Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN SYOK HIPOVOLEMIK

A. Definisi
Syok dapat didefinisikan sebagai gangguan sistem sirkulasi yang menyebabkan
tidak adekuatnya perfusi dan oksigenasi jaringan. Bahaya syok adalah tidak
adekuatnya perfusi ke jaringan atau tidak adekuatnya aliran darah ke jaringan.
Jaringan akan kekurangan oksigen dan bisa cedera. syok hipovolemik merupakan
suatu keadaan dimana volume cairan tidak adekuat didalam pembuluh darah.
akibatnya perfusi jaringan (Purwadianto.A,2013).

Syok hipovolemik merupakan tipe syok yang paling umum ditandai dengan
penurunan volume intravascular. Cairan tubuh terkandung dalam kompartemen
intraselular dan ekstraseluler. Cairan intra seluler menempati hamper 2/3 dari air
tubuh total sedangkan cairan tubuh ekstraseluler ditemukan dalam salah satu
kompartemen intravascular dan intersisial. Volume cairan interstitial adalah kira-
kira 3-4x dari cairan intravascular. Syok hipovolemik terjadi
jika penurunan volume intavaskuler 15% sampai 25%. Syok hipovolemik terjadi
apabila ada defisit volume darah ≥15%, sehingga menimbulkan ketidakcukupan
pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan dan penumpukan sisa-sisa metabolisme
sel. Berkurangnya volume intravaskular dapat diakibatkan oleh kehilangan cairan
tubuh secara akut atau kronik, misalnya karena oligemia, hemoragi, atau
kebakaran (Hardiaman,2014).

1
B. Pathway (mulai etiologi, tanda dan gejala, sampai penatalaksanaan medis)

Kehilangan cairan eksternal: Perpindahan cairan internal:


Trauma Hemoragi internal
Pembedahan Luka bakar
Muntah-muntah Asites
Diare peritonitis
Dieresis
Diabetes insipidus
Manifestasi klinis syok hivopolemik :
1.Kulit dingin, pucat, dan vena kulit
Syok Hipovolemik kolaps
2.Takhikardi: peningkatan laju jantung
dan kontraktilitas
3.Hipotensi
Tubuh kehilangan
4. Oliguria: produksi urin umumnya
Oksigen dan darah
akan berkurang pada syok hipovolemik.

Hipovolemia Defisit volume Metabolisme anaerob


cairan

menghasilkan energi tingkat


Cardiac filling
rendah (bersifat asam)

Cardiac output oksigen menurun dan karbondioksida


meningkat

TD
Hipoperfusi alveoli
Peningkatan
Tonus simpatik nadi
Nafas cepat Pola nafas tidak
efektif
Vasokonstriksi
Pembuluh darah

Kulit

Gangguan perfusi
Akral dingin
jaringan
Gangguan eliminasi Ginjal menahan air
urin lebih banyak
Angiotensin I
Pelepasan aldosteron
dari korteks adrenal Retensi Na+air Pelepasan ADH oleh
Angiotensin II kelenjar pituitari

Sumber : (Hardiaman,2014).
Komplikasi Penatalaksanaan medis :
1.Kerusakan Ginjal 1.pasang insfus 2 jalur
2.Kerusakan Otak 2.berikan larutan kristaloid
3.Gangren pada lengan atau tungkai hingga
3.terapi obat medikamentosa seperti obat
amputasi
4.Serangan Jantung dopamin
5.Syok yang berat dapat berujung pada
kematian

2
C. PemeriksaanPenunjang
No JenisPemeriksaan Nilai pemeriksaan
1 Sel Darahh Putih Ht mungkin meningkat pada status hipovolemik
karena hemokonsentrasi. leukopenia ( penurunan
sdp ) terjadi sebelumnya, dikuti oleh pengulangan
leukositosis ( 15.000 – 30.000 ) dengan
peningkatan pita ( berpiondah ke kiri ) yang
mempublikasikan produksi sdp tak matur dalam
jumlah besar.
2 Elektrolit serum berbagai ketidakseimbangan mungkin terjadi dan
menyebabkan asidosis, perpindahan cairan, dan
perubahan fungsi ginjal.
3 Pemeriksaan pembekuan Trombosit terjadi penurunan ( trombositopenia )
dapat terjadi karena agregasi trombosit. PT/PTT
mungkin memanjang mengindentifikasikan
koagulopati yang diasosiasikan dengan iskemia
hati / sirkulasi toksin / status syok.
4 Laktat serum meningkat dalam asidosis metabolic,disfungsi
hati, syok.
5 Glukosa serum terjadi hiperglikemia yang terjadi menunjukan
glukoneogenesis dan glikogenolisis di dalam hati
sebagai respon dari perubahan selulaer dalam
metabolism
6 Urinalisis adanya SDP / bakteri penyebab infeksi. Seringkali
muncul protein dan SDM.
7 Sinar X film abdominal yang mengindentifikasikan udara bebas didalam
dan dada bagian bawah abdomen dapat menunjukan infeksi karena
perforasi abdomen / organ pelvis.
8 EKG dapat menunjukan perubahan segmen ST dan
gelombang T dan disritmia yang menyerupai
infark miokard.

