Anda di halaman 1dari 11

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
TANGERANG SELATAN

RENCANA LAPORAN STUDI LAPANGAN

TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN AKUNTANSI PERSEDIAAN PADA

KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SUMATERA

SELATAN DAN KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Diajukan oleh:

TRI HADI PUTRA

NPM: 103060016559

Juni 2013
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

TANGERANG SELATAN

TANDA PERSETUJUAN

RENCANA LAPORAN STUDI LAPANGAN

NAMA : TRI HADI PUTRA

NOMOR POKOK MAHASISWA : 103060016559


DIPLOMA III KEUANGAN
SPESIALISASI : AKUNTANSI

BIDANG LAPORAN : AKUNTANSI PEMERINTAH

JUDUL LAPORAN : TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN


AKUNTANSI PERSEDIAAN PADA
KANTOR WILAYAH DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK SUMATERA SELATAN
DAN KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Mengetahui Menyetujui
Kepala Bidang Akademis
Pendidikan Ajun Akuntan Dosen Pembimbing

FadlilUsman, Ak.,M.Acc. Amriza Nitra Wardani


NIP 196210101983021001 NIP 19891006200912001

ii
DAFTAR ISI

BAGIAN PENDAHULUAN

A. HALAMAN JUDUL ………...…………………………………….............. i

B. HALAMAN PERSETUJUAN PROPOSAL STUDI LAPANGAN………... ii

C.DAFTAR ISI .……………………………………………………………….. iii

BAGIAN ISI

A. Tujuan PenyusunanLaporanStudiLapangan ...……………………….. 1

B. Metode Penelitian……….......………………………………………….. 1

C. Rencana Daftar Isi …………………………..………………………….. 2

D. Sinopsis ..……………………………………………………………….. 4

E. Ringkasan Isi Tiap Bab..……………………………………………….. 6

F. Rencana Daftar Pustaka.……………………………………………….. 7

BAGIAN PENUTUP

A. Jadwal dan Rencana Kegiatan…………………………………………... 8

B. Kontinjensi………….…………………………………………………... 8

iii
BAGIAN ISI

A. Tujuan Penulisan Laporan Studi Lapangan

Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penyusunan Laporan Studi Lapangan ini
adalah :
1. Untuk salah satu persyaratan kelulusan perkuliahan Diploma III Keuangan
Spesialisasi Akuntansi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
2. Untuk mengetahui relevansi antara teori yang dipelajari selama perkuliahan dengan
penerapannya di lapangan.
3. Untuk meninjau pelaksanaan Akuntansi Persediaan pada Kanwil DJP Sumsel DAN
Kep. Babel.
4. Untuk meninjau efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan BMN terutama
persediaan pada Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel.
5. Untuk mengetahui permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan Akuntansi
Persediaan pada Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel.
6. Untuk dijadikan sebagai saran yang bermanfaat bagi pihak-pihak terkait, baik internal
Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel maupun pihak diluar Kanwil DJP Sumsel dan
Kep. Babel.
7. Untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman bagi penulis, baik secara teori
maupun praktik atas pelaksanaan Akuntansi Persediaan pada Kanwil DJP Sumsel
dan Kep. Babel.

B. Metode Penelitian

Dalam penyusunan Laporan Studi Lapangan ini, penulis berencana menggunakan metode
penelitian sebagai berikut :

1. Metode Studi Kepustakaan

1
Metode ini merupakan metode pengumpulan data dengan mengumpulkan dan
mempelajari sumber-sumber tertulis seperti undang-undang, peraturan pemerintah,
keputusan menteri, buku, makalah, bahan-bahan perkuliahan, artikel ataupun literature
tertulis lainnya yang berkaitan dengan topik yang dibahas dalam laporan ini. Melalui
metode ini, penulis berusaha mendapatkan data sekunder yang berkaitan dengan topic
yang menjadi pokok bahasan dalam laporan ini, sekaligus memperoleh dasar teori yang
akan digunakan dalam penyusunan laporan studi lapangan.

2. Metode Studi Lapangan

Metode ini akan dilakuan penulis dalam dua bentuk, yaitu :

a. Observasi

Metode ini dilakukan dengan cara mengamati kondisi di di lapangan secara langsung,
terutama pada hal – hal yang berkaitan dengan topik yang menjadi bahasan. Penulsi
berharap menemukan fakta primer yang actual dan relevan dengan topik yang dibahas
dalam laporan.

b. Wawancara

Metode ini dilakukan dengan cara mewawancarai pihak – pihak yang terkait langsung
dengan topik yang dijadikan bahasan guna memperoleh informasi lisan yang relevan
dengan topik bahasan.

