Anda di halaman 1dari 35

TUGAS

PENGANTAR PENDIDIKAN

Diajukan Sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah Pengantar Pendidikan

Oleh
ADE MONRIHARDI
Pend.teknik Otomotif
02764/2008

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2009
BAB. I
HAKEKAT MANUSIA DAN DIMENSI-DIMENSINYA

1. Pengertian Hakekat Manusia


a. Istilah” (“term), dan hakekat berasal dari bahasa arab,dengan kata
dasarnya “haq”yang beradrti kebenaran yang sesungguhnya
(mendasar). Apabila seseorang menerangkan sesuatu benda
atau sifat,maka yang dijelaskan itu adalah ciri-ciri atau sifat yang
mendasar dari benda atau objek tersebut.
b. Istilah manusia juga berasal dari bahasa arab yaitu dari “man” yang
artinya manusia yang mana juga sama dengan bahasa inggris.
Selanjutnya penggaln kata kedua yaitu “nasia”yang artinya pelupa.
Jadi istilah manusia berarti orang sering lupa tentang aturan atau
peringatan-peringatan tuhan
c. Ada beberapa istilah lain yang sering digunakan untuk manusia :
 Al insane yang artinya manusia yang punya hati.
 Al basyar artinya manusia dalam bentuk lahiriah.
 Annas artinya manusia secara umum.
 Bani adam artinya manusia turunan atau keturunan adam.
2. Sifat Hakikat manusia
a. Makluk yang memiliki tenaga dalam dapat menggerakkan hidupnya
untuk memenuhi kebutuhannya.
b. Individu yang memilki sifat rasional yang bertanggung jawab atas
atas tingkah laku intelektual dan sosial,yang mampu mengarahkan
dirinya ketujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol
dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
c. Makluk yang dalm proses menjadi berkembang tidak pernah selesai
(tuntas) selama hidupnya.
d. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha
untuk mewujudkan dirinya sendiri,membantu orang lain dan
membuat dunia lebih baik untuk ditempati.
e. Suatu kederadaan yang berpotensi yang peerwujudannya
merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas.
f. Makluk tuhan yang berarti ia adalah makluk yang mengandung
kemungkinan baik dan jahat.
g. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama
lingkungan sosial,bahkan ia tidak bias berkembang sesuai dengan
martabat kemanusiannya tanpa hidup didalam lingkungan sosial.
3. Hakekat Manusia menurut beberapa pandangan.
a. Pandangan Islam
Islam memandang hakekat manusia buakn berdasarkan
pandangan pribadi atau individu orang yang memandang,akan tetapi
pandangan –pandangan yang didasarkan atas ayat-ayat Tuhan yang
terkandung di dalam Al-qur’an atau pandangan yang disampaikan
Nabi Muhammad SAW. Atas dasar pandangan tersebut,hakekat
manusia dalam islam dapat dijelaskan sebagai berikut:
 Manusia sebagai makluk ciptaan tuhan.
Tuhan sebagai pencipta disebut “Khalik” dan selain dari
tuhan dinamakan makluk,idealnya makluk harus patuh
dan bertingkah laku sesuai dengan aturan yang
ditetapkan oleh penciptanya.
 Hakekat manusia sebagai khalifah.
Tuhan memposikan manusia pada tempat yang lebih
tinggi dari segala makluknya yaitu sebagai khalifah
(manejer). Untuk mengatur ala mini sesuai kehendak-
nya.
b. Pandangan ilmuwan barat
1. Psikoanalitik.
Menurut Freud dalam akta mengajat V oleh universitas
terbuka,secara hakiki kepribadian manusia terdiri dari tiga
komponen yaitu : Id.Ego,dan super ego.
2. Humanistik.
Pemikiran filsafat humanistic menyebutkan bahwa:
a. Manusia memiliki keberadaan yang unik dalam dirinya
berbeda antara manusia satu dengan yang lain. Dalam hal ini
telaah tentang manusia diarahkan pada individualitas
manusia sebagai unit analisisnya.
b. Eksistensialis lebih memperhatikan pemahaman terhadap
kajian-kajian ilmiah,dan metafisika tentang alam semesta.
c. Kebebasan individu sebagai milik manusia adalah sesuatu
yang paling utama dan paling unik,karena setiap individu
memilki kebebasan untuk memilliki sikap hidup,tujuan hidup
dan cara hidup sendiri (Stevenson dalam Hanuranwan,2006).
3. Behavioristik.
Thornike,salah seorang penganut paham
behavioristik,menyatakan bahwa belajar merupakan peristiwa
yang disebut stimulus (S) dengan respon ® yang diberikan atas
stimulus tersebut. Pertanyaan Thornike ini berdasarkan pada
hasil eksperimennya dilaboratorium yang menggunakan
beberapa jenis hewan seperti kucing,anjing,monyet dan ayam.
Menurutnya,dari berbagai situasi yang diberikan seekor hewan
akan memberikan sejumlah respon,dan tindakan yang dapat
terbentuk bergantung pada kekuatan keneksi atau ikatan-
ikatan antara situasi dan respon tertentu. Kemudian ia
menyimpulkan bahwa ssemua tingkah laku manusia baik
pikiran maupun tindakan dapat dianalitis dalam bagian-bagian
dari dua struktur yang sederhana,yaitu stimulus dan respon.
Dengan demikian,menurut pendangan ini dasar terjadinya
belajar adalah pembentukan asosiasi antara stimulus dan
respon. Oleh karna itu,menurut Hudojo (1990:14) teori
Thornike ini disebut teori asosiasi.

4. Hakekat Manusia dengan dimensi dimensinya.


a. Dimensi Keindividuan.
Manusia adalah mahluk monodualis ciptaan
Tuhan yang dikaruniai status sebagai Khilfah Allah
diatas muka bumi. Bayi dianugrahi keadaan jasmani
yang lemah tetapi meliki potensi-potensi jasmaniah
berupa kontruksi tubuh lengkap serta rohaniah berupa
daya cipta,rasa,karsa,intuisi dan bakat. Factor-faktor
potensi bawaan sebagai dimensi keindividuan.
Pengemabangan manusia sebagai makluk sosial.
Manusia sejak lahir hingga ajalnya perlu dibantu orang
lain. Manusia harus merasa sadar dirinya terpanggil
untuk berbuat baik bagi orang lain dan
masyarakat,untuk itu nilai,norma,kaidah yang berlaku
didalam keluarga juga perlu diujung tinggi disekolah
dan masyarakat.
Pengebangan manusia sebagai makhluk
sosial.hanya manusia sajalah yang mampu menghayati
norma-norma dan nilai-nilai dalam kehidupan sehingga
dapat menetapkan pilihan tingakh laku yang baik dan
buruk. Bagi manusia Indonesia norma-norma dan nilai-
nilai yang perlu dikembangkan adalah nilai-nilai
universal yang diakomodasi dan diadaptasi dalam nilai-
nilai khas yang terkandung dalam budaya bangsa.
Sebagai manusia Indonesia ideal adalah manusia yang
memilki pikiran,ide,gagasan yang terkristal dalam
kelima nilai dasar dalam Pancasila. Pengembangan
manusia sebagai makhluk beragama. Sementara pihak
ada yang lebih pengajaran keagamaan. Untuk itu yang
perlu diutamakan adalah sikap teladan dari orang
tua,guru dan pendidikan lainnya disertai dengan pilihan
metode pendidkan yang tepat dan ditunjang dengan
kemudahan-kemudahan fasilitas yang
memadai.demikian pula halnya di sekolah dan di
masyarakat yang religious.inilah yang membedakan
manusia yang satu dengan yang lain yang bersifat unik
yang dapat berkembang dengan adanya pengaruh
lingkungan.
b. Dimensi kesosialan.

