Anda di halaman 1dari 74

GREEN BOOK

Edisi 2 Revisi
Buku Panduan Koas THT-KL
RSUD Kardinah Tegal

Editor:
dr. Fahmi Novel, Msi. Med, Sp.THT-KL
dr. Heri Puryanto, MSc Sp.THT-KL

Tim Penyusun:
Gede Bangun Sudrajad
Yoshua Adhinugraha

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN THT-KL


RSUD KARDINAH TEGAL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
2017
Kata pengantar

Rekan sejawat yang kami hormati.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan
karuniaNya, sehingga Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah Tegal Edisi 2 ini
dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Panduan ini disusun dengan harapan dapat
membantu teman-teman sejawat yang sedang menjalani stase koas THT-KL RSUD
Kardinah tegal agar dapat mengupayakan pembelajaran dan pelayanan kesehatan
THT-KL yang bermutu dan berbasis bukti ilmiah terkini.

Sesuai dengan masukan dari dr. Fahmi Novel, Msi. Med, Sp.THT-KL, dan dr.
Heri Puryanto, MSc Sp.THT-KL, dan rekan sejawat koas THT Angga Sidarta, S.Ked,
kami merevisi buku ini untuk menyempurnakan buku yang telah beredar lebih dari 1
tahun dikalangan anggota DAS koas Tegal. Agar dapat mengikuti perkembangan dari
UKMPPD dan SKDI, penyusun juga mencantumkan berbagai hal dalam lampiran
yang kiranya dapat membantu rekan sejawat dalam mempersiapkan ujian akhir
kedokteran nantinya.

Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada dokter pembimbing sekaligus


editor buku kami, dr. Fahmi Novel, Msi. Med, Sp.THT-KL, dan dr. Heri Puryanto,
MSc Sp.THT-KL, rekan sejawat koas THT Gede Bangun Sudrajad, S.Ked yang telah
memberikan ide awal, masukan kontruktif, dan membantu dalam penyusunan Buku
Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah Tegal edisi pertama.

Semoga semua usaha kita dalam belajar dan memberikan pelayanan


kesehatan terbaik di stase THT-KL RSUD Kardinah Tegal selalu dalam lindungan
Tuhan Yang Maha Esa dan memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan
masyarakat di Indonesia.

Jakarta, 15 Desember 2017

dr. Yoshua Adhinugraha


Ketua Tim Penulis Edisi 2

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 1


Untuk dokter pembimbing kami di Stase
Koas THT-KL RSUD Kardinah Tegal yang
tidak lelah-lelahnya mengajar dan
membimbing kami.

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 2


DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………1

Daftar Isi ………………………………………………………..3

Pengantar Koas THT ………………………………………………………..4

Anatomi THT ………………………………………………………..7

Fisiologi THT ……………………………………………………….14

Daftar Resep F ………………………………………………………18

Prosedur OP F ………………………………………………………19

Daftar Resep H ………………………………………………………21

Prosedur OP H ………………………………………………………23

Daftar ICD THT ………………………………………………………28

Catatan Bedside Teaching ………………………………………………………29

Lampiran ………………………………………………………36

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 3


Pengantar Koas THT

Nomor HP konsulen :
– Dr. Heri, Sp.THT : 08122578 4569 (WA)
– Dr. Fahmi, Sp.THT : 08157588 0057 (SMS)

Format Penulisan WA/SMS :


Assalamualaikum, selamat pagi dok saya koas THT (nama) izin melaporkan pasien
ruangan untuk hari ini :
1. (nama), (umur), (ruang), Dx – tindakan
2. dst
Pasien OK untuk hari ini :
1. (nama), (umur), (ruang), Dx – tindakan
2. dst
Terimakasih dok.

Presentasi:
– Jurnal Reading :
Pilih 3 judul 5 tahun terakhir (minggu ke 2/3) – print – ajukan – translate dan
susun laporan
– Presentasi Kasus (Preskas) – ditentukan oleh konsulen setelah jurnal
Alur :
Hari pertama (I):
 Setelah selesai dari DIKLAT perkenalan dengan dr. Fahmi, sp.THT,
 Perkenalan dengan dr. Heri, sp.THT (PR: buat 5 gambar anatomi status
lokalis THT contohnya ada di lampiran Green Book: telinga, hidung,
tenggorok – 1 lembar beserta keterangan, 4 lainnya gambar tanpa
keterangan, setoran anatomi+fisiologi THT di Minggu 1, Minggu 2 setoran
Anamnesis+PF THT).
 Perkenalan perawat di Poli sekalian minta ajarin buka komputer buat nyari
pasien di bangsal dan resep pasien.
 Perkenalan ke perawat ruang OK bareng dokternya aja ketika dokternya ada
jadwal operasi, atau kalau mau perkenalan sendiri juga silahkan.
 Hari pertama tidak ada follow up.
*Keterangan : email kelompok dasthttegal@gmail.com, password : THTkardinah
(pada akhir stase SEMUA koas WAJIB memasukkan data Preskas
(laporan kasus) dan Jurnal Reading ke FD dr. Heri, Sp. THT dan email
kelompok sesuai format yang ada di FD/email, tiap periode kasih 1 FD
kapasitasnya tidak usah besar-besar yang penting cukup buat
menyimpan file 1 kelompok kalian, terus jangan lupa kasih nama
periode kalian di FD di kasih langsung ke dr Heri, SP. THT atau
simpan di meja beliau dan kabarin beliau kalau sudah naruh FD nya di
meja)

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 4


Follow up :
Follow up harian : follow up ruangan fol. Up OK lapor ke konsulen
Ruangan/ tgl 28/11/2017 …/…/… …/…/… …/…/… …/…/…
ICU
LBP
LBW
LAP
LAW
Rosela
Ed. Atas
Ed. Bawah
WK. bawah
Dewadaru*
Cendana 1*
Cendana 2*
Cendana 3*
Puspanidra
* ket : tidak perlu di follow up, hanya dilaporkan saja

Dr. Heri, Sp.THT Dr. Fahmi, Sp.THT


Pasien ruangan : Pasien ruangan :
………………………………. ………………………………..
………………………………. ……………………………….
Pasien operasi : Pasien operasi :
……………………………….. ………………………………..
……………………………….. ………………………………..

