Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MATA KULIAH

AKUNTANSI MANAJEMEN LANJUTAN

OLEH :

1) Andrean Hermawan NPM: 17.4.1.01.21.0254

2) Bagus Mohammad Soleh NPM: 17.4.1.01.22.0258

3) Herman Ernandi NPM: 17.4.1.01.21.0255

4) Ignatius Roy Soputro NPM: 17.4.1.01.21.0248

5) Syaukan Baiquni NPM: 17.4.1.01.21.0256

Pendidikan Program Profesi Akuntansi


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia
Surabaya
2017
COLORSCOPE, Inc

1. Sejarah dan profil perusahaan


Andrew Cha adalah pendiri Colorscope, Inc, yang merupakan sebuah perusahaan grafika
yang sedang berkembang pesat. Pada tahun 1967 Andrew Cha berimigrasi ke Amerika
untuk mencari penghidupan yang lebih baik. .Dengan bekerja keras, akhirnya Andrew
Cha menemukan pekerjaan dari kemampuan seninya yaitu usaha dalam bidang
draftsmanship dan photography, kesuksesan dari promosi suatu perusahaan seni graphic
meyakinkan dirinya untuk memulai bisnisnya sendiri.yaitu mendirikan Colorscope Inc
pada 1 Maret 1976 bergerak pada bidang special-effectsphotography dan juga melayani
agensi periklanan local di California selatan.

Colorscope Inc pada awalnya dikembangkan sebagai sebuah laboratorium fotografi


dengan efek khusus,dan pada tahun 1988 bisnis ini berkembang lewat reputasi yang baik,
penjualan mereka mengalami peningkatan, hingga puncaknya pada tahun 1988 yang
mencapai 5 juta dollar. Perusahaan melayani perusahaan agensi raksasa seperti Saatchi &
Saatchi, Grey Advertising, dan J. Walter Thompson serta perusahaan retail dan
entertainment seperti Walt Disney Company dan R. H. Macy & Co. Untuk meningkatkan
pelayanan pelanggan, Cha menginvestasikan peralatan proprietory computer dalam
menyediakan special effects yang rumit.

Pada tahun 1988, Andrew Cha ditawarkan bekerja sama oleh R.R. Donneley & Sons Co.
Donneley merupakan perusahaan printer terbesar di dunia, dengan penjualan bruto
sebesar 4,3 milyar dollar yang tertarik mengakuisis Colorscope dengan nilai sebesar 10
juta dollar.Pada awal Colorscope telah membangun hubungan yang kuat dengan
perusahaan printing yang bernilai tinggi, menyebabkan bisnis ini dapat dijual dengan
harga lebih tinggi dari pencetakan mereka. Dengan memiliki bisnis pre-press milik
Andrew Cha dan memperkerjakannya menjadi konsultan pejualan, Donneley beerharap
untuk mengamankan perjanjian pencetakan dalam jumlah yang besar, dimana saat itu
masih dalam pertaruhan. Kedua, operasional perusahaan Andrew Cha termasuk salah satu
yang paling efisien dalam bisnis mereka. Sebelumnya pekerja Donneley telah
mengunjungi aktifitas operasinya dan membuat modelling beberapa cara kerjanya,
mengadaptasikan desain tersebut ke fasilitas pre-press mereka sendiri. Sebagai hasilnya,
Donneley menguraikan proses bisnis Andrew Cha sebagai metode pelatihannya sendiri
yang memanfaatkan keuntungan operasional yang bisa mereka gunakan untuk fasilitas
pre-press lainnya melalui jaringan operasi mereka di seluruh negeri.

Setelah melihat pilihan dan kepercayaan potensialnya di bisnis, Andrew Cha menjadi
tidak puas dengan beberapa klausul kontingensi dan perjanjian yang tidak lengkap, dan
akhirnya memutuskan untuk tidak menjual perusahaannya.Waktu yang diperlukan untuk
memutuskan hal ini terbukti mengeluarkan biaya yang mahal. Andrew Cha mengabaikan
tren tertentu dalam bisnis, terutama tekanan harga yang diakibatkan oleh PC murah dan
mikrokomputer berbasis Mac. Dengan perangkat ini, yang dilengkapi tata letak halaman
yang semakin canggih dan perangkat lunak pengkoreksi warna, proliferated dan
peningkatan dalam fungsi, biro periklanan kecil dan toko percetakan mulai mengambil
potongan bisnis dari perusahaan seni grafis yang lebih besar seperti Colorscope. Andrew
Cha masih terlindungi dari tren tersebut, karena memiliki hubungan pribadi yang kuat
dengan klien utamanya.

Perubahan dan perkembangan teknologi industry desktop publishing ditahun 1990 telah
memaksa perubahan yang signifikan dalam bisnisnya.Walaupun Andrew Cha telah
mengupayakan kualitas dan kepercayaan terhadap pekerjaannya, tekanan pasar memaksa
dirinya untuk mengurangi harga pokok/mengurangi harga produknya.Pada Mei 1994,
pemasukan utamanya, yang mencakup 80% dari keseluruhan bisninya, mengumumkan
menjual produksi desain grafis dan peralatannya menggantikan Colorscope. Proses ini
berlangsung sampai tahun berikutnya. Setelah kehilangan pelanggan utama untuk jangka
panjangnya, Andrew Cha memikirkan untuk membangun ulang bisnisnya dengan
merevaluasi keadaan ndustri, posisi perusahaannya di segmen pre-press, kebijakan harga
dan kegiatan operasinya.