Manusia disamping makhluk monodualis


sekaligus makhluk mono-pluralis. Manusia dilahirkan
sebagai suku bangsa tertentu dengan ada kebudayaan
tertentu pula. Sebagai anggota suatu
masyarakat,seseorang berkewajiban untuk berperan
dan menyesuaian diri serta bekerja sama dengan
masyarakat. Manusia dan masyarakat merupakan
realitas yang saling memajukan dan saling
memperkembangkan. Manusia pada dasarnya memilki
dimensi kesosialan.

c. Dimensi kesusialaan.

Manusia dengan kemampuan akalnya


memungkinkan untuk menentukan sesuatu manakah
yang baik dan manakah yang buruk,manakah yang
pantas dan manakah yang tidak pantas dan manakah
yang tidak pantas. Dengan pertimbangan nilai-nilai
budaya yang diujungnya memungkinkan manusia untuk
berbuat dan bertindak secara susila.
d. Dimensi keberagaman.

Manusia adalah makhluk religius yang


dianugrahi ajaran-ajaran yang dipercayainya yang
didapatkan melalui bimbingan nabi demi kemaslahatan
dan keselamatannya. Manusia sebagai makhluk
beragama mempunyai kemampuan menghayati
pengalaman diri dan dunianya menurut agama masing-
masing.
Usaha pengembangan hakekat manusia dalam
dimensi keindividuan,kesosilaan dan kebergaman
berangkat dari anggapan dasar bahwa manusia secara
potensial memilki semua dimensi tersebut,yang
memungkinkan dan harus dapat dikembangkan secara
bertahap,terarah dan terpadu melalui pendidikan
sehingga dapat menjadi actual. Konsep dasar
pengembangan manusia sebagai makhluk individu.
Manusia sebagai yang tak terpisah dari kemestaan
mampu mengembangkan interalasi dan interaksi
dengan orang lain secara selaras,serasi dan seimbang
tanpa kehilangan jati dirinya. Pengembangannya
sebagai peserta didik diselenggarakan dalam
lingkungan pendidikan keluarga,sekolah dan
masyarakat pengembangan self extence menyangkut
aspek jasmani-rohani,cipta,rasa,karsa.

BAB.II
PENGANTAR PENDIDIKAN TENTANG HAKEKAT

Hakekat pendidikan
a. Pengertian pendidikan.
Pendidikan berasal dari kata Yunani “paaedagogie” yang asal
katanya “pais” yang berarti anak dan “again” yang artinya
membimbing. Jadi “paedagogi” berarti bimbingan yang diberikan
kepada anak. Ditinjau dari proses terjadinya pendidikan ada dua
segi yang harus dikembangkan,yaitu individual dan proses sosial.
Menurut langeved pendidikan adalah “bimbingan atau
pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada
perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan
tujuan agar anak cukup cakap dalam melaksanakan tugas
hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. Jhon dewey
mengemukakan pendapatnya tentang pendidikan yaitu “proses
pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara
intelektual dan emosional kearah alam dan sesame manusia.
Sebagai tokoh pendidikan nasional Kihajar dewantara
mengemukakan pendapat tentang pendidikan yaitu “daya upaya
untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti intelek dan ubuh
anak.
b. Hakekat pendidikan.
Beberapa asumsi dasar yang berkenan dengan hakekat
pendidikan dinyatakan oleh raka joni sebagai berikut:
a. Pendidikan merupakan proses interaksi manusia yang ditandai
oleh keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan
kewibawaan pendidikan.
b. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik
menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan
yang semakin pesat.
c. Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan
masyarakat.
d. Pendidikan berlangsung seumur hidup.
e. Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip
ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembetukan manusia
seutuhnya.
c. Factor-faktor pendidikan.
Dalam kegiatan atau proses pendidikan terdapat factor-faktor
pendidikan yang dapat membentuk pola intraksi atau saling
mempengaruhi.
Factor-faktor pendidikan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Factor tujuan,makna tujuan pendidikan nasional itu adalah
membentuk manusia Indonesia yang bisa mandiri dalam
konteks kehidupan pribadinya,kehidupan
bermasyarakat,berbangsa dan bernegara,serta berkehidupan
sebagai makhluk yang beragama.
2. Factor pendidik,pendidik adalah orang yang bertanggung jawab
dalam melaksanakan pendidikan.
3. Factor subjek didik,subjek didik adalah manusia yang memiliki
potensi yang selalu mengalami perubahan sejak terciptanya
sampai meninggal dunia dan perubahan-perubahan terjadi
secara bertahap,tetapi secara wajar.
4. Factor isi/materi pendidikan,dalam hal ini guru harus memilih
bahan/materi yang perlu diberikan dan bahan mana yang tidak
harus diberikan,untuk guru harus mempertimbangkan hal
sebagai berikut:
a. Bahan/materi harus sesuai dan menunjang tercapainya
tujuan.
b. Urgensi bahan yaitu,bahan/materi itu penting diketahui
oleh peserta didik.
c. Nilai praktis atau kegunaannya diartikan sebagai makna
bahan itu bagi kehidupan sehari-hari.
d. Bahan tersebut merupakan bahan wajib,sesuai dengan
tuntutan kurikulum.
e. Bahan yang sudah diperoleh sumbernya perlu diupayakan
untuk diberikan oleh guru.
5. Factor cara/metode dan alat pendidikan.
a. Metode adalah cara yang berfungsi sebagai alat untuk
mencapai tujuan.
b. Factor alat-alat pendidikan ialah segala sesuatu yang
membantu terwujudnya pencapaian tujuan pendidikan.
6. Factor situasi lingkungan,dibagi atas dua yaitu:
a. Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada di dunia
ini yang berada diluar diri anak yang bukan manusia,seperti
binatang,tubuh-tumbuhan,iklim air,gedung dan rumah.
b. Limgkungan sosial adalah semua manusia yang berada di
luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi diri orang
tersebut,baik langsung maupun tidak langsung, contohnya
seperti progam-progam pada televisi,radio,surat kabar atau
media cetak lainnya termasuk lingkungan sosial yang tidak
langsung. Teman sekelas,teman sejawat,atau orang sekitar
tempat tinggal merupakan lingkungan sosial yang bersifat
langsung.

BAB III
ALIRAN ALIRAN PENDIDIKAN DAN IMPLIKASI TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN
A. ALIRAN KLASIK
1. Aliran Emperisme
Empirisme berasal dari bahasa latin, emperi berarti pengalaman. Menurut
konsep emperisme pendidikan adalah maha kuasa dalam membentuk anak didik
menjadi apa yang di inginkan
Menurut John Locke hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan adalah :
a. Pendidikan harus diberikan sejak awal mungkin
b. Pembiasaan dan latihan lebih pentik daripada peraturan, perinta atau nasehat
c. Anak didik harus diamati dari dekat, yang meliputi :
 Apa yang paling tepat untuk anak itu sesuai dengan umurnya
 Hasrat-hasratnya yang sangat kuat
 Kecenderungannya mengikuti orang tua tanmpa merusak semangat anak
itu
 Anak harus dianggap sebagai maklut social
 Pelajaran disekolah jangan sampai memjadi beban bagi anak

2. Aliran Navitisme
Navitisme berasal dari bahasa latin, navitis berarti terlahir. Aliran ini
dipelopori oleh Sckophenhauer seorang filosopi berkebangsaan jerman, dia
berpendapat pendidikan ialah membiarkan seseorang bertumbuh berdasarkan
pembawaannya. Bagi navitisme lingkungan sekitar tidak ada artinya, lingkungan tidak
akan berdaya dalam mempengarui perkembangan dan pendidikan tidak berpengaru
sama sekali terhadap perkembangan seseorang.