*Ket :
– Pasien ruangan lihat di komputer
– Pasien operasi lihat di papan utama depan ruangan bedah sentral di dekat ruang
ganti
– Segera laporkan jumlah pasien, ruangan, diagnosis ke konsulen sesuai bagian
masing-masing
– Pasien ruangan Pro-Op di follow up ketika Post-Op h+1 karena h+0 kita udh
tulis di ruang OK (ketika lagi nulis laporan pembedahan), jika masih rencana
operasi atau di rawat inap langsug di follow up.
 Sebelum PKL 07.00 WIB, semua pasien harus selesai di follow up dan di
laporkan ke konsulen sesuai bagian masing-masing

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 5


Jadwal poli dan OK :
1. Dr. Heri, Sp.THT :
– Poli : Selasa, Kamis, Jumat
– OK : Senin, Rabu, Sabtu
2. Dr. Fahmi, Sp.THT
– Poli : Senin, Rabu, Sabtu
– OK : Selasa, Kamis
*Keterangan :
– Hari Jumat khusus emergensi/cito – THT nihil
– Baju dan perlengkapan OK bawa sendiri
– Pada kasus tertentu dr. Fahmi, Sp.THT kadang operasi diluar hari
biasanya, koas yang mengikuti beliau WAJIB sedia baju OK setiap hari

Style mengajar dr. Heri, sp.THT


Anatomi dan fisiologi – SOAP – kasus – obat
“Ciri koas sungguh-sungguh sedia alat THT” – dr. Heri, Sp. THT

Alat THT :
• Otoskop
• Spatula
• Pinset telinga
• Pinset hidung
• Cerumen haq
• Cerumen spoon
• Applicator
• Spekulum telinga
• Spekulum hidung

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 6


ANATOMI – THT

1. Anatomi telinga dibagi menjadi :

– Telinga luar
• Aurikula (helix, antihelix, tragus, antitragus, antihelical fold,
fossa triangularis, concha, lobul)
• Liang telinga
✓ Kanalis auditorius eksterna
✓ Meatus auditiva eksterna
o Bagian tulang rawan : 1/3 lateral ( fol. Rambu,
kel. Sudorifera, kel. Sebacea, kel. Seruminosa
o Bagian tulang : 2/3 medial (rambut -,
kelemjar -)
o Penyempitan/ isthmus (junctura kartilago-
ossea)

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 7


Telinga tengah

• Membran timpani
 ✓ Pars flacida : stratum kutaneum, stratum mukosum
✓ Pars tensa : s. kutaneum, s. fibrosum (sirkuler,
 radier), s. mukosum
✓ Umbo : bagian penonjolan bag bawah maleolus pada

MT

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 8


• Kavum timpani
 ✓ Kubus irreguler
✓ Berhubungan dengan nasofaring => tuba
 eustachius, antrum mastoid => auditus ad antrum
✓ Isi kavum timpani :
o Tulang pendengaran : maleus, incus, stapes
o Ligamen : malei lateralis dan superior
o Saraf : korda timpani, n. stapedius
• Tuba eustachius
 ✓ Pars osseus : 1/3 bagian lateral, terbuka
 ✓ Pars kartilaginosa : 2/3 bagian medial, selalu tertutup
 ✓ Mengatur keseimbangan tekanan membran timpani
 ✓ Saluran membuka saat membuka mulut
– Telinga dalam
• Tulang : l. osseus
 ✓ Cochlea :
o Skala timpani (perilimf)
o Skala media (endolimf)
o Skala vestibuli (perilimf)
o Organ korti
 ✓ Vestibulum;
o Sakulus
o Utrikulus
 ✓ Kanalis semisirkularis :
o Horisontal
o Superior/ anterior
o Inferior/ posterior
• Membranosa : l. membranacea

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 9


2. Anatomi Hidung
– Fungsi hidung :
• Jalan nafas
• Indra penciuman
• Air conditioning
 • Penyaring/ proteksi
• Resonansi

– Hidung bagian luar : dorsum, supratip, tip, eksternal nares, columela,


labial angel, nasolabialis fold
– Hidung bagian dalam : konka superior, konka inferior, septum nasal,
tulang, kartilago, komplek osteomeatal
• Fungsi sinus :
 ✓ Air conditioning
 ✓ Keseimbangan kepala
 ✓ Menjaga suhu
 ✓ Resonansi
• Sinus paranasal :
 ✓ Sinus frontalis
 ✓ Sinus sfenoid
✓ Sinus etmoidalis

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 10


✓ Sinus maksila, diperdarahi :
o A. maksila anterior
o A. sfenopalatina
o A. palatum mayor


o Almeolaris anterior-posterior
• Kompleks Osteomeatal / KOM (unit drainase fungsional)
 ✓ Bula etmoid
 ✓ Prosesus uncinatus
 ✓ Infundibulum etmoid
 ✓ Meatus semilunaris
 ✓ Duktus nasolakrimalis
 ✓ Ostium sinus maksila
 ✓ Resesum fururalis
• Vaskularisasi :
✓ A. etmoidalis anterior
✓A. sphenopalatina Plexus Kiesselbach
✓A. palatina mayor
✓A. etmoidalis posterior
✓ A. septal nasal posterior
3. Tenggorokan :

– Nasofaring :
a. Tonsila nasofaring/adenoid
b. Muara tuba eustachii
c. Fossa Rossenmuller

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 11


– Orofaring
a. Tonsila palatina
b. Tonsila lingualis
– Hipofaring/laringofaring
a. Pintu esofagus
b. Laring

Batas-batas anatomi tenggorokan :

