Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Materi Pembelajaran : Asuhan Kebidanan Pada Bayi/Anak Sakit

Topik : Personal Hygiene

Tema : Menjaga Personal Hygiene pada Bayi/Anak Sakit

Sub Tema :

1. Pengertian Personal Hygiene

2. Tujuan Personal Hygiene

3. Dampak Personal Hygiene

4. Jenis-jenis Personal Hygiene

Sasaran : Orang tua dari Bayi/Anak Sakit

Tempat : RSUD. A. Wahab Syahranie

Hari/Tanggal :
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL

Setelah mendapatkan penyuluhan satu kali diharapkan peserta penyuluhan mampu:

1. Memahami dan mengerti tentang personal hygiene pada bayi/anak sakit

2. Memahami dan mengerti tujuan dari personal hygiene pada bayi/anak sakit

3. Memahami dan mengerti dampak personal hygiene pada bayi/anak sakit

4. Memahami dan mengerti jenis-jenis personal hygiene pada bayi/anak sakit

II. MATERI

1. Pengertian Personal Hygiene

2. Tujuan dari Personal Hygiene

3. Dampak dari Personal Hygiene

4. Jenis-jenis Personal Hygiene

III. METODE

1. Ceramah

2. Diskusi/Tanya jawab

IV. MEDIA

1. Leaflet

V. EVALUASI

1. Evaluasi Struktur

· Peserta hadir ditempat penyuluhan

· Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Rumah Sakit


· Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya

2. Evaluasi Proses

· Peserta antusias terhadap materi penyuluhan

· Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan

· Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar

3. Evaluasi Hasil

· Orangtua mengetahui tentang pengertian personal hygiene dan cara

merawat personal hygiene pada bayi/anak sakit

· Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang .

VI. KEGIATAN PENYULUHAN

KEGIATAN PENYULUHAN
NO TAHAP WAKTU
KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN SASARAN

1. Pembukaan 05 menit 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam


pembukaan
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan maksud dan 3. Mendengarkan dan
tujuan penyuluhan memperhatikan
4. Menjelaskan kontrak waktu 4. Mendengarkan
5. Melakukan apersepsi dengan 5. Masyarakat kurang
peserta mengerti tentang
materi yang akan di
sampaikan
2. Penyampaian 40 menit 1. Menjelaskan pengertian 1. Mendengarkan dan
Personal Hygiene memperhatikan
isi
2. Menjelaskan Tujuan dari 2. Mendengarkan dan
Personal Hygiene memperhatikan
3. Memberikan kesempatan 3. Mengajukan
kepada peserta untuk pertanyaan
bertanya
4. Menjawab pertanyaan yang 4. Mendengarkan dan
diajukan peserta memperhatikan
5. Memberikan pertanyaan 5. Menjawab
kembali pada peserta atau pertanyaan
melakukan evaluasi formatif
6. Menjelaskan dampak dari 6. Mendengarkan dan
Personal Hygiene memperhatikan
7. Menjelaskan jenis-jenis 7. Mendegarkan dan
Personal Hygiene memperhatikan
8. Memberikan kesempatan 8. Bertanya
peserta untuk bertanya
9. Menjawab pertanyaan yang 9. Mendengarkan dan
diajukan peserta memperhatikan
10. Mensimulasikan cara-cara 10. Mendengarkan dan
melakukan Personal Hygiene memperhatikan

3. Penutup 10 menit 1. Menyimpulkan isi materi 1. Mendengarkan dan


penyuluhan yang telah memperhatikan
disampaikan
2. Melakukan evaluasi sumatif 2. Menjawab
terhadap peserta pertanyaan
3. Merefleksikan perasaan 3. Merespon
peserta penyuluhan
4. Mengucapkan terima kasih 4. Menjawab
dan salam penutup
VII. URAIAN MATERI

1. Pengertian Personal Hygiene

Personal Hygiene merupakan suatu tindakan untuk memelihara

kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikisnya

(Mujahidah, 2012).

Personal Hygiene yang selanjutnya akan disebut dengan Kebersihan Diri,

merupakan suatu kebutuhan perawatan diri, yang dibutuhkan untuk

mempertahankan kesehatannya, mencegah kemungkinan terjadinya infeksi

akibat kebersihan kulit yang kurang, memperlancar system peredaran darah,

menambah kenyaman pasien. Kebutuhan Kebersihan Diri meliputi kebersihan

kulit, kuku dan kaki, mulut dan gigi, rambut dan alat kelamin (Uliyah, 2011) .

