Anda di halaman 1dari 42

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

NAMA SEKOLAH : SMK Negeri 1 Sakra


PROGRAM KEAHLIAN : Agribisnis Ternak
PAKET KEAHLIAN : Agribisnis Ternak Unggas
MATA PELAJARAN : Dasar-dasar Pemeliharaan Ternak
KELAS/SEMESTER : X Agribisnis Ternak Unggas ( ATU ) / Ganjil
TAHUN PELAJARAN : 2015 / 2016
PERTEMUAN KE : 1 s/d 4
TEMA / TOPIK : Melakukan perancangan kandang ternak
ALOKASI WAKTU : 16 Jam a) 45 menit ( 4 jam /pertemuan )

A. KOMPETENSI INTI
KI.1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI.2 : Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung- jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-
aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.

KI.3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan


procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.

KI.4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
denganpengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. KOMPETENSI DASAR dan INDIKATOR


KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
Peserta didik dapat mengamalkan ajaran agama
yang dianut pada pembelajaran dasar
1.1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut
pemeliharaan ternak sebagai amanat untuk
pada pembelajaran dasar pemeliharaan
kemaslahatan umat manusia
ternak sebagai amanat untuk kemaslahatan
umat manusia
2.1 Menghayati sikap cermat,teliti dan Peserta didik dapat menghayati sikap cermat,teliti
tanggungjawab sebagai hasil dari dan tanggungjawab sebagai hasil dari
pembelajaran pada dasar pemeliharaan pembelajaran dasar pemeliharaan ternak
ternak
2.2 Menghayati pentingnya kerjasama sebagai Peserta didik dapat menghayati pentingnya
hasil pembelajaran dasar pemeliharaan kerjasama sebagai hasil pembelajaran dasar
ternak pemeliharaan ternak
.
2.3 Menghayati pentingnya kepedulian terhadap Peserta didik dapat menghayati pentingnya
kebersihan lingkungan kandang /laboratorium kepedulian terhadap kebersihan lingkungan
/gudang pakan /peralatan dan perlengkapan kandang /laboratorium/gudang pakan /peralatan
kandang sebagai hasil dari pembelajaran dan perlengkapan kandang sebagai hasil dari
dasar pemeliharaan ternak pembelajaran dasar pemeliharaan ternak
Peserta didik dapat menghayati pentingnya
bersikap jujur dan disiplin sebagai hasil dari
2.4 Menghayati pentingnya bersikap jujur dan
pembelajaran dasar pemeliharaan ternak
disiplin sebagai hasil dari pembelajaran
dasar pemeliharaan ternak
3.1 Menerapkan konsep perkandangan dalam 3.1.1 Peserta didik dapat menerapkan konsep
merancang kandang faktor-faktor yang mempengaruhi
pemilihan kandang
3.1.2 Peserta didik dapat menerapkan dasar
pengetahuan tentang persyaratan
kandang
3.1.3 Peserta didik menerapkan dasar
pengetahuan tentang bangunan kandang
dan tata letaknya
3.1.4 Peserta didik dapat menerapkan dasar
pengetahuan tentang konstruksi kandang
3.1.5 Peserta didik dapat menerapkan dasar
pengetahuan tentang spesifikasi kandang
berdasarkan tipe, bentuk/model dan
fungsi
3.1.6 Peserta didik dapat menerapkan dasar
pengetahuan tentang kebutuhan luas
kandang

4.1 Melakukan perancangan kandang ternak 4.1.1 Peserta didik dapat mengidentifikasi
faktor-faktor yang mempengaruhi
pemilihan kandang
4.1.2 Peserta didik dapat mengidentifikasi
persyaratan kandang
4.1.3 Peserta didik dapat merancang
bangunan kandang dan tata letaknya
4.1.4 Peserta didik dapat merancang
konstruksi kandang
4.1.5 Peserta didik dapat mengidentifikasi
spesifikasi kandang berdasar tipe,
model,dan fungsi
4.1.6 Peserta didik dapat menghitung
kebutuhan luas kandang

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai proses pembelajaran melalui diskusi,praktek , :
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kandang
2. Peserta didik dapat mengidentifikasi persyaratan kandang
3. Peserta didik dapat merancang bangunan kandang dan tata letaknya
4. Peserta didik dapat merancang konstruksi kandang
5. Peserta didik dapat mengidentifikasi spesifikasi kandang berdasar tipe, model,dan fungsi
6. Peserta didik dapat menghitung kebutuhan luas kandang
D. MATERI PEMBELAJARAN
Kandang merupakan salah satu sarana yang penting di dalam usaha peternakan, dengan tersedianya
kandang maka dapat mepermudah peternak di dalam mengelola usahanya. Berbicara tentang kandang apa
yang Anda ketahui tentang kandang, faktor-faktor apa yang mempengaruhi dalam pemilihan kandang,
bagaimana bentuk atau tipenya, persyaratan apa yang perlu diperhatikan dalam membangun atau
merancang, bagaimana konstruksi bangunan kandang yang baik, dan berapa kebutuhan luas kandang untuk
masing-masing ternak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kandang
1) Jenis Ternak
Kandang yang digunakan untuk memelihara ternak sapi dan kerbau berbeda dengan kandang yang
digunakan untuk memelihara ternak domba dan kambing, kandang untuk memelihara ayam petelur berbeda
dengan kandang untuk memelihara ayam pedaging, kandang untuk itik berbeda dengan kandang untuk
burung,lebah, kucing, rusa, kuda dan lain sebagainya.
2) Umur Ternak
Kandang yang digunakan untuk memelihara ternak yang masih anak, muda/remaja akan berbeda dengan
kandang untuk ternak dewasa. Kandang untuk anak, muda/remaja pada umumnya mengehendaki kandang
yang dapat memberikan rasa kehangatan. Karena ternak yang masih anak, muda/remaja kalau tidak
diperhatikan secara serius ternak bisa mati. Sehingga ternak tersebut memerlukan penanganan yang khusus,
teliti dan tekun.
Untuk ternak anak, muda/remaja pada umumnya ukurannya kandangnya lebih kecil bila dibandingkan dengan
ternak dewasa. Disamping ukuran mungkin dilihat dari konstruksi dinding kandangnya, kalau untuk anak
mungkin perlu dinding yang agak rapat (tidak terbuka keseluruhan), hal ini bertujuan untuk menghindari cuaca
yang dingin diwaktu malam hari.

