Anda di halaman 1dari 11

Analisa static bottom hole pressure (SBHP) pada 2 sumur tua dilakukan

dengan menggunakan metode SBHP Survey. Tekanan di ukur dengan


memasukkan elemen tekanan dan mekanisme perekaman di sumur. Saat bom
tekanan turun, tekanan didalam bom meningkat karena kepala cairan. Bom
tersebut dihentikan pada kedalaman yang telah ditentukan untuk waktu yang
singkat. Bom tekanan dikeluarkan setelah mencapai kedalaman akhir, dan
rekaman unsur tekanan diubah menjadi satuan tekanan. Hasil survey sumur
semacam itu, yang mengalir dan statis.
Operator tidak mungkin menentukan tingkat air di sumur dari pengukuran
yang dilakukan di permukaan, sedangkan dengan beberapa instrument ia dapat
menenetukan tingkat minyak dan air secara mekanis, karena dapat dihitung dari
data yang diperoleh sambil menurunkan bom tekanan di dalam lubang. Gas
biasanya memiliki gradient 0.1 psi/ft atau kurang, minyak memiliki gradient
berkisar antara 0.38 dan 0.28 psi/ft, dan air memiliki gradient berkisar antara
0.465 dan 0.43 psi/ft. dimungkinkan untuk memilih interval di mana kolom
fluida berubah dari gas keminyak atau menyak menjadi air. Setelah interval
dipilih, lokasi antarmuka bias dihitung.

(𝑃𝑏 −𝑃𝑡 )−𝐺𝑑ℎ ∆𝐻


𝐻𝑐 = 𝐻𝑡 +
𝐺𝑑𝑙 −𝐺𝑑ℎ

Dimana :
𝐻𝑐 : kedalaman anatarmuka, ft

𝐻𝑡 : kedalaman interval antarmuka, ft

𝑃𝑡 : tekanan di atas interval, Psi

𝑃𝑏 : tekanana di bawah interval, Psi

𝐺𝑑ℎ : radienyang lebih berat, ditentukan dari interval bawah


yang lebih rendah, Psi/ft
𝐺𝑑𝑙 : gradient cairan ringan yang ditentukan dari interval atas,
Psi/ft
∆𝐻 : jarak anatara titik pengukuran Pt dan Pb, ft
Karena pembatasan pada tubing seperti katup crossover dan choke,
mungkin tidak mungkin untuk mengukur tekanan di seberang perforasi sumur.

Gambar 7-4 survei tekanana tubing statis dan mengalir

Bila tekanan tidak dapat diukur pada perforasi, perlu untuk menghiitung
tekanan dari pengukuran lainnya. Dalam perhitungan ini diasumsikan bahwa
flying ada pada titik tekanan terakhir dalam tubing ada antara titik tersebut da
perforasi. Asusmsi ini dapat dengan mudah salah dalam kasus dimana titik
tekanan terakhir harus terletak tinggi ditali tabung karena penghalang. Tekanan
pada perfora dihitung dengan persamaan (7-2) (contoh 7-8)
𝑃𝑝 −𝑃𝑏−1
𝑃𝑝 = 𝑃𝑏 + ( 𝐻𝑝 − 𝐻𝑏 )
𝐻𝑏 − 𝐻𝑏−1

Dimana:
𝑃𝑝 : tekanan berlawanan dengan perforasi, Psi

𝑃𝑏 : tekanan terendah pada kedalaman survey, Psi

𝑃𝑏−1 : tekanan terendah di sebelah kedalaman survey Pb, Psi


𝐻𝑏 : kedalaman

𝐻𝑏−1 : kedalaman dari perforasi

Jika antarmuka cairan ada antara titik terakhir berikutnya dan titik tekanan
terakhir seperti yang ditunjukkan oleh gradient pada interval tersebut, gradient
cairan padat diasumsikan dari pengalaman dengan yang lain. Sumur di daerah ini
diasumsikan gradien Gdh kemudian digunakan dalam persamaan 7.2.

