Anda di halaman 1dari 126

BORANG AKREDITASI INSTITUSI

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BINANIAGA

BOGOR – JAWA BARAT


2014
DAFTAR ISI

Halaman:

Daftar Isi …………………………………………………………………………………… 1

Identitas Institusi Perguruan Tinggi ……………………………………………………… 2

Identitas Tim Inti Pengisi Borang Akreditasi Institusi


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga ……………………………………………….. 3

Kata Pengantar …………………………………………………………………………… 5

Ringkasan Eksekutif ……………………………………………………………………… 6

Standar 1
Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Serta Strategi Pencapaian …………………………. 11

Standar 2
Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu ………. 36

Standar 3
Mahasiswa dan Lulusan …………………………………………………………………. 62

Standar 4
Sumber Daya Manusia ………………………………………………………………….. 81

Standar 5
Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik …………………………………… 88

Standar 6
Pembiayaan, Prasarana, Sarana, dan Sistem Informasi ……………………………. 98

Standar 7
Penelitian, Pelayanan / Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama ………… 112

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 1


IDENTITAS INSTITUSI PERGURUAN TINGGI

Institusi Perguruan Tinggi : SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BINANIAGA

Alamat : Jl. Raya Pajajaran No. 100 – Bogor, 16153

Nomor Telpon : 0251-8360688

Nomor Faksimili : 0251-8354558

E-mail dan Website : informasi@stiebinaniaga.ac.id, www.stiebinaniaga.ac.id

Nomor SK Pendirian PT (*) : 44/D/O/1993

Tanggal SK Pendirian PT : April 1993

Pejabat Penandatangan
SK Pendirian PT : Direktur Jendral Pendidikan Tinggi

Tahun Pertama Kali


Menerima Mahasiswa : 1993

Peringkat Terbaru
Akreditasi Institusi : -

Nomor SK BAN-PT : -

(*) : Lampirkan fotokopi SK terakhir.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 2


IDENTITAS TIM INTI PENGISI BORANG AKREDITASI INSTITUSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BINANIAGA

Nama : YULI ANWAR, SE., M.Ak.


NIDN : 0412036901
Jabatan : Ketua
Tanggal Pengisian : 21-07-2014
Tanda Tangan :

Nama : PRIYO WISMANTORO, Drs., MM.


NIDN : 0419036602
Jabatan : Pembantu Ketua Bidang Akademik
Ketua Program Studi Diploma III Akuntansi
Tanggal Pengisian : 21-07-2014
Tanda Tangan :

Nama : DEDY MULYADI, S.Si.


NIDN : 0412116902
Jabatan : Pembantu Ketua Bidang Keuangan dan Kemahasiswaan
Tanggal Pengisian : 21-07-2014
Tanda Tangan :

Nama : YUSTIANA WARDHANI, S.Hut., MM.


NIDN : 0403117802
Jabatan : Ketua Program Studi Strata 1 Manajemen
Tanggal Pengisian : 21-07-2014
Tanda Tangan :

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 3


Nama : SUJANA, SE., MM.
NIDN : 0415066502
Jabatan : Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI)
Tanggal Pengisian : 21-07-2014
Tanda Tangan :

Nama : EPON SOPIAH, S.IP.


NIDN : -
Jabatan : Kepala Perpustakaan
Tanggal Pengisian : 21-07-2014
Tanda Tangan :

Nama : MERIANA SURYANI, A.Md.


NIDN : -
Jabatan : Kepala BAAK
Tanggal Pengisian : 21-07-2014
Tanda Tangan :

Nama : M. HARI ARIFIN, Drs.


NIDN : -
Jabatan : Staf Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI)
Tanggal Pengisian : 21-07-2014
Tanda Tangan :

Nama : WARTOYO HADI, SE., MM.


NIDN : 0009035501
Jabatan : Dosen Tetap STIE Binaniaga
Tanggal Pengisian : 21-07-2014
Tanda Tangan :

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 4


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rakhmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Binaniaga sesuai dengan
waktu yang ditentukan.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Binaniaga dikelola sesuai dengan visi, misi
dan tujuan STIE Binaniaga sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang menjadi alat
perjuangan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menjadi pusat kebudayaan
dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Borang Akreditasi Institusi ini merupakan salah satu syarat kelengkapan untuk
akreditasi institusi melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai badan independen yang ditunjuk oleh
pemerintah.

Pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh
sivitas akademika yang telah memberi perhatian, dukungan, bantuan, dan kerja
kerasnya, khususnya kepada Tim Pengisi Borang, dalam penyelesaian Borang Akreditasi
Institusi STIE Binaniaga ini. Kami berharap bahwa Borang Akreditasi Institusi STIE
Binaniaga ini dapat memberikan informasi sejelas-jelasnya tentang STIE Binaniaga,
serta sesuai harapan dalam Akreditasi Institusi 2014.

Bogor, 21 Juli 2014


Ketua Tim Pengisi Borang

YULI ANWAR, SE., M.Ak.


Ketua STIE Binaniaga

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 5


RINGKASAN EKSEKUTIF

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Binaniaga merupakan salah satu perguruan tinggi
swasta di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, yang telah berdiri sejak tahun 1993 dan
hingga kini tetap survive serta diakui masyarakat dan pemerintah sebagai salah satu
perguruan tinggi swasta di Indonesia. Institusi STIE Binaniaga saat ini memiliki dua
program studi yaitu Strata 1 Manajemen dan Diploma III Akuntansi yang kedua program
studi tersebut telah terakreditasi BAN-PT yang tertuang dalam keputusan BAN-PT nomor
021/BAN-PT/Ak-XIII/S1/X/2010 untuk program studi Strata 1 Manajemen dan nomor
158/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-III/VI/2014 untuk program studi Diploma III Akuntansi. Kini
STIE Binaniaga mengajukan akreditasi institusi setelah melakukan berbagai evaluasi,
perbaikan, dan kemajuan, bukan saja untuk mendapatkan pengakuan dari BAN-PT,
namun juga mendapat pengakuan dari sivitas akademika, stakeholder, dan masyarakat di
Indonesia.
Penentuan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran STIE Binaniaga dikaji dari berbagai masukan
yang melibatkan sejumlah pihak seperti pimpinan STIE Binaniaga, program studi, alumni,
pengguna alumni, para pakar serta stakeholders yang kompeten dan relevan.
Visi STIE Binaniaga adalah:
Pada tahun 2015 menjadi Institusi yang dapat memberikan kontribusi perkembangan ilmu
Manajemen dan Akuntansi melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.
Misi STIE Binaniaga adalah:
1. Menyelenggarakan pendidikan dalam lingkup Manajemen dan Akuntansi.
2. Melaksanakan penelitian khususnya di bidang Manajemen dan Akuntansi.
3. Melaksanakan pengabdian masyarakat khususnya di bidang Manajemen dan
Akuntansi.
4. Melaksanakan kerjasama ekternal dengan stakeholder.
Tujuan STIE Binaniaga adalah:
1. Menghasilkan lulusan yang unggul pada bidang ilmu manjemen dan akuntansi.
2. Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan untuk kepentingan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
3. Mengembangkan kapasitas tata kelola dan sumber daya yang baik.
4. Meningkatkan kerjasama diberbagai bidang untuk meningkatkan mutu Tridharma
Perguruan Tinggi.
5. Mengembangkan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal baik akademik
maupun non akademik agar menghasilkan sistem pendidikan yang berkualitas.
6. Meningkatkan citra Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga di masyarakat, kalangan
perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah.
Pernyataan Visi, Misi, dan Tujuan STIE Binaniaga merupakan acuan bagi Visi, Misi,
Tujuan, dan Sasaran seluruh program studi, bagian, pusat, serta semua unit kegiatan
pendukung yang ada di STIE Binaniaga. Strategi pecapaian Visi STIE Binaniaga
dilaksanakan oleh semua program studi, bagian, pusat, serta semua unit kegiatan
pendukung hingga pencapaian setiap indikator dapat sesuai target.
Secara umum, pelaksanaan dan pengembangan semua kegiatan di STIE Binaniaga
mengacu kepada Rencana Strategis (RENSTRA).
Institusi STIE Binaniaga mempunyai struktur organisasi yang memadai dari tingkat
institusi sampai unit-unit yang mendukung kegiatan operasional seluruh aktivitas
akademik, administrasi dan keuangan, kemahasiswaan dan alumni, serta hubungan
antar institusi. Sistem tata pamong STIE Binaniaga terangkum dalam Statuta STIE
Binaniaga, perundang-undangan dan peraturan tentang pendidikan tinggi dari
Kemendikbud yang berlaku.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 6


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga merupakan lembaga pendidikan tinggi yang
memiliki tugas dan fungsi melaksanakan pendidikan untuk bidang ilmu pada jenjang D3
dan S1. Saat ini STIE Binaniaga memiliki dua program studi yaitu Strata 1 Manajemen
dan Diploma III Akuntansi. Institusi STIE Binaniaga dipimpin oleh seorang Ketua, yang
merupakan pimpinan tertinggi institusi sekolah tinggi dalam pengelolaan dan
pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, membina
dosen, mahasiswa, pegawai administrasi, serta pelaksanaan hubungan dan atau
kerjasama dengan pihak-pihak di luar institusi STIE Binaniaga. Dalam melaksanakan
tugasnya, Ketua dibantu oleh tiga Pembantu Ketua untuk mewujudkan pelaksanaan
Tridharma Perguruan Tinggi di STIE Binaniaga. Dalam melaksanakan tugasnya, Ketua
STIE Binaniaga bertanggungjawab kepada Yayasan Binaniaga.
Pola kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif / bersama-sama di antara pimpinan
lainnya, namun keputusan akhir berada pada Ketua STIE Binaniaga pada tingkat institusi,
setelah mempertimbangkan masukan-masukan yang ada. Pola kepemimpinan ini telah
berjalan kondusif serta memungkinkan terjadinya pemerataan sumber daya. Hal ini
ditunjukkan dengan lancarnya proses akademik, administrasi dan keuangan serta bidang
kemahasiswaan selama ini. Mekanisme ini pada akhirnya dapat menciptakan tata
laksana proses belajar mengajar dan program kerja yang telah ditetapkan berjalan lancar.
Pola kepemimpian di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga, dalam hal pengambilan
keputusan, menganut sistem sentralisasi untuk bidang administrasi, keuangan dan
sumberdaya manusia, serta sistem desentralisasi untuk bidang akademik dan
kemahasiswaan.
Sistem pengelolaan STIE Binaniaga mengacu pada berbagai ketentuan yang ada di
Statuta, Rencana Strategis, Rencana Operasional dan Surat Keputusan Ketua.
Pengelolaan mutu secara internal pada tingkatan institusi STIE Binaniaga dilaksanakan
oleh Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI). Dalam kerjanya, P2MI akan mengawasi
kinerja masing-masing unit kerja di STIE Binaniaga setiap akhir semester pada jadwal
yang sudah ditentukan. Instrumen untuk melakukan penilaian adalah Manual Mutu dari
unit kerja yang diawasi, Instruksi Kerja / SOP, dan dokumen / arsip yang dimiliki oleh unit
kerja tersebut.
Sistem penerimaan mahasiswa baru dituangkan dalam panduan penerimaan mahasiswa
baru STIE Binaniaga. Pendaftaran mahasiswa baru program sarjana dan diploma STIE
Binaniaga dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui pendaftaran langsung dan sistem
pendaftaran online. Ujian saringan bagi siswa yang akan masuk ke STIE Binaniaga
adalah ujian tertulis dan wawancara. Calon mahasiswa lulusan tingkat SLTA tiga tahun
terakhir yang berprestasi akademik dan non akademik dapat mengikuti test masuk STIE
Binaniaga melalui jalur beasiswa sampai 100% biaya pendidikan khusus untuk program
studi Diploma III Akuntansi. Kami menyebutnya sebagai kelas ISRP (Institute Social
Responsibility Project). Beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi akademik di STIE
Binaniaga diperoleh dari pemerintah melalui KOPERTIS wilayah IV dengan jenis
beasiswa BPPA (Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik) dan BBBM (Beasiswa
Bantuan Belajar Mahasiswa). Kegiatan mahasiswa di STIE Binaniaga diwadahi dalam
kegiatan yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif
Mahasiswa (BLM) yang didalamnya juga terdapat Unit-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
sesuai dengan minat dan bakat untuk mewadahi kegiatan seni, olah raga, dan softskill.
Mahasiwa STIE Binaniaga menunjukkan prestasi secara akademik dan non-akademik,
dalam tingkat lokal, wilayah, dan nasional. Institusi STIE Binaniaga telah memiliki Pusat
Karir dan Alumni (PKA) untuk membantu mahasiswa dan lulusannya dalam bimbingan
karir dan informasi kerja.
Institusi STIE Binaniaga memiliki himpunan alumni dengan nama IKA STIE Binaniaga
(Ikatan Alumni STIE Binaniaga). Kegiatan IKA STIE Binaniaga banyak terjadi di tingkat
institusi STIE Binaniaga untuk memberi masukkan dalam pengembangan STIE

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 7


Binaniaga. Ikatan Alumni STIE Binaniaga berperan aktif dalam menyumbangkan bantuan
dana, buku, dan fasilitas lainnya.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Binaniaga telah memiliki ketentuan yang mengatur
tentang sistem perekrutan dan pengelolaan sumber daya manusia berupa Peraturan
Kepegawaian STIE Binaniaga. Jumlah Dosen Tetap di STIE Binaniaga adalah 12 orang,
Pendidikan Dosen Tetap STIE Binaniaga yang memiliki kualifikasi S3 sebanyak 1 orang
dan S2 sebanyak 11 orang. Saat ini, dua orang Dosen Tetap berkualifikasi S2 sedang
melanjutkan pendidikanya ke jenjang S3 dengan fasilitas beasiswa dari Yayasan
Binaniaga. Institusi STIE Binaniaga telah pula menetapkan bahwa seluruh dosen yang
mengajar di STIE BINANIAGA minimal berpendidikan S2 untuk jenjang diploma dan
sarjana. Institusi STIE Binaniaga memiliki tenaga kependidikan sebanyak 17 orang
dengan profesi sebagai pustakawan, laboran, teknisi, operator, administrasi, petugas
kebersihan, petugas keamanan. Pendidikan akhir tenaga kependidikan adalah S2
sebanyak 1 orang; S1 sebanyak 6 orang; D3 sebanyak 1 orang; D2 sebanyak 1 orang;
SMA/SMK sebanyak 7 orang. Institusi STIE Binaniaga berusaha meningkatkan kualifikasi
dan kompetensi tenaga kependidikan melalui jalur pendidikan formal dan informal.
Peningkatan pendidikan formal diantaranya mengijinkan melanjutkan pendidikannya ke
jenjang S1 atau S2. Pendidikan non formal tenaga kependidikan STIE Binaniaga
dilakukan dengan pelatihan bidang bahasa Inggris, komputer, keuangan, perputakaan,
dan pelayanan prima.
Sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja akademik dan dosen serta
tenaga kependidikan telah dilakukan pihak STIE Binaniaga. Sebaliknya kepuasan dosen
dan tenaga kependidikan disurvei oleh P2MI juga telah dilakukan tindak lanjutnya.
Pengembangan kurikulum di STIE Binaniaga mengacu pada Visi dan Misi STIE Binaniaga
Kurikulum yang berlaku pada program studi disebut kurikulum operasional. Kurikulum
operasional tersebut menggambarkan kompetensi lulusan yang akan dihasilkan dan
selalu disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan dunia kerja. Peninjauan
kurikulum dilakukan minimal dalam waktu dua tahun terhitung sejak kurikulum
diberlakukan. Pelaksanakan monitoring dan evaluasi pengembangan kurikulum
melibatkan stakeholders, yaitu dosen, mahasiswa, alumni, pengguna, serta Pusat
Penjaminan Mutu Internal (P2MI). Struktur kurikulum operasional pada program sarjana
dan diploma di STIE Binaniaga ditata mengacu kepada peraturan perundangan yang
berlaku yaitu : MKP (Mata Kuliah Pengembangan dan Kepribadian), MKK ( Mata Kuliah
Keilmuan dan Keterampilan), MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya), MPK (Mata kuliah
Perilaku Berkarya, MBB ( Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat). Dalam kurikulum
semua program studi sarjana dan diploma, selain terdapat matakuliah wajib yang
ditetapkan perundangan, yaitu Agama, Bahasa Indonesia, Pancasila dan
Kewarganegaraan, Kurikulum di STIE BINANIAGA juga mewajibkan adalah mata kuliah
Kewirausahaan yang bertujuan memberi kemampuan mahasiswa dan lulusannya memiliki
jiwa mandiri dalam berusaha. Sistem pembelajaran di STIE Binaniaga mengacu kepada
Standar Penjamin Mutu yang di buat oleh Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI). Bagian
Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) STIE Binaniaga merupakan
pelaksana monitoring harian pembelajaran meliputi : input kehadiran dosen dan
mahasiswa dalam perkuliahan dan input materi perkuliahan. Monitoring dan evaluasi
pembelajaran meliputi kehadiran dosen dan kesesuaian SAP dengan materi dosen
dalam perkuliahan. Hasil monitoring dan evaluasi pembelajaran di laporkan ke Ketua
Program Studi untuk ditindak lanjuti. Suasana akademik di STIE Binaniaga dibangun oleh
sivitas akademika dengan adanya kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.
Suasana akademik di STIE Binaniaga dibangun dengan rasa tanggung jawab, kejujuran,
dan bersifat ilmiah. Kebebasan akademik di STIE BInaniaga dilaksanakan dosen dengan
diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi dan disiplin keilmuan yang dimiliki.
Kebebasan mimbar akademik di STIE Binaniaga dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan
program terencana untuk memungkinkan dosen dan mahasiswa menyampaikan pikiran
dan pendapat akademik dalam forum akademik, seperti seminar, bedah buku, lokakarya,

