Anda di halaman 1dari 6

Marka daerah pergerakan pesawat udara

Marka Daerah Pergerakan Pesawat Udara adalah suatu tanda yang ditulis atau digambarkan pada jalan
di daerah pergerakan pesawat udara dengan maksud untuk memberikan suatu petunjuk, menginformasikan
suatu kondisi, dan batas-batas keselamatan penerbangan. Marka di daerah pergerakan pesawat udara
dituliskan atau digambarkan pada permukaan landas pacu, landas ancang dan apron.[1] Marka merupakan
sesuatu yang berbeda dengan rambu. Secara garis besar perbedaan antara rambu dengan marka adalah,
rambu berada di atas jalan, suatu alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang,
huruf, angka, kalimat dan atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan,
larangan, perintah dan petunjuk. Rambu biasanya menggunakan tiang besi sebagai
penyangganya.[2] [3] Sedangkan marka jalan adalah suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas
permukaan jalan yang meliputi peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang,
garis serong serta lambang lainnya yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi
daerah kepentingan lalu lintas. Dapat disimpulkan marka sebagai tulisan atau garis yang menandai jalan
tersebut.[4] [3]

Jenis Marka Daerah Pergerakan Pesawat Udara


Marka di Landas Pacu (runway)
Marka di Landas Pacu merupakan suatu tanda pada daerah yang diperkeras berbentuk persegi panjang
di bandar udara yang disediakan untuk lepas landas dan pendaratan. Nama landas pacu diambil dari arahnya
dengan pembulatan ke puluhan terdekat, contoh: 36 untuk landas pacu yang mengarah ke
360 derajat (utara). Karena sebuah landas pacu bisa dipakai dua arah, penamaan pun ada dua dengan selisih
18. Contoh: landas pacu 09/27. Apabila bandara memiliki beberapa landas pacu dengan arah sama, akan
diidentifikasi dengan penambahan huruf L, C, dan R untuk Left, Center, dan Right (kiri, tengah, kanan)
yang ditambahkan di akhir. Contoh: landas pacu 02R/20L.[5]
Pada umumnya landasan pacu memiliki lapisan aspal "hotmix" dengan identifikasi angka derajat dan arah
yang dituliskan dengan huruf, serta garis garis yang mirip dengan "zebra cross" pada ujung ujungnya yang
semakin berkurang jumlah garisnya bila menuju ke tengah landasan yang menunjukkan saat
saat pesawat harus touch down (roda roda menyentuh landasan saat mendarat) serta take off (melandas).
Pada landasan-landasan tertentu, ujung ujung landasan yang digunakan untuk touch down atau take
off digunakan lapisan beton, bukan aspal, untuk menghindari melelehnya aspal pada saat pesawat take
off dengan kekuatan mesin penuh, khususnya pesawat tempur yang menggunakan
mekanisme afterburner sehingga menimbulkan semburan api pada nozzle (saluran buang) mesin pesawat.
Aspal yang digunakan yang terbaik adalah aspal alam, dan yang terbaik digunakan adalah aspal yang
dihasilkan dari negara Trinidad dan Tobago dan juga di Indonesia yakni dari pulau Button,[6] jadi tidak
menggunakan aspal hasil olahan minyak bumi, yang mudah mencair dan melunak akibat panas matahari,
tekanan dan panas yang ditimbulkan dari semburan gas buang mesin pesawat. Pada bagian bawah lapisan
aspal digunakan lapisan batu kali, bukan batu koral seperti halnya penggunaan pengaspalan jalan raya.
Landasan pacu dibuat dengan perhitungan teknis tertentu sehingga permukaannya tetap kering, sekalipun
pada musim hujan, dan mencegah tergenangnya landasan yang mengakibatkan pesawat
mengalami aquaplanning, terutama saat mendarat yang sangat membahayakan.[5]

Jenis Fungsi

Runway Side Garis putih solid maupun tunggal yang terletak pada sepanjang tepi runway untuk
Stripe Marking tanda batas tepi runway.

Garis berwarna putih dalam bentuk dua angka atau kombinasi dua angka dan satu
Runway
huruf tertentu terletak pada threshold dan runway center line marking sebagai
Designation
identitas runway. Fungsinya adalah sebagai petunjuk arah runway yang digunakan
Marking
untuk lepas landas dan pendaratan.

