Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM TAPL

Analisis Sampah

Penyusun:
Akbar Wicaksono 3314100071

Kelas C
Kelompok 2

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA
2015
I. Tujuan Percobaan
Tujuan dari pelaksanaan praktikum kali ini adalah:
1. Menentukan timbulan sampah
2. Menentukan komposisi sampah
3. Menentukan densitas sampah
4. Menentukan potensi reduksi sampah

II. Prinsip Percobaan


Prinsip yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum kali ini adalah dengan
mengukur berat dan densitas sampah yang diproduksi di Jurusan Teknik Lingkungan,
FTSP, ITS menggunakan alat timbang dan kotak densitas. Sampah dipilah-pilah
menurut jenisnya berdasarkan petunjuk yang diberikan di panduan praktikum.
Sampah yang diukur berat dan densitasnya adalah sampah total dan sampah yang
telah dipilah.

III. Dasar Teori

Pemilahan sampah dilakukan untuk mengelompokkan jenis-jenis sampah sehingga


dapat diketahui komposisi sampah pemukiman tersebut. Komposisi sampah tiap
lokasi TPS akan berbeda dan mempengaruhi hasil perhitungan emisi GRK. Untuk itu
perlu dilakukan integrasi data komposisi dari lokasi TPS yang ditentukan sehingga
akan mempermudah dalam perhitungan dan analisa. Perbedaan komposisi sampah
dipengaruhi oleh life style masyarakat, aktivitas komersial, recycling dan lain-lain.
Sampah makanan yang mudah terdegradasi dan sampah kebun mendominasi sampah
pemukiman di negara yang sedang berkembang dimana kertas dan papan kayu
mendominasi negara yang telah berkembang
(Jha, et al., 2008).

Komposisi sampah di TPS merupakan komposisi sampah yang telah tereduksi oleh
kegiatan pengelolaan sampah seperti Rumah Kompos, komposter rumah
tangga/komunal, Bank Sampah dan Pengepul. Sampah dipilah menurut jenisnya
antara lain sampah plastik, sampah yang dapat dikomposkan, kertas, karton, logam,
kaca, kain, karet, kayu, diapers, B3 dan sampah lainnya. Sampah plastik, sampah yang
dapat dikomposkan, kertas, logam, kaca, dan diapers akan dipilah kembali sesuai
dengan jenis-jenisnya. Logam dan kaca merupakan material kering sampah yang
dapat didaur ulang dan tidak/sangat sedikit mengandung karbon. Selain itu, sampah
pemukiman juga mengandung material inert termasuk batuan dan tanah.
(Couth, et al., 2011).
Sampah plastik terdiri dari sampah plastik HDPE, HDPE botol, HDPE aluminium,
LDPE, PET warna dan transparan, PS Sterofoam, PS gelas, PP bag dan other plastik.
Jenis plastik dapat dilihat pada bagian bawah kemasan dengan memperhatikan kode
dan tandanya. Kode dan tanda jenis plastik dapat dilihat pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Kode dan Tanda Jenis Plastik


Sumber : Tchobanoglus, et. al., 1993

Sampah plastik PET berupa botol plastik transparan dan berwarna untuk kemasan
makanan maupun non makanan. Sampah plastik HDPE dibedakan menjadi 3 jenis
yaitu HDPE plastik, HDPE botol dan HDPE Aluminium. Sampah plastik HDPE
berupa plastik yang tidak elastis seperti mika, kemasan makanan berwarna, kantong
plastik tebal dan tutup aqua galon. Sampah plastik HDPE Botol berupa botol
kosmetik, botol susu, botol shampo dan botol sabun. Sampah plastik HDPE
aluminium adalah sampah plastik kemasan yang bagian dalamnya terdapat lapisan
aluminium seperti kemasan sachet makanan. Sampah plastik LDPE berupa plastik
yang elastis dan transparan seperti kantung kresek dan kantung gula. Sampah PS
sterofoam berupa kotak makan sterofoam maupun lembaran sterofoam. Sampah
plastik PS gelas berupa plastik gelas bening maupun berwarna. Sampah plastik PP bag
berupa karung plastik beras. Sampah other plastik berupa plastik keras, plastik mainan
anak, pipa, sedotan, tali rafia, sendok plastik dan plastik lainnya. Selain sampah
plastik, sampah yang dapat dikomposkan juga dibagi menjadi 2 jenis yaitu sampah
sisa makanan dan sampah kebun. Pemisahan jenis ini dilakukan karena kedua jenis
sampah ini memiliki nilai DOC yang berbeda. Nilai DOC menunjukkan nilai
dekomposisi karbon organik dalam sampah.
(IPCC, 2006)

