Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MAKALAH

PENJELASAN MENGENAI UNSUR VANADIUM


“ Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Individu ”
“ Tanah Dan Pemupukan ”

Disusun :
Gilang Fajar Firdaus
04.1.16.0873
2C

JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN


SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR
2017
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, zat
Yang Maha Indah dengan segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengan
segala kasih sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya.
Alhamdulillah berkat Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan
Makalah Tentang Penjelasan Mengenai Unsur Mangan Bagi Tanaman. Tidak
lupa Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi
Muhammad SAW serta kepada keluarga, sahabat dan kepada kita selaku umatnya.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk
menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah berjasa
memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan makalah ini. Untuk itu penulis
mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Kedua Orang tua tercinta yang senantiasa mendukung penulis dalam
menyelesaikan makalah ini baik secara moril maupun materil.
2. Ir. Nazaruddin, MM selaku Ketua STPP Bogor.
3. Endang Krisnawati,S.P .,MP, Selaku Dosen Pengampu mata kuliah Tanah
dan Pemupukan.
4. Dr.Id. Soebardja, MS., Selaku Dosen Pengampu mata kuliah Tanah dan
Pemupukan.
5. Teman-teman angkatan Hylocereous undathus yang telah membantu
memberikan semagat kepada penulis dalam menyusun maklah ini.

Penulis sadari dalam penulisan makalah ini masih banyak sekali kekurangan,
oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat
membangun kepada penulis guna perbaikan pembuatan makalah kedepan dapat
lebih baik dan semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi pembaca.
Bogor, 2 Desember 2017

Gilang Fajar Firdaus

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................... i

Daftar Isi ................................................................................................................. ii

Bab I Pendahuluan ...................................................................................................1

Latar Belakang .........................................................................................................1

Tujuan ......................................................................................................................2

Bab II Pembahasan ..................................................................................................3

Definisi Vanadium ...................................................................................................3

Sejarah......................................................................................................................3

Isotop........................................................................................................................3

Kelimpahan Unsur Vanadium Di Alam ...................................................................4

Sifat Unsur Vanadium..............................................................................................5

Unsur Unsur .............................................................................................................8

Penggunaan ..............................................................................................................9

Efek terhadap kesehatan dari unsur Vanadium dan persenyawaannya. ................11

Bab III Penutup ......................................................................................................13

Kesimpulan ................................................................................................13

Saran ..........................................................................................................13

Daftar Pustaka

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Vanadium ditemukan pertama kali oleh del Rio pada tahun 1801. Namun,
seorang ahli kimia Perancis dengan salah menyatakan bahwa unsur baru del Rio
hanyalah krom yang tidak murni. Del Rio pun menyangka dirinya salah dan
menerima pernyataan ahli kimia Perancis itu. Unsur ini akhirnya ditemukan
ulang oleh ahli kimia Swedia, Niel Grabiol Sefstrom pada tahun 1831,
menemukan unsur baru dalam bijih besi di Swedia. Unsur itu dinamakannya
Vanadium untuk memuliakan dewi Skandinavia yaitu dewi Vanadis yang berarti
cantik menawan, karena aneka warna senyawa yang dimilikinya. Tahun 1865
Roscor dan Thorpe menemukan unsur ini berada bersama tembaga dan lapisan
bawah batu pasir dari cheshire. Vanadium berhasil diisolasi hingga nyaris murni
oleh Roscor pada tahun 1867 dengan mereduksi garam kloridanya dengan
hydrogen. Vanadium tidak dapat dimurnikan hingga kadar 99,3%-99,8% hingga
tahun 1922. Senyawa vanadium tersebar melimpah dalam kerak bumi.
Vanadium umumnya terdapat disebagian besar tanah dalam jumlah bervariasi
dan diserap oleh tanaman. Dalam biologi, atom vanadium merupakan komponen
penting beberapa enzim terutama nitrogenase vanadium yang digunakan oleh
beberapa mikroorganisme nitrogen.
Vanadium merupakan bagian unsur golongan VB yang banyak diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari serta persenyawaannya. Seperti banyak digunakan
dalam pembuatan logam tahan karat. Vanadium juga merupakan unsur yang
paling ringan dalam satu perioda.
Meskipun penggunaannya banyak untuk kehidupan sehari-hari, vanadium
serta senyawaannya harus digunakan dengan penanganan khusus karena bersifat
racun. Hal ini dapat menimbulkan beberapa kerusakan dan gangguan terhadap
kesehatan pada makhluk hidup.

