Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Rasa
syukur kami sampaikan kepada Allah SWT karena berkat limpahan rahmat, hidayah dan
inayah-Nya sehingga makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam
makalah ini saya membahas tentang “Muhammadiyah Sebagai Gerakan Keagamaan”.
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi
Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama
islam yang sempurna.

Dalam Makalah ini telah kami susun dengan baik dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat melancarkan pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih. Terlepas dari pada itu, kami menyadari bahwa masih
ada kekurangan baik dari segi penyusunan kalimat maupun tata bahasanya, sehingga dengan
senang hati kami menerima dan memohon kritik dan saran yang membangun dari anda demi
memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami ucapan banyak terima kasih semoga makalah tentang
Muhammadiyah Sebagai Gerakan Keagamaan ini dapat memberikan manfaat maupun
inspirasi bagi setiap pembacanya. Semoga kita senantiasa selalu mendapatkan ilmu yang
bermanfaat.

Malang, 26 September 2016

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................. 1
DAFTAR ISI............................................................................................................................. 2
BAB I ...................................................................................................................................... 3

PENDAHULUAN ................................................................................................................. 3

1.1. Latar Belakang................................................................................................... 3

1.2. Rumusan Masalah ............................................................................................. 5

1.3. Tujuan ............................................................................................................... 5

BAB II ..................................................................................................................................... 6

PEMBAHASAN .................................................................................................................... 6

A. Muhammadiyah Sebagai Gerakan Keagamaan ................................................................ 6

B. Tujuan Muhammadiyah Sebagai Gerakan Keagamaan .................................................... 10

BAB III .................................................................................................................................... 11

PENUTUP ............................................................................................................................. 11

A. Kesimpulan ....................................................................................................................... 11

B. Saran ................................................................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 12

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Muhammadiyah merupakan sebagai gerakan dakwah islam, amar ma’ruf nahi munkar
dan tajdid, bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menurut ilmu bahasa, arti amar
ma’ruf nahi munkar adalah menyuruh kepada kebaikan, mencegah kejahatan. Amar yang
berarti menyuruh, ma’ruf yang berarti kebaikan, nahi yang berarti mencegah, munkar yang
berarti kejahatan serta tajdid yang berarti pembaharuan.

Adapun sejarah dari Muhammadiyah itu sendiri, Muhammadiyah didirikan di


Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh
seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan. Beliau
adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang.
Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan
amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali
kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau
memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan
para pedagang.

Mula-mula ajaran ini ditolak, namun berkat ketekunan dan kesabarannya, akhirnya
mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya. Profesinya sebagai pedagang sangat
mendukung ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar
kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa. Untuk
mengorganisir kegiatan tersebut maka didirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Dan kini
Muhammadiyah telah ada diseluruh pelosok tanah air.

Disamping memberikan pelajaran/pengetahuannya kepada laki-laki, beliau juga


memberi pelajaran kepada kaum Ibu muda dalam forum pengajian yang disebut "Sidratul

3
Muntaha". Pada siang hari pelajaran untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam
hari untuk anak-anak yang telah dewasa. KH Ahmad Dahlan memimpin Muhammadiyah dari
tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan
rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim
yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934.

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama


organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW. sehingga Muhammadiyah juga
dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.
Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang
terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam
bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.

Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan


masyarakat yang lebih maju dan terdidik (ini dibuktikan dengan jumlah lembaga
pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah yang berjumlah ribuan). Menampilkan ajaran
Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan
berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya. Akan tetapi, ia
juga menampilkan kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang ekstrem.

Dalam pembentukannya, Muhammadiyah banyak merefleksikan kepada perintah-


perintah Al Quran, diantaranya surat Ali Imran ayat 104 yang berbunyi: Dan hendaklah
ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada
yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Ayat dari surah Al – imran tersebut, menurut para tokoh Muhammadiyah,


mengandung isyarat untuk bergeraknya umat dalam menjalankan dakwah Islam secara
teorganisasi, umat yang bergerak, yang juga mengandung penegasan tentang hidup
berorganisasi. Maka dalam butir ke-6 Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
dinyatakan, melancarkan amal-usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi, yang
mengandung makna pentingnya organisasi sebagai alat gerakan. Sebagai dampak positif
dari organisasi ini, kini telah banyak berdiri rumah sakit, panti asuhan, dan tempat
pendidikan di seluruh Indonesia.

