Anda di halaman 1dari 14

20 Manfaat Pendidikan bagi Masyarakat

Pendidikan merupakan salah satu hal yang amat sangat diwajibkan oleh setiap pemerintah di Negara
manapun, termasuk di dalamnya adalah di Indonesia. Di Indonesia sendiri sudah ada undang-undang
yang mengatur mengenai tata cara pelaksanaan pendidikan di Indonesia, yaitu mulai dari usia sekolah
dasar hingga SMP, yang masuk ke dalam aturan wajib belajar 9 tahun, hingga jenjang sekolah lanjut,
sekolah kejuruan, hingga tinggat perguruan tinggi, mulai dari diploma, sarjana, magister, doctor
hingga professor.

Namun demikian, pendidikan tidak hanya kita peroleh di dalam ruang lingkup formal saja. Ada
beberapa jenis penidikan yang diberikan secara informal, baik secara langsung maupun tidak
langsung, seperti:

 Pendidikan moral.
 Pendidikan etika.
 Pendidikan keterampilan.
 Dan berbagai macam pendidikan informal lainnya, selain sekolah.

Untuk memperoleh pendidikan sendiri, saat ini sudah sangat mudah, banyak sekali berbagai macam
intitusi yang menyediakan jasa dan juga layanan pendidikan, mulai dari yang gratis hingga dengan
biaya yang tinggi.

Apa Saja Manfaat dari Pendidikan?

Pada dasarnya, pendidikan sangat penting untuk dilakukan. manfaat pendidikan dapat memberikan
banyak kegunaan, lalu apa saja manfaat pendidikan tersebut?

1. Memberikan Informasi dan Pemahaman

Manfaat pendidikan pertama adalah untuk meningkatkan serta memberikan informasi serta
pemahaman terhadap ilmu pengetahuan secara menyeluruh kepada setiap anggota didik. Hal ini
merupakan salah satu hal yang paling penting dan merupakan tujuan serta manfaat utama dari
pendidikan. Dengan adanya pendidikan, maka setiap peserta didik akan dibantu dalam memahami
dan mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

2. Menciptakan Generasi Penerus Bangsa

Manfaat pendidikan yang kedua adalah mamp untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang
expert atau ahli dalam berbagai bidang. Hal ini berhubungan dengan tersedianya berbagai macam
jenjang pendidikan dan juga penjurusan yang ada, sehingga dapat membantu melahirkan banyak
sekali generasi muda yang berguna bagi banyak orang sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari.

3. Memperdalam Suatu Ilmu Pengetahuan

Selain dapat membantu menciptakan generasi bangsa yang baik dan cerdas, pendidikan juga dapat
bermanfaat bagi seseorang yang sedang ingin memperdalam suatu disiplin ilmu tertentu. biasanya
manfaat ini akan sanga terasa bagi mereka yang mengabdikan dirinya menjadi peneliti dari suatu
disiplin ilmu, dan bertekad mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut.

4. Gelar Pendidikan untuk Karier

Pentingnya untuk mendapatkan gelar yang nantinya berguna untuk keperluan karier di masa yang
akan datang. Meskipun gelar bukanlah segalanya, namun demikian untuk mendapatkan jenjang karier
yang memuaskan, gelar dari bidang atau disiplin ilmu tertentu sangatlah penting. Gelar akan
menunjukkan keahlian seseorang, terutama dalam bidang pekerjaan dan juga pengembangan karier
individu.

5. Membentuk Pola Pikir yang Ilmiah

Pola pikir antara mereka yang menempuh pendidikan dan yang tidak pernah menempuh jenjang
pendidikan pastilah akan berbeda. Dunia pendidikan memungkinkan seseorang memiliki jalan dan
pola pikir yan gilmiah, yaitu terstruktur dan berdasarkan fakta-fakta yang ada.

6. Mencegah Terbentuknya Generasi yang “Bodoh”

Mungkin agak sedikit kasar, namun seperti inilah kenyataannya. Dunia pendidikan sangat baik
manfaatnya untuk mencegah terjadinya pembodohan. Dengan adanya pendidikan, maka individu akan
semakin memahami hal apa saja yang baik dan juga benar, sehingga dapat mencegah berbagai macam
tindakan-tindakan bodoh, yang dapat merugikan banyak pihak.

7. Menambah Pengalaman Peserta Didik

Manfaat pendidikan lainnya adalah mampu untuk meningkatkan pengalaman-pengalaman bagi para
individu dan juga peserta didik. Hal ini tentu saja dapat membantu seseorang untuk bekerja lebih baik
lagi, sesuai dengan pengalaman yang sudah pernah mereka peroleh di bangku pendidikan.