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 8


dan pameran. Forum akademik dapat dilaksanakan sesuai dengan bidang ilmu dan
bidang peminatan sivitas akademika. Otonomi keilmuan di STIE Binaniaga merupakan
kemandirian dan kebebasan suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi yang
dilakukan secara bottom-up. Dalam upaya melaksanakan kebebasan mimbar Program
Studi diberi otonomi yang luas untuk mengembangkan bidang keilmuan yang diampu
sebagai upaya peningkatan kemampuan pengembangan keahlian serta daya saing
keilmuan.
Pengalokasian dana dibagi menjadi biaya pendidikan, biaya penelitian, biaya pengabdian
pada masyarakat, dan biaya pengembangan. Dana sisa hasil operasional (surplus)
diberlakukan sebagai dana abadi dan dialokasikan untuk pembangunan dan
pengembangan. Audit keuangan eksternal dilakukan secara berkala oleh kantor akuntan
publik beregistras dan idependen. STIE Binaniaga memiliki sarana dan prasarana yang
memadai. Kampus STIE Binaniaga terdiri dari dua bangunan kampus dalam satu lokasi
dengan luas lahan keseluruhan lebih dari 2.015 m2 dan luas bangunan (tiga lantai) 2.460
m2. Sarana dan prasarana pendukung untuk kegiatan akademik dan non-akademik
seperti ruang kulaih, ruang administrasi, laboratorium, perpustakan, gedung dan lapangan
olah raga, ruang serbaguna, ruang kegiatan mahasiswa, mushola, lahan parkir, kantin,
dan taman dimiliki oleh STIE Binaniaga. Mekanisme dan penggunaan ruang kuliah, ruang
serbaguna, dan olah raga diatur secara terpusat. Pengelolaan dan pemeliharaan sarana
dan prasarana kampus juga dilakukan terpusat.
Sistem informasi STIE Binaniaga berbasis Information and Communication Technologies
(ICT) sehingga memudahkan setiap orang mengakses data dan informasi mengenai STIE
Binaniaga. Selain kelengkapan perangkat keras, STIE Binaniaga juga telah membangun
web kuliah dan sistem informasi pengelolaan buku di perpustakaan. Sistem informasi
STIE Binaniaga juga telah membangun aplikasi kegiatan adminstrasi berupa Sistem
Administrasi Akademik (SIKA), Sistem Informasi Keuangan (SIMKEU), dan Sistem
Informasi Kepegawaian (SIMPEG). Kampus STIE Binaniaga telah pula dilengkapi dengan
fasilitas internet dengan jaringan lokal dan jaringan nirkabel. Website resmi STIE
Binaniaga adalah www.stiebinaniaga.ac.id.
Dalam rangka memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi, setiap Dosen STIE Binaniaga
diwajibkan untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat minimal satu
kali dalam satu tahun. Untuk hal tersebut, setiap kegiatan penelitian yang dilakukan oleh
dosen dihargai sebagai beban tugas dosen sebesar 1 sampai 4 sks, adapun untuk setiap
kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dihargai sebagai
beban tugas dosen sebesar 0,5 sampai 2 sks. Selama tiga tahun terakhir tercatat
penelitian yang dilakukan dosen sebanyak 72 buah dan pengabdian kepada masyarakat
tercatat sebanyak 146 kegiatan yang dibiayai oleh STIE Binaniaga. Telah disadari bahwa
jumlah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen
tetap STIE Binaniaga masih kurang. Demikian pula dengan jumlah dana yang membiayai
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu masih diperlukan pembinaan
untuk seluruh dosen agar menggiatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Seluruh kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di STIE Binaniaga
berada dalam koordinasi Ketua STIE Binaniaga yang dalam penyelenggaraan sehari- hari
dilaksanakan oleh Pembantu Ketua Bidang Akademik dan Kepala Pusat Penelitian dan
Pengembangan Masyarakat (P3M).
Institusi STIE Binaniaga melakukan kerjasama dengan berbagai instansi di dalam negeri
dan tahap penjajagan di luar negeri untuk mencapai Visi STIE Binaniaga. Kerjasama yang
dilakukan oleh STIE Binaniaga meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat. Selain itu pula kerjasama dilakukan untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.
Kesepakatan kerjasama dituangkan melalui kesepakatan bersama dalam bentuk MoU
(Memorandum of Understanding) dan atau bentuk-bentuk nota kesepakatan lainnya yang
berazaskan saling menguntungkan. Kerjasama dan kesepakatan kerjasama dapat

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 9


dilakukan pada tingkat institusi STIE Binaniaga maupun program studi bergantung pada
subtansi, teknis pengelolaan, dan pertimbangan strategis lainnya. Dalam tiga tahun
terakhir, tercatat 19 kerjasama yang dijalin oleh STIE Binaniaga dengan berbagai institusi
lain, serta 2 penjajagan kerjasama internasional STIE Binaniaga dengan dua perguruan
tinggi ternama di Malaysia yaitu Management & Science University dan Universitas
Selangor. Monitoring dan evaluasi kerjasama dilakukan oleh kedua belah pihak yang
menjalin kerja sama. Alat ukur monitoring antara lain dengan adanya laporan, seminar,
dan jurnal hasil kerjasama. Informasi kepuasan para mitra yang menjalin kerjasama
dengan STIE Binaniaga terlihat dengan adanya indikasi bahwa kerja sama tetap berlanjut
dalam jangka panjang dan adanya perluasan kerjasama di kedua belah pihak.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 10


STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA
STRATEGI PENCAPAIAN

1.1 Jelaskan dasar penyusunan dan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan
sasaran institusi perguruan tinggi, serta pihak-pihak yang dilibatkan dalam
penyusunannya.

Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi


Binaniaga dilakukan pada tahun 2010 dengan melakukan workshop
penyusunan visi,misi, tujuan, dan sasaran berdasarkan pada perkembangan
bidang Manajemen dan bidang Akuntansi, dan juga memperhatikan dinamika
masyarakat sebagai pengguna.
1. Mekanisme Penyusunan Visi dan Misi.
Penyusunan Visi dan Misi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga, yang
harus menjadi pertimbangan adalah:
a. Ekspektasi kompetensi lulusan yang diharapkan.
b. Perkembangan bidang manajemen dan bidang akuntansi.
c. Kemampuan internal organisasi.
d. Kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
e. Infrastruktur pendukung.
f. Kualitas Dosen.
g. Input mahasiswa.
h. Sistem akademis dan manajerial.
Yang dilibatkan dalam penyusunan Visi dan Misi STIE Binaniaga adalah
semua stakeholder Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga diantaranya:
a. Yayasan.
b. Unsur Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga .
c. Unsur Pimpinan Program Studi.
d. Dosen.
e. Mahasiswa dan unsur organisasi kemahasiswaan.
f. Alumni.
g. Pengguna.

2. Pada tanggal 24 September 2010.


Diadakan rapat Senat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi khusus diselenggarakan
untuk memberi pertimbangan terhadap rumusan/formulasi visi, misi, tujuan,
sasaran dan value yang dihasilkan pada pertemuan tanggal 20 September
2010.
3. Pada tanggal 25 September 2010.
Diterbitkan Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga
Nomor : 017/STIE-A/IX/2010 tentang Visi, Misi, Tujuan, Sasaran STIE
Binaniaga.
Visi, misi, tujuan, sasaran dan value yang sudah ditetapkan ini menjadi panduan
dalam sistem pelayanan di institusi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan
Tinggi. Kemudian akan dievaluasi setiap 5 tahun sekali disesuaikan dengan
perkembangan ilmu manajemen dan akuntansi, selain itu juga dengan
memperhatikan dinamika yang berkembang di masyarakat sebagai pengguna.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 11


Suasana Pembahasan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Value
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga
Tanggal 20 September 2010

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 12


Pernyataan Visi

Pada tahun 2015 menjadi Institusi yang dapat memberikan kontribusi


perkembangan ilmu Manajemen dan Akuntansi melalui kegiatan Tridharma
Perguruan Tinggi.

Pernyataan Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan dalam lingkup Manajemen dan Akuntansi.


2. Melaksanakan penelitian khususnya di bidang Manajemen dan Akuntansi.
3. Melaksanakan pengabdian masyarakat khususnya di bidang Manajemen
dan Akuntansi.
4. Melaksanakan kerjasama ekternal dengan stakeholder.

Pernyataan Tujuan

1. Menghasilkan lulusan yang unggul pada bidang ilmu manjemen dan


akuntansi.
2. Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan untuk kepentingan pengabdian kepada masyarakat dan
bangsa.
3. Mengembangkan kapasitas tata kelola dan sumber daya yang baik.
4. Meningkatkan kerjasama diberbagai bidang untuk meningkatkan mutu
Tridharma Perguruan Tinggi.
5. Mengembangkan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal baik
akademik maupun non akademik agar menghasilkan sistem pendidikan
yang berkualitas.
6. Meningkatkan citra Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga di masyarakat,
kalangan perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah.

1.2 Pernyataan mengenai tonggak-tonggak capaian (milestones) tujuan yang


dinyatakan dalam sasaran-sasaran yang merupakan target terukur, dan
penjelasan mengenai strategi serta tahapan pencapaiannya.

MISI 1
“Menyelenggarakan pendidikan dalam lingkup Manajemen dan
Akuntansi”

Tujuan Strategis:
Menghasilkan lulusan yang unggul pada bidang ilmu manajemen dan akuntansi.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 13


Sasaran Strategis:
1. Peningkatan kualitas dan mutu dosen dalam proses belajar mengajar
(PBM).
2. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang matching dengan dunia
usaha.
3. Peningkatan kualitas proses belajar mengajar (PBM).
4. Pengembangan aturan dan standar akademik.
5. Peningkatan link and match dengan dunia usaha/industri.
6. Tercapainya target penjaminan mutu dari eksternal.
7. Terwujudnya sistem penjaminan mutu dan mengoptimalkan fungsi setiap
bagian yang terkait dengan penjaminan mutu.
8. Terwujudnya penerapan sistem penjaminan mutu institusi dan program
studi melalui program implementasi penjaminan mutu.
9. Terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi (monev) penjaminan
mutu institusi dan program studi melalui program monitoring dan evaluasi
penjaminan mutu.
10. Meningkatnya budaya dan komitmen penjaminan mutu dari seluruh dosen
dan pimpinan melalui program pencapaian Akreditasi seluruh program
studi minimal B.
11. Terwujudnya pengembangan sarana penunjang akademik yang
representatif.
12. Terwujudnya kemampuan penguasaan berbahasa inggris bagi dosen,
mahasiswa, dan staf.
13. Terwujudnya kemampuan penguasaan pelayanan yang prima terhadap
mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
14. Tercapainya peningkatan mahasiswa.
15. Terwujudnya koperasi mahasiswa, dosen, dan staf Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga melalui program pembentukan koperasi.
16. Tercapainya organisasi kemahasiswaan yang solid dan bermanfaat bagi
mahasiswa, dosen, dan masyarakat melalui program pengembangan
berbagai jenis organisasi kemahasiswaan.

Target dan Indikator Kinerja Utama:


Sasaran Pertama: Peningkatan kualitas dan mutu dosen dalam proses belajar
mengajar (PBM).

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Minimal pendidikan
1. Tidak S2 S2 S2 S2
dosen S2
Mempunyai
2. pengalaman Tidak Ada Ada Ada Ada Ada
mengajar
Bidang ilmu
sesuai/linear Tidak
3. Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai
dengan mata kuliah Sesuai
yang akan diampu
Pedoman standar
4. perekrutan dosen Tidak Ada Ada Ada Ada Ada
dan mata kuliah

5. Semua dosen 94% 100% 100% 100% 100%


berpendidikan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 14


minimal S2/S3
Kecocokan antara
SAP/Slabus dengan Tidak
6. Cocok Cocok Cocok Cocok
materi yang Cocok
disampaikan
Buku pedoman
7. Tidak Ada Ada Ada Ada Ada
evaluasi dosen
Seluruh dosesn
tetap mempunyai
8. 2 1 1 1 2
jabatan akademik
minimal asisten ahli
Minimal satu judul
9. terbitan buku per 0 1 1 1 1
tahun

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Perekrutan dosen dilakukan dengan memperhatikan pendidikan minimal S2,
pengalaman mengajar, kesesuaian antara pendidikan dosen dengan mata
kuliah yang akan diampu.
2. Program pembuatan standar rekrutmen dosen bagi setiap mata kuliah.
3. Program peningkatan jenjang pendidikan dosen, menuju S2 dan S3 dengan
pemberian beasiswa secara selektif.
4. Program pelatihan dosen baik dalam pemahaman kurikulum, penyusunan
satuan acara perkuliahan, silabus, maupun keterampilan proses belajar
mengajar.
5. Program penyusunan evaluasi kinerja dosen dilaksanakan secara
berkesinambungan setiap semester dan hasil evaluasi akan disampaikan
kepada dosen yang bersangkutan.
6. Program pengurusan jabatan fungsional bagi seluruh dosen tetap, sampai
dengan empat tahun ke depan seluruh dosen tetap telah mempunyai
jabatan fungsional.
7. Memfasilitasi dosen yang menulis buku dengan penerbit.

Sasaran Kedua: Terwujudnya pengembangan kurikulum yang matching dengan


dunia usaha.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Kurikulum sejalan
1. dengan kebutuhan Belum Sudah Sudah Sudah Sudah
dunia kerja
Hasil evaluasi Tidak
2. Ada Ada Ada Ada
kurikulum Ada
Pembukaan program Tidak
3. Ada Ada Ada Ada
S1 Akuntansi Ada

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dapat dilaksanakan melalui:


1. Program pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi
suatu keharusan dan harus dilaksanakan oleh setiap Program Studi.
2. Program penetapan Standar Kompetensi lulusan merupakan langkah awal
yang harus segera diselesaikan.
3. Program penyusunan KBK dan implementasinya harus sudah dilaksanakan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 15


oleh seluruh Program Studi mulai saat ini.
4. Monitor dan evaluasi terhadap KBK disesuaikan dengan setiap
perkembangan ilmu pengetahuan.
5. Program pembukaan program studi strata 1 akuntansi.

Sasaran Ketiga: Peningkatan kualitas proses belajar mengajar (PBM).

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Tidak 1
1. Pelatihan 1 kali/smt 1 kali/smt 1 kali/smt
Ada kali/smt

Ruang kuliah yang


2. 60% 80% 100% 100% 100%
nyaman
Seluruh ruangan
Tidak
3. terdapat LCD, Ada Ada Ada Ada
Adai
komputer, dan AC
Hasil evaluasi kegiatan Tidak
4. Ada Ada Ada Ada
PBM Ada
Penyebaran kuesioner
Tidak
5. dan pengolahannya, Ada Ada Ada Ada
Ada
serta hasilnya
Penghargaan kepada Tidak
6. Ada Ada Ada Ada
Dosen Ada
Laporan Evaluasi Tidak
7. Ada Ada Ada Ada
program studi Ada
Jumlah buku
8. 1757 1857 2257 2562 2812
bertambah dan lengkap
Jumlah jurnal
9. 111 123 135 140 203
bertambah dan lengkap

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dapat dilaksanakan melalui:


1. Program peningkatan secara terus menerus keterampilan PBM dari dosen.
2. Renovasi ruang kegiatan PBM.
3. Program penyediaan fasilitas PBM yang memenuhi standar seperti LCD
proyektor / komputer di tiap ruang kelas.
4. Monitoring dan evaluasi jumlah kehadiran dan kualitas (persiapan dan
pelaksanaan) PBM secara terus menerus.
5. Melaksanakan survei kepuasan mahasiswa secara berkala terhadap PBM.
6. Memberikan penghargaan dan insentif bagi dosen yang berprestasi dalam
proses PBM.
7. Evaluasi terhadap ketercapaian dan kesesuaian antara satuan acara
perkuliahan & silabus setiap semester.
8. Penambahan judul buku materi ekonomi, manajemen, akuntansi, dan buku
lainnya.
9. Penambahan jurnal ilmiah ekonomi, manajemen, dan akuntansi.

Sasaran Keempat: Pengembangan aturan dan standar akademik.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 16


Indikator Kinerja Utama Target Tahunan
No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Pedoman/aturan
akademik sejalan
1. Belum Sudah Sudah Sudah Sudah
dengan perkembangan
ilmu pengetahuan
Seluruh sivitas
akademika mengetahui
2. Belum Sudah Sudah Sudah Sudah
standar akademik dan
melaksanakannya
Hasil Evaluasi standar Tidak
3. Ada Ada Ada Ada
akademik Ada
Penyempurnaan
panduan skripsi,
Belum
4. Penambahan beberapa Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap
Lengkap
uji statistik yang
diperlukan
Buku pedoman
Tidak
5. penyusunan Laporan Ada Ada Ada Ada
Ada
Tugas Akhir Diploma III

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dapat dilaksanakan melalui:


1. Pemutakhiran standar akademik yang sesuai dengan perkembangan
lembaga.
2. Mensosialisasikan dan pelaksanaan standar akademik.
3. Evaluasi terhadap pedoman/standar akademik dan aturan secara terus
menerus paling sedikit ditinjau setiap 2 (dua) tahun atau disesuaikan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
4. Penyempurnaan panduan penyusunan skripsi S1 manajemen.
5. Pembuatan panduan penyusunan laporan tugas akhir program D3
Akuntansi.

Sasaran Kelima: Peningkatan link and match dengan dunia usaha/industri

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Minimum dua kerjasama


1. 1 2 2 2 2
setahun
Terbentuk pusat karir bagi Tidak
2. Ada Ada Ada Ada
mahasiswa Ada
Pelatihan/seminar teknik
wawancara dan teknik
3. 0 1 1 1 1
memenangkan tes masuk
kerja

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dapat dilaksanakan melalui:


1. Pemantauan terhadap penyerapan lulusan oleh dunia usaha dilaksanakan
secara berkesinambungan sehingga dari hasilnya dapat dilakukan
penyesuaian yang diperlukan.
2. Pelaksanaan penyesuaian kurikulum terus menerus serta tindak lanjut dari
hasilnya.
3. Peningkatan kerjasama dengan dunia usaha/industri.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 17


4. Membuat dan mengefektifkan Pusat Karier dan Alumni (PKA).
5. Program pembekalan bagi mahasiswa setelah lulus ujian dengan
mengadakan pelatihan teknik wawancara dan teknik mengikuti tes pada
perusahaan swasta atau pegawai negeri.

Sasaran Keenam: Tercapainya target penjaminan mutu dari eksternal.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Setiap program studi


1. 1 1 1 1 2
terakreditasi minimum B
2. Jumlah pelatihan yang diikuti 0 2 2 2 2

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Program persiapan akreditasi Diploma III Akuntansi dan S1 Manajemen
sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap
kualitas lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
2. Program mengikuti setiap pelatihan akreditasi yang diadakan oleh Dikti
maupun Kopertis Wilayah IV. Dengan demikian pada saat akan
mengajukan akreditasi sumber daya manusianya sudah siap.