4
1.2 Rumusan Masalah

a. Apa yang dimaksud dengan muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan

b. Apa tujuan terbentuknya muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan

1.3 Tujuan

a. Mengetahui tentang maksud dari Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan

b. Mengetahui tentang tujuan terbentuknya muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN KEAGAMAAN

Muhammadiyah dikenal sebagai Gerakan Dakwah Islam, Amar Ma’ruf Nahi


Munkar yang memiliki arti bahwa muhammadiyah memerintahkan kebajikan/kebaikan dan
mencegah kemungkaran atau apa saja yang diingkari dan ditolak oleh islam.
Penegasan seperti ini jelas menggambarkan komitmen Muhammadiyah terhadap
Surat Al-Imran ayat 104,

“waltakun minkum ummatun yad'uuna ilaa alkhayri waya’muruuna

bialma'ruufi wayanhawna 'ani almunkari waulaa-ika humu almuflihuuna”

Artinya : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang
makruf, dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung".

Suatu ayat yang menjadi factor utama yang melatar belakangi berdirinya
Muhammadiyah sebagai gerakan kegamaan. Berdasarkan ayat tersebut Muhammadiyah
meletakkan khittah atau strategi dasar perjuangannya, yaitu Dakwah (menyeru, mengajak)
Islam Amar Ma’ruf Nahi Munkar dengan masyarakat sebagai medan/kancah
perjuangannya. Muhammadiyah itu sendiri merupakan gerakan Islam yang
melaksanakan dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya. Sebagai gerakan dakwah, Muhammadiyah mengajak umat manusia untuk
memeluk agama Islam (da’wah ila al-Khair), menyuruh pada yang ma’ruf (al-amr bi al-
ma’ruf), dan mencegah dari yang munkar (al-nahy ‘an al-munkar) tercantum pada {QS. Ali
Imran/3: 104}, sehingga hidup manusia selamat, bahagia, dan sejahtera di dunia dan akhirat.

Karena itu seluruh warga, pimpinan, hingga berbagai komponen yang


terdapat dalam Muhammadiyah, termasuk amal usaha dan orang-orang yang berada

6
di dalamnya, haruslah memahami Muhammadiyah serta mengamalkan dalam kehidupan
nyata. Muhammadiyah juga berkiprah ditengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia dengan
membangun berbagai amal usaha yang benar-benar dapat menyentuh hajat orang banyak
dengan berbagai ragam lembaga pendidikan dari sejak Taman Kanak-kanak, hingga
Perguruan Tinggi, membangun sekian banyak Rumah Sakit, Panti Asuhan, dsb.
Seluruh amal usaha diadakan dengan niat dan tujuan yang tunggal, yaitu dijadikan sarana
dan wahana dakwah islam sebagaimana yang diajrkan oleh Al-Quran dan As-
sunnah Shahihah. Sehingga Muhammadiyah menjadi dasar gerakan keagamaan karena
memiliki cita-cita yang terus dicapai untuk menjadikan masyarakat islam yang sebenar-
benarnya dan mengikuti ajaran yang sesuai seperti yang dicontohkan nabi Muhammad SAW
serta memiliki suatu kegiatan atau amal usaha yang bermanfaat bagi banyak umat.

