Anda di halaman 1dari 38

Oleh :

Kelompok

Apa yang Dimaksud dengan Desain

Mendesain diibaratkan seperti menemukan suatu


solusi bagi sebuah masalah. Desain akan hadir dengan
sendirinya melalui pikiran-pikiran, pengalaman-
pengalaman, rasa dan inspirasi jiwa. Seseorang yang
mendesain sesuatu bisa diibaratkan seperti seseorang
yang melakukan petualangan dalam menemukan solusi
dan jalan keluar bagi sebuah masalah. Apa yang ia
inginkan dan ia rasakan akan hadir dalam sebuah desain.
Desain tidak perlu berbeda dari desain yang lain. Desain
merupakan kombinasi dari ide yang disusun dengan cara
yang berbeda .

All Saints Chapel di Cathedral Basilica of St. Louis


oleh Louis Comfort Tiffany. Struktur bangunan dan
dekorasi termasuk contoh desain
1
Sebagai seorang arsitek, konsep desain adalah
langkah awal dalam membuat sebuah rancangan. Melalui
desain ia akan dapat menyampaikan ide dan gagasan
pikirannya kepada orang lain. Orang lain akan dapat
menerima gagasannya dengan baik apabila ia mampu dan
bisa menuangkan idenya dengan tepat dalam suatu media
(kertas, media visual,dll). Tanpa desain, sulit untuk
mengemukakan ide dan pemikiran awal kepada orang
lain. Desain adalah media yang paling strategis untuk
menyampaikan perasaan, ungkapan hati, dan ekspresi
emosional jiwa seseorang.

Desain setiap orang pasti


berbeda dengan orang lain.
Perbedaan tersebut menjadikan
desain sebagai sebuah karya
yang lebih variatif dan memiliki
keanekaragaman yang cukup
banyak dan kompleks. Hal itu
terjadi karena setiap orang
mempunyai pemikiran-
Desain, ketika diterapkan
pada fashion, termasuk pemikiran, karakter dan
penggambaran nilai estetika
sebagai fungsi dalam bentuk kepribadian yang berbeda-
akhirnya
beda, sehingga membentuk
sebuah desain yang unik dan
berbeda dengan orang lain.

2
Semua desain tersebut memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing, Namun harus dihargai karena
setiap desain tersebut memiliki nilai yang tidak bisa
dibanding bandingkan.
Sistem lalu lintas dari suatu wilayah merupakan
contoh hasil dari sebuah desain. Desainer mungkin
menggunakan bahan standar, ukuran dasar dan topangan
standar serta metode drainase. Penggunaan susunan dan
fitur ini adalah sangat tidak biasa. Hasilnya adalah
sesuatu yang berbeda dari desain yang lain. Karena
kebutuhan, tujuan dan ketepatan lainnya yang dapat
berubah untuk setiap situasi, karena itulah maka setiap
desain adalah sebuah karya yang unik.
Setiap permasalahan membutuhkan solusi dan jalan
keluar yang baru. Tidak ada pengalaman atau informasi
latar belakang yang akan diberlakukan pada kerja yang
akan direncanakan. Tidak ada pengalaman masa lalu,
artinya sebagai seorang desainer harus bisa
menghilangkan segala pengalaman-pengalaman,
kenangan dan memori memori masa lalu iuntuk
menghasilkan ide yang baru dan segar. Hal tersebut akan
menjadikan seorang desainer lebih kreatif. Dia harus
bereksperimen dengan desain-desainnya.
Misalnya kita mengambil contoh pada bidang pekerjaan
yang lain seperti :
1. Pembangkit listrik tenaga listrik
2. Stasiun ruang angkasa
3. Perlindungan dari bahaya nuklir sekitar

3
Masing masing permasalahan tersebut mungkin
membutuhkan informasi dan penggunaan cara yang
berbeda dari proyek pekerjaan lainnya. Untuk
membangun dan merancang pembangkit listrik tenaga
nuklir, perancang harus mempelajari prinsip ilmiah
rancangan yang dibuatnya sehingga memenuhi
kebutuhan proyek. Ia harus menganalisa semua
kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam membuat
sebuah pembangkit tenaga listrik. Begitu juga dalam
sistem ruang angkasa dibutuhkan hal hal baru dan teknik
yang tepat tentunya dalam perencanaanya. Lain halnya
dengan perlindungan dari bahaya nuklir, tentunya desain
untuk pelindungnya tentunya didasarkan pada hal hal
yang sesuia untuk melindungi dari bahaya nuklir tersebut.
Perancang harus memikirkan setiap masalah dalam
rencana yang lebih baik untuk pengembangan desainnya.
Secara umum, proses perencanaan ini adalah sebuah
seni melakukan dan menemukan solusi dari sebuah
masalah. Produk akhir dari dari seorang desainer adalah
proyek yang lengkap dan sempurna seperti bangunan,
jembatan yang secara langsung dapat memenuhi
kebutuhan . Desain akhir dari dari rancangan tersbut
dinyatakan dalam bentuk gambar dan spesifikasi yang
dapat digunakan oleh phak pembangun untuk
menghasilkan proyek akhir.