Sasaran Ketujuh: Terwujudnya sistem penjaminan mutu dan mengoptimalkan


fungsi setiap bagian yang terkait dengan penjaminan mutu.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Terbentuk Tim pembuatan Tidak


1. Ada Ada Ada Ada
pedoman penjaminan mutu Ada
Pedoman penjaminan mutu Tidak
2. Ada Ada Ada Ada
Ada
Pedoman evaluasi dan Tidak
3. Ada Ada Ada Ada
monitoring PBM Ada
Pedoman audit akademik Tidak
3. Ada Ada Ada Ada
Ada

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Program pembuatan pedoman penjaminan mutu dan perangkat peraturan,
dokumen mutu, dokumen akademik, standar akademik, manual mutu
akademik, dan peraturan akademik.
2. Program membuat instrumen untuk keperluan monitoring dan evaluasi
internal, khusunya penilaian mahasiswa terhadap proses belajar mengajar
dan dosen.
3. Program pembuatan manual instrument audit mutu.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 18


Sasaran Kedelapan: Terwujudnya penerapan sistem penjaminan mutu institusi
dan program studi melalui program implementasi penjaminan mutu.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Tidak
1. Terbentuknya P2MI Ada Ada Ada Ada
Ada
Dokumen-dokumen,
standar-standar, dan Tidak
2. Ada Ada Ada Ada
formulir-formulir Ada
penjaminan mutu
Penerapan penjaminan Tidak
3. Ada Ada Ada Ada
mutu Ada
Pelatihan dan sosialisasi Tidak
4. Ada Ada Ada Ada
penjaminan mutu Ada

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Pembentukan P2MI (Pusat Penjaminan Mutu Internal) Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga.
2. Pembuatan pedoman-pedoman mutu yang meliputi Kebijakan Mutu, Manual
Sistem Penjaminan Mutu, Standar-Standar, Format-Format Penjaminan
Mutu, Sasaran Mutu dan Sistem Monev (Monitoring dan Evaluasi).
3. Penerapan penjaminan mutu secara bertahap dan berkelanjutan.

Sasaran Kesembilan: Terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi


(monev) penjaminan mutu institusi dan program studi melalui program
monitoring dan evaluasi penjaminan mutu.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Hasil evaluasi dan monitoring Tidak


1. Ada Ada Ada Ada
penjaminan mutu Ada
Dokumen-dokumen audit Tidak
2. Ada Ada Ada Ada
penjaminan mutu Ada
Penyampaian informasi audit Tidak
3. Ada Ada Ada Ada
mutu kepada dosen dan staf Ada

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Melakukan kegiatan audit mutu akademik internal (AMAI) dengan
menetapkan standar-standar.
2. Melakukan monitoring dan evaluasi sekurang-kurangnya 1 (satu) kali per-
semester baik untuk akademik maupun non akademik.

Sasaran Kesepuluh: Meningkatnya budaya dan komitmen penjaminan mutu


dari seluruh dosen dan pimpinan melalui program pencapaian Akreditasi seluruh
program studi minimal B.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 19


Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Pelatihan dan sosialisasi Tidak


1. Ada Ada Ada Ada
penjaminan mutu Ada
Pelaksanaan audit mutu
Tidak
2. akademik maupun non Ada Ada Ada Ada
Ada
akademik

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Meningkatkan budaya dan komitmen penjaminan mutu dilakukan melalui
peran serta seluruh sivitas akademika dengan cara menanamkan suatu
pemahaman bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga akan maju
dan berkembang dibandingkan kondisi saat ini yaitu dengan cara menjadi
penjaga dan pengawal mutu dalam setiap aktivitas kerja setiap saat.
2. Audit mutu dilakukan secara periodik kepada seluruh bagian oleh Pusat
Penjaminan Mutu Internal (P2MI).

Sasaran Kesebelas: Terwujudnya pengembangan sarana penunjang akademik


yang representatif.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Ruang kuliah dan


1. perlengkapan yang Belum Sudah Sudah Sudah Sudah
representatif
Ruang perpustakaan dan
2. perlengkapanya yang Belum Sudah Sudah Sudah Sudah
reperesentatif
Upgrade kualitas seluruh
3. komputer
Belum Sudah Sudah Sudah Sudah

Ruang lab akuntansi dan


4. pemberian materi individual Belum Sudah Sudah Sudah Sudah
serta kelompok
Ruang lab komputer yang
5. lengkap dan representatif
Belum Sudah Sudah Sudah Sudah

Ruang lab bahasa Inggris


6. yang lengkap dan Belum Sudah Sudah Sudah Sudah
representatif
Ruang lab perpajakan yang
7. lengkap dan representatif
Belum Sudah Sudah Sudah Sudah

Ruang lab pasar modal yang


8. lengkap dan representatif
Belum Sudah Sudah Sudah Sudah

9. Aplikasi yang terintegrasi Belum Sudah Sudah Sudah Sudah


Daya listrik menjadi 64.000 >64.00
<64.000 >64.000 >64.000 >64.000
10. watt Watts Watts Watts Watts
0
Watts

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 20


Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:
1. Program pengembangan sarana dan prasarana akademik.
2. Program pengembangan perpustakaan menuju berstandar nasional.
3. Program pengembangan sarana laboratorium komputer.
4. Program pengembangan sarana laboratorium akuntansi.
5. Program pengembangan sarana laboratorium bahasa Inggris.
6. Program pengembangan sarana laboratorium perpajakan.
7. Program pengembangan sarana laboratorium pasar modal.
8. Program pengembangan sarana teknologi informasi yang terintegrasi.

Sasaran Kedua belas: Terwujudnya kemampuan penguasaan berbahasa


inggris bagi dosen, mahasiswa, dan staf.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

TOEFL dosen dan mahasiswa


1. Belum Belum Belum Belum Sudah
minimum 400
TOEFL pimpinan dan staf
2. Belum Belum Belum Belum Sudah
minimum 400

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Program pengembangan bahasa Inggris untuk dosen dan mahasiswa
dibebankan kepada masing-masing program studi dengan target
penguasaan lima tahun kedepan nilai Toefl antara 400-500.
2. Program pengembangan bahasa Inggris untuk staf menggunakan
laboratorium bahasa, target dalam lima tahun minimal dapat mengerti &
berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Sasaran Ketiga belas: Terwujudnya kemampuan penguasaan pelayanan yang


prima terhadap mahasiswa, dosen, dan masyarakat.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


N
Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015
o

Tidak
1. Pelatihan public relation Ada Ada Ada Ada
Ada
Tidak adanya keluhan
2. 2 0 0 0 0
mahasiswa
Terpenuhinya
komputer/printer/peralatan
3. Belum Sudah Sudah Sudah Sudah
lainnya yang memadai untuk
setiap staf
Kelengkapan sarana ruang
4. Belum Belum Belum Sudah Sudah
dosen tetap
Kepesertaan dosen tetap dalam
5. BPJS Ketenagakerjaan dan Belum Belum Belum Sudah Sudah
Kesehatan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 21


Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:
1. Program pelatihan terhadap seluruh staf dalam melayani mahasiswa dan
masyarakat.
2. Program pengembangan sarana pelayanan (Komputer/printer/peralatan
lainnya).
3. Program pengembangan sarana gedung perkuliahan, ruang dosen, dan
laboratorium.
4. Program jaminan hari tua dan asuransi bagi dosen tetap melalui
kepersetaan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.
5. Program asuransi kecelakaan bagi mahasiswa melalui Asuransi BUMIDA
Bumi Putera.

Sasaran Keempat belas: Tercapainya peningkatan mahasiswa.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

1. Jumlah mahasiswa baru 132 178 226 240 250


2. Jumlah calon mahasiswa 328 351 412 495 565

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Program promosi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga ke SMU/SMK
sekota atau kabupaten Bogor.
2. Program penyelenggaraan cerdas cermat akuntansi se SMU/SMK sekota
dan kabupaten Bogor.
3. Program pemberian beasiswa ISRP (Institute Social Responsibility Project).
4. Program promosi melalui SMS Broadcast ke siswa SMU dan SMK.

Sasaran Kelima belas: Terwujudnya koperasi mahasiswa, dosen, dan staf


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga melalui program pembentukan
koperasi.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Terbentuknya Koperasi
1. Belum Belum Sudah Sudah Sudah
Dosen, Staf, dan Mahasiswa
Dosen, Staf, dan Mahasiswa
2. Belum Belum Sudah Sudah Sudah
menjadi anggota Koperasi
Pelatihan-pelatihan dan
Tidak Tidak
3. seminar tentang Ada Ada Ada
Ada Ada
perkoperasian

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Mewajibakan staf, dosen tetap, dan mahasiswa menjadi anggota koperasi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
2. Pelatihan/seminar tentang pemahaman tentang koperasi.
3. Pelatihan/seminar tentang pemahaman akuntansi koperasi.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 22


Sasaran Keenam belas: Tercapainya organisasi kemahasiswaan yang solid
dan bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat melalui program
pengembangan berbagai jenis organisasi kemahasiswaan.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Jumlah pelatihan dasar


Tidak Tidak
1. kepemimpinan bagi 1 Kali 1 Kali 1 Kali
Ada Ada
mahasiswa
Jumlah pelatihan Character Tidak Tidak
2. 1 Kali 1 Kali 1 Kali
Building Ada Ada
Tidak Tidak
3. Jumlah pelatihan motivasi 1 Kali 1 Kali 1 Kali
Ada Ada

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Pelatihan latihan dasar kepemimpinan.
2. Pelatihan pemahaman character building.
3. Pelatihan peningkatan motivasi.

MISI 2

“Melaksanakan penelitian khususnya di bidang Manajemen dan


Akuntansi”

Tujuan Strategis:
Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan untuk kepentingan pengabdian kepada masyarakat
dan bangsa.

Sasaran Strategis:
1. Pengembangan bidang penelitian harus mampu meningkatkan kapasitas
penelitian yang terkait erat dengan pendidikan dan pengabdian masyarakat.
2. Peningkatan hasil penelitian yang mampu memberi kontribusi pada
pengembangan keilmuan dan mampu menunjang Proses Belajar Mengajar.
3. Peningkatan sumber pendanaan dalam pengembangan penelitian.

Target dan Indikator Kinerja Utama:


Sasaran Pertama: Pengembangan bidang penelitian harus mampu
meningkatkan kapasitas penelitian yang terkait erat dengan pendidikan dan
pengabdian masyarakat.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

1. Terbentuk road map penelitian Tidak Ada Ada Ada Ada


yang realistis untuk empat

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 23


tahun ke depan
Terbitnya penelitian unggulan
2. 0 1 1 1 1
setiap tahun
Pelatihan penelitian bagi
3. 0 2 2 2 2
dosen tetap dan luar biasa

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Penentuan arah pengembangan (road map) penelitian yang jelas,
berkesinambungan, dan realistis.
2. Menghasilkan penelitian unggulan setiap tahun sekali.
3. Peningkatan kemampuan penelitian para dosen tetap dan luar biasa.

Sasaran Kedua: Peningkatan hasil penelitian yang mampu memberi kontribusi


pada pengembangan keilmuan dan mampu menunjang Proses Belajar
Mengajar.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Minimum empat penelitian


1. terbit di jurnal ilmiah setiap 6 6 6 6 6
semester
Minimum satu penelitian yang
2. dapat diaplikasikan di 0 1 1 1 1
masyarakat
Minimum dua dosen mengisi
3. 6 6 6 6 6
jurnal ilmiah setiap semester

1. Penentuan arah pengembangan (road map) penelitian yang jelas,


berkesinambungan, dan realistis.
2. Meningkatkan jumlah hasil dan kualitas penelitian yang dipublikasikan
dalam jurnal ilmiah.
3. Meningkatkan jumlah hasil dan kualitas penelitian yang dapat diaplikasikan
dalam pengabdian masyarakat.
4. Meningkatkan jumlah dosen yang mengisi jurnal ilmiah dari penelitiannya.

Sasaran Ketiga: Peningkatan sumber pendanaan dalam pengembangan


penelitian.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

1. Biaya penelitian dari yayasan Ada Ada Ada Ada Ada


Biaya penelitian dari Tidak
2. Ada Ada Ada Ada
sponsor/pemerintah Ada
Memberikan penghargaan /
3. biaya penelitian bagi dosen Ada Ada Ada Ada Ada
peneliti

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 24


Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:
1. Meningkatkan sumber pembiayaan penelitian, baik yang berasal dari
yayasan atau dari hasil penelitian sendiri, pemerintah, dana hibah bersaing
maupun kerjasama dengan pihak ketiga/dunia usaha.
2. Meningkatkan iklim penelitian dengan pemberian penghargaan pada
peneliti/dosen

MISI 3

”Melaksanakan pengabdian masyarakat khususnya di bidang Manajemen


dan Akuntansi”

Tujuan Strategis:
Meningkatkan dan mengembangkan program-program pengabdian kepada
masyarakat melalui inovasi ilmu pengetahuan.

Sasaran Strategis:
1. Mendorong terwujudnya pengabdian yang bermutu dan sinergis pada
masyarakat akuntansi dan manajemen khususnya dan masyarakat luas
pada umumnya untuk menghasilkan kegiatan dan hasil pengabdian yang
terkait dengan pendidikan dan penelitian.
2. Memperkuat kemitraan dengan pemerintah serta sektor swasta.
3. Menyediakan layanan pendidikan/pelatihan di sekolah dan luar sekolah
kepada masyarakat.

Target dan Indikator Kinerja Utama:


Sasaran Pertama: Mendorong terwujudnya pengabdian yang bermutu dan
sinergis pada masyarakat akuntansi dan manajemen khususnya dan
masyarakat luas umumnya untuk menghasilkan kegiatan dan hasil pengabdian
yang terkait dengan pendidikan dan penelitian.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Program prioritas Pengabdian


Masyarakat yang berbasis
1. - - 2 2 2
kemitraan dengan pemerintah
dan swasta
Pelatihan perencanaan
program Pengabdian
2. - 2 2 4 4
Masyarakat akuntansi dan
manajemen maupun umum.

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Pengembangan payung program Pengabdian Masyarakat
2. Pengadaan pelatihan perencanaan program Pengabdian Masyarakat

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 25


Sasaran Kedua: Memperkuat kemitraan dengan pemerintah serta sektor
swasta.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Program Pengabdian
1. Masyarakat berbasis kemitraan 1 2 2 3 4
dengan pemerintah/swasta
Publikasi tengahtahunan
2. kegiatan-kegiatan kemitraan - - - 1 2
Pengabdian Masyarakat

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Pengembangan jejaring kemitraan Pengabdian Masyarakat.
2. Penyebaran publikasi program dan hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat.

Sasaran Ketiga: Menyediakan layanan pendidikan/pelatihan di sekolah dan luar


sekolah kepada masyarakat.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Program pendidikan
1. Pengabdian Masyarakat bagi 1 1 1 2 4
masyarakat.
Program pelatihan/workshop
2. Pengabdian Masyarakat bagi 1 1 1 2 2
masyarakat.

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Pelaksanaan program layanan pendidikan masyarakat dalam rangka
perolehan pendapatan.
2. Mengoptimalkan layanan pendidikan/pelatihan di sekolah dan luar sekolah.

MISI 4

”Melaksanakan kerjasama ekternal dengan stakeholder”

Tujuan Strategis:
Meningkatkan kerjasama di berbagai bidang untuk meningkatkan mutu
Tridharma Perguruan Tinggi.

Sasaran Strategis:
1. Terwujudnya kerjasama dengan dunia usaha/industri dan SMK/SMA.
2. Terwujudnya kerjasama dengan perguran tinggi lain di dalam dan luar negeri.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 26


Target dan Indikator Kinerja Utama:
Sasaran Pertama: Terwujudnya kerja sama dengan dunia usaha/industri.

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Meningkatkan kualitas dan 2 kali


1 kali 2 kali 2 kali 2 kali
1. kuantitas kerja sama Per
Per Thn Per Thn Per Thn Per Thn
Thn
Jumlah kerja sama dengan Tidak
2. Ada Ada Ada Ada
koperasi dan UKM Ada
Jumlah kerja sama dengan Tidak
3. Ada Ada Ada Ada
penerbit buku Ada

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Program menjalin kerjasama dengan dunia usaha/industri dalam berbagai
jenis kerja sama diantaranya proses perekrutan lulusan oleh dunia
usaha/industri.
2. Program menjalin kerja sama memberikan pelatihan kepada
masyrakat/koperasi.
3. Program menjalin kerjasama dengan penerbit buku.
4. Program menjalin kerjasama dengan SMK/SMA se kabupaten dan
kotamadya Bogor.

Sasaran Kedua: Terwujudnya kerjasama dengan perguran tinggi lain di


Indonesia dan luar negeri

Target dan indikator kinerja utama untuk sasaran ini adalah:

Indikator Kinerja Utama Target Tahunan


No Uraian 2010/2011 2011/2012 2012/2013 2013/2014 2014/2015

Kerjasama akademik dengan


1. - - 2 2 4
perguruan tinggi dalam negeri
Penjajagan kerjasama dengan
2. - - 1 2 2
perguruan tinggi Luar Negeri
Kerjasama akademik dengan
3. - - - - 1
perguruan tinggi luar negeri

Strategi untuk mencapai sasaran tersebut dilaksanakan melalui:


1. Program menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lain dalam bidang
akademik dengan prinsip saling menguntungkan.
2. Program kerjasama perpustakaan (penggunaan perpustakaan antar
perguruan tinggi) dengan perguruan tinggi lain.
3. Program menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi Luar Negeri baik di
bidang akademik maupun non akademik.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 27


1.3 Sosialisasi visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi pencapaian dan penggunaannya
sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja institusi PT.

1.3.1 Uraikan sosialisasi visi, misi, tujuan, dan sasaran PT agar dipahami seluruh
pemangku kepentingan (sivitas akademika, tenaga kependidikan, pengguna
lulusan, dan masyarakat).

Penyebaran/sosialisasi tentang visi, misi, tujuan, sasaran, institusi STIE


Binaniaga dan program studi bagi dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan
dilakukan dengan cara :
Sosialisasi kepada dosen:
1. Setiap kegiatan rapat atau pertemuan dengan dosen, terutama rapat
semesteran, agenda pertama adalah menyampaikan tentang visi, misi,
tujuan, sasaran yang ingin dicapai oleh institusi STIE Binaniaga maupun
program studi.
2. Setiap kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh dosen
selalu berorientasi pada pencapaian visi, misi, tujuan, sasaran dan value
institusi STIE Binaniaga dan program studi.
3. Pemajangan visi, misi, tujuan, sasaran, institusi STIE Binaniaga dan
program studi pada ruang dosen.
4. Dicantumkan pada buku pedoman akademik, buku pedoman penulisan
tugas akhir yang diberikan kepada semua dosen.
Sosialisasi kepada tenaga kependidikan (karyawan):
1. Setiap kegiatan rapat dengan tenaga kependidikan (karyawan) selalu
disampaikan tentang visi, misi, tujuan, sasaran, dan value yang ingin dicapai
oleh institusi STIE Binaniaga dan program studi.
2. Pemajangan visi, misi, tujuan, sasaran institusi STIE Binaniaga dan program
studi pada seluruh ruang administrasi, ruang perpustakaan, dan ruang
laboratorium.
3. Setiap pekerjaan yang dilakukan tenaga kependidikan (karyawan) diarahkan
untuk mewujudkan visi, misi, tujuan, sasaran, dan value institusi STIE
Binaniaga dan program studi.
Sosialisasi kepada mahasiswa:
1. Dalam kegiatan pra studi mahasiswa baru selalu disampaikan visi, misi,
tujuan, sasaran, dan value institusi STIE Binaniaga dan program studi.
2. Dibagikan buku pedoman akademik kepada semua mahasiswa yang
didalamnya antara lain berisi visi, misi, tujuan, sasaran, dan value institusi
STIE Binaniaga dan program studi.
3. Dibagikan buku pedoman penulisan tugas akhir kepada mahasiswa tahap
akhir yang didalamnya antara lain berisi visi, misi, tujuan, sasaran, dan
value institusi STIE Binaniaga dan program studi.
4. Setiap pelaksanaan proses pembelajaran, dosen selalu menyampaikan
tentang visi, misi, tujuan, sasaran, dan value institusi STIE Binaniaga dan
program studi.
Sosialisasi kepada pihak luar (stakeholder) :
1. Dicantumkannya visi, misi, tujuan, sasaran, dan value didalam leaflet untuk
disebarkan kepada masyarakat melalui kegiatan road show ke SMA, SMK,
pameran pendidikan tingkat kota, kabupaten maupun provinsi dan kegiatan-
kegiatan yang dilakukan oleh institusi STIE Binaniaga dan program studi
dalam rangka publikasi.
2. Penyebarluasan visi, misi, tujuan, sasaran, dan value institusi STIE

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 28


Binaniaga dan program studi melalui website www.stiebinaniaga.ac.id.
3. Penyebarluasan visi, misi, tujuan, sasaran, program studi kepada
stakeholder melalui penawaran kerjasama.