I. Nasofaring :
a. Batas :
– Batas depan : koana
– Batas atas : basis cranii
– Batas belakang : vertebra cervical
– Batas lateral : dinding medial leher
– Batas bawah : palatum mole
b. Bangunan :
– Ostium tuba
– Adenoid
– Fossa Rosenmuller
– Isthmus nasofaring
– Torus tobarius

II. Orofaring :
a. Batas :
– Batas depan : kavum oris
– Batas atas : palatum mole
– Batas belakang : vertebra cervical 2, 3
– Batas lateral : dinding medial leher
– Batas bawah : epiglotid
b. Bangunan :
– Tonsila palatina
– Fossa supratonsil
– Tonsila lingualis
– Punggung bukalis (mukosa), palatum durum

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 12


III. Laringofaring :
a. Batas :
– Batas depan : epiglotid
– Batas atas : epiglotis
– Batas belakang : vertebra cercicalis 3,4,5,6
– Batas lateral : dinding medial leher
– Batas bawah : depan (kriko), belakang (introitus
esofagus)
b. Bangunan :
– Laring
– Fossa piriformis
– Valekula

IV. Mukosa :
a. Faring : superior (kolumner pseudokomplek +
silia), inferior ( transisional kompleks)
b. Orofaring : skuamous kompleks
c. Laringofaring : skuamous kompleks

V.Jaringan limfe :
a. Adenoid : tonsila luskha, tonsila nasofaringeal
b. Tonsila palatina : fausial tonsil, amandel
c. Tonsila lingualis

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 13


Fisiologi THT

Fisiologi pencernaan, terdapat 3 fase :

1. Fase oral (voluntery) : mekanis dan kimiawi


2. Fase pharingeal ( involuntery) : early, middle, late (epiglotis menutup)
3. Fase esophageal : contracted musclebolusperistaltikrelease
muscle

Fisiologi suara :

Generator (paru-paru) aliran udara pita suara bergetar (vibrator) – intonasi dan
resonansi indivisualruang 3 dimensi (resonator) – orofaring-nasofaring-sinus-
cavum nasi suara dibentuk oleh lidah, pipi, gigi-geligi, dan bibir (artikularis)
Keluhan subjektif (telinga):

1. Nyeri telinga (otalgia)


– Luar : perikondritis
– Aurikula : abses/fistula preaurikularis, abses/fistula
retroaurikuler, dermatitis, hepes zooster
– MAE : otitis eksterna (sirkumskripta dan diffusa)
– Tengah : otitis media ( stad. Hiperemis dan supuratif), OMSK (tipe
bahaya)
2. Gatal
– Luar : OE furunkelosa, serumen, otomikosis – pseudohifa-
aspergilus (putih) dan candida (kuning), alergi
– Sistemik, nerve deferation
3. Otorhea
– OMSK
– OMA (stadium supurasi)
4. Penurunan pendengaran
– Serumen impak, OE sirkumskripta/difusa, oklusi tuba, OMA/OMSK
5. Tinitus
– Luar : serumen impak
– Tengah : oklusi tuba
– Dalam : meniere disease, labirinitis
6. Vertigo
– Meniere disease, BPPV

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 14


Keluhan subjektif (hidung):

4. Tersumbat
– Deviasi septum
– Hipertrofi konka
– Tumor sinonasal
– Corpal hidung (benda asing)
– Alergi(tersumbat, bersin, sekret bening, gatal), pd Rinoskopi anterior
ditemukan Konka Livide
– Polip
5. Bersin
– Rhinitis (alergi, vasomotor, medika)
– Benda asing/corpal
6. Rhinorhea
– Rhinitis akut atau kronik
– Sinusitis akut atau kronik
– Corpal hidung
7. Gangguan penciuman
– Kakosmia
– Hiposmia
– Dll
8. Epistaksis
– Fraktur os nasal, tumor sinonasal, tumor nasofaring, hipertensi
– Lokal : trauma, infeksi, neoplasma, kelainan kongenital
– Sistemik : kardiovaskuler, kelainan darah (leukemia, hemofilia),
perubahan tek. atmosfer, gangguan endokrin
9. Nyeri hidung
– Abses hidung
– Trauma
10. Bindeng (nasolalia)
– Tumor
– Kelainan anatomi (palatoschisis)

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 15


Keluhan subjektif (tenggorokan)

1. Sistem respirasi
Sesak (distress respirasi)dyspnoe
o Tumor (laring, nasofaring, sinolaring)
o Alergiedema
o Benda asingkorpal
o Inflamasiinfeksi laringitis akut
o trauma
Serak (hoarsness)
o Tumor laring
o Laringitis akut
o Faringitis
o Nodul plika vokalis
o Gangguan neurologi : post stroke
o Parese plika vokalis
Batuk (cough)
orFaringitis
o Tonsilitis
o Korpal laring

2. Sistem pencernaan
Nyeri menelan (odinofagia)
o Tonsilitis
o Faringitis akut
o Laringitis akut
o Tumor
o Ca nasofaring
o Gangguan sistemik
o Abses peritonsil
Sulit menelan (disfagia)
o Laringitis akut
o Tonsilitis
o Faringitis
o Kelainan anatomis (striktur, akalasia)
o Ca. nasofaring
o Alergi
Muntah
o AktifTIA meningkat
o PasifGERD (regurgitasi)

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 16


*Note: Baca detailnya di jurnal Fisiologi Pendengaran yang ada di Google
Drive mengenai berapa % suara yang masuk

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 17


DAFTAR RESEP dr. Fahmi

1. Rhinitis akut simplex 8. Korpal


– Baquinor 500mg (ciprofloxacin) – Amoxilin 500 mg
– Rhinos SR tab – Paracetamol 500 mg tab
– Lameson 4 mg tab (metil
prednisolon) 9. OMSK
– Sanmol 500 mg (paracetamol) – Cefixim syr
– Tremenza syr
2. Otitis eksterna
– Ciprofolxacin 500mg 10. Sinusitis kronis
– Metil prednisolon 4 mg tab – Asam mefenamat 500 mg
– Rhinos SR tab – Ciprofloxacin 500 mg tab