8. Mencapai Aktualisasi Diri

Aktualisasi diri merupakan tingkatan tertinggi yang bisa dicapai oleh manusia, dimana dalam
aktualisasi diri, seseorang sudah memilki banyak sekali pengalaman-pengalaman dan juga sudah
mampu untuk mengaktualisasikan dirinya. Dengan pendidikan, maka tingkatan aktualisasi diri ini
akan tercapai pada diri individu.

9. Mencegah Terjadinya Tindak Kejahatan

Dengan adanya pendidikan, maka seseorang akan memahami apa yang baik dan juga apa yang salah.
Hal ini tentu saja akan berpengaruh dan juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya tindak
kejahatan.

10. Mengajarkan Fungsi Sosial Dalam Masyarakat

Tidak hanya mengajarkan pemahaman mengenai suatu disiplin ilmu tertentu, pendidikan jga
mengajarkan mengenai interaksi sosial dalam masyarakat. Hal ini tentu saja akan membantu
seseorang memahami fungsi-fungsi sosial yan gharus diterapkan di dalam masyarakat untuk menjadi
individu yang berguna bagi bangsa dan Negara.

11. Meningkatkan Produktivitas

Dengan semakin tingginya pegalaman dan juga tingkat pendidikan dari seseorang, maka hal iniakan
berpengaruh pula terhadap kondisi produktivitas dari individu itu sendiri. Menjadi individu yang
produktif adalah menjadi individu yang mampu menghasilkan sesuatu, tidak hanya uang, melainkan
dapat berguna bagi siapa saja yang membutuhkan.

12. Mengoptimalkan Talenta Seseorang

Setiap orang dipercaya lahir dengan beragam talenta. Kalaupun memang tidak, di dalam dunia
pendidikan terdapat kesempatan bagi semua orang untuk mengetahui dan juga mengembangkan
talenta yang dimiliki. Dengan adanya pendidikan, maka talenta atau bakat serta minat yang dimiliki
oleh seseorang dapat berkembang secara optimal dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan orang
banyak.

13. Membentuk Karakter Bangsa

Manfaat pendidikan selanjutnya adalah untuk membentuk karakter bangsa yang bermartabat dan
juga bermoral. Sejalan dengan tujuannya, pendidikan juga harus bermanfaat untuk meningkatkan dan
juga membentuk karakter dari bangsa yang bermartabat dan juga bermoral baik. Hal ini tentu saja
akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan dari Negara kita.

14. Memperbaiki Cara Berpikir Individu

Seiring dengan bertambahnya pengalaman dan juga tingkat pendidikan yang sudah ditempuh oleh
individu,, maka hal ini tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap cara berpikir individu. cara
berpikir dan analisa yang dilakukan oleh seseorang akan meningkat dan menjadi lebih baik lagi.

15. Meningkatkan Taraf Hidup Manusia

ads

Pendidikan juga bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup seseorang, dimana mereka yang sudah
pernah mengenyam pendidikan akan lebih memilki rasa saling menghargai.

16. Membentuk Kepribadian Seseorang

Manfaat penting lainnya dari pendidikan adalah mampu untuk membentuk kepribadian seseorang.
Beberapa kepribadian yang terbentuk di dalam diri seseorang memang sangat dipengaruhi oleh
kualitas dan juga tingkatan pendidikan yang sudah pernah ditempuh oleh individu.

17. Mencerdaskan Anak-anak Bangsa

Manfaat berikutnya, pendidikan sangat penting untk mencerdaskan berbagai anak-anak bangsa,
terutama mereka yang sedang mengenyam pendidikan dasar, harus melalui proses pendidikan
dengan baik dan benar, agar terbentuk generasi bangsa yang cerdas.

18. Menjamin Terjadinya Integrasi Sosial

Pendidikan juga dapat meningkatkan integritas sosial. Hal ini berhubungan dengan meningkatnya
pemahan mengenai fungsi – fungsi sosial yan gada di dalam masyarakat, sehingga dengan
terbentuknya integritas sosial, maka akan terbentuk pula Negara yang sejahtera.

19. Meningkatkan Kreativitas

Dengan menempuh jenjang – jenjang pendidikan, maka hal ini dapat membantu seseorang untuk
mengembangkan dan juga meningkatkan kreativitas. Hal ini tentu saja amat berguna bagi individu itu
sendiri dan juga pastinya dapat berguna bagi kehidupan masyarakat luas.