D. Rencana asuhan klien dengan gangguan kebutuhan


1.Pengkajian emergency nursing, secara umum terdiri dari : primary survey,
sekundery survey, dan tersier survey. Primery survey meliputi: airway,
breathing, circulation, disability, dan exposure. Sekundery survey meliputi
pengkajian fisik. Sedangkan tersier survey dilakukan selain pengkajian primery
dan sekundery survey, semisal riwayat penyakit keluarga.
a. Primari survey
Pemeriksaaan jasmaninya diarahkan kepada diagnosis cidera yang
mengancam nyawa dan meliputi penilaian dari A,B,C,D,E. Mencatat tanda
vital awal (baseline recordings) penting untuk memantau respon penderita
terhadap terapi. Yang harus diperiksa adalah tanda-tanda vital, produksi urin
dan tingkat kesadaran. Pemeriksaan penderita yang lebih rinci akan menyusul
bila keadaan penderita mengijinkan. Metode pengkajian dalam primary survey
ini yaitu: cepat, ermat, dan tepat yang dilakukan dengan melihat (look),
mendengar (listen), dan Merasakan (feel).

3
1) Airway dan breathing : Prioritas pertama adalah menjamin airway yang
paten dengan cukupnya pertukaran ventilasi dan oksigenasi. Diberikan
tambahan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen lebih dari 95%.
- Airway (jalan napas):
Ada tiga hal utama dalam tahapan airway ini yaitu look, listen, dan feel.
Look atau melihat yaitu perawat melihat ada tidaknya obstruksi jalan
napas, berupa agitasi: (hipoksemia), penurunan kesadaran (hipercarbia),
pergerakan dada dan perut pada saat bernapas (see saw-rocking
respiration), kebiruan pada area kulit perifer pada kuku dan bibir
(sianosis), adanya sumbatan di hidung, posisi leher, keadaan mulut untuk
melihat ada tidaknya darah. Tahapan kedua yaitu listen atau mendengar,
yang didengar yaitu bunyi napas. Ada dua jenis suara napas yaitu suara
napas tambahan obstuksi parsial, antara lain: snoring, gurgling,
crowing/stidor, dan suara parau(laring) dan yang kedua yaitu suara napas
hilang berupa obstruksi total dan henti napas. Terakhir yaitu Feel, pada
tahap ini perawat merasakan aliran udara yang keluar dari lubang hidung
pasien.
- Breathing (bernapas):
Pada tahap look (melihat), yang dilakukan yaitu: melihat apakah pasien
bernapas, pengembangan dada apakah napasnya kuat atau tidak,
keteraturannya, dan frekuensinya. Pada tahap listen( mendengar) yang
didengar yaitu ada tidaknya vesikuler, dan suara tambahan napas. Tahap
terakir yaitu feel, merasakan pengembangan dada saat bernapas, lakukan
perkusi, dan pengkajian suara paru dan jantung dengan menggunakan
stetoskop.
2) Cirkulasi (kontrol perdarahan)
Pengkajian circulation, yaitu hubungan fungsi jantung, peredaran darah
untuk memastikan apakah jantung bekerja atau tidak. Pada tahap look atau
melihat, yang dilakukan yaitu mengamati nadi saat diraba, berdenyut
selama berapa kali per menitnya, ada tidaknya sianosis pada ekstremitas,
ada tidaknya keringat dingin pada tubuh pasien, menghitung kapilery
reptile, dan waktunya, ada tidaknya akral dingin. Pada tahap feel, yang
dirasakan yaitu gerakan nadi saat dikaji (nadi radialis, brakialis, dan
carotis),Lakukan RJP bila apek cordi tidak berdenyut. Pada tahapan

4
lesson, yang didengar yaitu bunyi aliran darah pada saat dilakukan
pengukuran tekanan darah.
3) Disability ( pemeriksaan neurologi)
Yang dikaji pada tahapan ini yaitu GCS (Glasgow Coma Scale), dan
kedaan pupil dengan menggunakan penlight. Pupil normal yaitu isokor,
mengecil: miosis, melebar: dilatasi.Dilakukan pemeriksaan neurologi
singkat untuk menentukan tingkat kesadaran, pergerakan mata dan respon
pupil, fungsi motorik dan sensorik. Informasi ini bermanfaat dalam
menilai perfusi otak, mengikuti perkembangan kelainan neurologi dan
meramalkan pemulihan.perubahan fungsi sistem saraf sentral tidak selalu
disebabkan cidera intra kranial tetapi mungkin mencerminkan perfusi otak
yang kurang. Pemulihan perfusi dan oksigenasi otak harus dicapai
sebelum penemuan tersebut dapat dianggap berasal dari cidera intra
kranial.

