Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kehamilan dimulai ketika air mani terpencar dalam vagina saat terjadi

koitus. Kehamilan akan terjadi saat adanya pertemuan antara ovum dan

spermatozoon. Janin akan terus berkembang dari minggu ke minggu,

sehingga mengakibatkan perubahan-perubahan baik anatomis, fisiologis serta

psikologis bagi ibu guna menyesuaikan diri dengan kehamilannya (Varney,

2006).

Periode kehamilan dibagi menjadi tiga trimester yang masing-masing

terdiri dari 12 minggu pertama untuk trimester I, minggu ke 13 hingga ke 27

untuk trimester II, dan minggu ke 28 hingga ke 40 untuk trimester III.

Masing-masing dari trimester ini memiliki ciri tersendiri sesuai dengan

pertumbuhan dan perkembangan janin (Varney, 2006).

Menurut Ditjen Bina Pelayanan Medik menyatakan angka kematian ibu

hamil periode 2004 - 2005 mencapai 8 - 9 orang per 1000 kelahiran

hidup.Sedangkan menurut buku ponek 2008 untuk wilayah timur Kalimantan

berada pada posisi kedua dengan AKI tertinggi dan Kalimantan Timur berada

diurutan teratas.
Bidan tentunya berperan aktif untuk menurunkan angka kematian ibu

dengan memberikan ANC pada ibu hamil sehingga dapat mendeteksi secara

dini kehamilan patologis dengan terlebih dahulu mengetahui batasan untuk

kehamilan fisiologis.Atas dasar inilah penulis tertarik untuk membuat

makalah Asuhan Kehamilan Fisiologis Trimester III ini.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ibu Hamil

Trimester III Normal dengan menggunakan pola pikir ilmiah melalui

pendekatan manajemen kebidanan menurut Varney.

2. Tujuan Khusus

a. Menjelaskan konsep dasar teori Ibu Hamil Trimester III Normal

b. Menjelaskan konsep dasar manajemen asuhan kebidanan pada Ibu

Hamil Trimester III Normal berdasarkan 7 langkah Varney.

c. Melaksanakan asuhan kebidanan pada Ibu Hamil Trimester III

Normal dengan pendekatan Varney, yang terdiri dari:

1) Melakukan pengkajian

2) Menginterpretasikan data dasar

3) Mengidentifikasi diagnosis/ masalah potensial

4) Mengidentifikasi kebutuhan tindakan segera

5) Mengembangkan rencana intervensi

6) Melakukan tindakan sesuai dengan rencana intervensi


7) Melakukan evaluasi atas tindakan yang telah dilakukan

d. Mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ibu Hamil

Trimester III Normal dalam bentuk catatan SOAP.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Teori

1. Definisi Kehamilan

Pertemuan antara sel telur dengan sel spermatozoa (konsepsi) yang

diikuti dengan perubahan fisiologis dan patologis (Mitayani, 2009).

Kehamilan adalah proses dan mulainya ovulasi sampai partus yaitu

kira-kira 280 hari (40 minggu) juga disebut kehamilan mature (cukup

bulan) lebih dari 43 minggu disebut postmature dan kehamilan antara 28

minggu sampai 36 minggu disebut kehamilan premature (Prawirohardjo,

2009).

Kehamilan trimester III adalah suatu keadaan dimana seorang wanita

mengandung hasil konsepsi (individu lain) di dalam tubuhnya yang akan

tumbuh dan berkembang menjadi sosok manusia baru dimana pada usia 29

- 40 minggu.

2. Mata rantai kehamilan

a. Ovulasi

Proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal

yang kompleks, ovum yang diberikan biasanya masuk ke tuba. Bila

ovum gagal bertemu sperma dalam 48 jam, ovum akan mati dan

hancur.
b. Spermatozoa

Spermatozoa yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat

hidup selama tiga hari. Dan bila terjadi ovulasi maka akan terjadi

konsepsi.

c. Konsepsi

Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa, sehingga

terbentuk zigot.

d. Nidasi

Setelah pembuahan beberapa jam zigot membelah melalui

konsepsi menuju uterus (proses stadia morula). Didalam morula

terdapat ruang yang berisi cairan disebut blastula.Blastula siap

mengadakan nidasi di desidua.Tertanamnya blastula di endometrium

mungkin terjadi perdarahan yang disebut tanda Hartman (Hidayati,

2009).