3. Neoplasma ganas pada laring 11. Tonsilitis kronis


– Azytromicin – Amoxan 500 mg tab (amoxicilin)
– PCT – Mefinal 500 mg (as. Mefenamat)
– Ambroxol tab – Dexametason tab

4. Granulasi telinga + otitis eksterna 12. Obstruksi tuba


– Cloneksi dry syr (co-amoxiclav) – Ciprofloxacin 500 mg tab
– Pondex syr – Metil rpednisolon 4 mg tab
– Rhinos SR tab
5. OMA (anak 1 thn)
– Sporetik syr (cefixime) 13. Kista ateroma
– Tremenza syr (pseudoefedrin – Ciprofloxacin 500 mg tab
HCL + tripolidine) – Metronidazol 4 mg
– Nutriflam tab (anti inflammatory
6. Serumen impak (anak 5 thn) enzyme)
– Cetirizin syr (anti histamin + anti
alergi) 14. OMSK
– Daryantul TT
7. Laringitis kronis – Ciprofloxacin 500 tab
– Azitromicyn 500 tab – Metil prednisolon 4 mg
– Metil prednisolon 4 mg tab – Nutriflam tab
– Asam mefenamat 500 mg tab
15. Post-Op FESS &/ Konkoplasti
– Inf RL 20 tpm + Ketorolac 1 Amp
– Inj Cefotaxime/Ceftriaxone 2x1 gr
– Inj Kalnex 2x500 gr

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 18


PROSEDUR OP dr. Fahmi

I. Sinusitis + tumor maksila + hipertrofi konka


1. Pasien tidur dengan GA
2. Desinfeksi
3. Pasang kassa adrenalin 1:5, inj. Pehacain konka dan KOM
4. Lakukan FESS pada sinus etmoid dex – PA
5. Lakukan konkoplasti
6. Lakukan CWL – cuci perhidrol + NaCl – PA
7. Pasang tampon gulung
8. Jahit
9. Perdarahan (-)
10. Operasi selesai
Instruksi pasca Op :
Injeksi : Cefotaxime 2x1 gr, Kalnex 2x500 mg, Metilprednisolon
2x125 mg, Ranitidin 2x1
Infus : IVFD RL+ Ketorolac 1 amp/12 jam

II. OME (otitis media eksudatif)


1. Pasien terlentang dengan GA
2. Desinfeksi
3. Lakukan miringotomi
4. Bersihkan lendir + hisap cairan
5. Masukan tampon
6. Perdarahan (-)
7. Operasi selesai

III. Hipertrofi konka/konkoplasty


1. Pasien terlentang dengan GA
2. Lakukan desinfeksi
3. Inj. Pehacain
4. Lakukan konkoplasty duplex
5. Pasang tampon
6. Evaluasi perdarahan
7. Operasi selesai

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 19


IV. Tonsilitis kronis
1. Pasien tidur dengan GA
2. Desinfeksi
3. Pasang mouth gag
4. Lakukan tonsilektomi
5. Jahit 2:2
6. Evaluasi perdarahan (-)
7. Operasi selesai
Instruksi pasca Op :
oral : Amoksan Syr 3xII C, Amoksan Syr 3xII C

V.Reposisi os nasal
1. Pasien terlentang dengan GA
2. Lakukan desinfeksi
3. Reposisi os nasal
4. Pasang tampon
5. Jahit
6. Evaluasi perdarahan
7. Operasi selesai

VI. Laringoskopi / nasofaringoskopi


1. Pasien duduk
2. Anastesi lokal/spray
3. Dilakukan nasofaringoskopi
4. Dilanjutkan dengan laringoskopi

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 20


DAFTAR RESEP dr. Heri

Resep dasar :
– CK : cefadroxil/ ciprofloxacin + kalium Diklofenak
– CK + Nutriflam
– CK + Cetirizine
– CK + Rhinos
– CK + Vectrin
* keterangan : resep normal 10 tab, 2 x 1 tab

Racikan :

Obat 25 kg 16 kg Instruksi
Paracetamol 0,5 tab 0,3 tab 15 buah, bungkus
Dexametason 0,5 tab 0,3 tab 3x1
Tremenza 0,5 tab 0,3 tab pagi-siang-malam
Ambroxol 0,5 tab 0,3 tab

Tindakan :
– Ekstraksi serumen (75 ribu)
– Hisap/ sedot lendir (40 ribu)
– Irigasi hidung – spuit 50 cc
– Cuci sinus – pasien sedot air hangat, lalu buang
– Sumbatan tuba eustachius – pasien menelan ludah

1. Neoplasma ganas Nasofaring (CA nasofaring)


– MST 6 tab, 2x1 (morphin sulfat)
– Nutriflam 6 tab, 2x1

2. Faringitis kronis
– Vectrin 300mg, 10 tab, 2x1
– Nutriflam 6 tab, 2x1 / Kalium Diklofenak
– Cetirizin 2x1

3. Gangguan suara (hoarseness)


Dd/ laringitis akut, faringitis, tonsilitis kronis on akut

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 21


4. Corpal hidung
– Tindakan : ekstraksi corpus alineum THT
– Cefadroxil 125 mg syr, 1 btl, 2x1 Cth
– Lacoldin syr 1 btl, 3x1 Cth

5. Obat umum di THT :


– Cetirizin 10 tab, 2x1
– Akilen, dexketoprofen, 10 tab, 2x1 (ofloxacin)
– Tofedek 10 tab, 2x1 tab
– Omeprazol 10 tab, 2x1, sebelum makan
– Otilon 1 btl , 3 x 5 tetes telinga ka-ki (polimiksin B sulfat,
neomycin sulfat, hidrokortison asetat, ilidocain, HCl)
– Metil prednisolon 4 mg tab
– Forumen ear drop 10 ml, 1 fls, 3 x 5 tetes telinga (Na docusate)
– Paracetamol 500 mg
– Levofloxacin tab, 5 tab, 1 x 1
– Dexametason 0,5 mg, 15 tab, 2 x1
– MST 10 tab (morphine sulfate)