Pertimbangan Desain

4
Tanpa melihat tipe proyek desain yang
dikembangkan, ada beberapa factor yang umum
diperhatikan dalam semua desain. Beberapa factor
tersebut misalnya
1. Fungsi
2. Penampilan
3. Biaya
4. Bahan kontruksi
5. Kekuatan
Faktor-faktor tersebut saling berkaitan, berhubungan
erat dan saling tumpang tindih, serta sulit untuk
dipisahkan.
Hampir semua proyek proyek desain dimulai dengan
anggaran yang menguraikan bagaimana uang itu
digunakan dalam sebuah proyek. Bagian yang terpenting
dari sebuah desain kontruksi ini adalah fungsi dan
kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan dan
masalah. Misalnya pondasi yang digunakan untuk
menopang sebuah bangunan. Jika ini tidak diperhatikan,
maka hsil desain tidak akan memuaskan tanpa melihat
dan memperhatikan bagaiman sistem ekonomi ataupeun
daya tarik dari pondasi tersebut.
Tipe lain dari masalah ini adalah jalur lau lintas di
area parker. Ssain mengalamai Kegagalan jika sebuah
mobil tidak dapat masuk dan keluar ruang parker dengan
cara yang efisien tanpa menimbulkan suatu kemacetan.

Proses Desain

5
Prosedur dalam mendesain agar sampai pada hasil
yang diharapkan mungkin saja bervariasi pada setiap
masing masing individu. Masing masing mempunyai cara
yang berbeda beda dalam melakukan atau membuat
sebuah desain dan rancangan. Tentu saja cara tersebut
harus mengikuti proses yang sesuai agar desain tersebut
dapat memperoleh hasil yang baik. Namun hal tersebut
tidak membatasi seseorang dalam bereksplorasi,
mengolah dan mengembangkan proses desainnya.

Berikut akan dijelaskan tahapan tahapan yang biasa


digunakan oleh seorang perancang dalam membuat
desainnya :

1. Mengidentifikasi Masalah

Masalah adalah hal yang menjadi bagian utama


dalam proses mendesain. Seringkali orang mempunyai
cara cara yang berbeda-beda dalam menemukan solusi
dari setiap permasalahan. Sebuah masalah harus
didentifikasi untuk mengetahui kebutuhan kebutuhan
apa saja yang harus dipenuhi dan dilaksanakan . Hal hal
yang melatar belakanginya harus dikumpulkan dan

6
dievaluasi untuk memahami kebutuhan yang ada dan
akan dipenuhi nantinya.
Identifikasi adalah proses untuk mengetahui,
memahami, dan menganalisa Hal-hal yang berkaitan
dengan masalah dan upaya untuk menemukan metode
atau cara yang sesuia dalam penyelesaiannya
Sebagai contoh misalnya pada kasus desain dalam
aturan lalu lintas mobil yang menyeberangi sungai.
Identifikasi masalahnya meliputi :
• Penentuan dimensi (ukuran luas, jarak, dll)
• Perhitungan kedalaman air
• Menghitung lebar sungai
• Mengistemasi jumlah orang yang membutuhkan
penyebrangan
• Mendapatkan catatan sejarah yang memperlihatkan
ketinggian permukaan air sungai
• Meneliti informasi lain dari tipe yang mudah
membantu pemahaman akan permasalahan.
2. Ide pendahuluan (permulaan)
Setelah masalah itu diidentifikasi maka, desainer
akan mempertimbangkan beberapa solusi dengan
berbagai hal yang menyangkut rincian terhadap apakah
solusi itu akan bekerja atau tidak. Sketsa,catatan dan
ide adalah diarahkan secepat mungkin dengan harapan
bahwa ide dapat diarahkan kepada orang lain.
Penggunaan penyebrangan sungai misalnya, desainer
dapat membuat sungai, membangun jembatan,
mengunakan ferry atau ide lain. Dalam hal ini idenya
tidak terbatas.

7
3. Refinemen (Perbaikan)
Setelah desainer memiliki sejumlah ide awal maka
dia akan memilih beberapa ide terbaik untuk perbaikan.
Perbaikan ini umumnya merupakan cara memperbaiki
rincian khusus sehingga desainer dapat menilai desain
yang dimilikinya.Umumnya gambar skala dibuat dan
akan dienspesifikasikan desain, bentuk dan faktor lain
yang menjelaskan desain. Dalam hal ini, jauh lebih baik
untuk memperbaiki beberapa desain dari pada memilih
yang pernah ada.

