Anda di halaman 1dari 22

BAB I

I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Suatu perusahaan yang bergerak dibidang proyek konstruksi


tentunya harus membentuk struktur organisasi, sehingga tidak hanya
sekedar gedung tempat kerja,tetapi juga jelas organisasi yang dimaksud.
Struktur organisasi sangat penting bagi sebuah organisasi, dimana struktur
tersebut menjelaskan setiap tugas atau pekerjaan secara formal dibagi,
dikelompokkan dan dikordinasikan.Beranjak dari latar belakang tersebut
penulis terdorong untuyk mengkaji lebih jauh dalam bentuk tulisan yang
berjudul peran struktur organisasi terhadap proyek.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa Itu Struktur Organisasi Proyek Konsruksi ?

2. Apa Peranan Struktur Organisasi Proyek ?

C. TUJUAN

1. Mendiskripsikan struktur organisasi proyek.

2. Mengetahui Peranan Struktur Organisasi Proyek.


BAB II

DASAR TEORI

2.1 Pengertian

2.1.1. Konsep Organisasi

Konsep Organisasi Menurut Max Weber sebuah organisasi dapat


dikatakan sebagai Organisasi Ideal apabila organisasi tersebut mengenal
adanya :

 Spesialisasi
 Tingkatan berjenjang
 Berdasarkan prosedur kerja
 Hubungan yg bersifat impersonal
 Promosi berdasarkan kompetensi

Sebuah organisasi dapat disebut efektif bila :

 Harus dapat memahami tujuan proyek


 Mengetahui keberadaan orang-orang yang akan terlibat dalam
proyek
 Mempublikasikan informasi mengenai tim proyek seawal mungkin
 Penentuan pendelegasian tugas dan wewenang
 Pengelompokan anggota tim atas dasar fungsinya dalam proyek

Bentuk lain dari pembagian atau pengelompokan teori-teori organisasi


adalah konsepsi prespektif yang ditemukan oleh Edgar Huse dan James
Bowditch. Pada aslinya konsep perspektif ini digunakan kelompok
manajemen didekati dari teori system. Akan tetapi inti pembahasannya
dapat dipergunakan pula untuk bahasan-bahasan organisasi. Itulah
sebabnya berikut ini dikemukakan konsep prespektif tersebut.
a. Prespektif I

Intinya sama dengan paham tradisional yang melihat organisasi atau


manajemen dari prespektif rancangan yang berstruktur. Aliran-aliran
prespektif ini hanya memikirkan isu-isu tentang bagaimana organisasi
seharusnya disusun, fungsi-fungsi yang seharusnya dijalankan , siapa yang
seharusnya menjadi pemimpin dan bawahan, dan gaya kepemimpinan apa
yang harus dijalankan.

Ada tiga komponen yang terkandung dalam prespektif, yaitu :

1. Aliran prinsip-prinsip universal dari manajemen atau organisasi.

2. Aliran struktural.

3. Aliran manajemen ilmiah.

Aliran Prinsip Universal, berpijak pada pendapat Henri Fayol yang


menyatakan bahwa sesuatu organisasi itu diatur berdasarkan prinsip-
prinsip sebagai berikut :

 Adanya pengembangan kerja


 Adanya otoritas dan tanggung jawab
 Adanya disiplin
 Adanya kesatuan komando
 Adanya kesatuan pengarahan
 Adanya system pengkajian
 Adanya sentralisasi
 Adanya jenjang pengawasan

Aliran Strukrural, berdasarkan pendapat dari Max Weber, organisasi suatu


tatanan birokrasi yang berstruktur yang melangsungkan kegiatannya sesuai
dengan aturanaturan.

Aliran Manajemen Ilmiah, yang dipelopori oleh Frederick W Taylor


memberikan lebih banyak penekanan pada pengukuran kerja yang
dilakukan oleh para pekerja dibandingkan dari prinsip-prinsip organisasinya
sendiri.

b. Prespektif II

Huse dan Browdrich menanamakan prespektif ini dengan aliran pekerjaan


(workflow). Operasi ini mempergunakan teknik-teknik yang kemudian
dikenal sebagai riset operasional. Adapun cirri-ciri dari riset operasional ini
antara lain :

 Melakukan formulasi persoalan


 Menyusun konstruksi model matematis untuk menampilkan suatu
system yang sedang dipelajari
 Menarik suatu kesimpulan dari model yang disusun tersebut
 Menguji model dan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik model
tersebut
 Menetapkan control atas kesimpulan-kesimpulan yang diambil
 Mengambil kesimpulan itu untuk melaksanakan implementasi

c. Prespektif III

Prespektif ini dinamakan prespektif kemanusiaan (the human prespective).