Nilai DOC sampah kebun lebih besar dari sampah makanan karena kandungan
organiknya lebih banyak dan memiliki kadar air yang stabil sehingga proses
dekomposisinya menjadi lebih lama. Nilai DOC sampah makanan lebih kecil
dikarenakan adanya dead material dan kadar air yang tinggi sehingga kandungan
organik menjadi lebih sedikit. Nilai DOC akan digunakan pada saat perhitungan dan
analisis emisi GRK dengan metode IPCC. Untuk itu, komposisi sampah merupakan
salah satu faktor penentu hasil emisi GRK yang dihitung. Sampah kertas juga dibagi
menjadi beberapa jenis antara lain koran, HVS/duplek, tetra pack, other paper dan
karton. Sampah other paper berupa kertas tissu dan kertas minyak. Pembagian ini
bertujuan untuk mempermudah perhitungan jumlah sampah yang dapat direduksi
karena sebagian besar sampah kertas dapat dimanfaatkan kembali. Semua jenis kertas
memiliki nilai DOC yang sama
(IPCC, 2006)

Sampah logam dibagi menjadi beberapa jenis yaitu logam besi yang terdiri dari kaleng
baja, kaleng (cans) dan logam non kaleng, logam non besi, dan kabel (tembaga).
Sampah logam kaleng baja berupa kaleng susu dan kaleng makanan. Sampah logam
kaleng (cans) berupa kaleng minuman. Sampah logam non kaleng berupa logam besi
tipis/tebal. Sampah logam non besi berupa logam selain besi antara lain aluminium,
seng, kawat dan plat kuningan. Sampah logam tembaga berupa kabel listrik baik yang
masih terbungkus maupun yang telah terkelupas. Pembagian tiap jenis logam ini
bertujuan untuk mempermudah perhitungan reduksi sampah. Sampah kaca dibagi
menjadi 2 jenis yaitu botol kaca dan kaca lain. Sampah kaca lain berupa pecahan kaca
gelas/piring. Pembagian jenis sampah kaca ini bertujuan untuk mempermudah
perhitungan reduksi sampah. Sampah diapers dibagi menjadi 2 jenis yaitu popok dan
non popok. Sampah diapers popok berupa popok untuk bayi maupun dewasa
sedangkan sampah diapers non popok berupa pembalut wanita. Nilai DOC untuk
diapers ditunjukan dengan angka yang sama.
(IPCC, 2006).

Pembagian jenis ini bertujuan untuk membedakan karakteristik sampah diapers saja
karena kadar air untuk diapers popok lebih tinggi daripada diapers non popok karena
lebih banyak air yang terperangkap. Sampah kain, karet, kayu, B3 tidak dibedakan
menurut jenis karena karakteristik tiap jenisnya hampir sama. Sampah kain, karet dan
kayu memiliki nilai DOC yang berbeda. Sampah kain berupa baju, kain bekas, tas dan
dompet bekas. Sampah karet berupa karet ban dan jenis karet lainnya. Sampah kayu
berupa potongan kayu maupun tusuk sate. Sampah B3 berupa kemasan obat bekas
pakai, masker bekas, kaleng aerosol, obat nyamuk bakar, baterai bekas maupun e-
Waste lainnya. Sampah lainnya dapat berupa sisa bangunan, tanah maupun arang.
(IPCC, 2006)

IV. Skema Percobaan

Sampah Jurusan
Teknik Lingkungan
FTSP ITS

 Dikumpulkan menjadi satu dan ditimbang berat total seluruh sampah


dengan neraca digital
 Diletakkan seluruh sampah pada kotak densitas besar dan diukur densitas
total awal dan akhirnya
 Dipilah sampah PS Sterofoam,Botol Kaca, Pembalut,B3, PET
Transparan,Sampah Kebun,Kertas others, HDPE,Plastik
others,Tetrapack,LDPE,PET warna,Sisa Makanan
 Dihitung berat sampah yang sudah terpilah dengan neraca digital
 Dihitung Densitas awal dan akhir sampah yang sudah terpilah dengan
kotak densitas kecil

