Anda di halaman 1dari 5

PROSEDUR KHUSUS PERSIAPAN PEMASANGAN WSD

DI IGD RSUD MOEWARDI SURAKARTA

Disusun untuk memenuhi tugas praktik klinik Keperawatan Gawat Darurat

Oleh :
Rizky Ernanda
P 17420613069

PRODI KEPERAWATAN JURUSAN KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN
SEMARANG
2016
PROSDUR KHUSUS

ANALISA GAS DARAH (AGD/BGA)

A. Pengertian
Analisa Gas Darah (AGD) merupakan pemeriksaan untuk mengukur keasaman
(pH), jumlah oksigen, dan karbondioksida dalam darah. Pemeriksaan ini digunakan untuk
menilai fungsi kerja paru-paru dalam menghantarkan oksigen ke dalam sirkulasi darah
dan mengambil karbondioksida dalam darah. Analisa gas darah meliputi PO2, PCO3, pH,
HCO3, dan saturasi O2.

B. Indikasi
1. Penyakit pernapasan
a. Pasien dengan penyakit obstruksi paru kronik
Penyakit paru obstruktif kronis yang ditandai dengan adanya hambatan aliran udara
pada saluran napas yang bersifat progresif non reversible ataupun reversible parsial.
Terdiri dari 2 macam jenis yaitu bronchitis kronis dan emfisema, tetapi bisa juga
gabungan antar keduanya.
b. Pasien dengan edema pulmo
Pulmonary edema terjadi saat alveoli dipenuhi cairan yang merembes keluar dari
pembuluh-pembuluh darah dalam paru sebagai gantinya udara. Ini dapat
menyebabkan persoalan-persoalan dengan pertukaran gas (oksigen dan karbon
dioksida), berakibat pada kesulitan bernapas dan pengoksigenan darah yang
buruk. Pulmonary edema dapat disebabkan oleh banyak faktor-faktor yang berbeda.
dapat dihubungkan pada gagal jantung, disebut cardiogenic pulmonary edema, atau
dihubungkan pada sebab-sebab lain, dirujuk sebagai non-cardiogenic pulmonary
edema.
2. Menilai fungsi respirasi (ventilasi)
3. Menilai kapasitas oksigenasi (pemberian oksigen)
4. Menilai keseimbangan asam-basa
5. Mengetahui keadaan O2 dan metabolisme sel
6. Efisiensi pertukaran O2 dan CO2.

C. Alat dan Bahan


1. Disposible Spuit 2,5 cc, jarum ukuran 23 G/ 25 G (spuit khusus AGD)
2. Penutup jarum khusus atau gabus
Mencegah kontaminasi dengan udara bebas. Udara bebas dapat mempengaruhi nilai
O2 dalam AGD arteri.
3. Nierbeken/Bengkok
Digunakan untuk membuang kapas bekas pakai.
4. Anticoagulant Heparin
Untuk mencegah darah membeku.
5. Alcohol swabs ( kapas Alkohol )
6. Plester
7. Tempat sampah khusus needle

D. Prosedur Kerja
1. Baca status dan data klien untuk memastikan indikasi pengambilan AGD
2. Cek alat-alat yang akan digunakan
3. Beri salam dan panggil klien sesuai dengan namanya
4. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien
5. Jelaskan tujuan tindakan yang dilakukan
6. Dekatkan alat-alat ke sisi tempat tidur klien
7. Posisikan klien dengan nyaman
8. Cuci tangan dan pakai sarung tangan sekali pakai
9. Palpasi arteri radialis
10. Lakukan allen’s tes
11. Hiperekstensikan pergelangan tangan klien
12. Raba kembali arteri radialis dan palpasi pulsasi yang paling keras dengan
menggunakan jari telunjuk dan jari tengah
13. Desinfeksi area yang akan dipungsi menggunakan kapas alkohol
14. Sambil mempalpasi arteri, masukkan jarum dengan sudut 45 ° sambil menstabilkan
arteri klien dengan tangan yang lain
15. Observasi adanya pulsasi (denyutan) aliran darah masuk spuit (apabila darah tidak
bisa naik sendiri, kemungkinan pungsi mengenai vena)
16. Ambil darah 1 sampai 2 ml
17. Tarik spuit dari arteri, tekan bekas pungsi dengan menggunakan kasa 5 menit
18. Buang udara yang berada dalam spuit, sumbat spuit dengan gabus atau karet
19. Bereskan alat yang telah digunakan, lepas sarung tangan
20. Cuci tangan
21. Kirim segera darah ke laboratorium

