Anda di halaman 1dari 9

TUGAS X

BIMBINGAN DAN KONSELING

MEMAHAMI KEGIATAN PENDUKUNG BK

DOSEN : Prof. Dr. FIRMAN, M.S, Kons

OLEH:

DENY YULVAWITA ( 14029057 )


PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
MEMAHAMI KEGIATAN PENDUKUNG BK

Kegiatan pendukung bimbingan dan konseling adalah usaha untuk mengumpulkan


data dan keterangan tentang diri peserta didik (klien) dan keterangan tentang lingkungannya,
baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, ataupun dilingkungan sekitarnya. Kegiatan ini
dimaksudkan agar para pembimbing dan dosen lebih mudah memahami potensi dan kekuatan,
serta masalah yang dihadapi klien. dengan kegiatan pendukung ini diharapkan akan
terkumpul data-data yang akurat yang dihadapi oleh seorang klien.

Macam-macam kegiatan pendukung BK:

a. Aplikasi instrumentasi
Aplikasi Instrumentasi adalah upaya pegungkapan melalui pengukuran dengan
memakai alat ukur atau instrument tertentu. Hasil aplikasi ditafsirkan, disikapi dan
digunakan untuk memberikan perlakuan terhadap klien dalam bentuk layanan
konseling. Aplikasi instrumentasi digunakan dan mendukung penyelenggaraan jenis-
jenis layanan dan kegiatan pendukung mulai dari perencanaan program, penetapan
inidividu, menetapkan materi layanan, sebagai bahan evaluasi dan pengembangan
program.
Yang perlu diperhatikan dalam aplikasi instrumentasi ini adalah::
Materi yang hendak diungkapkan
Bentuk instrumen yang hendak diungkapkan

Aplikasi instrumentasi digunakan dan mendukung penyelenggaraan jenis-jenis


layanan dan kegiatan pendukung mulai dari perencanaan program, penetapan
inidividu, menetapkan materi layanan, sebagai bahan evaluasi dan pengembangan
program.

Operasionalisasi dalam kegiatan ini adalah:

Perencanaan
Menetapkan objek yang akan diukur, menetapkan subjek,
menetapkan/menyusun instrument, menetapkan prosedur, menetapkan fasilitas,
menyiapkan kelengkapan administrative.
Pelaksanaan
Mengkomunikasikan rencana pelaksanaan aplikasi instrumentasi,
mengorganisasikan kegiatan instrument, pengadministrasi, mengolah jawaban
intrumen, menafsirkan dan menetapkan arah penggunaan hasil intrumen.
Evaluasi dan Analisis
Menetapkan materi evaluasi, menetapkan prosedur, melaksanakan evaluasi
dan mengolah serta menafsirkan hasil evaluasi. Serta menganalisis dengan
Menetapkan norma/standar analisis, melakukan asanalisis dan menafsirkan
hasil analisis.
Tindak Lanjut
Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut aplikasi instrumentasi,
mengkomunikasikan rencana tindak lanjut dan melaksanakan tindak lanjut.
Dan juga menyusun laporan aplikasi instrumentasi, menyampaikan laporan
dan mendokumentasi laporan.

Tujuan umum: Diperolehnya data hasil pengukuran terhadap kondisi tertentu klien.

Tujuan Khusus: Terkait dengan fungsi-fungsi konseling yang didominasi oleh fungsi
pemahaman. Dengan diperolehnya pemahaman, maka dapat diwujudkan fungsi
pencegahan dan pengentasan. Dilain sisi, maka akan diperoleh juga fungsi
pengembangan dan pemeliharaan

