Anda di halaman 1dari 6

PRA PROPOSAL TUGAS AKHIR

(Metodologi Penelitian)

PERANCANGAN CYCLONE SEPARATOR PADA PROSES PENGERINGAN


DI PABRIK TEH HITAM ORTODOKS PERKEBUNAN NUSANTARA VIII
Disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Metodologi Penelitian pada semester VII

Disusun oleh:

Fithri Hifzhah Mulkillah

141734014

PROGRAM STUDI D IV TEKNIK KONSERVASI ENERGI


DEPARTEMEN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Teh merupakan salah satu produk minuman yang sering dikonsumsi
masyarakat Indonesia. Indonesia adalah produsen teh terbesar ketujuh di dunia
(Statista, 2014). Hampir setengah dari produksi teh Indonesia diekspor keluar
negeri. Teh Indonesia dikenal memiliki kandungan antioksidan alami tertinggi di
dunia.
Jenis teh pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama
yakni teh hitam, teh olong dan teh hijau. Cara pengolahan ketiga jenis teh tersebut
berbeda-beda. Teh hitam diolah melalui proses fermentasi secara penuh, teh olong
hanya sebagian melalui proses fermentasi, sedangkan teh hijau tidak melalui proses
fermentasi (Nazaruddin, 1993).
Pengolahan teh hitam dibagi menjadi dua macam yaitu teh orthodox
(Orthodox murni dan rotorvane) dan teh CTC (Cutting, Tearing, dan Curling).
Untuk teh hitam orthodox yang umum dipakai saat ini adalah orthodox rotorvane.
Teh hitam orthodox memerlukan waktu lebih dari 20 jam dalam pengolahannya
dibandingkan dengan teh hitam CTC.
Salah satu perusahaan pengolah teh hitam secara orthodox adalah di PT
Perkebunan Nusantara VIII. Proses pengolahannya mulai dari pelayuan,
penggilingan, fermentasi, pengeringan, dan sortasi kering. Konsumsi energi paling
besar pada proses pengolahan teh hitam orthodoks di PT Perkebunan Nusantara VIII
ini adalah pada proses pengeringan. Adapun komposisi konsumsi energi dari proses
pengeringan ini yaitu 95% energi bahan bakar, dan 5% energi listrik (Taopik
Setiawan, 2010).
Tujuan utama proses pengeringan itu sendiri adalah untuk menghentikan
proses fermentasi senyawa polifenol dalam bubuk teh pada saat komposisi zat-zat
pendukung kualitas mencapai keadaan optimal sehingga menghasilkan kegiatan
oksidasi enzimatis dan menurunkan kadar air bubuk menjadi 2,5-3%. Proses
pengeringan yang dilakukan di pabrik teh hitam orthodoks menggunakan mesin
pengering jenis two stage dryer (TSD) yang dilengkapi dengan trays konveyor
(Taopik Setiawan, 2010).
Prinsip kerja mesin pengering tipe TSD ini adalah dengan menggunakan trays
(rantai) yang bergerak berlawanan dengan aliran udara panas dari heat exchanger
(HE). Udara panas yang digunakan untuk pengeringan berasal dari udara luar yang
di panaskan dengan bantuan heat exchanger yang menggunakan bahan bakar padat
berupa kayu bakar (Taopik Setiawan, 2010). Skema proses pengeringannya dapat
dilihat pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Skema Proses Pengeringan

Bahan bakar berupa kayu bakar tersebut dibakar secara konvensional di dalam
sebuah tungku (burner), yang dipasang firebar (roster) sebagai tempat
pembakarannya. Udara primer dialirkan melalui bagian bawah firebar dan dihisap
oleh induced draught fan (ID fan) menuju plate heat exchanger, yang kemudian
hasil udara panasnya ditarik oleh blower menuju mesin pengering. Udara panas yang
masuk ke ruang pengering harus udara yang bersih agar bubuk teh tidak
terkontaminasi oleh asap hasil pembakaran (Rangki, 2014).
Salah satu masalah yang sering timbul pada proses pengeringan di pabrik teh
hitam orthodox ini yaitu bau asap (smokey) yang disebabkan oleh adanya kebocoran
pada bagian alat pemanasnya yaitu burner. Hal ini mengakibatkan bubuk daun
terkontaminasi dengan abu hasil pembakaran burner yang akan menurunkan kualitas
bubuk daun tersebut, dan juga menurunkan kinerja dari plate heat exchanger karena
banyaknya debu yang menempel sehingga harus dilakukan maintenance secara
berkala (Rangki, 2014).
Untuk mengatasi kebocoran pada burner perlu ditambahkan alat pemisah debu
agar hasil pembakarannya tidak masuk bersama udara panas saat pengeringan. Alat
pemisah debu tersebut dibutuhkan untuk memisahkan partikel gas dan solid. Salah
satu alat pemisah debu yang umum dan cocok digunakan untuk memisahkan dua
partikel tersebut adalah cyclone separator.
Cyclone separator merupakan alat sederhana yang menggunakan gaya
sentrifugal untuk memisahkan partikel dari aliran gas. Kelebihan cyclone separator
dengan alat lainnya yaitu mempunyai biaya modal yang rendah, dan ruang yang
dibutuhkannya kecil. Alat tambahan yang dibutuhkan adalah sebuah blower atau
sumber tekanan lain untuk menggerakkan aliran gas (Kashan Bashir, 2015). Skema
pada Cyclone Separator dapat dilihat pada Gambar 1.2.