3. Aliran Naturalisme
Naturalisme berasal dari bahasa latin, nature yang artinya alam, tabiat, dan
pembawaan. Aliran ini dipelopori oleh JJ. Rousseau, filosopi berkebangsaan perancis.
Aliran ini juga dinaman Nagativisme yang artinya aliran yang meragukan pendidikan
untuk perkembangan seseorang karena dia dilahirkan dengan pembawaan yang baik
Ciri utama aliran ini adalah dalam mendididk seseorang dikembalikan kepada alam
agar pembawaan yang baik dari seseorang itu tidak dirusak oleh pendidik, dengan
kata lain pembawaan baik itu berkembang secara spontan.
4. Aliran Konvergensi
Konvergensi berasal dari bahasa inggris, convergerebcy yang artinya
perkembangan pada satu titik, aliran ini dipelopori oleh William Stern seorang ahli
pendidikan berkebangsaan jerman. Aliran ini mempertemukan dua aliran yang
berlawannan diatas antara navitisma dan empirisme. Perkembangan seseorang
tergantung pada pembawaan dan lingkunganya.
William Stern berpendapat bahwa hasil pendidikan itu tergantung pada
pembawaan dan lingkungan, seakan-akan dua garis yang menuju satu titik
pertemuan, jadi menurut teori konvegerensi, sebagai berikut :
a. Pendidikan mungkin dilaksanakan
b. Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan pada
anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah
perkembangannya potensi yang buruk.
c. Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lngkungan

B. GERAKAN BARU DALAM PENDIDIKAN


1. Pengajaran Alam Sekitar
Beberapa prinsip dari gerakan ini adalah :
a. Dengan mengajar alam sekitar ini guru meragakan secara lansung
b. Pengajaran alam sekitar memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya agar
anak aktif
c. Memungkinkan untuk memberikan memberikan pengajaran totalitas
Langkah-langkah pokok pengajaran alam sekitar :
a. Menerapkan tujuan, yang harus diperhatikan ialah kemampuan dan tingkat
perkembangan anak
b. Persiapan perlu dilakukan, baik persiapan guru maupun persiapan murid
c. Jika persiapan dilakukan dengan baik, pelaksaan pelajaran biasanya dapat
berjalan dengan lancer
d. Langkah pengolahan tidak harus dilakukan diluar proses kegiatan pengamatan
itu sendiri

2. Pengajaran Pusat Perhatian


Dirintis oleh Ovideminat Decroly dari belgia. Dcroly menyumbangkan dua
pendapat yang berguna bagi pendidikan dan pengajaran, yaitu :
a. Metode Global (keseluruhan), dari hasil yang didapat dari okservasi dan tes,
dapatlah ia menetapkan bahwa anak-anak mengamati dan menginat secara
global (keseluruhan)
b. Centre d’interst (pusat-pusat minat), dari penyelidikan psikologik, ia
menetapkan bahwa anak-anak mempunyai minat yang spontan (sewajarnya).
Azas-azas Pengajaran Pusat Perhatian
a. Pengajaran ini didasarkan atas kebutuhan anak dan perkembangannya
b. Setiap bahan pengajaran harus merupakan satuan keseluruan (totalitas)
c. Hubingan keseluruhan antara bagian itu adalah hubungan simbiosis
d. Anak didorong dan diransang untuk aktif dan di didik untuk menjadi anggota
masyarakat yang dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab
e. Harus ada hubungan kerjasama yang erat antara rumah dan sekolah.

3. Sekolah Kerja
Gerakan kerja sekolah dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari
pandangan-pandangan yang mementingkan pendidikan keterampilan dalam
pendidikan
Tujuan Kerja Sekolah
a. Menambah pengetahuan anak
b. Agar anak dapat memiliki kemampuan dan kemahiran tertentu
c. Agan anak dapat memiliki pekerjaan sebagai persiapan jabatan dalam
mengabdi Negara

Dasar-dasar Sekolah Kerja


a. Anak didik harus selalu aktif
b. Pusat media pendidikan dan pengajaran adalah anak
c. Mendidik anak menjadi pribadi yang berani berdiri sendiri
d. Bahan pelajaran disusun dalam satu kesatuan yang berpusat pada masalah
kehidupan
e. Tidak mementingkan pengetahuan yang bersifat hafalan

4. Pengajaran Proyek
Langkah-langkah pokok pengerjaan proyek adalah :
a. Persiapan. Langkah ini ialah penetapan masalah yang akan dibahas. Dalam hal
ini guru meransang anak-anak agar mereka dapat memikirkan, mengusulkan
dan mendiskusikanapa yang perlu mereka pelajari
b. Kegiatan Belajar. Kegiatan ini pada dasarnya merupakan pelaksanaan dari
rencana yang telah disiakan terdahulu
c. Penilaian. Bentuk penilaian yang sering dilakukan adalah dengan mengadakan
pameran.

C. LEMBAGA PENDIDIKAN YANG BERJIWA NASIONAL DI INDONESIA SEBELUM


KEMERDEKAAN
1. Perguruan Taman Siswa
Taman siswa didirikan pada tanggal 3 juli 1922 oleh Ki Hajar Dewantara di
Yokyakarta, latar belakang berdirinya adalah bahwa sekolah-sekolah yang didirikan
oleh pemerintahan hindia belanda sesunggunya tidak diperuntukan bagi rakyat
Indonesia melainkan untuk kepentingan politok belanda
Azas Taman Siswa
a. Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri dengan mengingat tertipnya
persatuan dalam kehidupan umum
b. Pendidikan yang diberikan kepada anak hendaknya dapat memerdekakan
batin dan fisiknya
c. Pendidikan hendaknya didisarkan atas keadaan dan budaya Indonesia
d. Pendidikan harus diberikan kepada seluru rakyat tanpa terkecuali
e. Untuk mencapai asas kemerdekaan maka kita harus berusaha sendiri tanpa
bantuan orang lain
f. Bersandar pada kekuatan sendiri
g. Pendidik mendidik anak yang pandai denga sepenuh hati

Dasar Taman Siswa


a. Kebudayaan
b. Kemerdekaan
c. Kodrat alam
d. Kemanusiaan
e. Kebangsaan

2. Ruang INS Kayu Tanam


Ruang INS (Indonesia Nederlandsche School) didikan oleh Muhammad Syafei
pada tanggal 31 oktober 1926 di kayu tanam.
Azas Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam
a. Berfikir logis dan rasional
b. Keaktifan atau kegiatan
c. Pendidikan masyarakat
d. Memperkatikan pembawaan anak
e. Menentang intelektualisme
Tujuan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam
a. Mendidik anak kearah kemerdekaan
b. Memberi pendidikan sesuan dengan kebutukan masyarakat
c. Memdidik para pemuda agar berguna bagi masyarakat
d. Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung
jawab
e. Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan dengan semboyan “Cari sendiri
dan kerjakan sendiri”

3. Perguruan Muhammadiyah
Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 november 1912 di Yogyakarta oleh.
Kiyai Haji Achmad Dachlan
Latar Belakang Berdiri Perguruan Muhammadiyah
a. Kerusakan pada aqidah umat islam
b. Kebekuan dalam bidang hokum figh
c. Kemunduran dalam pendidikan islam
d. Kemajuan zending Kristen dan misi katholik