Threshold Tanda berupa garis putih sejajar dengan arah runway yang terletak 6 meter dari awal
Marking runway yang berfungsi sebagai tanda permulaan yang digunakan untuk pendaratan.

Terdiri dari garis putus-putus berwarna putih terletak di tengah sepanjang runway.
Runway Center
Merupakan suatu garis dan celah yang memiliki panjang tidak kurang dari 50 meter
Line Marking
dan tidak lebih dari 75 meter yang berfungsi sebagai petunjuk garis tengah runway.

Tanda di runway yang terdiri dari dua garis lebar berwarna putih sebagai penunjuk
Aiming Point
tempat pertama roda pesawat yang diharapkan untuk menyentuh runway saat
Marking
mendarat.

Tanda pada runway yang terdiri dari garis-garis berwarna putih berpasangan di kiri-
Touchdown
kanan garis tengah runway sebagai penunjuk panjang runway yang masih tersedia
Zone Marking
pada saat melakukan pendaratan.

Displaced Tanda berwarna kuning pada ujung runway berbentuk panah atau tanda silang. Tanda
Threshold panah sebagai penunjuk runway yang hanya dapat digunakan untuk tinggal landas.
Marking Tanda silang berfungsi sebagai penunjuk bagian runway tidak dapat dipergunakan.

Merupakan tanda berwarna kuning yang ditempatkan di luar ujung runway di


Pre-Threshold
belakang threshold panah. Fungsinya sebagai penunjuk bahwa daerah tidak boleh
Marking
dipergunakan untuk tinggal dan lepas landas.

Marka di Landas Ancang (taxiway)


Marka di landas ancang adalah suatu tanda pada jalan di jalur tertentu di bandar udara yang disediakan
untuk pergerakan pesawat udara dari suatu tempat lainnya di darat. Taxiway adalah jalur di bandara yang
menghubungkan landasan pacu dengan jalur landai, hangar, terminal dan fasilitas lainnya. Taxiway
kebanyakan memiliki permukaan yang keras seperti aspal atau beton. Namun terkadang bandara yang lebih
kecil atau belum memenuhi kriteria internasional menggunakan kerikil atau rumput. bandara yang padat
jadwal dan sibuk biasanya membangun taxiway berkecepatan tinggi untuk memungkinkan pesawat
meninggalkan landasan pacu pada kecepatan yang lebih tinggi. Hal ini membuat pesawat untuk
mengosongkan landasan pacu lebih cepat, dan pesawat lainnya untuk mendarat atau berangkat dalam ruang
waktu yang lebih singkat.[7]

Jenis Fungsi

Merupakan suatu tanda dengan garis lebar 0.15m berwarna kuning sebagai
Taxiway Center Line
pemberi tuntunan kepada pesawat udara dari runway menuju apron atau
Marking
sebaliknya.

Tanda garis yang melintang di taxiway berupa dua garis solid dan dua garis
Runway Holding
terputus-putus berwarna kuning sebagai tanda bagi pesawat untuk berhenti
Position Marking
sebelum memperoleh izin memasuki runway.

Taxiway Edge Garis berwarna kuning sepanjang tepi taxiway sebagai penunjuk batas pinggir
Marking taxiway.

Tanda berupa garis-garis berwarna kuning terletak di sebelah luar taxiway edge
Taxi Shoulder
marking dan merupakan bahu taxiway sebagai tanda yang menunjukkan tidak
Marking
boleh dilalui pesawat udara

Intermediate
Tanda pada persimpangan taxiway yang berupa garis putus-putus berwana
Holding Position
kuning sebagai penunjuk letak persimpangan taxiway.
Marking

Garis kuning yang terletak di runway dan menghubungkan taxiway center line
Exit Guide Line
sebagai pemberi tuntunan keluar masuk pesawat udara menuju landas pacu atau
Marking
sebaliknya.

Tanda garis melintang di taxiway berupa dua garis solid dan dua garis terputus-
Road Holding
putus berwarna putih yang berguna sebagai tanda kendaraan untuk berhenti
Position Marking
seelum memperoleh izin memasuki atau menyebrangi runway.

