Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL

RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN

RUMAH PRODUKSI 3R

RECYCLE, REDUCE, REUSE

KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI


PROVINSI RIAU
BAB I

PENDAHULUAN

A. DASAR PEMIKIRAN

Terobosan terobosan yang telah di temukan oleh pemerintah


setempat melalui kebijakannya terkait kenyamanan lingkungan hidup,
akan terasa sia-sia tanpa adanya respon positif dari masyarakat yang
ikut andil dalam penanganan hal ini , Kita menganggap ada ketidak
wajaran apabila masyarakatnya sendiri yang tidak perduli akan
lingkungannya yang hanya menunggu dan berharap lingkungannya
menjadi lingkungan yang sehat dan bersih. Karena pada umumnya
sampah yang ada di masyarakat mayoritas adalah sampah rumah
tangga yang masih bisa di manfaatkan baik untuk di daur ulang
maupun dijadikan hasil karya serta di lakukan pengomposan.
Kemudian Jarak TPS yang cukup jauh dari pemukiman warga
juga yang menjadi motifasi Kita untuk turut serta dalam melakukan
penanganan, serta akses yang sulit untuk di jangkau oleh armada
pengangkutan TPA oleh dinas kebersihan dan pertamanan, hal ini
menjadi salah satu penyebab kenapa sampah-sampah yang ada di
lingkungan tidak tertata di tempat yang telah di sediakan sebagaimana
mestinya. Walaupun sudah dipastikan setiap lingkungan memiliki
petugas-petugas yang dihususkan untuk menatanya, terlebih lagi dari
setiap sampah yang di hasilkan dan akan di tata ke tempat yang telah
dihasilkan masyarakat harus mengeluarkan biaya partisipasi
alakadarnya dan seikhlasnya untuk itu. Hal ini pula yang selanjutnya
Kita anggap sedikit merubah rasa keperdulian masyarakat akan
lingkungan, dengan mengganti tanggung jawabnya dengan uang yang
di keluarkan. Sehingganya masyarakat seolah menyerahkan tanggung
jawab tersebut kepada petugas yang mereka anggap telah di berikan
haknya. Hal ini sebagai cermin kultur masyarakat yang konsumtif
tanpa menyeimbangkan dengan sikap masyarakat yang produktif.
Maka dengan sendirinya lambat laun budaya masyarakat yang manja
dan gengsi melakukan hal yang baik bagi dirinya akan menjamur
sebagai sebuah tradisi.
Selanjutnya bahwa sampah yang di angkut menuju TPA adalah
pilihan terakhir apabila sampah tersebut sudah tidak menemukan jalan
keluar dalam pengolahannya,maka alangkah disayangkannya apabila
masyarakat sendiri tidak berusaha mencoba mengolah sampah yang
di hasilkan menjadi sesuatu barang yang dapat digunakan dan
bermanfaat lagi. Baik yang dapat bermanfaat menjadi barang yang
dapat di gunakan kembali, maupun yang bermanfaat untuk
penghasilan dari nilai jual hasil pengolahan sampah tersebut.
Kemudian yang Kita tuangkan berikutnya adalah terkait kondisi
pemberdayaan manusianya, dimana kondisi masyarakat khususnya
pemuda kekurangan lapangan pekerjaan, dan kemampuan tekhnik
serta keterbatasan pendidikan. Dimana lapangan pekerjaan di
lingkungan Kita sering memberikan peluang untuk tenaga kerjanya
yang kemudian peluang tersebut sulit untuk Kita akses karena kondisi
SDM masyarakat Kita maupun dari keterbatasan kemampuan dan
pendidikan yang Kita miliki. Mudah-mudahan niat baik yang tulus
dilakukan oleh para pemuda dapat menjadi siasat dalam menyikapi
permasalahan di sekitar lingkungannya . dan berikutnya dapat
mencetak pemuda-pemuda yang berkwalitas dalam menciptakan
lapangan pekerjaan serta mampu bersaing di era globalisasi seperti
sekarang ini.
Dari sektor pasar permintaan bahan baku plastik yang berasal
dari limbah plastik sangat tinggi. Hal ini mengingat bahan bakunya
lebih murah dari bahan baku aslinya. Diperkirakan permintahaan
bahan baku dari limbah tidak akan pernah jenuh atau tidak akan dapat
menggantikan bahan baku aslinya. Hingga saat ini pemenuhan
permintaan bahan baku dari plastik daur ulang belum mencapai 5%
dari total permintaan.
industri daur ulang plastik merupakan industri yang mengolah
limbah plastik menjadi bahan baku industri plastik.
Industri daur ulang plastik disini adalah industri yang
menghancurkan/menggiling limbah plastik , seperti : ember/ gelas dan
botol plastik, fiber-fiber dan paralon bekas menjadi biji plastik.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud pembuatan proposal adalah sebagai berikut :
1. Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan usaha
2. Sebagai alat untuk menentukan kelayakan kegiatan usaha
3. Sebagai pedoman penilaian pelaksanaan kegiatan usaha.

