Anda di halaman 1dari 15

Peran penting pada Hepar, Pankreas dan Lien

Amira Yasmine* 102015060


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara no.6 Jakarta 11510
Telepon : 021-5694 2061; Fax : 021-5631731

Pendahuluan

Manusia dalam kehidupannya selalu melakukan banyak sekali kegiatan mulai dari
kegiatan yang membutuhkan energi yang kecil sampai kegiatan yang membutuhkan energi
yang lebih besar. Untuk memenuhi kebutuhan energi ini, manusia membutuhkan semacam
sumber energi yang dapat dihasilkan tubuh melalui berbagai proses atau metabolisme yang
saling mendukung didalam tubuh dan harus memiliki mekanisme yang normal dan tepat.
Rupture merupakan keadaan robek atau koyaknya jaringan secara paksa sehingga
mengakibatkan organ hepar, pankreas dan lien tidak dapat berfungsi dengan baik sebagai
sistem pencernaan yang berkaitan erat dengan peredaran darahnya.¹

Suatu rangkaian utuh yang jika salah satunya terganggu misalnya karena rupture yang
terjadi akibat trauma tajam atau tumpul yang mengenai abdomen akan membuat organ tidak
dapat menjalankan fungsinya dengan baik Manusia harus mengetahui mekanisme secara
lebih mendalam mengenai sistem pencernaan dan cara kerja atau mekanismenya dalam
mengubah makanan yang masuk kedalam tubuh dan pada akhirnya dapat menjadi bahan-
bahan yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu dan juga menjadi energi tentunya.
Pengetahuan mengenai organ yang terlibat dan juga turut mempengaruhi sistem pencernaan
seperti hati misalnya, akan sangat membantu manusia dalam menyeimbangkan makanan, dan
mengatur pola hidup sehat agar kesatuan sistem diatas tidak terganggu. Dalam tulisan ini,
akan dibahas lebih banyak mengenai mekanisme pencernaan itu sendiri dan peran salah satu
organ penting yaitu hati. Pankreas dan lien dalam sistem yang menyediakan energi bagi tubuh
tersebut.
Skenario 3.

Seorang laki-laki usia 20 tahun diantar ke UGD RS dalam keadaan tidak sadar sejak 15 menit
yang lalu karena kecelakaan. Dari pemeriksaan di dapat kan adanya rupture hepar, pancreas,
dan lien.

Anatomi Hepar. ¹

Hepar menempati sebagian besar rongga abdomen atas. Hepar adalah organ viseral
terbesar dan terletak dibawah kerangka iga, beratnya 1500 gram. Hepar menerima darah yang
teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya nutrien dari
vena portal hepatika. Hepar dilapisi peritonium kecuali bagian belakang yang langsung
melekat pada diafragma yang disebut dengan “bar area/area nuda hepatis” termasuk porta
hepatis dan fossa vesica fellaris.

Hepar dibedakan menjadi 2 lobus yaitu lobus kanan dan kiri. Batas lobus kanan dan
kiri adalah sebuah alur berbentuk seperti huruf H yang ditempati oleh ligamentum teres
hepatis dan ligamentum venosum arantii disebelah caudal dan ligamentum falciforme hepatis
disebelah cranial. Batas lobus kanan dan kiri sesuai bidang alur hepar yang dibentuk oleh
kantung empedu dan vena cava inferior ( tidak terlihat dari luar ). Lobus kanan terbagi
menjadi lobus caudatus dan qudratus oleh porta hepatis dan fossa sagitalis dextra.
Pada Facies Inferior Hepatis dijumpai alur berbentuk huruf H yang merupakan alur
melintang sebagai pintu masuk pembuluh darah dari saluran empedu ke dalam hepar yaitu
pada porta hepatis, disebelah kanan terdapat alur besar “fossa sagitalis dextra” yang ditempati
vena cava inferior disebelah atas dan vesica fellea disebelah bawah depan.

Pada sebelah kiri terdapat alur “fossa sagitalis sinistra” yang ditempati oleh
ligamentum venosum arantii disebelah posterior dan ligamentum teres hepatis sebelah
anterior. Lobus sinister terdapat area yang berbatasan dengan oesophagus membentuk
impressio esophagea dan membentuk gaster ( impressio gastrica ) dan juga terdapat tuber
omentale dan tempat facies inferior ini berhubungan dengan omentum minus ( terdiri dari
ligamentum hepato duodenale dan ligamentum hepato gastricum ). Lobus dexter berbatasan
dengan beberapa organ yaitu duodenum membentuk impressio duodenalis, impressio colica,
impressio renalis dan impressio suprarenalis.