Pandangan pemikiran dalam prespektif ini ialah menekankan bahwa unsur
manusia dalam setiap kerja kelompok dirasakan lebih penting dari pada
sekedar struktur dan hirarki yang membentang pada setiap jajaran
organisasi. Ada tiga unsur yang menonjol sebagai komponen dari perspektif
kemanusiaan ini. Ketiga komponen itu antara lain :

1. Aliran Hubungan Kemanusiaan (Human Relations School)

2. Aliran Pengembangan Organisasi (Organizational Development School)

3. Aliran Pemikiran Multidimensional (The Multidimensional Theorists)


2.1.2.Dasar Dan Prinsip Organisasi

Dasar dan Prinsip Organisasi Secara umum terdapat beberapa


dasar penyusunan struktur organisasi, yakni:

 berdasar produk
 berdasar lokasi
 berdasar proses
 berdasar pelanggan
 berdasar waktu

Ciri-ciri organisasi yang baik :

1. Adanya tujuan yang jelas.

2. Tujuan organisasi harus dipahami oleh semua orang.

3. Tujuan organisasi harus diterima oleh semua individu dalam organisasi.

4. Adanya kesatuan arah dalam organisasi

5. Adanya struktur organisasi.

6. Adanya jaminan jabatan tersebut.

7. Adanya koordinasi.

Beberapa prinsip dasar penting yang dapat disimpulkan dari pendapat para
tokoh manajemen modern adalah sebagai berikur :

 Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik


secara ketat (peranan, prosedur, prinsip).
 Manajemen harus sistematik, dan pendekatan yang digunakan
harus dengan pertimbangan secara hati-hati.
 Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer
individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.
 Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja
tehadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.
2.1.3. Bentuk-Bentuk Organisasi

Agar proses diatas berlangsung dengan baik, dibutuhkan suatu wadah


dalam bentuk struktur organisasi. Struktur organisasi formal akan
menunjukan hal-hal berikut :

1.Macam-macam pokok kegiatan organisasi \

2.Pembagian menjadi kelompok atau subsistem

3.Adanya hirarki, wewenang dan tanggung jawab bagi kelompok dan


pimpinan

4.Pengaturan kerjasama, jalur pelopor, dan komunikasi, meliputi jalur


vertikal dan horizontal

Bentuk struktur organisasi formal yang terkenal adalah fungsional, produk,


area, dan matriks.

2.1.3.1 Organisasi Fungsional

Disebut organisasi fungsional karena organisasi ini dipecah atau


dikelompokkan menjadi unit berdasarkan fungsinya. Ciri utama organisasi
fungsional ialah memiliki strutur piramida dengan konsep otoritas dan hirarki
vertikal dengan sifat-sifat berikut :

1. Prinsip komando tunggal dimana masing-masing personil hanya memiliki


satu atasan

2. Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas.

3. Arus informasi dan pelaporan bersifat vetikal.

4. Hubungan horizontal diatur dengan prosedur kerja, kebijakan, dan


petunjuk pelaksana.

5. Mekanisme koordinasi perunit, bila diperlukan dilakukan, dengan rapat-


rapat atau membentuk panitia perwakilan.
Keuntungan-keuntungan organisasi fungsional :

1. Memudahkan pengawasan karena personil melapor hanya kepada satu


atasan.

2. Adanya potensi meningkatkan keterampilan dan keahlian individu serta


kelompok untuk menjadi spesialis pada bidangnya.

3. Konsentrasi personil terpusat pada sasaran bidang yang bersangkutan.

4. Penggunaan sumber daya yang efisian sebai akibat pekerjaan yang


sejenis dan berulang-ulang.

5. Memudahkan pengendalian kinerja personil serta biaya, jadwal dan mutu


produk.

