Anda di halaman 1dari 3

Nama : Franciska Gledy Ambarita

NIM : 1534040

Toksikologi 1

EVAPORASI

Pengertian

Evaporasi merupakan suatu proses penguapan sebagian dari pelarut sehingga


didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Tujuan dari
evaporasi itu sendiri yaitu untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut
yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Dalam
kebanyakan proses evaporasi, pelarutnya adalah air. Evaporasi tidak sama dengan
pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair, kadang-kadang zat
cair yang sangat viskos, dan bukan zat padat. Begitupula, evaporasi berbeda
dengan distilasi, karena disini uapnya biasanya komponen tunggal, dan walaupun
uap itu merupakan campuran, dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk
memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Biasanya dalam evaporai, zat cair pekat
itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya
dikonsentrasikan dan dibuang.
Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi, yaitu:
1. evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami
2. evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat
diberikan uap panas (steam) dalam suatu peralatan.
Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan dari pada liquid (cairan)
dengan penambahan panas atau dapat juga didefinisikan sebagai evaporasi adalah
peristiwa menguapnya pelarut dari campuran yang terdiri atas zat terlarut yang
tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Dalam kebanyakan
proses evaporasi, pelarutnya adalah air.
Tujuan

Tujuan dari evaporasi adalah memekatkan konsentrasi larutan sehingga


didapatkan larutan dengan konsentrasi yang lebih tinggi. . Panas dapat disuplai
dengan berbagai cara, diantaranya secara alami dan penambahan steam. Evaporasi
diadasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu :
1. Pemberian panas ke dalam cairan.
2. Pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap.
3. Pemisahan uap dari cairan, dan
4. Mengkondensasikan uapnya.
Evaporasi atau penguapan juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor
ke dalam zat cair mendidih. Evaporasi dilaksanakan dengan cara menguapkan
sebagian dari pelarut pada titik didihnya, sehingga diperoleh larutan zat cair pekat
yang konsentrasinya lebih tinggi. Uap yang terbentuk pada evaporasi biasanya
hanya terdiri dari satu komponen, dan jika uapnya berupa campuran umumnya
tidak diadakan usaha untuk memisahkan komponenkomponennya. Dalam
evaporasi zat cair pekat merupakan produk yang dipentingkan, sedangkan uapnya
biasanya dikondensasikan dan dibuang. Disinilah letak perbedaan antara
evaporasi dan distilasi.

Fa

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses evaporasi :


1. Temperatur steam, disesuaikan dengan bahan yang akan dievaporasi karena
bahan yang tidak tahan suhu yang tinggi tentunya akan membentuk kerak pada
kolom evaporator sehingga akan mempengaruhi perpindahan panas dari steam ke
bahan tersebut.
2. Tekanan operasi, mempengaruhi proses penguapan pelarut disamping
temperatur.
3. Laju alir umpan, bila laju alir umpan terlalu kecil proses kurang effisien dan juga
bila terlalu besar,sehingga untuk suatu proses laju alir umpan diusahakan adalah laju
yang dapat menghasilkan proses yang optimal.
4. Sifat fisik dan kimia umpan.
5. Luas permukaan kontak antara umpan dan media pemanas (panjang dan jumlah
tube).
6. Laju alir steam
7. Laju air pendingin (kondenser).
Salah satu alat yang sering digunakan dari berbagai evaporator yaitu Rotary
evaporator diamana alat ini merupakan alat yang biasa digunakan di laboratorium
kimia untuk mengefisienkan dan mempercepat pemisahan pelarut dari suatu larutan.
Alat ini menggunakan prinsip vakum destilasi, sehingga tekanan akan menurun dan
pelarut akan menguap dibawah titik didihnya alat ini bekerja seperti alat destilasi.
Pemanasan pada alat ini menggunakan penangas air yang dibantu dengan
rotavapor akan memutar labu yang berisi sampel oleh rotavapor sehingga
pemanasan akan lebih merata. Selain itu, penurunan tekanan diberikan ketika labu
yang berisi sampel diputar menyebabkan penguapan lebih cepat. Dengan adanya
pemutaran labu maka penguapan pun menjadi lebih cepat terjadi. Pompa vakum
digunakan untuk menguapkan larutan agar naik ke kondensor yang selanjutnya akan
diubah kembali ke dalam bentuk cair.
Labu disimpan dalam labu alas bulat dengan volume 2/3 bagian dari volume labu
alas bulat yang digunakan setelah itu waterbath dipanaskan dan mengusahakan
suhu yang digunakan dalam pemanasan disesuaikan dengan suhu pelarut yang
digunakan. Setelah suhu tercapai, labu alas bulat dipasang dengan kuat pada ujung
rotor yang menghubungkan dengan kondensor. Aliran air pendingin dan pompa
vakum dijalankan, kemudian tombol rotar diputar dengan kecepatan yang diinginkan.