Anda di halaman 1dari 6

ANALISA DATA dan DIAGNOSA KEPERAWATAN

No DATA MASALAH ETIOLOGI


1. DS : Nyeri akut Agen injury fisik (luka
- klien mengatakan, “nyeri insisi operasi)
pada luka operasi terutama jika
bergerak seperti berjalan”
- Skala nyeri 4– 5 (nyeri
sedang)

DO :
- Klien tampak berhati-hati
untuk bergerak/berjalan.
- Klien mengekspresikan rasa
nyeri ketika berjalan
- Klien mengungkapkan rasa
ketidaknyamanannya/nyeri.

2. DS : Resiko infeksi Tindakan invasif dan


- Klien mengatakan, “ dijalan Paparan lingkungan
lahir saya ada luka jahitan. patogen
DO :
- Terlihat balutan luka diperut
bawah.

3. DS : Kurang pengetahuan Kurangnya informasi


- Klien mengatakan, “saya tentang perawatan post
tidak makan telur, daging operasi dan perawatan
maupun ikan, takut lukanya bayi
lama sembuh”
- Klien mengatakan belum
mendapatkan penyuluhan
tentang perawatan post operasi
DO :
- Klien mengungkapkan
secara verbal tentang informasi
yang tepat untuk perawatan
nifas dan perawatan bayi.
- Klien tertarik dengan
informasi yang diberikan
perawat.

DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL


1. Nyeri akut b.d Agen injury fisik (luka insisi operasi)
2. Resiko infeksi b.d Tindakan invasif dan Paparan lingkungan patogen
3. Kurang pengetahuan tentang perawatan post operasi dan perawatan bayi b.d Kurangnya
informasi

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Tanggal Diagnosa Implementasi Evaluasi Paraf


19 Okt 05 Dx 1 10.00
- Melakukan pengkajian lokasi, S:
karakteristik, durasi, frekuensi, Klien mengatakan nyeri luka
kualitas, intensitas atau berat dan post operasi dengan skala 4,
faktor presipitasi nyeri nyeri bertambah ketika klien
- Menciptakan suasana yang berjalan
nyaman dengan meminimalkan O:
stimulasi lingkungan - Klien masih tampak
- Mengajarkan tekhnik menahan nyeri ketika berjalan
relaksasi dan distraksi untuk - TD : 110/70 mmHg N : 80
mengurangi nyeri x/menit
- Memberikan penjelasan
- Klien dapat
tentang penyebab timbulnya mendemonstrasikan tekhnik
nyeri relaksasi untuk mengurangi
- Mengkaji pengalaman nyeri
individu terhadap nyeri, keluarga A: Masalah teratasi sebagian
dengan nyeri kronis P : Lanjutkan intervensi
- Memberi dukungan terhadap Kaji keefektifan tindakan
kemampuan klien perawatan nyeri

19 Okt 05 Dx 2 10.10 S:
- Menerapkan Klien mampu menjelaskan
tindakan pencegahan universal tanda-tanda infeksi
ketika melakukan kegiatan O:
- Memantau suhu tubuh dan - Suhu afebris
denyut nadi - Produksi lochea
- Menjaga kebersihan tempat sanguinolenta
tidur dan lingkungan perawatan - Tanda vital dalam batas
- Mengangkat jahitan luka post normal TD : 110/70 mmHg N
operasi separuh : 80 x/menit
- Merawat luka post A: Masalah teratasi sebagian
operasi dengan cara steril. P : Lanjutkan intervensi
- Memantau produksi lochea, Pantau tanda-tanda infeksi
pantau kondisi vagina
- Memberikan penjelasan
tentang mengapa klien
menghadapi risiko infeksi, tanda
dan gejala infeksi
19 Okt 05 Dx 3 10.20 S:
 Mengkaji tingkat pengetahuan Klien mengatakan sudah
klien. mengerti cara perawatan ibu
 Menjelaskan kepada klien nifas
pentingnya nutrisi untuk Klien menyatakan
penyembuhan luka kemauannya untuk makan
 Menjelaskan kepada klien protein hewani
untuk meningkatkan input O:
protein. Klien dapat menjelaskan
 Menjelaskan tentang cara cara merawat ibu nifas
perawatan ibu nifas dan post A: Masalah teratasi sebagian
operasi P: Lanjutkan intervensi
Jelaskan cara perawatan bayi
 Melakukan diskusikan tentang
baru lahir
perubahan gaya hidup pada
pasien yang mungkin
dibutuhkan.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