3) Iklim
Negara kita Indonesia ini termasuk negara agraris beriklim tropis yang memiliki 2 musim yaitu musim
penghujan dan musim kemarau. Unsur iklim yang dapat berpengaruh terhadap pemilihan kandang ternak
diantaranya: suhu, kelemban, curah hujan, angin, sinar matahari dll. Dengan melihat kondisi tersebut maka
sebagian besar petani peternak dalam memilih kandang dengan sistem terbuka, dinding kadang tidak penuh
atau kandang tidak berdinding sama sekali, . sebagai contoh di daerah yang kondisi cuaca panas, banyak
peternak mengunakan kandang dengan sistem terbuka.

4) Tujuan Produksi
Dalam memilih kandang untuk memelihara ternak harus disesuaikan dengan tujuan produksinya/usahanya.
Apakah tujuannya untuk penggemukan, budidaya, pembesaran atau pembibitan. Misalnya kandang untuk
ternak sapi perah akan berbeda dengan kandang sapi potong yang diusahakan dengan sistem penggemukan
khususnya dikandang koloni. Kandang untuk ternak unggas potong akan berbeda dengan kandang untuk
unggas petelur dan lainya.

Syarat Kandang dari Segi Kesehatan

1. Letak Kandang
Untuk menghindari penyebaran suatu penyakit, maka kandang induk, dara dan anak sebaiknya dipisahkan,
terlebih-lebih untuk ternak unggas seperti ayam. Jarak antar unit kandang, minimal selebar ukuran kandang
tersebut.

2. Ventilasi
Kandang harus cukup terbuka untuk keluar masuknya udara. Dengan dapat diciptakannya pertukaran udara
yang baik maka di dalam kandang akan selalu terdapat udara yang segar, bersih dan sehat. Ventilasi
kandang yang sempurna sangat menguntungkan bagi ternak yang tinggal didalam kandang, karena ventilasi
bermanfaat untuk mengeluarkan udara kotor dari dalam kandang dan menggantikan udara yang segar dari
luar kandang.
3. Sinar Matahari
Letak kandang diusahakan sedemikian rupa, sehingga sinar matahari dapat leluasa masuk ke dalam
kandang. Sinar matahari yang paling baik bagi ternak adalah sinar matahari pagi. Oleh karena itu bagian
kandang yang terbuka sedapat mungkin menghadap kearah masuknya sinar matahari pagi. Sinar matahari
pagi banyak mengandung sinar lembayung (ultraviolet) . Sinar matahari pagi sangat penting bagi
pertumbuhan dan perkembangan ternak, karena dapat membantu proses pembentukan vitamin D, dan dapat
membunuh bibit penyakit.

4. Kelembaban
Kelembaban dalam ruangan kandang sangat berpengaruh terhadap kesehatan ternak yang tinggal didalam
(terutama ternak unggas seperti ayam).Kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan ternak menderita suatu
penyakit pernafasan. Kelembaban yang tinggi dalam kandang bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain ;
dari badan ternak itu sendiri, kotoran dan air kencing, percikan air minum pada saat ternak minum dan
sebagainya. Kelembaban juga akan berpengaruh terhadap perkembangan bibit penyakit, apabila kelembaban
yang ada cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan suatu penyakit, maka populasi bibit penyakit dapat
meningkat. Dengan meningkatnya populasi bibit penyakit, maka kemungkinan besar ternak terserang penyakit
semakin besar, apalagi kondisi fisik ternak dalam keadaan menurun.

5. Hujan dan Angin Kencang


Kandang hendaknya terjaga dari pengaruh hujan dan angin kencang sebab kemungkinan air hujan akan
masuk kedalam kandang atau angin kencang dapat menyebabkan bangunan kandang roboh. Untuk itu perlu
dipikirkan mengenai kekuatan bahan dalam konstruksi dan kemungkinan air masuk kedalam kandang
dihindari.
6. Pohon Pelindung
Untuk memperoleh udara segar, maka sedapat mungkin disekitar kandang ada pohon pelindung. Selain dari
itu pohon pelindung dapat juga menahan angin kencang, sehingga kandang tidak menahan angin secara
langsung. Namun demikian pepohonan harus selalu dijaga jangan sampai membahayakan bagi keselamatan
kandang dan peternak.

