Anda di halaman 1dari 21

Budi Pekerti Luhur

Oleh : IRAWAN

A. Pengertian Budi Pekertu Luhur

Budi pekerti dapat diartikan sebagai tingkah laku yang didasari oleh niat, kehendak, pikiran tertentu dan
dilakukan dengan cara tertentu pula. Budi pekerti yang baik (luhur) adalah suatu tingkah laku yang
didasari oleh niat, kehendak, pikiran yang baik dan dilakukan dengan cara yang baik pula. Selama budi
pekerti diabaikan, maka selama itu hidup bersama yang damai dan bahagia tidak akan pernah bisa
dicapai. Karenanya budi pekerti amat penting artinya bagi upaya menciptakan kehidupan yang damai
dan harmonis.

Secara umum Budi Pekerti berarti moral dan kelakuan yang baik dalam menjalani kehidupan ini. Ini
adalah tuntunan moral yang paling penting untuk orang Jawa tradisional. Budi Pekerti adalah induk dari
segala etika ,tatakrama, tata susila, perilaku baik dalam pergaulan , pekerjaan dan kehidupan sehari-
hari. Pertama-tama budi pekerti ditanamkan oleh orang tua dan keluarga dirumah, kemudian disekolah
dan tentu saja oleh masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.

Pada saat ini dimana sendi-sendi kehidupan banyak yang goyah karena terjadinya erosi moral,budi
pekerti masih relevan dan perlu direvitalisasi.

Budi Pekerti yang mempunyai arti yang sangat jelas dan sederhana, yaitu : Perbuatan( Pekerti) yang
dilandasi atau dilahirkan oleh Pikiran yang jernih dan baik ( Budi).

Dengan definisi yang teramat gamblang dan sederhana dan tidak muluk-muluk, kita semua dalam
menjalani kehidupan ini semestinya dengan mudah dan arif dapat menerima tuntunan budi pekerti.

Budi pekerti untuk melakukan hal-hal yang patut, baik dan benar.Kalau kita berbudi pekerti, maka jalan
kehidupan kita paling tidak tentu selamat, sehingga kita bisa berkiprah menuju ke kesuksesan hidup,
kerukunan antar sesama dan berada dalam koridor perilaku yang baik.

Sebaliknya, kalau kita melanggar prinsip-prinsip budi pekerti, maka kita akan mengalami hal-hal yang
tidak nyaman, dari yang sifatnya ringan, seperti tidak disenangi/ dihormati orang lain, sampai yang berat
seperti : melakukan pelanggaran hukum sehingga bisa dipidana.

B. Penerapan Budi Pekerti

Esensi Budi Pekerti, secara tradisional mulai ditanamkan sejak masa kanak-kanak, baik dirumah maupun
disekolah, kemudian berlanjut dalam kehidupan dimasyarakat.

Dirumah dan keluarga

Sejak masa kecil dalam bimbingan orang tua, mulai ditanamkan pengertian baik dan benar seperti etika,
tradisi lewat dongeng, dolanan/permainan anak-anak yang merupakan cerminan hidup bekerjasama
dan berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan.

Berperilaku yang baik dalam keluarga amat penting bagi pertumbuhan sikap anak selanjutnya. Dari kecil
sudah terbiasa menghormat orang tua atau orang yang lebih tua, misalnya : jalan sedikit membungkuk
jika berjalan didepan orang tua dan dengan sopan mengucap : nuwun sewu ( permisi), nderek langkung (
perkenankan lewat sini).

Selain berperilaku halus dan sopan, juga berbahasa yang baik untuk menghormati sesama, apakah itu
bahasa halus ( kromo) atau ngoko ( bahasa biasa). Bahasa Jawa yang bertingkat bukanlah hal yang rumit,
karena unggah ungguh basa( penggunaan bahasa menurut tingkatnya) adalah sopan santun untuk
menghormat orang lain.
Bahasa kromo dan ngoko

Pada dasarnya ada dua tingkatan dalam bahasa Jawa,yaitu : Kromo, bahasa halus dan ngoko, bahasa
biasa. Bahasa kromo dipakai untuk menghormat orang tua atau orang yang perlu dihormat, sedangkan
ngoko biasanya dipakai antar teman.

Semua kata yang dipakai dalam dua tingkat bahasa tersebut berbeda, contoh :
Bahasa Indonesia : Saya mau pergi.
Kromo : Kulo bade kesah.
Ngoko : Aku arep lunga.

Dalam percakapan sehari-hari, orang tua kepada anak memakai ngoko, sedang anaknya menggunakan
kromo. Dalam pergaulan dipakai pula bahasa campuran yang memakai kata-kata dari kromo dan ngoko
dan ini lebih mudah dipelajari dalam praktek dan sulit dipelajari secara teori.