Makna Kehadiran Muhammadiyah Sebagai Gerakan Keagamaan K.H. Ahmad


Dahlan mempunyai pendapat, Islam yang masuk di Indonesia sangat berbeda
bahkan dianggap bertentangan dengan Islam yang dipahaminya. Agama islam adalah agama
yang diturunkan oleh Allah melalui para Nabi utusan-Nya. Jadi semua agama yang dibawa
oleh Nabi utusan Allah itulah disebut Agama Islam. Adapun agama Islam yang berlaku
sekarang ini adalah agama yang dibawa oleh utusan terakhir yang menyempurnakan agama
Islam yang dibawa oleh Nabi dan utusan Allah yang dahulu. Nabi Muhammad merupakan
Nabi yang terakhir. Wujud agama Islam seluruhnya adalah berupa wahyu syari’at Allah. Dua
Macam Wahyu Syariat Allah yaitu:

1. Berupa firman-firman Allah yang terhimpun di dalam Kitab

2. Tidak berupa firman-firman Allah, tetapi penjelasan-penjelasan lebih lanjut dari firman-
firmna itu.

7
Adapun muhammadiyah juga berkipra/berkecimpung dalam gerakan sosial untuk
membentuk masyarakat yang saling bergotong royong dan membantu yang membutuhkan.
Menurut David A. Locher (2000) terdapat tiga hal yang membedakan gerakan
sosial (sosialmovement) dari bentuk perilaku kolektif lainnya, yaitu:

(1) Organized, bahwa gerakan sosial ituterorganisasi, sedangkan kebanyakan perilaku


kolektif tidak terorganisasi baik pemimpin, pengikut,maupun proses pergerakannya.

(2) Delibrate, gerakan sosial itu direncanakan dengan penuh pertimbangan dan
perencanaan.

(3) Enduring, gerakan sosial itu keberadaanya untuk jangka waktuyang panjang hingga
beberapa decade.

Maka dari itu memiliki arti bahwa sebuah gerakan sosial, terlebih gerakan keagamaan
memiliki karakter yang kuat untuk bergerak secara terorganisir, terencana dan
berkelanjutan sehingga tidak mudah tertelan zaman maupun badai tantangan zaman
berikutnya. Muhammadiyah bukanlah gerakan sosial - keagamaan yang biasa, tetapi sebagai
gerakan islam. Selain terkena hukum pergerakan, Muhammadiyah dalam gerakannya terkait
dengan islam. Bergerak bukan asal bergerak, harus dilandasi, dibingkai, dan di arahkan
dengan Islam. Islam bukan sebagai asas formal (teks), tetapi menjiwai, melandasi,
mendasari, mengkerangkai, memengaruhi, menggerakan dan menjadi pusat orientasi dan
tujuan. Bukan sekadar islam KTP, slogan dan simbolik belaka.

Para pendahulu Muhammadiyah memaknainya dengan kaidah fiqhiyah “ma layatim


al-wajibIlla bihi da huma wajib”. Artinya organisasi itu menjadi wajib adanya karena
keniscayaan dakwah memerlukan alat organisasi tersebut. Sisi lain, tujuan Muhammadiyah
adalah untuk mencetak ummat terbaik atau ummat yang unggul. Sebagaimana pokok
pikiran keenam Anggaran Dasar Muhammadiyah disebutkan, bahwa “organisasi adalah
satu-satunya alat atau cara perjuangan yang sebaik-baiknya”.

Terdapat Ciri-cirinya adalah:

a) Muhammadiyah adalah subjek atau pemimpin, dan masyarakat semuanya adalah


objek atau yang dipimpinnya.

b) Lincah (dinamis), maju (progresif),selalu dimuka dan militant

8
c) Revolusioner mempunyai pemimpin yang kuat, cakap, tegas dan berwibawa

e) Mempunyai organisasi yang susunannya lengkap dan selalu tepat atau up to date(PP
Muhammadiyah, Manhaj Gerakan Muhammadiyah, 200; 19-30)

Terdapat model gerakan keagamaan muhammadiyah yaitu Muhamadiyah sebenarnya


telah menggagas tentang penguatan basis gerakan sejak awal berdirinya, bahkan
dalam Muktamar tahun 1970-an telah diputuskan untuk menggalang jama’ah dan dakwah
jamaah (GJDJ). Hanya saja gagasan tersebut belum maksimal diimplemetasikan
dalam aktivisme organisasi. Dalam konstitusi Muhammadiyah terdapat tiga model gerakan
Muhammadiyah. Pertama, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, kedua, sebagai gerakan
dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan ketiga, Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid.