1
1.2 Tujuan
1) Untuk mengetahui pengertian dari unsur Vanadium
2) Untuk Mengetahui kandungan dan kegunaan unsur Vanadium
3) Untuk menginventarisasi /mengumpulkan informasi mengenai unsur hara
mikro Vanadium

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Devinisi Unsur Vanadium


Vanadium adalah unsur kimia dengan lambang V dan nomor atom
23. Vanadium adalah lembut, abu-abu keperakan, ulet logam transisi.
Vanadium diproduksi di Cina dan Rusia dari baja peleburan perak, negara-
negara lain memproduksinya baik dari debu cerobong minyak berat, atau
sebagai produk sampingan dari pertambangan uranium. Hal ini terutama
digunakan untuk memproduksi baja khusus paduan seperti baja alat
kecepatan tinggi. Senyawa vanadium pentoxide digunakan sebagai katalis
untuk produksi asam sulfat. Vanadium ditemukan di banyak organisme, dan
digunakan oleh beberapa bentuk kehidupan sebagai pusat aktif
enzim.Vanadium juga merupakan cahaya putih, lembut, ulet logam dengan
kekuatan struktural yang baik. Vanadium tahan terhadap serangan alkali,
asam klorida, asam sulfat, dan air garam. Mengoksidasi logam di udara di
sekitar 660°C ke pentoxide (V₂O₅).
2.2 Sejarah Vanadium
Vanadium berasal dari kata vanadis,yaitu nama dewi kecantikan di
Skandinavia, pada mulanya ditemukan oleh N. G. Selfstrom di Swedia pada
tahun 1830, bersama sama dalam bijih besi. Disebut demikian karena
senyawaannya kaya akan warna. Sesungguhnya, unsure ini telah dikenali
oleh A.M.del Rio pada tahun 1801 yang ditukan dalam bijih timbel yang
disebut eritronium. Namun sayangnya beliau sendiri yang membatalkan
penemuan ini. Logam ini tampak bersinar cemerlang, cukup lunak sehingga
mudah dibentuk seperti pembuluh, mempunyai titik leleh 19150C titik didih
33500C, serta tahan terhadap korosi
2.3 Isotop
Vanadium alam merupakan campuran dari 2 isotop, yakni Vanadium-
50 sebanyak 0.24% dan Vanadium -51 sebanyak 99.76%. Vanadium-50
sedikit radioaktif, memiliki masa paruh lebih dari 3.9 x 1017 tahun. Ada
sembilan isotop lainnya yang tidak stabil.