3. Fisiologi kehamilan

Kehamilan terjadi jika ada pertemuan dan persenyawaan antara sel

telur (ovum) dan sel mani (spermatozoa). Waktu ovulasi sel telur masih

diselimuti oleh corona radiata tetapi spermatozoa dapat menembus dinding

sel telur karena mempunyai enzim hyalurodinase yang dapat mencairkan

corona radiata tersebut. Setelah persenyawaan antara sel telur dan sel mani

yang biasanya terjadi dalam ampula tuba maka sel telur disebut zygote.

Zygote adalah ovum yang telah dibuahi.


4. Perubahan Anatomis pada Kehamilan Trimester III

a. Uterus

Uterus bertambah besar dari yang semula 70 gr dengan volume10

ml menjadi 1100 gram dengan ukuran panjang 32 cm, lebar 24 cm,

dan ukuran muka belakang 22 cm serta volume 5 - 20 liter.

Pembesaran disebabkan oleh hypertrofi otot rahim, tapi pada

kehamilan muda terbentuk juga sel baru. Pada trimester II,

pembesaran uterus terjadi karena decidua kapsularis menempel pada

decidua vera dan rongga rahim tidak ada lagi. Mulai sekarang

pertumbuhan rahim diregang oleh isinya dan disebut pertumbuhan

pasif (Prawirohardjo, 2010)

b. Vagina

Perubahan vagina yang berupa penipisan mukosa dan hilangnya

jaringan serta hipertrofi otot polos merupakan persiapan untuk

persalinan.Perubahan ini mengakibatkan bertambah panjangnya

dinding vagina.Papilla mukosa juga mengalami hipertrofi dengan

gambaran seperti paku payung (Prawirohardjo, 2010).

c. Serviks

Terjadi penurunan lebih lanjut dari konsentrasi kolagen.

Konsentrasinya menurun secara nyatadari keadaan yang relatif dilusi

dalam keadaan menyebar dan ter-remodel menjadi serat.


d. Dinding perut

Umumnya muncul garis kemerahan yang sedikit mencekung pada

kulit abdomen dan kadangkala pada payudara dan paha. Kadangkala

otot dinding abdomen tidak dapatmenahan tegangan yang diberikan

kepadanya dan otot rektus terpisah dari garis tengah sehingga

membentuk diatasis rekti dengan lebar bervariasi (UNPAD, 2004).

e. Kulit

Tetap terdapat hyperpigmentasi pada wajah, payudara dan

dinding abdomen sama seperti trimester II (UNPAD, 2004).

f. Payudara

Pembesaran payudara masih terjadi sebagai perkembangan dari

trimester sebelumnya (Prawirohardjo, 2010).


5. Perubahan Fisiologis pada Kehamilan Trimester III

a. Payudara

Kadar hormone luteal dan plasenta meningkatkan proliferasi

duktus laktiferus dan jaringan lobulus-alveolar sehingga pada palpasi

payudara teraba penyebaran nodul kasar. Peningkatan jaringan

glandular menggantikatan jaringan ikat,akibatnya jaringan menjadi

lebih lunak dan lebih jarang (Bobak, 2004).

b. Kardiovaskuler/ Hemodinamik

Denyut nadi meningkat ± 15 x/menit dan menetap hingga aterm

(Bobak, 2004). Volume darah ibu meningkat dengan kecepatan yang

lebih pelan dibanding pada trimester II untuk mencapai kondisi plat

(UNPAD, 2004)

c. Ginjal

Filtrasi glomerulus meningkat hingga usia aterm sedangkan

aliran plasma ginjal menurun pada trimester ini (UNPAD, 2004).

Ginjal mengalami peningkatan ukuran dan pelebaran kaliks dan pelvis

ginjal serta ureter yang meningkatkan risiko infeksi (Varney, 2006).

d. Paru-paru

Perubahan pulmonal dipengaruhi oleh hormonal dan mekanis.

Perubahan mekanis meliputi elevasi posisi istirahat ± 4

cm,peningkatan 2 cm pada diameter transversal saat sudut subkostal

dan iga bagian bawah melebar,serta lingkar toraks membesar ± 6 cm.


Perubahan ini disebabkan oleh tekanan ke atas akibat pembesaran

uterus (Varney, 2006).