Adapun tujuan pembuatan proposal adalah sebagai berikut :

1. Membantu wirausahawan untuk mengembangkan dan menguji


strategi dan hasil yang diharapkan dari sudut pandang pihak lain.
2. Untuk mencari dan membina karyawan, serta untuk
mendapatkan sumber finansial guna meluaskan dan
mempertahankan kesinambungan usaha.
3. Membantu program pemerintah dalam rangka pengelolaan
limbah dengan cara mendaur ulang sampah.
4. Untuk mengembangkan kreatifitas dalam bidang usaha sebagai
bentuk pembelajaran diri dalam bidang berwirausaha
BAB II

ASPEK PERENCANAAN USAHA

A. ASPEK PEMASARAN
Adapun aspek pemasaran kegiatan usaha ini meliputi sebagai berikut
a. Produk dan Segmentasi pasar
Produk yang dihasilkan dari kegiatan usaha ini adalah biji plastik
dengan tipe Biji Plastik HDPE ( High Density PolyEthylene ) , Biji
Plastik PP (PolyPropylene), Biji Plastik PS (PolySthyrene). Adapun
bahan baku produksi berasal dari plastik bekas seperti ember,
paralon, botol plastik, gelas plastik, fiber dan sebagainya.
Segmentasi pasar usaha ini adalah industri-industri plastik yang
membutuhkan biji plastik sebagai bahan bakunya seperti misalnya
Industri Kantong Plastik, Industri Boneka Plastik dan lain
sebagainya.

b. Potensi Pasar
Berdasarkan deskripsi diatas maka dapat disimpulkan bahwa
potensi pasar biji plastik ini sangat besar. Permintaan bji plastik
sangat tinggi mengingat bahwa hampir semua peralatan rumah
tanga banyak menggunakan peralatan berbahan jenis plastik.

c. Gambaran Pesaing
Di Kabupaten Kepulauan Meranti khususnya kota selatpanjang ada
satu pelaku bisnis di usaha ini. Namun pesaing tersebut belum
menjalankan usaha dengan sistem dan manajemen yang mutahkir
dan terkoordinir sehingga produksi tidak teratur.
B. ANALISA SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity, Threatment )
- Strength (Kekuatan)
Bahan baku plastic sebagai kategori sampah anorganik atau
sampah yang tidak mudah hancur dengan sendirinya, menjadi
kelebihan tersendiri karena pengusaha tidak akan takut basi atau
rusak saat menumpuk bahan baku dalam jumlah banyak.
- Weakness (Kelemahan)
Modal yang dibutuhnya cukup besar untuk membeli mesin. Harus
selalu sedia uang tunai untuk membeli bahan baku dari pemulung.
Bau yang tidak sedap yang menimbulkan berbagai penyakit.
- Opportunity (Peluang)
Peluang usaha yang masih luas dalam bidang pengolahan
sampah. Bahan baku mudah didapat dan murah harganya.
Permintaan biji plastic yang meningkat dari luar negeri menjadi
peluang besar.
- Threat (Ancaman)
Mesin penggiling plastic yang menggunakan pisau crusher,
beresiko terjadi kecelakaan kerja pada operator saat mengganti
atau membersihkan pisau tersebut.