Kesulitan yang Dihadapi

 Sesuai dengan maksud pembentukannya,struktur fungsional


ditujukan untuk menangani kegiatan atau masalah yang dapat
diantisipasi dan diklasifikasi. Kesulitan yang dihadapi biasanya
keterbatasan struktur fungsional
 Cenderung memprioritaskan kinerja dan keluaran masing-masing
bidang. Hal ini dapat mengurangi perhatian tujuan perusahaan
secara menyeluruh.
 Makin besar organisasi, makin panjang prosedur pengambilan
keputusan, hal ini memungkinkan terjadinya distorsi informasi dan
urgensi.
 Sulit mengkoordinasi dan mengintegrasikan pekerjaan yang
multidisiplin dan melibatkan banyak pihak diluar organisasi.
 Kurangnya jalur komunikasi horizontal.

2.1.3.2. Organisasi Produk dan Area

Penyusunan struktur organisasi perusahaan-perusahaan besar yang


kegiatan usahanya menangani berbagai macam produk, didasarkan atas
orientasi produk. Ini terjadi bilamana perusahaan merasa bahwa jumlah dan
keanekaragaman produk terlalu besar sehingga sulit untuk ditangani
dengan struktur fungsional.

2.1.3.3. Organisasi Matriks

Bila struktur organisasi mempunyai jalur pelaporan dan arus kegiatan


vertikal, maka pada organisasi matriks disamping jalur formal vertical
terdapat pula jalur formal horizontal.

2.2 Klasifikasi

Telah disebutkan sebelumnya bahwa organisasi adalah sarana


untuk mencapai tujuan. Adapun unsur-unsur konsep manajemen proyek
yang berkaitan erat dan perlu dicerminkan dalan struktur organisasi berkisar
pada :

a. Arus vertikal disamping horizontal.

b. Penanggung jawab tunggal atas terselenggaranya proyek

c. Pendekatan dalam perencanaan dalam implementasi

Kebutuhan mendasar yang harus dipertimbangkan dalam pembentukan


organisasi proyek

1. Clarification of Roles & Relationships (Klarifikasi/kejelasan atas


Tanggung Jawab dan Hubungan Kerja)

2. Efficiency and economy (Faktor efisiensi dan ekonomi)

3. Classification of mission, goals, and objective (Kejelasan misi, tujuan dan


sasaran)

4. Clarification of individual and organizational tasks (Kejelasan tugas


individu dan organisasi)
5. Encouragement of employee decision making and rapid customer
response (Mendukung pengambilan keputusan dan respon yang cepat
kepada pelanggan)

6. Sense of stability and adaptability (Suasana yang stabil dan kemampuan


beradaptasi)

7. Encouragement of innovation and development (Mendukung Inovasi dan


Pengembangan)

Pendekatan yang diperlukan untuk membahas struktur organisasi proyek


dalam dengan mengindentifikasi dan menganalisis struktur organisasi yang
digolongkan menjadi :

a. Organisasi Proyek Fungsional (OPF) dengan variasinya, yaitu


Organisasi Proyek Koordinator (OPK) dan Organisasi Proyek Expenditur
(OPE).

Keuntungan :

 Adanya fleksibelitas yang tinggi dalam penggunaan staf/karyawan


 Orang-orang dengan keahlian tertentu dapat ditugaskan dibanyak
proyek yang berbeda
 Orang-orang dengan keahlian berbeda dapat dikelompokkan ke
dalam satu group untuk berbagi pengetahuan & pengalaman yang
bermanfaat bagi pemecahan masalah teknis
 Divisi fungsional yang bersangkutan bisa jadi basis bagi
kelangsungan teknologi bila para personel keluar dari proyek atau
organisasi induk
 Divisi fungsional mempunyai jalur-jalur karir bagi mereka yang
mempunyai keahlian2 tertentu
Kerugian:

 Klien tidak menjadi perhatian utama dari aktivitas yang dilakukan


orang-orang yang terlibat proyek.
 Divisi fungsional cenderung berorientasi pada aktivitas-aktivitas
khusus yang sesuai dengan fungsinya.
 Kadang-kadang tidak ada individu yang diberi tanggungjawab
penuh untuk mengurus proyek.
 Motivasi orang yang ditugaskan ke proyek cenderung lemah.
 Tidak memberikan pendekatan yang holistik terhadap proyek.

b. Organisasi proyek murni ( OPMi )

Ciri-cirinya antara lain :

 proyek terpisah dari organisasi induk


 Menjadi organisasi tersendiri dalam staf teknis tersendiri,
Administrasi tidak terikat dengan organisasi induk, Laporan
kemajuan/kegagalan secara periodik mengenai proyek.
 Manager Proyek (MP/PM) bisa mengambil sumber daya dari luar
berupa sub kontraktor atau supplier jika tidak tersedia/tidak bisa
dikendalikan dalam organisasi

Kelebihan Proyek Murni

 Bentuk ini cukup simpel sehingga mudah dilaksanakan.


