Anda di halaman 1dari 11

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN RUMAH SAKIT

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

Nama : Feby Aryadi


NPM : 20090314019

TAKE HOME TEST MANAJEMEN KEUANGAN

1. Masalah-masalah apa sajakah yang muncul jika memaksimalkan laba


merupakan tujuan dari sebuah perusahaan ?, bagaimana tujuan untuk
memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham dapat mengatasi
masalah-masalah tersebut ?

Jawab :
Maksimalisasi laba merupakan maksimalisasi penghasilan perusahaan
setelah pajak. Maksimalisasi laba sering dianggap sebagai tujuan perusahaan.
Tujuan tersebut dapat dicapai hanya dengan jalan penerbitan saham dan
penginvestasian keuntungannya dalam surat-surat utang jangka pendek. Hal itu
dapat berakibat pada penurunan pembagian keuntungan pemilik perusahaan
yaitu menurunnya laba perlembar saham. Dengan demikian maksimalisasi laba
perlembar saham sering dianggap sebagai versi yang lebih baik daripada
maksimalisasi laba.
Bagaimanapun juga maksimalisasi laba perlembar saham bukan tujuan
yang paling tepat. Ada beberapa alasan mengenai pendapatan tersebut antara
lain :
1. Tidak mencantumkan waktu dan jangka waktu dari pendapatan yang
diharapkan
2. Tidak memperhitungkan risiko
3. Tidak memungkinkan adanya dampak dari kebijakan dividen pada harga
pasar saham
Dari alasan-alasan tersebut tujuan maksimalisasi laba perlembar saham
tidak akan sama dengan maksimalisasi harga perlembar saham. Harga pasar
saham menunjukkan penilaian sentral dari seluruh pelaku pasar dan terhadap
nilai perusahaan tersebut. Demikian juga dengan nilai laba perlembar saham,
waktu, durasi dan risiko pendapatan-pendapatan saat ini dan pada masa
mendatang kebijakan dividen perusahaan dan faktor-faktor lain yang
menunjukkan harga pasar saham. Harga pasar saham bertindak sebagai
barometer kinerja manajemen perusahaan sekaligus menunjukkan seberapa
baik manajemen menjalankan tugasnya atas nama para pemegang saham.
Manajemen selalu ada dalam pengawasan para pemegang saham, jika para
pemegang saham yang tidak puas dengan kinerja manajemen maka mereka
dapat menjual saham yang mereka miliki dan menginvestasikan uangnya di
perusahaan lain yang lebih prospektif. Jika tindakan-tindakan tersebut
dilakukan oleh para pemegang saham maka akan dapat menurunkan harga
saham di pasar
Tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan kemakmuran
pemegang saham (shareholder wealth) atau memaksimumkan nilai
perusahaan bukan memaksimumkan profit.
Untuk memaksimumkan shareholder wealth adalah dicapai dengan cara
memaksimalkan nilai saham atau terkait dengan masalah value of common
stock dalam hal market value of common stock dan market value of the firm.
Deviden policy akan memegang peranan dalam kelanagsungan hidup
perusahaan dan kesejahteraan para pemegang saham.
Hasil keuntungan perusahaan dalam bentuk net income akan terbagi
menjadi laba yang ditahan, dan deviden, retain earning dapat digunakan untuk
pertumbuhan perusahaan sehingga masalah-masalah diatas dapat teratasi
dengan adanya laba yang ditahan atau dana yang diinvestasikan untuk
kepentingan perusahaan. Selain itu dengan maksimalisasi laba perlembar
saham merupakan pilihan yang lebih baik
2. Rumah Sakit sering melibatkan diri pada proyek-proyek yang tidak
menghasilkan laba secara langsung, contohnya program BPJS yang
melayani masyarakat secara lebih luas dari semua kalangan. Apakah
proyek-proyek ini bertentangan dengan tujuan untuk memaksimumkan
kesejahteraan para pemegang saham ?, mengapa ?.