Ora ilok, suatu kearifan

Orang tua zaman dulu sering bilang : ora ilok,artinya tidak baik, untuk melarang anaknya.Jadi anak tidak
secara langsung dilarang, apalagi dimarahi.Ungkapan tersebut dimaksudkan , agar si anak tidak
melakukan perbuatan yang tidak sopan atau mengganggu keharmonisan alam. Misalnya ungkapan : Ora
ilok ngglungguhi bantal, mengko wudhunen (Tidak baik menduduki bantal , nanti bisulan). Maksudnya
supaya tidak menduduki bantal, karena bantal itu alas kepala. Meludah sembarang tempat atau
membuang sampah tidak pada tempatnya, juga dibilang ora ilok, tidak baik. Tempo dulu, orang tua
enggan menjelaskan, tetapi sebenarnya itu merupakan kearifan. Lebih baik melarang dengan arif, dari
pada dengan cara keras.

Tembang yang bermakna

Pada dasarnya, pendidikan informal dirumah, dikalangan keluarga adalah ditujukan kepada harapan
terbaik bagi anak asuh. Coba perhatikan ayah atau ibu yang meninabobokkan anak dengan kasih sayang
melantunkan tembang untuk menidurkan anak , isinya penuh permohonan kepada Sang Pencipta,
seperti tembang : Tak lelo-lelo ledung, mbesuk gede pinter sekolahe, dadi mister, dokter, insinyur. (
Sayang, nanti sudah besar pintar sekolahnya, jadi sarjana hukum, dokter atau insinyur).

Atau doa dan permohonan yang lain : Mbesuk gede, luhur bebudhene,jumuring ing Gusti, angrungkubi
nagari ( Bila sudah dewasa terpuji budi pekertinya, mengagungkan Tuhan dan berbakti kepada negara).

Pendidikan tradisional zaman dulu mengandung kesabaran, nerimo ing pandhum, pasrah, ayem
tentrem, tansah eling marang Pangeran ( selalu dengan sabar menerima dan mensyukuri pemberian
Tuhan, pasrah. Pengertian pasrah adalah tekun berusaha dan menyerahkan keputusan kepada
Tuhan.Hati tenang tentram, selalu ingat kepada Tuhan).Perlu digaris bawahi bahwa kepercayaan orang
Jawa tradisional kepada Tuhan itu sudah mendarah daging sejak masa kuno, sehingga anak-anak Jawa
sejak kecil sudah sering mendengar kata-kata orang tua : Kabeh sing neng alam donya iku ana margo
kersaning Gusti. ( Semua yang ada didunia ini ada karena kehendak Tuhan).Sehingga bagi orang Jawa
tradisional, apapun yang terjadi, akan selalu pasrah dan mengagungkan Gusti/Tuhan. Itu sudah menjadi
watak bawaan yang mendarah daging.

Biasanya ketika anak mulai berumur lima tahunan, secara naluri mulai diterapkan ajaran unggah-
ungguh, sopan santun, etika, menghormati orang tua dan orang lain. Inkulturisasi, penanaman etika ini
sangat penting karena menjadi dasar supaya si anak hingga dewasa dapat membawa diri dan diterima
dalam pergaulan dimasyarakat, mampu bersosialisasi dan punya budaya malu. Punya sikap
mendahulukan kepentingan orang lain, peka dan peduli kepada sekeliling dan lingkungan. Punya
kebiasaan hidup rukun dan damai, penuh kasih sayang dan hormat dilingkungan keluarga dan
masyarakat. Penanaman sikap sejak dini ini penting karena akan merasuk dalam rasa, sehingga
kepekaannya tidak mudah hilang.
Peduli Lingkungan

Pendidikan yang mengarah kepada peduli dan kasih terhadap lingkungan dan alam, juga sudah dimulai
sejak usia belia.Anak-anak diberi pengertian untuk tidak bersikap sewenang-wenang kepada binatang
dan tanaman dan juga menjaga kebersihan alam, tidak merusak alam.

Anak kecil yang dirumahnya punya binatang peliharaan seperti anjing, kucing, burung, selalu diberitahu
oleh orang tuanya untuk merawat nya dengan baik, memberi makan yang teratur, dijaga kebersihannya,
kandangnya juga bersih dan tidak boleh diperlakukan dengan sewenang-wenang dan justru harus
dilindungi dan dikasihi.

Tanaman dan pepohonan juga harus dirawat dengan baik, disiram setiap sore, kadang-kadang diberi
pupuk, dijaga supaya tumbuh subur dan sehat dan cantik penampilannya ,sehingga enak dipandang.

Tanaman yang dirawat akan membalas kebaikan kita, daunnya, , bunganya, buahnya, kayunya, akarnya,
bisa memberi faedah yang berguna.

Bumi tempat kita berpijak, juga harus dilindungi, diurus yang baik, jangan asal saja menggali-gali tanah
,kalau memang tidak ada tujuan yang bermanfaat.Sumber air juga harus dijaga, tidak boleh dikotori.