Sampah Jurusan
Teknik Lingkungan
FTSP ITS

V. Hasil Pengamatan

Dari percobaan mengenai analisis sampah tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:
No Gambar Perlakuan Hasil Pengamatan
1 Mengumpulkan menjadi satu Sampah yang dianalisis adalah sampah
sampah dan ditimbang berat Jurusan Teknik Lingkumgan FTSP ITS
total seluruh sampah dengan Berat total sampah: 14,228 kg
neraca digital

2 Meletakkan seluruh sampah Kotak Densitas Besar memiliki dimensi
pada kotak densitas besar dan sebagai berikut:
diukur tinggi awal dan t=50cm, p=140cm, l=140 cm
akhirnya 
t1=50cm , t2=35cm

Volume Sampah (La x t2) = 0,048 m3

Berat Total = 14,228 kg

Densitas = 6,521 kg/m3

3 Memilah sampah yang ada  Plastik ; HDPE, LDPE, PET transparan,


pada kotak densitas besar PS sterofoam, other plastic
 Sisa makanan, sampah kebun
 HVS/duplek, karton
 Kaleng, tetrapack
 Lain- lain

4 Menghitung berat sampah Berat sampah:



yang sudah terpilah dengan Plastik HDPE : 2,41 kg
neraca 
Plastik LDPE :1,58 kg

Plastik PET transparan : 1.95 kg

PS Sterofoam : 0,161 kg

Other Plastic : 0,178 kg

Sisa Makanan : 1,732 kg

Sampah Kebun : 0,486 kg

HVS : 2,314 kg

Karton : 3,45 kg

Tetrapack : 0,313 kg

Lain – lain : 0,196 kg
5 Menghitung tinggi awal dan No. Jenis Tinggi Tinggi
akhir sampah yang sudah Sampah awal Akhir
terpilah dengan kotak densitas (m) (m)
kecil 1. Plastik 0,05 0,04
HDPE
2. Plastik 0,895 0,843
LDPE
3. Plastik 0,4 3,07
PET
transparan
4. PS 0,75 0,66
Sterofoam
5. Other 0,178 0,22
Plastic
6. Sisa 0,12 0,09
Makanan
7 Sampah 0,64 0,49
Kebun

8 HVS 0,8 0,35

9 Karton 1 0,95

10 Tetrapack 0,32 0,3

11 Diapers 0,3 0,3

12 Lain – lain 0,21 0,07

6 Menghitung densitas Jenis Berat Volume Densitas


Sampah (kg) (m3) (kg/m3)
sampah yang terpilah
Plastik 2,41 0,0064 376,563
HDPE
Plastik 1,58 0,13488 11,714
LDPE
Plastik
PET 1,95 0,4912 3,970
transparan
PS 0,161 0,1056 1,525
Sterofoam
Other 0,178 0,2 0,890
Plastic
Sisa 1,732 0,0144 120,278
Makanan
Sampah
0,486 0,0784 6,199
Kebun

HVS 2,314 0,056 41,321

Karton 3,45 0,152 22,697

Tetrapack 0,313 0,048 6,521

Diapers 0,11 0,0048 22,917

Lain – lain 0,196 0,0112 17,500


VI. Pembahasan
Pengumpulan sampah dilakukan pada tanggal 1 Desember 2015 di Teknik lingkungan
FTSP ITS. Pengumpulan sampah berasal dari segala sumber sampah yang ada di
Teknik Lingkungan. Diambil berdasarkan 3 wilayah di jurusan Teknik Lingkungan.
Komposisi sampah terdiri dari sampah plastik, sampah yang dapat dikomposkan,
sampah kertas, sampah kaca, B3, dan others(tetrapack)

Sampah plastic yang didapatkan dalam pengamatan ini antara lain Plastik ; HDPE,
LDPE, PET transparan, PS sterofoam, other plastic, sisa makanan, sampah kebun
HVS/duplek, karton, kaleng, tetrapack, lain- lain.

