Anda di halaman 1dari 8

TUGAS IX

BIMBINGAN DAN KONSELING

JENIS-JENIS LAYANAN BK (LANJUTAN)

DOSEN : Prof. Dr. FIRMAN, M.S, Kons

OLEH:

DENY YULVAWITA ( 14029057 )


PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
JENIS- JENIS LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ( LANJUTAN )

1. Layanan Bimbingan Kelompok

Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam suasana


kelompok. Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinan sejumlah
peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan
membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan
pengembangan kemampuan sosial, baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, kegiatan
belajar, karir/jabatan, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui
dinamika kelompok. Layanan bimbingan kelompok berfungsi untuk pemahaman dan
pengembangan. Tohirin mengemukakan bahwa layanan bimbingan kelompok merupakan
suatu cara memberikan bantuan (bimbingan) kepada individu (siswa) melalui kegiatan
kelompok.
Secara umum layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk pengembangan
kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi peserta layanan (siswa).
Secara lebih khusus, layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk mendorong
pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang perwujudan
tingkah laku yang lebih efektif, yakni peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal
maupun non verbal para siswa. Isi kegiatan bimbingan kelompok terdiri atas penyampaian
informasi yang berkenaan dengan masalah pendidikan, pekerjaan, masalah pribadi dan
social.
Penyelenggaraan bimbingan kelompok memerlukan persiapan dan praktik
pelaksanaan kegiatan yang memadai, dari langkah awal sampai dengan evaluasi dan tindak
lanjutnya.
1. Langkah awal
Tahap awal diselenggarakan dalam rangka pembentukan kelompok sampai dengan
mengumpulkan para peserta yang siap melaksanakan kegiatan kelompok. Langkah
awal ini dimulai dengan penjelasan tentang adanya layanan bimbingan kelompok bagi
para peserta didik, yang lebih rinci lagi dengan penjelasan tentang pengertian, tujuan
dan kegunaan secara umum layanan bimbingan kelompok. Setelah penjelasan ini,
langkah selanjutnya menghasilkan kelompok yang langsung merencanakan waktu dan
tempat menyelenggarakan kegiatan bimbingan kelompok.

2. Perencanaan Kegiatan
Perencanaan kegiatan bimbingan kelompok meliputi penetapan:
a. Materi layanan,
b. Tujuan yang ingin dicapai
c. Sasaran kegiatan
d. Bahan atau sumber bahan untuk bimbingan kelompok
e. Rencana penilaian
f. Waktu dan tempat.

3. Pelaksanaan Tahap-tahap Kegiatan


a. Tahap Pertama (Pembentukan)
Tahap ini merupakan tahap pengenalan, tahap pelibatan diri atau tahap
memasukkan diri kedalam kehidupan suatu kelompok. Pada tahap ini pada
umumnya para anggota saling memperkenalkan diri dan juga mengungkapkan
tujuan ataupun harapan-harapan masing-masing anggota. Pemimpin kelompok
menjelaskan cara-cara dan asas-asas kegiatan bimbingan kelompok.
Selanjutnya pemimpin kelompok mengadakan permainan untuk
mengakrabkan masing-masing anggota sehingga menunjukkan sikap hangat,
tulus, dan penuh empati.
b. Tahap Kedua (Peralihan)
Kegiatan dalam tahapan ini ialah: menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh
pada tahap berikutnya, menawarkan atau mengamati apakah para anggota
sudah siap menjalani kegiatan pada tahap selanjutnya, membahas suasana
yang terjadi, dan meningkatkan kemampuan keikutsertaan anggota.
c. Tahap Ketiga (Kegiatan)
Tahap kegiatan ini merupakan tahap inti dimana masing-masing anggota
kelompok saling berinteraksi memberikan tanggapan dan lain sebagainya yang
menunjukkan hidupnya kegiatan bimbingan kelompok yang pada akhirnya
membawa kearah bimbingan kelompok sesuai tujuan yang diharapkan.