Prinsipnya, kita harus dengan sadar dan sebaik-baiknya merawat, menggunakan dan mensyukuri semua
pemberian alam dan Sang Pencipta.

Pendidikan formal

Selain pendidikan non-formal yang berkembang dan berpengaruh positif, pendidikan formal tentu saja
mempunyai peran sangat penting.Anak dididik supaya cerdas dan punya budi pekerti.

Sejak ditaman bermain/Play group, TK,SD, anak diperkenankan dan dibiasakan bersosialisasi,
ditanamkan etika, sopan santun, kebersihan, rasa kebersamaan, rasa kebersamaan dialam sebagai satu
kesatuan kosmos, ditanamkan rasa solidaritas dan kasih sayang demi keselarasan, keseimbangan dan
perdamaian.

Tentu juga diajarkan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam tradisi dan adat istiadat.

Dimasa penjajahan dulu, sekolah-sekolah pribumi seperti Taman Siswa, menanamkan pendidikan yang
penuh dengan semangat juang dan nasionalisme, persatuan dan kesatuan dalam melawan penjajah.

Etika Pergaulan

Sebagai bangsa yang berbudaya, sebaiknya semua pihak menampilkan sikap yang santun dalam
pergaulan, membuat orang lain senang, dihargai. Orang itu senang bila dihargai, disapa dengan kata-
kata yang baik, termasuk wong cilik, orang ekonomi lemah.Wong cilik akan santun kepada orang yang
menghargai mereka. Orang santun, meski derajatnya tinggi, tidak sombong, ini orang yang
berbudaya.Orang yang berperilaku baik, berbahasa baik, berbudi baik, selain dihargai orang lain, secara
pribadi juga untung, yaitu akan mengalami peningkatan taraf kejiwaannya, mengalami kemajuan
batiniah.

C. Cara Mengevaluasi

Pada saat keprihatinan melanda kehidupan dinegeri tercinta ini dan itu sebab pokoknya adalah
kemerosotan moral dan hukum yang sulit ditegakkan , kebenaran diplintir , rasa malu hilang entah
kemana, mana yang baik mana yang buruk dikaburkan, tata susila tak diperhitungkan.Lalu dimana pula
kejujuran?Yang lagi ngetrend pada saat ini adalah janji-janji, terutama janjinya para politikus. Ini katanya
zaman krisis multi dimensi, kalau orang dulu bilang : Ini zaman edan !
Dalam keadaan sulit seperti apapun, tentu ada jalan keluarnya, tidak semua orang bersifat jelek, tidak
semua pemimpin lupa diri, ada masih anak bangsa yang berkwalitas, jujur, pandai, trampil,
trengginas,berani hidup sederhana, dalam perilaku dan tindakannya didasari nurani dan berkah Tuhan
Yang Maha Pengasih dan Penyayang . Inilah anak bangsa, satria bangsa yang mumpuni dan akan
mrantasi gawe, mengentaskan bangsa dan negara ini dari keterpurukan dan membawa kekehidupan
yang lebih baik , sejahtera, aman, adil dan makmur.

Kalau kita merenung dengan hening, berbicara dengan nurani, tiada sedikit keraguan bahwasanya Budi
Pekerti yang sarat dengan ajaran luhur moral dan etika dan kepasrahan kepada Tuhan, merupakan resep
mujarab supaya bangsa dan negara terlepas dari segala keruwetan yang dihadapi ( Ngudari ruwet
rentenge bangsa lan negara ).

Krisis yang dihadapi akan ditanggulangi dengan baik bila kita semua, terutama mereka yang menjadi
pemimpin, priyayi, birokrat, dengan sadar dan mantap, melaksanakan semua tindakan dengan dasar
budi pekerti.

Budi Pekerti yang merupakan kearifan lokal, pada dasarnya mengandung nilai-nilai universal.

Budi Pekerti akan membangkitkan kepribadian yang berkwalitas : tanggap ( peka), tatag ( tahan uji),
dan tanggon ( dapat diandalkan).

D. Tindak Lamjut Dalam kehidupan Sehari-hari

Jujur, tidak menipu, welas asih kepada sesama. Berkelakuan baik tidak melakukan Mo Limo, yaitu :
Main/berjudi; madon/ main perempuan atau selingkuh;mabuk karena minuman keras;madat
menggunakan narkoba dan maling .Tentu saja tindakan jahat yang lain seperti membunuh, menista,
mengakali,memeras, menyuap, melanggar hukum dan berbuat kejam ,harus tidak dilakukan.

