Anda di halaman 1dari 13

Perawatan dan Overhaul Generator pada PLTD

1. Definisi Generator
Generator adalah mesin yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik
melalui proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh energi mekanis dari
prime mover. Generator arus bolak-balik (AC) dikenal dengan sebutan alternator. Generator
sebagai sistem cadangan listrik atau "off-grid" diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik
pada saat terjadi gangguan, dimana suplai tersebut digunakan untuk beban prioritas.
Generator terdiri dari sisi tetap atau stator dan sisi yang berputar atau rotor. Stator
generator AC adalah tempat terbentuknya ggl induksi dan rotor adalah medan magnet yang
berputar. Untuk memutar rotor diperlukan penggerak. Di pusat pembangkit listrik, generator
digerakkan mesin diesel dan turbin.
Generator terpasang satu poros dengan motor diesel, yang biasanya menggunakan
Generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron terdiri dari dua bagian
utama yaitu: sistem medan magnet dan jangkar. Generator ini kapasitasnya besar, medan
magnetnya berputar karena terletak pada rotor.
2. Macam Generator
Berdasarkan tegangan yang dibangkitkan generator dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Generator Arus Bolak-Balik (AC)
Generator arus bolak-balik yaitu generator dimana tegangan yang dihasilkan (tegangan out
put ) berupa tegangan bolak-balik.
2. Generator Arus Searah (DC)
Generator arus searah yaitu generator dimana tegangan yang dihasilkan (tegangan out put)
berupa tegangan searah, karena didalamnya terdapat sistem penyearahan yang dilakukan
bisa berupa oleh komutator atau menggunakan dioda.
3. Konstruksi Generator

Konstruksi generator AC adalah sebagai berikut:


- Rangka stator
Terbuat dari besi tuang, rangka stator merupakan rumah dari bagian-bagian generator yang
lain.
- Stator
Stator memiliki alur-alur sebagai tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator berfungsi
sebagai tempat GGL induksi.
- Rotor
Rotor adalah bagian yang berputar, pada bagian ini terdapat kutub-kutub magnet dengan
lilitannya yang dialiri arus searah, melewati cincin geser dan sikat-sikat.
- Cincin geser
Terbuat dari bahan kuningan atau tembaga yang yang dipasang pada poros dengan memakai
bahan isolasi. Slip ring ini berputar bersama-sama dengan poros dan rotor.
- Generator penguat
Generator penguat merupakan generator arus searah yang dipakai sebagai sumber arus.

Pada umumnya generator AC ini dibuat sedemikian rupa, sehingga lilitan tempat
terjadinya GGL induksi tidak bergerak, sedangkan kutub-kutub akan menimbulkan medan
magnet berputar. Generator itu disebut dengan generator berkutub dalam, dapat dilihat pada
gambar berikut.
Keuntungan generator kutub dalam bahwa untuk mengambil arus tidak dibutuhkan
cincin geser dan sikat arang. Karena lilitan-lilitan tempat terjadinya GGL itu tidak berputar.
Generator sinkron sangat cocok untuk mesin-mesin dengan tegangan tinggi dan arus yang
besar.
Secara umum kutub magnet generator sinkron dibedakan atas:
 Kutub magnet dengan bagian kutub yang menonjol (salient pole).
Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran rendah, dengan jumlah kutub yang banyak.
Diameter rotornya besar dan berporos pendek.
 Kutub magnet dengan bagian kutub yang tidak menonjol (non salient pole). Konstruksi
seperti ini digunakan untuk putaran tinggi (1500 rpm atau 3000 rpm), dengan jumlah kutub
yang sedikit. Kira-kira 2/3 dari seluruh permukaan rotor dibuat alur-alur untuk tempat lilitan
penguat. Yang 1/3 bagian lagi merupakan bagian yang utuh, yang berfungsi sebagai inti
kutub.
4. Cara Kerja Generator
Prinsip kerja dari generator sesuai dengan hukum Lens, yaitu arus listrik yang
diberikan pada stator akan menimbulkan momen elektromagnetik yang bersifat melawan
putaran rotor sehingga menimbulkan EMF pada kumparan rotor. Tegangan EMF ini akan
menghasilkan suatu arus jangkar. Jadi diesel sebagai prime mover akan memutar rotor
generator, kemudian rotor diberi eksitasi agar menimbulkan medan magnet yang
berpotongan dengan konduktor pada stator dan menghasilkan tegangan pada stator. Karena
ada dua kutub yang berbeda, utara dan selatan, maka tegangan yang dihasilkan pada stator
adalah tegangan bolak-balik. Besarnya tegangan yang dibangkitkan memenuhi persamaan:
Ef = 4,44 f Φf N Kw
Dimana:
Ef = Ggl yang dibangkitkan (volt)
Kw= faktor lilitsn
f = frekuensi (hertz)
Φ = fluks medan magnet Nc = jumlah lilitan
N = jumlah kumparan dalam tiap pasa
Generator AC bekerja dengan prinsip induksi elektromagnetik. Generator AC terdiri
dari stator yang merupakan elemen diam dan rotor yang merupakan elemen berputar dan
terdiri dari belitan-belitan medan. Pada generator AC jangkamya diam sedangkan medan
utamanya berputar.