NO DIAGNOSA PERENCANAAN
KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI
1. Nyeri akut b.d agen NOC: Setelah dilakukan Manajemen Nyeri
injuri fisik (luka asuhan keperawatan selama - Kaji secara komphrehensif tentang
insisi operasi) 3x24 jam pasien mampu nyeri, meliputi: lokasi, karakteristik dan
untuk onset, durasi, frekuensi, kualitas,
Mengontrol nyeri dengan intensitas/beratnya nyeri, dan faktor-faktor
indikator: presipitasi
 Mengenal -
factor-faktor observasi isyarat-isyarat non verbal
penyebab nyeri dari ketidaknyamanan, khususnya dalam
 Mengenal onset nyeri ketidakmampuan untuk komunikasi secara
 Melakukan tindakan efektif
pertolongan non-analgetik - Berikan analgetik sesuai dengan
 Menggunakan analgetik anjuran
 Melaporkan -
gejala-gejala Gunakan komunikiasi terapeutik agar
kepada tim kesehatan pasien dapat mengekspresikan nyeri
 Mengontrol nyeri - Kaji latar belakang budaya pasien
- Tentukan dampak dari ekspresi nyeri
Keterangan: terhadap kualitas hidup: pola tidur, nafsu
1 = tidak pernah dilakukan makan, aktifitas kognisi, mood,
2 = jarang dilakukan relationship, pekerjaan, tanggungjawab
3 =kadang-kadang dilakukan peran
4 =sering dilakukan - Kaji pengalaman individu terhadap
5 = selalu dilakukan nyeri, keluarga dengan nyeri kronis
pasien - Evaluasi tentang keefektifan dari
tindakan mengontrol nyeri yang telah
digunakan
Menunjukan tingkat nyeri- Berikan dukungan terhadap pasien dan
Indikator: keluarga
 Melaporkan nyeri - Berikan informasi tentang nyeri,
 Melaporkan frekuensi nyeri seperti: penyebab, berapa lama terjadi, dan
 Melaporkan lamanya tindakan pencegahan
episode nyeri - kontrol faktor-faktor lingkungan yang
 Mengekspresi nyeri: wajah dapat mempengaruhi respon pasien
 Menunjukan posisi terhadap ketidaknyamanan (seperti:
melindungi tubuh temperatur ruangan, penyinaran, dll)
 kegelisahan - Anjurkan pasien untuk memonitor
sendiri nyeri
 perubahan respirasi rate
- Ajarkan penggunaan teknik non-
 perubahan Heart Rate
farmakologi (seperti: relaksasi, guided
 Perubahan tekanan Darah imagery, terapi musik, distraksi, aplikasi
 Perubahan ukuran Pupil panas-dingin, massase)
 Perspirasi - Evaluasi keefektifan dari tindakan
 Kehilangan nafsu makan mengontrol nyeri
- Modifikasi tindakan mengontrol nyeri
Keterangan: berdasarkan respon pasien
1 : Berat - Tingkatkan tidur/istirahat yang cukup
2 : Agak berat - Anjurkan pasien untuk berdiskusi
3 : Sedang tentang pengalaman nyeri secara tepat
4 : Sedikit - Beritahu dokter jika tindakan tidak
5 : Tidak ada berhasil atau terjadi keluhan
- Informasikan kepada tim kesehatan
lainnya/anggota keluarga saat tindakan
nonfarmakologi dilakukan, untuk
pendekatan preventif
- Monitor kenyamanan pasien terhadap
manajemen nyeri
Pemberian Analgetik
- Tentukan lokasi nyeri, karakteristik,
kualitas,dan keparahan sebelum
pengobatan
- Berikan obat dengan prinsip 5 benar
- Cek riwayat alergi obat
- Libatkan pasien dalam pemilhan
analgetik yang akan digunakan
- Pilih analgetik secara tepat /kombinasi
lebih dari satu analgetik jika telah
diresepkan
- Tentukan pilihan analgetik (narkotik,
non narkotik, NSAID) berdasarkan tipe
dan keparahan nyeri
- Monitor tanda-tanda vital, sebelum dan
sesuadah pemberian analgetik
- Monitor reaksi obat dan efeksamping
obat
- Dokumentasikan respon setelah
pemberian analgetik dan efek sampingnya
- Lakukan tindakan-tindakan untuk
menurunkan efek analgetik
(konstipasi/iritasi lambung)