3
Sifat-sifat Vanadium murni adalah logam berwarna putih cemerlang
dan lunak. Tahan korosi terhadap larutan basa, asam sulfat, dan asam
klorida, juga air garam. Tetapi logam ini teroksidasi di atas 660oC.
Vanadium memiliki kekuatan struktur yang baik dan memiliki
kemampuan fisi neutron yang rendah , membuatnya sangat berguna dalam
penerapan nuklir .
Vanadium memiliki 18 isotop yang setengah-hidup diketahui, dengan
nomor massa 43-60. Dari jumlah tersebut, satu stabil.
Vanadium alam merupakan campuran dari 2 isotop, yakni Vanadium-
50 sebanyak 0.24% dan Vanadium -51 sebanyak 99.76%. Vanadium-50
sedikit radioaktif, memiliki masa paruh lebih dari 3.9 x 1017 tahun. Ada
sembilan isotop lainnya yang tidak stabil.
Sifat-sifat Vanadium murni adalah logam berwarna putih cemerlang
dan lunak. Tahan korosi terhadap larutan basa, asam sulfat, dan asam
klorida, juga air garam. Tetapi logam ini teroksidasi di atas 660oC.
Vanadium memiliki kekuatan struktur yang baik dan memiliki
kemampuan fisi neutron yang rendah , membuatnya sangat berguna dalam
penerapan nuklir .
Vanadium memiliki 18 isotop yang setengah-hidup diketahui, dengan
nomor massa 43-60. Dari jumlah tersebut, satu stabil.
2.4 Kelimpahan Unur Vanadium Dialam
Vanadium ditemukan dalam 65 mineral yang berbeda, di antaranya
karnotit, roskolit, vanadit, dan patronit, yang merupakan sumber logam yang
sangatn penting. Vanadium juga ditemukan dalam batuan fosfat dan
beberapa bijih besi, juga terdapat dalam minyak mentah sebagai senyawa
kompleks organic.
Vanadium juga ditemukan dalam sedikit dalam batu meteor. Produksi
komersial berasal dari abu minyak bumi dan merupakan sumber vanadium
yang sangat penting. Kemurnian yang sangat tinggi diperoleh dengan
mereduksi vanadium dengan magnesium atau dengan campuran magnesium-
natrium. Sekarang, kebanyakan logam vanadium dihasilkan dengan
mereduksi V2O5, dengan kalsium dalam sebuah tabung bertekanan, proes
yang dikembangkan oleh McKenie dan Seybair.

4
2.5 Sifat Unsur Vanadium

Vanadium berwarna abu-abu cerah, agak ringan, dan dalam keadaan murni dapat
renggang. Selain itu Vanadium enggan larut dalam H2SO4 dan HCl, tetapi larut
dalam HF dan HNO3. Ia mempunyai daya tahan kakisan yang baik terhadap al-kali,
asid sulfurik dan asid hiroklorik. Ia bersedia untuk teroksida pada kira-kira 933 K.
vanadium mempunyai kekuatan struktur yang baik dan keratin rentas belahan
neutron yang rendah, menyebabkannya berguna dalam aplikasi nuclear. Walupun ia
sejenis logam, vanadium mempunyai cirri-ciri oksida valensi yang bersifat asid.
Berikut spesifikasi sifat fisik dari Vanadium :
1. Fase :solid
2. Massa jenis (mendekati suhu kamar ) :6.0 g·cm −3
3. Massa jenis cairan pada t.l. :5.5 g·cm −3
4. Titik lebur :2183 K , 191
5. Titik didih :3680 K, 340
6. Kalor peleburan :21.5 kJ·mol −
7. Kalor penguapan :459 kJ·mol −
8. Kapasitas kalor :24.89 J·mol

NOMOR LAMBANG KONFIGURASI NOMOR GOLONGAN


ATOM UNSUR ELEKTRON PADA TABEL PERIODIK
23 V 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2 VB

Sifat Kimia Unsur Vanadium Berikut spesifikasi sifat kimia dari unsur Vanadium :
1. Bilangan oksidasi : +2, +3, +4, +5
2. Nomor atom : 23
3. Massa atom : 50,9414 g/mol
4. Elektronegativitas menurut Pauling : 1,6
5. Jari-jari ion : 1,32
6. Radius Vanderwaals : 0,134 nm
7. Radius ionic : 0,074 nm (+3); 0,059 (+5)
8. Struktur kristal :kubus berpusat badan
9. Energi ionisasi pertama : 649,1 kJ/mol