20. Menciptakan Anak-anak Bangsa yang Cerdas

Manfaat pendidikan yang terakhir adalah untuk menciptakan anak-anak bangsa menjadi anak yang
cerdas, tidak mudah untuk dipengaruhi, serta memiliki nilai-nilai moral dan integritas yang tinggi,
sehingga dapat memajukan dan turut serta dalam membantu pembangunan Negara.
PERANAN GURU DI SEKOLAH DALAM MASYARAKAT
BAB I
PENDAHULUAN
Sejalan dengan tantangan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin
kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan
penyesuaian kemampuan professional. Guru harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan
proses pembelajaran peserta didik. Guru dimasa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang
yang palaing well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang
tumbuh,berkembang,berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan,guru bukan satu-
satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya.
Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat,ia akan
terpuruk secara professional.Kalau hal ini terjadi,a akan kehilangan kepercayaan baik dari pesrta
didik,orang tua maupun masyarakat. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut,perlu
berfikir secara antisipatif dan proaktif.Artinya guru harus melakukan pembaruan ilmu dan
pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. Disamping itu,guru masa depan harus paham
penelitian gina mendukung terhadap efektifitas pengajaran yang dilakanakannya,sehingga dengan
dukungan hasil penelitian guru terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah
efektif,namun kenyataan justru mematikan kreatifias para peserta didiknya. Begitu juga,dengan
dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang
berfariasi dari tahun ke tahun,disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi yang sedang berlangsung.

BAB II
PEMBAHASAN
Peran Guru Disekolah dalam Masyarakat
A. Pengertian
Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas
membri bantuan dan dorongan (supporter) tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor)
serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap
aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan
dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-
pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani,bebas dari orang tua,dan orang
dewasa lain,moralitas dan tanggung jawab kemasyarakatan,pengetahuan dan keterampilan
dasar,persiapan untuk perkawinan dan hidup berkeluarga,pemilihan jabatan dan hal-hal yang bersifat
personal dan spiritual.
Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemelihara anak. Guru sebagai penanggung
jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktifitas anak-anak agar tingkah laku anak tidak
menyimpang denan norma-norma yang ada.
B. Macam-Macam Peran Guru Dalam Pendidikan
1. Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak
Setip anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh Karena itu
tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-
nora yang dianut oleh masyarakar, bangsa dan Negara. Karena nilai dasar Negara dan bangsa
Indonesia adalah Pancasila,maka ingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai pancasila
2. Peran guru sebagai pengajar dan pembimbing dala pengalaman belajar
Setiap guru harus memberikan pengetahuan,keterampilan dan pengalaman lain diluar fungsi sekolah
seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi
dan spiritual dan meilih pekerjaan di masyrakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab
sosial tingkah laku social anak. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki
pribadi yang sesuai dengan nlai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai
pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk
mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.
3. Peran guru sebagai pelajar (leamer)
Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya
pengetahun dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan
dengan pengembangan tugas professional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas
kemanusiaan.
4. Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan.
Seorang guru diharapkan dapat membantu dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat
secara langsung melalui petemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.
5. Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat
Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang
dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang yang dikuasainya.
6. Guru sebagai administrator
Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada
bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja administrasi
teratur. Segala pelaksanaan dalam kegiatannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan
secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti memmbuat rencana mengajar, mencatat hasil
belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharaga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya
dengan baik.
Dalam era kemandirian sekolah danera Manajemen Berbasis sekolah (MBS), tugas dan tanggung
jawab yang pertama dan yang utama dari para pimpinan sekolah adalah menciptakan sekolah yang
mereka pimpin menjadi semakin efektif,dalam arti menjadi semakin bermanfaat bagi sekolah itu
sendiri dan bagi masyarakat luas penggunanya. Agar tugas dan tanggung jawab para pimpinan
sekolah tersebut menjadi nyata,kiranya mereka perlu memahami,mendalami,dan menerapkan
beberapa konsep ilmu manajemen yang dewasa ini telah dikembang mekarkan oleh pemikir-pemikir
dfalam dunia bisnis.