Azas Pendidikan Muhammadiyah


Azas pendidikan muhammadiyah adalah islam dengan kepedomanan pada Al-
qur’an dan As-sunnah

Tujuan dan Target Pendidikan Muhammadiyah


Tujuan pendidikan muhammadiyah adalah membentuk manusia muslim,
berahklak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri dan bergun bagi masyarakat dan
Negara. Targernya adalah :
a. Aqidah yang lurus
b. Ahklak yang terpuji
c. Akal yang sehat dan cerdas
d. Keterampilan
e. Pengabdian pada masyarakat
Cita-cita pendidikan
a. Baik budi, alim dan beragama
b. Luas pandangan, alim dalam ilmu-ilmu dunia
c. Bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat

4. Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang


Perguruan Diniyah Putri Padang Padang didirika pada tanggal 1 November
1923 di Padang Panjang oleh Rahmah El Yunudiyah dengan panggilan “Etek Amah”
Latar Belakang Berdirinya Perguruan Diniyah Putri
Rahmah El Yunudiyah Mendirikan Diniyah Putri dilator belakangi oleh ketidak
peasannya terhadap diniyah school yang didirikan pada tahun 1915 yang didirikan
oleh kakak kandungya Zainuddin Labay. Rahmah disekolah kakaknya adalah sebagai
siswi. Diniyah School menerapkan sisten co-edukasi yaitu menggabungkan siswa
putra dan putri dalam satu kelas. Sistem ini menurut rahmah tidak dapat memanuhui
kebutuhan kaum wanita yang tidak terjangkau, baik yang berkaitan dengan soal
agama maupun yang berkaitan kebutuhan keterampilan putri sebagai istri, ibu dari
anak-anak dan sebagai penegak moral bangsa

Tujuan Perguruan Diniyah Putri


Melaksanakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan islam dengan tujuan
membentuk putri yang berjiwa islam dan ibu dengan pendidikan yang cakap, aktif
serta bertanggungjawab tentang kesejateraan masyarakat dan tanah air atas dasar
pengabdian kepada Allah

Dasar Pendidikan Diniyah Putri


Didasarkan pada ajaran islam dengan berpedoman pada Al-Qur’an dan
Sunnah. Hal ini berarti segala kegiatan pendidikan yang dilakukan dipergiruan ini
seluruhnya didasarkan hikmah ajaran islam
BAB IV
LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Pendahuluan
Lingkungan (envirement)merupakan nsalah satu unsur pendidkan,dilihat dari
pendidkan dari suatu system.Lingkungan merupakan masukan (input)yang ikut
menentukan dal;am proses pendidikan dan selanjutnya akan mewarnai hasil
pendidikan itu.

A. Pengertian Lingkungan
Lingkungan (envirement): meliputi semua kondisi dalam dunia ini yang
dengan cara tertentu mmempengaruhi tingkah laku kita,pertumbuhan
,perkembangan,live procces kita(Ngalis Purwanto,1986:77)
“Wasti Soemanto(1984:80)mengemukakan bahwa”Lingkungan Mencakup
segala material dan stimuli didalam dan diluar individu baik yang bersifat
psikologis,prikologis,maupun social cultural”.Lingkungan adalah segala sesuatu yang
mempengaruhi individu baik yang berasal dari dalam individu maupun yang bersal
dari luar individu
B. Fungsi Lingkungan
Fungsi suatu lingkungan tergantung pada jenis lingkungan itu sendiri.Sekolah
sebagai suatu lembaga pendidikan berfungsi sebagai:
1) Pusat pendidkan formal
2) Pusat kebudayaan
3) Lembaga social.Fungsi seperti ini merupakan fungsi kedalam ,fungsi keluar
antara lain ikut berpartisipasi membantu keluarga dan masyarakat dal;am
menyelenggarakan pendidikan informal dan nonformal.
Keluarga sebagai lingkingan pendidikan berfungsi (kedalam) antara lain
memberikan dasar-dasar pendidikan pada anggota keluarga(terutama anak-
anak).Masyarakat sebagai lembaga non formal berfungsi sebagai bembantu sekolah
dan keluarga.
C. Jenis –jenis Lingkungan
Dari segi pengertian lingkungan terdiri dari lingkungan dalam dan lingkungan
luar.Dan masing-masing jenis tersebut dapat pula terinci menjadi bagian ynag lebih
kecil lagi.Dari segio fungsi lingkingan dapat dibagi menjadi keluarga ,sekolah dan
masyarakat.

1. Keluarga
Keluarga adalah merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah
kecil orang yang mempunyai hubungan pertalian darah.Keluaraga dikenal sebagai
pendidkan yang utama dan pertama.Predikat ini mengindikasikan betapa esensialny
peran dan pengaruh keluarga dalam menentukan prilaku dan kepribadian
anak.Pandangan seperti ini sangat logis dan mudah dipahami karma alas an sebagai
berikut:
a. Keluarga merupakan pihak awal yang paling banyak memberikan perlukuan
kepada anak.
b. Sebagian besar waktu anak berada di lingkungan keluarga
c. Karakteristik hubungan orang tua –anak berbeda dari hubungan anak dengan
pihak-pihak yang lain
d. Interaksi kehidupan orang tua anak di rumah bersifat asli.

Fungsi lembaga pendidikan keluarga sebagai berikut:


1. Merupakan pengalaman pertama bagi anak ,pengalaman pertama ini akan
mempengaruhi perkembangan kepribadiannya.
2. Pendidikan dilingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan emosional anak
untuk tumbuh dan berkembang.
3. Di dalam keluarga akan terbentuk pendidikan moral
4. Di dalam keluarga akan tumbuh sikap tolong menolong,Tenggang rasa
sehingga tumbuh kehidupan keluarga yang damai.
5. Keluaraga adalah lembaga yang memang berperan dalam meletakan dasar-
dasar pendidikan agama.
2. Lingkungan Sekolah
Sekolah adalah lembaga yang diharapkan dapat melaksanakan fungsi
pendidikan secara optimal,dalam rangka mencapai pembanguna nasional,maka
pendidikan formal harus berfungsi :
a. Sekolah harus mampu menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk
individu dengan pembekalan semua bidang studi
b. Sekolah melalui teknik pengkajian bidang studi perlu mengembangkan sikap
social
c. Sekolah harus mampu membina watak anak melalui bidang studi yang
relevanSehingga akhirnya akan terbentuk manusia susila yang cakap yang
mampu menampilka dirinya sesuai dengan nilai dan norma yang hidup dalam
masyarakat
d. Sekolah harus dapat menumbuhkan anak sebagai makhluk yang religius dan
mampu menjadi pemeluk agama yang baik,taat,saleh dan toleran.
e. Sekolah bersifat konservatif,inovatif dan selektif dalam memelihara dan
mengembang kan kebudayaan yang ada.
Mengingat pentingnya fungsi dan peran cekolah sebagai salah satu pusat
pendidikan dalam meningkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas ,maka sangat
memerlukan pemikiran dan tindakan peningkatan maksimalan fungsi seluruh
komponene-komponen yang terkait dalam prosese pendidikan itu,baik yang bersifat
teknis,personal maupun sarana dan prasarana pisik lainnya.

3. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat adalah salah satu lingkungan pendidika yang sangat besar pengaruhnya
tehadap perkembangan pribadi seseorang.Masyarakat mempunyai peranan yang
sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.
Kaitan antara masyarakat dapat ditinjau dari beberapa segi:
a. Masyarakat adalah penyelenggara pendidikan,baik yang di lembagakan
maupun yang tidak lembagakan
b. Dalam masyarakat tersedia sumber belajar baik yang dirancang maupun
dimanfaatkan.
c. Lembaga kemasyarakatan atau kelompok social dalam masyarakat,baik yang
langsung maupun tidak langsung ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif.
Secara kongkrit peran dan fungsi pendidikan kemasyarakatan dapat di
kemukakan sebagai barikut:
1. Membarikan kemampuan professional dan mengembakan karir melalui
kursus penyegaran,penataran,lokakarya,seminar,komperensi ilmia dan
sebagainya.
2. Memberiakan kemampuan akademis dalam suatu system pendidikan
nasional seperti sekolah terbuka,kursus tertulis,pendidkan melalui radio dan
televise.
3. Mengembangkan kemampuan social budaya melalui bengkel seni,olah raga
dan sebagainya
4. Mengembangkan keahlian dan ketrampilan melalui system dagang untuk
menjadi ahli bangunan,muntir dan sebagainya.

D. Pengaruh Timbal Balik Antara Ketiga Lingkungan Pendidikan Terhadap


Perkembangan Peserta Didik
Tumbuh kembangnya anak dipengaruhi oleh bebagai factor yakni:hereditas,
lingkungan ,proses perkembangan dan anugrah,Khusus untuk factor lingkingan
,peranan tripusat itulah yang menentukan baik secara sendirinya maupun secara
bersama-sama

BAB V
PERMASALAHAN PENDIDIKAN
A. Masalah Pokok Pendidikan
1. Masalah Pemerataan Pendidikan
Diharapkan(ideal):Pendidikan nasional dapat menyediakan kesempatan yang
seluas-luasnya bagi seluruh warnegara Indonesia untuk memperoleh pendidikan.
Kenyataan (realita):Masih banyak warga Negara khususnya warga usia
sekolah tidak teryampung di lembaga pendidikan (sekolah)yang “ada”
Permasalahannya adalah bagaimana system pendidikan di kelolah sehingga
dapat menediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga Negara untuk
memperoleh pendidikan.
2. Masalah Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan pada umumnya di liha dari hasil output pendidikan itu
sendiri.Kriteria untuk hasil ini dalah kadar ketercapaian tujuan pendidikan itu sendiri.
3. Permasalahan Efisiensi dan Efektivitas Pendidikan
a. Efisiensi
Pendidikan dikatakan efisiensi (ideal)adlah bila penyelenggaraan pendidikan
tersebut hemat waktu,tenaga dan biaya tetapi poduktivitas optimal.Pendidikan
dikatakan efisiensi apabila pembedayaan sumber daya yang
ada(waktu,biaya,tenaga)tepat sasaran.
b. Efektivitas
Pendidikan dikatakan efektivitas bila hasil yang dicapai sesuai dengan
rencana/program yang telah dibuat sebelumnya(tepat guna)
4. Masalah Relevansi Pendidikan
Pendidikan dikatakan Relevan apabila system pendidikan dapat menghasilkan
output yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.Kesesuaian
(relevansi)meliputi/mencakup kuantitas ataupun kualitas mutu output tersebut.
Pendidikan dikatakan kuarang relevan apabila tingkat kesesuaian kurang atau
tidak ada.Kadar permasalahan ditentukan oleh tingkat kesesuaian antara system
pendidikan dengan kebutuhan masyarakat pembangunan tersebut,Bila tingkat
kesesuaian tinggi maka pendidikan relevan.Permasalahan akan semakin besar bila
tingkat relevan rendah.
5. Saling Kait Antar Masalah
Permasalahan pada pendidikan tidak berdiri sendiri.Dalam kenyataannya
dilapangan masalah tersebut saling terkait.Mungkin pada suatu kondisi muncul
secara serempak walawpun dalam bobot yang kecil.Pada kondisi tetentu misalnya
kita|(nagara)ingin pendidikan itu merata,maka pada saat ini mutu terabaikan
(bermasalah)efesiensi akan bermasalah demikian pula relevansi pendidikan akan
mengalami penurunan(bermasalah)
B. Faktor–factor yang Mempengaruhi Berkembangnya Permasalahan Pendidikan
Faktor utama yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan
diantaranya adalah:
1. Pengaruhi IPTEK
a. IP(Ilmu Pemgetahuan)
BerkembangnyaIP(Science),apakahbidang social,ekonomi,hokum,pertanian dan
sebagainya jelas akan membawa masalah dalam bidang pendidikan misalnya saja
materi bahan pengajaran yang terdapat dalam kurikulum sudah harus
diubah/disesuaikan.
b. TEK(teknologi)
Perkembangan teknologi ,misalnya teknologi baru yang digunakan dalam
suatu proses produksi akan menimbulkan kondisi ekonomi baru
c. Seni
Aktivitas kesenian mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk
manusia Indonesia seutuhnya(tujuan pendidikan).Secara umum kesenian dapat
mengembangkan domain/aspek efektif dari peserta didik.

2. Laju Pertumbuhan Penduduk


Laju pertumbuhan penduduk yang sangat pesat akan meningkatkan
perkembangan permasalahan pendidikan.Dengan pertumbuahan penduduk yang
sangat pesat maka jumlah anak usia sekolah akan semakin banyak.Jika daya
tampung sekolah tidak bertambah maka sebagian mereka terpaksa antri atau tidak
bersekolah.Jika ditampung juga ,maka ratio guru siswa akan semakin besar.Hal ini
akan menimbulkan masalah lain seperti masalah mutu.
3. Aspirasiu Masyarakat
Peningkatkan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan ini akan menyebabkan
anak-anak(juga remaja dan dewasa) akan menyerbu dan membanjiri sekolah
(lembaga pendidikian).Kondisi ini akan menimbulkan berbagai masalah seperti
system seleksi siswa,ratio guru siswa,waktu belajar,permasalahan akan terus
berkembang karena saling kait.
4. Keterbelakang Budaya dan Sarana kehidupan
Masyarakat kita yang tinggal di pedalaman,yang ekonominya lemah,dan
kurang terdidik akan mengalami keterbelakangan budaya dan sarana
kehidupan.Keadan seperti ini jelas menimbulkan masalah bagi
pendidikan.Permasalahannya dalah bagaimana cara menyadarkan mereka akan
terbelakangan dan ketinggalanya bagaimana menyediakan sarana pendidikan yang
lebih baik.Khususnya bagaimana system pendidikn dapat menjangkau dan
melibatkan mereka sehingga mereka keluar dari keterbelakangn.
C. Penanggulangan Permasalahan Pendidikan
1. Pendidikan harus senantiasa diperbaharui sesuai dengan perkembangan yang
terjadi diluar bidang pendidikan itu sendiri.
2. Pendidikan berusaha menahan laju pertumbuhan penduduk atau pendidikan
harus mencari system baru yang dapat melayani semua orang yang memerlukan
pendidikan
3. Aspiarasi masyarakat terhadap pendidikan didukung dan didorong terus agar
lebih meningkat lagi
4. Sistem pendidikan meningkatkan peran fungsinya sebagai pengembangan
kebudayaan diseluruh pelosok tanah air .