Tingkat Pemahaman Dosen:


Proses sosialisasi yang dilakukan telah memberikan dampak terhadap
meningkatnya pemahaman dosen terhadap visi, misi, tujuan, sasaran dan value
institusi STIE Binaniaga dan program studi. Hal ini dapat terlihat dari
meningkatnya kinerja dosen dalam proses pembelajaran, bertambahnya
perolehan dana penelitian dan pengabdian kompetitif dari pihak lain.
Meningkatnya tingkat pemahaman tersebut ditandai oleh :
1. Bertambahnya kegiatan yang menjadi media sosialisasi.
2. Meningkatnya keterlibatan dosen dalam berbagai kegiatan Tridharma
Perguruan Tinggi.
3. Meningkatnya keterlibatan dosen dalam memberi masukan dan
mengevaluasi visi, misi, tujuan, sasaran institusi STIE Binaniaga dan
program studi.
4. Setiap awal semester, dosen menyampaikan keterkaitan antara mata kuliah
dengan visi, misi, tujuan, sasaran dan value institusi STIE Binaniaga dan
program studi.

Tingkat Pemahaman Tenaga Kependidikan:


Pekerjaan sehari-hari yang dilakukan tenaga kependidikan memberikan peluang
yang tinggi terhadap pemahaman visi, misi, tujuan, sasaran dan value Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga. Pemahaman tersebut dapat dilihat dari:
1. Kedisiplinan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas.
2. Setiap pelaksanaan tugas selalu berorientasi kepada upaya perwujudan visi,
misi, tujuan, sasaran dan value institusi STIE Binaniaga dan program studi.
3. Tersedianya pedoman pelaksanaan perkerjaan dan SOP yang jelas bagi
setiap tenaga kependidikan.
4. Hasil pemantauan dan evaluasi kinerja tenaga kependidikan yang dilakukan
secara berkala menunjukkan peningkatan.

Tingkat Pemahaman Mahasiswa:


Upaya sosialiasi dan mengingatkan kembali mengenai visi, misi, tujuan,
sasaran dan value institusi STIE Binaniaga dan program studi kepada
mahasiswa dilakukan melalui kegiatan pada saat orientasi mahasiswa baru,
proses perkuliahan, dan penyusunan tugas akhir atau skripsi. Melalui
mekanisme ini, tingkat pemahaman mahasiswa terhadap visi, misi, tujuan,
sasaran dan value institusi STIE Binaniaga dan program studi sangat baik.
Indikator dari semua itu adalah :
1. Meningkatnya rata-rata IP semesteran.
2. Meningkatnya kedisiplian dan partisipasi mahasiswa dalam mengikuti
perkuliahan.
3. Meningkatnya prosentase kehadiran perkuliahan.
4. Meningkatnya keaktifan bimbingan tugas akhir dan skripsi.
5. Meningkatnya kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa.
6. Meningkatnya kegiatan mahasiswa yang bersifat akademik.

Tingkat Pemahaman Pihak Luar (stakeholders) :


Sosialisasi visi, misi, tujuan, sasaran dan value institusi STIE Binaniaga dan
program studi kepada para pemangku kepentingan telah menghasilkan
pemahaman yang baik dari berbagai pihak, sehingga banyak stakeholders yang
menjalin kerjasama dan memanfaatkan institusi STIE Binaniaga ataupun
program studi sebagai mitra dalam pelaksanaan berbagai kegiatan. Hal ini

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 29


memberikan manfaat kepada sivitas akademika berupa kegiatan Tridharma
Perguruan Tinggi.
Melihat berbagai aktivitas sivitas akademika dan tenaga kependidikan yang
mampu bekerja dan menunjukkan kinerja sesuai visi, misi, tujuan, sasaran dan
value institusi STIE Binaniaga dan program studi, maka dapat dikatakan visi,
misi, tujuan, sasaran institusi STIE Binaniaga dan program studi telah dipahami
dengan sangat baik oleh seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan.

1.3.2 Jelaskan bahwa visi, misi, tujuan, dan sasaran PT serta strategi pencapaiannya
untuk dijadikan sebagai acuan semua unit dalam institusi perguruan tinggi dalam
menyusun rencana strategis (renstra) dan/atau rencana kerja unit bersangkutan.

Arah dan kebijakan pengembangan STIE Binaniaga pada dasarnya dengan


memperhatikan analisis lingkungan dan asumsi-asumsi, maka ditetapkan
sasaran-sasaran, indikator, program, dan kebijakan secara garis besar diuraikan
sebagai berikut:

1. Strategi untuk menghasilkan lulusan yang unggul pada bidang manajemen


dan akuntansi.

Tujuan ini dirinci kedalam enam belas sasaran, yaitu:

Sasaran 1
Peningkatan kualitas dan mutu dosen dalam proses belajar mengajar (PBM)

Strategi untuk mencapai sasaran ini dapat dilaksanakan melalui:


a. Perekrutan dosen dilakukan dengan memperhatikan pendidikan
minimal S2, pengalaman mengajar, kesesuaian antara pendidikan
dosen dengan mata kuliah yang akan diampu.
b. Program pembuatan standar rekrutmen dosen bagi setiap mata kuliah
c. Program peningkatan jenjang pendidikan dosen, menuju S2 dan S3
dengan pemberian beasiswa secara selektif.
d. Program pelatihan dosen baik dalam pemahaman kurikulum,
penyusunan satuan acara perkuliahan, silabus, maupun keterampilan
proses belajar mengajar.
e. Program penyusunan evaluasi kinerja dosen dilaksanakan secara
berkesinambungan setiap semester dan hasil evaluasi akan
disampaikan kepada dosen yang bersangkutan.
f. Program pengurusan jabatan fungsional bagi seluruh dosen tetap,
sampai dengan lima tahun kedepan seluruh dosen tetap telah
mempunyai jabatan fungsional.
g. Memfasilitasi dosen yang menulis buku dengan penerbit.

Sasaran 2
Terwujudnya pengembangan kurikulum yang matching dengan dunia usaha

Strategi untuk mencapai sasaran ini dapat dilaksanakan melalui:


a. Program pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
menjadi suatu keharusan dan harus dilaksanakan oleh setiap Program
Studi.
b. Program penetapan Standar Kompetensi lulusan merupakan langkah

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 30


awal yang harus segera diselesaikan.
c. Program penyusunan KBK dan implementasinya harus sudah
dilaksanakan oleh seluruh Program Studi mulai saat ini.
d. Monitor dan evaluasi terhadap KBK disesuaikan dengan setiap
perkembangan ilmu pengetahuan.
e. Program pembukaan program studi strata 1 akuntansi.

Sasaran 3
Peningkatan kualitas proses belajar mengajar (PBM)

Strategi untuk mencapai sasaran ini dapat dilaksanakan melalui:


a. Program peningkatan secara terus menerus ketrampilan PBM dari
dosen.
b. Renovasi ruang kegiatan PBM.
c. Program penyediakan fasilitas PBM yang memenuhi standar seperti
LCD proyektor/komputer di tiap ruang kelas.
d. Monitoring dan evaluasi jumlah kehadiran dan kualitas (persiapan dan
pelaksanaan) PBM secara terus menerus.
e. Melaksanakan survei kepuasan mahasiswa secara berkala terhadap
PBM.
f. Memberikan penghargaan dan insentif bagi dosen yang berprestasi
dalam proses PBM.
g. Evaluasi terhadap ketercapaian dan kesesuaian antara satuan acara
perkuliahan & silabus setiap semester.
h. Penambahan judul buku materi ekonomi, manajemen, akuntansi, dan
buku lainnya.
i. Penambahan jurnal ilmiah ekonomi, manajemen, dan akuntansi.

Sasaran 4
Pengembangan aturan dan standar akademik.

Strategi untuk mencapai sasaran ini dapat dilaksanakan melalui:


a. Pemutakhiran standar akademik yang sesuai dengan perkembangan
lembaga.
b. Mensosialisasikan dan pelaksanaan standar akademik.
c. Evaluasi terhadap pedoman/standar akademik dan aturan secara terus
menerus paling sedikit ditinjau setiap 2 (dua) tahun atau disesuaikan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
d. Penyempurnaan panduan penyusunan skripsi S1 manajemen.
e. Pembuatan panduan penyusunan laporan tugas akhir program D3
Akuntansi.

Sasaran 5
Peningkatan link and match dengan dunia usaha/industri

Strategi untuk mencapai sasaran ini dapat dilaksanakan melalui:


a. Pemantauan terhadap penyerapan lulusan oleh dunia usaha
dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga dari hasilnya dapat
dilakukan penyesuaian yang diperlukan.
b. Pelaksanaan penyesuaian kurikulum terus menerus serta tindak lanjut
dari hasilnya.
c. Peningkatan kerjasama dengan dunia usaha/industri.
d. Membuat dan mengefektifkan Pusat Karier dan Alumni (PKA).
e. Program pembekalan bagi mahasiswa setelah lulus ujian dengan
mengadakan pelatihan teknik wawancara dan teknik mengikuti tes pada

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 31


perusahaan swasta atau pegawai negeri.

Sasaran 6
Tercapainyanya target penjaminan mutu dari eksternal

a. Program persiapan akreditasi institusi STIE Binaniaga dan reakreditasi


program studi diploma III Akuntansi dan S1 Manajemen sebagai
langkah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap
kualitas lulusan STIE Binaniaga.
b. Program mengikuti setiap pelatihan akreditasi yang diadakan oleh Dikti
maupun Kopertis wilayah IV. Dengan demikian pada saat akan
mengajukan akreditasi ataupun reakreditasi sumber daya manusianya
sudah siap.

Sasaran 7
Terwujudnya sistem penjaminan mutu dan mengoptimalkan fungsi setiap
bagian yang terkait dengan penjaminan mutu.

a. Program pembuatan pedoman penjaminan mutu dan perangkat


peraturan, dokumen mutu, dokumen akademik, standar akademik,
manual mutu akademik, dan peraturan akademik.
b. Program membuat instrumen untuk keperluan monitoring dan evaluasi
internal, khusunya penilaian mahasiswa terhadap proses belajar
mengajar dan dosen.
c. Program pembuatan manual instrument audit mutu.

Sasaran 8
Terwujudnya penerapan sistem penjaminan mutu institusi dan program studi
melalui program implementasi penjaminan mutu.

Sasaran 9
Terselenggaranya sistem monitoring dan evaluasi (monev) penjaminan
mutu institusi STIE Binaniaga dan program studi melalui program monitoring
dan evaluasi penjaminan mutu.

Sasaran 10.
Meningkatnya budaya dan komitmen penjaminan mutu dari seluruh dosen
dan pimpinan melalui program pencapaian Akreditasi institusi STIE
Binaniaga dan seluruh program studi B

Sasaran 11.
Terwujudnya pengembangan sarana penunjang akademik yang
representatif.

a. Program pengembangan sarana dan prasarana akademik.


b. Program pengembangan perpustakaan menuju berstandar nasional.
c. Program pengembangan sarana laboratorium komputer.
d. Program pengembangan sarana laboratorium akuntansi.
e. Program pengembangan sarana laboratorium Bahasa Inggris.
f. Program pengembangan sarana teknologi informasi akademik,
keuangan, dan P3M.
g. Program penambhan daya listrik.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 32


Sasaran 12
Terwujudnya kemampuan penguasaan berbahasa Inggris bagi dosen,
mahasiswa, dan staf.

a. Program pengembangan bahasa Inggris untuk dosen dan mahasiswa


dibebankan kepada masing-masing program studi dengan target
penguasaan lima tahun kedepan nilai Toefl antara 400-500.
b. Program pengembangan bahasa Inggris untuk staf menggunakan
laboratorium bahasa, target dalam lima tahun minimal dapat mengerti
dan dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Sasaran 13
Terwujudnya kemampuan penguasaan pelayanan yang prima terhadap
mahasiswa, dosen, dan masyarakat.

a. Program pelatihan terhadap seluruh staf dalam melayani mahasiswa dan


masyarakat.
b. Program pengembangan sarana pelayanan (Komputer/printer/peralatan
lainnya)

Sasaran 14
Tercapainya peningkatan mahasiswa.

a. Program promosi STIE Binaniaga ke SMU/SMK sekota atau kabupaten


Bogor.
b. Program penyelenggaraan cerdas cermat akuntansi tingkat SMU/SMK
sekota dan kabupaten Bogor.
c. Program pemberian beasiswa ISRP (Institute Social Responsibility
Project).

Sasaran 15
Terwujudnya koperasi mahasiswa, dosen, dan staf STIE Binaniaga melalui
program pembentukan koperasi.

Sasaran 16
Tercapainya organisasi kemahasiswaan yang solid dan bermanfaat bagi
mahasiswa, dosen, dan masyarakat melalui program pengembangan
berbagai jenis organisasi kemahasiswaan.

2. Strategi meningkatkan jumlah dan mutu penelitian sesuai dengan


perkembangan ilmu pengetahuan untuk kepentingan pengabdian
kepada masyarakat dan bangsa.

Tujuan ini dirinci kedalam tiga sasaran, yaitu:

Sasaran 1
Pengembangan bidang penelitian harus mampu meningkatkan kapasitas
penelitian yang terkait erat dengan pendidikan dan pengabdian masyarakat

a. Penentuan arah pengembangan (road map) penelitian yang jelas,


berkesinambungan, dan realistis.
b. Menghasilkan penelitian unggulan setiap tahun sekali.
c. Peningkatan kemampuan penelitian para dosen tetap dan luar biasa.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 33


Sasaran 2
Peningkatan hasil penelitian yang mampu memberi kontribusi pada
pengembangan keilmuan dan mampu menunjang Proses Belajar Mengajar.

a. Meningkatkan jumlah hasil dan kualitas penelitian yang dipublikasikan


dalam jurnal ilmiah.
b. Meningkatkan jumlah hasil dan kualitas penelitian yang dapat
diaplikasikan dalam pengabdian masyarakat.
c. Meningkatkan jumlah dosen yang mengisi jurnal ilmiah dari
penelitiannya.

Sasaran 3
Peningkatan sumber pendanaan dalam pengembangan penelitian.

a. Meningkatkan sumber pembiayaan penelitian, baik yang berasal dari


Yayasan Binaniaga atau dari hasil penelitian sendiri, pemerintah, dana
hibah bersaing maupun kerjasama dengan pihak ketiga/dunia usaha.
b. Meningkatkan iklim penelitian dengan pemberian penghargaan pada
peneliti/dosen.

3. Strategi meningkatkan dan mengembangkan program-program


pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi ilmu pengetahuan.

Tujuan ini di rinci kedalam tiga sasaran, yaitu:

Sasaran 1
Mendorong terwujudnya pengabdian yang bermutu dan sinergis pada
masyarakat akuntansi dan manajemen khususnya dan masyarakat luas
umumnya untuk menghasilkan kegiatan dan hasil pengabdian yang terkait
dengan pendidikan dan penelitian.

a. Program pengembangan peraturan program Pengabdian Masyarakat.


b. Program pengadaan pelatihan perencanaan program Pengabdian
Masyarakat.

Sasaran 2
Memperkuat kemitraan dengan pemerintah serta sektor swasta.

a. Pengembangan jejaring kemitraan Pengabdian Masyarakat.


b. Penyebaran publikasi program dan hasil kegiatan Pengabdian
Masyarakat.

Sasaran 3
Menyediakan layanan pendidikan/pelatihan di sekolah dan luar sekolah
kepada masyarakat.

a. Pelaksanaan program layanan pendidikan masyarakat dalam rangka


perolehan pendapatan.
b. Mengoptimalkan layanan pendidikan/pelatiahn di sekolah dan luar
sekolah.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 34


4. Strategi meningkatkan kerjasama di berbagai bidang untuk
meningkatkan mutu Tridharma Perguruan Tinggi.

Tujuan ini di rinci kedalam dua sasaran, yaitu:

Sasaran 1
Terwujudnya kerjasama dengan dunia usaha/industri.

a. Program menjalin kerjasama dengan dunia usaha/industri dalam


berbagai jenis kerja sama diantaranya proses perekrutan lulusan oleh
dunia usaha/industri.
b. Program menjalin kerjasama memberikan pelatihan kepada
masyrakat/koperasi.
c. Program menjalin kerjasama dengan penerbit buku.
d. Program menjalin kerjasama dengan SMK/SMA se kabupaten dan
kotamadya Bogor.

Sasaran 2
Terwujudnya kerjasama dengan perguran tinggi lain di Indonesia dan luar
negeri.

a. Program menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lain dalam


berbagai bentuk kerja sama dengan prinsip saling menguntungkan.
b. Program kerjasama perpustakaan (penggunaan perpustakaan antar
perguruan tinggi) dengan perguruan tinggi lain.
c. Program menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi Luar Negeri baik
di bidang akademik maupun non akademik.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 35


STANDAR 2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM
PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU

2.1 Tata Pamong

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati
bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan
peran dalam institusi perguruan tinggi. Tata pamong didukung dengan budaya
organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan
pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem
penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi,
perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, proses,
output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata
pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau
dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

Hal-hal yang menjadi fokus di dalam tata pamong termasuk bagaimana kebijakan
dan strategi disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan terpilihnya
pemimpin dan pengelola yang kredibel dan sistem penyelenggaraan program studi
secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan menerapkan
prinsip-prinsip keadilan.