C. Peran Guru Dalam Proses Pendidikan


Efektifitas dan efisien belajar individu disekolah sangat bergantung kepada peran guru. Seorang guru
yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai:
a. Konservator (Pemelihara)
Sistem nilai yang merupakan sumber norma kecerdasan.
b. Inovator (Pengembang)
Sistem ilmu pengetahuan.
c. Transmitor (Penerus)
Sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik
d. Transformator (Penterjemah)
Sistem-sistem nilai tersebutmelalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya dalam proses
interaksi dengan sasaran didik.
e. Organisator (Penyelenggara)
Terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan,baik secara formal (kepada pihak
yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral(kepada sasaran didik,serta Tuhan yang
menciptakannya).
D. Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran Peserta Didik
a. Guru sebagai perencana (Planner)
Yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan didalam proses belajar mengajar
b. Guru sebagai pelaksana (Organizer)
Yang harus dapat menciptakan situasi,memimpin,merangsang,menggerakan, dan mengarahkan
kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana,, dimana ia bertindak sebagai orang
sumber,konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik dan humanistic
(manusiawi)selama proses berlangsung.
c. Guru sebagai penilai (Evaluator)
Yang harus mengumpulkan,menganalisa,menafsirkan,dan akhirnya harus memberikan
pertimbangan,atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran,berdasarkan criteria yang
ditetapkan,baik mengenai aspek keefektipan prosesnya maupun kulifikasi produknya.
d. Guru sebagai Pembimbing (Teacher Ccounsel)
Dimana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan
dalam belajar,dan kalau masih dalam batas kewenangannya,harus membantu pemecahannya
(remedial teaching).
E. Peran Guru Di Sekolah, Kelurga, Dan Masyarakat
Disekolah guru berperan sebagai perancang pembelajaran,pengelola pembelajaran,penilai hasil
pembelajaran peserta didik,pengarag pembelajaran,dan pembimbing peserta didik. Sedangkan dalam
kelurga,guru berperan sebagaipendidik dalam keluarga (pamily educator). Sementara itu
dimasyarakat,guru berperan sebagai Pembina masyarakat (social developer),agen masyarakat (socil
masyarakat). Lebih jauh dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas
pengajaran an adminisrasi pendidikan,diri pribadi,dan dari sudut pandang psikologis. Dalam
hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administasi pendidikan,guru berperan sebagai:
1. Pengambil inisiatif,pengarah dan penilai pendidikan.
2. Wakil masyarakat disekolah
Artinya guru berperan sebagai pembawa suara an kepentingan masyarakat dalam pendidikan.
3. Seorang pakar alam bidangnya
Yaitu mengusai bahan yang harus dikerjakannya
4. Penegak disiplin
Yaituguru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin
5. Pelaksana administrasi pendidikan
Yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik.
6. Pemimpin generasi muda
Artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi
muda yang akan menjadi pewaris masa depan
7. Penterjemah kepada masyarakat
Yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai masyarakat.
Dipandang dari segi diri pribadinya,seorang guru berperan sebagai :
a. Pekerja sosial
Yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan pelayanan kepada masyarakat.
b. Pelajar dan ilmuan
Yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan
penguasaan keilmuannya.
c. Orang Tua
Artinya guru adalah wakil dari orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik disekolah
d. Model Keteladanan
Artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh para peserta didik.
e. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik
Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.
Dipandang dari sudut secara biologis,guru berperan sebagai;
a. Pakar psikologis pendidikan
Artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi penidikan dan mampu mengamalkanya
dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
b. Seniman dalam hubungan antar manusia
Artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia
khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.
c. Pembentuk kelompok
Yaitu mampu membentuk menciptakan kelompok dan akivitasnya sebagai cara untuk mencapai
tujuan pendidikan
d. Inovator
Guru merupakan oran yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang
baik
e. Petugas kesehatan mental
Artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Guru di sekolah adalah pendidik,tugasnya membimbing dan mendampingi siswa agar kelak dapat
hidup mandiri,sedangkan guru di Bimbel adalah pengajar,tugasnya member bimbingan yang ekstra
atau lebih kepada siswa dapat menjawab soal dengan cepat dan tepat. Dalam KTSP, guru adalah
inisiator,konseptor,planner dan programmer. Dengan kata lain,guru disekolah adalah pembimbing
siswa agar belajar menurut bakat dan minatnya.
Peran guru sebagai perncana (planner) pada tahap ini melakukan identifikasi masalah yang ada
dikelas yang akan digunakan untuk kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif
pemecahannya,selanjutnya disusun dan dikemas dalam suatu perangkat pembelajaran yang terdiri
atas:
a. Rencana pembelajaran
b. Petunjuk pelaksanaan pambelajaran
c. Lembar kerja siswa
d. Media atau alat peraga pembelajaran
e. Instrumen penilaian pross hasil pembelajaran
f. Lembar obserfasi pembelajaran
B. Saran
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini jauh dari sempurna,untuk itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca khususnya bagi penuli

Pendidikan dasar adalah jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah
anak-anak.
Pendidikan dasar menjadi dasar bagi jenjang pendidikan menengah. Periode pendidikan dasar ini
adalah selama 6 tahun. Di akhir masa pendidikan dasar, para siswa diharuskan mengikuti dan lulus
dari Ujian Nasional (UN). Kelulusan UN menjadi syarat untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke
tingkat selanjutnya (SMP/MTs).
Satuan pendidikan penyelenggara
 Sekolah Dasar (SD)
 Madrasah Ibtidaiyah (MI)
 Program Paket A
 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
 Madrasah Tsanawiyah (MTs)
 Program Paket B
 Pendidikan diniyah dasar dan menengah pertama

