Anda di halaman 1dari 36

Perencanaan

Tebal Lapis Tambahan


(Overlay) dengan Metode
Lendutan Balik

Jurusan Teknik Sipil


Politeknik Negeri Malang
Oleh : Marjono
Metode lendutan Balik
 Metode perencanaan tebal perkerasan tambahan
(Overlay), yang didasarkan pada data hasil pengukuran
lendutan balik yang terjadi pada permukaan
perkerasan lentur, dengan menggunakan alat
“Benkemen Beam”
Bentuk Alat “Benkelmen Beam”
Bentuk Alat “Benkelmen Beam”
Data Perencanaan
Lalu lintas
a) Jumlah Lajur dan Koefisien Distribusi Kendaraan
(C).
Lajur rencana merupakan salah satu lajur lalu
lintas dari suatu ruas jalan, yang menampung
lalu-lintas terbesar.
Jika jalan tidak memiliki tanda batas lajur,
maka jumlah lajur ditentukan dari lebar
perkerasan sesuai Tabel 1
Tabel 1. jumlah Lajur

Lebar perkerasan (L) Jumlah Lajur

L < 4,50 m 1

4,50 m ≤ L < 8,00 m 2

8,00 m ≤ L < 11,25 m 3

11,25 m ≤ L < 15,00 m 4

1500 m ≤ L < 18,75 m 5

18,75 m ≤ L < 22,50 m 6


Koefisien distribusi kendaraan (C) untuk kendaraan ringan
dan berat yang lewat pada lajur rencana ditentukan
sesuai Tabel 2.
Tabel 2. Koefisien Distribusi Kendaraan

Jumlah Lajur Kendaraan Ringan * Kendaraan Berat **


1 arah 2 arah 1 arah 2 arah
1 1,00 1,00 1,00 1,00
2 0,60 0,50 0,70 0,50
3 0,40 0,40 0,50 0,475
4 - 0,30 - 0,45
5 - 0,25 - 0,425
6 - 0,20 - 0,40

*) Mobil Penumpang
**) Truk dan Bus
Angka Ekivalen beban sumbu
kendaraan (E)
 Angka ekivalen (E) masing-masing golongan beban sumbu (setiap kendaraan)
ditentukan menurut Rumus :
Faktor umur rencana dan perkembangan
lalu lintas (N)

 Faktor hubungan umur rencana dan perkembangan lalu lintas ditentukan


menurut Rumus :

 N : Faktor umur rencana


 r : Pertumbuhan (%)
 n : Umur renacana (tahun)
Akumulasi ekivalen beban sumbu
standart (CSEA)
 Dalam menentukan akumulasi beban sumbu lalu lintas (CESA) selama
umur rencana ditentukan dengan Rumus :

 CESA = akumulasi ekivalen beban sumbu standar


 m = jumlah masing-masing jenis kendaraan
 365 = jumlah hari dalam satu tahun
 E = ekivalen beban sumbu
 C = koefisien distribusi kendaraan (Tabel 2)
 N = Faktor hubungan umur rencana yang sudah disesuaikan dengan
perkembangan lalu lintas
Lendutan dengan Benkelmen Beam
(BB)
 Lendutan yang digunakan untuk perencanaan adalah
lendutan balik.
 Nilai lendutan tersebut harus dikoreksi dengan, faktor
muka air tanah (Ca), dan koreksi temperatur (Ft), serta
faktor koreksi beban uji (FKB-BB) bila beban uji tidak tepat
sebesar 8,16 ton.
 Besarnya lendutan balik (dB) adalah :
 dB = lendutan balik (mm)
 d1 = lendutan pada saat beban tepat pada titik pengukuran
 d3 = lendutan pada saat beban berada pada jarak 6 meter dari titik
pengukuran
 Untuk tebal lapis beraspal (HL) < 10 cm
Ft = faktor penyesuaian lendutan terhadap temperatur standar 350 C,
dihitung dengan rumus :
 Ft = 4,184 x TL - 0,4025
 Untuk tebal lapis beraspal (HL) ≥ 10 cm
Ft = faktor penyesuaian lendutan terhadap temperatur standar 350 C,
dihitung dengan rumus :
 Ft = 14,785 x TL - 0,7573
 TL = temperatur lapis beraspal, diperoleh dari hasil pengukuran langsung
dilapangan atau dapat diprediksi dari temperatur udara,yaitu:
TL = 1/3 (Tp + Tt + Tb)
 Tp = temperatur permukaan lapis beraspal
 Tt = temperatur tengah lapis beraspal atau dari Tabel
 Tb = temperatur bawah lapis beraspal atau dari Tabel