Jawab :
Karena di rumah sakit tidak memakai sistem kapitasi, jadi rumah sakit harus
menanggung biaya pengobatan dan perawatan pasien terlebih dahulu baru
setelah itu akan dibayar oleh pemerintah, hal ini sangat merugikan bagi pemilik
saham dikarenakan, pada prakteknya dilapangan, terjadi seperti halnya telat
dalam masalah pembayaran, dan dana yang diberikan dibatasi oleh pemerintah
akibatnya bisa menyebabkan pelayanan menjadi terbatas atau dibatasi. Dan ini
bisa berdampak bagi penghasilan rumah sakit apalagi rumah sakit swasta.

3. Apakah hubungan antara pengambilan keputusan dalam keuangan dengan


risk dan return ?. Apakah semua manajer keuangan akan memandang
keseimbangan risk dan return secara sama ?

Jawab :
Ada dua aspek yang perlu dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan
dalam pengambilan keputusan keuangan, yaitu tingkat pengembalian (return)
dan risiko (risk) keputusan keuangan tersebut. Tingkat pengembalian adalah
imbalan yang diharapkan diperoleh di masa mendatang, sedangkan risiko
diartikan sebagai ketidakpastian dari imbalan yang diharapkan. Risiko adalah
kemungkinan terjadinya penyimpangan dari rata-rata dari tingkat pengembalian
yang diharapkan yang dapat diukur dari standar deviasi dengan menggunakan
statistika.
Suatu keputusan keuangan yang lebih berisiko tentu diharapkan
memberikan imbalan yang lebih besar, yang dalam keuangan dikenal dengan
istilah “High Risk High Return”. Ada trade off antara risk dan return, sehingga
dalam pemilihan berbagai alternatif keputusan keuangan yang mempunyai risiko
dan tingkat pengembalian yang berbeda-beda, pengambilan keputusan
keuangan perlu memperhtungkan risiko relatif keputusannya. Untuk mengukur
risiko relatif digunakan koefisien variasi, yang menggambarkan risiko per unit
imbalan yang diharapkan yang ditunjukkan oleh besarnya standar deviasi dibagi
tingkat pengenbalian yang diharapkan.
Risiko keuangan terjadi karena adanya penggunaan hutang dalam
struktur keuangan perusahaan, yang mengakibatkan perusahaan harus
menanggung beban tetap secara periodik berupa beban bunga. Hal ini akan
mengurangi kepastian besarnya imbalan bagi pemegang saham, karena
perusahaan harus membayar bunga sebelum memutuskan pembagian laba bagi
pemegang saham. Dengan demikian, risiko keuangan menyebabkan variabilitas
laba bersih (net income) lebih besar.
Jika manajemen perusahaan dapat memanfaatkan dana yang berasal dari
hutang untuk memperoleh laba operasi yang lebih besar dari beban bunga,
maka penggunaan hutang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan
akan meningkatkan return bagi pemegang saham. Sebaliknya, jika manajemen
tidak dapat memanfaatkan dana secara baik, perusahaan mengalami kerugian

4. Setiap manajemen berharap bahwa Rumah Sakit yang dikelolanya tidak


mengalami kebangkrutan.
a. Strategi keuangan apa yang harus dilakukan agar Rumah Sakit dalam
kondisi yang sehat ?

Jawab :

Strategi strategi keuangan yang sebaiknya di lakukan oleh Rumah Sakit


agar tetap dalam kondisi sehat adalah dengan selalu melakukan analisis atau
pengecekan dari laporan keuangan untuk menilai dari perkembangan Rumah
Sakit tersebut, selain itu juga bisa menilai perkembangan bisa untuk menilai
kinerja apakah Rumah Sakit tersebut mengalami keuntungan atau kemajuan
ataupun bisa jadi malah mengalami kerugian dimana untuk melakukan hal
tersebut harus ada indicator-indikator dasar penilaian keuangan dengan
salah satunya adalah dari profitabilitas, likuiditas, solvabilitas dan stabilitas.
Dari hasil indicator tersebut bisa terlihat neraca keuangannya dan apakah
Rumah Sakit tersebut mengalami kemajuan atau kondisi Rumah sakit dalam
keadaan sehat secara keuangan.

b. Sebelum mencapai kebangkrutan, langkah-langkah apa yang harus


dilakukan agar tidak menjadi bangkrut ?