C. ASPEK TEKNIS DAN PRODUKSI


a. Teknis
1. Lokasi Usaha
Lokasi usaha yang Kita beralamat di Alahair Jl. H.Sidiq , dengan
luas tempat usaha 300 m2. Adapun lokasi usaha tersebut dekat
dengan tersedianya bahan baku.
2. Teknologi
Dalam membangun usaha ini Kita menggunakan teknologi
mesin pencacah dengan kapasitas 500kg/jam

b. Produksi
Adapun rangkaian produksi meliputi :
1. Pengumpulan bahan baku
Bahan baku didapatkan dengan beberapa cara :
a. Membeli melalui pemulung
b. Kontrak kerjasama dengan rumah makan, hotel, pujasera,
komplek pertokoan dan komplek perkantoran
c. Kontrak kerjasama dengan pengepul

Bahan baku yang sudah didapat dikumpulkan dalam wadah


penampungan utama didalam lokasi produksi

2. Proses Sortir
Bahan baku yang terkumpul pada wadah penampungan utama
akan disortir berdasarkan jenis plastik. Plastik tersebut di pilah,
dibersihkan dan dikumpulkan kedalam wadah sortir sesuai
dengan tipe jenis plastik. Adapun tujuannya agar proses
penggilingan lebih mudah serta hasil produksi dapat dipilih
berdasarkan tipe biji plastik.
3. Proses Penggilingan/Pencacahan
Setelah di sortir. Bahan Baku tersebut akan di cacah sesuai
klasifikasi jenis plastik. Adapun proses pencacahan ini dapat
dilakukan apa bila bahan baku dengan satu jenis klasifikasi
telah mencapai kapasitas 3 ton.
4. Proses Pencucian/Washing
Setelah Bahan baku di giling/cacah maka dihasilkan biji plastik.
Biji plastik tersebut di cuci dengan air bersih agar terpisah
antara biji plastik dan sisa kotoran sampah (tanah, pasir).
5. Proses Penjemuran
Setelah biji plastik dicuci maka akan dijemur agar kering dan
tidak lembab
6. Proses pengepakan
Biji plastik yang sudah dicuci dan dijemur akan di kemas
kedalam karung berukuran 25 Kg

D. ASPEK MANAJEMEN
Pengertian Manajemen menurut James A.F. Stoner adalah
proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan
usaha -usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya
- sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi
yang telah ditetapkan. Adalah untuk mencapai tujuan organisasi dan
pribadi, untuk menjagakeseimbangan di antara tujuan- tujuan yang
saling bertentangan, serta untukmencapai efesiensi dan efektifitas.
Dimana efisiensi adalah kemampuan untukmenyelesaikan suatu
pekerjaan dengan benar, sedangkan efektifitas
merupakankemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau
peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.Organisasi dapat diartikan suatu kelompok fungsional
yangdialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar
tujuan organisasidapat tercapai dengan efisien. Agar suatu pekerjaan
dapat dikerjakan oleh orangyang tepat, maka diperlukan syarat yang
harus dipenuhi oleh orang tersebut,yang sering disebut dengan
kualifikasi/spesifikasi personalia. Proses perencanaan sumber daya
manusia ini dapat diperoleh melalui rekrutmen tenagakerja, seleksi
serta orientasi bagi tenaga kerja.
a. Struktur Organisasi
Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan
perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-
fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang
menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab
yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Terdapat dua aspek
utama proses penyusunan struktur organisasi adalah
Departementalisasi dan Pembagian kerja. Dimana
departementalisasi merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan
kerja suatu organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis dan
saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Sedangkan
pembagian kerja adalah perincian tugas pekerjaan agar setiap
individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan
melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas.Struktur
organisasi yang diusulkan menganut sistem pelimpahan wewenang
sentralisasi, hal ini bertujuan agar kebijakan yang seragam dapat
meminimalkan kompleksitas permasalahan. Selain itu dalam
sebuah industri pencacahan , wewenang untuk memberi keputusan
dimaksudkan agar operasinya dapat berjalan lancar sehingga
sesuai dengan hasil yangdiharapkan yaitu untuk mencapai profit
yang tinggi.
Kegiatan usaha biji plastik ini memiliki 4 karyawan yang bertugas
didalam produksi, gudang dan distribusi sedangkan untuk
pemasaran dan keuangan dipegang oleh pihak pemilik sendiri.