Berperilaku baik dengan menghindari perbuatan salah, supaya nama baik tetap terjaga dan supaya tidak
kena malu.Terkena malu bagi orang Jawa tradisional adalah kehilangan kehormatan.Ada pepatah Jawa
menyatakan : Kehilangan semua harta milik itu tidak kehilangan apapun; kehilangan nyawa artinya
kehilangan separoh hidup kita; tetapi kalau kehilangan kehormatan artinya kehilangan semuanya.

Memelihara kerukunan, bebas dari konflik diantara keluarga, tetangga, kampung, desa, selanjutnya
ditingkat negara dan dunia, dimana hubungan harmonis antar manusia teramat penting. Kerusakan dan
kekacauan yang timbul didunia ini, yang paling besar adalah dikarenakan oleh sikap manusia’Ingatlah
pepatah : Rukun agawe santoso artinya : Rukun membuat kita sehat kuat.

Bersikap sabar, nrimo artinya menerima dengan ikhlas dan sadar jalan kehidupan kita dan tidak perlu iri
kepada sukses orang lain Ingin hidup sukses harus berusaha dengan keras dan rajin dan mohon restu
Tuhan, hasilnya terserah Tuhan.

Tidak bersikap egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Ada petuah : Sepi ing pamrih, rame ing
gawe.artinya bertindak tanpa pamrih dan selalu siap bekerja demi kepentingan masyarakat dan
kesejahteraan umat.Sikap yang demikian ,mudah menimbulkan tindakan ber-gotong royong, baik dalam
lingkungan kecil maupun besar.

Gotong Royong adalah kerjasama saling membantu dan hasilnya sama-sama dinikmati. Ini bisa berlaku
diskop kecil seperti antar tetangga kampung yang merupakan kebiasaan yang sudah berjalan sejak masa
kuno. Yang digotong royongkan antara lain : sama-sama membersihkan jalan desa, memperbaiki pra
sarana seperti jalan desa, saluran air, balai desa dsb.Ada juga yang bergotong royong ramai-ramai
membangun rumah seorang warga dll. Jadi pada intinya gotong royong adalah kerjasama antar
beberapa pihak yang menghasilkan nilai lebih dipelbagai bidang yang dikerjakan bersama tersebut.
Dasar gotong royong adalah sukarela dan untuk kepentingan bersama yang meliputi bidang-bidang
perawatan, pembangunan, produksi dll.Tiap peserta akan menangani bidang pekerjaan yang merupakan
kemahirannya dan itu akan bersinerji dengan ketrampilan peserta lain dan “proyek” akan berjalan
lancar.Berdasarkan pengalaman yang sukses dari gotong royong lingkup kecil, gotong royong bisa
dipraktekkan berupa sinerji yang berskala nasional, regional ,bahkan internasional.
Program Kerja OSIS

PROGRAM KEGIATAN PEMBINAAN OSIS


SMP NEGERI 2 BABAT
TAHU PELAJARAN 2016/2017

Bidang kegiatan/sub bidang Pelaksana


No Sasaran dan Tujuan Waktu
kegiatan
1. Pembinaan keimanan dan - Mensyukuri Nikmat
ketakwaan terhadap Tuhan Yang man dan Takwa
Maha Esa, antara lain : Kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
 Melaksanakan peribadatan - Setiap Hari -Guru dan siswa
sesuai dengan ketentuan
agama masing-masing;
 Memperingati hari-hari besar
keagamaan;
 Melaksanakan perbuatan - 2 kali dalam -PKB Keagamaan
amaliah sesuai dengan norma seminggu.
agama;
 Membina toleransi - Setiap Hari -PkB kegamaan
kehidupan antar umat guru dan siswa
beragama;
 Mengadakan kegiatan lomba - Menyambut PHBA -Guru Pengurus
yang bernuansa keagamaan; OSIS, di bimbing
 Mengembangkan dan Pembina OSIS
memberdayakan kegiatan
keagamaan di sekolah
2. Pembinaan budi pekerti luhur atau - Setiap minggu -PKB OSIS seluruh
akhlak mulia, antara lain : - Setiap Hari Guru siswa, wali kelas
 Melaksanakan tata tertib dan wali
kultur sekolah; kelasnya masing-
masing
 Melaksanakan gotong royong -Memupuk sikap
dan kerja bakti (bakti sosial); peduli - Setiap Hari Senin
Lingkungan, dan rasa -seluruh guru,
bertanggung jawab Karyawand dan
siswa
 Melaksanakan norma-norma -Memupuk sikap -tanggal 17 Agustus
yang berlaku dan tatakrama peduli, - Seluruh guru dan
pergaulan; tanggungjawab siswa, terlibat
dan rasa cinta tanah dalam peringatan.
air -Hari Pendidkan
Nasional - Seluruh guru dan
2 Mei siswa, terlibat
 Menumbuhkembangkan -memupuk rasa cinta -Hari Kebangkitan dalam peringatan
kesadaran untuk rela tanah air dan Nasional 20 Mei.
berkorban terhadap sesama; semangat
1945