Meskipun fungsi paru tidak berubah selama kehamilan namun

penyakit pernafasan dapat diperburuk (UNPAD, 2004).

e. Pencernaan

Esterogen menyebabkan peningkatan aliran darah ke mulut

sehingga gusi menjadi rapuh dan dapat menimbulkan gingivitis.

Saliva menjadi lebih asam (Varney, 2006).

Tonus sfringter esophagus bagian bawah melemah

menyebabkan relaksasi otot polos dibawah pengaruh progesterone.

Pergeseran diafragma dan penekanan akibat pembesaran uterus yang

diperburuk oleh hilangnya tonus sfringter ani menyebabkan refluks

dan nyeri ulu hati. Kerja pregesteron pada otot polos menyebabkan

hipotonus yang disertai motilitas dan waktu pengosongan yang

memanjang. Efek progesterone menjadi lebih jelas seiring kemajuan

persalinan. Pada usus halus berefek memperpanjang absorbsi nutrisi,

mineral, dan obat. Pada usus besar menyebabkan konstipasi karena

waktu transit yang melambat membuang air semakin banyak

diasbsorbsi dan menyebabkan peningkatan flatulen karena usus

mengalami pergeseran akibat pembesaran uterus. Usus buntu dan hati

juga bergeser karena pembesaran uterus (Varney, 2006).


6. Penyesuaian Psikologis pada Kehamilan Trimester III

Sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan.

Wanita mulai aktif dalam mempersiapkan kelahiran bayinya. Wanita akan

merasa cemas dengan kehidupan bayi dan dirinya sendiri. Wanita juga

kembali mengalami ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat menjelang

akhir kehamilan.

Pada pertengahan trimester III libido akan kembali menurun karena

abdomen yang semakin besar (Varney, 2006).

7. Ketidaknyamanan yang dialami pada Kehamilan Trimester III

a. Bulan ke 7

Secara fisik:

1) Leukorea

Leukorea adalah sekresi vagina dalam jumlah besar dengan

konsistensi kental atau cair bersifat asam akibat pengubahan

sejumlah besar glikogen pada sel epitel vagina menjadi asam

laktat oleh basil doderlein. Hal ini juga dapat mempercepat

organism yang bertanggung jawab akan terjadinya vaginitis dan

meningkat pada trimester ini. Upaya mengatasinya adalah dengan

memperhatikan kebersihan tubuh pada area tersebut dan

mengganti panty berbahan katun dengan sering. Sebaiknya tidak

melakukan douch atau menggunakan semprot untuk menjaga

kebersihan genetalia (Varney, 2006).


2) Pegal pada perut bagian bawah

Terjadi pada lumbosakral yang biasanya meningkat seiring

pertambahan usia kehamilan karena disebabkan pergeseran pusat

gravitasi wanita dan postur tubuhnya. Peningkatan lordosis yang

kurang diperhatikan menyebabkan otot punggung meregang dan

menimbulkan rasa sakit atau nyeri (Varney, 2006).

3) Sembelit

Sembelit atau konstipasi terjadi akibat penurunan peristaltis

yang disebabkan relaksasi otot polos pada usus besar ketika terjadi

peningkatan progesterone. Pergeseran dan tekanan pada usus

akibat pembesaran uterus dapat menurunkan motilitas saluran

gastrointestinal sehingga menyebabkan konstipasi (Varney, 2006).

Dapat diatasi dengan asupan cairan yang adekuat, istirahat

yang cukup, minum air hangat saat beranjak dari tempat tidur,

pertahankan postur tubuh yang baik, dan pola defekasi yang

teratur (Varney, 2006).

4) Terasa ada gas dalam perut dan gembung(flatulen)

Terjadi akibat peningkatan progesterone yang merelaksasi

otot halus dan akibat pergeseran serta penekanan usus halus

karena pembesaran uterus pada kehamilan yang lanjut (Varney,

2006).
Untuk mengurangi flatulen adalah dengan pola defekasi

yang teratur serta menghindari makanan yang mengandung gas

(Varney, 2006).

5) Sakit kepala

Umumnya terjadi pada kehamilan muda dan akan berkurang

atau menghilang pada pertengahan kehamilan (Bobak, 2004).

6) Tersumbatnya saluran hidung

Disebabkan kadar esterogen yang meningkatkan aliran darah

ke membran selaput lendir hidung sehingga selaput menjadi lebih

lembut dan membengkak. Atasi dengan mengkonsumsi cukup

cairan dan vitamin C 250 mg.