5
10. Energi ionisasi kedua : 1414 kJ/mol
11. Energi ionisasi ketiga : 2830 kJ/mol
12. Energi ionisasi keempat : 4652 kJ/mol
13. Konfigurasi Elektron : 23V = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3
14. Elektron pertingkat energi : 2, 8, 8, 5
15. Berat jenis : 6,11 g/cm3
16. Bobot atom : 54,941 sma
17. Sifat kemagnetan : paramagnetik
18. Keterhambatan elektris :(20 °C) 197 n
19. Konduktivitas termal :30.7 W·m −1 ·
20. Ekspansi termal :(25 °C) 8.4 µ
21. Kecepatan suara (batang ringan) :(20 °C) 4560

2.5.1 Sifat Magnet


Adanya elektron-elektron yang tidak berpasangan pada sub kulit d
menyebabkan unsur bersifat paramagnetic (sedikit ditarik ke dalam
medan magnet). Makin banyak elektron yang tidak berpasangan, maka
makin kuat pula sifat paramagnetknya. Pada seng dimana orbital pada
sub kulit d terisi penuh, maka bersifat diamagnetic (sedikit ditolak keluar
medan magnet).
Vanadium memiliki nomor atom 23. Elektron terluar tidak menigsi
penuh sub kulit D terpaksa berpindah ke sub kulit S. Atom vanadium
mempunyai satu elektron tidak berpasangan pada sub kulit D
menyebabkan vanadium bersifat paramagnetik.

2.5.2
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3 4s2
konfigurasi elektron unsur vanadium

6
2.5.3 Reaktifitas (Sifat Kimia) Vanadium
1) Reaksi vanadium dengan udara Logam Vanadium bereaksi
dengan oksigen (O2) berlebih dengan pemanasan untuk
membentuk vanadium (V) oksida (V2O5). 4V (s) + 5O2 (g) →
2V2O5 (s) [kuning-oranye]
2) Reaksi vanadium dengan air Permukaan logam vanadium
dilindungi oleh lapisan oksida dan tidak bereaksi dengan air
dalam kondisi normal. V (s) + H2O (g) 3. Reaksi vanadium
dengan halogen Vanadium bereaksi dengan fluorin, F2 dengan
pemanasan untuk membentuk vanadium (V) fluoride. 2V (s) +
5F2 (g) → 2VF5 (l) 4. Reaksi vanadium dengan asam Vanadium
tidak bereaksi dengan asam V (s) + H+ (aq) 5. Reaksi vanadium
dengan basa Logam Vanadium tidak bereaksi dengan basa karena
tahan terhadap serangan alkali cair. V (s) + OH- (aq)
2.5.4 Kewujudan
Kewujudan belum pernah dijumpai dalam keadaan tulen dalam alam
semula jadi, sebaliknya wujud dalam kira-kira 65 jenis mineral berlainan,
antaranya patronit (VS4), vanadinit [Pb5(VO4)3CI], dan karnotit
[K2(UO2)2(VO4)2.3H2O]. vanadium juga hadir dala, bauksit, endapan
yang mengandungi karbon seperti minyak mentah, arang, syal dan pasir
tar. Spectrum vanadium juga dikesan pada cahaya daripada matahari dan
setengah bintang.
Pada masa kini, kebanyakan logam vanadium yang dihasilkan adalah
melalui penurunan kalsium pada V2O5 dalam bekas tekanan. Vanadium
biasanya diperolehi sebagai hasil sampingan atau koproduk, maka
sumber dunia bagi unsur ini bukanlah penunjuk yang sebenar bagi
bekalan yang boleh didapati.
Terdapat dalam makanan seperti gandum, kacang, kedelai, minyak
zaitun, minyak bunga matahari, apel dan telur. Dapat mempengaruhi
kesehatan ketika diserap dalam jumlah terlalu tinggi.