Format Surat Perintah Rawat Inap dan Konsul :

Diagnosa : ATK, dysphagia


Intruksi :
– Terapi ATK, hari…tgl….
– Awasi KU + VS
– Lengkapi inform consent + DL
– Mohon konsul TS Anastesi
– Puasa dll sesuai TS sp. Anestesi

Pemeriksaan Laboratorium :
– Hematoanalyzer + diff
– CT, BT
– HbsAg
– HIV1

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 22


PROSEDUR OP dr. Heri
(Lihat lampiran Lembar Op untuk lebih jelasnya)

Prosedur operasi ATK dr. Heri, sp.THT

Isi lembar-lembar berikut ini :


1. Format pembayaran tindakan:
– Tanggal, nama pasien, ruangan, dr. operator, dr. anestesi, diagnosa, no
RM, umur, jenis kelamin

2. Daftar tilik Pembedahan


–Nama prosedur : Adenotonsilektomi
–YA
–Jumlah kasa terpakai 10
–Labeling
–Tidak
–YA

3. Laporan Operasi/Tindakan medis


– NAMA :
– RUANG :
– DIAGNOSA PRA OP : Adenotonsilitis kronis + dysphagia
– POST : adenotonsilektomi
– GOL OP : 3
– ALAT : steril
– JENIS BIUS : GA (General Anesthesia)
– DESINFEKSI : mulut
– HASIL TEMUAN EKSPLORASI : Tonsil
 PENGIRIMAN JARINGAN OPERASI : PA (+)
– DESKRIPSI :
o Pasien masuk kamar OP dalam keadaan sadar
o Setelah pasien masuk stadium GA dan pasien dalam posisi terlentang
o Dilakukan desinfeksi pada area operasi, dipasang duk steril dan Boyle-
Davis mouth gag.
o Identifikasi tonsilopalatina dan adenoid
o Dilakukan adenotonsilektomi secara bertahap dan berurutan dengan
metode diseksi dan curet adenoid.
o Atasi perdarahan dengan jahit ikat 2 : 2.
o Evaluasi perdarahan negative, lepas mouth gag dan duk
o Op selesai.

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 23


4. Instruksi pasca OP
– Oral : cefadroxil syr 2 x II C, PCT syr 3 x II C (dosis disesuaikan
umur/BB)
– Cairan : inf RL 20 tpm
– Pesan khusus :
 • Awasi KU + VS + perdarahan
• Posisi tidur miring 1 sisi, kompres dengan es ± 6 jam
 • Bila sadar betul (peristaltik +) boleh es krim sedikit demi sedikit
± 6 jam kemudian BBS bertahap
• Diit : BBS
• Mobilisasi : bertahap

5. Format infromasi dan edukasi OP : semua sudah

6. Persetujuan/ penolakan tindakan kedokteran


– Dx : ATK + dysphagia
– Dasar : Ax, Px fisik
– Tindakan : ATE
– Indikasi : medis
– Tata cara : sesuai SOP
– Tujuan : terapeutik
– Resiko : perdarahan, aspirasi, kematian
– Komplikasi : perdarahan, nyeri, infeksi
– Prognosis : bonam

7. Assesment Pra Op :
– Data subjektif : nyeri tenggorokan berulang tiap bulan sejak 5 tahun
yang lalu disertai sulit menelan
– Data objektif : T4, muara kripta melebar, detritus (+), hiperemis (-)
– Diagnosis pra op : ATK + dyspaghia
– Rencana : ATE
– Nutrisi : BBS
– Terapi obat : cefadroxil syr 2 x IIC, PCT syr 3 x IIC

8. Catatan Perkembangan Pasien terintregasi


– S : perdarahan (-)
– O : T0 - T0, bleeding (-)Koas gambar sesuai dengan anatomi
– A : post Op H.0
– P : awasi KU, VS, perdarahan, inf. RL 20 tpm, cefadroxil syr 2 x IIC,
PCT syr 3 x IIC, perdarahan (-) – besok BLPL

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 24


9. Surat eligibilitas Peserta : diagnosis, prosedur, nama dokter

10. Lembar Tabel Data identitas : Dx, kompikasi, nama prosedur, nama dokter

11. Resume medis (Diagnosis, anamnesis, lihat no 7 – dst sampai prognosis)

12. Pengkajian Awal pasien rawat inap (anamnesis lihat no. 7 : keluhan utama,
RPS, RPD)

13. Formulir terapi rawat inap : tulis resep

Diruangan, untuk edukasi pasien post-ATE :


– Kontrol poli selanjutnya maksimal 1 minggu
– Makan lunak, bubur sumsum dulu 3 hari, lalu bubur nasi 3 hari
– Bubur ayam/ buah boleh tapi di jus

Catatan:
1. Semua objektif di CPPT (RM 4) harus digambar sesuai dengan anatomi
2. Template perintah rawat inap:
a. Awasi KU, VS
b. Lengkapi Informed Consent + DL
c. Konsul TS Anestesi
d. Puasa sesuai TS Anestesi

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 25


Kasus OP :
a) Miringotomi + pasang tube
 ✓ Pasien masuk kamar operasi dalam keadaan sadar
 ✓ Lakukan GA dan pasien dalam posisi terlentang
 ✓ Lakukan desinfeksi pada area OP
 ✓ Identifikasi telinga (kanan/kiri);air bubble positif
✓ Lakukan miringotomi arah jarum 5 (atau 7 tergantung sisi kanan
 atau kiri), suction lendir (discharge mukoid)
 ✓ Pemasangan ventilasi tube
✓ Operasi selesai

Instruksi pasca Op : oral : levofloxacin 1x1, metil prednisolon 2x8mg


nutriflam 2x1, rhinos 2x1

b) Rhinosinusitis kronis + hipertrofi konka


Tindakan : Functional Endoscopy Sinus Surgery (FESS) + konkoplasti
 ✓ Pasien masuk kamar Op dalam keadaan sadar
✓ Setelah masuk dalam stadium GA dalam posisi terlentang,
 dilakukan desinfeksi diarea operasi
 ✓ Pasang duk steril dan kassa adrenalin 1:5 pada kavum nasi
✓ Setelah 2 menit kemudian dilakukan FESS meliputi infiltrasi
 KOM, uncilektomi, infudektomi, etmoidektomi
 ✓ Cuci sinus dan pasang tampon sinus
✓ Lakukan konkoplasty, meliputi infiltrasi konka inferior, insisi
 dan konkoplasti
 ✓ Pasang tampon padat hidung
 ✓ Evaluasi perdarahan negatif, tutup kassa hepafix
✓ Operasi selesai.