𝑃𝑝 = 𝑃𝑏 + 𝐺𝑑ℎ (𝐻𝑃 − 𝐻𝑏 ) (7.2a)

Dalam menganalisa kinerja waduk, seringkali menentukan beberapa


tekanan rata-rata untuk zona minyak, tutup gas, dan zona air. Karena sebagian
besar pengukuran tekanan dilakukan di sumur minyak, perlu untuk menyesuaikan
pengukuran ini dengan nilai-nilai yang akan ada pada datum tekanan dizona
minyak, pada kontak minyak dan gas, dan pada kontak minyak-air. Dalam
tekanan pada tiga titik ini diasumsikan bahwa cairan di reservoir berada dalam
keadaan keseimbangan statis. Hal ini juga diasumsikan bahwa kolom minyak
kontinu ada dari perforasi sumur sampai ketiga titik. Persamaan unyuk mengitung
tekanan pada datum minyak, biaasanya titik tengah volumetric reservoir, adalah

𝑃𝑑 = 𝑃𝑝 + 𝐺𝑟𝑜 (𝐻𝑑 − 𝐻𝑝)


Dimana
𝑃𝑑 : tekanan pada datum
𝑃𝑝 : tekanan pada perporasi

𝐺𝑟𝑜 : gradient minyak

𝐻𝑑 : kedalaman sampai datum

𝐻𝑝 : kedalaman sampai perforasi

Tekanan pada kontak minyak-gas dapat dapat dihitung dengan persamaan


(7-3) dengan mengganti kedalaman datum engan kedalaman kontak minyak-gas.
Subsitusi yang sama dilakukan untuk menghitung tekanan pada air.
Jadi setelah produksi dimulai, reservoir tidak pernah berada dalam
akuilibrium statis. Oleh karena itu hanya sumur yang menembus atau zona air
atau berada didekatnya harus digunakan utuk mengitung tekanan pada minyak gas
dan air, jika sumur yang jauh dari tutup yang digunakan untuk mengitung tekanan
pada tutup gas, variasi tekanan transien akan diperkenalkan yang akan
menyebabkan nilai tutup gas rata-rata berada dalam kesalahan.
Tidak ada prosedur koreksi yang telah dijelaskan untuk menyesuaikan
pengukuran tekanan yang dilakukan pada sumur gas. Prosedur yang sama berlaku
untuk sumur gas. Prosedur dan persamaan yang sama berlaku untuk sumur gas
seperti sumur minyak.
Uji produktifitas pada sumur minyak ditentukan oleh serangkaian uji
aliran dan tekanan. Tekanan di bawah atau di bawah tekanan lubang masuk adalah
diukur, dan tekanan bottom-hole yang mengalir diukur untuk berbagai tingkat
produksi minyak. Perbedaan tekanan diplot sebagai fungsi laju alir pada
barelstoke-tank per hari. Kemiringan kurva yang dihasilkan adalah indeks
produktivitas dengan satuan dari barel per hari per pon per inz persegi. Dalam
teori kuantitas ini juga dapat disamakan dengan permeabilitas dan ketebalan
formasi produksi. Untuk menghilangkan batas ables mungkin disarankan agar
persamaan dievaluasi dioi AP dan Q keduanya nol, sehingga kemiringan kurva
karena permeabilitasnya menggunakan ordinat yag akan digunakan untuk evaluasi
dan ketebalan formasi. Dari persamaan (2-34)
7.082 𝑘𝑜 ℎ
𝑄𝑂 = (7-4)
𝐵𝑜𝜇𝑜 𝐼𝑛 𝑟𝑒 /𝑟𝑤