7) Kram kaki

Kram kaki diperkirakan karena asupan kalsium atau

ketidakseimbangan rasio kalsium dan fosfor tubuh. Salah satu

dugaan lain ialah uterus yang membesar memberi tekanan pada

pembuluh darah panggul sehingga menggangu sirkulasi (Varney,

2006).

Dapat diatasi dengan meluruskan kaki yang kram dan

menekan tumit,mempertahankan postur tubuh yang baik, anjurkan

diet kalsium dan fosfor, serta melakukan elevasi kaki secara

teratur (Varney, 2006).


8) Sakit punggung

Tekanan rahim yang membesar menyebabkan saraf pinggul

terasa linu sehingga pinggang,bokong,dan tungkai terasa sakit

(Bobak, 2004).

Istirahat dan kompres air hangat akan membantu

mengurangi sakit punggung (Varney, 2006).

9) Varices vagina dan/ kaki

Varices mudah muncul pada wanita yang memiliki

kecenderungan tersebut dalam keluarga. Dapat diakibatkan

gangguan sirkulasi vena dan peningkatan tekanan vena pada

ekstremitas bawah. Perubahan ini diakibatkan penekanan uterus

yang membesar. Biasa terdapat pada kaki atau vulva (Helen

Varney, 2006).

Dapat diatasi dengan hindari pakaian yang ketat,hindari

berdiri lama, naikkan kaki ke atas, silangkan tungkai saat duduk,

pertahankan postur tubuh, mandi air hangat, dan lakukan latihan

yang membantu sirkulasi (Varney, 2006).

10) Edema dependen

Terjadi pada kaki akibat tekanan uterus yang membesar pada

vena panggul saat duduk atau telentang. Hal ini berbeda dengan

edema karena pre-eklampsi (Varney, 2006).


11) Nafas pendek

Difragma mengalami elevasi 4 cm sehingga terjadi

pelebaran diameter transversal namun masih kurang untuk

mengompensasi elevasi difragma sehingga mengakibatkan sesak

nafas. Tubuh merespon dengan bernafas cepat (Varney, 2006).

Penanganan dapat dengan mengajarkan untuk berdiri dan

meregangkan lengan di atas kepala, menganjurkan

mempertahankan postur tubuh, dan ajarkan pernafasan interkosta

(Varney, 2006).

12) Insomnia

Insomnia pada wanita yang hamil maupun tidak dapat

disebabkan oleh kekhawatiran, kecemasan, dan terlalu gembira

menyambut acara esok hari. Wanita hamil memiliki tambahan

diantaranya uterus yang membesar, ketidanyamanan selama

kehamilan, terutama jika janin bergerak aktif (Varney, 2006).

Beberapa penanganannya ialah mandi air hangat, minum air

hangat, dan ambil posisi relaksasi (Varney, 2006).

13) Kontraksi Braxton hicks

Kontraksi ini akan melatih rahim untuk bersalin. Kontraksi

tidak terasa sakit,pergerakannya mulai dari atas lalu ke bawah

hingga akhirnya memudar dan terjadi selama 30 detik atau 2 menit.

Akan semakin sering dan kuat seiring bertambahnya usia

kehamilan (Prawirohardjo, 2010).


b. Bulan ke 8

Secara fisik:

Sama dengan bulan ke 7.

c. Bulan ke 9

Secara fisik:

1) Semakin banyaknya keputihan yang kadang disertai bercak merah

atau kecoklatan

2) Sembelit

3) Rasa panas pada perut

4) Terasa ada gas dan kembung

5) Sakit kepala dan pusing

6) Tersumbatnya saluran hidung

7) Kram kaki saat tidur

8) Meningkatnya sakit pinggang

9) Meningkatnya edema dependen

10) Varices dan/ hemoroid

11) Perut gatal

12) Nafas menjadi lebih mudah setelah janin barada pada posisi lahir
13) Lebih sering buang air kecil karena kepala yang telah memasuki

rongga panggul dan menekan kandung kemih

14) Tidur semakin sulit

15) Meningkatnya Braxton hicks

16) Kolostrum

17) Keletihan atau kelebihan energi

18) Meningkat atau hilangnya nafsu makan


B. Konsep Dasar Manajemen Asuhan Kebidanan pada Kehamilan

Trimester III

I. PENGKAJIAN

Tanggal pengkajian :

Waktu pengkajian :

Nama pengkaji :

A) DATA SUBJEKTIF

1. Identitas

Nama : Nama Suami :

Umur : usia <18 tahun dan >35 tahun Umur :


memerlukan pengawasan antenatal
tambahan (Fraser & Cooper, 2009).