Pada Facies Diafragmatica Hepatis berbatasan dengan permukaan bawah paru dan
jantung dengan jantung yang sedikit tertekan dan menimbulkan lekukan yang disebut
impressio cardiaca.

Mikroskopik Hepar. ²
Hepar dibungkus oleh serabut kolagen dan jaringan elastis yang disebut “Kapsul Glisson”,
lapisan ini masuk ke dalam parenkim hepar melalui duktus billaris dan pembuluh darah getah
bening. Massa hepar berbentuk spons dan akan masuk ke dalam sistem pembuluh kapiler
yang disebut sinusoid terdiri dari lapisan-lapisan endotel yang terdiri dari sel fagosit yang
disebut “sel kupfer”. Ditengah-tengah terdapat vena sentralis yang merupakan cabang dari
vena hepatica ( vena yang menyalurkan darah keluar dari hepar ). Dibagian tepi diantara
lobuli-lobuli terdapat tumpukan jaringan ikat disebut “segitiga kierman” yaitu mengandung
vena porta, arteri hepatica dan duktus biliaris.

Vaskularisasi Hepar. ¹
Aliran darah hepar berasal dari 2 sumber yaitu Arteri Hepatica dan Vena Porta

1. Arteri hepatis communis

Merupakan cabang dari arteri hepatica berjalan ke ventral agak ke kanan margo superior
pankreas di sebelah dorsal pars superior duodeni kemudian masuk ke dalam ligamentum
hepatoduodenale bersama-sama duktus chlodedocus, vena porta dan pembuluh limfe menuju
serabut saraf vena porta hepatis. Di dalam ligamentum hepatoduodenale bercabang menjadi :

Arteri hepatica propria dextra : memberi suplai darah ke fesica fellea

Arteri hepatica propria sinistra : memberi suplai darah ke lobus caudatus hepatis dan capsula
hepatis glissoni

2. Vena porta hepatis

Menerima darah dari vena renalis, vena umbilikalis, vena messenterica superior dan inferior
berjalan disebelah dorsal pars superior duodeni lalu berjalan ascendens masuk ke dalam
ligamentum hepatoduodenale hingga masuk ke vena porta kemudian bercabang menjadi
ramus dextra dan sinistra yang mengalir ke lobus dextra dan sinistra hepar.

Fungsi Hepar. ³

1. Pengolahan metabolik kategori nutrien utama ( karbohidrat, protein, lemak )


2. Detoksifikasi dan degradasi zat-zat sisa dan senyawa asing
3. Sintesis berbagai protein plasma mencakup protein-protein penting untuk pembekuan
darah, mengangkut kolesterol dalam darah
4. Penyimpanan glikogen, lemak, besi dan banyak vitamin
5. Pengaktifan vitamin D oleh hati bersama ginjal
6. Pengeluaran bakteri dan sel darah merah yang sudah rusak
7. Ekskresi kolesterol

Anatomi Pankreas. ¹

Pankreas terletak retroperitoneal melintang di abdomen bagian atas dengan panjang 25 cm


dan berat 120 gram.
Pankreas merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin, pada bagian eksokrim kelenjar
menghasilkan sekresi yang mengandung enzim-enzim yang dapat menghidrolisis protein,
lemak dan karbohidrat. Pankreas terletak dibagian epigastrium kuadran kiri atas, strukturnya
lunak, berlobulus terletak dibagian posterior abdomen belakang peritoneum. Bagian-bagian
pankreas : caput, collum, corpus dan cauda

1. Caput pankreas

Berbentuk cakram, terletak dibagian cekung duodenum sebagian caput meluas ke kiri arteri
dan vena mesentrica superior dinamakan processus uncinatus

2. Colum pankreas

Bagian yang kecil pada pankreas menghubungkan caput dan corpus pankreas terletak didepan
pangkal vena portae hepatis dipercabangkan vena mesentrica superior dan aorta

3. Corpus pankreas

Berjalan ke atas dan ke kiri menyilang garis tengah, pada potongan melintang menyilang
garis tengah

4. Cauda pankreas

Berjalan kedepan menuju ligamentum lienorenalis dan mengadakan hubungan dengan


hianum lienale

Mikroskopik pankreas. ²
Pankreas memiliki unsur eksokrin dan endokrin yang menempati sebagian besar kelenjar.
Pankreas eksokrin merupakan bagian terbesar kelenjar terdiri dari asinus serosa yang terdiri
dari banyak lobulus kecil dikelilingi intra dan interlobular dengan pembuluh darah, duktus
dan saraf. Asinus pankreas terdiri dari sel zimogen penghasil protein berbentuk piramid.
Duktus eksretorius meluas kedalam setiap asinus dan terpulas pucat pada lumen dalamnya.
Produk sekresi dikeluarkan oleh duktus interkalaris (intralobular) yang sempit, berepitel
kuboid torak rendah.