-Memupuk Rasa
 Menumbuhkembangkan
Nasionalisme dan
sikap hormat dan
Rasa
menghargai warga sekolah;
bangga berbangsa
dan
bertanah air
Indonesia

 Melaksanakan kegiatan 7K
(Keamanan, kebersihan,
ketertiban,
keindahan, kekeluargaan,
kedamaian dan kerindangan).
3. Pembinaan kepribadian unggul, - Meningkatkan - Bulan Agustus, dan - PKB Bela Negara
wawasan kebangsaan, dan bela disiplin Oktober.
negara, antara lain : untuk menciptakan
a. Melaksanakan upacara bendera klim sekolah
pada hari senin dan /atau hari - Setiap hari senin dan - PKB Bela Negara,
sabtu, serta hari-hari besar - Meningkatkan setiap sebulan sekali dan OSIS, wali
nasional; disiplin kelas
b. Menyanyikan lagu-lagu nasional dan bebas Narkoba
(Mars dan Hymne); - Setap hari sabtu -PKB Pembina
c. Melaksanakan kegiatan Pramuka
kepramukaan; -Meningkatkan rasa
d. Mengunjungi dan mempelajari cinta tanah air,
tempat-tempat bernilai sejarah; disiplin, dan tanggung
jawab berorganisasi - Setiap Hari Sabtu -PKB Pembina
e. Mempelajari dan meneruskan
nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan PMR
semangat perjuangan para -Memupuk rasa
pahlawan; disiplin, sosial,
f. Melaksanakan kegiatan bela ketrampilan
negara; pengetahuan PMR
g. Menjaga dan menghormati simbol-
simbol dan lambang-lambang
negara;
h. Melakukan pertukaran siswa antar
daerah dan antar negara.
4. Pembinaan prestasi akademik, seni, -Membentuk siswa yg - Setiap Hari - PKB Kepribadian
dan/atau olahraga sesuai bakat dan berkepribadian dan dan OSIS, dan
minat, antar lain : brbudi pekerti luhur wali kelas.
a. Mengadakan lomba mata dan berakhlak mulia
pelajaran/program keahlian;
b. Menyelenggarakan kegiatan -Membiasakan siswa - -PKB Kepribadian
ilmiah; untuk beramal dan dan OSIS
c. Mengikuti kegiatan workshop, berjiwa sosial
seminar, diskusi panel yang
bernuansa ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek);
d. Mengadakan studi banding dan
kunjungan (studi wisata) ke
tempat-tempat sumber belajar;
e. Mendesain dan memproduksi
media pembelajaran;
f. Mengadakan pameran karya
inovatif dan hasil penelitian;
g. Mengoptimalkan pemanfaatan
perpustakaan sekolah;
h. Membentuk klub sains, seni
dan olahraga;
i. Menyelenggarakan festival dan
lomba seni;
j. Menyelenggarakan lomba dan
pertandingan olahraga.
5 Pembinaan demokrasi, hak asasi -Membimbing siswa - Awal tahun pelajaran -PKB Organisasi
manusia, pendidikan politik, untuk beradaptasi di dan PKS
lingkungan hidup, kepekaan dan lingkungan sekolah Kesiswaan
toleransi sosial dalam konteks yang baru.
masyarakat plural, antara lain :
a. Memantapkan -Mamantapkan dan - Oktober 2011 -PKS Kesiswaan
dan mengembangkan peran siswa mengembangkan seluruh PKB dan
di dalam OSIS sesuai dengan kerja anggota OSIS baru
tugasnya masing-masing; pengurus OSIS dan dan lama
b. Melaksanakan latihan mengembangkan jiwa
- Setiap akhir semester
kepemimpinan siswa; pemimpin.
c. Melaksanakan kegiatan dengan -PKS Kesiswaan
prinsip kejujuran, transparan, dan -Memberikan dan wali kelas.
profesional; penghargaan kepada
d. Melaksanakan kewajiban dan hak siswa yang beprestasi
diri dan orang lain dalam pergaulan
masyarakat;
e. Melaksanakan kegiatan kelompok
belajar, diskusi, debat dan pidato;
f. Melaksanakan kegiatan orientasi
siswa baru yang bersifat akademik
dan pengenalan lingkungan tanpa
kekerasan;
g. Melaksanakan penghijauan dan
perindangan lingkungan sekolah.
6. Pembinaan kreativitas, -Memupuk -Piket jaga koperasi -PKS
keterampilan dan kewirausahaan, pengetahuan, Kewirausahaan
antara lain : ketrampilan tentang dan Anggota OSIS
a. Meningkatkan kreativitas dan koperasi serta
keterampilan dalam menciptakan mengembangkannya
suatu barang menjadi lebih
berguna; -mengembangkan -Setiap hari -PKB
b. Meningkatkan kreativitas dan bakat Selasa/Sabtu Kewirausahaan
keterampilan di bidang barang dan kemauan menjadi
jasa; Wirausaha
c. Meningkatkan usaha koperasi siswa
dan unit produkdsi;
d. Melaksanakan praktek kerja nyata
(PKN)/pengalaman kerja lapangan
(PKL)/praktek kerja industri
(Prakerim);
e. Meningkatkan kemampuan
keterampilan siswa melalui
sertifikasi kompetensi
siswa berkebutuhan khusus;
7. Pembinaan kualitas jasmani, -Meningkatkan -Setiap hari jum’at/ -PKB Kesiswaan
kesehatan dan gizi berbasis sumber kebersihan dan hari dan Wali Kelas.
gizi yang terdiversifikasi antara lain keindahan Lingkungan yang lain jam
: Sekolah. 07.00 – 07 .40 WIB.
a. Melaksanakan perilaku hidup -Menjaga kesehatan -PKB SKJ
bersih dan sehat; -Setiap jum’at 06.30-
b. Melaksanakan usaha kesehatan -Untuk meningkat kan 07.00 WIB -PKB Kedisiplinan,
sekolah (UKS); kedisiplinan sikap dan -Disesuaiakan pada dan wali kelas.
c. Melaksanakan pencegahan melaksanakan tata keadaan / waktu jam
penyalahgunaan narkotika, tertib kososong
psikotropika, dan zat adiktif
(narkoba), minuman keras, -Memberikan -PKS Kesiswaan
merokok, dan HIV AIDS; pengetahuan tentang- Oktober 2011 dan OSIS, semua
d. Meningkatkan kesehatan bahayanya Narkotika/ guru dan wali
reproduksi remaja; Barang terlarang kelas diikuti
e. Melaksanakan hidup aktif; Lainnya, yang oleh seluruh siswa
f. Melakukan diversifikasi pangan; mebahayakan jiwa.
g. Melaksanakan pengamanan jajan
anak sekolah.
8. Pembinaan sastra dan budaya, -Menumbuhkan rasa - Setiap hari sabtu/ -PKB Degung
antara lain : cinta seni budaya jadwal
a. Mengembangkan wawasan dan - meningkatkan dan Eksrakurikuler
keterampilan siswa di bidang mengapresiasikan -PKB Seni
sastra; seni - Pekan Kreatifitas
b. Menyelenggarakan festival/lomba, budaya Siswa, Akhir semester I
sastra dan budaya; - Memnumbuhkan (Desember) - OSIS
c. Meningkatkan daya cipta sastra; minat baca. - Setiap hari
d. Meningkatkan apresiasi
budaya.
9 Pembinaan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK), antara lain :
a. Memanfaatkan TIK untuk
memfasilitasi kegiatan pem-
belajaran;
b. Menjadikan TIK sebagai wahana
kreativitas dan inovasi;
c. Memanfaatkan TIK untuk
meningkatkan integritas
kebangsaan.
10 Pembinaan komunikasi dalam
bahasa Inggris, antara lain :
a. Melaksanakan lomba debat dan
pidato;
b. Melaksanakan lomba menulis dan
korespodensi;
c. Melaksanakan kegiatan English
Day;
d. Melaksanakan kegiatan bercerita
dalam bahasa Inggris (Story
Telling);
e. Melaksanakan lomba puzzies
words/scrabble.
SYARAT PENGURUS OSIS