5. Pemanfaatan Generator AC

Contoh generator AC yang akan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah
dinamo sepeda. Bagian utama dinamo sepeda adalah sebuah magnet tetap dan kumparan
yang disisipi besi lunak. Jika magnet tetap diputar, perputaran tersebut menimbulkan GGL
induksi pada kumparan. Jika sebuah lampu pijar (lampu sepeda) dipasang pada kabel yang
menghubungkan kedua ujung kumparan. lampu tersebut akan dilalui arus induksi AC.
Akibatnya, lampu tersebut menyala. Nyala lampu akan makin terang jika perputaran magnet
tetap makin cepat (laju sepeda makin kencang).

Generator AC (alternator) bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang akan disuplai.
Sebagai contoh, alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar,
membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi. Contoh lainnya adalah
alternator di mobil, yang sangat kecil sebagai perbandingannya. Beratnya hanya beberapa
kilogram dan menghasilkan daya sekitar 100 hingga 200 watt, biasanya pada tegangan 12
volt.

Generator AC banyak kita jumpai pada pusat-pusat listrik (dengan kapasitas yang relatif
besar). Misalnya pada PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, PLTG, dan lain lain. Disini umumnya
generator AC disebut dengan alternator atau generator saja. Selain generator AC dengan
kapasitas yang relatif besar tersebut, kita mengenal pula generator dengan kapasitas yang
relatif kecil. Misalnya generator yang dipakai untuk penerangan darurat, untuk penerangan
daerah-daerah terpencil (yang belum terjangkau PLN), dan sebagainya. Generator tersebut
sering disebut home light atau generator set.

6. Pemeliharaan Generator

Tujuan pemeliharaan adalah untuk mencegah terjadinya gangguan pada saat unit
beroperasi, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih besar/fatal dan peralatan
tersebut mempunyai masa pakai yang lebih lama, menghasilkan unjuk kerja yang lebih baik
serta tingkat keselamatan lebih terjamin.
Kerusakan terbesar pada mesin listrik berputar terutama pada mesin induksi
disebabkan oleh kerusakan isolasi winding stator.

Kerusakan Isolasi winding biasanya disebabkan oleh:

- Thermal Stresses
- Mechanical Stresses
- Environmental Stresses
A. Thermal Stresses

Overheating yang terjadi pada winding dan berlangsung lama, menyebabkan


stress pada winding & isolasi kawat menjadi rapuh, dan lama kelamaan isolasi akan
retak. Jika gejala ini disertai dengan timbulnya PD (Partial discharge), maka proses
penuaan isolasi akan semakin semakin cepat.

B. Mechanical Stresses:

Winding yang tidak divarnish dengan baik, connection point, blocking coil,
adalah merupakan titik paling lemah terhadap pengaruh luar, seperti mechanical
vibration dan magnetic vibration.

C. Environmental Stresses:

Kontaminasi : udara lembab, debu, karbon, minyak atau bahan kimia lain,
yang terkumpul dipermukaan isolasi, adalah merupakan partikel konduktive yang
dapat menghantar listrik. Karena adanya beda potensial antara winding dengan
ground, maka partikel tsb, akan berfungsi sebagai media hantaran untuk menghantar
arus listrik dari winding ke ground, karena sifat kotoran yang demikian maka pada
tempat2penumpukan kotoran akan terbentuk jalur hantaran listrik (“electrical
tracking”).

Seperti kita ketahui bahwa pelaksanaan pemeliharaan terdapat beberapa


klasifikasi, diantaranya pemeliharaan yang biasa dilakukan secara rutin adalah
pemeliharaan jenis preventif.