FESS operasi gol khusus/4, konkoplasty gol 3


Terapi :
– Inj. Ceftriaxon 1gr/12 jam
– Inj. Ketorolac 1amp/12 jam
– Inf. RL 20 tpm
BPJS :
– Diagnosis utama : rhinosinusitis kronis
– Dx sekunder : hipertrofi konka
– Dx sekunder II : rhinitis alergi
Data subjektif : hidung buntu, nyeri wajah, bau
Data objektif : konka hipertrofi, Pus (+), FESS + konkoplasti
Note: Aff Tampon Sinus H+2 !!!  JIKA <H+2Bisa Hematosinus

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 26


c) Eksisi tumor telinga dextra
 ✓ Pasien masuk kamar Op dalam keadaan sadar
✓ Setelah masuk dalam stadium GA dalam posisi terlentang,
 dilakukan desinfeksi di area operasi
✓ Identifikasi massa kanalis auditivus eksternus kemudian
lakukan eksisi secara berurutan, tampak membran timpani intak.
 ✓ Atasi perdarahan dengan kassa adrenalin 1:5
 ✓ Evaluasi perdarahan (-)
 ✓ Pasang tampon sufratule
✓ Operasi selesai

Terapi :
– Cefadroxil 1 x 500mg
– K. diklofenak 2x50 mg
Data subjektif : nyeri telinga kanan, terasa buntu, keluar cairan
Data objektif : terlihat massa di telinga kanan, mudah berdarah

d) Karsinoma nasofaring
Tindakan : eksisi dan Biopsi endoskopi
 ✓ Desinfeksi area operasi, pasang duk steril
✓ Identifikasi dengan endoskopi tampak massa nasofaring kanan –
 kiri, mudah berdarah
 ✓ Lakukan eksisi biopsi kanan dan kiri
 ✓ Atasi perdarahan dengan tampon padat hidung kanan dan kiri
 ✓ Evaluasi perdarahan (-)
✓ Op selesai

Pra Op : epistaksis susp KNF


Data subjektif : mimisan, hidung buntu, telinga berdenging, suara sengau
Data objektif : massa nasofaring, mudah berdarah
Diet : TKTP
Mobilisasi bertahap

e) Tumor tonsil dekstra


Tindakan : Eksisi dan Biopsi
 ✓ Desinfeksi area operasi, pasang duk steril
✓ Dilakukan anestesi lokal dg Xylocain gell
✓ Identifikasi dan eksplorasi massa tonsil palatine permukaan
 tidak rata, ukuran 3x4 cm, mudah berdarah
 ✓ Lakukan eksisi biopsi 
 ✓ Atasi perdarahan dengan kassa albotil
 ✓ Evaluasi perdarahan (-)
✓ Op selesai

Terapi :
– Cefadroxil 2x1 tab
– Kalium Diklofenac 2x1 tab
– Asam Traneksamat 2x500 mg
Data subjektif : nyeri tenggorokan, disertai sulit menelan
Data objektif : T3 dekstra, permukaan tidak rata, hiperemis(-)

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 27


DAFTAR ICD THT
Berguna untuk input data di komputer

Abses submandibula …………….. ……………………… L02.1


Anosmia ………………………… ……………………… R43.0
Benda asing di telinga …………... ……………………… T16
Edema cerebri otak ……………… ……………………… G93.6
Efek bising pada telinga dalam …. ……………………… H83.3
Faringitis kronis …………………. ……………………… J31.2
Fraktur Os nasal ………………… ……………………… S02
Gangguan suara …………………. ……………………… R49
Kolesteatom telinga luar ………… ……………………… H60.4
Malignant neoplasma pharynx ….. ……………………… C14.0
Neoplasma laring ………………... ……………………… C32
Neoplasma nasofaring …………... ……………………… C11
Obstruksi tuba eusthacius ……….. ……………………… H68.1
OM serosa kronik ………………. ……………………… H65.2
OMSK lain ……………………… ……………………… H66.3
Otitis eksterna lainnya …………... ……………………… H60.8
Perforasi MT ……………………. ……………………… H72
Rhinitis alergi lainnya …………... ……………………… J30.3
Rhinitis kronis …………………... ……………………… J31.0
Sensorineural hearing loss bilateral ……………………… H90.3
Serumen impak ………………….. ……………………… H61.2
Sinusitis akut ……………………. ……………………… J01
Sinusitis kronis ………………….. ……………………… J32
Tonsilitis kronis …………………. ……………………… J35.0
Tumor telinga …………………… ……………………… H61

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 28


Catatan Bedside Teaching

Hiposmia :
1. Obstruksi hidung :
– Rhinitis
– Hipertrofi konka
– Polip
– Tumor
2. Penyakit sistemik : DM, gangguan ginjal, obat-obatan

Anosmia
– Susuri jaras penciuman yang terganggu
– Gangguan penghidu :
• Trauma area frontal oksipitalis
• Pasca infeksi virus
• Osteoma/meningioma
• Degenerasi
• Tumor cavum nasi, hipertrofi konka

Parosmia (sensasi bau yang berubah-ubah) : trauma

Sindrom syok septik – bisa karena tampon yang tidak dilepas sebelum pulang

Hidung mampet : tumor, degenerasi


Hidung dipegangnyeri hidung :
– Paling sering abses septum
– Radang akar silia hidung