Bangunan kandang dan tata letak


Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun kandang, antara lain :
1.1.1. Aspek Ekonomi
Dalam membangun kandang ternak harus memperhatikan aspek ekonomisnya, yang dimaksud disini adalah
kandang yang dibangun tidak terlalu mahal, tetapi diusahakan semurah mungkin, tetapi masih memenuhi
persyaratan teknis. Yaitu ternak akan betah tinggal didalam kandang dan membuat pertumbuhan ternak
yang normal, sehat sehingga akan memberikan hasil yang optimal.
Kandang yang dibangun dengan biaya mahal belum tentu memenuhi persyaratan teknis. Dan bahkan akan
sulit untuk mendapatkan keuntungan, karena biaya investasinya yang besar. Pada intinya dalam setiap usaha
perternakan adalah untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu dalam membangun kandang harus benar-
benar memperhatikan aspek ekonomisnya.
1.1.2. Aspek Sosial
Karena masing-masing ternak mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang
lainya dan kotoran atau limbahnyapun mempunyai ciri kas masing-masing, sehingga dalam
penanganannyapun harus disesuaikan dengan karakteristik limbahnya. Misalnya bau limbah atau kotoran
ayam broiler (pedaging) akan berbeda dengan kotoran atau limbah dari ayam petelur. Dengan mengacu hal
tersebut diatas maka dalam membangun kandang sebaiknya harus memperhatikan aspek sosialnya.
Gangguan tersebut bisa karena adanya kerusakan jalan , kebisingan suara akibat lalu lalangnya kendaraan
yang lewat untuk mengangkut sarana dan prasarana seperti: pakan, obat-obatan, vitamin, hasil atau produk
dari suatu peternakan. Bau yang menyengat hidung seperti bau kotoran yang bercampur dengan sisa-sisa
pakan dan tumpahan air minum, terlebih-lebih bila kotoran atau limbah tersebut tidak dikelola dengan baik,
maka akan menyebabkan pencemaran lingkungan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, dianjurkan pada saat membangun kandang sebaiknya agak jauh
dengan tempat/rumah penduduk sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak negatif akibat
limbah/kotoran ternak yang kita usahakan.

1.1.3. Aspek teknis

1.1.3.1. Lokasi Kandang


 Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan jalan, karena mempermudah pada saat pengadaan sarana
produksi seperti : pakan dan obat obatan, serta pemasaran hasil ternaknya.
 Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan sumber air, karena air merupakan kebutuhan sehari-hari yang
harus ada. Disamping air digunakan untuk kebutuhan air minum ternak, untuk membersihkan kandang dan
peralatan dan lain sebagainya. Jangan membangun kandang jauh dari sumber air, karena air merupakan
sumber kehidupan bagi ternak tersebut. Tanpa adanya air maka usaha peternakan tidak mungkin akan
berhasil
 Lokasi kandang sebaiknya jauh dengan keramaian, karena bisa menyebabkan stress bagi ternak unggas
tersebut, seperti ayam petelur, ayam pedaging
 Dekat dengan sumber makanan
Hampir sebagian besar pengeluaran anggaran biaya di peruntukkan untuk membeli pakan atau konsentrat.

Konstruksi Kandang
 Pondasi
Pondasi hendaknya cukup padat dan kuat, karena untuk menahan beban keseluruhan bangunan serta
menahan masuknya air hujan kedalamnya.

 Lantai Kandang
Lantai kandang hendaknya dibuat cukup kuat dan dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dalam
pembersihannya. Sedangkan bahan-bahan untuk membuat lantai kandang antara lain: tanah yang
dipadatkan, bambu, papan, semen, kawat dan lain sebagainya.

Lantai kandang dari bahan bambu, biasanya digunakan untuk kandang panggung ayam. Lantai kandang jenis
ini biasanya bambu dibelah disusun berjajar atau dalam bentuk anyaman jarang. Bambu yang digunakan
untuk bahan lantai dipilih bambu yang tua, karena bambu yang telah tua akan lebih tahan lama.

Lantai kandang dari bahan papan digunakan pula untuk ternak ayam baik itu ternak ayam petelur maupun
ayam pedaging. Untuk lantai kandang dari bahan papan dipilih papan dari kayu tertentu yang tahan air.
Lantai kandang dari bahan papan disusun berjajar rapat, namun perlu juga dibuat sedemikian rupa sehingga
ada celah-celah yang berfungsi untuk mempermudah kotoran atau tumpahan air yang jatuh kebawah atau
ketanah. Papan yang dipergunakan untuk lantai kandang tebalnya antara 3-5 cm.
Lantai kandang dari bahan semen. biasanya terbuat dari dari adukan pasir, semen dan kapur dengan
perbandingan tertentu. Lantai kandang dari bahan ini biasanya tahan lama dan biaya pembuatan mahal.
Lantai kandang dari bahan kawat, biasanya digunakan untuk ternak unggas (ayam, puyuh dan lainya). Lantai
kandang ini bisa berbentuk anyaman kawat atau dapat pula berbentuk kawat jeruji.
Lantai kandang semen paling banyak digunakan untuk kandang ayam postal. Bahan kandang dari campuran
semen, pasir dan kapur. Pada kandang ayam petelur ada yang lantainya dari tanah, tetapi sebagian besar
dari semen.
 Dinding Kandang
Yang perlu diperhatikan pada konstruksi dinding kandang adalah dibuat sedemikianrupa sehingga didalam
kandang terdapat keadaan yang segar dan nyaman dan cahaya matahari dapat masuk didalam ruangan
kandang.
Konstruksi dinding kandang ternak dibuat sesuai dengan jenis dan karakteristik ternak yang dipelihara serta
tujuan dari usaha tersebut. Sedangkan bahan untuk dinding kandang dapat terbuat dari tembok, papan,
bambu, kawat, ram dari bahan plastik nilon dan lainnya.

 Atap
Atap kandang berfungsi untuk menghindarkan panas dan hujan. Atap kandang diusahakan dari bahan yang
awet, memberi kehangatan bagi ternak pada waktu malam hari. Atap kandang dapat menggunakan genting,
seng, asbes, rumbia, ilalang maupun ijuk. Gunakan bahan atap kandang yang harganya murah, mudah
didapat, tahan lama, panas matahari dapat ditahan dengan baik, sehingga tidak langsung mempengaruhi
panas ruangan kandang.