Suku : Suku/Bangsa :

Agama : Agama :

Pendidikan : Pendidikan :

Pekerjaan : Pekerjaan :

Alamat :

2. Keluhan Utama

Umumnya klien merasakan Ketidaknyamanan yang umum


terjadi pada kehamilan Trimester III antara lain: gangguan rasa
nyaman (nyeri), gangguan gambaran diri, perubahan proses
keluarga, kecemasan, perubahan pola seksual (Mitayani, 2009).
3. Riwayat Kesehatan Klien

a. Riwayat Kesehatan Sekarang

Menurut Varney (2006) riwayat kehamilan saat ini dikaji

untuk mendeteksi komplikasi, beberapa ketidaknyamanan, dan

setiap keluhan seputar kehamilan yang dialami klien sejak haid

terakhir (HPHT).

1) Keluhan tiap trimester

2) Pergerakan anak pertama kali (Quickening)

3) Pemeriksaan kehamilan

4) Pendidikan kesehatan yang sudah didapatkan

5) Imunisasi

b. Riwayat kesehatan yang lalu

Mengkaji riwayat penyakit yang pernah atau sedang

diderita klien yang dapat mempengaruhi atau

memperberat/diperberat oleh kehamilannya. Perlu pengkajian

tentang riwayat penyakit menular, penyakit menurun, dan

penyakit menahun pada klien.

Penyakit sistem reproduksi : Penyakit Ginekologi, tumor/

kanker payudara

Penyakit kardiovaskuler : Penyakit jantung, hipertensi

Penyakit darah : Anemia, leukemia,

isoimunisasi

Penyakit paru-paru : TBC, asma bronchial


Penyakit saluran pencernaan : Haemoroid

Penyakit hati : Hepatitis

Penyakit Ginjal & Sal. kencing : Gagal ginjal

Penyakit endokrin : Diabetes mellitus

Penyakit saraf : Epilepsi

Penyakit jiwa : Psikosis

Penyakit sistem imunologi : Penyakit autoimun

Penyakit infeksi : IMS, infeksi TORCH, ISK

Riwayat alergi : Alergi antibiotic

Riwayat pembedahan : Seksio Cesaria

(Mochtar, 2011)

4. Riwayat Kesehatan Keluarga

Penyakit tertentu dapat terjadi secara genetik atau berkaitan

dengan keluarga atau etnisitas, dan beberapa diantaranya berkaitan

dengan lingkungan fisik atau sosial tempat keluarga tersebut tinggal

(Fraser & Cooper, 2009).

Mengkaji riwayat penyakit menurun (asma, hipertensi, DM,

hemofilia) menular (hepatitis, TBC, HIV/AIDS) menahun (jantung,

asma).

Riwayat kehamilan kembar juga memiliki insidens lebih tinggi

pada keluarga tertentu (Fraser&Cooper, 2009).


5. Riwayat Menstruasi

Riwayat siklus, lama dan jumlah menstruasi klien. Wanita

seringkali keliru mengartikan bercak darah akibat implementasi

sebagai periode sebagai periode menstruasi, meski menstruasi ini

sangat berbeda dari menstruasi yang biasa ia alami (Varney, 2006).

Siklus : 28 + 7 hari

Lamanya : 3-8 hari (Mochtar, 2011)

HPHT : merupakan dasar untuk menentukan usia kehamilan dan

perkiraan taksiran partus (Varney, 2006).

6. Riwayat Obstetrik

Kehamilan Persalinan Anak Nifas

No Abnorm
suami Anak UK Peny Jenis Pnlg Tmpt Peny JK BB/PB H M Laktasi Peny
alitas

7. Riwayat Kontrasepsi

Riwayat penggunaan kontrasepsi, meliputi jenis kontrasepsi yang

pernah digunakan, lama pemakaian dan jarak antara pemakaian

terakhir dengan kehamilan.


8. Pola Fungsional Kesehatan

Pola Keterangan

Nutrisi Jumlah tambahan kalori yang dibutuhkan pada ibu hamil adalah

300 kalori perhari, dengan komposisi menu seimbang (cukup

mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air).