4. Analisis
Menganalisa desain adalah proses untuk
menemukan kekuatan yang dibutuhkan pada setiap
bagian desain. Fase proses desain ini berhubungan erat
dengan rekayasa dari pada yang lainnya. Jika jembatan
digunakan untuk menyebrangi sungai, maka struktur
yang diajukan akan dianalisa untuk memutuskan
ukuran yang dibutuhkan dalam setiap tiang dan batang
beton.
5. Keputusan
Dalam tahapan ini,lebih dari satu desain akan
diperbaiki dan dianalisa.Juga disainer diperlukan
mengambil keputusan atau memaparkan idenya
kepada suatu kelompok untuk mengambil
keputusan.Keputusan dapat diambil ntuk (1) menerina
suatu desain, (2) mengkombinasikan beberapa fitur
desain atau solusi terbaik atau (3) merubah semua

8
desain atau mengulangi proses desain.Desain untuk
penyebrangan sungai kemungkinan dipresentasikan
kepada komite kota yang bertanggung jawab dalam
mengambil keputusan.

6. Pelaksanaan (Penggunaan)
Ketika keputusan itu dibuat untuk menerima
desain,maka disainer akan mengawasi persiapan
rencana dan spesifikasi dimana proyek itu
dibangun.Perubahan kecil dalam desain tentu dapat
dilakukan selama konstruksi yang dapat menuntut
desainer membantu dalam mengawasi konstruksi.

Siapa yang Merancang

Para konstruksi dapat dirancang oleh arsitek atau


insinyur tentang sifat proyek. Arsitek mengembangkan
master bangunan, pusat perbelanjaan dan pengembangan

9
masyarakat. Insinyur lebih mengarah kepada jembatan,
bendungan, jalan raya dan sistem utilitas. Arsitektur
bertanggung jawab mendesain pusat perbelanjaan, tetapi
juga bergantung kepada insinyur untuk merancang bagian
tertentu dari proyek. Misalnya, insinyur akan merancang
sistem utilitas, drainase lokasi dan struktur bangunan.

Seorang insinyur yang mulai merancang


dan menggambar ide desainnya pada meja
gambarnya

Kesimpulan

Proses desain adalah metode sistematis dari


pengembangan rencana untuk membangun suatu
proyek.Proses desain ini tidaklah berakhir hingga proyek

10
itu selesai.Enam langkah dari proses desain itu adalah (1)
identifikasi masalah, (2) ide pendahuluan, (3) perbaikan,
(4) analisis, (5)keputusan, (6) pelaksanaan.Tugas bacaan
berikutnya akan menguraikan setiap langkah dari proses
desain yang lebih rinci.Untuk mengilustrasikan langkah
ini,referensi dibuat untuk masalah perkemahan seperti
diuraikan diatas.

11
Oleh : Ahmad
Mansuri
(080406018
)

Sebelum sebuah desain dilakukan, maka


permasalahan harus didefinisikan dengan jelas. Dalam
pemikiran seorang arsitek. Ia harus memahami apa yang
dirancang atau dedesaian dan mengapa hal tersebut
dilakukan. Langkah proses desain ini disebut dengan
identifikasi masalah.
Apakah desainer itu adalah arsitektur yag merancang
pengembangan masyarakat atau insyinyur yang
merancang sebuah jalan raya. Dia harus mengetahui total
kebutuhan dan persyaratan dari masalah tersebut.
Langkah dasar dalam melakukan pengidentifikasian
masalah meliputi (1) Identifikasi kebutuhan
(2)Pengumpulan Informasi dan (3) Penilaian terhadap
Informasi. Semua hal tersebut akan dijelaskan sebagai
berikut.

Identifikasi Kebutuhan

Sebuah Desain selalu harus didasarkan pada


kebutuhan. Misalnya jembatan dirancang dan dibuat
sepanjang sungai atau jurang. Reservoir dirancang untuk

12
menampung air. Perkemahan dirancang untuk memenuhi
kebutuhan orang yang melakukan perkemahan. Jika
jumlah area perkemahan tersedia dengan biaya rendah
dan dengan lokasi sesuai tentu saja hal tersebut lebih
diutamakan karena alasan kebutuhan. Begitu juga dengan
desain, haruslah sesuai dengan kebutuhan dan keperluan.
Desain dengan sasaran yang tepat adalah hal yang harus
diutamakan. Desain juga harus memperhatikan faktor
keperluan, dan dalam mewujudkan sebuah desain menjadi
bentuk nyata juga harus menggunakan kebutuhan-
kebutuhan yang sesuai dan tidak berlebihan.