ERANAN PENDIDIKAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT


A. Pendahuluan
Pendidikan adalah usaha sadar, terencana, sistematis, dan berlangsung terus menerus dalam suatu
proses pembelajaran untuk mengembangkan segenap potensi manusia baik jasmani maupun rohani
dalam tingkatan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sehingga terwujud perubahan perilaku manusia
berkarakter kepribadian bangsa. Pendidikan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia
untuk kemajuan suatu bangsa.
Pada masa sekarang ini pendidikan memiliki peranan yang sangat penting untuk menunjang
kehidupan manusia, karena pada dasarnya manusia dalam melaksanakan kehidupannya tidak lepas
dari pendidikan. Sebab, pendidikan berfungsi sebagai meningkatkan kualitas manusia itu sendiri.
Namun realitanya, masih banyak masyarakat yang buta pemikirannya betapa pentingnya pendidikan.
Tuntutan pendidikan dalam kehidupan manusia sangat komplek, hal ini terbukti dengan banyaknya
orang yang tidak berpendidikan status sosialnya kurang diperhatikan atau terkesampingkan. Misal
dalam dunia kerja, banyak perusahaan yang menerima para pekerjanya mula-mula ditanya
pendidikan terakhir. Hal itu membuktikan bahwa pendidikan pengaruhnya besar dalam kehidupan.
Diadakannya pendidikan, maka sedikitnya dapat memberikan wawasan dan pengetahuan dengan
mengembangkan potensi yang dimiliki setiap manusia sehingga kehidupan masyarakat lebih baik.
Berangkat dari hal itu, maka penulis mencurahkan ide dan gagasannya melalui sebuah makalah yang
sederhana ini supaya bisa memberikan wahana pembelajaran bagi pembacanya. Makalah ini akan
membahas tentang (1) apa yang dimaksud pendidikan (2) lembaga penyelenggara pendidikan (3)
fungsi dan peranan pendidikan dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut
penulis menyusun makalah bertajuk “Peranan Pendidikan dalam Kehidupan Masyarakat”.
B. Pengertian Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh seorang dewasa terhadap pihak lain yang
belum dewasa agar mencapai kedewasaan (M.I. Soelaiman,1985). Artinya bahwa pendidikan
merupakan suatu cara dimana lebih menekankan terhadap keterkaitannya antara peserta didik dan
pendidik. Peserta didik dianalogikan sebagai orang yang belum dewasa, sedangkan pendidik sendiri
dianalogikan sebagai orang yang lebih dewasa. Dengan demikian pendidikan tidak akan berdiri tanpa
adanya dua aspek tersebut.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan manusia, pengertian pendidikan dapat diuraikan dalam
tiga bagian, yaitu: pengertian pendidikan berdasarkan ruang lingkup, pengertian pendidikan
berdasarkan pendekatan ilmiah, dan pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan sistem.
1. Pengertian Pendidikan Berdasarkan Ruang Lingkup
Pengertian pendidikan berdasarkan ruang lingkupnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu: pengertian
mahaluas, luas terbatas, dan secara sempit.
1. Mahaluas, yaitu dalam ruang lingkup maha luas, pendidikan adalah segala pengalaman belajar
yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.
2. Luas terbatas, yaitu pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan keluarga, masyarakat
dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan, yang berlangsung
di sekolah dan luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat
memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan dating (
Redja Mudyahardjo, 2001:11).
3. Secara sempit, yaitu pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai
lembaga pendidikan formal. Artinya bahwa pendidikan lebih menekankan pengaruh sekolah
terhadap peserta didiknya sehingga dengan kemampuan dan kecakapan yang diperolehnya
dapat melaksanakan tugas-tugas sosialnya dalam masyarakat kelak.
2. Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan Ilmiah
Sebelum membahas lebih jauh mengenai pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah, kita
cari tahu terlebih dahulu apa pendekatan ilmiah dalam pendidikan itu sendiri? Pendekatan ilmiah
dalam pendidikan lebih diarahkan pada pendidikan sebagai empiris, artinya didasarkan apa adanya
yang terjadi.
Pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan ilmiah artinya berdasarkan pada kajian setiap
karakteristik keilmuan dari setiap disiplin ilmu yang dipersembahkan terhadap pendidikan. Dalam
ruang lingkup ini, pengertian pendidikan itu sendiri dapat dilihat dari berbagai aspek disiplin ilmu
yang lain, diantaranya: psikologi, sosiologi, antropologi, politik dan ekonomi.
3. Pengertian Pendidikan Berdasarkan Pendekatan Sistem
Pengertian pendidikan berdasarkan pendekatan sistem dikatakan bahwa proses pendidikan itu sama
dengan sebuah sistem. Sistem yang mengatur keseluruhan dalam pendidikan, dimana dalam sistem
tersebut diperlukan input yang dapat diproses sehingga mengahsilkan output yang baik. Proses disini
adalah pendidikan yang dilakukan di suatu lembaga baik formal, informal maupun nonformal.
Menurut Redja Mudyahardjo, pendidikan adalah keseluruhan yang terintegrasi dari setiap aspek
pendidikan, mulai dari input yang diproses atau ditransformasikan oleh komponen-komponen