Gambar 1.2. Skema Cyclone Separator

Dengan penambahan alat pemisah debu berupa cyclone separator ini


diharapkan dapat meningkatkan kualitas bubuk teh dan kinerja sistem pemanasan
pada heat exchanger. Maka dari itu judul yang diambil dalam tugas akhir ini adalah
“Perancangan Cyclone Separator pada Proses Pengeringan di Pabrik Teh Hitam
Orthodoks Perkebunan Nusantara VIII”.
1.2. Rumusan Masalah
Pada proses pengeringan di pabrik teh hitam orthodox, salah satu masalah yang
sering timbul yaitu bau asap (smokey) dikarenakan adanya kebocoran pada bagian
alat pemanasnya yaitu burner. Hal ini menurunkan kualitas bubuk daun teh dan
kinerja plate heat exchanger. Untuk mengatasi kebocoran pada burner perlu
ditambahkan alat pemisah debu berupa cyclone separator yang memisahkan antara
partikel gas dan solid agar udara yang masuk ke dalam mesin pengering murni udara
bersih. Permasalahan dalam penambahan cyclone separator ini harus disesuaikan
dengan nilai densitas padatan, densitas gas pada suhu tertentu, diameter partikel abu
bakar kayu yang dihasilkan, kecepatan gas masuk yang di alirkan oleh blower, dan
jumlah putaran gas dalam siklon. Dengan demikian permasalahan yang harus
diselesaikan yaitu bagaimana rancangan cyclone separator ini sesuai, sehingga
mampu menigkatkan kinerja pemanasan pada heat exchanger, dan seberapa besar
dampaknya terhadap konsumsi energi.
1.3.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian berdasarkan uraian rumusan masalah di atas, yaitu:
1. Melakukan perancangan alat pemisah debu berupa cyclone separator pada sistem
pemanasan di heat exchanger.
2. Mengevaluasi peluang peningkatan kinerja heat exchanger setelah dilakukan
penambahan cyclone separator.
3. Mengetahui besar konsumsi energi pada proses pengeringan setelah dilakukan
penambahan cyclone separator.
1.4. Batasan Masalah
Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini, bahasan yang akan dianalisis yaitu
mengenai perancangan cyclone separator pada heat exchanger yang disimulasikan
dengan software ANSYS, serta mengkaji konsumsi energi sebelum dan sesudah
penambahan cyclone separator dengan menggunakan software HYSYS.
1.5. Sistematika Penulisan
Penelitian tugas akhir ini terdiri dari lima bab. Secara singkat diuraikan sebagai
berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan
penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan laporan tugas akhir.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menguraikan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dibahas
dalam penelitian yang dilaksanakan, dan ulasan beberapa sumber pendukung yang
berkaitan diantaranya teori tentang proses pengeringan, dan teori tentang optimasi
pemanasan di heat exchanger, dan teori tentang cyclone separator.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini terdapat uraian rinci tentang langkah-langkah perancangan
cyclone separator dan gambar desain cyclone separatornya, serta metode simulasi
keseluruhan proses pengeringan teh hitam orthodox. Hasil dari bab III diharapkan
dapat menjawab bab I dan didukung oleh teori pada bab II
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan tentang hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan
pembahasan dari hasil yang diperoleh. Hasil yang ditampilkan berupa hasil simulasi
sistem pemanasan pada proses pengeringan. Hasil tersebut dilengkapi dengan
analisis yang berkaitan dengan perancangan alat cyclone separator pada heat
exchanger.
BAB V PENUTUP
Bab ini menguraikan kesimpulan dari hal-hal yang telah dibahas sebelumnya,
dan disertai saran yang dibuat berdasarkan pengalaman penulis yang ditujukan
kepada para mahasiswa/peneliti dalam bidang sejenis yang ingin melanjutkan atau
mengembangkan penelitian yang sudah dilaksanakan.