Pengumpulan Informasi

Informasi tambahan sangat dibutuhkan untuk


mengidentifikasi masalah. karena hal tersebut sangat
dibutuhkan dalam menentukan desain yang tepat, cocok
dan sesuai. misalkan seseorang yang ingin membuat
sebuah kandang ayam maka ia harus mengumpulkan
semua informasi yang berhubungan dengan tata cara
pembuatan kandang ayam dan hal hal lain yang berkaitan
dengan kebutuhannya seperti:
1. Berapa banyak jumlah ayam yang akan
menggunakan atau menjadi penghuni kandang ayam
tersebut ?

13
2. Jenis Jenis kegiatan apa saja yang dilakukan
didalamnya ?
3. Berapa ukuran kandang yang sesuai dengan
kapasitas jumlah tersebut ?
4. Material material apa saja yang digunakan dalam
membuat kandang ayam tersebut?
5. Bagaimana Pemilihan lokasi yang benar untuk
penempatan sebuah kandang ayam ?
6. Apa saja kebutuhan kebutuhan yang dibutuhkan oleh

penghuni kandang ayam tersebut? Dan lain-lain

Mengumpulk
an Informasi

Judge Melihat
Informasi kebutuhan
Identifik
asi
Masalah

Batasan Gol/tujuan

14
Informasi dari kasus ini haruslah berasal dari orang-
orang yang terlibat langsung dalam pembuatan kandang
ayam. karena merekalah yang memutuskan hal apa saja
yang mereka butuhkan.

Penilaian Terhadap Informasi

Informasi yang telah dikumpulkan harus dinilai


kembali atau dievaluasi untuk mendapatkan pemahaman
terbaik terhadap suatu masalah. Hal hal yang masih harus
dikaji ulang dan diteliti harus diselesaikan agar
kesimpulan informasi yang akurat dapat dipeoleh.
Evaluasi bisa diperbaiki dengan mebuat grafik dengan
membuat grafik.guna memperlihatkan catatan
sebelumnya dan membuat prediksi untuk rencana yang
akan datang.
Setelah mengidentifikasi masalah,maka seorang
arsitek adalah orang yang berada pada posisi terbaik
dalam hal memberikan solusi. Dia harus memahami
semua masalah yang saling berkaitan sebelum dia
membuat sebuah desain. jadi ada tiga langkah yang harus
dilakukan dalam proses mengidentifikasi sebuah masalah
yaitu:

15
1. Identifikasi kebutuhan
2. Mengumpulkan Informasi
3. Evaluasi Informasi

Stadion Birnest di China dirancang dengan mengidentifikasi masalah


ventilasi untuk 91.000 tempat duduk. Dan diambil ide dari alam berupa
bentuk sarang burung yang bisa memberikan sirkulasi udara yang lebih
terhadap bangunan ini.

16
Oleh : Adya Rizki
Astari
(080406047)

Setelah permasalahan diselesaikan dengan baik,


maka disainer harus memikirkan beberapa solusi yang
berbeda terhadap permasalahan itu. Jumlah ide ini tentu
lebih berharga bagi solusi akhir dari pada satu hanya dua.
Secara umum, ide permulaan ini akan berhubungan
dengan keterbatasan masalah yang ditemukan dalam
langkah identifikasi proses desain.

Ide Permulaan atau Kreativitas

Ide permulaan adalah ide yang sampai pada desainer


ketika dia pertama kali memikirkan tentang solusi yang
mungkin atas suatu masalah. Dia tidak akan mencoba
meneliti ide ini tetapi mencatatnya secara sederhana atau

17
membuat sketsa itu. Menjadi lebih kritis terhadap ide
pertama dapat membatasi kebebanan desainer dari
pemikiran. Dia juga akan melihat dari solusi yang berbeda
dari solusi yang ada untuk masalah yang sejenis.

Karena desainer tidak terbatas dalam masalah ini,


maka terlihat ada langkah kreatif dari proses desain.
Dengan menyatakan solusi baru dapat menghasilkan ide
baru. Barangkali ide baru ini akan memperbaiki metode
lain atau akan memberikan cara baru untuk melihat
permasalahan suatu permasalahan.
Tanggung jawab insinyur untuk menyediakan air
bersih untuk kota juga mencatat beberapa ide (1) sumur ,
(2) danau atau (3) air leding. Dia juga dapat
mengembangakan saran yang jarang seperti membuat
atap baru untuk setiap rumah di masyarakat. Atap ini juga
akan menampung air dan juga mnyediakan air bersih bagi
setiap rumah.Ide baru ini kemungkinan dapat bekerja .
Semua ide ini akan dipertimbangkan bahkan meskipun
sekilas itu tidak bermamfaat.