Organisasi dan sistem tata pamong yang baik (good governance) mencerminkan
kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab dan keadilan institusi
perguruan tinggi.

2.1.1 Uraikan secara ringkas sistem tata pamong (sebutkan lembaga yang berperan,
perangkat pendukung, kebijakan dan peraturan/ketentuan termasuk kode etik
yang dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan perguruan tinggi, serta prosedur
penetapannya) di institusi perguruan tinggi dalam membangun sistem tata
pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil, serta
pelaksanaannya.

Sistem Tata Pamong

Upaya untuk membangun sistem tata pamong yang baik senantiasa dilakukan
oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dengan mengacu pada Statuta
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga, perundang-undangan dan peraturan
tentang pendidikan tinggi dari Kemendikbud yang berlaku.

1. Kredibel.
Pelaksanaan tata pamong di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dalam
proses memilih dan membangun sistem tata pamong yang kredibel, maka
ditetapkan Manual Standar Operating Prosedur (SOP) Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga. Berdasarkan Standar Operating Prosedur (SOP)
tersebut proses penunjukkan unsur tata pamong pada tingkat pimpinan
Standar Operating Prosedur (SOP) dilaksanakan melalui pemilihan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku, yaitu sebagai berikut:
a. Tata cara pemilihan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
1) Tahap Pemilihan Bakal Calon dan Calon Ketua.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 36


Pemilihan Bakal Calon dan Calon Ketua dilaksanakan dalam 3 (tiga)
tahap yaitu :
a) Pengajuan bakal calon.
b) Pemilihan calon Ketua.
c) Penetapan calon Ketua.
2) Pengajuan Bakal Calon
Pengajuan bakal calon dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Bakal calon diusulkan oleh anggota Senat dan atau oleh Badan
Pengurus Yayasan kepada Pimpinan Rapat secara tertutup.
b) Bakal calon dapat diajukan dalam pemilihan calon Ketua jika
memenuhi syarat dan kriteria sebagai berikut :
(1) Pendidikan sekurang – kurangnya Magister (S2) dan
memiliki jabatan fungsional dosen.
(2) Bersedia untuk dipilih menjadi calon Ketua baik yang
dinyatakan secara lisan maupun tertulis.
(3) Sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah atau sedang
tersangkut perkara pidana dan atau organisasi terlarang
yang dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.
(4) Tidak menjabat atau tidak sedang diusulkan menjadi pejabat
struktural dan fungsional pada lembaga atau instansi lain
diluar STIE Binaniaga, kecuali mendapatkan ijin dari instansi
yang bersangkutan.
c) Setiap anggota Senat dapat mengusulkan bakal calon hanya 1
(satu) orang.
d) Bakal calon dapat berasal dari anggota Senat dan atau bukan
anggota Senat.
e) Bakal calon yang telah diajukan selanjutnya diseleksi
kelengkapan persyaratannya oleh pimpinan rapat.
f) Bakal calon yang tidak memenuhi syarat dinyatakan gugur dan
tidak dapat diajukan ke pemilihan calon Ketua.
g) Bilamana tidak ada satupun bakal calon yang memenuhi
persyaratan sebagaimana tersebut di atas maka pimpinan rapat
dapat meminta kembali bakal calon yang baru kepada anggota
Senat.
h) Bilamana bakal calon tidak dapat diajukan pada saat rapat yang
sama maka pimpinan rapat dapat memberi kesempatan kepada
anggota Senat untuk mengajukan bakal calon yang baru
selambat lambatnya 7 x 24 jam sejak pemilihan pertama.
3) Pemilihan Calon Ketua.
a) Pemilihan calon Ketua dapat dilakukan jika bakal calon yang
memenuhi syarat jumlahnya lebih dari 2 orang dan bila bakal
calon yang memenuhi syarat kurang dari 3 orang maka secara
langsung bakal calon menjadi calon Ketua tanpa proses
pemilihan.
b) Pemilihan calon Ketua dilakukan dengan ketentuan sebagai
berikut:
(1) Pemilihan calon Ketua dilakukan dengan menulis nama
bakal calon pada surat suara yang telah disediakan oleh
sekretariat Senat.
(2) Setiap anggota Senat hanya dapat mencantumkan satu
nama bakal calon dalam surat suara.
(3) Surat suara yang telah diisi nama bakal calon oleh anggota
Senat diserahkan kepada pimpinan rapat.
(4) Pembukaan dan penghitungan surat suara dilakukan oleh
pimpinan rapat dan dibantu 2 (dua) orang saksi yang dipilih

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 37


dihadapan peserta rapat pemilihan.
(5) Hasil penghitungan suara ditulis pada papan suara dan bakal
calon yang memperoleh suara mayoritas ke 1 dan 2
diusulkan menjadi calon Ketua.
(6) Bilamana suara mayoritas lebih dari 2 orang karena
perolehan jumlah suara yang sama, maka akan dilaksanakan
pemungutan suara terhadap bakal calon yang suaranya
sama.
(7) Bilamana pengulangan pemungutan suara juga
menghasilkan jumlah suara yang sama maka pimpinan rapat
dapat melakukan musyawarah dengan bakal calon untuk
menetapkan calon Ketua.
4) Penetapan Calon Ketua
a) Calon Ketua yang diusulkan kepada Ketua Yayasan Binaniaga
sebanyak-banyaknya 2 orang calon.
b) Selambat-lambatnya dalam waktu 7x24 jam, calon Ketua terpilih
harus melengkapi berkas persyaratan sebagaimana tersebut
pada angka 2) huruf b).
c) Bilamana dalam waktu 7x 24 jam calon ketua tidak menyerahkan
berkas dimaksud maka yang bersangkutan dinyatakan
mengundurkan diri.
d) Apabila semua calon Ketua menyatakan mengundurkan diri,
dinyatakan mengundurkan diri sebagaimana disebutkan pada
angka 4) huruf c), atau ditolak oleh Ketua Yayasan Binaniaga,
maka akan dilakukan pemilihan kembali sesuai tahapan
pemilihan.
e) Penetapan Ketua dilakukan oleh Ketua Yayasan Binaniaga dan
ditembuskan kepada semua anggota Senat.
b. Proses pemilihan para Pembantu Ketua (PUKET)
Diatur sesuai dengan Tata Kelola dan Organisasi, dan Standar Tata
Kelola dan Organisasi, dan pada tingkatan yang paling operasional
ditetapkan melalui keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga.
c. Unsur-unsur tata pamong di bawah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniagaseperti Kepala perpustakaan, Kepala Bagian Administrasi
Akademik, dan sebagainya dietapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga setelah memperhatikan ketentuan yang berlaku.
d. Untuk unsur tata pamong yang ada di Program Studi, proses
penunjukkannya diselenggarakan di tingkat program studi masing-masing.
e. Dalam rangka mendukung terselenggaranya kegiatan tata pamong,
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga mengikuti berbagai peraturan
dan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan
Nasional dan Statuta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga. Tugas
masing-masing unsur atau struktur dalam tata pamong, hubungan kerja
antar unsur-unsur dalam tata pamong, serta berbagai peraturan akademik
di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga telah dibuat oleh
Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga, sementara yang
spesifik di lingkup Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dibuat oleh
Unsur Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga. Model
penunjukan unsur tata pamong tersebut, serta dengan pola hubungan
yang jelas antar unsur dalam tata pamong, maka penyelengaraan tata
pamong dapat menjamin tercapainya visi dan misi Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 38


2. Akuntabel
Bentuk akuntabilitas penyelenggaraan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga secara periodik menyusun Laporan Tahunan Kinerja Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga. Setiap tahun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga juga menyusun anggaran dan program kerja yang melibatkan
program studi dan seluruh unsur tata pamong. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga menggunakan model Penganggaran Berbasis Kinerja dengan
menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB). Mekanisme
penganggaran dilakukan melalui tiga tahap:
a. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga mengadakan rapat
dengan para pimpinan unit kerja di bawahnya untuk menyusun anggaran
per unit kerja;
b. Hasil rapat di tingkat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dibahas
dengan Unsur Yayasan Binaniaga untuk mendapatkan persetujuan
Yayasan Binaniaga.
c. Kemudian Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tersebut
disyahkan menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB).
Sementara itu untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas di bidang
akademik, tiap satu tahun akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniagamengadakan perencanaan dan evaluasi pelaksanaan akademik
dalam rapat yang dihadiri oleh unsur pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga, program studi, Kepala Bagian Administrasi & Umum, Kepala
Bagian Administrasi Akademik dan Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI).
Sementara itu setiap semester Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga juga
mengadakan rapat kerja yang dihadiri oleh seluruh dosen dan pimpinan
ketatausahaan. Untuk memonitor kinerja akademik di tingkat Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Binaniaga, pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniagadibantu oleh Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI). Secara
khusus, Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI) juga bertugas membantu
pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniagadan program studi untuk
menyusun dan mengevaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal
baik akademik maupun non akademik.

3. Transparan
Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga, program studi, dosen,
tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam melaksanakan fungsi dan
tugasnya berdasarkan standar operating prosedur yang berlaku di Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga, yaitu mulai dari input, proses, dan output
dapat memberikan informasi yang secara terbuka dapat dirasakan oleh
semua pihak yang membutuhkannya.

4. Tanggung Jawab:
Bertanggungjawab, ditandai adanya struktur organisasi, uraian tugas, fungsi
dan tanggung jawab yang berpedoman kepada peraturan yang berlaku.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga memiliki dan memberlakukan Kode
Etik yang telah ditetapkan kepada dosen, mahasiswa, dan staf yang
mendukung pelaksanaan sistem yang bertanggung jawab. Hal ini dilakukan
agar dapat menumbuhkan kepercayaan orang tua/wali mahasiswa dan
pengguna lulusan terhadap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.

5. Adil
Setiap sivitas akademika mendapat perlakuan yang sama sesuai dengan
standar-standar yang berlaku, sesuai dengan fungsi dan kapasistasnya.
Keadilan dalam penyelenggaraan kegiatan tata pamong didiskripsikan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 39


dengan jelas, tugas dan kewajiban masing-masing unsur dalam tata pamong.
Di samping itu, setiap unsur dalam tata pamong telah dilibatkan dalam setiap
penyusunan program kerja dan anggaran dari setiap unit kerja. Dalam
penyusunan anggaran ini, setiap Program Studi mendapatkan alokasi dana
yang proporsional sesuai dengan beban akademik yang harus ditanggung.

Kode Etik Dosen

Kode etik dosen telah dijabarkan dalam keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga No. 11 Tahun 2004 tentang Kode Etik Dosen. Salah satu
unsur penunjang proses penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi adalah
unsur dosen, dalam melaksanakan tugasnya dosen harus memiliki kebebasan
akademik, untuk mewujudkan kebebasan akademik tersebut perlu dibuat
ketentuan untuk mengikat, dittati, dan dilaksanakan, yaitu kode etik dosen. Kode
etik dosen berlaku untuk seluruh dosen STIE Binaniaga dalam mengemban
tugas dan kewajibannya sebagai pribadi maupun sivitas akademika.

Kode etik dosen STIE Binaniaga berisi, sebagai berikut:


1. Kewajiban Dosen terhadap Diri Pribadi
a. Beriman kepada Tuhan YME, serta menjunjung tinggi hukum dan
kaidah-kaidah moral yang berlaku di masyarakat.
b. Menjaga kehormatan dan martabat pribadi serta meningkatkan budi
pekerti dan akhlak mulia.
c. Berfikir, bersikap, dan berperilaku sebagai anggota masyarakat ilmiah,
berbudi luhur, jujur, bersemangat, bertanggung jawab, dan menghindari
dari perbuatan tercela.
d. Menolak dan tidak menerima sesuatu pemberian yang nyata-nyata
diketahui dan patut diduga secara langsung atau tidak langsung
berhubungan secara tidak sah dengan profesinya atau jabatannya.
e. Berdisiplin, bersikap rendah hati, peka, teliti, hati-hati, dan menghargai
pendapat orang lain.
f. Memegang teguh rahasia jabatan serta tidak menyalahgunakan jabatan.
g. Menjaga/memelihara kehormatan dan kewibawaan dirinya.
h. Mematuhi semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di STIE
Binaniaga.
i. Bersikap dan bertindak adil terhadap mahasiswa.
2. Seorang dosen wajib menjunjung tinggi kebebasan akademik, yaitu
kewajiban untuk memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan melalui
kajian, penelitian, pembahasan atau penyebarluasan ilmu kepada
mahasiswa, sesama dosen dan masyarakat, secara bertanggungjawab,
mandiri sesuai dengan aspirasi pribadi oan dilandasi oleh norma dan kaidah
keilmuan, yaitu: (a) kejujuran, berwawasan luas, kebersamaan, dan cara
berfikir ilmiah; (b) menghargai penemuan dan pendapat akademisi lain; (c)
tidak semata-mata untuk kepentingan pribadi.
3. Sebagai seorang ilmuwan, seorang dosen dalam berkomunikasi, baik secara
lisan maupun tertulis diharapkan menggunakan bahasa yang sopan dan
santun, tidak emosional, berfikir jernih, dan tidak menyinggung perasaan
orang lain.
4. Seorang dosen wajib memelihara dan menumbuhkembangkan masyarakat
akademik antar dosen dengan jalan: (a) memegang teguh dan menghormati
hak dan kebebasan akademik serta hak kebebasan mimbar akademik antar
dosen; menghayati dasar-dasar kemasyarakatan dalam penyelenggaraan
STIE Binaniaga dalam bentuk tugas sosial dengan ikut serta

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 40


menyelenggarakan usaha membangun, memelihara, dan mengembangkan
hidup kemasyarakatan serta kebudayaan; dan menghayati dasar-dasar
kekeluargaan dalam penyelenggaraan STIE Binaniaga berdasarkan Statuta
STIE BINANIAGA, atau aturan lain yang berlaku.
5. Kewajiban dosen terhadap STIE Binaniaga
a. Seorang dosen wajib menjunjung tinggi visi, misi, tujuan, dan sasaran
STIE Binaniaga.
b. menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan Tridharma Perguruan
Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
c. menjungung tinggi kehormatan bangsa dan negara, kewibawaan dan
nama balk STIE Binaniaga.
d. mengutamakan kepentingan STIE Binaniaga dan masyarakat dari pada
kepentingan pribadi atau golongan.
e. Tanggung jawab Dosen dalam Bidang Akademik, Seorang dosen wajib
menjunjung tinggi hak mengajar yang diberikan kepadanya dengan
semangat profesionalisme sebagai seorang pendidik yang diwujudkan
dalam bentuk perilaku dan keteladanan, yaitu: (1) mengajar dan
memberikan Iayanan akademik dengan sebaik-baiknya menurut
kemampuan serta penuh dedikasi, disiplin, dan kearifan; (2) menjauhi
dan menghindari hal-hal yang mengarah pada kemungkinan terjadinya
pertentangan kepentingan pribadi dalam proses belajar mengajar; (3)
menjauhi dan menghindarkan .diri dari hal-hal dan perbuatan yang dapat
menurunkan derajat dan martabat dosen sebagai profesi pendidik yang
terhormat; (4) terbuka dan menjungjung tinggi kejujuran akademik serta
menjalankan tugas profesi dengan sebaik baiknya; (5) memberikan
bimbingan dan layanan informasi yang diperlukan oleh mahasiswa dalam
rangka memperlancar penyelesaian studinya dengan penuh kearifan; (6)
motivasi kepada mahasiswa sehingga dapat merangsang daya fikir; (7)
bimbingan dan memheri kesempatan kepada mahasiswa untuk
mendapatkan, mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan kesenian sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan (8)
bimbingan dan mendidik mahasiswa kearah pembentukan kepribadian
insan terpelajar yang mandiri dan bertangungjawab.
f. Tanggung jawab Dosen dalam Bidang Penelitian, dalam melaksanakan
penelitian, seorang dosen wajib: (1) bersikap tian berfikir analitis dan
kritis, jujur, objektif, dan berpegang teguh pada semua aspek proses
penelitian serta tidak boleh memalsukan atau memanipulasi data
maupun hasil penelitian; (2) menghindari kesalahan dalam penelitian,
terutama dalam menyajikan hasil penelitian; (3) bersifat terbuka, saling
berbagi data, hasil, metoda, dan gagasan yang lain, kecuali data yang
dapat dipatenkan atau dianggap rahasia; (4) memperlakukan teman
sejawat dengan sopan; dan (5) menghormati dan menghargai objek
penelitian, baik yang berupa manusia, tumbuhan, hewan maupun
makhluk lainnya.
g. Tanggung jawab Dosen sebagai Peneliti, yaitu (1) Peneliti bertanggung
jawab untuk memberikan interpretasi atas hasil dan kesimpulan
penelitian agar hasil penelitian dapat dimengerti; (2) Peneliti bertanggung
jawab pada rekan seprofesinya; (3) Peneliti tidak boleh menutupi
kelemahan atau membesar-besarkan hasil penelitian; dan (4) Peneliti
harus menjelaskan secara eksplisit manfaat yang akan diperoleh dari
hasil penelitian.
h. Tanggung jawab Dosen dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat,
yaitu (1) mempunyai ketulusan hati untuk bekerja secara sinergis dengan
dosen lain dari berbagai macam disiplin ilmu; (2) menghargai partisipasi

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 41


masyarakat dalam menetapkan program-program pengabdian; dan (3)
tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain/masyarakat.
6. Kewajiban dosen terhadap Pelaksanaan Kode Etik
a. Seorang dosen wajib mengindahkan dan melaksanakan Kode Etik
Dosen.
b. Pelanggaran terhadap Kode Etik Dosen dapat dikenakan sanksi moral
dan sanksi Iainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2.1.2 Struktur Organisasi, Koordinasi, dan Cara Kerja Institusi Perguran Tinggi.
Gambarkan struktur organisasi perguruan tinggi serta tugas dan fungsi dari tiap
unit yang ada. Sebutkan nama lembaga, fakultas, jurusan dan laboratorium yang
ada.

Struktur Organisasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga, sebagai berikut:

Unsur-unsur yang terdapat dalam struktur organisasi Sekolah Tinggi Ilmu


Ekonomi Binaniaga adalah sebagai berikut:
1. Unsur Pimpinan : Ketua dan para Pembantu Ketua.
2. Senat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
3. Dewan penyantun.
4. Unsur pelaksanaan akademik: Program studi dan Bagian Akademik &
Kemahasiswaan.
5. Unsur pelaksanaan administrasi: Bagian Administrasi dan Umum.
6. Unsur penunjang: perpustakaan, laboratorium, keuangan.
7. Pelaksana Penajaminan Mutu: Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI).
8. Perencana dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi: Pusat
Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M).