Jawab :
Sebelum mencapai kebangkrutan, beberapa langkah-langkah yang harus
dilakukan agar tidak menjadi bangkrut ialah :
Apabila masalah yang dialami masih ringan atau belum fatal yang bisa
berujung kebangkrutan atau masalah bisa ditangani maka sebaiknya
memperbaiki dari masalah keuangan yang terkecil misalnya memperpanjang
dari masa jatuh tempo hutang-piutang atau di bantu dengan melakukan
terobosan terobosan system yang membuat para konsumen dapat lebih
tertarik ke RS tersebut sehingga pendapatan dapat bertambah.
Akan tetapi apabila masalah sudah parah dan sulit di tangani dengan
system sebelumnya maka sebaiknya RS melakukan perubahan system
dengan cara merubah struktur modal yang bisa di ambil dari RS tersebut
tanpa melakukan peminjaman modal dalri luar atau menambah hutang,
dengan cara menjual asset-aset RS yang tidak begitu penting di pergunakan
di RS. Contoh pada RS kelas C bisa standarkan pada asset yang seharusnya
ada di kelas C saja, sehingga asset-aset yang tidak begitu harus yang berada
di klas C bisa di jual terlebih dahulu. Begitu dana atau system keuangan
sudah kembali normal atau keuntunga yang di dapat berlebih bisa di tambah
kembali asset-aset sebagai tambahan nya di RS kelas C.
5. Terdapat tiga keputusan oleh seorang Manajer Keuangan yaitu fungsi
keuangan ; Invesment, Financing, dan Devidend.
a. Dengan menggunakan contoh, jelaskan bagaimanakah ke tiga
keputusan tersebut dilakukan !
Jawab :
Tiga keputusan oleh seorang manajer keuangan yaitu :
1. Invesment
Merupakan fungsi pertama menyangkut tentang keputusan alokasi dana baik
dana yang berasal dari dalam perusahaan maupun dana yang berasal dari
luar perusahaan pada berbagai bentuk investasi. Investasi jangka pendek
misalnya dalam kas, persediaan, piutang dan surat berharga maupun
investasi jangka panjang dalam bentuk gedung, peralatan produksi, tanah,
kendaraan, dan aktiva tetap lainnya. Keputusan investasi ini akan tercermin
pada sisi aktiva dalam neraca perusahaan. Manajer keuangan bertanggung
jawab menentukan pertimbangan yang optimal setiap jenis asset
perusahaan.
Contoh : hasil laba suatu perusahaan bisa diinvestasikan oleh manajer
keuangan dan di tentukan apakah investasi yang paing menguntungkan
berupa investasi dalam jangka panjang misalnya dalam bentuk gedung atau
tanah yang apabila di perlukan bisa di kembalikan dalam bentuk uang
dengan berbagai keuntungan.

2. Financing

Kedua, manajer keuangan berfungsi sebagai pengambil keputusan


pembelanjaan atau pembiayaan investasi. Keputusan pembelanjaan ini
menjawab berbagai pertanyaan penting seperti bagaimana pembelanjaan
kegiatan perusahaan yang optimal, bagaimana memperoleh kebutuhan dana
untuk investasi yang efisien, bagaimana komposisi sumber dana optimal
yang harus dipertahankan, apakah perusahaan sebaiknya menggunakan
modal asing ataukah modal sendiri. Pemahaman transaksi internasional
menjadi sangat penting. Perusahaan dapat mengurangi ketergantungan dana
dari perbankan melalui penemuan baru instrument pasar uang dan modal.
Contoh : dalam suatu perusahaan aktivitas perolehan dana berasal dari
instrument pasar uang ataupun dari modal sendiri sehingga aliran dana itu
akan didapat dari investasi atau laba yang ditahan

3. Devidend
Fungsi ketiga, Keputusan berkaitan penggunaan dan pengelolaan aktiva
(kata bijak: lebih mudah membangun daripada mengelola), seorang manajer
keuangan adalah kebijakan dividen. Apabila seorang manajer keuangan
memutuskan untuk membagikan laba yang diperoleh dalam bentuk dividen,
maka ketergantungan terhadap sumber dana eksternal semakin besar.
Sebaliknya apabila manajer keuangan memandang bahwa perusahaan telah
memiliki financial leverage yang tidak menguntungkan, maka sebaiknya laba
yang diperoleh ditahan untuk memperbaiki struktur modal perusahaan.
Perusahaan yang berada dalam tahap pertumbuhan cenderung untuk
menahan labanya karena memerlukan sumber dana intern untuk
pembelanjaan investasi.