b. Himpunan Data
Himpunan data adalah kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan
keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. Himpunan
data diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu dan
sifatnya tertutup. Kegiatan ini memiliki fungsi pemahaman. Konselor sebagai
penyelenggara Himpunan data memiliki fungsi: Menghimpun data, mengembangkan
data dan menggunakan data.
Operasionalisasi dalam kegiatan ini adalah:
Perencanaan
Menetapkan jenis dan klasifikasi data serta sumber-sumbernya, menetapkan
bentuk himpunan data, menetapkan dan manata fasilitas, menetapkan
mekanisme pengisian, pemeliharaan dan penggunaan serta menyiapkan
kelengkapan administrative.
Pelaksanaan
Memetik dan memasukkan ke dalam himpunan data sesuai dengan klasifikasi,
memanfaatkan data, memelihara dan mengembangkan himpunan data.
Evaluasi dan Analisis
Mengkaji efisiensi sistematika dan penggunaan fasilitas yang digunakan,
memerikasa kelengkapan, keakuratan, keaktualan dan kemanfaatan himpunan
data, serta melaksanakan analisis terhadap hasil evaluasi berkenaan dengan
kelengkapan, keakuratan, keaktualan, kemanfaatan dan efisiensi
penyelenggaraannya.
Tindak Lanjut
Dalam hal ini adalah mengembangkan himpunan data yang mencakup: bentuk,
klasifikasi dan sistematika data, kelengkapan, keakuratan, ketepatan dan
keaktualan data, kemanfaatan data, Penggunaan teknologi. Data yang
terhimpun harus dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya dalam kegiatan layanan
bimbingan dan konseling. Teknis penyelenggaraan serta menyusun laporan
himpunan data, menyampaikan laporan dan mendokumentasi laporan.

Tujuan Umum : Menyediakan data dalam kualitas yang baik dan lengkap untuk
menunjang penyelenggaraan pelayanan konseling sesuai dengan kebutuhan sasaran
layanan.

Tujuan Khusus: Didominasi oleh fungsi pemahaman terhadap individu yang datanya
dihimpun. Ini akan mewujudkan fungsi pencegahan dan dapat pula fungsi
pengentasan terhadap masalah individu

c. Konferensi Kasus
Konferensi kasus adalah kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik
dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan
keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan klien.
Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. Tujuan konferensi kasus
adalah untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang
terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka pengentasan
permasalahan klien. Kegiatan konferensi kasus memiliki fungsi pemahaman dan
pengentasan serta tidak menyinggung klien.
Operasionalisme dalam kegiatan ini adalah:
Perencanaan
Konferensi kasus harus dibicarakan terlebih dahulu dan mendapat persetujuan
dari klien yang bermasalah. Dan seluruh peserta pertemuan harus diyakinkan
oleh konselor dan memiliki sikap yang teguh untuk merahasiakan segenap
aspek dari kasus yang dibicarakan.
Pelaksanaan
Konselor harus mengarahkan pembicaraan sehingga seluruh peserta dapat
mengemukakan data atau keterangan yang mereka ketahui dan
mengembangkan pikiran untuk memecahkan masalah siswa.
Analisis dan Evaluasi
Hasil yang diharapkan dari konferensi kasus yang sukses apabila konselor
memperoleh data atau keterangan tambahan yang amat berarti bagi pemecahan
masalah siswa dan terbangunnya komitmen seluruh peserta pertemuan untuk
menyokong upaya pengentasan masalah siswa.
Tindak Lanjut
Seluruh hasil pertemuan dicatat dan didokumentasikan secara rapi oleh
konselor dan sebanyak-banyaknya dipergunakan untuk menunjang jenis-jenis
layanan masalah siswa yang bersangkutan.

Tujuan Umum: Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan
membangun komitmen dari pihak yang terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap
klien dalam rangka pengentasan permasalahan klien.

Tujuan Khusus : Diperolehnya gambaran yang lebih jelas, mendalam dan menyeluruh
tentang permasalahan yang dihadapi oleh siswa

d. Kunjungan Rumah
Kunjungan rumah merupakan kegiatan untuk memperoleh data, keterangan,
kemudahan, dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui
kunjungan rumah klien. Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan, dengan
tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak orang
tua/keluarga untuk mengentaskan permasalahan klien. Kegiatan kunjungan rumah
memiliki fungsi pemahaman dan pengentasan. Dalam hal ini Kasus diidentifikasi
terlebih dahulu dan dianalisis perlu tidak diadakannya Kunjungan Rumah sebagai
tindak lanjut dari penanganan kasus tersebut.
Operasionalisasi dalam kegiatan ini adalah:
Perencanaan
Menetapkan kasus yang memerlukan kunjungan rumah, meyakinkan klien
akan kunjungan rumah, menyiapkan data dan informasi yang akan
dikomunikasikan dengan keluarga, menetapkan materi kunjungan rumah dan
meyiapkan kelengkapan administrasi.
Pelaksanaan
Pelaksanaannya adalah mengkomunikasikan rencana pelaksanaan kunjungan
rumah, melakukan kunjungan rumah berupa: Bertemu anggota keluarga
(ortu/wali), Membahas masalah klien, Melengkapi data, Mengembangkan
komitmen, Menyelenggarakan konseling keluarga , dan merekam dan
menyimpulkan hasil kunjungan rumah.
Evaluasi dan Analisis
Mengevaluasi proses pelaksanaan kunjungan rumah, mengevaluasi
kelengkapan dan keakurautan data hasil kunjungan rumah, serta komitmen
ortu/wali, mengevaluasi penggunaan data dalam rangka pengentasan masalah
klien. Dan menganalisis terhadap efektifitas penggunaan hasil kunjungan
rumah terhadap penanganan kasus.
Tindak Lanjut
Tindakan selanjutnya adalah mempertimbangkan apakah perlu dilaksanakan
kunjungan rumah ulang atau lanjutan dan mempertimbangkan tindak lanjut
layanan dengan menggunakan hasil kunjungan rumah yang lebih lengkap dan
akurat. Serta menyusun laporan kunjungan rumah, menyampaikan laporan dan
mendokumentasi laporan.