BAB VI
UPAYA PEMBAHARUAN PENDIDIKAN NASIONAL

A. Program dan Pengelolaan Pendidikan


Pembaharuan program dan pengelolaan pendidikan secara eksplesit
dicantumkan pada UU pokok pendidikan terbaru (UU No. 20, Tahun 2003 tentang
SPN). Pengelolahan konsep pendidikan nasional direalisasikan melalui kurikulum.
Kurikulum terbaru saat ini adalah kurikulum 2004 dan kurikulum 2006 (Kurikulum
Satuan Pendidikan). Kurikulum ini sebagai usaha pembaharuan kurikulum yang
terbaru (1994), unsure pembaharuanya terutama pada terlihat dengan adanya
dengan memasukan aspek lokal disamping aspek nasional.
B. Ketenagaan Pendidikan
Pembaharuan tenaga kependidikan terlihat antara lain pada peningkatan
kualifikasinya. Dewasa ini yang berstatus guru atau dosen harus keluaran perguruan
tinggi. Tenaga kependidikan non guru seperti petugas atau guru pembibing terus
diusahakan pengadaan dan pengangkatanya agar yang telah bertugas disekolah
semakin bertambah jumlahnya ( semakin kuantitatif ).

C. Dana Pndidikan
Kebutuhan dan penyelenggaraan pendidikan kelihatanya semakin meningkat,
karena biaya pendidikan semakin mahal. Karena pembaharuan pembaharuan yang
telah dilakukan butuh dana baru dan tambahan terhadap alokasi dana sebelumnya.
Hal ini berkaitan pula dengan nilai mata uang. Tingkat implasi semakin tinggi
memerlukan penyesuaian di bidang pendanaan tersebut.

D. Pendidikan Non Formal


Pendidikan non formal merupakan pendidikan yang didirikan dan dikelolah
oleh masyarakat sebagai lembaga pendidikanya. Semula berstatus swasta kemudian
ada yang dikelola oleh pemerintah dan masyarakat. Pendidikan non formal yang
dikelola oleh masyarakat ( dibawah pengawasan pemerintah ), maju pesat pula,
sebagai contoh kursus mengetik ( dulu bond A dan B ) sekarang sudah disesuaikan
dengan kebutuhan masa kini seperti computer dan internet.

E. Inovasi dan Kurikulum


1. Kurikulum 1968
Kurikulum pada orde lama ( sebelum 1966 ) masih mencari bentuk yang khas
nasional. Semejak merdeka sampai ditetapkan UU No.4tahun 1950 tentang
pendidikan disekolah, pendidikan kita masih berada pada tahap
penyempurnaan kurikulum masa penjajahan.
2. Kurikulum 1975
Ciri cirri khusus kurikulum 1975
 Menganut pendekatan yang yang berientasi pada tujuan
 Menganut pendekatan yang interiaktif
 Pendidikan moral pancasila dan kurikulum ini bukan hanya
dibebankan dalam pencapaianya, melainkan kepada bidang ilmu
pengetahuan social
 Kurikulum ini menekankan pada evesiensi dan evektifitas penggunaan
dana, daya dan waktu yang tersedia.
 Mengharuskan guru menggunakan teknik penyusunan program
penyajaran yang dikenal dengan proses pengembangan sistem
intruiksional ( PPSI )
 Organisasi pembelajaran meliputi bidang studi
 Pendekatan dalam strategi pembelajaran
 Sistem evaluasi
Prinsip-prinsip kurikulum 1975
 Prinsip Pleksibilitas Program
 Prinsip Evisiensi dan Evektivitas
 Prinsip Beriorentasi pada Tujuan
 Prinsip Kontinuitas
 Prinsip pendidikan Seumur Hidup
3. Kurikulum 1984
Karateristik 1984 adalah :
 Landasan pengembangan
a. Nilai dasar ( Basic Value ) sebagai landasan
pengembangan kurikulum
b. Fakta empiris dapat dicari dari sumber ketentuan yang
berlaku
c. Segi teoritis berarti pengembangan kurikulum perlu
mempertimbangkan adanya perkembangan teori-teori
dan teknologi
 Prinsip pengembangan
 Kegiatan kurikulum
 Pendekatan dan Proses belajar mengajar
 Sistem penilaian
 Sistem kredit
a. Mengukur beban siswa
b. Mencerminkan dari tentang pengetahuan tertentu
c. Pengakuan atas pengelesaian program studi pada
tingkat semester
4. Kurikulum 1994
5. Kurikulum Suplemen
6. Kurikulum Berbasis Kompetensi

F. Sistem Persekolahan
1. SD Pamong
 Membantu anak anak yang tidak sepenuhnya mengikuti pendidikan
sekolah atau anak yang drop-out
 Membantu anak anak yang tidak mau terikat olek tempat dan waktu
dalam belajar
 Mengurangi penggunaan terhadap guru
2. SD Kecil
SD Kecil mempunyai ciri sebagai berikut :
 Kelas yang ada lebih sedikit / kecil dari SD biasa ( tiga kelas )
 Jumlah murit lebih sedikit ( 20 / 30 orang )
 Jumlah guru lebih sedikit ( tiga orang termaksud kepala sekolah )
 Kegiatan belajar meliputi belajar sendiri yaitu mempelajari modul,
belajar kelompok dan belajar klasikal
 Kurikulum sama dengan SD biasa
 Murid yang lebih pandai dijadikan tutor untuk mengajar murid lain

3. SMP Terbuka
Latar belakang berdiri SMP Terbuka
 Kekurangan fasilitas pendidikan dan tempat belajar
 Memperluas kesempatan belajar dalam rangka pemerataan
pendidikan
 Tenaga pendidikan yang tidak cukup
 Mengurangi anak telantar bagi anak yang tidak diterima di SNP negeri
Ciri SMP Terbuka
 Terbuka bagi siswa tampa batasan umur dan syarat akademik
 Terbuka dalam memilih program belajar dalam mencapai ijazah formal
 Terbuka dalam proses belajar mengajar
 Terbuka dalam waktu pembelajaran
 Terbuka dalam pengelolaan sekolah
4. Proyek Perintis Sekolah Pembangunan ( PPSP )
Pokok pikiran mengenai sekolah ini
 Ada intereaksi antara sekolah, masyarakat serta pembangunan
 Sekolah menghasilkan tenaga terdidik sehingga dapat menjadi tenaga
kerja yang produktif
 Sekolah menghasilkan tenaga yang produktif dengan pengertian
kesadaran ekologi, baik lingkungan social, fisik maupun biologis
 Mengelenggarakan kegiatan pendidikan yang menyenangkan
 Menciptakan keseimbangan fisik, mental dan intelektual
 Memberikan sumbangan bagi ketahanan nasional
5. Universitas Terbuka
Universitas terbuka merupakan lembaga pendidikan tinggi yang
menerapkan sistem belajar jauh. Tujuan utamanya adalah meningkatkan
partisipasi perguruan tinggi dari 5 % menjadi 8 % ( dihitung dari populasi
penduduk umur 19-24 tahun )
6. Sekolah Unggul
Karateristik
 Layanan khusus akan diberikan secara intensif dan ekstensif
 Anak-anak “ gifted” tersebut merupakan bangsa yang mampu
merespon tantangan persaingan global
7. Pendidikan Pasentren
Tujuan pendidikan pasentren adalah menciptakan dan
mengembangkan kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang berilmu dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