7
Sifat Atom
Struktur hablur Kubus berpusat jasad
Keadaan pengoksidaan :2, 3, 4, 5 (oksida amfoterik)
Keelektronegatifan :1.63 (skala Pauling)
Tenaga pengionan Pertama : 650.9 kJ/mol
Kedua : 1414 kJ/mol
Ketiga : 2830 kJ/mol
Jejari atom :135 pm
Jejari atom kiraan :171 pm
Jejari kovalen :125 pm

2.6 Unsur Unsur


Vanadium merupakan unsur yang paling banyak terdapat (0,02 %
kerak bumi) dan ditemukan beberapa macam bijih. Salah satu bijih yang
penting secara komersil ialah V2O5, dan bijjih yang paling kompleks.
Metalurgi vanadium tidak sederhana, tetapi vanadium murni (99,9 %) dapat
dihasilkan. Dalam penggunaannya vadium dibentuk sebagai logam campuran
besi-vanadium, ferrovanadium mengandung 35% - 95% V.
Ferrovanadium dihasilkan dengan mereduksi V2O5 dengan silica dan
penambahan besi. SiO2 berkombinasi dengan CaO membentuk terak cair
kalsium sitrat. 2 V2O5 + 5 Si {+Fe} 4 V {+Fe} + 5 SiO2 [23.5]
SiO2 {p} + CaO {p} CaSiO3 {c} [23.5] Sekitar 80% produksi vanadium
digunakan untuk pembuatan baja. Baja yang mengandung vanadium
digunakan pada peralatan yang membutuhkan kekuatan dan kelenturan,
seperti pegas dan alat-alat mesin berkecepatan tinggi.
Vanadium logam tidak diserang oleh udara, basa dan asam, bukan
pengoksidasi selain HF pada suhu ruang. Ia larut dalam HNO3, H2SO4
pekat dan air baja.Vanadium tersebar luas tetapi hanya terdapat sedikit
deposit yang terkonsentrasi. Vanadium terdapat dalam minyak tanah dari
Venezuela, dan diperoleh kembali sebagai V2O5 dari debu asap setelah
pembakaran. Komersil vanadium sangat murni jarang didapatkan, karena
seperti titanium, cukup reaktif terhadap O2, N2 dan C pada suhu tinggi yang
digunakan dalam proses metalurgi

8
2.7 Penggunaan
Vanadium digunakan dalam memproduksi logam tahan karat dan
peralatan yang digunakan dalam kecepatan tinggi. Vanadium karbida sangat
penting dalam pembuatan baja.
Sekitar 80% vanadium yang sekarang dihasilkan, digunakan sebagai
ferrovanadium atau sebagai bahan tambahan baja. Foil vanadium igunakan
sebagai zat pengikat dalam melapisi titanium pada baja. Vanadium petoksida
digunakan dalam pembuatan keramik dan sebagai katalis. Vanadium juga
digunakan untuk menghasilkan magnet superkonduktif dengan medan
magnet sebesar 175,000 gauss.
Vanadium bersenyawa dengan karbon di dalam baja membuat baja
lebih tahan lama dan tahan sobekan walaupun dalam temperature tinggi.
Vanadium juga digunakan untuk logam aditif pada baja, khususnya untuk
keperluan baja yang tahan goncangan pada kecepatan tinggi. Selain itu
vanadium juga digunakan sebagai paduan logam dengan logam alumunium
dengan komposisi berat 10%.
Kira-kira 80% vanadium yang dihasilkan, digunakan sebagai
ferrovanadium atau sebagai penambah keluli. Penggunaan-penggunaan lain :
• Dalam bentuk aloinya seperti :
o Keluli tahan karat khhusus, contohnya penggunaan dalam peralatan bedah
atau alat tukang.
o Keluli tahan karat dan pertukangan kelajuan tinggi.
o Dicampurkan dengan aloi-aloi aluminium dan titanium untuk digunakan
dalam engine jet dan kerangka pesawat udara kelajuan tinggi.
• Aloi keluli vanadium digunakan pada gandar, aci engkol, gear dan
komponen-komponen penting yang lain.
• Ia merupakan penstabil karbida yang penting dalam pembuatan keluli.
• Oleh karena itu keratin rentas belahan neutron yang rendah, vanadium
mempunyai kegunaan dalam bidang nuclear.
• Keranjang vanadium digunakan untuk menyalutkan titanium pada keluli.
• Pita vanadium-gallium digunakan dalam magnet bersuperkonduksi
(175,000 gauss).