4. Evaluasi Kegiatan
Penilaian kegiatan bimbingan kelompok difokuskan pada perkembangan
pribadi peserta didik dan hal-hal yang dirasakan mereka berguna. Isi kesan-kesan
yang diungkapkan oleh para peserta merupakan isi penilaian yang sebenarnya.
Penilaian terhadap bimbingan kelompok dapat dilakukan secara tertulis, baik melalui
essai, daftar cek, maupun daftar isian sederhana. Penilaian terhadap bimbingan
kelompok berorientasi pada perkembangan, yaitu mengenali kemajuan dan
perkembangan positif yang terjadi pada diri anggota kelompok. Prayitno (1995)
mengemukakan bahwa penilaian terhadap layanan bimbingan kelompok lebih bersifat
dalam proses, hal ini dapat dilakukan melalui:

 Mengamati partisipasi dan aktivitas peserta selama kegiatan berlangsung


 Mengungkapkan pemahaman peserta atas materi yang dibahas
 Mengungkapkan kegunaan layanan bagi anggota kelompok, dan perolehan
anggota sebagai hasil dari keikutsertaan mereka
 Mengungkapkan minat dan sikap anggota kelompok tentang kemungkinan
kegiatan lanjutan
 Mengungkapkan tentang kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan
layanan.

5. Analisis Lanjutan

Analisis dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut kemajuan para peserta dan langkah
penyelenggaraan layanan. Dari sini akan dikaji apakah hasil pembahasan atau
pemecahan masalah sudah tuntas atau masih ada aspek yang belum dijangkau dalam
pembahsan tersebut. Dalam analisis, konselor sebagai pemimpin kelompok perlu
meninjau kembali secara cermat hal-hal tertentu yang perlu diperhatikan seperti:
pertumbuhan dan jalannya dinamika kelompok, peranan dan aktivitas sebagai peserta,
homogenitas atau heterogenitas anggota kelompok, kedalaman dan keluasan
pembahasan, kemungkinan keterlaksanaan alternatif pemecahan masalah yang
dimunculkan dalam kelompok, dampak pemakaian teknik tertentu oleh pemimpin
kelompok, dan keyakinan penerapan teknik-teknik baru, masalah waktu, tempat,
bahan acuan, perlunya narasumber lain, dan sebagainya. Dengan demikian, analisis
tersebut dapat merupakan evalusi dari apa yang sudah terlampaui dan dapat pula
tinjauan ke depannya.

2. Layanan Konseling Kelompok


Layanan konseling kelompok yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan
pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok. Dinamika
kelompok adalah suasana yang hidup, yang berdenyut, yang bergerak, yang
berkembang, yang ditandai dengan adanya interaksi antara sesama anggota kelompok.
Layanan konseling kelompok merupakan layanan konseling yang diselenggarakan
dalam suasana kelompok.
Tujuan konseling kelompok meliputi:
1. Melatih anggota kelompok agar berani berbicara dengan orang banyak.
2. Melatih anggota kelompok dapat bertenggang rasa terhadap teman sebayanya.
3. Dapat mengembangkan bakat dan minat masing-masing anggota kelompok.
4. Mengentaskan permasalahan-permasalahan kelompok

Menurut Prayitno (2004), tujuan umum konseling kelompok adalah mengembangkan


kepribadian siswa untuk mengembangkan kemampuan sosial, komunikasi,
kepercayaan diri, kepribadian, dan mampu memecahkan masalah yang berlandaskan
ilmu dan agama. Sedangkan tujuan khusus konseling kelompok, yaitu:
 Membahas topik yang mengandung masalah aktual, hangat, dan menarik
perhatian anggota kelompok.
 Berkembangnya perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap terarah
kepada tingkah laku dalam bersosialisasi/komunikasi.
 Terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya
imbasan pemecahan masalah bagi individu peserta konseling kelompok yang
lain.
 Individu dapat mengatasi masalahnya dengan cepat dan tidak menimbulkan
emosi

Materi layanan kelompok mencakup:


Pemahaman dan pengembangan sikap, kebiasaan, bakat, minat, dan
penyalurannya.
Pemahaman kelemahan diri dan penanggulangannya, pengenalan kekuatan diri
dan pengembangannya.
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi, menerima/menyampaikan
pendapat, bertingkah laku dan hubungan sosial, baik dirumah, sekolah, maupun
masyarakat.
Mengembangkan hubungan teman sebaya baik dirumah, disekolah, dan
dimasyarakat sesuai dengan kondisi, peraturan materi pelajaran.
Mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar, disiplin belajar dan berlatih, serta
teknik-teknik penguasaan materi pelajaran.
Pemahaman kondisi fisik, sosial, dan budaya dalam kaitannya dengan orientasi
belajar di perguruan tinggi.
Mengembangkan kecenderungan karir yang menjadi pilihan siswa.
Orientasi dan informasi karir, dunia kerja, dan prospek masa depan.
Informasi perguruan tinggi yang sesuai dengan karir yang akan dikembangkan.
Pemantapan dalam mengambil keputusan dalam rangka perwujudan diri.

3. Layanan Konsultasi

Layanan konsultasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh konselor


(pembimbing), terhadap seorang pelanggan (konseli) yang memungkinkannya
memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakannya dalam
menangani kondisi atau permasalah pihak ketiga.
Dalam layanan konsultasi ada tiga pihak yang tidak dapat dipisahkan, yaitu konselor,
konseli, dan pihak ketiga. Konselor merupakan tenaga ahli konseling (tenaga
professional) yang memiliki kewenangan melakukan pelayanan konseling sesuai
dengan bidang tugasnya. Konseli adalah individu yang meminta bantuan kepada
konselor agar dirinya mampu menangani kondisi atau masalah yang dialami pihak
ketiga yang setidak-tidaknya sebagian menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan pihak
ketiga adalah individu-individu yang kondisi atau permasalahannya dipersoalkan oleh
konsulti.

4. Layanan Mediasi

Istilah “mediasi” terkait dengan istilah “media” yang berasal dari kata “medium” yang
berarti perantara. Menurut prayitno (2004) layanan mediasi merupakan layanan
konseling yang dilaksanakan konselor terhadap dua pihak atau lebih yang sedang
dalam keadaan saling tidak cocok. Dalam artian layanan mediasi adalah bantuan
terhadap dua pihak atau lebih yang sedang dalam kondisi bermusuhan. Berbeda
dengan layanan yang lain terutama layanan konseling perorangan, dalam layanan
mediasi konselor menghadapi klien (siswa) yang terdiri atas dua pihak atau lebih, dua
orang atau lebih, dua kelompok atau lebih. Tujuan dari layanan mediasi ialah agar
tercapainya kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara para klien atau
pihak-pihak yang bertikai atau bermusuhan. Selain itu agar terjadi perubahan atas
kondisi awal yang negative (bertikai) menjadi kondisi baru (kondusif dan bersahabat)
dalam hubungan antara kedua belah pihak yang bermasalah.
Menurut Syamsu Yusuf (2006), beberapa jenis layanan bantuan bimbingan
diantaranya yaitu:
o Pelayanan pengumpulan data tentang siswa dan lingkungannya
o Konseling
o Penyajian informasi dan penempatan
o Penilaian dan penelitian

5. Layanan Advokasi
Layanan advokasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu klien
untuk memperoleh kembali hak-hak dirinya yang tidak diperhatikan dan/atau
mendapat perlakuan yang menyalahi hak-haknya.
Daftar Pustaka

Prayitno, 1987. Profesionalisasi Konseling dan Pendidikan Konselor, Jakarta: P2LPTK.

Tohirin, 2008. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi),
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Yusuf, Syamsu. 2006. Landasan Bimbingan & Konseling, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

http://kumpulanispirasi.blogspot.com/2015/05/makalah-jenis-jenis-kegiatan-layana-bk.html

Anda mungkin juga menyukai