Vaskularisasi pankreas. ¹

Pankreas divaskularisasi oleh a.pancreaticoduodenalis superior cabang dari arteri


gastroduodenalis cabang dari a.hepatica communis dari aorta abdominalis setinggi vertebrae
thoracall XII – vertebrae lumbal 1. Selain itu divaskularisasi oleh a.pancreaticoduodenalis
inferior cabang dari a.mesenterica superior dari aorta abdominalis setinggi vertebrae lumbal
1 dan juga divaskularisasi oleh R.Pancreatici a lienalis
Sedangkan aliran venanya pancreaticoduodenalis superior dan inferior bermuara ke vena
portae hepatis.

Inevarsi Pancreas

Pancreas diinervasi oleh saraf simpatis dari truncus simpaticus segmen thoracal 6-10 dan
saraf parasimpatis oleh N.Vagus ( N.10).

Batas-batas pankreas:

Anterior : colon transversum, perlekatan mesocolon transversum, bursa omentalis gaster

Lateral caput : duodenum

Posterior : perlekatan ductus choledocus, vena porta hepatis, vena linalis, aorta abdominalis

Anatomi Lien. ¹

Sinonim : spleen, limpa

Konsistensi : kenyal, lebih lembek dari pada hepar, dan dapat berkontaksi

Warna : merah ke abu abuan

Letak : intra peritoneal, pada regio hypochondriaca sinistra, setinggi iga 9, 10, 11. Sumbu
panjang sesuai iga 10.

Proyeksi pada dinding abdomen :

 Kira –kira 4 cm sebelah kiri garis tengah


 Setinggi ujung processus spinosus vertebra Th 9 – L1 sampai linea axillaris media
sinistra.

Bagian – bagian :
 Mempunyai 2 permukaan, yaitu :
o Facies diaphragmatica yang menghadap dinding perut serta berbatasan dengan
diafragma tepi bawah paru kiri, dan sinus phrenico costalis.
o Facies visceralis yang menghadap rongga perut, berbatasan dengan
 Depan : fundus ventriculi
 Belakang : ren sinister, flexura coli sinistra
 Bawah : cauda pancreas
 Atas : lig. Phrenicolienale, lig. Gastrolienale.
o Pada permukaan ini terdapat hilus lienalis yang bersinggungan dengan cauda
pancreatic, serta dapat dijumpai :
 Av. Lienalis
 Lipatan jaringan ikat, yaitu :
 Lig. Gastrolienalis ( berisi aa. Gastricae breves dan a.
gastroepiploica sinistra )
 Lig. Phrenicolienale
 Lig. Lienorenale, yaitu bagian lig. Phrenicolienale yang
melekat di depan ginjal.
 Margo anterior : mempunyai 2 -3 incisura lienalis ( ciri khas lien ).

Vaskularisasi Lien

Letak : intra peritoneal, pada regio hypocondrica sinistra, setinggi iga 9-11 sumbu
panjang sesuai iga 10. Konsistensinya kenyal, lebih lembek dari hepar, dan dapat
berkontraksi, warnanya merah keabua-abuan. Mempunyai dua permukaan yaitu facies
diaphragmatica yang menghadap dinding perut serta berbatasan dengan diafragma, tepi
bawah paru kiri, dan sinus phrenico costalis, dan facies visceralis yang menghadap rongga
perut. Margo anteriornya : mempunyai 2-3 incisura lienalis (ciri khas lien).

Fungsi lien adalah membersihkan darah, reservoir darah, dan alat reticulo endothelial
yang di dalamnya terdapat jaringan limfoid yang berbeda dengan jaringan limfoid lain karena
lien berhubungan dengan aliran darah. Pendarahan : A. lienale dan V. lienale.1,3

 lienale
o Merupakan cabang a. coeliaca yang terbesar, jalannya berkelok – kelok berada di
belakang bursa omentale berjalan sepanjang tepi atas pancreas, di depan gl.
Supra renalis dan ginjal kiri, kemudian menuju hilus lienalis berjalan di antara 2
lembar lig. Renolienale, bercabang – cabang >
o Tidak ada anastomosis di antara cabang – cabang a. lienale.
 v. lienale
o darah akan dialirkan ke dalam v. mesenterica inferior, kemudian menuju v.
mesenterica superior dan berakhir pada v. porta
 A. lienale berjalan di atas v. lienale berada di belakang bursa omentalis.