G. Inovasi dalam Pendekatan Belajar Mengajar


1. Belajar Tuntas
Karateristik
 Siswa belajar secara individual
 Siswa belajar dengan kecepatan masing-masing
 Setiap pokok pembahasan diakhiri dengan tes
 Hasil tes lansung diketahui oleh siswa
 Tidak mengenal adanya tinggal kelas
2. Cara Belajar Siswa Aktif
Karateristik
 Situasi kelas menantang siswa melakukan kegiatan belajar secara
bebas namun terkendali
 Guru tidak mendominasi pembicaraan
 Guru menyediakan dan mengusahakan sumber belajar bagi siswa
 Kegitan belajar siswa bervariasi dan dilakukan secara kelompok
 Hubungan guru dengan siswa mencerminkan hubungan manusiawi
3. Keterampilan Proses
Karateristik
 Menyajak guru serta Pembina pendidikan untuk turut aktif dalam
pengembangan CBSA
 Mendorong siswa untuk melihat dan memecahkan masalah-masalah
yang dirasakan bersama dalam rangka mengembangkan CBSA
 Menyiapkan situasi yang mengiring siswa untuk bertanya, mengamati
dan bereksperimen serta menentukan fakta dan konsep sendiri
BAB VII
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

1. Latar belakang pembaharuan system pendidikan nasional


Pembaharuan system pendidikan nasional di lakukan untuk memperbaharui
visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional, pendidikan nasional
menpunyai visi terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang
kuat sdan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia
berkembang menjadi warga Negara yang berkualitas sehingga mampu dam
proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Misi system pendidikan nasional :
a) Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memproleh
pendidikan yang bermutu.
b) Membantu memfasilitasi perkembangan potensi anak bangsa secara
utuh sejak usia dini.
c) Meningkatkan persiapan masukan dan kwalitas proses pendidikan.
d) Meningkatkan kepropesionalan dan akuntabilitas lembagta pendidikan
sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan.
e) Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan
pendidikan berdasarkan prinsif otonomi.

2. pembangunan nasional
pembangunan nasional merupakan supra sisitem atau lingkungan dari system
pendidikan nasional yang bertujuan mewujudkan masyarakat pancasila
dengan ciri-ciri antara lain sebagai berikut :
a) adil dan makmur yang merata materil dan spiritual.
b) Modern derngan memiliki intuisi-intuisi yang mantap dan teknologi
maju.
c) Berazaskan kekeluargaan yang di dalamnya berlangsung keselarasan
keserasian dan keseimbangan.
3. system pendidikan nasional merupakan salah satu bagian/system dari
pembangunan nasional, yang bersama sama dengan system kehidupan lainya.
Dan mempunysi peranan sentral karena pendidika berurusan dengan
pembangunan manusia yang akan membangun masyarakat pancasila.
Manusia merupakan kekuatan sentral dalam proses pembangunan.

4. pendidikan nasional merupakan usaha sadar untuk membangun masyarakat


pencasila. Dengan demikian sistem pendidikan nasional adalah sistem usaha
yang terencana, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap tuhan
yang maha esa, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat
kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia manusia pembangunan agar
dapat membangun dirinya sendiri serta bersama sama bertanggung jawab
atas pembangunan bangsa dalam mewujudkan masyarakat pancasila.

5. sumber masukan sisitem pendidikan nasional Indonesia merupakan


masyarakat dengan cirri cirri antara lain :
a) lahir melalui perjuangan kemerdekaan
b) Negara hokum berdasarkan pancasila dan UUD 1945
c) Majemuk dalam suku, budaya, agama, dan sebaginya yang belum
mantap terpadu
d) Sedang berkembang yang menghadapi keterbelakangan, kebodohan,
kemiskinan dan intuisi baru yang belum mantap.

6. proses yang di harapkan terjadi dalam sisitem pendidikan nasional Indonesia


dewasa ini adalah proses sosialisasi yang di dalamnya antara lain berlangsung
proses :
a) internalisasi nilai-nilai
b) integrasi nasional
c) profesionalisasi dalam rangka menumbuhkan mannusia pembangunan
d) humanisasi dalam mencapai manusia Indonesia yang seutuhnya
7. hasil yang di harapkan dari system pendidikan nasional dewasa ini adalah
manusia Indonesia yang taqwa kepada tuhan yang maha esa memperkuat
kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat
menumbuhkan manusia manusia pembangunan agar dapat membangun
dirinya sendiri serta bersama sama bertanggung jawab atas pembangunan
bangsa dalam mewujudkan masyarakat pancasila.

8. penyelenggaraan system pendidikan nasional


pendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar
dalam proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri dan kepribadian yang di perlukan dirinya.
a. Satuan dan jalur pendidikan
Satuan pendidikan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang
di laksanakan di sekolah merupakan bagian dari pendidikan yang berjenjang
dan berkesinambungan
b. Kelembagaan jenjang dan program pendidikan
Pada dasarnya jalur pendidikan sekolah di laksanakan dalam lambaga ]
pendidikan dengan mengikuti perjenjangan tertentu pelembagaan dan
perjenjangan dengan mempertimbangkan perkembangan anak didik, factor
factor social, cultural, economy, dan kebutuhan ketenagakerjaan serta
keluasan dan kedalaman bahan pengajaran dan cara penyajian.
Pembakuan lembaga lembaga pendidikan di sekolah dan di luar sekolah
biasanya di usahakan, sedangkan pembakuan pendidikan di dalam keluarga
pembakuannya amat sulit di lakukan.
c. Hak dan kewajiban peserta didik dan pendidik
Setiap peseta didik tiap satuan berhak :
 Mendapatkan pendidikan agama yang di anutnya dan di ajarkan oleh
pendidik yang se agama.
 Mendapatkan pelayanan pendidikan yang sesui dengan bakat
 Mendapatkan bea siswa bagi yang berprestasi
 Mendapatkan biaya pendidikan bagi yang orangtuanya tidak mampu.
 Pindah ke program pendidikan dan jalur pendidikan yang setara
 Menyelesaikan pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar.

Setiap peserta didik berkewajiban untuk :


o Menjaga norma-norma kependidikan
o Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan

Sumber daya kependidikan


Pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan di lakukan oleh
pemerintah, masyarakat atau keluarga peserta didik, pendidikan tidak
mungkin terselenggara dengan baik bilamana para tenaga pendidikan
maupun para peserta didik tidak di dukung oleh sumber belajar yang di
perlukan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang
bersangkutan. perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang amat
penting untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan baik bagi para
tenaga kependidikan maupun bagi para peserta didik.

Kurikulum
Kurikulum di susun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
dengan mempertimbangkan tahap perkembangan peserta didik dan
keserasian dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional,
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara kesenian sesuai
dengan jenis dan jenjang masing-masing.
Materi pelajaran muatan local di pilih dari lingkungan, sedangkan media dan
penyampaian nya menggunakan berbagai alat Bantu yang di ambil dari
lingkungan.

Bab VIII
LANDASAN DAN ASAS-ASA PENDIDIKAN
SERTA PENERAPANNYA

A. Landasan Pendidikan Indonesia

1) Landasan filosofis
Landasan filosofis merupakan landasn yang berkitan dengn makna atau
hakekat pendidikan , yang berusaha menelaah masala-masalah poko dalam
pendidikan , seperti apakah pendidikan itu , mengapa pendidikan diperlukan , apa
yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan.

2) Landasan sosiologi
Pendidikan merupakan peristiwa social yang berlangsung dalamlatar interaksi
social. Dikatakn demikian , karenpendidikan tidak dapat dilepaskan dari upaya dn
proses saling mempengaruhi antara individu yang terlibat didalamnya.

3) Landasan kulkutural ( kebudayaan )


Peristiwa pendidikan adalah bangian dari peristiwa budaya. Hal
tersebut dikarenakan pendidikan dan kebudayan mempunyai timbal balik.