 Manager Proyek mempunyai wewenang penuh untuk mengelola
proyek
 Semua anggota tim proyek bertanggungjawab langsung kepada
Manager Proyek
 Bila ada proyek yang sejenis berturut-turut, organisasi ini bisa
memanfaatkan para ahli yang sama sekaligus melakukan kaderisasi
dalam penguasaan teknologi tertentu.
 Adanya kesatuan komando
 Karena kewenangan terpusat, keputusan bisa diambil dengan cepat
 Adanya dukungan secara menyeluruh terhadap proyek
 Rantai komunikasi menjadi pendek, yakni antara manajer proyek
dengan eksekutif secara langsung.

Kelemahan Proyek Murni

 Bila organisasi induk mempunyai banyak proyek, biasanya setiap


proyek akan mengusahakan sendiri sumberdaya,sehingga terjadi
duplikasi usaha dan fasilitas
 Struktur ini akan menambah biaya bagi organisasi induk, krn
biasanya akan berdiri sendiri dengan staf penuh
 Sering kali Manager Proyek menumpuk sumberdaya secara
berlebihan untuk mendapatkan dukungan teknis dan teknologi
sewaktu-waktu diperlukan
 bila proyek selesai,terjadi masalah bagaimana nasib pekerja proyek
yang ada
 ketidakkonsistenan prosedur bisa sering terjadi dengan memakai
alasan "Memenuhi permintaan klien"

c. Organisasi Proyek Matriks (OPM ) Organisasi Proyek Matriks adalah


organisasi proyek murni yang melekat pada divisi fungsional pada
organisasi induk sehingga pada dasarnya menggabungkan kelebihan dari
organisasi fungsional dengan organisasi proyek murni.

Kelebihan:

 Proyek mendapat perhatian yang cukup


 Karena organisasi matriks melekat pada unit fungsionai organisasi
induk maka mudah untuk mendapatkan orang potensial yang
dibutuhkan dari setiap unit fungsional
 Tidak ada masalah yang berat berkenaan dengan nasib pekerja
proyek jika proyek selesai
 Tanggapan terhadap keinginan klien dapat dengan cepat diberikan
seperti pada organisasi proyek murni.
 Dengan manajemen matrik proyek akan mempunyai akses
perwakilan dan divisi administrasi perusahaan induk, sehingga
konsistensinya dengan kebijaksanaan, prosedur dan perusahaan
induk bisa dijaga.
 Bila ada proyek yang bersamaan, memungkinkan distribusi
sumberdaya yang lebih seimbang untuk mencapai berbagai target
proyek yang berbeda-beda

Kelemahan:

 Terdapat kekuatan berimbang antara Manager Fungsional dan


Project Manager sehingga bila terdapat keraguan siapa yg mesti
terkena beban, pekerjaan proyek jadi terbengkalai
 Perpindahan sumberdaya antar proyek bisa meningkatkan
persaingan antar masing-masing Project Manager karena ingin
memastikan proyeknyalah yang sukses, bukan target organisasi
secara keseluruhan.
 Manajemen matriks melanggar prinsip utama manajemen,yaitu
kesatuan komando (unity of command)

2.2 Memilih Bentuk Organisasi Proyek Faktor-faktor yang harus


diperhatikan dalam memilih suatu bentuk organisasi proyek antara lain :
Frekuensi adanya proyek baru : berapa sering suatu perusahaan mendapat
proyek dan sejauh mana perusahaan induk tersebut terlibat dengan
aktivitas proyek. Berapa lama proyek berlangsung. Ukuran proyek:
tingkat pemakaian tenaga kerja, modal dan sumberdaya yang dibutuhkan.
Kompleksitas hubungan : jumlah bidang fungsional yang terlibat dalam
proyek dan bagaimana hubungan ketergantungannya. Matriks dan
organisasi proyek murni cocok untuk proyek berskala menengah dan besar,
kompleksitas tinggi, beresiko tinggi, batasan waktu ketat. Organisasi
fungsional cocok untuk proyek dengan skala relatif kecil, resiko kecil, waktu
fleksibel.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Struktur Organisasi Proyek


3.1.1 Pemilik Proyek (owner)
Pemilik proyek atau owner adalah seseorang atau instansi yang
memiliki proyek atau pekerjaan dan memberikannya kepada pihak lain yang
mampu melaksanakannya sesuai dengan perjanjian kontrak kerja.
Dalam proyek ini, pemilik proyek yang memberikan biaya dan pekerjaan
adalah Grage Group.