E. ASPEK KEUANGAN
Evaluasi aspek keuangan biasanya dilakukan setelah evaluasi
aspek aspek lain selesai dilakukan. Selama evaluasi aspek ini dihitung
perkiraan jumlah dana yang diperlukan, baik untuk pengadaan
investasi proyek maupun kebutuhan dana modal kerja awal.
Disamping jumlah kebutuhan dana pembiayaan dan sumber dana,
juga akan dipelajari struktur pembiayaan bagaimana yang paling
menguntungkan dan berapa bagian dari jumlah kebutuhan dana
tersebut dapat atau wajar untuk dibiayai dengan pinjaman dari pihak
ketiga, dari mana sumbernya dan berapa biayanya. Dari segi
keuangan atau finansial, proyek dikatakan layak apabila dapat
memberikan keuntungan dan mampu memenuhi kewajiban
finansialnya.
a. Penentuan Biaya Penentuan biaya merupakan hal yang sangat
penting karena dibutuhkan sebagai patokan dalam penentuan
jumlah dana yang dibutuhkanuntuk merealisasikan suatu proyek.
Hal ini dapat dilihat secara jelas pada neraca awal. Adapun yang
termasuk didalamnya adalah:
- Aktiva lancar Kas, Piutang dan persediaan merupakan salah
satu yang termasuk dalam aktiva lancar.
- Aktiva tetap Kendaraan, tanah, bangunan, mesin, peralatan dan
perlengkapan kantor, pra operasional merupakan yang
termasuk dalam aktiva tetap.
- Kewajiban dan modal Sejumlah dana yang dibutuhkan untuk
merealisasikan proyek tersebut yang diperoleh baik dari utang
kepada bank maupun dari investasi pribadi.

1. Biaya Investasi Awal

NILAI
NO JENIS INVESTASI PEROLEHAN
1 Sewa Lahan 5 Tahun Rp. 30.000.000,-
2 Bangunan (Rumah Mesin) Rp. 30.000.000,-
3 Kendaraan Kaisar Rp. 27.000.000,-
4 PERALATAN MESIN & INSTALASI
1. Mesin Pencacah Rp. 32.000.000,-
2. Mesin Penggiling Rp. 53.000.000,-
3. Bak Sortir Rp. 4.000.000,-
4. Bak Utama Rp. 6.000.000,-
5. Bak Air Rp. 13.000.000,-
6. Pelantar Jemur Rp. 3.000.000,-
7. Safety Working Rp. 3.000.000,-
8. Perlengkapan Lain Rp. 2.000.000,-
9. Tangki Air Rp. 2.000.000,-
Total Investasi Rp. 205.000.000,-

2. Anggaran Biaya Produksi

I Bahan Baku
a. Persediaan Awal Rp.
Bahan Baku
b. Pembelian Bahan
Baku 4 Ton Rp. 4.400.000,-
(Rp.1.100/Kg)
Pemakaian Bahan Baku Rp. 4.400.000,-
II Biaya Produksi
a. Biaya PLN Rp. 250.000,-
b. Biaya Gaji Rp. 4.000.000,-
c. Minyak Mesin Rp. 1.500.000,-
d. Biaya Perawatan dan
Perbaikan Mesin Rp. 500.000,-
e. Biaya Pengepakan Rp. 700.000,-
f. Biaya Operasional Rp. 900.000,-
g. Biaya Pengiriman Rp. 5.000.000,-
Jumlah Biaya Produksi Rp. 12.850.000
Harga Pokok Penjualan Rp. 17.250.000
3. Perencanaan Laba Rugi

I Harga Pokok Penjualan


- Produksi per-bulan
sebanyak 4 Ton
Harga Pokok Penjualan Rp.17.250.000,-
II Nilai Penjualan
Biji Plastik 4 Ton Rp. 15.000,-
Nilai Penjualan 4 Ton x Rp. 15.000,- Rp. 60.000.000
Proyeksi Profit ( II – I) Rp. 42.750.000
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Limbah plastik dapat di daur ulang kembali menjadi barang barang


yang bernilai jual ekonomis.
2. Dengan memanfaatkan limbah plastik, kita juga dapat membantu
pemerintah dalam rangka konsep upaya pemanfaatan limbah yang
merupakan upaya untuk membangun usaha kecil menengah
(UMKM) di indonesia.
3. Menurut Kita usaha ini dapat berkembang dan mencapai
keberhasilan. Kita sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan
terus berkembang karena dilakukan oleh orang-orang yang
mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. Penulis
sadar bahwa dalam penyusunan proposal
ini masih banyak terdapat kesalahan yang terdapat didalamnya
mengingat penulis hanya manusia biasa yang tak luput dari
kesalahan. Oleh karena itu, penulis memohon kritik dan saran yang
bersifat membangun dari pembaca agar menjadikan motifasi bagi
penulis agar menjadi lebih baik lagi.