C. Rencana Daftar Isi

Rencana daftar isi dalam Laporan Studi Lapangan ini adalah sebagai berikut :

HALAMAN JUDUL
PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN STUDI LAPANGAN
PERSETUJUAN LAPORAN STUDI LAPANGAN
PERNYATAAN LULUS DARI TIM PENILAI LAPORAN
KATA PENGANTAR

2
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan Penulisan
C. Ruang Lingkup Pembahasan
D. Metode Pengumpulan Data
E. Sistematika Penulisan
BAB II DATA& FAKTA
A. Profil Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel
1. Sejarah
2. Visi dan Misi
3. Wilayah Kerja
4. Tugas Pokok dan Fungsi
B. Struktur Organisasi Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel
1. Bagan Struktur
2. Tugas dan Fungsi Masing-masing Bagian
C. Pelaksanaan Akuntansi Persediaan pada Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel
1. Pengelolaan Persediaan
2. Akuntansi Persediaan
3. Pelaporan Persediaan
BAB III LANDASAN TEORI & PEMBAHASAN
A. Landasan Teori
1. Pengertiaan Umum Persediaan
2. Kebijakan Akuntansi Persediaan
B. Pembahasan
1. Tinjauan atas Sistem Pengelolaan Persediaan
2. Tinjauan atas SDM Pengelola persediaan

3
3. Tinjauan atas Akuntansi Persediaan
4. Tinjauan atas Pelaporan Persediaan
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

D. Sinopis

Dalam rangka menjalankan amanat rakyat Indonesia untuk mengelola pemerintahan


dengan sebaik – baiknya, maka dikeluarkanlah 3 paket undang – undang di bidang
keuangan yang terdiridariUUNomor17Tahun2003tentang
KeuanganNegara,UUNomor1Tahun2004tentangPerbendaharaanNegara,dan UUNomor15
Tahun 2004tentang PemeriksaanPengelolaandanTanggung Jawab KeuanganNegara. Hal
ini mendorong terjadinya reformasi keuangan yang menyeluruh dalam tubuh
pemerintahan Republik Indonesia.

Undang – undang Nomor 17 Tahun 2003 pada pasal 1 telah mendefinisikan makna
keuangan Negara, yakni semuahakdankewajibannegarayang
dapatdinilaidenganuang,sertasegala sesuatubaikberupauang maupun berupabarangyang
dapatdijadikanmiliknegara berhubung dengan pelaksanaanhak dankewajibantersebut.
Merujuk pada definisi tersebut, salah satu komponen keuangan Negara adalah Barang,
yang dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 dinamakan Barang Milik Negara (BMN), dimana
BMN sendiri didefinisikan sebagai semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban
APBN atau berasal dari perolehan lain yang sah. Untuk menjamin terlaksananya
pemerintahan yang efektif, efisien dan akuntabel dilaksanakanlah akuntansi BMN secara
menyuluruh di lingkungan pemerintah.Pelaksanaan akuntansi BMN ini dibantu dengan
Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). Dari

4
sini, nantinya akan diperoleh laporan mengenai BMN sebagai bentuk akuntabilitas yang
sekaligus digunakan untuk menilai efektifitas dan efisiensi pengelolaan BMN tersebut.

BMN itu sendiri dapat berupa asset tetap, asset lancar dan asset lainnya.Adapun asset
lancar didefinisikan sebagai asset yang diharapakan dapat direalisasikan, dipakai, atau
dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (duabelas) sejak tanggal pelaporan.Biasanya,
berupa kas atau setara kas.Dan salah satu diantaranya adalah persediaan.

Persediaan memiliki peran yang strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, karena


seringkali, persediaan merupakan asset yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
Namun dalam proses pelaksanaan akuntansinya, potensi kesalahan tetap ada. Hal ini bisa
saja terjadi karena ketidakpahaman SDM pengelola persediaan atas SIMAK-BMN, atau
permasalahan lainnya.

Misalnya jika ditinjau dari aspek perolehan, dapat dilihat apakah proses perolehan
persediaan sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Lalu dalam
pengelolaannya, dapat dilihat apakah prosedur penggunaannya sudah diatur sedemikian
rupa agar memenuhi asas efektifitas dan efisiensi.