3.1.2 Konsultan Pengawas Dan Konsultan Perencana


Konsultan perencana adalah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas
untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan, perencanaan dapat berupa
perorangan atau badan usaha baik swasta maupun pemerintah.
Konsultan perencana pada proyek pembangunan Grage Mall Majalengka
adalah PT. Edyaka Strukturina.
Konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek
(owner) untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan. Konsultan pengawas
dapat berupa badan usaha atau perorangan. Perlu sumber daya manusia
yang ahli dibidangnnya masing – masing seperti teknik sipil, arsitektur,
mekanikal elektrikal, listrik dan lain – lain sehingga sebuah bangunan dapat
dibangun dengan baik dalam waktu cepat dan efisien.
3.1.3 Direksi
Direksi adalah pemimpin proyek yang diberi kuasa penuh kontraktor
untuk memimpin dan mengarahkan semua unsur organisasi untuk kegiatan
pelaksanaan proyek. Kedudukan dalam organisasi, direksi adalah
membawahiProject Manager dan Site Manager.
Tugas dari direksi adalah sebagai berikut :
 Membina dan menjaga hubungan yang baik antara pemilik proyek dan
konsultan perencana dalam rangka penyelesaian proyek.
 Berhak memberi instruksi kepada bawahannya untuk memperbaiki
penyimpangan – penyimpangan yang terjadi di lapangan selama proyek
berlangsung.
 Berhak memberi teguran, peringatan tertulis dan sanksi apabila dalam
pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan pedoman kerja yang
dibuat.

3.1.4 Project Manager (PM)


Project Manager (PM) adalah orang yang ditunjuk untuk menggerakan
organisasi proyek dan memimpinnya dalam mencapai objektif proyek.
Project Manager adalah porsi puncak yang luar biasa dalam proyek.
Dalam proyek pembangunan Grage Mall Majalengka Project Manager
nya adalah PT. Grage Group.

3.1.5 Kontraktor (Pelaksana Proyek)


Kontraktor pelaksana adalah badan hukum atau perorangan yang
ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan keahliannya.
Dalam proyek ini, yang beralih sebagai kontraktor pelaksana
adalah PT. Multi Pratama Indahraya dan kontraktor struktur adalah PT.
Maleo Perkasa Jaya.

3.1.6 Administrasi
Administrasi adalah orang yang menyiapkan daftar biaya rencana
dalam bentuk batasan biaya dan target biaya untuk setiap bagian
pekerjaan.
Tugas administrasi adalah :
 Melakukan seleksi atau perekrutan pekerja di proyek untuk pegawai
bulanan sampai dengan pekerja harian dengan spesialisasi keahlian
masing – masing sesuai posisi organisasi proyek yang dibutuhkan.
 Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek, laporan
pergudangan, laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain –
lain.
 Membuat dan melakukan verifikasi bukti – bukti pekerjaan yang akan
dibayar oleh owner sebagai pemilik proyek.
 Mengisi data – data kepegawaian, pelaksanaan, asuransi tenaga kerja,
menyimpan data – data kepegawaian karyawan dan pembayaran gaji
serta tunjangan karyawan.
 Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan perpajakan serta
retribusi.
 Mencatat aktiva proyek meliputi inventaris, kendaraan dinas, alat – alat
proyek dan sejenisnya.
 Menerima dan memproses tagihan dari sub kontraktor jika proyek yang
dikerjakan berskala besar sehingga melakukan pemborongan kembali
kepada kontraktor spesialis sesuai dengan item pekerjaan yang
dikerjakan.