Nyeri pada wajah : sinusitis [nyeri ketuk, nyeri saat dipegang (-)]

Rhinolith : benda asing dihidung terbungkus epitel seperti batu – kelainan seperti
pilek dan bau

Anamnesis nyeri hidung – arah ke infeksi hidung akut (abses, selulitis, dll)
– Nyeri mulai kapan
– Sebelah mana
– Riwayat korek/cabut bulu hidung
– Riwayat demam dan pilek

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 29


Rhinitistidak nyeri, keluhan pilek, bersin-bersin, hidung mampet
Sinusitispilek, hidung bau, nyeri pada wajah, kepala pusing
Bersin – keluhan atau gejala trias alergi

Epistaksis –bedakan anterior dan posterior :


• Bersihkan stolsel
• Pastikan darah mengalir kedepan/belakang
• Duduk tegak
• Pastikan dengan spatel tounge – jika kebelakang – epistaksis posterior

Gatal : telinga (serumen), otitis eksterna

Otorhea : OMSK

Pendengaran berkurang – corpal serumen – presiakusis, meniere disease (px. garpu


tala)

Vertigo : sentral dan perifer – dibedakan dengan nistagmus

Tuba anak : datar, pendek, lebar – mudah infeksi

Adenoid membesar : komplikasi OMA stadium I

Mastoid : basis kranii, bulbus jugularis, N facialis

Kolesteatom : prognosis buruk terdapat enzim proteolitik bisa tembus ke tulang,


PA (jinak, tp klinis ganas)

Nyeri hidung = rhinalgia

Angiofinrom :
• tumor pada pembuluh darah – perdarahan massif
• juveline angiofibrome – mudah

LED – kronisitas

Eusinofil – alergi

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 30


Learning Issue :
1. Apa saja yang termasuk 10T nyeri telinga :
– Teeth
– TMJ
– Tubal area
– Tonsil
– Throat
– Tongue
– Thracea
– Tiroid gland
– Temporal arteritis
– Trauma

2. Tes garpu tala :


a) Tes rinne
– Bandingkan hantaran tulang dan udara
– Cara : getarkan – taroh tulang – tidak terdengar, pindahkan ke
depan telinnga – tidak dengar (-)
– N/ tuli sensori neural (+)
– Tuli konduktif (-)
b) Tes bing
– Lateralisasi bunyi
– Cara : tragus tutup liangnya – garpu tala bergetar di tengah dahi
– Lateralisasi ke telinga yang ditutup – N/tuli sensorineural
– Tidak bertambah keras : tuli konduktif
c) Tes weber
– Bandingkan hantaran tulang telinga kanan dan kiri
– Cara : getarkan garpu tala, taruh di dahi
– Tidak ada lateralisasi : N
– Lateralisasi kesisi sakit ; T. konduktif
– Lateralisasi kesisi sehat : T. sensorineural
d) Tes swabach
– Bandingkan hantaran tulang pasien dan dokter
e) Tes stenger
– Untuk tuli anorganik/malinggering
– 2 garpu tala, 1 lebih kencang pada yang pura-pura tuli
– N : yang terdengar lebih kuat
– Abnormal jika terdengar yang lebih tidak kuat
f) Tes batas atas batas bawah
g) Tes bisik

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 31


3. Pemeriksaan penunjang pendengaran (objektif)
– BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry)
– ASSR ( Auditory Steady State Response)

4. Membedakan tinitus objektif dan subjektif


– Subjektif : skala Klockhoff dan lindblom
– Objektif : audiometer

5. Nistagmus : gerakan involunter mata yang dapat terjadi pada gerakan


arah horisontal/vertikal yang disengaja
– Tipe pendulum (kongenital)
– Tipe didapat : penyakit labirinitis, batang otak, serebelum, ES obat
– Nistagmus rotatoar – lesi vestibuler (perifer/sentral)
– Nistagmus vertikal – batang otak, obat, for. Magnum

6. Beda tonsil dan adenoid


a) Tonsil
– Merupakan jaringan limfoid
– Ditunjang jaringan ikat dengan kripta didalamnya
– Terlihat tanpa alat
– Densitas padat
– Terpisah, bukan merupakan gabungan
----------
– Ada kapsul (pseudo)
– Mendapatkan perdarahannya dari arteri
– Ekstraksi (+)
– Memiliki kripta (bisa ada dendritus)
– Tidak bisa regresi secara sempurna
b) Adenoid
– Tidak terlihat lewat mulut/hidung
– Densitas sedang
– Merupakan gabungan dari 2 primordia lateral
-------------------------
– Tidak ada kapsul
– Mendapat perdarahan dari kapiler
– Biasanya dilakukan kuretase
– Tidak memiliki kripta

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 32


– Dapat regresi secara sempurna :
o Lahir – 5 tahun : membesar
o 5-9 thn : pembesaran lebih cepat
o 9-14 thn : stagnan
o >14 thn : regresi sampai sempurna
o jika tidak teregresi sampai sempurna setelah dewasa
disebut adenoid persisten

7. Anatomi KOM
– batas :
o medial : konka media
o lateral : lamina papirosea
– struktur yang termasuk :
o konka media, prosesus uncinatus, bulla etmoid,
infundibulum etmoid, hiatus semilunaris, ostium sinus
maxillaris, resesus frontal, sel-sel ager nasi

8.Indikasi tonsilektomi :
– Absolut :
o Pembengkakan tonsil yang menyebabkan obs. saluran nafas,
disfagia berat, gangguan tidur, dan komplikasi kardiopuloner
o Abses peritonsil yang tidak membaik dengan pengobatan
medis dan drainase
o Tonsil diduga sumber infeksi yang dapat menyebabkan
kejang demam
o Dicurigai tumor ganas stadium awal
o Tonsilitis kronis
 ▪ 7x </= dalam 1 tahun
 ▪ 5x </= dalam 2 tahun
 ▪ 3x </= dalam 1 tahun dan berurutan selama 3 tahun
– Relatif :
o Rekurensi tonsilitis dengan antibiotik adekuat
o Halitosis (bau mulut) karena ATK tidak membaik dengan terapi
medis
o ATK berulang pada karier strptokokus yang resisten
dan betalaktamase
– Kontra indikasi :
o Gangguan perdarahan
o Resiko anestesi berat/ penyakit berat
o Anemia
o Infeksi akut berat