pendidikan yang berhubungan satu sama lain yang sesuai dengan fungsinya masing-masing berjalan
seiring seirama dalam mencapai tujuan pendidikan (output pendidikan), yaitu manusia terdidik yang
mempunyai kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor.
C. Lembaga Penyelenggara Pendidikan
1. Sekolah
Sekolah merupakan lembaga formal yang diselenggarakan oleh pemerintah. Dimana semua peraturan
dan semua aspek di tentukan oleh aturan berupa UU yang mengaturnya.Sekolah diharapkan bisa
menjadi sentral dalam pendidikan terhadap peserta didiknya, namun sekolah juga berharap orang tua
bisa membantu dalam pendidikan kepada anaknya agar bisa lebih terkontrol dengan baik.
Banyak jenis sekolah yang ada pada saat ini, baik yang bersifat negeri sampai kepada sekolah yang
masih dibawah naungan suatu yayasan atau swasta. Dalam perkembangannya, munculah sekolah-
sekolah yang bersifat kejuruan.
2. Langgar
Langgar merupakan sebuah lembaga pendidikan yang sangat sederhana. Pendidikan yang
dilaksanakan biasanya berupa pendidikan agama islam. Khusus di daerah perkampungan banyak
ditemukan langgar-langgar selain sebagai lembaga penyelenggara pendidikan, digunakan juga sebagai
sarana ibadah. Pembelajarannya pun masih tingkat dasarnya saja, seperti: belajar membaca al-qur’an,
rukun islam, dll. Namun untuk di kota-kota besar tidak ditemukan lembaga sejenis ini. Karena sudah
adanya lembaga yang lebih besar yaitu pondok pesantren
3. Pondok Pesantren
Pondok Pesantren merupakan pendidikan lanjutan setelah pendidikan yang dilaksanakan di langgar.
Sistem pendidikan semacam ini sudah berlangsung dari sejak zaman Hindu/Budha termasuk di India.
Pengajaran yang dilakukan di pesantren tidak beda jauh dengan yang dilaksanakan di Langgar, namun
yang membedakannya adalah tingkatan dalam materi yang disampaikannya.
Baik di pesantren maupun di langgar untuk zaman dahulu tidak diajarkan pengetahuan umum, namun
berbeda dengan saat ini banyak pesantren yang mengajarkan pula pengetahuan umum. Sebagai
contoh kita ketahui bersama seperti pesantren Gontor di Ponorogo, dan masih banyak pesantren-
pesantren yang sama seperti yang dimaksud.
Adapun ciri-ciri pesantren adalah berpusat pada agama, guru tidak digaji, merupakan suatu
lingkungan khusus dimana guru dan murid tinggal bersama-sama. (Pendidikan, 2011).
D. Fungsi dan Peranan Pendidikan dalam Masyarakat
Sebagian besar masyarakat modern memandang lembaga-lembaga pendidikan sebagai peranan kunci
dalam mencapai tujuan sosial. Pemerintah bersama orang tua telah menyediakan anggaran
pendidikan yang diperlukan secara besar-besaran untuk kemajuan sosial dan pembangunan bangsa,
untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional yang berupa nilai-nilai luhur yang termaktub dalam
pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan diharapkan
bisa memupuk rasa takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan kemajuan-kemajuan dan
pembangunan politik, ekonomi, dan sosial demi tercapainya tujuan pembangunan nasional.
Berbicara tentang fungsi dan peranan pendidikan dalam masyarakat ada bermacam-macam pendapat.
Wuradji (1988) menyatakan bahwa pendidikan sebagai lembaga konservatif mempunyai fungsi-
fungsi sebagai berikut: (1) Fungsi sosialisasi, (2) Fungsi kontrol sosial, (3) Fungsi pelestarian budaya
Masyarakat, (4) Fungsi latihan dan pengembangan tenaga kerja, (5) Fungsi seleksi dan alokasi, (6)
Fungsi pendidikan dan perubahan sosial, (7) Fungsi reproduksi budaya, (8) Fungsi difusi kultural, (9)
Fungsi peningkatan sosial, dan (10) Fungsi modifikasi sosial.
Jeane H. Ballantine (1983) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu sebagai
berikut: (1) fungsi sosialisasi, (2) fungsi seleksi, latihan dan alokasi, (3) fungsi inovasi danperubahan
sosial, (4) fungsi pengembangan pribadi dan social.
Meta Spencer dan Alec Inkeles (1982) menyatakan bahwa fungsi pendidikan dalam masyarakat itu
sebagai berikut: (1) memindahkan nilai-nilai budaya, (2) nilai-nilai pengajaran, (3) peningkatan
mobilitas sosial, (4) fungsi stratifikasi, (5) latihan jabatan, (6) mengembangkan dan memantapkan
hubungan hubungan sosial (7) membentuk semangat kebangsaan, (8) pengasuh bayi.
Dari tiga pendapat tersebut di atas, tidak ada perbedaan tetapi saling melengkapi antara pendapat
yang satu dengan pendapat yang lain:
1. Fungsi Sosialisasi.
Pendidikan diharapkan mampu berperan sebagai proses sosialisasi dalam masyarakat bisa berjalan
dengan baik. Sehingga proses sosialisasi bisa berjalan dengan wajar dan mulus. Oleh karena, orang tua
dan keluarga berharap sekolah dapat melaksanakan proses sosialisasi tersebut dengan baik. Dalam
lembaga-lembaga ini guru-guru di sekolah dipandang sebagai model dan dianggap dapat mengemban
amanat orang tua (keluarga dan masyarakat) agar anak-anak- memahami dan kemudian mengadopsi
nilai-nilai budaya masyarakatnya.
Sekolah mengemban tugas untuk melaksanakan upaya-upaya mengalihkan nilai-nilai budaya
masyarakat dengan mengajarkan nilai-nilai yang menjadi way of life masyarakat dan bangsanya.
Untuk memenuhi fungsi dan tugasnya tersebut sekolah menetapkan program dan kurikulum