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 42


Deskripsi tugas dan fungsi masing-masing tingkatan dalam organisasi Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga :

1. Ketua.
Sebagai pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga mempunyai
kewenangan dan tanggung jawab sebagai berikut:
a. Memberikan instruksi kerja baik langsung maupun tidak langsung kepada
para Pembatu Ketua sesuai bidangnya.
b. Mengangkat dan memberhentikan unsur-unsur Pimpinan Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Binaniaga dengan melalui pertimbangan Senat Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dan atas persetujuan Yayasan
Binaniaga.
c. Melakukan pembinaan keorganisasian kepada seluruh jajaran Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga sesuai dengan Tridharma Perguruan
Tinggi.
d. Pemberian kewenangan secara proporsional kepada para Pembantu
Ketua selaku unsur pimpinan sesuai dengan bidangnya masing-masing.
e. Menjalin hubungan kerja sama antar lembaga dengan lembaga-lembaga
lain demi kemajuan dan pengembangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga
f. Wajib memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Yayasan
Binaniaga mengenai penyelenggaraan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga secara periodik dan pada akhir masa jabatan.

2. Pembantu Ketua I Bidang Akademik.


a. Membantu Ketua dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan
penelitian.
b. Mengkoordinir segala urusan yang berkaitan dengan penyelenggaraan
pendidikan.
c. Membantu Ketua dalam mengkoordinir pengelolaan administrasi
akademik.
d. Memberi instruksi kerja atas nama Ketua kepada para Ketua Program
studi dan Kepala BAAK mengenai pelaksanaan kegiatan akademik
secara rutin dengan pengembangan akademik.
e. Membantu Ketua dalam melakukan perencanaan pengawasan dan
pengendalian serta evaluasi kegiatan akademik.
f. Melakukan konsultasi teknis kepada Ketua mengenai bidang tugasnya
sesuai kebutuhan.
g. Wajib memberi laporan kepada Ketua baik tertulis maupun tidak tertulis
atas pelaksanaan seluruh kegiatan yang dibidanginya.

3. Pembantu Ketua II Bidang Adum dan Keuangan.


a. Membantu Ketua dalam melaksanakan kegiatan keuangan dan
administrasi umum.
b. Membantu Ketua dalam mengkoordinir pengelolaan keuangan dan
administrasi umum.
c. Membantu Ketua dalam mengkoordinir segala urusan yang berkaitan
dengan pelaksanaan kegiatan keuangan dan administrasi umum.
d. Memberi instruksi kerja atas nama Ketua kepada Kepala BAUM serta
jajaran kerjanya maupun kepada unit kerja lain mengenai pelaksanaan
kegiatan keuangan dan administrasi.
e. Membantu Ketua dalam melakukan perencanaan, pengawasan dan
pengendalian serta evaluasi bidang keuangan dan administrasi.
f. Membantu Ketua dalam melakukan perencanaan, pengawasan dan
pengendalian serta evaluasi bidang kerjasama baik internal (lingkup

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 43


Yayasan Binaniaga) maupun eksternal.
g. Melakukan konsultasi teknis kepada Ketua mengenai bidang tugasnya
sesuai kebutuhan.
h. Wajib memberi laporan kepada Ketua baik tertulis maupun tidak tertulis
atas pelaksanaan seluruh kegiatan yang dibidanginya.

4. Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasaman


a. Membantu Ketua dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat.
b. Membantu Ketua dalam melaksanakan kegiatan di bidang
kemahasiswaan.
c. Membantu Ketua dalam mengkoordinir dalam segala urusan yang
berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan.
d. Membantu Ketua dalam mengkoordinir dalam segala urusan yang
berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan administrasi kemahasiswaan.
e. Membantu Ketua dalam mengkoordinir dalam segala urusan yang
berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan sistem informasi.
f. Memberi instruksi kerja atas nama Ketua kepada Kepala BAAK serta
jajaran kerjanya maupun kepada unit kerja lain mengenai pelaksanaan
kegiatan administrasi kemahasiswaan.
g. Membantu Ketua dalam melakukan perencanaan, pengawasan dan
pengendalian serta evaluasi bidang kemahasiswaan serta
pengadministrasiannya.
h. Melakukan konsultasi teknis kepada Ketua mengenai bidang tugasnya
sesuai kebutuhan.
i. Wajib memberi laporan kepada Ketua baik tertulis maupun tidak tertulis
atas pelaksanaan seluruh kegiatan yang dibidanginya.

5. Senat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga


a. Merumuskan kebijaksanaan Akademik dan pengembangan Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
b. Merumuskan kebijakan penilaian prestasi Akademik dan kecakapan serta
kepribadian Sivitas Akademika.
c. Merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan pendidikan.
d. Memberikan persetujuan atas Rencana Anggaran Pendapatan dan
Belanja (RAPB) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga yang dibuat
oleh Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
e. Menilai pertanggungjawaban Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan.
f. Merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan Akademik, dan otonomi
keilmuan dalam lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
g. Memberikan pertimbangan kepada Yayasan Binaniaga berkenaan
dengan calon-calon yang diajukan untuk diangkat menjadi Ketua, para
Pembantu Ketua dan para dosen yang diusulkan untuk memangku
jabatan akademik.
h. Menegakkan norma-norma yang berlaku bagi Sivitas Akademika.

6. Kepala BAAK mempunyai tugas pokok dan fungsi:


a. Melaksanakan kegiatan perencanaan, pengawasan dan pengendalian
serta evaluasi mengenai segala urusan yang berkaitan dengan
administrasi akademik dan kemahasiswaan.
b. Memimpin, mengendalikan dan menyelenggarakan kegiatan administrasi
akademik dan kemahasiswaan.
c. Melaksanakan dan mengendalikan kegiatan kearsipan untuk berbagai
urusan yang berkaitan dengan administrasi akademik dan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 44


kemahasiswaan.
d. Melakukan pembinaan teknis kepada seluruh jajaran kerjanya mengenai
penyelenggaraan kegiatan administrasi akademik dan kemahasiswaan.
e. Wajib memberikan laporan kepada Ketua melalui Pembantu Ketua I
mengenai berbagai kegiatan administrasi akademik dan kepada
Pembantu Ketua III mengenai berbagai kegiatan administrasi
kemahasiswaan.

7. Kepala BAUM mempunyai tugas pokok dan fungsi:


a. Melaksanakan kegiatan perencanaan, pengawasan dan pengendalian
serta evaluasi mengenai segala urusan yang berkaitan dengan
administrasi umum dan keuangan.
b. Memimpin mengendalikan dan menyelenggarakan kegiatan administrasi
umum dan keuangan.
c. Melaksanakan dan mengendalikan kegiatan kearsipan untuk berbagai
urusan yang berkaitan dengan administrasi umum dan keuangan.
d. Melakukan pembinaan teknis kepada seluruh jajaran kerjanya mengenai
penyelenggaraan administrasi umum dan keuangan.
e. Wajib memberikan laporan kepada Ketua melalui Pembantu Ketua II
mengenai berbagai kegiatan administrasi umum dan keuangan.

8. Ketua Program studi:


a. Melaksanakan pengawasan, perencanaan dan pengendalian serta
evaluasi pada program studi mengenai penyelenggaraan pendidikan.
b. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan sesuai dengan program
studinya.
c. Melakukan pembinaan kepada para dosen mengenai teknis
penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi.
d. Wajib memberikan laporan kepada Ketua melalui Pembantu Ketua I
tentang berbagai kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di program
studi.
e. Melaksanakan upaya-upaya pengkajian dan pengembangan keilmuan
melalui kerja sama dengan P3M.
f. Mengendalikan penyelenggaraan kegiatan pendidikan pada program
studinya sesuai dengan etika Perguruan Tinggi dan kaidah keilmuan.
g. Melakukan konsultasi teknis pada Pembantu Ketua I mengenai
penyelenggaraan pendidikan diprogram studinya.

9. Pusat Pelaksana Tridharma Perguruan Tinggi.


Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M) mempunyai tugas
dan fungsi:
a. Melakukan berbagai kegiatan penelitian, pengkajian dan pengembangan
keilmuan sesuai dengan misi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
b. Melakukan berbagai upaya publikasi atas hasil penelitian pengkajian dan
pengembangan keilmuan yang telah dilakukannya.
c. Melakukan pengadministrasian seluruh kegiatan dan hasil kegiatan
penelitian pengkajian dan pengembangan keilmuan yang telah dan akan
dilaksanakannya.
d. Melakukan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat sesuai
dengan misi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
e. Melakukan berbagai upaya publikasi atas hasil pengabdian pada
masyarakat yang telah dilakukannya.
f. Melakukan pengadministrasian seluruh kegiatan dan hasil kegiatan
pengabdian pada masyarakat yang telah dan akan dilakukannya.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 45


10. Kepala Perpustakaan:
a. Melaksanakan kegiatan perencanaan, pengawasan dan pengendalian
serta evaluasi mengenai segala urusan yang berkaitan dengan
pengelolaan perpustakaan .
b. Menyelenggarakan kegiatan administrasi perpustakaan secara terpadu
dan modern.
c. Melaksanakan dan mengendalikan pembinaan.
d. Melakukan konsultasi teknis terhadap pimpinan dan unsur pimpinan
mengenai pengelolaan perpustakaan.
e. Wajib memberikan laporan baik tertulis maupun tidak tertulis kepada
Ketua melalui Pembantu Ketua I Bidang Akademik mengenai berbagai
kegiatan pengelolaan perpustakaan yang telah dilaksanakannya.

11. Koordinator Laboratorium :


a. Melaksanakan kegiatan perencanaan, pengawasan dan pengendalian
serta evaluasi mengenai segala urusan yang berkaitan dengan
pengelolaan laboratorium.
b. Menerapkan berbagai aturan kedisiplinan didalam penataan laboratorium.
c. Melakukan pengadministrasian berbagai kegiatan pengelolaan
laboratorium.
d. Melaksanakan pembinaan teknis dalam hal pemanfaatan laboratorium.
e. Melakukan konsultasi teknis kepada Pimpinan dan Unsur Pimpinan
mengenai pengelolaan laboratorium.
f. Wajib memberikan laporan baik tertulis maupun tidak kepada Ketua
melalui Pembantu Ketua I atas semua kegiatan pengelolaan laboratorium
yang telah dilaksanakannya.

12. P2MI (Pusat Penjaminan Mutu Internal)


a. Merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan penjaminan mutu.
b. Menyusun perangkat pelaksanaan penjaminan mutu.
c. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan penjaminan mutu.
d. Melaksanakan dan mengembangkan audit internal.
e. Melaporkan pelaksanaan penjaminan mutu kepada pimpinan Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
f. Menyiapkan SDM penjaminan mutu (auditor).

Nama Unit
Nama Generik di
No. Tugas Pokok dan Fungsi
Unit Perguruan
Tinggi
(1) (2) (3) (4)

Mengelola dan mengembangkan kegiatan


Tridharma Perguruan Tinggi dan kegiatan
1 Pimpinan institusi Ketua pendukungnya berdasarkan Statuta, Renstra dan
Renop, serta memberikan pertanggungjawaban
atas pelaksanaannya.

Merumuskan kebijakan akademik dan


pengembangan STIE Binaniaga, merumuskan
Senat perguruan
Senat STIE penilaian kinerja akademik dan kecakapan serta
2 tinggi/senat
Binaniaga kepribadian sivitas akademika, serta norma dan tolok
akademik
ukur penyelenggaraan pendidikan STIE Binaniaga
dan menilai pertanggungjawaban pimpinan STIE
Binaniaga atas pelaksanaan kebijakan yang telah

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 46


Nama Unit
Nama Generik di
No. Tugas Pokok dan Fungsi
Unit Perguruan
Tinggi
(1) (2) (3) (4)
ditetapkan.

Mengontrol, mengawasi, dan mengevaluasi


Satuan Yayasan pengelolaan penyelenggaraan Tridharma
3
pengawasan Binaniaga Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh STIE
Binaniaga

Dewan Membantu pimpinan STIE Binaniaga dalam rangka


Penyantun pengembangan STIE Binaniaga

Dewan
4
pertimbangan Memberikan pertimbangan atas anggaran,
Senat STIE pendapatan dan belanja yang disampaikan oleh
Binaniaga Ketua STIE Binaniaga, pengusulan prodi baru, dan
menjabarkan semua yang tercantum dalam statuta

Pelaksana Mengelola kebijakan operasional STIE Binaniaga


Program
5 kegiatan dalam melaksanakan kegiatan akademik, dan
Studi
akademik menyempurnakan kurikulum

Memberikan layanan administrasi


Pelaksana
Akademik, keuangan, dan kemahasiswaan, serta
administrasi,
6 Bagian segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan
pelayanan dan
Tridharma Perguruan Tinggi kepada sivitas
pendukung
akademika STIE Binaniaga.

Pusat Merencanakan, melaksanakan, Mengevaluasi dan


Pelaksana Penjaminan meningkatkan penerapan Sistem Penjaminan Mutu
7
penjaminan mutu Mutu Internal Internal terhadap seluruh unit yang ada di STIE
(P2MI) Binaniaga.

Pusat Merumuskan roadmap dan menetapkan kebijakan


Penelitian dalam bidang pendidikan penelitian dan pengabdian
Unit perencana
dan kepada masyarakat. Mengembangkan kerjasama
dan
8 Pengemban pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
pengembangan
gan mayarakat dengan instansi dalam negeri maupun
tridharma
Masyarakat luar negeri dengan persetujuan Ketua STIE
(P3M) Binaniaga.

2.1.3 Kelembagaan Kode Etik.


Jelaskan kode etik, lembaga serta prosedur penyelesaian pelanggaran kode etik
sivitas akademika dan tenaga kependidikan di institusi ini beserta sosialisasinya.

Kode etik dosen STIE Binaniaga berisi, sebagai berikut:


1. Kewajiban Dosen terhadap Diri Pribadi.
a. Beriman kepada Tuhan YME, serta menjunjung tinggi hukum dan
kaidah-kaidah moral yang berlaku di masyarakat.
b. Menjaga kehormatan dan martabat pribadi serta meningkatkan budi
pekerti dan akhlak mulia.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 47


c. Berfikir, bersikap, dan berperilaku sebagai anggota masyarakat ilmiah,
berbudi luhur, jujur, bersemangat, bertanggung jawab, dan menghindari
dari perbuatan tercela.
d. Menolak dan tidak menerima sesuatu pemberian yang nyata-nyata
diketahui dan patut diduga secara langsung atau tidak langsung
berhubungan secara tidak sah dengan profesinya atau jabatannya.
e. Berdisiplin, bersikap rendah hati, peka, teliti, hati-hati, dan menghargai
pendapat orang lain.
f. Memegang teguh rahasia jabatan serta tidak menyalahgunakan jabatan.
g. Menjaga/memelihara kehormatan dan kewibawaan dirinya.
h. Mematuhi semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di STIE
Binaniaga.
i. Bersikap dan bertindak adil terhadap mahasiswa.
2. Seorang dosen wajib menjunjung tinggi kebebasan akademik, yaitu
kewajiban untuk memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan melalui
kajian, penelitian, pembahasan atau penyebarluasan ilmu kepada
mahasiswa, sesama dosen dan masyarakat, secara bertanggungjawab,
mandiri sesuai dengan aspirasi pribadi oan dilandasi oleh norma dan kaidah
keilmuan, yaitu: (a) kejujuran, berwawasan luas, kebersamaan, dan cara
berfikir ilmiah; (b) menghargai penemuan dan pendapat akademisi lain; (c)
tidak semata-mata untuk kepentingan pribadi.
3. Sebagai seorang ilmuwan, seorang dosen dalam berkomunikasi, baik secara
lisan maupun tertulis diharapkan menggunakan bahasa yang sopan dan
santun, tidak emosional, berfikir jernih, dan tidak menyinggung perasaan
orang lain.
4. Seorang dosen wajib memelihara dan menumbuhkembangkan masyarakat
akademik antar dosen dengan jalan: (a) memegang teguh dan menghormati
hak dan kebebasan akademik serta hak kebebasan mimbar akademik antar
dosen; menghayati dasar-dasar kemasyarakatan dalam penyelenggaraan
STIE Binaniaga dalam bentuk tugas sosial dengan ikut serta
menyelenggarakan usaha membangun, memelihara, dan mengembangkan
hidup kemasyarakatan serta kebudayaan; dan menghayati dasar-dasar
kekeluargaan dalam penyelenggaraan STIE Binaniaga berdasarkan Statuta
STIE BINANIAGA, atau aturan lain yang berlaku.
5. Kewajiban dosen terhadap STIE Binaniaga
a. Seorang dosen wajib menjunjung tinggi visi, misi, tujuan, dan sasaran
STIE Binaniaga.
b. menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan Tridharma Perguruan
Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
c. menjungung tinggi kehormatan bangsa dan negara, kewibawaan dan
nama balk STIE Binaniaga.
d. mengutamakan kepentingan STIE Binaniaga dan masyarakat dari pada
kepentingan pribadi atau golongan.
e. Tanggung jawab Dosen dalam Bidang Akademik, Seorang dosen wajib
menjunjung tinggi hak mengajar yang diberikan kepadanya dengan
semangat profesionalisme sebagai seorang pendidik yang diwujudkan
dalam bentuk perilaku dan keteladanan, yaitu: (1) mengajar dan
memberikan Iayanan akademik dengan sebaik-baiknya menurut
kemampuan serta penuh dedikasi, disiplin, dan kearifan; (2) menjauhi dan
menghindari hal-hal yang mengarah pada kemungkinan terjadinya
pertentangan kepentingan pribadi dalam proses belajar mengajar; (3)
menjauhi dan menghindarkan .diri dari hal-hal dan perbuatan yang dapat
menurunkan derajat dan martabat dosen sebagai profesi pendidik yang