Cairan : paling sedikit 8 gelas berukuran 250 ml/hari. Cairan

ekstra juga membantu melembutkan kulit, mengurangi kemungkinan

konstipasi, mengeluarkan racun dan produksi sisa dari tubuh,

mengurangi pembengkakan yang berlebihan dan mengurangi resiko

ISK (Murkoff, dkk., 2006).

Eliminasi Biasanya BAK sering karena kandung kemih tertekan oleh rahim

yang membesar. Akan hilang pada trimester kedua kehamilan

(Mochtar, 2011). Sedangkan BAB mengalami Konstipasi/obstipasi

karena tonus otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid

(Mochtar, 2011).

Istirahat Sebaiknya tidur 1-2 jam lebih lama dari biasnya saat malam

(Eisenberg, 2005).

Aktivitas Namun pada saat hamil ibu akan mengalami mudah lelah karena

menurunnya BMR (Basal metabolic Rate) (Prawirohardjo, 2009).

Personal Kebersihan diri merupakan perawatan diri sendiri yang dilakukan

Hygiene untuk mempertahankan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis.

Perawatan diri meliputi kebersihan badan, kebersihan mulut, kebersihan

pakaian (Hidayat, 2008).


Kebiasaan Kebiasaan minum alcohol, jamu-jamuan, obat-obatan, perokok

aktif maupun pasif, narkoba dan kepemilikan binatang peliharaan

merupakan salah satu pencetus gangguan kehamilan yang memperlukan

pengawasan antenatal tambahan (Myles, 2009)

Seksualitas Hubungan seksual masih tetap diperbolehkan kecuali pada ibu

yang pernah mengalami keguguran, namun beberapa wanita kehilangan

gairah seksualnya ketika hamil (Wendy, 2005).

Sebaiknya hubungan seksual diperbolehkan setelah kehamilan 16

minggu, karena pada saat itu plasenta sudah terbentuk.

Hubungan seksualitas saat akhir kehamilan dapat dilakukan

semampu ibu. Kandungan sperma (prostatglandin) dapat merangsang

kontraksi uterus, oleh karena itu disarankan untuk menggunakan

kondom (Manuaba, 2009).

9. Riwayat Psikososiokultural Spiritual

a. Riwayat pernikahan : pernikahan keberapa, lama menikah, status

pernikahan sah/tidak

b. Bagaimana respon klien dan keluarga terhadap kehamilan.

Kehamilan direncanakan atau tidak, diterima/tidak. Najman dalam

Salmah (2006) menyatakan bahwa kehamilan yang tidak

diinginkan bisa berdampak pada kesehatan mental baik ibu

maupun janinnya.

c. Bagaimana psikis ibu menghadapi kehamilannya


d. Bagaimana adat istiadat yang ada di lingkungan sekitar. Apakah

ibu percaya terhadap mitos atau tidak.

e. Adakah kebiasaan-kebiasaan keluarga maupun lingkungan

masyarakat yang dapat merugikan atau memberikan pengaruh

negatif pada kehamilan ibu.

B) DATA OBYEKTIF

1. Pemeriksaan Umum

Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Compos mentis

Ekspresi wajah :

Tanda Vital :

Tekanan darah : 110/70-120/80 mmHg

Nadi : 60-100 x/menit

Pernapasan : 16-24 x/menit

Suhu : 36,0 – 37,50C

Antropometri :

BB Sebelum Hamil :

BB Saat ini : normalnya selama kehamilan pertambahan

berat badan 7 – 12 kg

Tinggi Badan : >145 cm

LiLA : > 23,5 cm


a. Klien yang menurut kategori BMI berada pada rentang obesitas

lebih beresiko mengalami komplikasi kehamilan (Frase &

Cooper, 2009)

b. Menurut institute of Medicine (1990) batasan yang

direkomendasikan untuk peningkatan berat badan ibu hamil

berdasarkan BMI sebelum hamil yakni:

Total Peningkatan BB yang


Kategori Berat-Tinggi Badan
direkomendasikan

Kategori BMI Kg Lb

Rendah < 19,8 12,5- 18 28-40

Normal 19,8 – 26 11,5 – 16 25-35

Overweight 26 – 29 7 – 11,5 15-25

Obesitas >29 >7 >15

(Varney, 2006)

2. Pemeriksaan Fisik

Pada keadaan fisiologis ditulis harga normal seperti kriteria hasil:

a. Inspeksi

Kepala : bersih, tidak ada lesi, distribusi rambut merata,

warna rambut hitam.