2. Risiko infeksi b.d Setelah dilakuakan asuhan Kontrol Infeksi


tindakan invasif, keperawatan selama 2x24  Bersikan lingkungan setelah digunakan
paparan lingkungan jam pasien dapat oleh pasien
patogen memperoleh  Ganti peralatan pasien setiap selesai
1.Pengetahuan:Kontrol tindakan
infeksi  Batasi jumlah pengunjung
Indikator:  Ajarkan cuci tangan untuk menjaga
- Menerangkan cara-cara kesehatan individu
penyebaran infeksi  Anjurkan pasien untuk cuci tangan
- Menerangkan factor-faktor dengan tepat
yang berkontribusi dengan  Gunakan sabun antimikrobial untuk
penyebaran cuci tangan
- Menjelaskan tanda-tanda
 Anjurkan pengunjung untuk mencuci
dan gejala
tangan sebelum dan setelah meninggalkan
- Menjelaskan aktivitas
ruangan pasien
yang dapat meningkatkan
 Cuci tangan sebelum dan sesudah
resistensi terhadap infeksi
kontak dengan pasien
Keterangan:
1 : tidak pernah  Lakukan universal precautions
2 : terbatas  Gunakan sarung tangan steril
3 : sedang  Lakukan perawatan aseptic pada semua
4 : sering jalur IV
5 : selalu  Lakukan teknik perawatan luka yang
2.Status Nutrisi tepat
- Asupan nutrisi  Ajarkan pasien untuk pengambilan urin
- Asupan makanan dan cairan porsi tengah
- Energi  Tingkatkan asupan nutrisi
- Masa tubuh  Anjurkan asupan cairan yang cukup
- Berat badan  Anjurkan istirahat
Keterangan:  Berikan terapi antibiotik
1 : sangat bermasalah  Ajarkan pasien dan keluarga tentang
2 : bermasalah tanda-tanda dan gejala dari infeksi
3 : sedang  Ajarkan pasien dan anggota keluarga
4 : sedikit bermasalah bagaimana mencegah infeksi
5 : tidak bemasalah

3. Kurang 1. Pengetahuan : proses 1. Pembelajaran : proses penyakit


pengetahuan penyakit - Kaji tingkat pengetahuan klien tentang
tentang perawatan - Mengenal nama penyakit penyakit
ibu nifas dan - Deskripsi proses penyakit - Jelaskan patofisiologi penyakit dan
perawatan post - Deskripsi faktor penyebab bagaimana kaitannya dengan anatomi dan
operasi b/d atau faktor pencetus fisiologi tubuh
kurangnya sumber - Deskripsi tanda dan gejala- Deskripsikan tanda dan gejala umum
informasi - Deskripsi cara penyakit
meminimalkan - Identifikasi kemingkinan penyebab
perkembangan penyakit - Berikan informasi tentang kondisi
- Deskripsi komplikasi klien
penyakit - Berikan informasi tentang hasil
- Deskripsi tanda dan gejala pemeriksaan diagnostik
komplikasi penyakit - Diskusikan tentang pilihan terapi
- Deskripsi cara mencegah - Instruksikan klien untuk melaporkan
komplikasi tanda dan gejala kepada petugas
Skala :
1 : tidak ada 2. Pembelajaran : prosedur/perawatan
2 : sedikit - Informasikan klien waktu pelaksanaan
3 : sedang prosedur/perawatan
4 : luas - Informasikan klien lama waktu
5 : lengkap pelaksanaan prosedur/perawatan
2. Pengetahuan : prosedur - Kaji pengalaman klien dan tingkat
perawatan pengetahuan klien tentang prosedur yang
- Deskripsi prosedur akan dilakukan
perawatan - Jelaskan tujuan prosedur/perawatan
- Penjelasan tujuan
- Instruksikan klien untuk berpartisipasi
perawatan selama prosedur/perawatan
- Deskripsi langkah-langkah- Jelaskan hal-hal yang perlu dilakukan
prosedur setelah prosedur/perawatan
- Deskripsi adanya
pembatasan sehubungan
dengan prosedur
- Deskripsi alat-alat
perawatan
Skala :
1 : tidak ada
2 : sedikit
3 : sedang
4 : luas
5 : lengkap