1. Syarat
1. Taqwa terhadap Tuhan YME
2. Memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orang tua, guru, dan teman
3. Memiliki bakat sebagai pemimpin siswa
4. Dapat mengatur waktu dengan sebaik-baiknya sehingga pelajaran tidak terganggu.
5. Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yangmemadai
6. Kewajiban Pengurus OSIS secara umum • Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai
dengan AD/ART OSIS
7. Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan dan martabat sekolah • Selalu berkonsultasi
dengan pembina

2. Kewajiban Pengurus OSIS secara umum


1. Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan AD/ART OSIS
2. Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan, dan martabat sekolah
3. Selalu berkonsultasi dengan pembina

3. Tugas Ketua
1. Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana
2. Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan
3. Menetapkan kebijaksanaan yang telah diputuskan dalam rapat perangkat OSIS
4. Memimpin rapat
5. Menetapkan kebijaksanaan/mengambil keputusan berdasarkan musyawarah mufakat
6. Setiap saat mengevaluasi kegiatan perangkat kepengurusan

4. Tugas Wakil Ketua


1. Bersama-sama ketua menetapkan kebijakan
2. Memberikan saran kepada ketua dalam pengambilan keputusan
3. Menggantikan ketua jika ketua berhalangan
4. Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya
5. Bertanggungjawab kepada ketua
6. Melakukan koordinasi tugas antara wakil ketua satu dengan wakil ketua yang lain