E. Hasil Pelaksanaan Prosedur


Ny Partini usia 47 tahun dibawa ke IGD pada tanggal 23 Oktober pukul 10.00 WIB.
Klien mengalami dypsneu, lemas dan berkeringat banyak, kemudian di IGD terjadi
penurunan kesadaran. Pasien didiagnosa DM. Indikasi dilakukan pengambilan sample
AGD adalah untuk mengetahui keseimbangan asam basa dan kapasitas oksigen.

F. Hal-hal yang harus diperhatikan


1. Pasien menerima oksigen, pastikan terapi oksigen telah berjalan sekurang-kurangnya
15 menit sebelum mengambil gas darah. Indikasikan pada slip lab, jumlah dan tipe
terapi oksigen yang diterima pasien. Catat suhu pasien, level Hb, dan RR terbaru.
JIka pasien memakai ventilator mekanik, catat fraksi inspirasi oksigen dan tidal
volume.
2. Pasien tidak memakai O2, indikasikan jika pasien bernafas dengan udara ruangan.
3. Pasien baru saja memakai nebulizer, tunggu hingga 20 menit sebelum mengambil
sampel. Konsentrasi oksigen harus tetap konstan selama 20 menit sebelum
pengambilan sampel.
4. Jika order secara spesifik tanpa oksigen, maka matikan gas selama 20 menit sebelum
pengambilan sampel agar hasilnya akurat.
5. Saat menarik spuit untuk mengambil sampel, jika ada tahanan. Ubah posisi
ekstremitas yang dilakukan tindakan dan cek area tusukan. Lanjutkan pengambilan
darah, jika masih ada tahanan, beritahukan dokter.
6. Jika spesimen yang diambil gelap, darah yang gelap artinya mungkin vena telah
terakses, atau darah sangat kurang oksigen. Pastikan dari mana specimen diambil
apakah dari arterial line. Juga cek level saturasi oksigen untuk mengevaluasi
hipoksemia. Pastikan bahwa arterilah yang telah ditusuk sebelum membawa sampel
ke lab.
7. Tindakan pungsi arteri harus dilakukan oleh perawat yang sudah terlatih
8. Spuit yang digunakan untuk mengambil darah sebelumnya diberi heparin untuk
mencegah darah membeku
9. Kaji ambang nyeri klien, apabila klien tidak mampu menoleransi nyeri, berikan
anestesi lokal
10. Bila menggunakan arteri radialis, lakukan test allent untuk mengetahui kepatenan
arteri
11. Untuk memastikan apakah yang keluar darah vena atau darah arteri, lihat darah yang
keluar, apabila keluar sendiri tanpa kita tarik berarti darah arteri
12. Apabila darah sudah berhasil diambil, goyangkan spuit sehingga darah tercampur
rata dan tidak membeku
13. Lakukan penekanan yang lama pada bekas area insersi (aliran arteri lebih deras
daripada vena).
14. Keluarkan udara dari spuit jika sudah berhasil mengambil darah dan tutup ujung
jarum dengan karet atau gabus.
15. Ukur tanda vital (terutama suhu) sebelum darah diambil
16. Sampel tidak akan diterima oleh laboratorium kecuali jarum suntik diberi label,
kantong es diberi label, dan permintaan selesai. Untuk dianggap lengkap, permintaan
harus berisi nama pasien, nomor pendaftaran, tanggal lahir atau usia, pemesanan
dokter, waktu ditarik, F1O2 dan suhu pasien.