pendidikan, beserta metode dan tekniknya secara pedagogis, agar proses transmisi nilai-nilai tersebut
berjalan lancar dan mulus.
2. Fungsi Kontrol Sosial
Sekolah dalam menanamkan nilai-nilai dan loyalitas terhadap tatanan tradisional masyarakat harus
juga berfungsi sebagai lembaga pelayanan sekolah untuk melakukan kontrol sosial. Melalui
pendidikan semacam ini individu bisa mengambil nilai-nilai sosial dan melakukan interaksi dalam
kehidupannya sehari-hari.
Sekolah sebagai lembaga yang berfungsi untuk mempertahankan dan mengembangkan proses
sosialisasi serta kontrol sosial diharapkan bisa mendidik peserta didiknya lebih berkualitas. Sehingga
tatanan masyarakat bisa terjalin dengan baik. Selain itu, sekolah juga berfungsi sebagai alat pemersatu
dan segala aliran dan pandangan hidup yang dianut oleh para siswa. Sebagai contoh sekolah di
Indonesia, sekolah harus menanamkan nilai-nilai Pancasila yang dianut oleh bangsa dan negara
Indonesia kepada anak-anak di sekolah.
3. Fungsi Pelestarian Budaya Masyarakat
Sekolah di samping mempunyai tugas untuk mempersatu budaya-budaya etnik yang beraneka ragam
juga harus melestanikan nilai-nilai budaya daerah yang masih layak dipertahankan seperti bahasa
daerah, kesenian daerah, budi pekerti dan suatu upaya mendayagunakan sumber daya lokal bagi
kepentingan sekolah dan sebagainya.
Sebagai contoh adalah adanya kurikulum pendidikan yang mengadakan pelajaran muatan lokal.
Khusus di daerah Jawa Barat untuk pelestarian budaya di setiap sekolah diwajibkan adanya muatan
lokal yaitu mata pelajaran bahasa Sunda serta kesenian setempat. Begitu juga untuk daerah-daerah
yang ada di Indonesia, dimaksudkan supaya siswa lebih cinta terhadap daerahnya serta tanah air.
4. Fungsi Seleksi, Latihan dan Pengembangan Tenaga Kerja
Jika kita amati apa yang terjadi dalam masyarakat dalam rangka menyiapkan tenaga kerja untuk suatu
jabatan tertentu, untuk seleksi masuk suaru Perguruan Tinggi selalu diadakan seleksi. Sebagai contoh
untuk proses seleksi masuk sekolah tertentu harus mengikuti ujian tertentu, harus menyerahkan nilai
UN (ujian nasional) atau NEM. Dan setelah penyerahan nilai itu maka dicari yang tinggi dari nilai
tertentu sampai nilai yang terendah. Namun jika nilai yang digunakan dalam proses seleksi ini maka
bagi yang mendapat nilai rendah harus menerima perlakuan untuk masuk di sekolah dengan kualitas
yang baik. Demikian pula untuk mendapatkan jabatan pada pekerjaan tertentu, mereka yang
diharuskan mengikuti seleksi dengan berbagai cara yang tujuannya untuk memperoleh tenaga kerja
yang cakap dan terampil sesuai dengan jabatan yang akan dipangkunya.
5. Fungsi Pendidikan dan Perubahan Sosial
Fungsi pendidikan dalam perubahan sosial dalam rangka meningkatkan kemampuan peserta didik
yang analisis kritis berperan untuk menanamkan keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai baru tentang
cara berpikir manusia. Pendidikan pada abad modern telah berhasil menciptakan generasi baru
dengan daya kreasi dan kemampuan berpikir kritis, sikap tidak mudah menyerah pada situasi yang
ada dan diganti dengan sikap yang tanggap terhadap perubahan. Cara-cara berpikir dan sikap-sikap
tersebut akan melepaskan diri dari ketergantungan terhadap bantuan orang lain. Dengan demikian
peserta didik selain sebagai memahami perubahan dalam kehidupan sosial bisa juga sebagai agen
perubahan itu sendiri.
6. Fungsi Sekolah dalam Masyarakat
Mengenai adanya tiga bentuk pendidikan yaitu pendidikan formal, pendidikan informal dan
pendidikan nonformal. Pendidikan formal disebut juga sekolah. Oleh karena itu sekolah bukan satu-
satunya lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tetapi masih ada lembaga-lembaga lain yang
juga menyelenggarakan pendidikan. Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan mempunyai dua
fungsi yaitu sebagai partner masyarakat dan sebagai penghasil tenaga kerja. Sekolah sebagai partner
masyarakat akan dipengaruhi oleh corak pengalaman seseorang di dalam lingkungan masyarakat.(NN,
fungsi dan peranan pendidikan, 2010).
E. Kesimpulan
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh seorang dewasa terhadap pihak lain yang
belum dewasa agar mencapai kedewasaan. Sehingga dengan demikian pendidikan diharapkan bisa
digunakan untuk memanusiakan manusia. Dalam pendidikan sendiri perlu suatu penunjang yaitu
berupa lembaga yang menyelenggarakannya sehingga pendidikan bisa berjalan. Diantara lembaga
yang dimaksud bisa berupa sekolah, langgar, dan pondok pesantren.
Sebagian besar masyarakat memandang bahwa lembaga-lembaga pendidikan sebagai peranan kunci
dalam mencapai tujuan sosial. Selain itu, pendidikan diharapkan bisa menjawab dari semua fungsi
yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
NN. (2010, 03 27). fungsi dan peranan pendidikan. Retrieved 12 11, 2011, from peranan pendidikan
dalam masyarakat: e:///I:/fungsi-dan-peranan-pendidikan-dalam-masyarakat.html
Pendidikan, T. P. (2011). Landasan Pendidikan. Bandung: Sub Kordinator MKDP Landasan Pendidikan.
Setyabudi, (2013, 05 20). Peran pendidikan dalam kehidupan masyarakat. (online)
http://scout1993.blogspot.com/2012/04/makalah-peranan-pendidikan-dalam.html.

