan sebagai bacaan atau
Padila.2013.Asuhan Keperawatan
referensi untuk perawat dalam Penyakit Dalam.Yogjakarta:
melaksanakan tindakan kepera- Nuha Medika.

watan yang dilakukan pada Rilantono,Lily l. 2013. Penyakit


Jantung Kardiovaskuler
pasien penyakit jantung bawaan.
(PKV). Jakarta : FKUI.
Meningkatkan kesadaran akan
Robbins S, Kumar V, dan Cotan R.
pentingnya kesehatan selalu ber- 2007. Buku Ajar Patologi
paparan langsung dengan pasien Robbins, Edisi
7.Dialihbahasakan oleh Pendit
untuk mengawasi dan memantu B. Jakarta : EGC.
pasien yang menderita Penyakit Rudolph, Abraham M., Hoffman J I.,
Jantung Bawaan. E.Rodolph & Colin D. 2007.
Buku Ajar Pediatrik Rudolp
DAFTAR PUSTAKA Volume 3.Jakarta : EGC.
Axton S and Terry F. 2009. Rencana Udjianti, Wajan J. 2010.
Asuhan Keperawatan Pediatrik Keperawatan Kardiovaskuler.
Edisi 3. Jakarta : Penerbit Jakarta : Penerbit Salemba
BukuKedokteran EGC. Medika.
Djer, M Mulyadi. 2014. Penanganan Wilkinson H Judith and Ahren
Penyakit Jantung Bawaan Nancy R. 2011. Buku Saku
Tanpa Operasi (Kardiologi Diagnosis Keperawatan edisi
Interveni) Petunjuk Praktis 9,Diagnosis Nanda,Intervensi :
Menangani Pasien Dan NIC,Kriteria Hasil NOC.
Mengeduksi Keluarga. Jakarta Jakart : EGC.
: Sagung Ceto.
Wong, Donna L. 2008. Buku Ajar
Irnizarifka. 2011. Buku SakuJantung Keperawatan Pediatrik volume
Dasar. Bogor : Penerbit Ghalia II. Jakarta : EGC.
Indonesia.
Yuli, R.A. 2015. Buku Ajar Asuhan
Kasron. 2012. Kelainan Dan Keperawatan Klien Gangguan
Penyakit Jantung Pencegahan Kardiovaskuler Aplikasi
Serta Pengobatannya. NIC&NOC. Jakarta : EGC.
Yogjakarta : Nuha Medika.
Muttaqin, A. 2009. Pengantar
Asuhan Keperawatan Dengan

13