Pada umumnya pemeliharaan komponen generator di unit pembangkit termal


dilakukan dalam 2 katagori, yaitu :

1. Pemeliharaan yang bersifat Rutin


2. Pemeliharaan yang bersifat Periodik.

6.1 Pemeliharaan Rutin.


Pemeriksaan yang bersifat rutin ialah pemeliharaan yang dilakukan secara
berulang dengan periode waktu harian, mingguan dan bulanan dengan kondisi sedang
beroperasi, yaitu meliputi:
- Pemeriksaan temperatur belitan stator, bearing, air pendingin, dan sebagainya
dilakukan setiap hari.
- Pemeriksaan kebocoran pendingin minyak (khusus generator dengan pendingin
hidrogen) dalam sekali sebulan.
- Pemeriksaan vibrasi sekali sebulan.
- Pemeriksaan tekanan hidrogen, seal oil pump.
- Pemeriksaan fuse rotating rectifier (Brushless excitation) atau pemeriksaan sikat arang
(Static Excitation / DC Dinamic Excitation).

Pada dasamya penggantian sikat arang dapat dilakukan pada keadaan mesin
beroperasi, karena pada mesin-mesin yang besar biasanya sikat arang dipasang tidak
hanya satu tetapi ada beberapa pasan; dengan cara paralel.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penggantian pada
kondisi beroperasi, yaitu:

- Terjadinya sengatan tistrik atau terbakar.


- Terjadi kontak dengan peralatan yang berputar.
- Lokasi tempat kerja harus bersih, penerangan yang cukup dan diberi batas.
- Petugas pelaksana harus berpakaian rapi tidak sobek dan pakaian lengan pendek.
- Semua piranti kerja harus terisolasi dan tidak dapat jatuh pada saat kerja.
- Beri catatan (tagging) pada panel kontrol bahwa sedang dilaksanakan pekerjaan
penggantian sikat arang.
- Sebelum sikat arang lepas dari rumah sikat arang periksa dan yakinkan bahwa sikat
arang yang lain mengontak dengan baik terhadap komutator slip ring.
- Cek tekanan sikat arang, tidak boleh terlalu lemah atau terlalu keras.

Bila tekanan kurang baik akan mengakibatkan:

- Kontak kurang baik.


- Bergetar.
- Timbul bunga api.
- Sikat arang cepat aus.

6.2 Pemeliharaan Periodik.

Pemeriksaan yang bersifat periodik ialah pemeriksaan yang dilakukan


berdasarkan lama operasi dari generator, yang diklasifikasikan:

- Pemeriksaan sederhana, setiap 8.000 jam.

- Pemeriksaan sedang, setiap 16.000 jam.

- Pemeriksaan serius, setiap 32. 000 jam.

Pemeriksaan periodik kegiatan yang dilakukan meliputi pembongkaran


(disassembly), pemeriksaan (inspection) dan pengujian (testing). Kegiatan pemeriksaan
tersebut tidak harus semua komponen dilakukan sama, melainkan tergantung dari
klasifikasi pemeriksaan periodiknya.

Pemeriksaan sederhana dan sedang, komponen yang diperiksa tidak seluruhnya


melainkan sebagian saja. Tetapi pemeriksaan serius, kegiatan-kegiatan seperti tersebut
diatas dilakukan secara menyeluruh terhadap generator dan alat bantunya.

Adapun jenis-jenis kegiatan yang dilakukan dalam Pemeriksaan Serius,


meliputi:

- Pembuangan Gas H2
- Pembukaan Penutup (Housing Cover)
- Pelepasan LP Turbin dan Generator
- Pelepasan Generator dan Eksiter
- Pembukaan Bracket Atas dan Bantalan
- Pembukaan Gland Seal dan Seal Ring
- Pembukaan Daun Blower
- Penurunan Bracket Bawah
- Persiapan Pengeluaran Rotor
- Pengeluaran Rotor
- Pemeriksaan Rotor
- Pemeriksaan Coil Stator, Pasak dan Inti
- Pencucian Semua Komponen
- Persiapan Pemasukan Rotor
- Pemasukan Rotor dan Perakitan Bracket Bawah
- Perakitan Gland Seal
- Perakitan Daun Blower
- Pemeriksaan Lead Box
- Pengujian Kebocoran Pendingin Gas
- Perakitan Bracket Atas
- Pemeriksaan dan Perakitan Eksiter
- Pelurusan LP Turbin dan Eksiter
- Pelurusan dan Swing Check : Generator dan Exciter
- Pengaliran Minyak Bantalan
- Pengaliran Minyak Perapat
- Pemeriksaan Terakhir
- Uji Kebocoran Total Generator
- Perakitan Bantalan Atas
- Penyelesaian Semua Perakitan
- Pengecekan dan Penyetelan Sistem Pengaturan Minyak Perapat
- Pengecekan dan Penyetelan Sistem Pengaturan Gas H2
- Pengecekan dan Penyetelan Sistem Cadangan (Back-up System)