Merekam Ide Permulaan

Jika ide pertama tidak dituliskan ketika terpikirkan,


maka kemungkinan akan lupa. Jauh lebih baik jika gambar

18
beban dibuat. Meskipun gambar itu sebuah diagram, akan
membantu sebuah perincian ide. Catatan ini tentu dapat
ditamahkan pada gambar. Membuat catatan dan gambar
akan membantu desainer menemukan ide lainnya, setelah
itu dia akan menggambarkan dan menuliskan secepat
mungkin untuk dapat mempertahankan aliran dalam
pemikirannya. Lembaran kerja juga harus digunakan
sebagai catatan permanen dari idenya. Desainer juga
merujuk pada lembaran kerja pada proses desain.
Ide permulaan untuk desain perkemahan juga
meliputi tata letak dari berbagai bagian. Misalnya jalan
masuk, area perkir, rumah depan dan fasilitas lain yang
akan diteliti dengan menggunakan. Juga ada rumah dipan
yang dibangun pada tiang diatas air dan juga lepas pantai
dari danau. Proses sketsa ini tentu membuat suatu
hubungan yang dapat membantu perancang melihat
sejumlah kemungkinan kombinasi. Desainer juga akan
menerapkan teknik yang sama untuk setiap bagian
rencana secara menyeluruh. Dengan menggunakan
pendekatan ini, dia perlu memutuskan tata letak dari
rumah dipan. Membuat beberapa diagram akan disketsa
sehingga desain itu dapat dibandingkan satu dengan yang
lain.

Kesimpulan

19
Fase yang lebih kreatif dari proses perencanaan
adalah langkah dimana ide permulaan itu dikembangkan.
Ide ini tentu tidak seperti biasanya dari desainer yang
menyukainya dengan sedikit pemikiran, pada saat ini
untuk kelayakan dari konsep tertentu. Setiap ide baru juga
menyatakan ide tambahan dimana metode baru dapat
dikembangkan. Ide pendahuluan harus dicatat pada
lembar kerja dengan catatan umum untuk rangakain ide.
Solusi terbaik adalah berasal dari sejumlah ide
pendahuluan dari pada satu ide saja. Gambar bebas dapat
mengambil bentuk gambar atau diagram. Langkah
berikutnya dari proses desain adalah memperbaiki
beberapa ide pendahuluan yang lebih baik.

Ide-ide pendahuluan yang dikembangkan dalam bentuk sketsa-sketsa 20


bebas yang kemudian dikembangkan lagi dalam bentuk skala dan
lebih detail lagi yang akan dijelaskan pada langkah selanjutnya pada
proses desain
Oleh : Abdul Rasyid
Lubis
(080406025)

Setelah masalah selesai diperiksa, dikenali, dan


diidentifikasi serta ide-ide pendahuluan telah
dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah tahap
penyaringan dan perbaikan ide. Pada tahap ini desainer
akan mengembangkan ide-ide pendahuluan itu menjadi
lebih lengkap. Walaupun ide ini terlihat bisa berjalan
tetapi setelah digambar dalam skala terjadi kesalahan

21
sehingga ide ini tidak dapat berjalan. Oleh karena itu,
perlu dilakukan perbaikan serta penyaringan terhadap ide-
ide yang ada.

Menggambar pada skala

Ide pendahuluan telah digambar secara bebas


(freehand), dengan sedikit perhatian terhadap skala,
ukuran, bayangan dan dimensi. Ketika dimensi itu benar-
benar tidak digunakan, malah akan membuat desainer itu
terkecoh sehingga terjadi kesalahan yang dapat membuat
ide tersebut tidak dapat berjalan. Contohnya seperti
rencana suatu tempat parkir. Sketsa area parkir mungkin
terlalu kecil untuk sejumlah mobil yang diparkir. Maka
untuk mengetahui apakah ide tersebut dapat berjalan
atau tidak, perlu digambar kembali dengan menggunakan
skala yang tepat dan dengan beberapa perbaikan.
Desainer tidak boleh memilih solusi terlalu cepat
karena dapat menghilangkan ide yang mungkin lebih baik.
Desainer harus kembali mengacu pada ide awal dan
identifikasi masalah.
Pada tahap penyaringan dan perbaikan ide ini,
desainer diharapkan lebih berpikir keras dan
menggunakan lebih sedikit ekspresi kreatif dibandingkan
pada tahap sebelumnya pada proses desain. Pada tahap
ini, desainer mencoba untuk menemukan solusi terbaik

22
yang bisa dijalankan. Solusi tersebut kemudian dapat
dibangun dan memberikan hasil terbaik dan niali lebih.