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 48


terhormat; (4) terbuka dan menjungjung tinggi kejujuran akademik serta
menjalankan tugas profesi dengan sebaik baiknya; (5) memberikan
bimbingan dan layanan informasi yang diperlukan oleh mahasiswa dalam
rangka memperlancar penyelesaian studinya dengan penuh kearifan; (6)
motivasi kepada mahasiswa sehingga dapat merangsang daya fikir; (7)
bimbingan dan memheri kesempatan kepada mahasiswa untuk
mendapatkan, mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan kesenian sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan (8)
bimbingan dan mendidik mahasiswa kearah pembentukan kepribadian
insan terpelajar yang mandiri dan bertangungjawab.
f. Tanggung jawab Dosen dalam Bidang Penelitian, dalam melaksanakan
penelitian, seorang dosen wajib: (1) bersikap tian berfikir analitis dan
kritis, jujur, objektif, dan berpegang teguh pada semua aspek proses
penelitian serta tidak boleh memalsukan atau memanipulasi data maupun
hasil penelitian; (2) menghindari kesalahan dalam penelitian, terutama
dalam menyajikan hasil penelitian; (3) bersifat terbuka, saling berbagi
data, hasil, metoda, dan gagasan yang lain, kecuali data yang dapat
dipatenkan atau dianggap rahasia; (4) memperlakukan teman sejawat
dengan sopan; dan (5) menghormati dan menghargai objek penelitian,
baik yang berupa manusia, tumbuhan, hewan maupun makhluk lainnya.
g. Tanggung jawab Dosen sebagai Peneliti, yaitu (1) Peneliti bertanggung
jawab untuk memberikan interpretasi atas hasil dan kesimpulan penelitian
agar hasil penelitian dapat dimengerti; (2) Peneliti bertanggung jawab
pada rekan seprofesinya; (3) Peneliti tidak boleh menutupi kelemahan
atau membesar-besarkan hasil penelitian; dan (4) Peneliti harus
menjelaskan secara eksplisit manfaat yang akan diperoleh dari hasil
penelitian.
h. Tanggung jawab Dosen dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat,
yaitu (1) mempunyai ketulusan hati untuk bekerja secara sinergis dengan
dosen lain dari berbagai macam disiplin ilmu; (2) menghargai partisipasi
masyarakat dalam menetapkan program-program pengabdian; dan (3)
tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada orang lain/masyarakat.
i. Kewajiban dosen terhadap Pelaksanaan Kode Etik
6. Seorang dosen wajib mengindahkan dan melaksanakan Kode Etik Dosen.
7. Pelanggaran terhadap Kode Etik Dosen dapat dikenakan sanksi moral dan
sanksi Iainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku
Keputusan Ketua STIE Binaniaga Nomor 11/STIE-A/IX/2004 tentang Kode Etik
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga, merupakan peraturan yang
menjadi pedoman bagi Pimpinan STIE Binaniaga untuk menjaga ketertiban,
kelancaran proses belajar mengajar dan juga bagi Senat STIE Binaniaga, dalam
hal ini Komisi Disiplin, dalam melaksanakan pemeriksaan atas pelanggaran
kode etik bagi seluruh sivitas akademika STIE Binaniaga. Jadi, secara
kelembagaan masalah kode etik ditangani oleh Komisi Disiplin yang ada dalam
tubuh Senat STIE Binaniaga.
Dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan yang melanggar etika atau aturan-
aturan yang berlaku di STIE Binaniaga, akan diberi sanksi. Seseorang yang
dianggap melakukan pelanggaran, akan disidangkan dalam Komisi Disiplin
Senat STIE Binaniaga, dan jika dinyatakan terbukti melanggar, maka akan
diberikan sanksi berupa teguran (lisan/tulisan), skorsing, atau pemberhentian.
Sebaliknya sivitas akademika yang berprestasi dengan berbagai kriteria yang
telah ditetapkan oleh STIE Binaniaga akan diberi penghargaan agar menjadi
pemicu untuk meningkatkan prestasinya. Penghargaan bagi dosen dapat

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 49


berupa dosen teladan, dosen berprestasi dan dosen yang telah mengabdi
selama 25 tahun. Selanjutnya mulai tahun ini, akan diberikan penghargan bagi
dosen yang berhasil melakukan publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi nasional
dan jurnal internasional. Penghargaan bagi tenaga kependidikan antara lain
adalah: karyawan teladan dan karyawan yang telah mengabdi selama 25 tahun;
sedangkan penghargaan bagi mahasiswa dapat berupa pemberian beasiswa.

2.2 Kepemimpinan

Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur


dalam institusi perguruan tinggi mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya
organisasi yang disepakati bersama serta mampu membuat keputusan yang tepat
dan cepat.

Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan


mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan
yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu
menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi
organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada
seluruh unsur dalam institusi perguruan tinggi. Dalam menjalankan fungsi
kepemimpinan dikenal kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan
kepemimpinan publik.

Kepemimpinan operasional berkaitan dengan kemampuan menjabarkan visi, misi


ke dalam kegiatan operasional institusi perguruan tinggi. Kepemimpinan
organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar unit dalam organisasi
institusi perguruan tinggi dan dalam sistem pendidikan tinggi nasional.
Kepemimpinan publik berkaitan dengan kemampuan menjalin kerjasama dan
menjadi rujukan bagi publik.

Jelaskan pola dan kinerja kepemimpinan institusi perguruan tinggi, mencakup


informasi tentang kepemimpinan operasional, organisasi, dan publik.

Pola kepemimpinan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dapat diuraikan


sebagai berikut:
1. Kepemimpinan Operasional.
Kepemimpinan operasional di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga
dipimpin oleh Ketua dan dibantu oleh para pembantu ketua, yaitu Pembantu
Ketua (Puket) I Bidang Akademik, Pembantu Ketua II Bidang Administrasi
Umum dan Keuangan, dan Pembantu Ketua (Puket) III Bidang
Kemahasiswaan dan Kerjasama. Ketua, para Pembantu Ketua, stakeholders,
dan elemen-elemen lainnya melakukan rapat kerja untuk menyusun program
kerja dan kegiatan tahunan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan
Belanja (RAPB) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga berdasarkan visi,
misi dan tujuan institusi STIE Binaniaga dan program studi. Program kerja
yang dibuat merupakan penjabaran Renstra (rencana strategis) empat
tahunan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga. Model seperti ini telah
dapat menciptakan adanya goal congruence atas pelaksanaan program di
tingkat program studi maupun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
Program kerja dan kegiatan yang telah dilaksanakanakan dievaluasi dan
dimonitor oleh Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI) untuk menjadi

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 50


feedback pada program/kegiatanperiode selanjutnya.
2. Kepemimpinan Organisasi.
Sehubungan dengan kepemimpinan organisasi, program studi merupakan
unit akademik terbawah, maka permasalahan yang terdapat di dalam
program studi diploma III Akuntansi dan Strata 1 Manajemen terlebih dahulu
ditangani oleh ketua program studi sesuai dengan kewenangan yang
dimilikinya. Permasalahan yang memerlukan penanganan di luar
kewenangan ketua program studi dapat diangkat ke tingkat yang lebih tinggi,
dengan urutan: Pembantu Ketua (Puket) I Bidang Akademik dan Ketua.
3. Kepemimpinan Publik.
Kepemimpinan publik ditunjukkan dengan keleluasaan Pembantu Ketua
(Puket) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama untuk menjalin kerjasama
dengan pihak luar. Pembantu Ketua (Puket) III Bidang Kemahasiswaan dan
Kerjasama sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya dapat melakukan
negosiasi kerjasama dengan pihak luar. Payung hukum kerjasama diawali
dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Ketua
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dengan pihak terkait. Setelah itu,
untuk setiap kegiatan kerjasama, dibuatlah suatu perjanjian kerjasama antara
Ketua dengan pihak terkait dengan mempertimbangkan negosiasi yang telah
dilakukan antara ketua program studi akuntansi dengan pihak ketiga tersebut.
Contohnya: CV. Bina Laksana, Sunda Urang, Kresna Securities, Balai Besar
Industri Agro, SMK Taruna Terpadu, SMK Wikrama, SMK Negeri 1 Bogor,
SMK Informatika Global Nusantara, SMK Permata 2, STIKOM Binaniaga,
Universitas Satya Gama, PT. Bangun Citra Bersama, CV. Berjaya Raih
Sukses, PT. Istana Prima Esa, CV. Gallery Pratama, Asuransi Bumida, Bank
Bukopin, PT. Lintas Artha, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Rumah
Sakit Sentra Medika, PT. MARCI (Marketing Research Consultan Indonesia),
Jobs DB, dan SMK Borches.

2.3 Sistem Pengelolaan.

Sistem pengelolaan fungsional dan operasional institusi perguruan tinggi


mencakup fungsi pengelolaan (planning, organizing, staffing, leading, dan
controlling) dalam penyelenggaraan program dan kegiatan perguruan tinggi.

2.3.1 Jelaskan sistem pengelolaan institusi perguruan tinggi serta dokumen


pendukungnya (jelaskan unit / bagian / lembaga yang berperan dalam setiap
fungsi pengelolaan serta proses pengambilan keputusan).

Pelaksanaan sistem pengelolaan institusi adalah sebagai berikut:


1. Perencanaan (planning).
Perencanaan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dilakukan dengan
merumuskan Rencana Strategis (renstra) yang berisi visi, misi, dan tujuan
serta sasaran yang terukur dan realistik dapat dicapai. Berdasarkan renstra
tersebut, dibuatlah program kerja atau rencana operasional (renop) serta
anggaran Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga setiap tahun yang
melibatkan Program Studi dalam rapat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga. Perencanaan-perencanan yang bersifat operasional dan teknis
dilakukan institusi STIE Binaniaga dengan menggunakan mekanisme rapat

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 51


institusi yang terjadwal, misalnya rapat koordinasi mingguan, bulanan dan
semesteran dengan unit kerja lainnya.
2. Pengorganisasian (organizing).
Pengorganisasian di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dilakukan
dengan mengembangkan Struktur Organisasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga dan job description pada masing-masing bagian sesuai dengan
organisasi dan Tata Kelola Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, fungsi operasional organisasi
dinyatakan dalam bentuk Caturdharma Pendidikan Tinggi yang diemban
oleh dosen. Untuk mendukung kinerja dosen, diperlukan juga pengelolaan
fungsi administrasi yang baik melalui pengelolaan staf administrasi. Ketua
merupakan jabatan tertinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga
yang menjadi representasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga baik ke
dalam maupun keluar. Ketua dalam menjalankan tugas dan fungsinya
dibantu oleh Pembantu Ketua (Puket) I Bidang Akademik, Pembantu Ketua
(Puket) II Bidang Adum dan Keuangan, dan Pembantu Ketua (Puket) III
Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama.
3. Pengembangan Staf (staffing).
Pengembangan Staf di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dilakukan
dengan menempatkan staf sesuai dengan spesifikasi dan kompetensinya.
Dosen dan staf administrasi merupakan unsur yang harus dikelola dengan
baik agar memiliki profesionalisme dalam melaksanakan kewajibannya.
Untuk mendapatkan dosen dan staf administrasi yang relevan dengan
kebutuhan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga, dilakukan proses
rekruitmen berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku
di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
4. Pengawasan (controlling).
Fungsi pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga dilakukan dengan cara memantau kinerja dosen dan
staf pendukung (administrasi), disertai reward and punishment sebagai
media memotivasi. Dosen dimotivasi dan dipantau dalam tugas-tugas
pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan
staf pendukung (administrasi) diberikan motivasi dan pemantauan dalam
hal kualitas pelayanan kepada stakeholders. Disamping itu, pimpinan
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga mengatur beban kerja staf
pendukung agar pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan baik, yang pada
akhirnya akan berdampak pada kepuasan mahasiswa. Upaya ini terus
dilaksanakan agar tidak sampai menimbulkan keluhan-keluhan dari
mahasiswa sehubungan dengan tidak optimalnya pelayanan staf
administrasi sesuai dengan yang diinginkan.
Secara akademik, fungsi pengawasan bagi dosen dalam melaksanakan
tugasnya di Prodi dilaksanakan oleh Ketua Program Studi. Hal ini
dikarenakan dosen berada di bawah kendali Ketua Program Studi,
sehingga Ketua Program Studi harus mengawasi agar pembagian beban
mengajar dan membimbing dilakukan secara proporsional pada jenjang
Prodi tersebut. Tugas yang dilaksanakan oleh Ketua Program Studi seperti
ini meliputi pula tugas untuk mengharmoniskan kurikulum jenjang prodi
tersebut. Ini sangat penting agar terjadi linieritas jenjang pendidikan yang
baik.
Untuk menjaga kelancaran kegiatan akademik, pimpinan Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Binaniaga memberikan motivasi kepada dosen dengan cara
memberikan fasilitas agar dapat melakukan proses pembelajaran yang

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 52


baik, menghasilkan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang
berkualitas. Bagi dosen dan staf pendukung akademik yang kurang
berprestasi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga memberi teguran baik
secara lisan maupun tertulis kepada yang bersangkutan agar pada
semester-semester mendatang dapat melaksanakan tugasnya secara
optimal.
5. Pengarahan (directing)
Pengarahan (directing) merupakan fungsi yang secara operasional
dilakukan oleh pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga untuk
memberikan arahan dan pemantauan terhadap anggota organisasi dalam
melaksanakan kegiatan untuk mencapai sasaran, tujuan, misi dan visi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga. Arahan formal didokumentasikan
dalam bentuk Standard Operating Procedure (SOP) dan jobdescription
pada masing-masing bagian yang harus ditaati. Selain itu, pimpinan juga
memberi contoh yang baik dan benar kepada para anggota organisasi serta
memberikan evaluasi terhadap kinerja dengan menggunakan ukuran-
ukuran yang berlaku (contohnya: Standar Kinerja Dosen).
Secara akademik, fungsi pengarahan bagi dosen dalam melaksanakan
tugasnya di Prodi dilaksanakan oleh Ketua Program Studi. Hal ini
dikarenakan dosen berada di bawah kendali Ketua Program Studi,
sehingga Ketua Program Studi harus mengarahkan agar terjadi pembagian
beban mengajar dan membimbing secara proporsional di jenjang Prodi
tersebut.
6. Representasi (representation)
Pengangkatan pimpinan di Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dipilih
dari anggota senat atau non senat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan
dan mempunyai kemampuan untuk memimpin Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga. Pimpinan Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga juga
merupakan dosen tetap yang dipandang mampu dan kompeten dalam
pengelolaan lembaga (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga).
7. Penganggaran (budgeting)
Untuk mendukung fungsi perencanaan operasional, Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan
Belanja (RAPB) yang merupakan formulasi teknis program/kegiatan dalam
bentuk satuan moneter. Penganggaran (budgeting) yang disusun di
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga telah menggunakan performance
based budgeting, yang diawali dengan penentuan estimasi pendapatan,
penyusunan program dan kegiatan, formulasi belanja, dan formulasi
indikator kinerja. RAB yang disusun merupakan gabungan usulan dari
masing-masing prodi S1 dan D III, maupun unit kerja yang ada di Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.

2.3.2 Jelaskan program peningkatan kompetensi manajerial untuk menjamin proses


pengelolaan yang efektif dan efisien di setiap unit.

STIE Binaniaga terus berupaya dalam proses pengelolaan pergurun tinggi yang
dijalaninya agar berjalan efektif dan efisien serta berkualitas. Berkualitas tidak
hanya mahasiswanya tapi juga pengurusnya dan sarana prasarananya. Oleh
karena itu, STIE Binaniaga berkomitmen untuk merekrut posisi-posisi yang ada
didalam struktur organisasi STIE Binaniaga, maka diberlakukan ketentuan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 53


sebagai berikut:
1. Syarat untuk menjadi Ketua STIE Binaniaga
a. Dosen Tetap
b. Pendidikan sekurang-kurangnya Magister (S2) dan memiliki jabatan
fungsional dosen minimal asisten ahli.
c. Bersedia untuk dipilih menjadi calon Ketua baik yang dinyatakan secara
lisan maupun tertulis.
d. Sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah atau sedang tersangkut
perkara pidana dan atau organisasi terlarang yang dibuktikan dengan
surat keterangan yang sah.
e. Tidak menjabat atau tidak sedang diusulkan menjadi pejabat struktural
dan fungsional pada lembaga atau instansi lain diluar STIE Binaniaga.
2. Pembantu Ketua
a. Dosen Tetap yang mempunyai pengalaman mengajar di STIE Binaniaga
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun berturut-turut.
b. Berpendidikan sekurang-kurang nya S2, dengan jabatan akademik
sekurang-kurangnya Asisten Ahli;
c. Pernah menempati jabatan struktural pada lembaga pendidikan tinggi;
d. Mempunyai kemampuan manajerial;
e. Sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah atau sedang tersangkut
perkara pidana dan atau organisasi terlarang yang dibuktikan dengan
surat keterangan yang sah.
f. Berusia maksimum 50 tahun pada saat ditunjuk sebagai Pembantu
Ketua;
g. Bersedia mematuhi aturan kepegawaian yang berlaku di lingkungan
STIE Binaniaga;
h. Tidak menjabat atau tidak sedang diusulkan menjadi pejabat struktural
dan fungsional pada lembaga atau instansi lain diluar STIE Binaniaga.;
3. Ketua Program Studi
a. Dosen Tetap yang mempunyai pengalaman mengajar di STIE Binaniaga
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun berturut-turut.
b. Berpendidikan sekurang-kurangnya S2 dalam bidang ilmu yang sesuai
dengan program studi dengan jabatan akademik sekurang-kurangnya
asisten ahli.
c. Berusia maksimum 50 tahun pada saat ditunjuk sebagai Ketua Prodi.
d. Sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah atau sedang tersangkut
perkara pidana dan atau organisasi terlarang yang dibuktikan dengan
surat keterangan yang sah.
e. Bersedia mematuhi aturan kepegawaian yang berlaku di lingkungan
STIE Binaniaga.
f. Tidak menjabat atau tidak sedang diusulkan menjadi pejabat struktural
dan fungsional pada lembaga atau instansi lain diluar STIE Binaniaga.
g. Belum menjabat sebagai Ketua Prodi dalam 2 periode berturut-turut.
4. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M)
a. Dosen Tetap yang mempunyai pengalaman mengajar di STIE Binaniaga
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun berturut-turut.
b. Berpendidikan sekurang-kurangnya S2, dengan jabatan akademik
sekurang-kurangnya Lektor.
c. Pernah menempati jabatan struktural pada lembaga pendidikan tinggi.
d. Sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah atau sedang tersangkut
perkara pidana dan atau organisasi terlarang yang dibuktikan dengan
surat keterangan yang sah.
e. Mempunyai kemampuan manajerial.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 54


f. Berusia maksimum 55 tahun pada saat ditunjuk sebagai Kepala P3M.
g. Bersedia mematuhi aturan kepegawaian yang berlaku di lingkungan
STIE Binaniaga.
h. Tidak menjabat atau tidak sedang diusulkan menjadi pejabat struktural
dan fungsional pada lembaga atau instansi lain diluar STIE Binaniaga.
i. Belum menjabat sebagai Ketua P3M dalam 2 periode berturut-turut.
5. Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI)
a. Pegawai Tetap dengan pendidikan minimal S1.
b. Mempunyai keahlian/pengalaman dalam bidang yang diperlukan.
c. Bersedia mematuhi aturan kepegawaian yang berlaku di lingkungan
STIE Binaniaga.
d. Berusia maksimum 50 tahun.
e. Sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah atau sedang tersangkut
perkara pidana dan atau organisasi terlarang yang dibuktikan dengan
surat keterangan yang sah.
f. Tidak menjabat atau tidak sedang diusulkan menjadi pejabat struktural
dan fungsional pada lembaga atau instansi lain diluar STIE Binaniaga.
6. Kepala Bagian
a. Pegawai Tetap dengan pendidikan minimal S1.
b. Mempunyai keahlian/pengalaman dalam bidang yang diperlukan.
c. Bersedia mematuhi aturan kepegawaian yang berlaku di lingkungan
STIE Binaniaga.
d. Berusia maksimum 50 tahun.
e. Sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah atau sedang tersangkut
perkara pidana dan atau organisasi terlarang yang dibuktikan dengan
surat keterangan yang sah.
f. Tidak menjabat atau tidak sedang diusulkan menjadi pejabat struktural
dan fungsional pada lembaga atau instansi lain diluar STIE Binaniaga.
Seluruh persyaratan yang diwajibkan kepada masing-masing posisi itu baru
merupakan sayrat administratif, tahap selanjutnya untuk menduduki posisi-posisi
tersebut dilakukan tes tertulis maupun wawancara yang dikoordinir oleh Pusat
Penjaminan Mutu Internal (P2MI) dengan melibatkan Yayasan dan STIE
Binaniaga. Setelah mengikuti serangkaian tes, peserta wajib untuk melakukan
presentasi, apa yang akan diperbuat jika memangku jabatan tersebut.