2.Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul


a. Kekurangan volume cairan (NANDA 00027) berhubungan dengan kehilangan
cairan aktif
Definisi : penurunan cairan Batasan karakteristik : kelemahan,kulit
intravascular,interstitial atau intraseluler kering,membrane mukosa kering,peningkatan
frekuensi nadi,peningkatan suhu tubuh
b. Ketidakefektifan pola nafas (NANDA 00032) berhubungan dengan
hiperventilasi
Definisi : inspirasi/ekspirasi yang tidak Batasan karakteristik : dispnea,peningkatan
member ventilasi adekuat diameter anterior-posterior,penurunan tekanan
inspirasi ekspirasi,pola nafas
abnormal,takipnea
c. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer (NANDA 00204) berhubungan
dengan vasokontriksi pembuluh darah
Definisi : penurunan sirkulasi darah keperifer Batasan karakteristik:edema,penurunan nadi
yang dapat mengganggu kesehatan perifer,perubahan karakteristik kulit,warna kulit
pucat
d. Gangguan eliminasi urine(NANDA 00016) berhubungan dengan penyebab
multiple
Definisi : disfungsi eliminasi urine Batasan karakteristik:disuria,dorongan untuk
berkemih,inkontinensia,retensi urine

3.Perencanaan keperawatan
a. Kekurangan volume cairan (00027) berhubungan dengan kehilangan cairan
aktif

5
Noc : setelah diberikan perawatan 1x24 jam Nic : manajemen hipovolemi : monitor status
keseimbangan cairan pada tekanan hemodinamik,monitor asupan dan
darah,denyut nadi radial,turgor kulit skala 4 pengeluaran,berikan cairan IV isotonic (ringer
sedikit terganggu laktat),berikan produk darah,monitor adanya
reaksi transfuse darah,lakukan autotransfusi
untuk kehilangan darah.
b. Ketidakefektifan pola nafas (NANDA 00032) berhubungan dengan
hiperventilasi
Noc : setelah diberikan perawatan 1x24 jam Nic : manajemen jalan nafas:buka jalan
statusa pernafasan membaik dibuktikn dengan nafas dengan tehnik chin lift,posisikan pasien
frekuensi pernafasan,kedalaman memaksimalkan ventilasi,identifikasi
pernafasan,kepatenan jalan nafas skala 4 kebutuhan actual,masukkan alat
deviasi ringan dari kisaran normal nasopharyngeal,auskultasi suara nafas dan
catat area ventilasi yang menurun,lakukan
penyedotan melalui endotrakeal,kolaborasikan
obat
c. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer (NANDA 00204) berhubungan
dengan vasokontriksi pembuluh darah
Noc : setelah diberikan perawatan 1x24 jam Nic : perawatan sirkulasi insufisiensi arteri:
perfusi jaringan membaik dibuktikan dengan lakukan pemeriksaan fisik system
edema perifer,nyeri diujung kaki dan tangan kardiovaskuler,tentunkan indeks
yang terlokalisasi,nekrosis,mati rasa,muka brachial,evaluasi edema dan denyut,inspeksi
pucat,kelemahan dank ram otot skala 4 ringan kulit adanya luka pada arteri,monitor tingkat
ketidaknyamanan,tempatkan ujung kaki dan
tangan dalam posisi tergantung,berikan obat
antiplatelet
d. Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan infeksi saluran kemih
Noc : setelah diberikan perawatan 1x24 jam Nic : manajemen cairan,katerisasi
status nutrisi kalori,protein,karbohidrat dll urin,bantuan perawatan diri
dengan skala 3 cukup adekuat

E. DaftarPustaka
Hardiaman (2014). Buku Gawat Darurat Medis Praktik. Yogyakarta : Gosyen
Publishing.

Muslihah (2010). Buku Keperawatan Gawat Darurat. Yogyakarta : Nuha Medika

Moorhead,S.et all.(2015 - 2017).Buku Diagnosis Keperawatan Nanda Noc Nic.


edisi bahasa Indonesia. Jakarta : EGC

Purwadianto.A (2013). Buku Kedaruratan Medic. Edisi Revisi. Tanggerang


Selatan : Binarupa Aksara Publisher.

Banjarmasin,..........Januari 2018

A. Preseptor Klinik Mahasiswa


B.
C.
(……………………) (……………….)