Hal-hal yang perlu diperiksa bagian Rotor Generator, meliputi:

- Periksa kebersihan dan perubahan bentuk kumparan serta kerusakan dan penggeseran
dari blok isolasinya.

- Periksa kekendoran beban penyeimbang (balance weight).

- Cek ujung komponen dibawah cincin penahan.

- Periksa kelonggaran rakitan penghantar radial.

- Periksa komponen-komponen rotor, seperti cincin penahan, pasok blower, dan journal
poros (komponen tersebut disarankan diperiksa dengan ultra sonic test atau dye
penetrant test untuk mengetahui keretakkan material-material tersebut).
- Teliti kelonggaran dari tiap-tiap baut dan plat alas.

- Kerusakkan dan keausan dari journal rotor dan kopling, diteliti, pasak-pasak rotor dan
beban penyeimbangan diperiksa kelonggarannya.

- Perapat penekan dan cincin perapat harus diperiksa celahnya, kerusakan perubahan
bentuk. Cincin perapat harus diperiksa kelancaran geraknya.

- Tiap labyrinth harus diperiksa kerusakkannya dan keadaan celahnya.

- Periksa keausan bahan bantalan.

- Ukur tahanan isolasi kumparan.

Pemeriksaan Stator Generator, meliputi:

- Belitan stator diperiksa tentang kemungkinan terjadinya kontaminasi, kerusakan, retak,


pemanasan lebih dan keausan.

- Pasak stator diperiksa kemungkinan terjadinya pergeseran (kedudukan) dari ujung pasak
dan pengganjal dibawah pasak, serta kelonggaran dari pasak-pasak kumparan stator.

- Penyangga ujung kumparan diperiksa, khususnya kelonggaran dari baut pengikatnya.

- Penjarak isolasi (insulation spacer) diperiksa kemungkinan merapatnya jarak isolasi,


kelonggaran dan keausan dari kain polyster, segmen penyangga kumparan, tali pengikat
dan panahan ujung kumparan.

- Cincin phasa, diperiksa kerusakan / perubahan bentuknya.

- Gulungan di dalam alur (slot) diteliti kelonggarannya dari terminal.

- Ujung penghantar utama (main lead), diperiksa kerusakan dari porselin bushing dan
permukaan sambungan serta kondisi bagian dalam kotak saluran dan netralnya.

- Pemeriksaan keadaan inti, yang meliputi kerapatan dan laminasi-laminasi, tanda-tanda


kerusakan mekanis, tanda-tanda pemanasan setempat dan keadaan susunan pengikat
inti.

- Periksa permukaan kumparan, pemukaan inti besi, benda-benda asing serta kebocoran
minyak dan air.

- Cek pendeteksi temperatur inti stator (RTD), bila perlu ditest.


- Periksa klem kawat pentanahan dan bagian-bagiannya.

Pemeliharan Eksiter.

Kegiatan-kegiatan dalam pemeriksaan aksiter tergantung pada jenis sistem


eksitasi yang digunakan untuk penguatan generator.

Jenis-jenis eksitasi generator:

- Eksitasi Tanpa Sikat (Brushless Excitation).


- Eksitasi dengan Generator DC
- Eksitasi Statik.

Komponen-komponen yang perlu diperiksa pada sistem “Eksitasi Tanpa


Sikat” (Brushless excitation), meliputi :

- Periksa dioda penyearah putar (rotating diode rectifier), dari kotoran atau bekas terjadi
pemanasan lebih dan kerusakan.

- Periksa zekering, diganti bila ada yang putus.

- Cek baut-baut terminal.

- Lakukan pengukuran tahanan isolasi.

- Periksa penghantar fleksibel dioda dari kerusakan dan kelonggaran.