Apabila atap kandang dari bahan seng gunakanlah seng yang bergelombang, begitu pula konstruksi kandang
harus tinggi agar panas tidak langsung mempengaruhi ternak yang tinggal didalamnya. Atap kandang dari
bahan rumbia dan ilalang pemasangannya kurang praktis dan tidak tahan lama, sehingga jarang digunakan
oleh peternak yang skala usaha besar. Akan tetapi sering dijumpai dilapangan yaitu pada petani peternak
yang skala usahanya kecil.

2.2.1 Tipe Kandang


Ada beberapa perbedaan dari type kandang, yaitu : open house (terbuka), dan closed house (tertutup). Tetapi
untuk negara Indonesia, type kandang layer yang sering digunakan adalah type open house. Tipe closed
housed dewasa ini mabnyak dicoba untuk kandang broiler.
Type open house yang ideal harus mempunyai syarat-syarat :
 Bahan kontruksi kandang kuat dan kokoh
 Lebar teras kandang kurang lebih 1 meter
 Ventilasi udara lancar
 Burung, tikus dan predator lainnya tidak bisa masuk kedalam kandang
 Sudut atap lebih dari 25 derajat
 Lebar kandang maximal 9 meter
 Tinggi kandang kurang lebih 3 meter
 Fasilitas desinfektan bagus
 Konstruksi kandang kokoh dan kuat termasuk pintu kandang
 Pohon-pohon sekitar kandang tidak mengganggu aliran udara
 Latai kandang disemen
 Drainase kandang dan sekitar kandang lancar
 Tidak ada rumput atau semak-semak yang panjang disekitar kandang.

2.2.2. Sistem Kandang


Ada beberapa sistem kandang ayam petelur, yaitu diantaranya : system full litter, kombinasi litter/slat, full slat
dan cages

2.2.2.1. Sistem Full Litter


System full litter banyak digunakan dinegara-negara tropis. Kandang type ini lebih rendah biayanya
dibandingkan dengan type lainnya. Lantai kandang diberi litter dari bahan sekam padi, kertas koran yang
dihancurkan atau serutan kayu. Pada prinsipnya kandang type litter harus dapat mengabsorbsi air yang
berasal dari kotoran ayam dan air minum yang tumpah.
Bahan litter yang digunakan ada beberapa macam. Pilihlah bahan litter yang mempunayi sifat-sifat :
 Tidak berdebu
 Harga murah
 Dapat menyerap air
 Mudah didapat

Kombinasi litter dan slat dapat menguntungkan dinegara-negara dimana problem litter basah sering terjadi.
Sisitem litter banyak digunakan untuk ayam petelur pada fase starter dan grower.

Full Slats
System full slats dapat mengurangi problem yang terjadi pada kebanyakan sistem litter yaitu riskan terhadap
penyakit cacing dan caccidioss. Namun demikian system lantai dengan menggunakan full slat tidak sesuai
untuk broiler parenstock sebab dapat menyebabkan problem
pada kaki seperti terluka, melepuh, tergores. Problem lain adalah hasil dari perkawinannya jelek. Kandang
sisitem slat banyak digunakan untuk memelihara ayam peterlur breeder

Keuntungannya dan Kejelekannya dari Full Slat dan Full Litter.

Full Litter Full Slat

 Sesuai untuk semua type ayam  Tidak sesuai untuk broiler parenstock
 Biaya investasi lebih rendah  Biaya investasi lebih tinggi
 Jarang terjadi problem pada kaki  Sering terjadi problem pada kaki
 Tingkat kanibalisme rendah  Sering terjadi kanibalisme
 Problem terhadap penyakit cacing  Resiko terhadap penyakit cacing dan
dan coccidiosis coccidiosis rendah
 Tenaga kerja tinggi  Tenaga kerja rendah
 Ada banyak litter  Tidak ada biaya untuk litter
 Banyak terjadi floor eggs  Tingkat resiko terjadi floor eggs rendah
 Banyak terjadi telur kotor  Mengurangi resiko telur kotor
 Banyak terjadi stress terhadap panas  Mengurangi resiko stress terhadap panas

Cage System
Kandang sistem “cage” (batterai) banyak digunakan di negara-negara industri terutama untuk memelihara
ayam petelur (layer). Sistem ini lebih efisien untuk memelihara ayam petelur (layer), karena: sistim “cage”
lebih menghemat pakan, dapat menghemat tenaga kerja (menggunakan peralatan yang serba automatic,
seperti automatic egg collection, feeeding, watering dan pembuangan kotoran dan dapat mengurangi resiko
terhadap penyakit cacing dan coccidiosis, sebab ayam tidak langsung kontak dengan kotoran.
macam-macam “cages” adalah sebagai berikut : flat desk cages, piramid cages dan manure belt cages.
Keuntungan
 Mengurangi tenaga kerja
 Mengurangi problem terhadap parasit
 Feed consumption lebih rendah (5 gram per ekor per hari)
 Mengurangi jumlah telur yang kotor
 Tidak membutuhkan biaya untuk litter.
Kerugian :
 Biaya investasi cukup tinggi
 Ayam kurang nyaman

Gambar 167. Kandang ayam petelur dewasa


Sumber: Gustindo Layer Farm

E. METODE / MODEL PEMBELAJARAN


1. Pendekatan : Scientific dan Kontekstual
2. Strategi /Model : Cooperative learning / Group Investigation
3. Metode : diskusi, demonstrasi, eksperimen, latihan
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1 :

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU


Pendahuluan Pendidik :
 Memberi salam, peserta didik merespon salam dan 10 menit
pertanyaan pendidik.
 Mengajukan pertanyaan tentang materi yang sudah
dipelajari
 Menginformasikan tentang kompetensi yang akan
dipelajari, manfaat dan langkah pembelajaran yang
akan dilakukan
 Membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.