3.1.7 Mandor
Mandor adalah seseorang yang bertugas mengkoordinasi para tukang
dalam bentuk patisipasi pemborongan dan upah tenaga kerja untuk suatu
bagian pekerjaan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.
Dalam proyek pembangunan Grage Mall Majalengka, tugas mandor
sangat penting dalam mengatur para tukang atau pekerja lapangan, selain
itu mandor juga dapat membantu pengawas lapangan agar tercapai hasil
kerja yang maksimal. Tugas mandor adalah sebagai berikut :
 Dapat membaca gambar konsruksi.
 Menangani pekerjaan acuan, pembesian, pengecoran dan mengawasi
pekerjaan tenaga kerja bawahannya.
 Dapat membedakan kualitas bahan bangunan yang akan digunakan.

3.2 Fungsi Dan Peranan

3.2.1 Pemilik Proyek (Owner)

Peranan pemilik proyek atau owner adalah:


 menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek.
 Mengadakan kegiatan administrasi.
 Memberikan tugas kepada kontraktor atau melaksanakan pekerjaan
proyek.
 Meminta pertanggung jawaban kepada konsultan pengawas atau
manajemenkonstruksi ( MK )
 Menerima proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor.

Fungsi yang dimiliki pemilik proyek atau owner adalah :


 Membuat surat perintah kerja ( SPK )
 Mengesahkan atau menolak perubahan pekerjaan yang telah
direncanakan.
 Meminta pertanggungjawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil
pekerjaankonstruksi.
 Memutuskan hubungan kerja dengan pihak pelaksana proyek yang
tidak dapatmelaksanakan pekerjaanya sesuai dengan isi surat
perjanjian kontrak.

3.2.2 Konsultan Perencana

Peranan Konsultan Perencana


 Mempertahankan desain dalam hal adanya pihak – pihak pelaksana
bangunan yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana.
 Menentukan warna dan jenis material yang akan digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Fungsi Konsultan Perencana
 Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik
proyek (bisa pihak swasta maupun pemerintah).
 Membuat gambar kerja pelaksanaan. Membuat Rencana kerja dan
syarat – sayarat pelaksanaan bangunan ( RKS ) sebagai pedoman
pelaksanaan.
 Membuat rencana anggaran biaya (RAB).
 Memproyeksikan keinginan – keinginan atau ide – ide pemilik proyek ke
dalam desain bangunan. Melakukan perubahan desain bila terjadi
penyimpangan pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang tidak
memungkinkan untuk dilaksanakan.
 Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur jika terjadi
kegagalan konstruksi. kemudian proses pelaksanaanya diserahkan
kepada konsultan pengawas. Konsultan pengawas ini sendiri adalah
orang/instansi yang menjadi wakil pemilik proyek di lapangan.

3.2.3 Direksi

Peranan Direksi

 Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya;


 Telah melazkukan pengurusan dengan itikad baik dan kehati-hatian
untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan;
 Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung mapun tidak
langsung atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian; dan
 Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya
kerugian tersebut.

fungsi direksi
Membuat daftar pemegang saham, daftar khusus, risalah RUPS dan risalah
rapat direksi;
 Membuat laporan tahunan dan dokumen keuangan Perseroan;
 Memelihara seluruh daftar, risalah dan dokumen keuangan Perseroan.

3.2.4 project manajer

Peranan Project Manajer

Peranan project manager adalah untuk memenuhi kebutuhan yang berupa


kebutuhan tugas, kebutuhan team, dan kebutuhan individual. Project
manager menjadi penghubung antara strategi dan tim. Peran project
manager dalam perkembangan bisnis dan keberlangsungan hidup
perusahaan menjadi semakin lebih strategis.
Tugas Project Manajer
Terkait dengan bagaimana perilaku project manager dalam melaksanakan
proyek atau aktifitas terkait. Efektifitas personal mencakup attitude, karakter
inti personal, dan kepemimpinan, yang menyediakan kemampuan untuk
membimbing team proyek ketika mencapai objective proyek dan
menyeimbangkan project constraints.
3.2.5 kontraktor
Peranan kontraktor
 Memberikan laporan kemajuan proyek meliputi laporan harian,
mingguan, dan bulanan kepada pemilik proyek yang berisi antara lain:
 Pelaksanaan pekerjaan.
 Prestasi kerja dicapai.
 Jumlah tenaga kerja yang digunakan.
 Jumlah bahan-bahan yang masuk. Keadaan cuaca dan lain-lain.