Wajah : terjadi hyperpigmentasi.

Mata : konjungtiva merah muda dan sclera putih.


Telinga : simetris.

Hidung : bersih, tidak ada polip, tidak ada pernafasan

cuping hidung.

Mulut : tidak ada caries dentis, stomatitis, tidak ada

pembesaran tonsil dan uvula.

Leher : terjadi hyperpigmetasi.

Dada : bentuk elips, tidak ada retraksi dinding dada,

Payudara : terjadi hiperpigmentasi pada areola dan papilla

mamae, putting susu menonjol, tidak terdapat

kelenjar susu tambahan.

Abdomen : abdomen membesar sesuai usia kehamilan,

terdapat linea dan striae.

Genetalia : pada saat hamil akan timbul tanda Chadwick

dimana terjadi perubahan warna menjadi

kebiruan pada vulva, vagina, serviks

(Prawirohardjo, 2010).

Anus : tidak ada hemoroid

Ekstremitas : Bawah, simetris, tidak ada varices.

Atas, simetris.

b. Palpasi

Kepala : tidak teraba oedema, tidak teraba massa

Wajah : tidak teraba oedema.

Mata : tidak teraba oedema pada palpebra.


Telinga :

Hidung : tidak ada fraktur.

Leher : tidak terjadi pembesaran kelenjar tirod, vena

jugularis, dan kelenjar limfe.

Payudara : tidak ada benjolan atau massa, tidak ada

pembesaran kelenjar limfe pada axilla.

Abdomen : palpasi Leopold I-IV : (Mochtar, 2011)


TFU : ….. cm
Leopold I : Pada fundus teraba bagian lunak,
kurang bulat dan kurang melenting
yaitu bokong janin.
Leopold II : Teraba bagian panjang dan keras
seperti papan yaitu punggung janin
pada sebelah kanan/ kiri ibu dan
dibagian sebaliknya teraba bagian
kecil janin yaitu ekstremitas janin.
Leopold III : Pada SBR, teraba bagian keras,
bulat dan melenting yaitu kepala
janin. Bagian ini masih/ sudah
tidak dapat digoyangkan.
Leopold IV : Konvergen/ sejajar/ divergen.
Genetalia : tidak ada oedema, varices, dan pembesaran

kelenjar bartholini

Ekstremitas : Bawah, tidak ada oedema, homan sign negatif,

cavillary refill time kembali kurang dari 2 detik.

Atas, tidak ada oedema dan cavillary refill time

kembali kurang dari 2 detik.


c. Auskultasi

Dada : Suara nafas, biasanya pada 90 % hingga 95 %

wanita hamil akan terdengar murmur sistolik

pendek yang semakin jelas terdengar selama

inspirasi maupun ekspirasi (Varney, 2006).

Bunyi jantung I dan II teratur.

Abdomen : Bising peristaltik usus 5 - 35 x/menit. DJJ

terdengar teratur pada punctum maksimum di

kuadran kanan/ kiri bawah frekuensi 120 - 160

kali/ menit.

d. Perkusi

Dada : Umumnya bersuara resonan dan dullness. Karena

suara resonan dihasilkan oleh jaringan paru-paru

yang normalnya bergaung dan bernada rendah dan

suara dullness dihasilkan oleh di bagian atas

jantung dan paru-paru (Soemantri, 2007).

Abdomen : Daerah suprapubis redup jika kandung kemih

distensi atau pada wanita jika uterus membesar

(Swartz, 2005).

Ekstremitas : Bawah, refleks babynski negatif dan patella

positif.

Atas, refleks bisep dan trisep positif.


3. Pemeriksaan Khusus

Pemeriksaan kontraksi uterus/his : tidak dilakukan

Pemeriksaan dalam/vaginal tussae : tidak dilakukan

Pemeriksaan panggul :

Keadaan panggul terutama penting pada primigravida, karena

panggulnya belum pernah diuji dalam persalinan, sebaliknya pada

multigravida anamnesa mengenai persalinan yang gampang dapat

memberikan keterangan yang berharga mengenai keadaan panggul

(UNPAD, 2005).

4. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan laboratorium

Tes urine saat ini dapat dikatakan akurat bagi seorang wanita

terlambat haid karena tes ini sensiti terhadap kadar hCG dibawah 50

mIU. Dilakukan pada awal kunjungan antenatal (Varney, 2006).