Perbaikan Desain Rumah Kost

Sebagai contoh tahap perbaikan ide ini adalah pada


masalah desain rumah kost. Sementara masalah
diidentifikasi, diputuskan bahwa jumlah kamar kost adalah
10 kamar dengan kamar mandi di masing-masing kamar.

Disamping adalah gambar sketsa


awal desain rumah kost. Sketsa
disamping tidak digambar
berdasarkan skala dan harus
23
digambar berdasarkan skala dan
ukuran sebenarnya.

Gambar di bawah menunjukkan sketsa denah yang


telah diperbaiki dan digambar dalam skala. Serta
perbaikan desain eksterior juga disajikan dalam bentuk
perspektif. Bentuk atap, tempat jemuran, dan kamar
mandi serta detail-detail yang lain juga telah dijelaskan
pada gambar perbaikan di bawah.

24
Menolak Ide yang Telah Diperbaiki

Ketika proses mendesain, desainer mungkin akan


menemukan sesuatu yang dapat menyebabkan idenya
tidak dapat diterapkan. Jika ini terjadi, dia harus kembali
pada ide-ide awal dan memilih ide lain untuk
dikembangkan. Prosedur ini terus berulang hingga dia
merasa telah mendapatkan solusi terbaik.
Seorang insinyur yang hendak membangun jembatan
di suatu tempat. Setelah mempelajari tempatnya,
ternyata tempat tersebut akan memakan banyak biaya.
Dia kemudian mempertimbangkan tempat lain yang
25
mungkin lebih baik dan lebih murah. Biaya dan waktu bisa
jadi menjadi alasan penolakan ini.

The National Grand Theater

Salah satu contoh penolakan dan perbaikan ide


terjadi pada desain The National Grand Theater di
Beijing, China, terletak di sebelah barat "Tiananmen
Square" dan bersebelahan dengan gedung Parlemen. The
National Grand Theater dengan bentuk "the egg-
shaped" eksteriornya berhiaskan titanium panels dan
dikelilingi dengan air yang seolah seperti danau di
sekitarnya dan "telur" itu mengapung diatasnya. Di desain
oleh Paul Andreu dari Perancis. Gedung ini mulai
dibangun tahun 2001 dan selesai bulan Juli 2007.

26
Gedung Opera tsb di disebut EGG yang mengapung
di air.
Setelah proyek berjalan, tiba-tiba pemerintah China yang
di protes budayawan dan ahli sejarah setempat merubah
pikirannya, karena jika dilanjutkan maka si Egg akan
menghancurkan citra tempat yang bersejarah. Egg akan
menjulang tinggi, ini sangat mengganggu masyarakat di
sana, maka pemerintah menyuruh merendahkan
bangunan Egg tersebut. Efeknya, Paul yang
merancangnya harus berfikir keras, maka terpaksa Egg di
rendahkan alias dibenamkan ke air. Kesulitannya dengan
menggali fondasi turun kebawah beberapa meter, maka
secara hitungan mereka Tiananment dan bangunan
disekitarnya akan terpelosok kebawah juga/longsor. Maka
sambil menggali mereka membuat dinding beton disitu.
Benar-benar pekerjaan gila. Setelah selesai, para
pengunjung seakan masuk ke air. Padahal hal tsb diluar
rencana awal.

27
Bangunan opera yang terlihat menjulang dan mewah diantara bangunan-
bangunan kuno dan bersejarah
Kata Paul sang perancang, "China hebat dalam
mengajukan ide, gila dalam anggaran, setelah jalan lebih
gila lagi karena dana dipotong hampir separuhnya..!! tapi
bagi kami itu adalah tantangan.."
Desain bangunan yang tiba-tiba dibenamkan
sebagian ke air diluar rencana awal karena perubahan
pemikiran Pemerintah China merupakan satu contoh
perbaikan ide yang akhirnya menghasilkan suatu karya
yang gila dan hebat.

Kesimpulan

Penyaringan dan perbaikan ide adalah langkah awal


untuk menilai ide awal yang mengacu pada master plan.
Ide awal di perbaiki, digambar pada skala, dan dipelajari

28
untuk mendapatkan ukuran dan bentuk yang realistis dan
detail desain.
Selama tahap ini, desainer akan menemukan suatu
kesalahan pada ide yang tengah dikembangan. Dia
sebaiknya memilih ide lain untuk dikembangkan dan
diperbaiki serta memasukkan ide-ide terbaik dari desain-
desain yang ditolak. Penolakan sebenarnya bukanlah
suatu kegagalan, melainkan suatu proses untuk
menemukan mana solusi yang terbaik untuk masalah
tersebut.
Daripada meletakkan semua usahanya dalam satu
ide, desainer sebaiknya mengembangkan dan
memperbaiki ide-ide yang dapat berjalan dan sebaiknya
desainer membuat beberapa desain sebagai alternatif
pertimbangan yang selanjutnya akan ditunjukkan kepada
klien. Tetapi sebelum membuat keputusan final mana
yang terbaik, desainer harus mempelajari desainnya
mengenai fungsi, kekuatan, dan biaya.