9
• Vanadium (V) oksida (vanadium pentoksida V2O5) digunakan sebagai
mangkin dalam pembuatan asid sulfurik (melalui proses sentuh) dan maleik
anhidrida. Ia digunakan dalam pembuatan seramik.
• Kaca yang disalut vanadium dioksida (VO2) boleh mengekang sinaran
inframerah (tanpa menghalang cahaya tampak) pada suhu-ssuhu tertentu.
• Sel bahan api elektrik dan bateri simpanan sepeti Bateri redoks vanadium.
• Ditanbahkan dengan korundum untuk membuat manikam aleksandrit
tiruan.
• Salutan perubahan elektrokimia vanadat untuk melindungi keluli daripada
karat dan kikisan.
Dalam biologi, atom vanadium adalah komponen penting bagi
sesetengah enzim, khasnya bagi vanadium nitroginase yang digunakan oleh
sesetengah mikroorganisma pengikat nitrogen. Vanadium adalah penting
bagi askidian atau pemancut laut dalam Protein Kromagen Vanadium.
Kepekatan dalam darah hidupan-hidupan ini adalah lebih 100 kali lebih
tinggi daripada kepekatan vanadium dalam air laut sekeliling mereka. Tikus
dan ayam juga diketahui memerlukan vanadium pada kandungan kecil dan
kekurangan akan mengakibatkan pertumbuhan lambat dan gangguan
pembiakan.
Secara industrinya, kebanyakan vanadium digunakan sebagai
penambah untuk memperbaiki cirri keluli. Biasanya tindak balas besi mentah
dengan vanadium pentoksida mentah “V2O5” sudah mencukupi, dan tidak
perlu menggunakan logam vanadium tulen. Ini menghasilkan ferrovanadium
yang sesuai untuk kerja-kerja seterusnya.
Di Jepang, vanadium (V) oksida (V2O5) dipasarkan sebagai
tambahan kesehatan mineral baik yang wujud secara asli dalam air minuman.
Sumber utama air minuman ini adalah cerun Gunung Fuji. Kandungan
vanadium pentoksida air ini adalah antara kira-kira 80ug/Liter hingga ke
130ug/Liter. Pemasarannya menggambarkannya sebagai berkesan
menentang diabetis, ekzema, dan kegendutan. Tidak terdapat pernyataan
tentang ketoksikan dalam pemasaran produk-produk ini.
Vanadium menstabilkan bentuk beta titanium dan meningkatkan
kekuatan dan stabilitas suhu titanium. Dicampur dengan aluminium di

10
titanium paduan digunakan dalam mesin jet dan airframes berkecepatan
tinggi. Salah satu paduan yang umum adalah Titanium 6Al-4V, sebuah
paduan titanium dengan 6% aluminium dan 4% vanadium.
Vanadium pentoksida (V2O5) digunakan sebagai mungkin
terutamanya dalam penghasilan asid sulfuric. Vanadil sulfat (VOSO4) juga
dipanggil vanadium (IV) sulfat oksida hidrat, digunakan sebagai tambahan
diet yang agak kontroversi, terutamanya untuk meningkatkan tahap insulin
dan bina badan. Belum lagi adanya bukti yang menunjukkan ia berguna
untuk bina badan, sebaliknya beberapa bukti menunjukkan para atlit yang
mengambilnya hanyalah mengalami kesan placebo.
Vanadium (IV) klorida adalah salah satu bentuk vanadium yang
terlarut dan biasa digunakan dalam maksimal. V(IV) adalah bentuk yang
diturunkan daripada V(V), dan biasanya terhassil selepas respirasi anaerob
oleh bacteria penurun logam disimilasi. V(IV) klorida berrtindak balas
dengan cergas bersama air.
2.8 Efek terhadap kesehatan dari unsur Vanadium dan persenyawaannya.
Bahaya kesehatan yang berhubungan dengan vanadium tergantung pada keadaan
oksidanya. Beberapa dampaknya sebagai berikut :
1. Senyawa vanadium umumnya tidak berbahaya, naman pekerja yang terpapar
debu vanadium peroksida berpotensi mengalami iritasi mata, hidung, dan
tenggorokan parah.
2. Vanadium elemental dapat teroksidasi menjadi vanadium pentoksida selama
pengelasan, yang bersifat lebih beracun daripada bentuk elemental. Paparan
kronis pada debu dan assap dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit,
saluran pernapasan seperti radang trakea dan bronkus, edema paru-paru dan
keracunan sistenik.
3. Penyerapan vanadium oleh manusia, terutama terjadi melalui makanan,
seperti gandum, kacang, kedelai, minyak zaitun, minyak bunga matahari,
apel dan telur. Dapat mempengaruhi kesehatan ketika diserap dalam jumlah
terlalu tinggi.
4. Vanadium dapat menghambat enzim tertentu pada hewan sehingga
berdampak secara neirologis.