Kegiatan Inti Mengamati 25 menit


Peserta didik mencari informasi tentang :
 Faktor yang mempengaruhi pemilihan kandang
 Jenis ternak yang dipelihara
 Umur ternak
 Iklim
 Tujuan produksi
Informasi dicari lewat internet , studi pustaka, literatur dan
studi lapangan / ke dunia industri terdekat .
Menanya
Peserta didik berdiskusi kelompok dengan rasa tanggung 10 menit
jawab tentang :
 Faktor yang mempengaruhi pemilihan kandang
 Jenis ternak yang dipelihara
 Umur ternak
 Iklim
 Tujuan produksi

Mengumpulkan informasi / eksperimen 30 menit


 Mengidentifikasi tentang faktor yang mempengaruhi
pemilihan kandang , jenis ternak yang dipelihara ,umur
ternak , iklim ,tujuan produksi

Mengasosiasi / mengolah informasi 30 menit


 Menyajikan data tentang hubungan antara faktor yang
mempengaruhi pemilihan kandang , jenis ternak yang
dipelihara ,umur ternak , iklim ,tujuan produksi

Mengkomunikasikan 15 menit
 Mempresentasikan hasil kerja kelompok tentang faktor
yang mempengaruhi pemilihan kandang , jenis ternak
yang dipelihara ,umur ternak , iklim ,tujuan produksi

Penutup Peserta didik merefleksikan kegiatan yang telah dilakukan 15 menit


 Menyimpulkan
 Melakukan post tes
PERTEMUAN KE-2 :

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU


Pendahuluan Pendidik : 10 menit
 Memberi salam, peserta didik merespon salam dan
pertanyaan pendidik
 Mengajukan pertanyaan tentang materi yang sudah
dipelajari
 Menginformasikan tentang kompetensi yang akan
dipelajari, manfaat dan langkah pembelajaran yang akan
dilakukan
 Membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
Kegiatan Inti Mengamati
Peserta didik mencari informasi tentang : 25 menit
 Syarat kandang dari segi kesehatan
 Letak Kandang
 Ventilasi
 Sinar Matahari
 Kelembaban
 Hujan dan Angin Kencang
 Pohon Pelindung
Informasi dicari lewat internet , studi pustaka, literatur dan
studi lapangan / ke dunia industri terdekat .
Menanya
10 menit
 Syarat kandang dari segi kesehatan
 Letak Kandang
 Ventilasi
 Sinar Matahari
 Kelembaban
 Hujan dan Angin Kencang
 Pohon Pelindung
Mengumpulkan informasi / eksperimen 30 menit
 Mengidentifikasi tentang syarat kandang dari segi
kesehatan ,letak kandang ,ventilasi ,sinar matahari ,
kelembaban, hujan dan angin kencang, pohon
pelindung
Mengasosiasi / mengolah informasi 30 menit
 Mengolah data tentang hubungan antara syarat
kandang dari segi kesehatan ,letak kandang ,ventilasi
,sinar matahari , kelembaban, hujan dan angin kencang
Mengkomunikasikan 15 menit
 Wakil masing-masing kelompok mempresentasikan
hasil kerja kelompok tentang syarat kandang dari segi
kesehatan ,letak kandang ,ventilasi ,sinar matahari ,
kelembaban, hujan dan angin kencang di depan
kelompok lainnya.

Penutup Peserta didik merefleksikan kegiatan yang telah dilakukan 15 menit


 Menyimpulkan
 Melakukan post tes
PERTEMUAN KE-3 :

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU


Pendahuluan Pendidik : 10 menit
 Memberi salam, peserta didik merespon salam dan
pertanyaan pendidik
 Mengajukan pertanyaan tentang materi yang sudah
dipelajari
 Menginformasikan tentang kompetensi yang akan
dipelajari, manfaat dan langkah pembelajaran yang akan
dilakukan
 Membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
Kegiatan Inti Mengamati
Peserta didik mencari informasi tentang : 25 menit
 Aspek ekonomis membangun kandang
 Aspek sosial membangun kandang
 Aspek teknis lokasi kandang
 Dekat sumber air
 Jauh dari keramaian
Informasi dicari lewat internet , studi pustaka, literatur dan
studi lapangan / ke dunia industri terdekat .
Menanya
 Aspek ekonomis membangun kandang 10 menit
 Aspek sosial membangun kandang
 Aspek teknis lokasi kandang
 Dekat sumber air
 Jauh dari keramaian
Mengumpulkan informasi / eksperimen 30 menit
 Mengidentifikasi tentang aspek ekonomis membangun
kandang, aspek sosial membangun kandang, aspek
teknis lokasi kandang, dekat sumber air, jauh dari
keramaian

Mengasosiasi / mengolah informasi 30 menit


 Mengolah data tentang hubungan antara aspek
ekonomis membangun kandang, aspek sosial
membangun kandang, aspek teknis lokasi kandang,
dekat sumber air, jauh dari keramaian

Mengkomunikasikan 15 menit
 Wakil masing-masing kelompok mempresentasikan
hasil kerja kelompok aspek ekonomis membangun
kandang, aspek sosial membangun kandang, aspek
teknis lokasi kandang, dekat sumber air, jauh dari
keramaian di depan kelompok lainnya.