29
Oleh : Ahmad Husin
D.
(080406008)

Analisis adalah proses penentuan apakah solusi


desain itu dapat bekerja secara aktual atau tidak dalam
kondisi tertentu. Proses analisis dapat mengidentifikasikan
masalah dalam solusi desain yang diajukan dan
permasalahan menjadikannya penting bagi desainer untuk
kembali pada ide sebelumnya untuk mendapatkan solusi
yang lebih baik.
Ketika Insinyur memperbaiki desain, maka dia harus
menganalisa (meneliti) desainnya untuk memutuskan apa
yang memberikan Struktur terbaik, Penggunaan lokasi
terbaik dan proyek yang bermanfaat.

Analisis Struktur

Analisis struktur adalah menganalisa untuk


memastikan bahwa desain yang dibuat telah di rancang
dengan baik. Analisis Struktur dapat diilustrasikan dalam
gambar Diving Board yang telah digambar sesuai dengan
skala. Masalahnya adalah menggambar beban di titik A
yang perlu untuk menambat papan tersebut ketika beban
maksimum 600 pound diberikan di titik C (ujung papan)
oleh penyelam. Karena papan itu ditopang di titik B maka
prinsip tuas dapat digunaka pada desain ini. Rasio beban
disetiap ujung akan berbanding terbalik dengan dimensi
30
AB(3’) dan BC(6’). Panjang BC adalah dua kali panjang AB
sehingga beban di titik A haruslah dua kali lebih besar
dibandingkan di titik C.
MB=LOAD x 3 FT - 600
LBS x 6 FT.=0
=LOAD x 3 FT =
3600 FT.LBS.
LOAD= 1200 LBS

Analisis Lokasi

Analisis lokasi bertujuan untuk mencegah permasalahan


dari pengeringan, memungkinkan jalur untuk akses dan
memungkinkan grading atau penggalian. Misalnya, peta
bentuk dari perkemahan perlu di analisa untuk
menentukan bagiman air hujan akan ditentukan.
Beberapa lokasi akan lebih baik daripada yang lain
misalnya, parkir yang di tempatkan dimana lokasi itu
memeliki level dan berdekatan dengan jalan raya.
Keterjalan tanah juga mempengaruhi dari kelayakan lokasi
seperti pembuatan jalan raya.

Analisis fungsional

Analisis fungsional akan memperlihatkan apakah ide


atau desain itu dapat bekerja dengan baik. Analisis ini

31
melibatkan seperti bahan yang digunakan, kemudahan
operasi, aliran atau pergerakan. Misalnya, Dock
pemancing yang tidak bekerja dengan baik jika terlalu
sempit sehingga hanya seorang nelayan yang bisa
berjalan di atasnya. Demikian juga jalan akses kerumah
dipan yang memberikan ruang yang cukup untuk mobil
berputar. Rumah perahu juga harus dirancang dengan
baik untuk penggunaan yang lebih aman bagi manusia.
Jika perahu digerakkan dari air dengan sistem kerekan,
maka desainer harus memutuskan berapa banyak
dorongan yang digunakan, jarak di atas air dimana perahu
itu akan digantung. Dalam melakukan hal ini dia harus
memberikan ruang yang cukup yang tentu melibatkan
analisis faktor manusia dan juga gerakan tubuh yang
dibutuhkan untuk memberikan tarikan.

Desain bangunan diatas membutuhkan analisa yang tinggi,


dengan struktur rangka baja yang berbentuk X dan saling
silang menimbulkan struktur bangunan yang kuat dan kokoh.
Bangunan ini juga dianalisis sedemikian rupa dengan lubang
di tengah bangunan yang dapat mengurangi tekanan angin

32
Oleh :
Kelompok

Ketika beberapa desain telah diperbaiki dan


dinyatakan memuaskan, maka salah satu yang dipilih
untuk dibangun. Proses pemilihan ini disebut langkah
keputusan dari proses desain. Ada selalu kemungkinan
menolak solusi yang tepat atau menerima solusi yang
salah.