Contoh : suatu perusahaan mendapatkan net income Rp. 100 juta kemudian
dilakukan pembagian laba sebanyak 30 % sebagai retained earning dan
sisanya 70 % berupa deviden.

Atau contoh secara keseluruhan : misalnya usaha penyewaan mobil.


Pertama- tama tentu akan diputuskan asset yang akan dikelola yaitu mobil
yang akan disewakan(Jenisnya, jumlahnya dll). Ini merupakan "investment
decision"
Kedua, bagaimana cara mendapatkan mobil tersebut. Apakah mebeli
baru/ bekas, darimana uangnya: berapa modal sendiri yang dipunyai,
perlukah mencari rekan kerja untuk menambah modal, apakah pinjam di bank
dll, yang diharapkan menemukan struktur modal yang baik( tentu kalau bisa
semuanya modal sendiri, tapi terkadang itu sulit). Ini merupakan "financing
decision."
Selanjutnya ketika mobil sudah bisa didapatkan. Bagaimana
perawatannya? Berapa anggaran yang mesti disiapkan untuk manajemen
resiko dan perawatan mobil (biaya bengkel, asuransi dll). Ini merupakan
"assets management decision"

b. Bagaimanakah hubungan ke tiga fungsi keuangan dalam menghadapi


risiko yang mungkin akan terjadi ?
Jawab :
Dalam 3 fungsi putusan manajer keuangan tersebut sangat saling
berhubungan dimana dalam mendapatkan hasil atau keuntungan dengan
resiko yang di peroleh akan sangat menetukan keuntungan mulai dari dana
yang di peroleh kemudian untuk melakukan investasi,sehingga dapat
menentukan pembagian keuntungan dan akhirnya mendapatkan suatu laba
yang di dapat. Yang salah satu contohnya adalah contoh penyewaan mobil di
atas.

6. Jelaskan secara ringkas perbedaan dasar antara ; nilai buku, nilai


likuiditas, nilai pasar, dan nilai intrinsik !
Jawaban:
 Nilai Buku adalah nilai sebuah barang setelah dikurangi akumulasi
penyusutan. Yang dikurangi akumulasi penyusutan adalah nilai/ harga
pembelian / harga perolehan. Secara matematis, nilai buku dapat
dipersamakan dengan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.
Akumulasi penyusutan sendiri merupakan jumlah penyusutan mulai dari
bulan saat pembelian barang tersebut sampai bulan penghitungan nilai buku
barang tersebut.
 Nilai Likuiditas adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk
memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta
lancarnya.
 Nilai Pasar adalah nilai atau harga jual sebuah barang jika barang tersebut di
jual. Besarnya harga jual tergantung dengan nilai pasar yang berlaku untuk
barang tersebut. Nilai pasar tidak tergantung dengan penyusutan barang
tersebut, nilai pasar hanya dipengaruhi kondisi pasar. Nilai pasar tidak
digunakan dalam pembukuan perusahaan. Nilai pasar digunakan perusahaan
hanya untuk menghitung apakah barang (aktiva tetap) yang dijual
perusahaan untung atau rugi.
 Nilai Intrinsik adalah nilai saham yang menentukan harga wajar suatu saham
agar saham tersebut mencerminkan nilai saham yang sebenarnya sehingga
tidak terlalu mahal. Perhitungan nilai intrinsik ini adalah mencari nilai
sekarang dari semua aliran kas di masa mendatang baik yang berasal dari
dividen maupun capital gain.

7. Dengan asumsi saudara memiliki uang sejumlah tertentu, saudara


dihadapkan pada pilihan investasi pada ; tabungan, deposito, obligasi,
saham, dan real assets. Bagaimanakah saudara akan melakukan alokasi
investasi pada pilihan-pilihan tersebut ?, saudara dapat memilih lebih dari
satu jenis investasi.