Penutup Peserta didik merefleksikan kegiatan yang telah dilakukan 15 menit


 Menyimpulkan
 Melakukan post tes
G. MEDIA PEMBELAJARAN

1. Alat : Laptop, LCD , baju praktek, masker,sepatu boat, sarung tangan, alat bedah
2. Bahan : ternak ayam potong
3. Sumber belajar :
 Dasar Kesehatan Ternak, Ir.Moh.Ekhsan, dan Ir.Retno Yuniar DA. Depdikbud Dikmenjur, 1997.
Jakarta
 Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam, Bambang Agus Murtidjo, Penerbit Kanisius, 1999.
Yogyakarta.
 Petani , peternak di sekitar lokasi peternakan.
 Kandang ayam
 Internet

H. PENILAIAN

 Penilaian Sikap ( lampiran 1 )


 Penilaian Pengetahuan ( lampiran 2 )
 Penilaian Keterampilan ( lampiran 3)

Sakra, 6 Juli 2015


Mengetahui :
Kepala SMK Negeri 1 Sakra : Guru Mata Pelajaran :

ABDUL WAHID, S.Pd Ir.ST.NURJANAH


NIP.19670528 199003 1 004 NIP.19641231 199303 2 076
LAMPIRAN. 1
INSTRUMEN & RUBRIK PENILAIAN SIKAP
SEKOLAH : SMK NEGERI 1 SAKRA SEMESTER / TH.PELAJARAN : GANJIL / 2015-2016
KELAS : X ATU MATA PELAJARAN : Dasar-dasar Pemeliharaan Ternak
TANGGUNG
DISIPLIN JUJUR SANTUN NA
NO NIS NAMA L/P JAWAB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 6922 Ahmad Junaidi L
2 6923 Aprizal Hadi L
3 6924 Artha Dadit Gerhana L
4 6925 Baiq Robiatul Adawiah P
5 6926 Bilal Irama Hanis L
6 6927 Brammadi Theo Rachman L
7 6928 Danial Saputra Anjani L
8 6929 Hafizoh P
9 6930 Hamdani L
10 6931 Hamdani Azhari L
11 6932 Hardi L
12 6933 Hendrik Kasapna L
13 6934 Irfandi Ismail L
14 6935 Julfan As'ari L
15 6936 Jupriadi L
16 6937 Lalu Ahmad Zainuddin L
17 6938 Moh.Satriawan Efendi L
18 6939 Muhamad Khairul Amri L
19 6940 Muhammad Taufik Hidayat L
20 6941 Muhammad Zaenal Hafiz L
21 6942 Muhammad Zarril Afzani L
22 6943 Mussalihin L
23 6944 Nanang Adi Permana L
24 6945 Nopa Adiputra L
25 6946 Rahman L
26 6947 Rifki Febrian L
27 6948 Rudi Santono L
28 6949 Wahyuda Istiadi L
29 6950 Yastika Ayu Maharani P
30 6951 Zainul Majdi L
Sakra, 5 Januari 2015
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah

ABDUL WAHID, S.Pd Ir.ST. NURJANAH


NIP.19670528 199003 1 004 NIP.19641231 199303 2 076
LAMPIRAN 2
PENILAIAN PENGETAHUAN

SOAL ( Pertemuan ke-1 ) :


1. Apa yang dimaksud faktor yang mempengaruhi pemilihan kandang ?
2. Mengapa pemilihan kandang harus memperhatikan jenis ternak yang dipelihara ?
3. Mengapa pemilihan kandang harus memperhatikan umur ternak ?
4. Mengapa pemilihan kandang harus memperhatikan Iklim ?
5. Mengapa pemilihan kandang harus memperhatikan tujuan produksi ?

KUNCI JAWABAN :
1. Faktor yang mempengaruhi pemilihan kandang
a. Jenis Ternak .
b. Umur Ternak
c. Iklim
d. Tujuan Produksi

2. Jenis ternak yang dipelihara


Kandang yang digunakan untuk memelihara ternak sapi dan kerbau berbeda dengan kandang yang
digunakan untuk memelihara ternak domba dan kambing,.

3. Umur ternak
Kandang yang digunakan untuk memelihara ternak yang masih anak, muda/remaja akan berbeda
dengan kandang untuk ternak dewasa. Kandang untuk anak, muda/remaja pada umumnya
mengehendaki kandang yang dapat memberikan rasa kehangatan.

4. Iklim
Negara kita Indonesia ini termasuk negara agraris beriklim tropis yang memiliki 2 musim yaitu musim
penghujan dan musim kemarau. Unsur iklim yang dapat berpengaruh terhadap pemilihan kandang
ternak diantaranya: suhu, kelembaban, curah hujan, angin, sinar matahari

5. Tujuan produksi
Dalam memilih kandang untuk memelihara ternak harus disesuaikan dengan tujuan
produksinya/usahanya

Pedoman penilaian pengetahuan


Skor maksimal untuk :

Soal no 1 Soal no 2 Soal no 3 Soal no 4 Soal no 5

6 6 6 6 6

Total skor maksimal pengetahuan : 30


Rumus Konversi Nilai :
Nilai = Jumlah skor yang diperoleh x 10 = ................
Jumlah skor maksimal

Pada contoh di atas NILAI maksimal adalah 10


SOAL ( Pertemuan ke-2 ) :
1. Sebutkan syarat kandang dari segi kesehatan
2. Mengapa letak kandang kandang induk, dara dan anak sebaiknya dipisahkan ?
3. Apa manfaat ventilasi kandang ?
4. Apa manfaat sinar matahari bagi ternak ?
5. Mengapa kelembaban berpengaruh terhadap perkembangan bibit penyakit ?
6. Apa pengaruh hujan dan angin kencang terhadap kandang ?
7. Apa manfaat pohon pelindung di kandang ?

KUNCI JAWABAN :

1. Syarat kandang dari segi kesehatan , memperhatikan faktor :


 Letak Kandang
 Ventilasi
 Sinar Matahari
 Kelembaban
 Hujan dan Angin Kencang
 Pohon Pelindung

2. Letak Kandang
Untuk menghindari penyebaran suatu penyakit, maka kandang induk, dara dan anak sebaiknya dipisahkan,
terlebih-lebih untuk ternak unggas seperti ayam. Jarak antar unit kandang, minimal selebar ukuran kandang
tersebut.