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 33


9. Prosedur intubasi
– persiapan alat + informed consent (IC)
o Laringoskop [Dewasa (3/4), Anak (2), Bayi (1)]
o Endotrakeal Tube [Dewasa (6,5-7), Anak (4), Prematur (2,5),
Aterm (3,5)]
o Spuit 20 Cc
o Handscoon
o Lubricant
o Forcep Magill
o Ambu Bag
o Plester
o Orofaringeal Airway
o Suction
o Stetoskop
o Obat Emergency
✓ Atasi Bradikardi
o Adrenalin/Epinefrin : Vasopresor jika terjadi Cardiac Arrest
– Cara kerja
o Atur posisi
o Sebelum intubasi VTP cegah hipoksia
o Intubasi secara bertahap

10. FESS (functional endoscopy sinus surgery)- operasi minimal invasif


– Indikasi :
o Sinusitis menahun/rhinosinusitis kronik yang sudah pengobatan
konservatif 2-3 bulan
o Sinusitis dengan komplikasi
– KI :
o Kelainan darah (leukemia, anemia) – perdarahan sulit diatasi
o Konsumsi obat antikoagulan – harus berhenti 6-8 jam sebelum
operasi

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 34


11. Karsinoma Nasofaring – DD sampai terbukti (-)
– Gejala khas :
o Telinga berdenging
o Epistaksis
o Disfagia
o Nyeri kepala berat
o Pembesaran kelenjar limfonodi
– Faktor resiko :
o Demografi ( makanan – ikan asin mengandung nitrosamin)
o Cancer age > 50 tahun (sekarang usia muda)
o Pekerjaan ( tukang besi/las, terpapar pertisida, debu kayu)
– Pemeriksaan penunjang KNF :
o Ct-scan nasofaring
o Endoskopi
o Biopsi
o Massa colli harus FNAB/AJH
– Menilai metastase :
o Head CT-scan
o Rontgen thorax
o USG abdomen
o Bone scan

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 35


LAMPIRAN
Catatan, Gambar, Diagram, & Tabel

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 36


Tes Bisik

Tes Penala

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 37


Rhinitis

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 38


Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 39
Sinusitis

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 40


Vertigo

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 41


Vertigo of Central Origin

Vertigo of Peripheral Origin

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 42


BPPV

Dix-Hallpike

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 43


Manuver BPPV

Manuver Epley

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 44


Manuver Brandt-Daroff

Abses Leher Dalam

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 45


Keganasan

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 46


Lima Gambar Anatomi Status Lokalis THT Sederhana

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 47


SKDI

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 48


Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 49
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 50
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 51
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 52
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 53
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 54
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 55
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 56
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 57
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 58
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 59
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 60
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 61
LEMBAR BERKAS-BERKAS OPERASI

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 62


Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 63
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 64
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 65
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 66
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 67
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 68
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 69
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 70
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 71
Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 72
Tentang Kami

Pada awal berdirinya, DAS (Dark Art Society)


adalah suatu kelompok belajar 2 orang koas di stase
THT-KL. Kami tidak pernah terbayang untuk menulis
sebuah buku panduan, sampai suatu ketika dr. Fahmi
Novel, Msi. Med, Sp.THT-KL dan dr. Heri Puryanto,
MSc Sp.THT-KL menginspirasi kami menyusun suatu
bahan yang dapat dengan mudah kami sampaikan ke
junior yang akan masuk stase THT-KL di RS Kardinah.
Pada periode kami, materi yang perlu kami pelajari dari
senior sangatlah banyak namun cenderung disampaikan
seadanya berhubung keterbatasan waktu sehingga rawan untuk terjadi salah informasi
dan kesalahpahaman. Setelah beberapa minggu mengumpulkan dan menyusun materi,
pada akhirnya, buku panduan edisi pertama selesai pada 8 Oktober 2016.
Alasan dipilihnya nama ini sebenarnya berawal dari kelakar kami bahwa karena
kegiatan di RS selalu berakhir pada sore hari, dan waktu belajar yang paling baik
menurut kami adalah malam hari, sehingga belajar pada stase ini seperti ilmu hitam
saja yang harus dipelajari malam-malam, oleh karena itu kami sebut: “Dark Art.”
Semua koas yang telah membaca buku panduan ini adalah anggota dari DAS,
oleh karena itu kami berharap semua koas THT-KL di Tegal dapat terus saling
membantu dalam pembelajaran bagi junior-junior dibawahnya, dan sebaliknya junior
juga dapat meng-update ilmu senior-senior dengan sumber materi THT yang terbaru.
Dengan begitu diharapkan ilmu yang dipelajari tidak hanya disimpan sendiri masing-
masing anggota, namun dapat dibagikan kepada yang lain sehingga saling melengkapi.
Pada akhirnya, “tiada gading yang tak retak,” begitu pula karya tulis ini jauh
dari sempurna, oleh karena itu, apabila ada pembaca yang merasa informasi yang ada
dalam buku ini kurang lengkap bahkan kurang tepat, agar dapat menghubungi
langsung Yoshua atau Gede di 0818 0882 5648/yoshuaadhi@hotmail.com. Semoga
buku ini dapat membantu teman-teman sejawat yang sedang menjalani stase koas
THT-KL RSUD Kardinah tegal agar dapat mengupayakan pembelajaran dan
pelayanan kesehatan THT-KL yang bermutu dan berbasis bukti ilmiah terkini.

Buku Panduan Koas THT-KL RSUD Kardinah - DAS | 73