Dalam pengelolaan BMN, terutama persediaan, efektifitas dan efisiensi selalu menjadi
pertanyaan penting.Hal ini terkait dengan kemampuan Negara dalam memanfaatkan
APBN secara optimal.apalagi jika dilihat dari sifat fisiknya, persediaan secara umum
merupakan asset yang rentan akan kehilangan dan kerusakan. Selain itu, nilai ekonomis
dari asset berupa Persediaan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan asset tetap, hal ini
menjadikannya cenderung kurang bernilai sehingga membentuk potensi kelalaian dalam
proses inventarisasinya.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis mencoba melakukan tinjauan atas


Pelaksanaan Akuntansi Persediaan pada Kanwil DJP Sumsel-Babel. Hal ini diantaranya
meliputi kebijakan, proses akuntansi , pelaporan, pengelolaan dan inventarisasi. Dari
hasil tinjauan di lapangan nanti, penulis akan mencoba memberikan saran atau masukan
berdasarkan teori yang telah dipelajari sebelumnya. Penulis akan menuangkan hasil

5
tinjuannya dalam laporan yang diberi judul “TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN
AKUNTANSI PERSEDIAAN PADA KANWIL DJP SUMATERA SELATAN DAN
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG”.

E. Ringkasan Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
Bagian ini berisi gambaran umum atas laporan yang direncanakan akan disusun oleh
penulis. Meliputi latar belakang, tujuan, ruang lingkup pembahasan, metode penulisan
dan sistematika penulisan.

BAB II DATA& FAKTA


Dalam bab ini, penulis akan menyajikan data-data terkait kondisi umum Kanwil DJP
Sumsel-Babel. Meliputi profil umum, tugas dan fungsi serta struktur organisasi. Selain
itu, disajikan pula data-data mengenai pengelolaan persediaan, termasuk akuntansi dan
pelaporannya.

BAB III LANDASAN TEORI & PEMBAHASAN


Bab ini akan menguraikan teori yang dijadikan landasan atas topik yang dibahas.
Diantaranya pengertian umum tentang akuntansi persediaan, termasuk tujuan ruang
lingkup dan metode pengukuran serta pengungkapan. Di bagian ini juga akan dipaparkan
juga kebijakan-kebijakan yang mengaturnya. Teori-teori ini akan dipertemukan dengan
hasil tinjuan di lapangan yang menggambarkan system pengelolaan persediaan, SDM
pengelola, akuntansi dan pelaporan persediaan. Selain itu, penulis juga berusaha
memaparkan permasalahan serta tingkat efektifitas dan efisiensi yang akan ditemukan
dari hasil tinjauan di lapangan.

BAB III PENUTUP


Bab ini berisi simpulan dari apa yang telah diuraikan di bab-bab sebelumnya dan
beberapa saran yang diharapkan dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam

6
pengelolaan dan pelaksanaan akuntansi persediaan, serta meingkatkan efektifitas dan
efisiensi dalam pengelolaan persediaan.

F.Rencana Daftar Pustaka

Nordiawan, Deddi. 2006. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Suryanovi, Sri. 2011. Bahan Ajar Akuntansi Pemerintah II. Jakarta: Sekolah Tinggi
Akuntansi Negara (STAN).

Priharjanto, Akhmad., Akhmad Solikin, dan Bambang Widjajarso. 2006. Akuntansi


Pemerintahan :Teori dan Praktik. Jakarta: Lembaga Pengkajian Keuangan Publik
dan Akuntansi Pemerintah, BPPK.

Tim Modul Program Percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah.2008. Modul Sistem


Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN).
Jakarta: Kementerian Keuangan

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003, tentang Keuangan Negara

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004, tentang Perbendaharaan


Negara

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan


Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa


Keuangan

Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintah

Peraturan Pemerintah Nomor 06 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik


Negara/Daerah

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK.06/2007 tentang Penggolongan dan


Kodefikasi Barang Milik Negara

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/2010 tentang Penggolongan dan


Kodefikasi Barang Milik Negara

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-40/PB/2006 tentang Pedoman


Akuntansi Persediaan

7
BAGIAN PENUTUP

A. Jadwal Rencana Kegiatan

No Kegiatan Tanggal

Mulai Berakhir

1 Pengarahan Penyusunan Proposal dan 20 Mei 2013 20 Mei 2013


Laporan PKL
2 Penyusunan dan Penyerahan Proposal 20 Mei 2013 21 Juni 2013
PKL
3 Pengarahan Teknis Pelaksanaan PKL 21 Juni 2013 21 Juni 2013
4 Pelaksanaan PKL 24 Juni 2013 26 Juni 2013
5 Penyerahan Laporan PKL 29 Juni 2013 23 Agustus 2013
6 Penilaian Laporan PKL 26 Agustus 2013 6 September 2013
7 Yudisium 30 September 2013 4 Oktober 2013

B. Kontinjensi

Dalam hal terdapat kondisi yang tidak sesuai antara rencana laporan dengan kondisi di
lapangan, penulis akan melakukan penyesuaian yang dianggap perlu. Penyesuaian yang
dilakukan penulis akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dosen pembimbing dan
kemudian dilaporkan kepada pihak sekretariat Pendidikan Ajun Akuntan.