Tujuan Umum: Diperolehnya data yang lebih lengkap dan akurat berkenaan dengan
masalah klien serta digalangnya komitmen orangtua atau anggota keluarga lainnya
dalam rangka penyelesaian masalah.

Tujuan Khusus: Agar terpahaminya permasalahan klien dan upaya pengentasannya.


Dari ini dapat mencegah timbulnya masalah lagi serta dapat berlanjut untuk
mewujudkan fungsi pengembangan dan pemeliharaan serta advokasi
e. Tampilan Kepustakaan
Kegiatan pendukung tampilan kepustakaan membantu klien dalam memperkaya dan
memperkuat diri berkenaan dengan permasalahan yang dialami dan dibahas bersama konselor
pada khususnya, dan dalam pengembangan diri pada umumnya. Pemanfaatan tampilan
kepustakaan dapat diarakhan oleh konselor dalam rangka pelaksanaan pelayanan, dan/atau
klien secara mandiri mengunjungi perpustakaan untuk mencari dan memanfaatkan sendiri
bahan-bahan yang ada di perpustakaan sesuai dengan keperluan. Tampilan kepustakaan
merupakan kondisi yang sangat memungkinkan klien memperkuat dan memperkaya diri
dengan atau tanpa bantuan konselor.

f. Alih Tangan Kasus


Alih tangan kasus merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh penanganan
yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami klien dengan
memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih kompeten, seperti kepada
guru mata pelajaran atau konselor, dokter serta ahli lainnya, dengan tujuan agar
peserta didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas
permasalahan yang dihadapinya melalui pihak yang lebih kompeten. Fungsi kegiatan
ini adalah pengentasan.
Yang harus dipertimbangkan dalam Alih tangan kasus ini adalah karena
masalah yang ada bukan lagi wewenang Konselor. Konselor melakukan kontak awal
dengan ahli lain, melalui cara yang cepat dan tepat.
Operasionalisasi yang perlu dilakukan dalam Alih tangan kasus ini adala:
Perencanaan
Menetapkan kasus yang akan di ATK, meyakinkan klien akan ATK,
menghubung ahli lain yang menjadi arah ATK, menyiapkan materi ATK dan
kelengkapan administratif
Pelaksanaan
Mengkomunikasikan rencana ATK kepada pihak terkait dan
mengalihtangankan klien kepada pihak terkait itu.
Evaluasi dan Analisis
Membahas hasil ATK melalui: Klien, laporan dari ahli lain dan analisis hasil
ATK kemudian mengkaji hasil ATK terhadap pengentasan masalah klien.
Serta Melakukan analisis terhadap efektifitas ATK terhadap pengentsan
masalah klien secara menyeluruh.
Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dilakukan adalah menyelenggarakan layanan lanjutan oleh
konselor jika diperlukan atau klien memerlukan ATK ke ahli lain lagi. Serta
Menyusun laporan kegiatan ATK, menyampaikan laporan dan
mendokumentasi laporan.

Tujuan Umum : Klien mendapat layanan yang optimal atas masalah yang dialaminya.

Tujuan Khusus: Terwujudnya keempat fungsi konseling tarutama dalam upaya


pengentasan masalah klien.
Daftar Pustaka

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya

Remaja.

Prayitno, dkk. 2004. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, Jakarta : Depdiknas.

Dewa, Ketut Sukardi. 2006. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan

Konseling Di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Anda mungkin juga menyukai