Marka di Apron
Daerah atau tempat di bandar udara yang telah ditentukan guna menempatkan pesawat udara, menurunkan
dan menaikkan penumpang, kargo, pos, pengisian bahan bakar dan perawatan ringan pesawat udara. Apron
adalah bagian penting dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang. Selain
untuk parkir, pelataran pesawat (Apron) digunakan untuk mengisi bahan bakar, menurunkan penumpang,
dan menaikkan penumpang pesawat terbang. Apron berada pada sisi bandar udara (airport side) yang
langsung bersinggungan dengan bangunan terminal, dan juga dihubungkan dengan jalan rayap (taxiway)
yang menuju ke landas pacu.[8]

Jenis Fungsi
Adalah garis merah pada apron yang lebarnya 0.20 meter yang berfungsi
Apron Boundary/Security
sebagai penunjuk batas antara apron, taxiway, aircraft stand taxi line atau
Line Marking
daerah parking stand.

Merupakan marka atau garis merah tidak terputus pada apron dengan
lebarnya 0.15m. Fungsinya adalah menunjukkan batas yang aman bagi
Apron Safety Line Marking pesawat udara dari pergerakan peralatan pelayanan darat (GSE). Suatu
daerah tertutup tempat pesawat udara di parkir selama pelayanan grown
handling diberikan.

Equipment parking Area Garis putih yang berfungsi sebagai suatu area yang terletak pada jarak
Marking/Equipment aman di luar aircraft safety area yang digunakan sebagai pembatas parkir
Staging Area dan pesawat udara

Garis kuning di apron dengan lebar 0.15m sebagai pedoman yang


Apron Lead-in dan Lead-
digunakan oleh pesawat udara untuk melakukan ancangan ke dalam atau
out Line Marking
keluar apron

Tanda berupa garis berwarna kuning sebagai tempat berhenti pesawat


Aircraft Nose Wheel
udara yang parkir. terletak di apron area pada perpanjangan lead-in dan
Stopping Position Marking
berjarak 6 meter dari akhir garis lead-in.

Apron Edge Line Marking Garis kuning di sepanjang tepi apron untuk menunjukkan batas tepi apron

Tanda di apron berupa huruf dan angka yang berwarna kuning dengan
Parking Stand Number
latar belakang hitam yang berfungsi sebagai penunjuk nomor tempat
Marking
parkir pesawat udara

Tanda di apron berupa garis-garis merah yang yang terletak di dekat


aircraft parking stand berbentuk trapesium berfungsi sebagai penunjuk
Aviobridge Safety Zone
daerah aerobridge atau garbarata. Garbarata merupakan sarana berupa
Marking
jembatan yang dapat diatur langsung ke pintu pesawat udara, digunakan
untuk naik atau turun penumpang, dari dan ke ruang tunggu.

Tanda berbentuk persegi panjang dengan garis-garis berwarna merah


No Parking Area Marking
yang tidak boleh digunakan untuk parkir peralatan

Tanda berupa dua garis pararel sebagai batas pinggir jalan dan garis
putus-putus sebagai petunjuk sumbu jalan, berwarna putih dengan lebar
Service Road Marking garis 0.15m sebagai jalan pelayanan umum bagi kendaraan atau peralatan
yang membatasi sebelah kanan dan kiri yang memungkinkan pergerakan
peralatan (GSE) terpisah dengan pesawat udara

Bahan Pembuat Marka


Marka Non-Mekanik
Marka jalan merupakan campuran antara bahan pengikat, pewarna, dan bola kaca kecil yang berfungsi
untuk memantulkan cahaya lampu agar marka dapat terlihat dengan jelas pada malam hari. Bahan dapat
dikelompokkan atas:
 Cat, biasanya merupakan marka jalan yang dapat dengan cepat hilang, sehingga hanya baik
digunakan pada bagian jalan yang jarang dilewati oleh kendaraan.[9]
 Termoplastic, adalah bahan yang digunakan pada arus lalu lintas yang tinggi, penerapannya
dilakukan dengan pemanasan material marka jalan kemudian dihamparkan dijalan dengan
menggunakan alat.[9]
 Cold-plastic, seperti termoplastik digunakan pada jalan dengan arus yang tinggi, menggunakan
resin dan pengeras yang dicampurkan sebelum penghamparan dijalan dengan menggunakan alat
khusus untuk itu.[9]

Marka Mekanik
Marka mekanik adalah paku jalan yang biasanya dilengkapi dengan reflektor. Marka jenis ini ditanam atau
dipaku ke permukaan jalan melengkapi marka non mekanik.[9]

Apa Arti Angka di Ujung Landasan Pacu Bandara?