3. Ventilasi
Ventilasi kandang yang sempurna sangat menguntungkan bagi ternak yang tinggal didalam kandang, karena
ventilasi bermanfaat untuk mengeluarkan udara kotor dari dalam kandang dan menggantikan udara yang
segar dari luar kandang.

4. Sinar Matahari
. Sinar matahari pagi banyak mengandung sinar lembayung (ultraviolet) . Sinar matahari pagi sangat penting
bagi pertumbuhan dan perkembangan ternak, karena dapat membantu proses pembentukan vitamin D, dan
dapat membunuh bibit penyakit.

5. Kelembaban
Kelembaban juga akan berpengaruh terhadap perkembangan bibit penyakit, apabila kelembaban yang ada
cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan suatu penyakit, maka populasi bibit penyakit dapat meningkat.
Dengan meningkatnya populasi bibit penyakit, maka kemungkinan besar ternak terserang penyakit semakin
besar, apalagi kondisi fisik ternak dalam keadaan menurun.

6. Hujan dan Angin Kencang


Kandang hendaknya terjaga dari pengaruh hujan dan angin kencang sebab kemungkinan air hujan akan
masuk kedalam kandang atau angin kencang dapat menyebabkan bangunan kandang roboh. Untuk itu perlu
dipikirkan mengenai kekuatan bahan dalam konstruksi dan kemungkinan air masuk kedalam kandang
dihindari.
7. Pohon Pelindung
Untuk memperoleh udara segar, maka sedapat mungkin disekitar kandang ada pohon pelindung. Selain dari
itu pohon pelindung dapat juga menahan angin kencang, sehingga kandang tidak menahan angin .
Pedoman penilaian pengetahuan
Skor maksimal untuk :

Soal no 1 Soal no 2 Soal no 3 Soal no 4

10 10 10 10

Soal no 5 Soal no 6 Soal no 7

10 10 10

Total skor maksimal pengetahuan : 70


Rumus Konversi Nilai :
Nilai = Jumlah skor yang diperoleh x 10 = ................
Jumlah skor maksimal

Pada contoh di atas NILAI maksimal adalah 10

SOAL ( Pertemuan ke-3 ) :


1. Apa yang dimaksud dengan aspek ekonomis membangun kandang ?
2. Apa yang dimaksud dengan aspek sosial membangun kandang ?
3. Apa yang dimaksud dengan aspek teknis lokasi kandang ?
4. Mengapa kandang harus dekat sumber air ?
5. Mengapa kandang harus jauh dari keramaian ?

KUNCI JAWABAN :
1. Aspek ekonomis membangun kandang
Dalam membangun kandang ternak harus memperhatikan aspek ekonomisnya, yang dimaksud disini
adalah kandang yang dibangun tidak terlalu mahal, tetapi diusahakan semurah mungkin, tetapi masih
memenuhi persyaratan teknis. Yaitu ternak akan betah tinggal didalam kandang dan membuat
pertumbuhan ternak yang normal, sehat sehingga akan memberikan hasil yang optimal.

2. Aspek sosial membangun kandang


 Bau yang menyengat hidung seperti bau kotoran yang bercampur dengan sisa-sisa pakan dan
tumpahan air minum, terlebih-lebih bila kotoran atau limbah tersebut tidak dikelola dengan baik, maka
akan menyebabkan pencemaran lingkungan.
 Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, dianjurkan pada saat membangun kandang sebaiknya agak
jauh dengan tempat/rumah penduduk sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak
negatif akibat limbah/kotoran ternak yang kita usahakan.

3. Aspek teknis lokasi kandang


 Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan jalan, karena mempermudah pada saat pengadaan
sarana produksi seperti : pakan dan obat obatan, serta pemasaran hasil ternaknya.
 Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan sumber air. Disamping air digunakan untuk kebutuhan air
minum ternak, untuk membersihkan kandang dan peralatan. Jangan membangun kandang jauh dari
sumber air, karena air merupakan sumber kehidupan bagi ternak tersebut.
 Lokasi kandang sebaiknya jauh dengan keramaian, karena bisa menyebabkan stress bagi ternak
unggas tersebut, seperti ayam petelur, ayam pedaging
 Dekat dengan sumber makanan
Hampir sebagian besar pengeluaran anggaran biaya di peruntukkan untuk membeli pakan atau
konsentrat.
4. Dekat sumber air
Disamping air digunakan untuk kebutuhan air minum ternak, untuk membersihkan kandang dan
peralatan dan lain sebagainya. Jangan membangun kandang jauh dari sumber air, karena air
merupakan sumber kehidupan bagi ternak tersebut. Tanpa adanya air maka usaha peternakan tidak
mungkin akan berhasil

5. Jauh dari keramaian


karena bisa menyebabkan stress bagi ternak unggas tersebut, seperti ayam petelur, ayam pedaging

Pedoman penilaian pengetahuan


Skor maksimal untuk :

Soal no 1 Soal no 2 Soal no 3 Soal no 4 Soal no 5

6 6 6 6 6

Total skor maksimal pengetahuan : 30


Rumus Konversi Nilai :
Nilai = Jumlah skor yang diperoleh x 10 = ................
Jumlah skor maksimal

Pada contoh di atas NILAI maksimal adalah 10

Sakra, 6 Juli 2015


Mengetahui :
Kepala SMK Negeri 1 Sakra : Guru Mata Pelajaran :

ABDUL WAHID, S.Pd Ir.ST.NURJANAH


NIP.19670528 199003 1 004 NIP.19641231 199303 2 076
LAMPIRAN. 3
Penilaian Keterampilan