Densitas Sampah Total


Berat sampah (m) : 14,228 kg
Komposisi Sampah Jurusan Tekinik Lingkungan 26
Luas alas (La) : 1 m²November 2014
tinggi awal(t1) : 0,43 m
tinggi akhir(t2) : 0,4 m
Volume sampah (Vol) : 0,4 m³
kg/m
Densitas Sampah : 35,57
³
timbulan reduksi %
Jenis Sampah berat (kg) t1 (m) t2 (m) Vol (m³) ρ(kg/m³) % reduksi
(kg/hari) (kg/hari) komposisi

Plastik HDPE 2,41 0,05 0,04 0,0064 376,563 2,41 0 16,94% 0,00%

Plastik LDPE 1,58 0,895 0,843 0,13488 11,714 1,58 0 11,10% 0,00%

Plastik PET 1,95 0,4 3,07 0,4912 3,970 1,95 0,5 13,71% 25,64%

-warna

-transparan 1,95 0,4 3,07 0,4912 3,970 1,95 0 13,71% 0,00%

PS sterofoam 0,161 0,75 0,66 0,1056 1,525 0,161 0 1,13% 0,00%

other plastic 0,178 0,178 0,22 0,2 0,890 0,178 0 1,25% 0,00%

sisa makanan/karak 1,732 .0.12 0,09 0,0144 120,278 1,732 0 12,17% 0,00%

sampah kebun/taman 0,486 0,64 0,49 0,0784 6,199 0,486 0 3,42% 0,00%

HVS/duplek 2,314 0,8 0,35 0,056 41,321 2,314 0 16,26% 0,00%

Karton 3,45 1 0,95 0,152 22,697 3,45 0 24,25% 0,00%

Tetrapack 0,313 0,32 0,3 0,048 6,521 0,75 0,4 2,20% 53,33%

Diapers 0,11 0,03 0,03 0,0048 22,917 0,11 0,77% 0,00%

Lain-lain 0,196 0,21 0,07 0,0112 17,500 0,79 0 1,38% 0,00%

Total 14,228 1,79408 636,064


berat
Jenis Sampah
(kg)
Plastik
HDPE 2,41
LDPE 1,58
PET transparan 1,95
PS sterofoam 0,161
plastik others 0,178
sisa makanan/karak 1,732
sampah kebun/taman 0,486
HVS/ duplex 2,314
Karton 3,45
Terapack 0,313
Diapers 0,11
Lain – lain 0,196
Total 14,88

Diketahui total penghasil sampah di Jurusan Teknik Lingkungan FTSP ITS adalah sebanyak
500 orang, maka total timbulan yang dihasilkan per orang adalah sebesar 0,031822
kg/orang/hari. Bila dibandingkan dengan sampah perguruan tinggi di Kota Padang sebesar
0,475 kg/orang/hari, maka timbulan sampah di Jurusan Teknik Lingkungan ITS lebih kecil
daripada timbulan sampah perguruan tinggi di Kota Padang.

Perbandingan Rata-Rata Satuan Timbulan Sampah Institusi Kota Padang dengan


Hasil Penelitian Kota Lainnya di Sumatera Barat
Kemudian didapat total sampah organik di Jurusan Teknik Lingkungan FTSP ITS
adalah sebesar 14,17 kg, lebih besar dari sampah organik sarana pendidikan di Kota Padang
sebesar 96,71 kg. Sedangkan sampah anorganik di Jurusan Teknik Lingkungan FTSP ITS
sebesar 7,42 kg, lebih besar dari pada sampah anorganik sarana pendidikan di Kota Padang
sebesar 3,29 kg.

Tabel Rata-Rata Komposisi Sampah Institusi Kota Padang

VII. Kesimpulan
Total penghasil sampah di Jurusan Teknik Lingkungan FTSP ITS adalah sebanyak
500 orang, maka total timbulan yang dihasilkan per orang adalah sebesar 0,031822
kg/orang/hari.
Sampah yang dihasilkan di Jurusan Teknik Lingkungan dengan komposisi sebagai
berikut:

berat
Jenis Sampah
(kg)
Plastik
HDPE 2,41
LDPE 1,58
PET transparan 1,95
PS sterofoam 0,161
plastik others 0,178
sisa makanan/karak 1,732
sampah kebun/taman 0,486
HVS/ duplex 2,314
Karton 3,45
Terapack 0,313
Lain – lain 0,196
Total 14,228
Sampah yang dihasilkan di Jurusan Teknik Lingkungan memiliki densitas sebesar
636,064 kg/m3. Potensi reduksi pada sampah yang dihasilkan dari Jurusan Teknik Lingkungan
adalah dari jenis PET sebesar 27,41%, dan jenis Tetrapack adalah sebesar 53,33% dari seluruh
sampah sebesar 14,88 kg.

VII. Daftar Pustaka


Ruslinda, Yenni. 2012. Satuan Timbulan dan Komposisi Sampah Institusi Kota
Padang. Padang: Jurnal Teknik Lingkungan UNAND Vol 9 (2) : 129-138