Dimana:
𝑄𝑂 = tingkat produksi , stok-tank bbl/hari
𝑘𝑜 = permeabilitas efektif terhadap minyak, darcys
h = ketebalan pasir, ft
𝑝𝑒 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑤 = pada radius drainase yang efektif 𝑝𝑒 dan radius asing
masing sumur 𝑟𝑤 , psi
𝜇𝑜 = viskositas minyak, sentopois
𝐵𝑂 = factor volume pembentukan minyak, 𝑝𝑒

Dari definisi indeks produktivitas (PI)

𝐾 ℎ
PI = 𝐵 𝑂 (7-5)
𝑜𝜇0

Dimana 𝐵𝑂 dan 𝜇𝑜 didefinisikan pada pe


Tekanan lubang bawah setelah sumur ditutup pada beberapa periode
waktu yang ditentukan, 24 sampai 72 jam, biasanya merupakan nilai pertama
yang ditentukan dalam melakukan uji produktivitas pada sumur minyak waktu
penutupan sebenarnya akan tergantung padaa karakteristik sumur. Sumur
kemudian dibuka untuk beberapa ukuran tersebut kecil dan diijunkan mengalir
dengan laju produksi yang direkam sebagai fungsi waktu. Bila waktu stabil, maka
tekanan bottom-hole pada ssat itu tercatat. Untuk mendapat kan tekanana lubang
bawah ini, bom tekanan biasanya masuk kedalam lubang dan tertinggal disana
selama semua tes produksi. Setelaj tingkat stabil diperoleh dan waktu dicatat,
sehingga korelasi dapat dilakukan dengan tekanan lubang bawah yang direkam
oleh bom, choke dibuka untuk meningkatkan laju alir. Bila laju alir sekali lagi
telah stabil, tekanan dan waktu dicatat lagi. Produksi ii diikuti untuk tiga atau
empat tingkat produksi yang berbeda. Bahan kemudian direduksi menjadi bentuk
grafis yang serupa dengan yang ditunjukkan pada gambar 7-5. Disini dicatata
bahwa tekanana bottom-hole terus menurun sampai hamper stabil untyk beberapa
tingkat tingkat tertentu, dan kemudian ketika laju produksi berubah, dengan cepat
kembali dan mulai melakukan bilize padaa tingkat yang baru. Nilai baca pada saat
persamaan. Sebenarnya banyak nilai bias dihitung dari kurva penurunana ini
dimana tingkat dan tekanan dicatata sebagai fungsi waktu.
Data uji produktivitas berkorealsi dan tingkat yang dipilih dan ∆𝑝 yang
sesuai diplot seperti yang ditunjukkan pada gambar 7-5. Kurva ini diikata ekstra
ke ordinat nol, dimana kemiringan kurva adalah indeks produktivitas timbale
balik. Ini adalah nilai yang digunakan untuk menghitung ketetapan dan ketebalan
bersih formasi. Harus ditunjukkan disini bahwa permeabilitas yang dihitung b
berlaku untyk volume langsung sektar sumur. Nilai yang dihitung sensitive
terhadap penyelesaian yang baik dan

Watu, hr

Laju alir, bbl/hari


Gambar. 7-5. Pegukuran produktivitas sumur minyak. (setelah evinger dan
muskat)
Kerusakan atau peningkatan yang terjadi pada sumur bor selama operasi
pengeboran dan penyelesaian. Jika formasi dicolokkan, maka nilai permeabilitas
yang rendah akan ditunjukkan. Jika formasi telah retak atau diasamkan, maka
nilai permeabilitas tinggi akan dihitung. Tes produktivitas dapat dijalankan di
berbagai keadaan penipisan reservoir, dan produktifitas pada beberapa tekanan
lubang bawah tertutup akan diperoleh. Jika produktivitas ini diplot sebagai fungsi
tekanan vascular shut-in, penurunan kapasitas produktif akan dicatat (Gambar 7-
6) penurunan ini, kecualia jika operasi perbaikan telah mempengaruhi kandungan
langsung sumur bor, mengindikasikan kemampuan produksi menurun dari sumur
individu. Penururan tersebut disebabkan oleh beberapa factor, salah satunya
adalah meningkatkan viskositas minyak dengan penurunan adalah penurunan
saturasi minyak disekitar sumur yang pada gilirannya menurunkan produktivitas
minyak formasi. Penurunan PI dapat diekstrapolasikan untuk menunjukkan umur
produktif sumur dan tekanan reservoir dimana gas alam tidak lagi ekonomis untuk
beroperasi (Gambar 7-6)
Kurva ini jugak ‘dapat digunakan bersamaan dengan data lain untuk
ditunjukkan kemungkinan teanan reservoir dimana sumur ini tidak lagi mampu
mengalirkan barang prorata yang diijinkan, maka saat ini peralatan angkat buatan
harus di pasang.