Persarafan
Saraf – saraf untuk lien berasal dari :
1. Simpatis : nn. Splanchnicus thoracales T5-12, L4, S2-3
2. Parasimpatis : nn. Splanchnicus pelvicus S2 – 4

Mikroskopik Lien. ³

Lien terletak didalam regio hypogastrica sinister.dibungkus oleh jaringan padat sebagai
capsula yang berlanjut sebagai trabekula. Capsula akan menebal didaerah hilus yang
berhubungan dengan peritonium dan berlanjut ke tengah organ membentuk anyaman, daerah
berwarna abu-abu bernama pulpa alba terdiri atas jaringan limfoid yang mengikuti arteri
bercabang-cabang menjadi kapiler, ditengah pulpa alba adalah arteri sentralis, sedangkan
capsula dan trabekula terdiri atas jaringan ikat padat dengan sel otot polos dan elastis, arteri
lienalis masuk kedalam trabekula bercabang kecil ( kapiler ). Yang secara keseluruhan organ
lien berfungsi menyaring darah, membersihkan darah terhadap benda-benda asing dan juga
untuk degradasi hemoglobin, tempat persedian trombosit dan tempat limfosit T dan B serta
pembentukan eritrosit.

Jika sistem yang dibentuk oleh hati untuk menjalankan semua fungsinya terganggu, maka
secara otomatis, sistem pencernaan juga akan ikut terganggu. Hal ini akan dilihat pada
pembahasan selanjutnya mengenai gangguan-gangguan fungsi hati apa saja yang dapat
mengganggu jalannya proses pencernaan.7

Sehubungan dengan skenario yang ada, pasien tersebut didiagnosis mengalami


gangguan hati,pancreas dan lien hal ini berhubungan dengan kemampuan hati membantu
pencernaan makanan dan juga menganggu pembentukan beberapa enzim yang di hasilkan
oleh pancreas dan juga menggangu fungsi dari lien yaitu sebagai pembersih darah, Tentu saja
dengan adanya gangguan ini dapat menggangu aktifitas dari ketiga organ ini sehingga akan
menimbulkan beberapa gangguan pada metabolisme tubuh.

Enzim Pencernaan.⁴

Pencernaan molekul organik besar seperi karbohidrat, protein dan lemak dibantu oleh
enzim tertentu yang berfungsi mempercepat reaksi sehingga reaksi tidak memakan waktu
terlalu lama karena untuk dicerna maka molekul-molekul tersebut harus dipecah menjadi
molekul yang lebih kecil. Bahan-bahan yang dapat diserap sebagai hasil pencernaan ini
adalah bahan-bahan yang kecil yang sudah dipecah oleh enzim, contohnya adalah asam
amino, monosakarida, monoasilgliserol, gliserol dan asam lemak serta vitamin dan mineral.

Proses pencernaan secara umum terbagi atas proses pencernaan secara mekanis dan
proses pencernaan kimiawi. Secara mekanis bolus dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil untuk mempermudah proses pencernaan kimia melalui enzim. Dilihat dari fungsinya
enzim menjadi sangat penting dalam proses pencernaan kimia agar proses kimia tersebut
berlangsung lebih cepat.

Setelah polisakarida mengalami pemecahan menjadi disakarida di mulut dengan


bantuan saliva, bolus akan melanjutkan perjalanan ke lambung melalui oesophagus. Begitu
tiba di lambung, kimus akan berhadapan dengan suasana yang asam karena asam lambung.
Hal ini disebabkan oleh karena adanya sekresi asam klorida (HCL) dari sel parietal sebagai
respon terhadap datangnya kimus. Tingkat keasaman yang tinggi ini sebenarnya juga
berfungsi pada denaturasi dari polipeptida yaitu dengan jalan menguraikan struktur tersier
dengan memotong ikatan hidrogen didalamnya untuk memecah menjadi bentuk yang lebih
kecil. Selain itu tingkat keasaman yang tinggi bersama lisozim dari saliva dapat
menghancurkan sebagian besar mikroorganisme yang masuk ke saluran cerna.