Jawaban:
Tergantung untuk apa investasi itu sendiri dilakukan, namun pilihan saya adalah
investasi pada deposito karena deosito biasanya memberikan bunga (return)
yang jauh lebih tinggi dari bunga tabungan yang lain juga resiko yang lebih
kecil. Bunga tabungan berkisar antara 0 – 5%. Sementara deposito memberikan
bunga paling tidak sekitar 6%, bahkan ada yang sampai di atas 10%. Ini tentu
lebih menguntungkan dibandingkan dengan tabungan lain, contohnya saham,
karena keuntungan dari saham hanya dapat diperoleh ketika orang yang
mempunya saham menjual saham pada saat harga naik, dan resiko
terburuknya bila pemegang saham terpaksa menjual saham miliknya karena
menghasilkan dividen maka akan melangalmi kerugian yang cukup besar.
8. Jelaskan dengan ringkas beberapa istilah dalam manajamen keuangan
(minimal delapan) yang saudara ketahui !, agar lebih dapat dipahami
lengkapi dengan contoh nyata.

Jawab:
1. Atas Nama, Dituliskannya nama dari pemilik Efek tertentu pada sertifikat
Efek tersebut sebagai suatu tanda kepemilikan Efek. Contoh : saham atas
nama, bera rti nama yang tertulis di dalam sertifikat saham tersebut adalah
pemiliknya.
2. Aset Lancar: Kas dan asset lain yang dapat dirubah menjadi kas dalam
jangka pendek – contohnya piutang. Aset-aset in, secara teori, dapat
dicairkan menjadi kas dalam 1 tahun.
3. Likuiditas: Tingkatan kas dan aset yang dapat dicairkan segera
dibandingkan dengan kebutuhan uang yang ada, contohnya untuk membayar
tagihan.
4. Buku Besar Nominal: Berisi ‘halaman’ dari setiap akun nominal dan
mencatat implikasi dari transaksi keuangan organisasi yang terjadi.
5. Pembayaran di Muka: Sejumlah uang yang dibayarkan di muka – contohnya
premi asuransi tahunan. Kebalikan dari akrual.
6. Dana Umum: Dana bebas yang tidak dikhususkan dan biasanya digunakan
untuk tujuan umum organisasi. Contohnya uang Simpanan.
7. Aktiva Lancar, Aktiva yang dimiliki perusahaan yang dapat segera berubah
menjadi uang tunai. contohnya adalah Piutang Dagang, Deposito, dan
Persediaan
8. Aktiva Tetap, Aktiva atau harta perusahaan yang tidak bergerak. Contohnya
adalah Tanah, Bangunan, Mesin dan Peralatan.
9. Imprest: Semacam ‘float’ uang, yang jumlahnya sudah ditentukan, yang akan
di’suntik’ lagi sebesar jumlah uang yang telah dibelanjakan, untuk
mengembalikannya ke jumlah mula-mula.
10. Daftar Aset: Daftar yang berisi aset tak bergerak organisasi, Contohnya
tercantum detil dari harga, nomor seri, lokasi, tanggal pembelian, dll.
11. Butterfly Trade: penjualan sebanyak dua kesatuan masa depan kontrak dan
pembelian sebanyak dua kesatuan masa depan kontrak. Contohnya di sini,
kontrak ditempatkan di seberang tiga bulan pengantaran berbeda. Satu pola
akan membeli 1 baris, Menjual 2 April, dan Membeli 1 Mei. Strategi ini juga
dipakai di pasar kredit.
12. Buckets: Investor yang meyakini bahwa harga sedang mengalami
kenaikan.merujuk pada kategori-kategori untuk surat jaminan atau kata
jadian. Contohnya beberapa ember merujuk ke maturity klasifikasi, seperti, 3,
6, ember 12 bulan. Ada banyak penandaan lain juga. Masa juga bisa merujuk
pada lamanya mengatur kelompok-kelompok, pilihan mengatur kelompok-
kelompok, dan kategori yang pra-ditegaskan lain yang melambangkan ciri-ciri
biasa yang dominan.