Gambar 7-6. PI ppenurunan minyak dibawah berbagai mekanisme


Gambar 7-7. Tekanan teoritis draw-down dan build-up performance

Tes Build-up dan Draw-down pada sumur minyak. Di bidang waduk


engineering, persamaan tertentu telah disesuaikan dari listrik dan panas.
Bagaimana berhadapan dengan system aliran tidak stabil. Selama bertahun-tahun
berbagai penulis telah menyesuaikan persamaan ini dengan aplikasi khusus dalam
teknik reservoir. Salah satu aplikasi ini adalah dalam evaluasi volume drainase
sumur dengan apa yang biasanya di sebut build-up atau draw-down test. Kurva
penumpukan tidak lebih dari menutup sumur dan mengukur tekanan lubang
bawah sebagai fungsi waktu (Gambar 7-7) .
Dengan menggunakan persamaan tekanan transien, data build-up, dan
riwayat kinerja sumur, adalah mungkin untuk menghitung kemampuan formasi
dan mendapatkan beberapa gagasan mengenai kerusakan formasi dengan praktik
penyelesaian. Analisis semacam itu berada di luar jangkauan pelajaran ini.
Tes pembangun dapat dijalankan sebelum melakukan uji produktivitas
hanya dengan menjalankan bom di sumur sebelum ditutup untuk memungkinkan
tekanan 24 sampai 72 hari yakin membangun diperlukan untuk menetapkan
tekanan tertutup untuk uji productivity. Dari data ini, tekana tertutup dapat
dihitung seolah-olah sumur dibiarkan tertutup untuk waktu tak terbatas, dan dalam
kondisi tertentu daerah drainase formasi juga dapat ditentukan.
Prosedur untuk menjalan kan tes build-up relative sederhana. Pertama
produksi sumur sebelum memulai tes harus ditentutakn. Kedua, yang terbaik
adalah mengalirkan sumur pada tingkat tertentu sealam sampai 5 samapi 10 hari
sebelum penutupan sehingga dapat menghasilkan distribusi tekanan yang cukup
stabil di dalam area drainase sumur. Sumur ditutup, dan tekanan bole bawah
direkam sebagai fungsi waktu. Mengetahui produksi masa lalu, waktu yang telah
berlalu, laju alir rata-rata selama waktu sebelum dimatikan, waktu penutupan, dan
riwayat tekanan selama periode tertutup, adalah mungkin untuk mengitung
permeabilitas formasi. Kerusakan atau berbaikan disekitar sumur bor
dilambangkan sebagai ‘’efek kulit’’, dan tekanan tertutup bawah yang sebenarnya.
Kuantitas sebanding terbalik dengan kondisi shut-in dan mengukur tekanan
penurunan dengan produksi.
Ada beberapa batasan untuk prosedur ini yang harus dipahami sebelum
penerapan dan interpretasinya. Prosedur perhitungan mengasumsikan bahwa
hanya satu fluida yang mengalir dan bahwa untyk semua tujuan praktis hanya satu
fluida yang menempati ruang pri-pori di reservoir. Makanya, jika volume gas
bebas berlebih dilibatkan, kesalahan akan didapat pada hasilnya. Jika air dan
minyak mengalir, maka hasilnya akan berbeda. Di sumur gas, penyebaran tekanan
terukur terbatas, sehingga gas dapat secara langsung diperlakukan sebagai fluida
yang agak terkontaminasi.
Volume gas bebas yang terlibat, akan diperoleh hasilnya. Baik air dan
minyak dedang mengalir, maka hasil yang berbeda akan didapat. Di sumur gas,
penyebaran tekanan terukur terbatas, sehingga gas pada dasarnya dapat dianggap
sebagai bahan bakar yang sedikit kompresibel. Jika terjadi penurunan tekanan
besar, metode ini tidak dapat diterapkan. Terutama, nilai terbesarnya adalah dalam
pengujian awal sumur dan klasifikasi mereka. Jenis data ini dapat dikumpulakn
pada tes batang bor dan diinterpretasikan untuk member besaran relative
permeabilitas formasi dan mungkin daerah drainase sumur.
Tes tekanan balik pada sumur gas. Uji tekanan balik pada sumur gas
mengukur teknanan lubang bawah sumur pada kondisi tertutup dan untuk tiga
tingkat aliran stabil yang berbeda. Prosedur yang disarankan adalah menggunakan
empat laju alir, namun minimum tiga diperlukan.
Gambar 7-8 mengilustrasikan hasil perumusan perbedaan dalam kuadrat
tekanan terhadap laju alir yang diukur. Biasanya kumpulan data ii harus berbentuk
garis lurus ini adalah ukuran produktivitas atau kapasitas produksi formasi.
Persamaan yang mendefinisikan garis ini diberikan sebagai persamaan (7-7) di
mana