Selain sel parietal, terdapat pula sel chief dan sel leher mukus pada dinding mukosa
lambung. Sel chief berfungsi untuk menghasilkan pepsinogen, suatu zymogen yang bila aktif
akan memecah protein menjadi proteosa dan pepton. Pepsinogen ini menjadi aktif dengan
bantuan asam klorida yang dihasilkan sel parietal tadi. Pepsin ini spesifik bekerja dengan
memutuskan ikatan peptida pada asam amino aromatik ataupun asam amino
dikarboksilat.Renin merupakan suatu enzim untuk mensintesis protein. Renin berfungsi
menggumpalkan kasein yang ada pada susu sehingga tidak mengalir dengan cepat keluar dari
lambung. Kasein susu yang berkontak dengan kalsium pada renin akan bereaksi membentuk
kalsium parakaseinat yang bila berkontak dengan pepsin dapat pecah kembali. Pada lambung
juga ditemukan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lemak menjadi bagian yang
lebih kecil. Namun fungsi lipolitiknya pada lambung tidak terjadi karena pH optimalnya 7,5
tidak sesuai dengan pH lambung.

Pencernaan pada pankreas dan usus dapat terjadi karena adanya sekresi hormon sekretin
pada duodenum dan jejunum. Hormon sekretin ini disekresikan sebagai bentuk respon
terhadap adanya HCl dan sebagian makanan yang telah dicerna dalam lambung. Hormon ini
akan mengalir melalui darah menuju pankreas, empedu dan hepar dan merangsang sekresi
Natrium Bikarbonat NaHCO3 yang berfungsi untuk menetralkan PH kimus yang asam. Jenis-
jenis sekretin antara lain pankreozimin, hepatokrinin, kolesistokinin dan enterokrinin.

Getah pankreas dihasilkan sebagai respon terhadapa kerja sekretin. Getah pankreas
umumnya kental seperti saliva, mangandung air, protein, ssedikit senyawa organik, berbagai
macam ion anorganik dan memiliki pH yang sedikit alkalis (7,5 – 8). Enzim-enzim yang
terdapat pada getah pankreas antara lain:

 Tripsin : disekresikan dalam bentuk yang tidak aktif yaitu tripsinogen. Tripsinogen
diaktifkan dalam duodenum oleh enzim enterokinase menjadi tripsin.Protease yang
bergabung dengan tripsin akan menjadi polipeptida. Pepton akan dihidrolisis pada
bagian yang mengandung asam amino lisin/arganin. Tripsin juga dapat
mengkoagulasi susu pada pH optimal 8.
 Kimotripsin : juga disekresikan dalam zymogen yaitu kimotripsinogen. Bentuk
inaktif ini akan bereaksi dengan tripsin menjadi kemotripsin. Kimotripsin bisa
mengkoagulasi susu dengan tingkat kekuatan yang lebih tinggi dibanding tripsin.
 Karboksipeptidase : merupakan enzim proteolitik yang mengandung Zink. Enzim ini
mengkatalisis hidrolisa pada ikatan peptida di ujung molekul pada sisi karboksil
bebas polipeptida. Enzim ini juga diaktifkan dengan molekul tripsin dari
prokarboksipeptidase menjadi karboksipeptidase.
 Amilase pankreas : bentuknya sama dengan amilase saliva. Bekerja dengan cara
menghidrolisis pati menjadi maltosa dan optimal pada pH netral.
 Lipase pankreas : bekerja dengan cara menghidrolisis lemak menjadi asam lemak,
gliserol, monogliserida dan digliserida. Aktivitasnya akan diperkuat dengan kerja
garam empedu.

Pada proses pencernaan lemak, ada suatu zat yang penting yang turut berperan selain
lipase pankreas. Zat tersebut ialah empedu. Empedu disekresikan oleh hati dan bila tidak
diperlukan akan disimpan sementara di kantung empedu. Empedu mengandung asam yaitu
asam kolat, asam deoksikolat, asam kenodeoksikolat dan asam litokolat. Asam empedu dapat
berkonjugasi dengan asam amino glisin atau taurin padu gugus karboksil sehingga dapat larut
dalam air.
Gambar : Sumber Buku Panduan Praktikum Histologi. ⁵

Kesimpulan
Dari semua pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa jika terjadi gangguan pada
hati,empedu, pancreas dan lien, sistem pencernaan juga otomatis mengalami gangguan akibat
keterlibatan fungsi dari masing-masing organ tersebut dengan proses metabolismenya atau
kerjanya masing-masing.
Daftar Pustaka

1. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. 2nd ed. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2010. h. 538-70.
2. Sugiharto L. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Penerbit buku kedokteran
EGC;2006. h. 240-8
3. Veldman J. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Terjemahan. Sloane E. Anatomy and
physiology: an easy learner. Jakarta: EGC; 2014.
4. Dany F. Histologi dasar teks dan atlas. Jakarta: Penerbit Kedokteran
EGC;2007.h.312-33
5. Penuntun praktikum Histologi. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen
Krida ; 2009.h.55-57, 76-78.