Pendidikan menengah (sebelumnya dikenal dengan sebutan sekolah lanjutan tingkat atas atau
SLTA) adalah jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.
Daftar isi
 1 Jenis
o 1.1 Pendidikan menengah umum
o 1.2 Pendidikan menengah kejuruan
 2 Satuan pendidikan penyelenggara
 3 Lihat pula
Jenis
Pendidikan menengah umum
Pendidikan menengah umum diselenggarakan oleh sekolah menengah atas (SMA) (sempat dikenal
dengan "sekolah menengah umum" atau SMU) atau madrasah aliyah (MA). Pendidikan menengah
umum dikelompokkan dalam program studi sesuai dengan kebutuhan untuk belajar lebih lanjut di
perguruan tinggi dan hidup di dalam masyarakat. Pendidikan menengah umum terdiri atas 3 (tiga)
tingkat.
Pendidikan menengah kejuruan
Pendidikan menengah kejuruan diselenggarakan oleh sekolah menengah kejuruan (SMK) atau
madrasah aliyah kejuruan (MAK). Pendidikan menengah kejuruan dikelompokkan dalam bidang
kejuruan didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni, dunia
industri/dunia usaha, ketenagakerjaan baik secara nasional, regional maupun global, kecuali untuk
program kejuruan yang terkait dengan upaya-upaya pelestarian warisan budaya. Pendidikan
menengah kejuruan terdiri atas 3 (tiga) tingkat, dapat juga terdiri atas 4 (empat) tingkat sesuai
dengan tuntutan dunia kerja.
Satuan pendidikan penyelenggara
 Sekolah menengah atas (SMA)
 Madrasah aliyah (MA)
 Sekolah menengah kejuruan (SMK)
 Madrasah aliyah kejuruan (MAK)
 Program paket C
 Pendidikan diniyah menengah atas