Kuantitas Pf mengacu pada tekana lubang bawah yang sesuai denagn laju
alir Q, P, mengacu pada tekanan lubang tertutup dibawah, kuantitas n adalah
timbale balik dari kemiringan kurva seperti yang digambarkan pada gambar 7-8,
dan C adalah inter dari kurva itu bila perbedaan kuadrat tekanan yang saya
berikan sama h. kuantitas C dapat dikaitkan dengan permeabilitas dan ketebalan
bagian produktif. Tes ini digunakan untuk sumur gas. Mereka dapat
dieksprapolasikan dan digunakan untuk menghasilkan terhadap tekanan
permukaan tertentu. Mereka juga dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat
penurunan sumur dengan penurunan tekanan reservoir. Nilai yang ditentukan dari
kurva ini dikennal sebagai aliran terbuka absolute (kapasitas aliran ketika tekanna
atmosfer dipaksakan saat menghadapai ormasi) digunakan dalam mengalokasikan
didijinkna diantara sumur di dalam lapangan oleh sebagian besar badan Negara.
Sebagai conntoh dibidag tertentu.

Gambar 7-8 karakterisasi produktivitas sumur gas dengan cara uji tekanan
balik
Dapat mennetukan bahwa tidak ada sumur yang dapat menghasilkan
bahwa tidak ada sumur yang dapat menghasilkan pada tingkat yang lebih besar
dari seperempat arus terbuka mutlaknya. Dengan demikian, tingkat pembatasan
diterapkan pada semua sumur di dalam lapangan. Jika bagian prorate dari hasil
panen melebihi kemampuannya menghasilka, maka jumlahnya terbatas hanya
untuk kuantitas minimum.
SIFAT FLUIDA RATA-RATA
Sifat fluida rata-rata, sampel dan analisis fluida relative mahal, oleh karena
itu, data diambil dengan hemat dibandingkan dengan tes lainnya seperti tes
produksi dan tekanan. Namun, beberapa contoh dan analisis yang j las diinginkan
jika hanya untuk mengkonfirmasikeakuratan sampling dan anlisis. Kemudian
muncul bagaimana manfaatkan data tambahan yang diperoleh dengan multiple
sampling dan analisis. rata untuk digunakan dalam perhitungan.