- Bersihkan seluruh kumparan-kumparan dari kotoran.

Komponen-komponen yang perlu diperiksa pada sistem “Eksitasi dengan


Generator DC”, meliputi:

- Periksa keadaan komutator, apakah ada yang cacat atau permukaan tidak rata.

- Periksa keadaan sikat arang dan tekanannya.

- Cek baut-baut pengikat.

- Ukur tahanan isolasi kumparan rotor dan stator generator DC.

- Tes pendeteksi temperatur (RTD).

- Cek sikat arang dan slipring pada sambungan ke eksitasi.


Komponen-komponen yang perlu diperiksa pada “Sistem Eksitasi Statik”,
meliputi:

- Periksa sikat arang dan tekanannya.

- Periksa baut-baut terminal dari sikat arang.

- Periksa kekotoran pada dudukan sikat arang.

- Periksa slipring, apakah ada permukaan yang cacat dan cek kebersihhan permukaannya.

- Periksa sistem penyearah (Rectifier).

- Ukur tahanan isolasi transformator dari rectifier.

- Periksa baut-baut terminal apakah ada bekas pemanasan lebih.

7. Kegiatan Overhaull pada Generator

Overhaul merupakan suatu kata dalam bahasa inggris yang mempunyai arti pemeriksaan
yang sangat teliti, jadi dapat kita kembangkan lagi tentang pengertian atau definisi engine
over haul yaitu kegiatan pembongkaran komponen komponen kendaraan, kemudian
diperiksa dengan sangat teliti agar didapat data-data yang valid, sehingga langkah perbaikan
selanjutnya dapat tepat atau sesuai.

Dari penjelasan diatas kesimpulannya adalah, bahwa engine overhaul adalah:


 Pekerjaan yang teroganisir (perlu adanya perencanaan yang baik)
 Bertujuan untuk mengembalikan performa engine kembali ke standar pabrik.
 Memberi usia kedua pada engine (menambah umur pemakaian engine)
 Penggantian atau pemakaian ulang komponen / parts mengacu pada petunjuk
pemakaian ulang (Guiden for Reusable Parts) yang dikeluarkan oleh pabrik.
Kebiatan
Kode Durasi
NO Aktivitas yang
Kegiatan (hari)
Mengikuti
Melepaskan instrumentasi dan setiap
1 hambatan yang menghalangi penarikan A 2 B
rotor
Melepaskan proteksi perisai perlindungan
2 B 2 C
pada kedua ujung generator
3 Melepas AC exciter C 3 D
Melaksanakan uji insulasi dengan 5 kV
4 megger untuk stator dan 500 v untuk D 1 E
megger rotor
Mengecek parameter tegangan, arus untuk
5 E 2 F
menentukan kondisi pembangkitan awal
6 Pembongkaran casing atas bantalan F 2 G
Persiapan penarikan rotor dari instalasi
7 bingkai pendukung dan peralatan khusus G 3 H
lainnya
8 Penarikan rotor H 2 I
9 Mengangkat keluar rotor I 1 J
Pembersihan stator, rotor exciter
10 J 4 K
menggunakan cairan pembersih
11 Pemeriksaan saluran udara pendingin K 1 L
Pemeriksaan dari inti besi, wedges,
12 kumparan, fase lead, sambungan dan L 4 M
bracket
Pemeriksaan visual koneksi hidrogen,
13 M 2 N
ganti sesuai kebutuhan
Pemeriksan kondisi wedges stator dan
14 N 1 O
pengetatan, catat dan perbarui
Uji USG dari cincin penahan dan bilah
15 O 2 P
kipas pendingin
Uji NDT pada bantalan, minyak dan udara
16 P 2 Q
segel
17 Uji listrik dari stator dan rotor Q 2 R
Pembersihan dan polishing bantalan.
18 R 2 S
Mengatur ukuran bantalan yang diizinkan
Merakit kembali dan menghubungkan
19 S 3 T
dalam urutan terbalik
20 Pelaporan T 2 -
Jumlah Hari 43

http://jonielektro.blogspot.co.id/2011/07/pembangkit-listrik-tenaga-diesel.html

http://teknikelektro0607.blogspot.co.id/2016/04/pemeliharaan-generator_8.html

https://www.academia.edu/32796566/KEGIATAN_OVERHAUL_GENERATOR

Anda mungkin juga menyukai