5. Tugas Sekretaris
1. Memberi saran/masukan kepada ketua dalam mengambil keputusan
2. Mendampingi ketua dalam memimpin rapat
3. Menyiapkan, mendistribusikan/menyimpan surat yang berhubungan dengan kegiatan OSIS.
4. Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evalauasi kegiatan
5. Bersama ketua menandatangani setiap surat
6. Bertanggung jawab atas tertib administrasi organisasi
7. Bertindak sebagi notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada wakil sekretaris

6. Tugas Bendahara dan wakil bendahara


1. Bertanggungjawab segala pemasukan/pengeluaran uang/biaya yang diperlukan
2. Membuat tanda bukti setiap pemasukan/pengeluaran uang untuk dipertanggungjawaban.
3. Bertanggungjawab atas inventaris dan perbendaharaan
4. Menyampaikan laporan keuangan secara berkala
Seksi Bidang (Sekbid)

Seksi Bidang terdiri dari 10 Bagian yang masing-masing membawahi satu bidang dengan dibina oleh seorang
Pembina .

Seksi Bidang atau Sekbid berada dibawah Pengurus Inti dan berguna untuk membantu menjalankan program
kerja OSIS .

Berikut adalah daftar sekbid beserta kewajiban dan tugasnya .


1. Pembinaan Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

1. Melaksankan peribadatan sesuai dengan ketentuang agama masing-masing.


A. Memperingati hari-hari besar keagamaan.
B. Melkukan perbuatan alamiah sesuai dengan norma agama.
C. Membina toleransi kehidupan antarumat beragama.
D. Mengadakan kegiatan lomba yang bernuansa keagamaan
E. Mengembangkan dan memperdayakan kegiatan keagamaan di sekolah.

2. Pembinaan Budi Pekerti Luhur atau Akhlak Mulia

1. Melaksanakan tata terib dan kultur sekolah.


2. Melaksanakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial).
3. Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tata krama pergaulan.
4. Menumbuhkembangkan kesadaran untuk rela berkorban terhadap sesama.
5. Menumbuhkemnbagkan sikap hormat dan menghargai warga sekloah.
6. Melaksanakan kegiatan 7K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan,
kekeluargaan, kedamaian, dan kerindangan.

3. Pembinaan Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

1. Melaksanakan upacara bendera pada hari senin dan/ sabtu, serta hari-hari besar
nasional.
2. Menyanikan lagu-lagu nasional (Mars dan Hymne).
3. Melaksanakan kegiatan kepramukaan.
4. Mengunjungi dan mempelajarai tempat-tampat bernilai sejarah.
5. Mempelajari dan meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan semangat
perjuangan para pahlawan.
6. Melaksanakan kegiatan bela Negara.
7. Menjaga dan menghormati symbol-simbol dan lambing-lambang Negara.
8. Melakukan pertukaran siswa anta daerah dan Negara

4. Pembinaan Prestasi Akademik, Seni, Olahraga sesuai Bakat & Minat.

1. Mengadakan lomba mata pelajaran/program keahlian.


2. Mengadakan kegiatan ilmiah.
3. Mengikuti kegiatan workshop, seminar, diskusi panel yang bernuansa iftek.
4. Mengadakan studi banding dan kunjungan (studi wisata) ke tempat-tempat sumber
belajar.
5. Mendesain dan memproduksi media pembelajaran.
6. Mengadakan pameran yang berkarya inovatif dan hasil penelitian.
7. Mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah.
8. Membentuk kelompok sains, seni, dan olahraga.
9. Menyelenggarakan festival dan lomba seni.
10. Menyelenggarakan lomba dan pertandingan olahraga

Pembinaan Demokrasi, HAM, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan & Tolerans
5.
Sosial dalam Konteks Masyarakat Prular

1. Memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan


tugasnya masing-masing.
2. Melaksanakana latihan kepemimpinan siswa.
3. melaksanakan kegiatan dengan prisip kejujuran, transparan, dan profesional.
4. Melaksanakan kewajiban dan hak diri dan orang lain dalam pergaulan masyarakat.
5. Melaksanakan kegiatan kelompk belajar, diskusi, debat, dan pidato.
6. Melaksanakan kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan
pengenalan lingkungan tanpa kekerasa.
7. Melaksanakan penghijauan dan perindangan lingkungan sekolah.
6. Pembinaan Kretivitas, Keterampilan, dan Kewirausahaan

1. Meningkatkan kertivitas dan keterampilan dalam menciptakan suatu barang


menjadi lebih berguna.
2. Menciptakan kreativitas dan keterampilan di bidang barang dan jasa.
3. Meningkatkan usaha koperasi siswa dan unit produksi.
4. Melaksanakan praktek kerja nyata (PKN)/pengamanan kerja lapangan
(PKL)/praktek kerja industrial Prakerin.
5. Meningkatkan kemampuan keterampilan siswa melalui sertifikasi kompetensi
siswa berkebutuhan khusus.