 Ca = faktor pengaruh muka air tanah (faktor musim)


 Ca = 1,2 ; bila pemeriksaan dilakukan pada musim kemarau atau muka air
tanah rendah
 Ca = 0,9 ; bila pemeriksaan dilakukan pada musim hujan atau muka air tanah
tinggi
 FKB-BB = faktor koreksi beban uji Benkelman Beam (BB)
 FKB-BB = 77,343 x (Beban Uji dalam ton) (-2,0715)
 Temperatur tengah (Tt) dan bawah (Tb) lapis beraspal berdasarkan data
temperatur udara (Tu) dan temperatur permukaan (Tp), dapat dilihat pada tabel
berikut :
 Temperatur tengah (Tt) dan bawah (Tb) lapis beraspal berdasarkan data
temperatur udara (Tu) dan temperatur permukaan (Tp), dapat dilihat pada tabel
berikut :
Keseragaman lendutan

 Perhitungan tebal lapis tambah dapat dilakukan pada setiap titik


pengujian atau berdasarkan panjang segmen (seksi jalan). Apabila
berdasarkan panjang seksi maka cara menentukan panjang seksi jalan
harus dipertimbangkan terhadap keseragaman lendutan.
 Keseragaman sangat baik mempunyai rentang faktor keseragaman
antara 0 sampai dengan 10,
 Keseragaman baik mempunyai rentang faktor keseragaman
antara 11 sampai dengan 20
 Keseragaman cukup baik mempunyai rentang faktor keseragaman
antara 21 sampai dengan 30.
Keseragaman lendutan

 Untuk menentukan faktor keseragaman lendutan adalah dengan


menggunakan Rumus :

FK = faktor keseragaman
FK ijin
= faktor keseragaman yang diijinkan
= 0 % - 10%; keseragaman sangat baik
= 11% - 20%; keseragaman baik
= 21% - 30%; keseragaman cukup baik
dR = lendutan rata-rata pada suatu seksi jalan
s = deviasi standar = simpangan baku
Lendutan yang mewakili
 Untuk menentukan besarnya lendutan yang mewakili suatu sub ruas/seksi
jalan, digunakan
 Rumus :
− Dwakil = dR + 2 s ;
untuk jalan arteri / tol (tingkat kepercayaan 98%)
− Dwakil = dR + 1,64 s ;
untuk jalan kolektor (tingkat kepercayaan 95%)
− Dwakil = dR +1,28 s ;
untuk jalan lokal (tingkat kepercayaan 90%)
 Dwakil = lendutan yang mewakili suatu seksi jalan
 dR = lendutan rata-rata pada suatu seksi jalan
 s = deviasi standar
Faktor koreksi tebal lapis tambah

 Tebal lapis tambah/overlay yang diperoleh adalah berdasarkan


temperatur standar 35oC, maka untuk masing-masing daerah perlu
dikoreksi karena memiliki temperatur perkerasan rata-rata tahunan (TPRT)
yang berbeda.
 Data temperatur perkerasan rata-rata tahunan untuk setiap daerah atau
kota ditunjukkan pada tabel, sedangkan faktor koreksi tebal lapis
tambah/overlay (Fo) dapat diperoleh dengan Rumus

Fo = faktor koreksi tebal lapis tambah/overlay


TPRT = temperatur perkerasan rata-rata tahunan untuk daerah/kota
tertentu seperti pada tabel
Temperatur perkerasan rata-rata tahunan (TPRT)
Faktor Koreksi Tebal Lapis Tambah

 Pedoman ini berlaku untuk lapis tambah dengan Laston, dengan modulus
resilien (MR) sebesar 2000 MPa dan Stabilitas Marshall minimum 800 kg.
 Apabila jenis campuran beraspal untuk lapis tambah menggunakan Laston
Modifikasi dan Lataston atau campuran beraspal yang mempunyai sifat
berbeda (termasuk untuk Laston) dapat menggunakan faktor koreksi tebal
lapis tambah penyesuaian, yang dapat dihitung dengan rumus berikut :

 FKTBL = faktor koreksi tebal lapis tambah penyesuaian


 MR = Modulus Resilien (MPa)
Atau menggunakan tabel berikut :
Tabel Faktor Koreksi Tebal Lapis Tambah (FKTBL)
Prosedur perhitungan
 Hitung repetisi beban lalu-lintas rencana (CESA) dalam ESA;
 Hitung lendutan hasil pengujian dengan alat BB dan koreksi dengan faktor
muka air tanah (faktor musim, Ca) dan faktor temperatur standar (Ft) serta
faktor beban uji (FKB-BB) bila beban uji tidak tepat sebesar 8,16 ton)
 Tentukan panjang seksi yang memiliki keseragaman (FK) yang sesuai
dengan tingkat keseragaman yang diinginkan
 Hitung Lendutan wakil (Dwakil) untuk masing-masing seksi jalan yang
tergantung dari kelas jalan
 Hitung lendutan rencana/ijin (Drencana) dengan menggunakan rumus
berikut :
Prosedur perhitungan
 Hitung lendutan rencana/ijin (Drencana) dengan menggunakan rumus
berikut :

Drencana = lendutan rencana, dalam satuan milimeter.