Kompetensi Indikator Indikator Soal Jenis Soal


Dasar Soal

Melakukan  Peserta didik dapat Peserta didik dapat Tes 1. Mengidentifikasi faktor-
perancangan mengidentifikasi 1. Mengidentifikasi Prak faktor yang
faktor-faktor yang faktor-faktor yang tek mempengaruhi pemilihan
kandang
kandang
ternak mempengaruhi mempengaruhi
pemilihan kandang pemilihan kandang 2. Mengidentifikasi
 Peserta didik dapat 2. Mengidentifikasi persyaratan kandang
mengidentifikasi persyaratan
persyaratan kandang kandang 3. Merancang bangunan
 Peserta didik dapat 3. Merancang kandang dan tata
bangunan kandang letaknya
merancang bangunan
kandang dan tata dan tata letaknya
4. Merancang konstruksi
letaknya 4. Merancang kandang
 Peserta didik dapat konstruksi kandang
merancang konstruksi 5. Mengidentifikasi 5. Mengidentifikasi
kandang spesifikasi kandang spesifikasi kandang
berdasar tipe, berdasar tipe, model,dan
 Peserta didik dapat
model,dan fungsi fungsi
mengidentifikasi
spesifikasi kandang 6. Menghitung
6. Menghitung kebutuhan
kebutuhan luas
berdasar tipe, luas kandang
kandang
model,dan fungsi
 Peserta didik dapat
menghitung
kebutuhan luas
kandang

Sakra, 6 Juli 2015


Mengetahui :
Kepala SMK Negeri 1 Sakra : Guru Mata Pelajaran :

ABDUL WAHID, S.Pd Ir.ST.NURJANAH


NIP.19670528 199003 1 004 NIP.19641231 199303 2 076
INSTRUMEN & RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN
SEKOLAH : SMK NEGERI 1 SAKRA SEMESTER / TH.PELAJARAN : GANJIL / 2015-2016
KELAS : X ATU MATA PELAJARAN : Dasar-dasar Pemeliharaan Ternak
ASPEK YANG DINILAI
Identifikasi Merancang Merancang Identifksi NILAI
Persyaratan bangunan konstruksi model
NO NIS NAMA L/P
kandang kandang kandang kandang AKHIR

25 25 25 25
1 6922 Ahmad Junaidi L
2 6923 Aprizal Hadi L
3 6924 Artha Dadit Gerhana L
4 6925 Baiq Robiatul Adawiah P
5 6926 Bilal Irama Hanis L
6 6927 Brammadi Theo Rachman L
7 6928 Danial Saputra Anjani L
8 6929 Hafizoh P
9 6930 Hamdani L
10 6931 Hamdani Azhari L
11 6932 Hardi L
12 6933 Hendrik Kasapna L
13 6934 Irfandi Ismail L
14 6935 Julfan As'ari L
15 6936 Jupriadi L
16 6937 Lalu Ahmad Zainuddin L
17 6938 Moh.Satriawan Efendi L
18 6939 Muhamad Khairul Amri L
19 6940 Muhammad Taufik Hidayat L
20 6941 Muhammad Zaenal Hafiz L
21 6942 Muhammad Zarril Afzani L
22 6943 Mussalihin L
23 6944 Nanang Adi Permana L
24 6945 Nopa Adiputra L
25 6946 Rahman L
26 6947 Rifki Febrian L
27 6948 Rudi Santono L
28 6949 Wahyuda Istiadi L
29 6950 Yastika Ayu Maharani P
30 6951 Zainul Majdi L
Sakra, 5 Juli 2015
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah

ABDUL WAHID, S.Pd Ir.ST. NURJANAH


NIP.19670528 199003 1 004 NIP.19641231 199303 2 076
Contoh Pengolahan Nilai :

Nilai Akhir maksimal = (4x25)+(4x25)+(4x25)+(4x25) = 400 = 100 = 4,00 = A


4 4
Nilai Akhir (contoh ) = (4x25)+(3x25)+(4x25)+(3x25) = 350 = 87,5 = 3,18 = B+
4
Rubrik Penilaian Keterampilan

Aspek Skor Kriteria


Mengidentifikasi 4 Mampu melakukan identifikasi persyaratan kandang.
persyaratan 3 Cukup mampu melakukan identifikasi persyaratan kandang
kandang 2 Kurang mampu melakukan identifikasi persyaratan kandang
1 Tidak mampu melakukan identifikasi persyaratan kandang
Merancang 4 Mampu merancang bangunan kandang dan tata letaknya
bangunan 3 Cukup mampu merancang bangunan kandang dan tata letaknya
kandang dan 2 Kurang mampu merancang bangunan kandang dan tata letaknya
tata letaknya 1 Tidak mampu merancang bangunan kandang dan tata letaknya

4 Mampu merancang konstruksi kandang


Merancang
3 Cukup mampu merancang konstruksi kandang
konstruksi
2 Kurang mampu merancang konstruksi kandang
kandang
1 Tidak mampu merancang konstruksi kandang
Mengidentifikasi 4 Mampu mengidentifikasi tipe, model, fungsi kandang
spesifikasi 3 Cukup mampu mengidentifikasi tipe, model, fungsi kandang
kandang 2 Kurang mampu mengidentifikasi tipe, model, fungsi kandang
berdasar tipe, 1 Tidak mampu mengidentifikasi tipe, model, fungsi kandang
model,dan
fungsi

Sakra, 6 Juli 2015


Mengetahui :
Kepala SMK Negeri 1 Sakra : Guru Mata Pelajaran :

ABDUL WAHID, S.Pd Ir.ST.NURJANAH


NIP.19670528 199003 1 004 NIP.19641231 199303 2 076

Anda mungkin juga menyukai