11
5. Vanadium dapat memicu perubahan DNA dalam beberapa kasus tetapi tidak
sampai menyebabkan kanker pada hewan.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari uraian pembahasan mengenai unsur vanadium dan persenyawaannya, maka
dapat disimpulkan beberapa hal berikut :
1. Vanadium sulit didapatkan secara murni, namun banyak ditemukan dalam
mineral yang berbeda.
2. Vanadium merupakan unsur transisi terbanyak kelima setelah besi (Fe), titanium
(Ti), mangan (Mn), dan Zirkon (Zr).
3. Memiliki sifat kimia yang banyak digunakan sebagai katalis.
4. Berupa fasa padat dan berwarna abu-abu cerah, agak ringan, dan dalam keadaan
murni dapat renggang.
5. Ekstraksi vanadium dapat dilakukan dari beberapa senyawa.
6. Vanadium sangat sulit diperoleh dalam keadaan murni sebab titik cair yang
7. tinggi dan reaktivitas terhadap O2, N2dan C pada suhu tinggi.
8. Memiliki manfaat yang banyak digunakan dalam laboratorium dan kehidupan
sehari-hari namun juga memiliki dampak kerusakan dan gangguan pada
kesehatan.

3.2 Saran

Unsur vanadium memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari


maupun dalam pengaplikasian dalam laboratorium dan industri. Namun dalam
penggunaannya harus penanganan khusus dan hati-hati karena dapat menyebabkan
kerusakan dan gangguan bagi kesehatan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Unsur-unsur golongan VB.pdf diakses pada 1 Desember 2017 pukul 19.45
WIB.

http://www.slideshare.net/anneriyanti16/unsur-transis-periode-ke-4 diakses pada 1


desember 2017 pukul 20.03 WIB.

http://blogibnuseru.blogspot.co.id/2011/ 11/ vanadium - sejarah - manfaat-


keberadaan-di.html diakses pada 1 Desember 2017 pukul 19.16 WIB.

http://www.lovekimiabanget.blogspot.co.id/2010/04/vanadium.html diakses pada 2


Desember 2017 pukul 19.20 WIB.

http://www.unsur2kimiaku.ueuo.com/v.html diakses pada 2 Desember 2017pukul


20.14 WIB.

http://www.amazine.co/28245/vanadium- v- fakta- sifat- kegunaan-efek-


kesehatannya/ diakses pada 2 Desember 2017pukul 20.00 WIB.

http://kholiddull.blogspot.co.id/2011/10/unsur-vanadium.html diakses pada 3


Desember 2017 pukul 20.20 WIB.

http://coretansowel.blogspot.co.id/2013/06/logam- vanadium- dan -kromium-


kimia_1915.html diakses pada 4 Desember 2017pukul 20.35 WIB.