CESA = akumulasi ekivalen beban sumbu standar, dalam satuan ESA

 Hitung tebal lapis tambah/overlay (Ho) dengan menggunakan rumus :

 Ho = tebal lapis tambah sebelum dikoreksi temperatur rata-rata tahunan daerah


tertentu, dalam satuan centimeter.
 Dsbl ov = lendutan sebelum lapis tambah/Dwakil, dalam satuan milimeter.
 Dstl ov = lendutan setelah lapis tambah atau lendutan rencana, dalam satuan milimeter.
Prosedur perhitungan

 Hitung tebal lapis tambah/overlay terkoreksi (Ht) dengan mengkalikan Ho


dengan faktor koreksi overlay (Fo), dengan rumus :

 Ht = tebal lapis tambah/overlay Laston setelah dikoreksi dengan temperatur


rata-rata tahunan daerah tertentu, dalam satuan centimeter.
 Ho = tebal lapis tambah Laston sebelum dikoreksi temperatur rata-rata tahunan
daerah tertentu, dalam satuan centimeter.
 Fo = faktor koreksi tebal lapis tambah/overlay
Contoh Perhitungan
Rencanakan tebal lapis tambahan (overlay) yang diperlukan pada ruas jalan Arteri di daerah
Surabaya, dengan data sebagai berikut :
Lokasi Surabaya
Fungsi Jalan Arteri
Umur rencana : 5 tahun
Lapis permukaan : Aspal concrete
Tebal : 20 cm
Lajur Arah Arteri
DATA LALU-LINTAS 4 2

KEND. BEBAN E1 E2 E3 E4 E TOTAL


1 2 3 4 5 6 7

MP. 2 0,0012 0,0012 0,0024


BUS 8,5 0,0821 0,2235 0,3056
TRUK 1.2 L 8 0,0644 0,1753 0,2397
TRUK 1.2 H 16 1,0300 2,8048 3,8348
TRUK 1.22 23 1,2856 0,2125 1,4981
TRAILLER 1.2 + 2.2 26 0,4489 1,5467 0,3420 0,3420 2,6796
TRAILLER 1.2 - 2 26,2 0,5818 3,0032 3,0032 6,5882
TRAILLER 1.2 - 22 40 3,1605 3,5491 0,5223 7,2319
Contoh Perhitungan