Anda pernah naik pesawat terbang? Belum pernah? Ya sudah, tidak apa. Jika suatu saat nanti Anda naik
pesawat terbang, coba perhatikan ini. Ketika pesawat yang Anda naiki akan lepas landas, dia berjalan
perlahan melewati taxiway menuju runway atau landasan pacu kemudian berputar di ujung landasan pacu.
Ketika pesawat berputar, lihatlah keluar jendela pesawat, ke arah landasan pacu. Anda akan melihat angka
yang ditulis besar-besar di aspal landasan pacu tersebut. Apa arti angka tersebut? Bagaimana cara
menentukan angka tersebut?
Angka tersebut selain berfungsi sebagai identitas landasan pacu juga menunjukkan ke mana landasan pacu
tersebut mengarah. Arah timur-barat? Utara-selatan? Ataukah serong barat laut-tenggara atau barat daya-
timur laut? Bagaimana cara menentukan angka-angka tersebut?
Sebelum menentukan arah landasan pacu, perencana bandara akan melakukan survey lebih dulu terhadap
arah angin dominan atau arah angin yang paling sering terjadi di lokasi calon bandara tersebut. Setelah
mengetahui arah angin dominan di lokasi calon bandara, biasanya sang perencana akan merencanakan arah
landasan pacu searah dengan arah angin dominan tersebut. Misal, arah angin dominannya adalah ke arah
timur, maka rencana landasan pacu pun akan dibuat mengarah timur-barat. Mengapa? Pesawat yang sedang
lepas landas berlawanan arah angin akan memperpendek jarak take-off. Sedang pesawat yang mendarat
berlawanan dengan arah angin juga akan memperpendek jarak landing-nya.
Bagaimana jika arah angin tidak ada yang dominan? Aspek pemanfaatan lahan dengan layout landasan
pacu dan bangunan terminal yang efisien akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah
landasan pacu.
Berbeda dengan kompas, mata angin, gambar masterplan dan gambar-gambar rencana lain, yang
mengambil arah utara sebagai acuan, penentuan arah landasan pacu mengambil arah selatan sebagai acuan.
Arah selatan dianggap sebagai titik 0˚. Untuk lebih jelas, perhatikan gambar di bawah ini.
[caption caption="Cara menentukan arah landasan pacu. Garis hijau adalah garis mata angin."][/caption]
Misal, sebuah landasan pacu mengarah 40˚ dari arah selatan, berarti mengarah barat daya-timur laut.
Caranya, putar searah jarum jam dari arah selatan sebesar 40˚. Di ujung landasan tersebut (arah barat daya)
akan ditulis angka 4 atau 04 (mewakili 40˚). Bagaimana dengan angka di ujung lain (arah timur laut) dari
landasan pacu tersebut? Tambahkan sudut 180˚ dari sudut 40˚, diperoleh sudut sebesar 220˚. Di ujung
landasan yang arah timur laut tersebut akan ditulis angka 22 (mewakili sudut 220˚).

Contoh lain, sebuah landasan pacu mengarah 130˚ dari arah selatan, berarti mengarah barat laut-tenggara.
Dengan cara yang sama seperti di atas, maka di ujung barat laut landasan pacu tersebut akan ditulis angka
13 (mewakili 130˚). Sedangkan di ujung tenggara landasan pacu tersebut akan ditulis angka 31 (mewakili
310˚ yang diperoleh dari 130˚ + 180˚). Untuk lebih mudahnya, selisih angka antara ujung landasan yang
satu dengan lainnya adalah 18 (mewakili sudut 180˚, karena landasan pacu pasti lurus. Belum ada
sejarahnya landasan pacu bengkok).
Bagaimana jika landasan pacu tersebut mengarah persis utara-selatan? Jika demikian, maka ujung utara
landasan pacu akan ditulis angka 18 (mewakili 180˚ dari arah selatan). Ujung selatan landasan pacu akan
ditulis 36. Landasan pacu Bandara Sam Ratulangi, Manado bisa menjadi contoh untuk kasus ini.