Proses Produksi Pre-Press

 Pre-press production process adalah proses dasar untuk material cetak atau dapat
disebut dengan dengan pemisahan warna. Proses ini berlangsung sama selama sekitar
20 tahun.

 Pre-press process diawali perancangan dan penataan “buku” atau “project” yang
memerlukan persetujuan.

 Setelah memperoleh persetujuan, fotografer mengambil dan mengembangkan gambar


untuk diproses selanjutnya pada pre-press house

 Dalam proses tersebut (proofing) client dapat membandingkan dan mengajukan


permintaan untuk mengubah atau melakukan berbagai penyesuaian. Adjustment
untuk efek tertentu dikenakan biaya tertentu pula.

 Setelah memperoleh persetujuan akhir, Colorscope akan mengirimkan “master book”


atau file ke pecetakan.

 Setelah pencetakan selesai, pesanan siap untuk dikirimkan kepada klien.

Industry Dynamics

 Pasar komersil jasa percetakan di US ditahun 1995 mencapai puncaknya yaitu $66
miliar dollar. Hal ini disebabkan adanya diversifikasi material cetak yang diproduksi
oleh setiap perusahaan. Perusahaan cenderung melakukan spesifikasi pasar seperti
kartu ucapan, form bisnis, laporan keuangan, surat kabar, majalah, catalog, dsb.

 Colorscope menganggap pasar berubah sangat drastis yang mana posisi Colorscope
yang dikenal memiliki kualitas dan pelayanan baik menjadi tidak tepat lagi pada
kondisi pasar yang penuh oleh penyedia jasa dengan memiliki kualitas sama pada
harga lebih rendah.

Direct Competition
 Tipe I: Secara teknis perusahaan memiliki keahlian percetakan didukung oleh tenaga
pemasaran profesional yang mendorong paket harga dengan menggabungkan jasa
pre-press house dan percetakan. Diantaranya adalah R. R. Donnelley & Sons Co. dan
Quad Graphics

 Tipe II: Perusahaan lokal menggabungkan jasa pre-press house secara horisontal .
contoh perusahaan local ini adalah American Color dan Wace Techtron.

 Tipe III: Perusahaan yang bekerja sama dengan percetakan atau agensi periklanan
untuk meghalau pesaing yang potensial. Pesaing utama Colorscope termasuk dalam
tipe ketiga ini.

Work Flow Organization

 Pekerjaan bermula saat konsumen melakukan pesanan yang akan diterima oleh CS
dan akan dicatat pada rincian spesifikasi pekerjaan.

 Pekerjaan tersebut akan dilimpahkan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan untuk


pemrosesan cutting, pasting text, grapics, photographs, dan extensive marking

 Proses selanjutnya adalah scanning dan menghasilkan output berupa file computer.

 Pekerjaan selanjutnya adalah assembly yang menghasilkan perangkat output tertentu

 Proses selanjutnya adalah Quality Control pada proofing yaitu denga membandingkan
output yang berbentuk hardcopy dengan spesifikasi pelanggan. Dalam tahap ini
sering terjadi pengerjaan kembali karena ditemukan perbedaan antara spesifikasi dan
hardcopy

The Future

 Andrew Cha menyadari bahwa Colorscope perlu melakukan kapitalisasi atas aset dan
karyawannya

 Diperlukana strategi jangka pendek dalam meningkatkan pemasaran pada bulan-bulan


tertentu dimana pesanan untuk pre-press akan meningkat.

 Meminimalkan rework karena adanya perubahan spesifikasi dan rework yang


disebabkan oleh kesalahan proses.

 Penentuan harga produk yang berkaitan dengan efek tertentu atau pesanan khusus.

2. Permasalahan

a. Bagaimana Colorscope dapat memperbaiki operasinya?

b. Bagaimana cara Colorscope mengubah strategi harga?

c. Sistem Akuntansi dan Sistem Pengendalian apa yang seharusnya digunakan?

3. Analisa Kasus

Dalam mengatasi masalah yang akan dipecahkan oleh Andrew Cha, maka diperlukan
untuk menganalisis kondisi pasar beserta kompetisi yang dihadapi. Berikut suatu kondisi
yang dihadapi oleh perusahaan Colorscope:

 Colorscope menolak untuk mengikuti trend business dengan tetap melayani pesanan
dalam jumlah yang besar dan memiliki harga yang lebih tinggi.
 Perubahan teknologi yang cepat memaksa terjadinya perubahan signifikan bagi
Colorscope yang pengaruhnya pada harga. (exhibit 1)

 Dalam proses produksinya (pre-press production) menghabiskan banyak waktu


(Exhibit 2).

 Proses Proofing membuang banyak waktu, karena adanya rework yang disebabkan
pelanggan mengubah spesifikasi pesanan.