Keputusan Oleh Desainer

Desainer yang memutuskan desain mana yang akan


dibangun akan melewati proses yang sama seperti yang
ditemukan jika menghadirkan atau memaparkan
desainnya itu kepada suatu kelompok. Perbedaan utama
dalam proses presentasi ide ini. Karena desainer
mengenal permasalahan, maka dia membuat beberapa
sketsa, gambar skala dan gambar pictorial dari setiap
desain untuk membantunya membandingkan desain yang

33
dipertimbangkannya. Langkah berikutnya adalah
mencatat keuntukngan dan kelemahan dari setiap desain.
Daftar ini juga menjadi panduan dalam mencapai pilihan
akhir. Dalam hal ini, dia mengkomunikasikan dirinya
melalui sketsa, gambar dan juga catatan untuk
memastikan bahwa semua aspek solusi dapat
dipertimbangkan.

Keputusan Oleh Orang Lain

Jika desain harus mendapt izin dari beberapa orang


atau kelompok, maka harus mendekati permasalahan
dengan cara yang sama seperti dicatat diatas. Dia harus
menempatkan penekan pada upaya menjelaskan idenya.
Untuk memutuskan individu atau kelompok dengan dasar
yang kuat untuk mengambil keputasan, desainer harus
menjelaskan satu langkah demi langkah. Satu desain akan
jauh lebih baik dibandingkan desain yang lain tetapi
kemungkinan membutuhkan biaya yang tinggi. Barang
kali memutuskan orang atau komite akan merubah
anggaran untuk membuat desain yang lebih mahal
mungkin jelas bahwa desain mahal akan lebih murah
dimasa yang akan datang.
Desainer tidak ingin untuk menipu yang lain. Dia
ingin memaparkan sisi dari isu yang ditampilkannya.
Komite yang mengambil keputusan seringkali dibuat dari
orang yang latarbelakang yang berbeda yang tidak
memahami aspek teknik dari permasalahan. Dalam kasus
ini, desainer harus mempersiapkan bantuan visual yang

34
memungkinkannya untuk menjelaskan rincian desain guna
meidentifikasikan sejumlah faktor yang harus
dipertimbangkan dalam desain.

Desainer membuat skala rancangannya untuk membantunya


mempertimbangkan alternatif yang ada

Presentasi Desain

35
Untuk memaparkan
desainnya para desainer
dapat menggunakan
sejumlah alat bantu visual.
Dia dapat menggunakan
model, flip
chat,slide,gambar,
Desainer perlu membuat
model lengkap dengan skala diagram,grafik atau teknik
untuk membantu
mempresentasikan desain yang sama. Arsitek dapat
membangun model skala
dari seluruh pengembangan
kota.
Karena orang rata-rata dapat memahami gambar
rincian,model itu lebih baik untuk suatu jenis presentasi.
Ketika model tidak dapat digunakan, gambar piktorial ini
digunakan untuk memperlihatkan penampilan proyek
dalam bentuk yang telah dijadiakan. Slide fotografi dari
solusi desain yang sama dapat digunakan sebagai contoh
dari jenis desain yang di ajukan.

Gambar Kerja

Jika proyek itu lebih sederhana, maka beberapa


desain untuk stasiun pelayanan atau area parkir, gambar
kerja yang lemgkap telah dipaparkan kepada komite.
Gambar kerja yang lengkap itu adalah gambar yang
dibuat lebih rinci dan dengan dimensi dan juga dapat

36
digukan dalam membangun proyek. Juga dapat ditambah
dengan sketsa, gambar dan diagram lain sbagaimana
disebutkan diatas. Pada sisi lain, desain yang diajukan
untuk bangunan apartemen kemungkinan disajikan dalam
bentuk umum sebelum investasi dilakukan dalam
mempersiapkan rincian gambar. Rencana yang diajukan
juga memperlihatkan penampilan bangunan dengan tata
letak lokasi, rencana lantai dan juga rincian utnuk sebuah
kesan yang telah diberikan dan telah dipersiapkan.

Ringkasan

Dalam proses desain, keputusan haruslah dibuat


untuk 1) menerima, 2)merubah atau 3) menolak desain.
Perlu untuk desainer untuk menghadirkan ide dan saran
sejelas mungkin bagi seseorang atau kelomppok orang-
orang untuk mengambil keputusan. Desain yang lebih
baikdapat ditolak jika desainer tidak mampu
menghadirkan idenya dalam bentuk yang dapat dipahami.
Dalam beberapa kasus, dia perlu menggunakan alat bantu
visual, khususnya gambar untuk memaparkan idenya.
Desainer juga harus mengembangkan
kemampuannya untuk membahas masalah desain dengan
kelompok dan memberikan saran didasarkan atas fakta

37
dan analisis kebutuhan permasalahannya. Jika desainnya
adalah lebih baik dan ini merupakan persetujuan dari
komite yang mengambil keputusan, maka langkah
berikutna adalah pelaksanaan desain. Ini dapat dimulai
dengan persiapan rincian gambar kerja dari mana proyek
itu akan dibangun.

38