PP Test, Protein Urine, Glukosa Urine

Darah: Hemoglobin, Golongan Darah

Pemeriksaan USG :

Pemeriksaan diagnostik lainnya : tidak dilakukan


II. INTERPRETASI DATA DASAR

Data dasar yang sudah dikumpulkan di interpretasikan sehingga

dapat merumuskan diagnosis dan masalah yang spesifik.

Diagnosis : G...Papah usia kehamilan..... minggu

janin tunggal/ganda, hidup/mati, intrauterin/ekstrauterin.

G : Gravida

P : Para ->

a : aterm

p : premature

a : abortus

h : hidup (Varney, 2006)

Intrauterin hanya boleh ditulis jika ada pemeriksaan

penunjang berupa USG atau dilakukan pemeriksaan

khusus (VT) dan diyakini kehamilan merupakan

kehamilan intrauterin.

Masalah : Hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman hal yang

sedang dialami klien yang ditemukan dari hasil

pengkajian atau yang menyertai diagnosis.

Kebutuhan : Hal-hal yang dibutuhkan oleh klien dan belum

teridentifikasi dalam diagnosis dan masalah.

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL

Identifikasi masalah atau diagnosis potensial ditegakkan

berdasarkan diagnosis dan masalah yang telah ditentukan.


IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA

Untuk menentukan tindakan segera yang perlu diambil berdasarkan

diagnosa dan masalah yang ada.

V. INTERVENSI

Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh sebagai

kelanjutan manajemen terhadap diagnosis dan masalah yang telah

diidentifikasi.

1. Beritahukan hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada ibu.

Rasional : Informasi yang jelas dapat mempermudah komunikasi

petugas dan klien untuk tindakan selanjutnya (Varney,

2007).

2. Berikan informasi tentang perubahan fisik pada ibu trimester III.

Rasional : Pemberian informasi perubahan fisiologis ini dapat

menurunkan kecemasan dan membantu meningkatkan

penyesuaian aktifitas perawatan diri (Doenges, dkk,

2005).

3. Berikan KIE tentang tanda bahaya pada kehamilan trimester III.

Rasional : Mengetahui tanda bahaya pada kehamilan membuat ibu

mampu mendeteksi dini tanda yang dapat

membahayakan keselamatan ibu dan janinnya (Salmah,

2006).
4. Berikan KIE mengenai nutrisi ibu hamil.

Rasional : Karena dengan terjadinya kehamilan, metabolisme

tubuh mengalami perubahan yang mendasar, dimana

kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan

janin (Manuaba, 2009).

5. Berikan KIE ibu untuk istirahat yang cukup.

Rasional : Istirahat untuk memenuhi kebutuhan metabolik

berkenaan dengan pertumbuhan jaringan ibu/ janin

(Doenges, dkk, 2005).

6. Berikan KIE ibu untuk meningkatkan personal hygiene.

Rasional : Mencegah ibu mengalami risiko infeksi oleh kuman dan

persiapan ibu untuk menyusui (Doenges, dkk, 2005).

7. Berikan KIE latihan ringan secara teratur, seperti jalan kaki dan

melakukan senam hamil.

Rasional : Hal ini dapat meningkatkan peristaltik dan membantu

mencegah terjadinya konstipasi (Doenges, dkk, 2005).

8. Berikan KIE persiapan persalinan.

Rasional : Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi

kebingungan dan kekacauan pada saat persalinan, serta

meningkatkan kemungkinan ibu akan menerima asuhan

yang sesuai dan tepat waktu (Dewi, 2011).


9. Jadwalkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang minimal 2 kali

pada trimester III.

Rasional : Pemberian asuhan antenatal ideal pada kehamilan untuk

mendeteksi kemungkinan penyimpangan dengan segera

guna memungkinkan tindakan preventif atau korektif

(Henderson, 2005).

VI. IMPLEMENTASI

Pelaksanaan dilakukan dengan efisien dan aman sesuai dengan

rencana asuhan yang telah disusun. Pelaksanaan ini bisa dilakukan

seluruhnya oleh bidan atau sebagian dikerjakan oleh klien atau anggota

tim kesehatan lainnya.

VII. EVALUASI

Evaluasi merupakan penilaian tentang keberhasilan dan

keefektifan asuhan kebidanan yang telah dilakukan. Evaluasi

didokumentasikan dalam bentuk SOAP.