 Persaingan yang cukup intens (exhibit 3) dibidang usaha pre-press


 Dulunya konsumen konsisten dalam membayar kualitas terbailk namun sekarang
berubah konsumen lebih mengutamakan pada penawaran harga/persaingan harga
(exhibit 5)

 Alokasi Biaya overhead ke dalam 5 proses produksi yang tepat

Colorscope memiliki keunggulan yaitu berupa kualitas produk yang baik serta filosofi
Andrew Cha yang terkait hubungan baik harus dipertahankan dengan para pelanggan.

Berikut adalah cara Colorscope mengalokasikan biayanya


Description Job Scaning Assembly Output Quality Idle Total
Preparation Control

Wages $ 8,000 $ 32,000 $ 64,000 $10,000 $ 11,000 $125,000

Depreciation 500 25,000 10,000 14,000 500 50,000

Rent 2,000 2,000 8,000 4,000 1,000 13,000 30,000

Other 1,311 5,246 10,492 1.639 1,311 20,000

Total $11,811 $64,246 $92,492 $29,639 $ 13,811 $13,000 $225,000


Overhead

Labour hour 160 640 1280 200 160 0

Floor space
in sg. Ft.
1000 1000 4000 2000 500 6500 15000

Overhead
rate per
labour
$ 74 $100 $72 $148 $86

4. Pembahasan Kasus
a. Dalam meningkat operasi Colorscope, maka langkah pertama harus memperbaiki
manajemen operasinya, dengan mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan
kualitas dari SDM, serta meminimalisir pengerjaan ulang produk lewat quality control
yang ketat. Quality control yang ketat dapat mengeliminasi pengerjaan ulang yang tidak
memiliki nilai tambah. Namun jika ada permintaan dari klien untuk pengerjaan ulang karena
memberikan efek khusus, perubahan warna dsb, pekerjaan tersebut diperkenankan namun harus
dikenakan biaya tambahan tersendiri baik biaya produksi maupun biaya tenaga. Langkah kedua
adalah pengembangan teknologi dan peningkatan kualitas dari SDM yang dimiliki perusahaan
harus terus dikembangkan guna meningkatkan performa kinerja perusahaan,yang pada akhirnya
akan berdampak pada waktu pengerjaan dapat dipersingkat sehingga bisa menerima pesanan
lainnya.Dalam peningkatan teknologi Colorscope, Inc. perlu menerapkan teknologi desktop
publishing dalam pre-press production process. Sebelum teknologi desktop publishing
muncul, menggunakan pencetakan “end to end” membutuhkan waktu sekitar 8 minggu.
Namun dengan penerapan desktop publishing, waktu produksi menjadi lebih singkat
yaitu 2 minggu.Langkah ketiga Colorscope, Inc perlu melakukan spesialisasi utamanya
dalam bidang yang masih kurang diminati oleh perusahaan lain misalnya seperti agency,
newspaper, book, dan catalog yang cukup melayani beberapa konsumen utama agar
dapat menghemat biaya produksi. Keempat, perusahaan perlu memperbaiki kebijakan
harga yang sudah tidak kompetitif untuk pasar yang menyediakan berbagai jasa yang
memiliki kualitas sama dan pada harga lebih rendah.
b. Strategi harga didasarkan pada efektivitas pengerjaan, dengan meminimalisir frekuensi
rework dan pembebanan kepada konsumen didasarkan pada konsumsi biaya dari setiap
pesanan. Konsumen yang melakukan pesanan khusus akan dikenakan ongkos tambahan
sebab pesanan tersebut memiliki biaya produksi yang lebih besar atau biaya produksi
ditambah biaya khusus (fee). Dari perhitungan alokasi biaya overhead diatas, terlihat
bahwa Colorscope menghitung biaya berdasarkan proses sehingga harga untuk pesanan
khusus atau bukan pesanan khusus mendapat pembebanan biaya yang sama. Selain itu
Andrew Cha perlu investasi dalam pengembangan teknologi, dengan memakai
mesin/peralatan yang lebih mutakhir yang dapat meminimalisir harga dan memberikan
hasil yang berkualitas.Hal ini jika tidak dilakukan maka Colorscope akan terus menerus
kehilanganpelanggannya karena harga yang ditawarkan melebihi harga pesaing dengan
kualitas yang sama seperti produk mereka.
c. Perusahaan sebaiknya melakukan sistem pembebanan secara Job Order Costing dalam
menentukan harga pokok dari setiap pesanan,cara pembebanan ini perlu dilakukan agar
sesuai dengan konsumsi biaya dari setiap jenis pesanan pelanggan.Dalam sistem
pengendalian manajemen,perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawannya dengan
memberikan pelatihan agar skill dapat ditingkatkan atau dapat pula dengan menciptakan
loyalitas kerja karyawan dengan memberikan kompensasi kepada mereka.Selain
meningkatkan kinerja karyawan dapat melakukan pengembangan terhadap mesin dan
teknologi yang digunakan dalam produksi serta terus menerus mengevaluasi serta
memperbaiki kebijakan dalam produksi,khususnya yang berkaitan dengan pengerjaan
ulang.