9
B. TUJUAN MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN KEAGAMAAN

Kelahiran Muhammadiyah sebagaimana digambarkan itu melekat dengan sikap,


pemikiran, dan langkah Kyai Dahlan sebagai pendirinya, yang mampu memadukan paham
Islam yang ingin kembali pada Al-Quran dan Sunnah Nabi dengan orientasi tajdid yang
membuka pintu ijtihad untuk kemajuan, sehingga memberi karakter yang khas dari kelahiran
dan perkembangan Muhammadiyah di kemudian hari. Kyai Dahlan, sebagaimana para
pembaru Islam lainnya, tetapi dengan tipikal yang khas, memiliki cita-cita membebaskan
umat Islam dari keterbelakangan dan membangun kehidupan yang berkemajuan melalui
tajdid (pembaruan) yang meliputi aspek-aspek tauhid (‘aqidah), ibadah, mu’amalah, dan
pemahaman terhadap ajaran Islam dan kehidupan umat Islam, dengan mengembalikan
kepada sumbernya yang aseli yakni Al-Quran dan Sunnah Nabi yang Shakhih, dengan
membuka ijtihad.

Mengenai langkah pembaruan Kyai Dahlan, yang merintis lahirnya Muhammadiyah di


Kampung Kauman, Adaby Darban (2000: 31) menyimpulkan hasil temuan penelitiannya
sebagai berikut:”Dalam bidang tauhid, K.H A. Dahlan ingin membersihkan aqidah Islam dari
segala macam syirik, dalam bidang ibadah, membersihkan cara-cara ibadah dari bid’ah,
dalam bidang mumalah, membersihkan kepercayaan dari khurafat, serta dalam bidang
pemahaman terhadap ajaran Islam, ia merombak taklid untuk kemudian memberikan
kebebasan dalam ber-ijtihad.”.

Karena itu, jika disimpulkan, bahwa berdirinya Muhammadiyah adalah karena alasan-
alasan dan tujuan-tujuan sebagai berikut:

(1) Membersihkan Islam di Indonesia dari pengaruh dan kebiasaan yang bukan Islam
(2) Menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
(3) Reformulasi doktrin Islam dengan pandangan alam pikiran modern.
(4) Reformulasi ajaran dan pendidikan Islam
(5) Mempertahankan Islam dari pengaruh dan serangan luar (H.A. Mukti Ali, dalam
Sujarwanto & Haedar Nashir, 1990: 332).

10
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Muhammadiyah merupakan organisasi dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar dan
tajdid. Muhammadiyah itu tersendiri berarti pengikut nabi Muhammad SAW,
Muhammadiyah itu sendiri merupakan pelopor dan pelangsung penyempurnah amanah yang
berasaskan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Tujuan Muhammadiyah dibentuk adalah menciptakan
masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

Seperti selogan KH. Ahmad Dahlan: Teruslah Menuntut Ilmu Pengetahuan &
Kembali Kepada Muhammadiyah“Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan
Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi
Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu
pengetahuan (dan teknologi) di mana dank e mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu
kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (propesional) lalu
kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.”

B. SARAN

Sebagai muslim yang yang taat sebaiknya kita berusahan mencari kebaikan dan
meninggalkan keburukan, serta mengikuti ajaran agama islam yang sebenar-benarnya.

11
DAFTAR PUSTAKA

Widagdo, bambang. 2012. Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 3. Malang: UMM Press

As, Muh Kholid dan Misbach. 2013 Pelajaran Kemuhammadiyahan. Sidoarjo: SMAMDA
(buku pelajaran kemuhammadiyahan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo)

http://www.muhammadiyah.or.id/content-44-det-tentang-muhammadiyah.html

https://muhammadsurya.wordpress.com/2008/11/25/kh-ahmad-dahlan-teruslah-menuntut-
ilmu-pengetahuan-kembali-kepada-muhammadiyah/

https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah

12