Fungsi kontraktor
Melaksanakan pembangunan bekerja sesuai dengan peraturan dan
spesifikasi yang telah direncanakan dan ditentukan di dalam kontrak
Perjanjian Pemborongan.
3.2.6 administrasi
Peranan Administrasi
Pada hakikatnya perkembangan berbagai suatu cabang ilmu pengetahuan
terjadi sebagai suatu tanggapan terhadap dinamika manusia. Pemahaman
yang tepat tentang suatu perkembangan sebuah ilmu pengetahuan dan
tekhnologi dan membenarkan pendapat tersebut. Peranan utama pada
sistem administrasi yaitu untuk membantu memudahkan suatu
pelaksanaan tugas pekerjaan pokok lainnya. Pada dasarnya sistem
administrasi memiliki peranan yang sangat penting bagi suatu perusahaan,
karena bisa membantu suatu perusahaan dalam memberikan sebuah
data/informasi yang diperlukan oleh pimpinan perusahaan dan untuk
memudahkan pimpinan dalam mengambil suatu keputusan dalam
pelaksanaan tugas selanjutnya.Administrasi mempunyai tujuan untuk
menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijaksanaan umum,
sedangkan manajemen sifatnya melaksanakan suatu kegitan yang perlu
dilaksanakan dalam rangka pencapian tujuan dalam batas-batas
kebijaksanaan yang dirumuskan.
Fungsi Administrasi
 Planning (Perencanaan)
Perencanaan ialah suatu rincian yang merupakan suatu organisasi yang
besar didalamnya yaitu suatu penyusunan dan perumusan rencana
diserahkan kepada sekelompok staf perencana, tetapi penetapannya
merupakan tugas dan tanggung jawab manajemen. (Daft, 2006:8)

 Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian ialah suatu kegiatan yang menyangkut sebuah tipe-tipe
struktur organisasi dan suatu prinsip-prinsipnya, sejarah organisasi, gaya
manajerial yang tepat digunakan, sifat dan jenis dari berbagai bentuk suatu
kegiatan yang harus dilaksanakan. (Daft, 2006:9).

 Leading (Kepemimpinan)
Kepemimpinan yaitu sebuah fungsi manajemen yang melibatkan
penggunaan pengaruh untuk memotivasi sebuah karyawan meraih sasaran
dalam organisasi. (Daft, 2006:10)

 Controlling (Pengendalian)
Pengendalian ialah sebuah fungsi keempat yang artinya untuk memantau
aktifitas karyawan, menjaga organisasi agar tetap berjalan ke arah
pencapaian sasaran, dan membuat sebuah koreksi bila diperlukan. (Daft,
2006:11)

3.2.7 mandor
Peranan Mandor
 Pencari Kesempatan / Peluang Kerja Bagi Kelompok Kerjannya
 Pengawas Sehari-Hari Para Tukang dan Pekerja dalam Pelaksanaan
Pekerjaan
 Pelatih/Pembimbing para Tukang dan Pekerja.

Fungsi Mandor
 Membaca Memahami Gambar kerja dan menerjemahkannya ke dalam
langkah-langkah operasional
 Melakukan Peninjauan Dan pengukuran Lapangan (setting Out)
 Menghitung Perkiraan Volume Pekerjaan, kebutuhan tenaga kerja,
nahan dan alat
 Menghitung Harga Satuan Ongkos Kerja
 Merundingkan Harga Borongan Pekerjaan
 Membuat Jadwal Dan Recana Kerja
 Menyiapkan Dan Mengatur pembagian Tugas para Tukang Dan Pekerja
 Mengawasi kegiatan Para Tukang dan pekerja dalam melakukan
pekerjaan
 Mengawasi kegiatan para tukang dan pekerja dalam melaksanakan
pekerjaan
 Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja
 Mengukur dan Menghitung hasil kerja/opname
 Melaporkan hasil kegiatan pelaksanaan pekerjaan dan menagih
pembayaran
 Membayar Upah Para Tukang Dan Pekerja.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari Pembahasan Diatas Penulis DApat Menyimpulkan Bahwa masing-
masing profesi pada struktur organisasi yang terdapat dalam sebuah
proyek mempunyai peranan dan fungsi yang sangat penting untuk
keberhasilan suatu proyek dan yang tidak dapat di lepas
pisahkan.Karena apabila salah satu profesi dari struktur organisasi itu
tidak ada maka pelaksanaan proyek itu akan cacat.