4) Landasan psikologis
Pendidikan selu melibtkan aspek kejiwaan manusia. Oleh karena itu landasan
psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang kependidikan.
Landasa psikologis pendidikan terutama tertuju kepada pemahaman manusia ,
khususnya berkenaan dengan proses belajar manusia.

5) Landasan Ilmiah dan Teknologi


Pendidikan dengan ilmu pengetahuan , teknologi dan seni ( IPTEK )
mempunyai kaitan yang sangat erat. Ha tersebut di karenakan ipteks menjadi bagian
utama dalam pendidikn , terutama dalam bentuk pengajaran.

6) Landasan legalistik
Pendidikan merupakan peristiwa multi dimensi , bersangkut paut dengan
berbagai aspek kehidupan manusia dan mayrakat.

B. Asas – Asa Pokok Pendidikan Indonesia

1) Asas Tutwuri Handa yani


Asas Tutwuri Handa yani yang merupakan asas pendidikan Indonesia hingga
saat ini , bersumber dari asa pendidikan yang hmpir bersamaan.

2) Asas Belajar Sepanjang Hayat


Pada dasarnya manusia adalah makhluk “ menjadi “ yakni makhluk yang tidak
pernah sempurna , dia selalu berkembng memgikuti perkembangan yang terjadi di
lingkungan kehidupan.

3) Asas kemandirian dalam belajar


Baik Asas Tutwuri Handa yani maupun Asas Belajar Sepanjang Hayat secara
langsung erat kaitannya dengn sas kemandirian dalam belajar.

C. Penerapan Asas-Asas Pendidikan dalam Kegiatan Pembelajaran.

1) Pendekatan komunikasi oleh guru


Dewasa ini masig terdapat kecendrungan bahwa para pendidik masih terikan
oleh penggunaan komunikasi satu arah dalam kegiatan pembelajaran dengan
mengadalakan metode ceramah.

2) Masalah tujuan belajar


Sebagaimana dikemukakan pada bagian terdahulu , kemajuan ilmu dan
teknologi yang amat pesat menurut orang untuk belajar secara terus-menerus
sepanjang hayat.
BAB IX
PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Pendahuluan
Untuk terwujudnya pembangunan nasional dengan konsepsi
penyelenggaraan yang menyeluruh untuk membangun tatanan kehidupan
masyarakat,berbangsa dan bernegara serta mewujudkan kemajuan disegala bidang
yang menempatkan bangsa Indonesia sederajat dengan bangsa lain didunia,Unsur
utama yang berperan dalam perencanaan pembangunan itu sendiri.

A.Konsep pembanguan sebagai usaha perubahan yang tertera.


konsep Pembanguan manusianya sebagai perencana pengelola dan
pemakai hasil pembangunan tersebut hamper terabaikan,bahkan tidak menjadi
salah satu sasaran pembicaraan secara langsung,sehingga pembangunan
material yang dilaksanakan tidak sedikit menjadi sia-sia,maka dari itu konsep
pembangunan perlu terencana dan terarah atau seimbang antara pembangunan
material dengan pembanguan manusia itu sendiri.
Hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia dan
masyarakat Indonesia,yang dilakukan secara berkelnjutan,berlandaskan kemampuan
nasional,dengan memamfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
memperhatikan tantangan perkembangan global.
Manusia sebagai objek pembangunan sasarannya harus terarah pada
pembangunan manusia itu sendiri (rohani) seperti : kemampuan penalaran,sikap
diri,social pada lingkungan dan kemampuan berusaha.fuad hasan dalam Umar tirtar
hadja dkk,menyatakan “manusia adalah makluk yang terentang antara potensi
dengan akualisasi” manusia sebagai subjek,pembangunan diarahkan kepada
kemampuan untuk mengelola dan memamfaatkan lingkungan secara dinamis,kreatif
dan manusiawi,usaha inilah yang disebut pembangunan.

B.Peranan manusia dalam pembangunan.


Pada saat pakar dan pemikir pmbanguanan membahas tentang unsur yang
paling menentukan berhasilnya pembangunan muncul pendapat yang berfariasi,ada
yang menyatakan harus tersedianya sumber daya alam yang cukup,namun kenyataan
menunjukkan Negara yang tidak memilki sumber daya alam yang cukup,namun
kenyataan menunjukkan Negara yang memiliki sumber daya alam yang cukup tetap
mengalami kemajuan.kunci kemajuan suatu bangsa tertuju kepada peranan
manusianya,tidak hanya pengelola atau manejer tetapi dalam kedudukannya sebagai
manusia utuh dalam menggerakkan pembangunan.
Dengan menganalisa beberapa peristiwa setelah revolusi industry muncul
pandangan bahwa manusia bisa dirangsang atau digugah dengan keuntungan
materi,manusia utuh dibangun sebagai makluk yang mendambakan kemajuan
materi.
Setiap pembangunan yang diaktualisasikan melalui pendidikan selalu
berurusan dengan manusia,karena manusia yang dapat dididik dan
membangun.Immanuel kant menyatakan “Bayi bisa jadi manusia jika manusia jika
berada ditengah-tengah manusia

C.Peranan Pendidikan dalam Pembangunan Nasional


1. Peranan Pendidikan dalam Pembangunan Perubahan Masyarakat pada Umumnya

Peranan Pendidikan dapat di lihat dari berbagai segi seperti:sasaran,lingkungan


dan jenjeng Pendidikan.
 Segi sasaran Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar yang di arahkan kepada peserta didik upaya menjadi
manusia yang memiliki kepribadian yang kuat dan utuh serta memiliki moral yang
tinggi .
 Lingkungan Pendidikan
Dalam lingkungan keluarga ,anak sebagai calon manusia pembangunan harus
ditempa dengan baik dengan ketrampilan,etika,moral.dan nilai-nilai agama hal ini
merupakan landasan yang sangat diperlukan dalam pembangunan
 Llingkungan Sekolah
 Lingkungan Masyarakat
Di lingkungan masyarakat memiliki ketrampilan yang praktis dalam berbagai jenis
pekerjaan,khususnya bagi yang tidak berkesempatan melanjutkan pendidikan
kejenjang yang lebih tinggi.
 Jenjang Pendidikan
Jenjang pendidikan dasar,menengah dan perguruan tinggi memberikan bekal kepada
peserta didik terus menerus sekaligus merupakan basis pendidikan yang berkualitas
2. Peranan Pendidikan dalam Pembangunan Sumberd Daya Manusia
Peranan pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia diantaranya:
a. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
b. Membangun manusia sebagai pelaksana transformasi
c. Membina manusia menjadi tenaga yang produktif
d. Membentuk kepribadian yang berorientasi pada prestasi
e. Merobah cara piker masyarakat yang masih pada taraf rendah
3. Peranan Pendidikan Dalam Pemeliharaan Lingkungan Hidup
Peranan Pembangunan dalam Pembangunan Lingkungan hidup sabagai
berikut:
a. Memberikan arahan pada manusia bahwa mengelolah,memelihara dan
melestarikan lingkungan hidup adalah suatu keharusan.
b. Memberikan arahan bahwa pengendalian alam harus bersifat rasional dan
tidak merusak tata lingkungan hidup manusia
c. Supaya pembangunan yang dilakukan dapat menjaga keseimbangan dan
pembinaan ekosistem
d. Untuk mengelolah sumberdaya alam masyarakat dapat memberikan
manfaat bagimanusia
e. Untuk menselaraskan antara kebutuhan masyarakat dengan daya dukung
a;lam yang ada.
f. Membudayakan pola hidup yang serasi dengan ekosistemnya