2. Tujuan Dari Personal Hygiene

a. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang

b. Memelihara kebersihan diri seseorang

c. Memperbaiki kebersihan diri yang kurang

d. Mencegah penyakit

e. Menciptakan keindahan

f. Meningkatkan kepercayaan diri

3. Dampak dari Personal Hygiene

a. Dampak Fisik

Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak

terpeliharanya kebersihan kulit, perorangan dengan baik. Pada bayi anak

anak sakit kebersihan diri bayi/anak bergantung pada bagaimana orang tua
mereka menjaga kebersihan diri bayi/anak tersebut. Kebersihan diri yang

kurang pada seseorang yang sakit akan semakin memperparah penyakit

tersebut karena akan terjadinya gangguan integritas kulit, gangguan

membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan

fisik pada kuku.

b. Dampak Sosial

Masalah social berhubungan dengan kebersihan diri adalah gangguan

kebutuhan rasa nyaman

4. Jenis-jenis Personal Hygiene

a. Mencuci tangan

Mencuci tangan 7 langkah

1. Gosokan telapak tangan

2. Gosokan punggung tangan

3. Bersihkan selah-selah jari

4. Menggosok ibu jari

5. Membersihkan ibu jari

6. Bersihkan kuku

7. Bersihkan pergelangan tangan

b. Perawatan rambut

 Mencuci rambut minimal 2 kali seminggu

 Gunakan shampoo

 Keringkan rambut, lalu disisir

c. Perawatan kulit

 Mandi 2 kali sehari


 Mandi saat kotor atau berkeringat

 Mandi setelah beraktivitas

 Gunakan sabun dan spons

d. Perawatan gigi

 Sikat gigi minimal 2 kali sehari

 Lakukan setelah makan dan sebelum tidur

 Lakukan dengan arah keatas dan kebawah

e. Perawatan kuku

 Potonglah kuku saat kuku telah panjang dan kotor

 Jangan potong kuku terlalu pendek

 Mengecat kuku dapat menyebabkan keratin atau kuku robek

f. Perawatan mata

 Cuci tangan

 Gunakan bola kain atau kapas untuk membersihkan sudut mata bayi.

menyeka lembut dari sudut bagian dalam ke tepi luar dari masing-

masing mata.

 Beberapa bayi tidak suka mata mereka untuk dibersihkan, pastikan air

hangat dan nyaman. Bersihkan cepat dan memindahkannya.

 Gunakan bola kapas basah yang berbeda untuk setiap mata untuk

menghindari potensi infeksi silang.

g. Perawatan telinga

 Cucilah tangan dengan sabun terlebih dahulu sebelum membersihkan

telinga bayi.
 Siapkan baby oil. Baby oil berguna untuk mempermudah membersihkan

kotoran yang menempel pada kulit bayi.

 Baby oil dioleskan secara merata pada daun telinga bagian depan dan

belakang.

 Gunakan cotton bud yang telah dibasahi dengan baby oil. Bersihkan

secara perlahan bagian depan dan belakang daun telinga bayi. Gunakan

cotton bud yang berukuran kecil atau cotton bud khusus untuk bayi.

Selalu gunakan cotton bud yang bersih untuk setiap telinga, bila telah

kotor ganti cotton bud dengan yang baru.

 Membersihkan telinga bayi dilakukan saat bayi tidak tidur, namun bayi

dalam keadaan tenang atau diam.

h. Perawatan kaki

i. Perawatan genitalia

langkah-langkah mengganti popok :

 cuci tangan

 Baringkan si kecil di tempat tidur yang sudah diberi alas

 Bukalah baju, kaus kaki dan sepatu lepaskan

 Bersihkan bokong dan daerah selangkangan bayi

 Angkatlah kedua kaki anak/bayi dengan tangan kiri lalu bersihkan

dengan tissue atau kain lap hangat.

 Membersihkan dari bagian yang bersih ke bagian yang kotor

 Setelah itu, untuk mencegah ruam kulit di sekitar bokong dan

selangkangan si kecil, beri sedikit cream anti nappy rash


 Kemudian, bukalah popok barunya dan pastikan posisi popoknya

benar.

 Rekatkan dengan kuat agar tidak mudah lepas tetapi jangan terlalu

ketat

 Terakhir, balurkan sedikit minyak telon pada pusar dan dada agar si

kecil tetap hangat plus wangi dan pakaikanlah bajunya

 Jangan lupa cuci tangan setelah mengganti popok