7. Pembinaan Kulitas Jasmani, Kesehatan, dan Gizi Berbasis Gizi yang Terdiversifikasi

1. Melaksankan prilaku hidup bersih dan sehat.


2. Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS).
3. Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat
adiktif (narkoba), minuman keras, merokok, dan HIV/AIDS.
4. Mengingktkan kesehatan produksi remaja.
5. Melaksanakan hidup aktif.
6. Melaksanakan pengamanan jajan anak

8. Pembinaan Sastra dan Budaya

1. Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa dalam bidang sastra.


2. Menyelenggarakan festival/lomba, sastra dan budaya.
3. Meningkatkan karya cipta sasatra.

9. Pembinaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

1. Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk memfasilitasi kegiatan


pembelajaran.
2. Menjadikan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai wahana kreativitas dan
inovasi.
3. Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk meningkatkan
integritas kebangsaan.

10. Pembinaan Komunikasi dalam Bahasa Inggris

1. Melaksanakan lomba debat dan pidato.


2. Melaksanakan lomba menulis dan korespondensi .
3. Melaksanakan English Day.elaksanakan kegiatan bercerita dalam bahasa
Inggris (Story Telling).
4. Melaksanakan lomba puzzles words/scrabble.
Pendidikan Karakter
Ada 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang
dibuat oleh Diknas. Mulai tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia
harus menyisipkan pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.
18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya,
toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk
agama lain.
2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu
dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap,
dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan
peraturan.
5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan
peraturan.
6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu
yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan
tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan
orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan
meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan
negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan
negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna
bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna
bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna
bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan
kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam
di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam
yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat
yang membutuhkan.
18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang
seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan
budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Arti lambang
Arti bentuk dan warna lambang OSIS:
1. Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga
Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan
kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan
kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan
dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.
2. Buku terbuka
Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap
pembangunan bangsa dan negara.
3. Kunci pas
Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari
ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat
kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.

4. Tangan terbuka
Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan
dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.
5. Biduk
Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional
yang dicita – citakan.
6. Pelangi merah putih
Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.
7. Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas
Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia
mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus
perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu
diisi dengan partisipasi penuh para siswa.
8. Warna kuning
Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi
kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan
sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.
9. Warna coklat
Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.
Warna merah putih
Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.
LDK OSIS SMP NEGERI 2 BABAT
PENGURUS OSIS PERIODE 2016/201
PENGERTIAN OSIS

A. PENJELASAN UMUM
Untuk mengembangkan potensi siswa sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional membentuk
siswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab, maka diperlukan
pembinaan kesiswaan secara sistematis dan berkelanjutan.
Pembinaan siswa secara sistimatis dilakukan dalam wadah organisasi siswa intra sekolah ( OSIS ) yang
bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu meliputi bakat, minat dan
kreatifitas secara berkesimambungan dan terarah.
Latihan Dasar Kepemimpinan ( LDK ) merupakan latihan kepengurusan OSIS dalam mempelajari dan
mendalami seluk beluk sekolah hubungannya dengan sekolah sebagai tempat belajar ilmu pengetahuan,
tempat belajar berorganisasi, dan tempat belajar untuk mengembangkan potensi secara optimal dan
terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas.
Kegiatan OSIS dapat memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sehingga
wacana dan wahana pendidikan terhindar dari usaha dan pengaruh negatif yang tidak semestinya ada
dan dilakukan oleh pelajar.
Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS ) SMP Negeri 2 Babat siap membentuk peserta didik
menjadi siswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab.

B. DASAR PELAKSANAAN
1. Pancasila dan UUD 45
2. GBHN
3. UU No. 2 Th. 1989 tentang Sisdiknas juncto UU No. 20/2003
4. PP No. 28/1990 tentang Pendidikan Dasar
5. PP No. 29/1990 tentang Pendidikan Menengah
6. Kepemndiknas No. 0461/U/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan
7. Kep Dirjen Dikdasmen No. 201/C/Kep/1986 tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan
8. Permen Diknas nomor 39 tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan

C.TUJUAN
Latihan dasar kepemimpinan yang diberikan kepada Pengurus OSIS ini bertujuan untuk :
1. Memberikan pedoman dan arahan kepada pengurus OSIS untuk berbuat dan menyusun
Program Kerja
2. Melatih siswa untuk mampu berorganisasi di tingkat sekolah
3. Memperkenalkan bentuk- bentuk program yang bisa dilaksanakan sesuai dengan situasi dan
kondisi sekolah.
4. Menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga OSIS

D.SASARAN
Latihan Dasar Kepemimpinan sasarannya :
1. Pengurus OSIS
2. Guru PembinaOSIS

E. WAKTU PELAKSANAAN
Sabtu – Minggu, 24 – 25 September 2016