% Kr % Kb
0,3 0,45
KEND. Jumlah AE 18 KSAL
8 9

MP. 500 0,3600 r 0,08


BUS 785 107,9532 n 5
TRUK 1.2 L 670 72,2696 N 6,101
TRUK 1.2 H 234 403,8044 AE 18 KSAL 9486986,956
TRUK 1.22 345 232,5800
TRAILLER 1.2 + 2.2 234 282,1619
TRAILLER 1.2 - 2 345 1022,8181
TRAILLER 1.2 - 22 657 2138,1112
Jumlah 4260,0584
Contoh Perhitungan
Pelaksanaan pengujian pada musim : Kemarau
0,1 Data hasil pengujian lendutan balik dengan alat Benkelmen Beam adalah sebagai berikut :
A. Beban uji 8,2 ton
Lendutan balik (mm) Temperatur ( oC)
No. KM.
d1 d2 d3 Tu Tp ( Tu + Tp )
10 11 12 13 14 15 16
1 82,000 0,00 0,07 0,17 29,0 46,1 75,1
2 82,100 0,00 0,09 0,18 29,0 44,0 73,0
3 82,200 0,00 0,07 0,14 29,0 44,1 73,1
4 82,300 0,00 0,05 0,15 30,0 42,6 72,6
5 82,400 0,00 0,07 0,20 31,0 38,3 69,3
6 82,500 0,00 0,07 0,14 31,0 43,7 74,7
7 82,600 0,00 0,17 0,31 31,0 46,9 77,9
8 82,700 0,00 0,07 0,13 32,0 46,2 78,2
9 82,800 0,00 0,08 0,22 32,0 46,6 78,6
10 82,900 0,00 0,07 0,14 32,0 36,5 68,5
11 83,000 0,00 0,08 0,15 32,0 44,7 76,7
12 83,100 0,00 0,09 0,15 32,0 42,8 74,8
13 83,200 0,00 0,07 0,14 32,0 45,5 77,5
14 83,300 0,00 0,20 0,30 32,0 44,6 76,6
15 83,400 0,00 0,09 0,18 32,0 43,3 75,3
16 83,500 0,00 0,07 0,18 33,0 43,2 76,2
17 83,600 0,00 0,09 0,19 33,0 43,5 76,5
18 83,700 0,00 0,09 0,20 34,0 44,0 78,0
19 83,800 0,00 0,07 0,25 33,0 38,4 71,4
20 83,900 0,00 0,10 0,16 33,0 40,5 73,5
21 84,000 0,00 0,09 0,16 34,0 45,4 79,4
Contoh Perhitungan
Koreksi thd temp.
Temp. Tengah Temp. Bawah Temp. Lapis beraspal
Standart (Ft)
(HL) < 10 cm
TL = 1/3 (Tp + Tt + Tb)
Tt Tb
(HL) > 10 cm
17 18 19 20
37,3 34,6 39,3 0,917
36,3 33,7 38,0 0,941
36,3 33,7 38,0 0,941
36,3 33,7 37,5 0,950
34,4 31,8 34,8 1,005
37,3 34,6 38,5 0,931
38,7 36,4 40,7 0,894
38,7 36,0 40,3 0,900
39,2 36,4 40,7 0,893
34,4 31,8 34,2 1,019
38,3 35,5 39,5 0,914
37,3 34,6 38,2 0,937
38,7 36,0 40,1 0,904
38,3 35,5 39,5 0,915
37,3 34,6 38,4 0,934
37,8 35,0 38,7 0,929
38,3 35,5 39,1 0,921
38,7 36,0 39,6 0,913
35,4 32,8 35,5 0,990
36,3 33,7 36,8 0,964
39,2 36,4 40,3 0,900
Contoh Perhitungan
Koreksi musim Koreksi Beban Lendutan terkoreksi

1,2 & 0,9 (FKB_BB) ( dB ) ( dB - dR) 2


21 22 23 24
1,2 0,990 0,371 0,002
1,2 0,990 0,403 0,001
1,2 0,990 0,314 0,009
1,2 0,990 0,339 0,005
1,2 0,990 0,478 0,006
1,2 0,990 0,310 0,01
1,2 0,990 0,659 0,065
1,2 0,990 0,278 0,017
1,2 0,990 0,467 0,004
1,2 0,990 0,339 0,005
1,2 0,990 0,326 0,007
1,2 0,990 0,334 0,006
1,2 0,990 0,301 0,012
1,2 0,990 0,653 0,062
1,2 0,990 0,400 0,001
1,2 0,990 0,398 0,001
1,2 0,990 0,416 0,001
1,2 0,990 0,434 0,001
1,2 0,990 0,589 0,034
1,2 0,990 0,367 0,002
1,2 0,990 0,343 0,004
Lendutan rata-rata (dR) 0,406 0,255
Jumlah pengujian (n) 21
Standart deviasi (SD) 0,110 0,113
B. Tingkat keseragaman lendutan (FK) 27,8325 %
Cukup

C. Lendutan mewakili (Dwakil)/Dsblm_Overlay )


Arteri 0,632 mm
Kolektor 0,591
Lokal 0,551

D. Akumulasi ekivalen beban sumbu (CSEA) 9486986,956

E. Lendutan rencana (Drencana) atau (Dstlh_overlay ) 0,546 mm


F. Tebal lapis tambahan (Ho) 3,061 cm
TPRT (Surabaya) 36,8 oC
2,042
G. Koreksi tebal lapis tambahan (F o) 1,028

H. Tebal lapis tambahan terkoreksi (Ht) 3,145 cm

I. Bahan Laston modifikasi (FK tbl) 0,85


Tebal lapis tambahan terkoreksi (Ht) 2,673 cm
Soal latihan
Rencanakan tebal lapis tambahan, pada ruas Jalan Arteri,
4 lajur, 2 arah, didaerah Surabaya, pada musim kemarau
dengan data hasil pengukuran lendutan balik sbb:
Data lalu lintas :

MP. 500
BUS 785
TRUK 1.2 L 670
TRUK 1.2 H 234
TRUK 1.22 345
TRAILLER 1.2 + 2.2 234
TRAILLER 1.2 - 2 345
TRAILLER 1.2 - 22 657

UR : 5 th. Pertumbuhan 7 %/tahun


Bahan lapis permukaan LASTON MS. 744, tebal 8 cm