2.3.3 Jelaskan diseminasi hasil kerja perguruan tinggi sebagai akuntabilitas publik.

Diseminasi hasil kerja seluruh sivitas akademika STIE Binaniaga dilakukan


melalui www.stiebinaniaga.ac.id yang didalamnya memuat segala bentuk
informasi tentang Tridharma Perguruan Tinggi baik yang berhubungan dengan
pendidikan (penyelenggaraan dan evaluasi), penelitian, dan pengabdian pada
masyarakat serta informasi lain tentang kegiatan yang akan dan telah
dilaksanakan. Begitu juga kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan
pengembangan Tridharma perguruan tinggi yang dilakukan oleh sivitas
akademika.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 55


2.3.4 Jelaskan sistem audit internal (lembaga/unit kerja, ruang lingkup tugas, prosedur
kerja dsb).

Di dalam pelaksanaan SPMI-PT, Pusat Penjaminan Mutu Internal (P 2MI)


yang bertanggungjawab kepada Ketua STIE Binaniaga, berperan sangat
penting dalam rangka terjaminnya mutu STIE Binaniaga (Penyelenggaraan
proses belajar mengajar, lulusan, sarana prasarana, dan pendukung lainnya).
Pusat Penjaminan Mutu Internal (P 2MI) mempunyai tugas pokok:
1. Merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan penjaminan mutu
2. Menyusun perangkat pelaksanaan penjaminan mutu
3. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan penjaminan mutu
4. Melaksanakan dan mengembangkan audit internal
5. Melaporkan pelaksanaan penjaminan mutu kepada pimpinan Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Binaniaga
6. Menyiapkan SDM penjaminan mutu (auditor).
Dalam sistem audit internal, STIE Binaniaga sudah mengimplementasikan
Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi (SPMI-PT) sebagai dasar
dalam mempersiapkan sistem penjaminan mutu eksternal dalam hal ini adalah
melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi BAN-PT.
Di dalam pelaksanaan SPMI-PT, Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI) yang
bertanggungjawab kepada Ketua STIE, berperan sangat penting. Pusat
Penjaminan Mutu Internal (P2MI) mempunyai tugas pokok:
1. Merencanakan pedoman Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan
Sistem Manajemen Mutu kegiatan akademik.
2. Melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi di lingkungan
STIE Binaniaga.
3. Mencari sumber-sumber pembiayaan untuk peningkatan kualitas Sistem
Penjaminan Mutu dari berbagai instansi atau lembaga termasuk
pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR).
4. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Sistem Penjaminan Mutu
Perguruan Tinggi, baik lingkup Perguruan tinggi maupun tingkat program
studi di di lingkungan STIE Binaniaga.
5. Membina, mengawasi, mengevaluasi dan mengarahkan pelaksanaan Sistem
Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan program studi di lingkungan STIE
Binaniaga;
6. Membina, mengawasi, mengevaluasi dan mengarahkan pegawai di
lingkungan kerjanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
7. Dalam kerjanya, P2MI akan meng-audit kinerja masing-masing unit kerja
(Program Studi, dll) setiap akhir semester pada jadwal yang sudah
ditentukan. Instrumen untuk melakukan audit terhadap unit kerja adalah :
a. Manual Mutu dari unit kerja yang di-audit.
b. Instruksi Kerja / SOP.
c. Dokumen/ arsip yang dimiliki oleh unit kerja tersebut.
Manual Mutu tersebut berisi antara lain Sasaran mutu (Target kerja) yang
akan dicapai, serta Rencana Mutu (langkah yang dilakukan untuk mencapai
Sasaran Mutu/Target kerja tersebut). Dalam audit internal tersebut, kriteria
penilaian kinerja suatu unit kerja adalah :
a. Hasil capaian kinerja unit kerja dibandingkan terhadap Sasaran
Mutu/Target kerja yang direncanakan.
b. Kepatuhan terhadap Instruksi Kerja / SOP.
c. Kelengkapan dan kerapihan dokumentasi.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 56


Dalam proses audit tersebut, jika ditemukan adanya penyimpangan atau kurang
suksesnya pencapaian Sasaran Mutu/Target Kerja, maka unit kerja yang
bersangkutan diajak diskusi untuk mencari akar penyebabnya. Selanjutnya
pihak P2MI juga mendikusikan tindakan perbaikan apa yang akan dilakukan oleh
unit kerja yang bersangkutan untuk memperbaiki kinerjanya serta kapan langkah
tersebut akan dilaksanakan. Pada tanggal yang sudah disepakati, P2MI akan
datang kembali ke Unit Kerja yang bersangkutan untuk melakukan verifikasi
apakah tindakan perbaikan memang sudah dilaksanakan. Semua temuan
penyimpangan/ ketidaksesuaian dari hal yang seharusnya, serta tindakan
perbaikan dan verifikasi hasil perbaikan tersebut ditulis di dalam laporan yang
ditandatagani bersama antara pihak P2MI dengan pihak yang diaudit.
Selanjutnya, seluruh hasil audit akan dibahas di dalam Rapat Manajemen yang
dihadiri seluruh Pimpinan STIE Binaniaga dan Semua Bagian.

2.3.5 Jelaskan sistem audit eksternal (lembaga/unit kerja, ruang lingkup tugas, prosedur
kerja dsb).

Pelaksanaan Audit eksternal Perguruan Tinggi dilaksanakan oleh Badan


Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT). STIE Binaniaga secara
periodik, yaitu setiap 5 tahun sekali selalu mengajukan untuk di audit oleh
Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi (BAN-PT). Saat ini STIE
Binaniaga yang mempunyai dua program studi, yaitu Strata 1 Manajemen dan
Diploma III Akuntansi keduanya telah terakreditasi. Langkah-langkah yang
ditempuh dalam menyiapkan proses akreditasi, yaitu mengisi borang yang
disediakan oleh BAN-PT, mengisi evaluasi diri yang berisi tentang target-target
yang telah dicapai oleh STIE Binaniaga. Kemudian isian borang disampaikan
kepada BAN-PT dan selanjutnya menunggu untuk di visitasi dalam rangka
verifikasi apa yang telah disampaikan pada borang. Setelah selesai visitasi
dan verifikasi maka BAN-PT akan menyampaikan hasilnya melalui surat
keputusan dalam bentuk peringkat A, B, atau C dan diberikan kepada STIE
Binaniaga. Kedua program yang ada di STIE Binaniaga keduanya Strata 1
Manajemen terakreditasi C dengan surat keputusan BAN-PT Nomor 021/BAN-
PT/Ak-XIII/S1/X/2010 dan Diploma III Akuntansi terakreditasi B dengan surat
keputusan BAN-PT Nomor 158/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-III/VI/2014.

2.4 Sistem Penjaminan Mutu


Sistem penjaminan mutu meliputi kebijakan mutu, perangkat penjaminan mutu
(organisasi, pernyataan mutu, manual mutu, standar mutu), pelaksanaan
penjaminan mutu, serta monitoring dan evaluasi.

2.4.1 Jelaskan keberadaan manual mutu yang mencakup informasi tentang kebijakan,
pernyataan, unit pelaksana, standar, prosedur, SOP, dan pentahapan sasaran
mutu perguruan tinggi.

Pengelolaan mutu secara internal baik pada tingkatan Sekolah Tinggi maupun
Program studi atau unit kerja lainnya dilaksanakan oleh Pusat Penjaminan Mutu
Internal atau disingkat menjadi (P2MI). Dalam kerjanya, P2MI akan meng-audit
kinerja masing-masing unit kerja di STIE setiap akhir semester pada jadwal yang
sudah ditentukan. Instrumen untuk melakukan penilaian adalah Manual Mutu

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 57


dari unit kerja yang di-audit, Instruksi Kerja/SOP, dan dokumen/arsip yang
dimiliki oleh unit kerja tersebut.
Dengan tetap mengacu kepada Visi dan Misi STIE Binaniaga, Pimpinan STIE
telah menetapkan Pernyataan Mutu, Kebijakan Mutu, dan Sasaran Mutu.
Pernyataan Mutu : Melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi yang unggul
dibidang manajemen dan akuntansi. Kebijakan Mutu : Unsur pimpinan, Dosen,
dan karyawan STIE Binaniaga bertekad menghasilkan lulusan yang mampu
mencapai standar mutu dan memenuhi harapan dan kebutuhan serta kepuasan
stakehorder melalui:
1. Pengembangan dan penerapan sistem penjaminan mutu internal perguruan
tinggi.
2. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang manejemen
dan akuntansi.
3. Peningkatan kinerja melalui pencapaian sasaran mutu yang ditetapkan.
Seluruh pernyataan mutu, kebijakan mutu, dan sasaran mutu tersebut telah
disosialisasikan, dipahami, dan dilaksanakan oleh seluruh unit kerja (Program
Studi, Laboratorium, Bagian, Unit Pelaksana Teknis, dll ), dosen, dan karyawan
STIE Binaniaga dengan ditetapkannya Sasaran Mutu STIE Binaniaga, maka
seluruh unit kerja STIE membuat Sasaran Mutu, dan Rencana Mutu (= Langkah
untuk mencapai Sasaran Mutu) masing-masing untuk mendukung tercapainya
Sasaran Mutu Sekolah Tinggi. Untuk mendapatkan kinerja yang optimal, setiap
unit kerja selalu mempunyai Manual Mutu, yang isinya antara lain meliputi :
1. Visi dan Misi unit kerja, yang tentu saja mendukung visi-misi STIE Binaniaga.
2. Pernyataan Mutu.
3. Sasaran Mutu, yang berisi target pencapaian.
4. Rencana Mutu , yang berisi langkah-langkah untuk mencapai Sasaran Mutu.
5. Sruktur Organisasi unit kerja.
6. Instruksi kerja atau Standard Operating Procedure (SOP).
Selain Manual Mutu tersebut, di setiap unit kerja selalu terdapat pedoman-
pedoman kerja, misalnya prosedur penulisan kaya ilmiah, prosedur
pengoperasian peralatan, dll. Untuk tercapainya mutu yang ditargetkan,
Program Studi dan Bagian selalu mempunyai Gugus Kendali Mutu yangbertugas
memantau dan mengarahkan unit kerja agar mencapai target yang sudah
ditetapkan di dalam Sasaran Mutu. Dalam operasinya, STIE Binaniaga sebagai
institusi pendidikan, berpedoman kepada buku Standar-Standar Sistem
Penjaminan Mutu Internal STIE Binaniaga yang isinya mengacu kepada Standar
Pendidikan Nasional, meliputi : (1). Standar Isi, (2). Standar Proses, (3). Standar
Kompetensi Lulusan, (4). Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (5).
Standar Sarana dan Prasarana, (6). Standar Pengelolaan, (7). Standar
Pembiayaan dan (8). Standar Penilaian. Disamping 8 standar wajib tersebut,
terdapat pula standar yang lain, antara lain: (9). Standar Penelitian Ilmiah (10).
Standar Pengabdian kepada Masyarakat (11). Standar Kerjasama (12). Standar
Kemahasiswaan (13). Standar Sistem Informasi. Untuk memantau pencapaian
Sasaran Mutu dan implementasi Standar-Standar di masing-masing unit kerja,
STIE Binaniaga melakukan audit dan evaluasi mutu internal, yang dilakukan
secara terprogram dan terjadwal setiap semester.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 58


2.4.2 Jelaskan implementasi penjaminan mutu perguruan tinggi.

Pelaksanaan penjaminan mutu di program studi dilaksanakan antara lain melalui


penilaian kualitas:
1. Kurikulum.
Setiap 2 tahun sekali setiap program studi melakukan peninjauan kurikulum
untuk menyesuaikan dan mengantisipasi kebutuhan dunia kerja. Untuk
kebutuhan tersebut, program studi menyebarkan angket kepada
mahasiswa, alumni/lulusan, dosen dan pengguna/stakeholders. Kurikulum
yang telah dirancang dan diimplementasikan dalam bentuk Silabus dan
SAP. Program Studi akuntansi telah melakukan peninjauan dan perubahan
kurikulum sebanyak 1 (satu) kali, yaitu pada bulan Maret 2012. Dalam
melakukan peninjauan/perubahan kurikulum Prodi Akuntansi melibatkan
para dosen, stakeholders (alumni dan mahasiswa dengan menggunakan
hasil tracerstudy, dan kuesioner mahasiswa, user (beberapa perwakilan
dari perusahaan).
Dalam penyusunan Silabus dan SAP dilakukan pengawasan oleh
koordinator dosen bidang keahlian berdasarkan Berita Acara Perkuliahan
(BAP). Secara formal, pada setiap akhir semester diadakan evaluasi
terhadap implementasi Silabus dan SAP yang hasilnya dijadikan acuan
untuk perbaikan silabus dan SAP selanjutnya.
2. Proses Belajar Mengajar.
Pada awal pelaksanaan perkuliahan oleh masing-masing dosen harus
membuat SAP dan bahan ajar dalam bentuk soft copy maupun hard copy.
Materi dan bahan ajar yang dibuat oleh dosen harus sesuai dengan SAP
dengan menggunakan referensi yang up to date. Monitoring dan evaluasi
terhadap proses belajar mengajar dilaksanakan oleh ketua program studi
dengan cara:
a. memantau kehadirian dosen berdasarkan absensi kehadiran dosen.
b. dosen harus mengajarkan tatap muka dan materi perkuliah sesuai
dengan SAP.
c. memantau dan mengecek materi hasil pembelajaran oleh masing-
masing dosen berdasarkan absen dosen yang harus diisi setiap
pelaksanaan perkuliahan yang dilakukan oleh dosen dengan SAP yang
telah disusun pada saat awal perkuliahan.
d. menyebarkan angket tentang evaluasi kinerja dosen pada setiap akhir
semester kepada setiap mahasiswa dan kotak saran untuk kemudian
diolah oleh program studi sebagai umpan balik untuk meningkatkan
kinerja dosen maupun program studi pada semester berikutnya.
e. setiap akhir semester ketua program studi dan Pusat Penjaminan Mutu
Internal (P2MI) membuat hasil penilaian kinerja dosen berdasarkan
jumlah kehadiran, pelaksanaan SAP, hasil penyebaran kuesioner dan
kritik dan saran dari kotak saran. Hasil penilaian kinerja dosen tersebut
disampaikan ketua program studi kepada Ketua Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga dalam rapat pertanggungjawan program studi dan
kepada masing-masing dosen pada saat rapat awal perkuliah semester
berikutnya.
Selain ituinstitusi juga menyelenggarakan audiensi/dialog terbuka antara
mahasiswa dan dosen yang dilakukan satu kali dalam satu tahun, yakni
pada awal tahun ajaran, dengan maksud yang sama untuk memperoleh
umpan balik dalam rangka meningkatkan kinerja program studi khususnya
dalam PBM. Melalui dua kegiatan ini diharapkan terciptanya peningkatan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 59


kualitas PBM dan kualitas kinerja program studi bahkan institusi dapat terus
ditingkatkan.
3. Penilaian Kemajuan Belajar Mahasiswa.
Evaluasi dilakukan juga pada hasil belajar mahasiswa. Dari penilaian
kemajuan belajar mahasiswa diperoleh salah satunya adalah tindak lanjut
pembinaan khususnya bagi mahasiswa yang memiliki prestasi yang
rendah. Beberapa bentuk pembinaan yang telah dilakukan seperti
pengayaan materi, konseling dan lain-lain.

2.4.3 Jelaskan monitoring dan evaluasi penjaminan mutu perguruan tinggi, serta tindak
lanjutnya.

Monitoring dan evaluasi penjaminan mutu perguruan tinggi dilakukan oleh Pusat
Penjaminan Mutu Internal (P2MI) STIE Binaniaga yang dibantu oleh personal
yang ditunjuk oleh ketua, personal yang mendampingi P2MI yang berkaitan
dengan akademik ditunjuk Ketua Program studi. Untuk program studi dilakukan
monitoring dan evaluasi setiap satu semester, monitoring dilakukan dengan
pengisian kuesioner maupun bantuan sistem monitoring yang melekat pada
sistem informasi program studi. Hasil monitoring disosialisasikan kepada bagian
terkait dirapat pimpinan. Sebagai tindak lanjut dari hasil monitoring ada yang
segera mendapat prioritas untuk segera dilakukan perbaikan ada yang perlu
dirapatkan lebih lanjut untuk mencari solusi terbaiknya.

2.4.4 Jelaskan peranan institusi dalam pembinaan program studi (pengembangan


program studi serta bantuan penyusunan dokumen akreditasi dalam bentuk
pelatihan, dana dan informasi).

Pengembangan program studi pada dasarnya diserahkan kepada Pembantu


Ketua Bidang Akademik dan pimpinan program studi yang bersangkutan. Hal
ini dilakukan dengan asumsi bahwa pimpinan program studi dan fakultas lebih
memahami perkembangan dan kebutuhan bidangnya.
Namun demikian, setiap pengembangan dilakukan secara terkontrol dengan
melaporkan, mendiskusikan dan mengevaluasi secara periodik dengan unsur
Pimpinan dan senat STIE Binaniaga.
Dalam upaya pengembangan program studi, STIE Binaniaga selalu
memberi dukungan secara penuh termasuk dalam penyusunan dokumen
akreditasi; baik berupa pelatihan-pelatihan, dukungan dana dan informasi
yang dibutuhkan program studi. STIE Binaniaga membentuk tim tersendiri yang
membantu mengurus akreditasi terutama tentang informasi-informasi yang
dibutuhkan oleh suatu program studi, melaksanakan pelatihan/pertemuan-
pertemuan cara pengisian Borang untuk keperluan akreditasi, serta anggaran
yang dibutuhkan untuk mempersiapkan segala sesuatu tentangakreditasi
program studi.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 60


2.4.5 Jelaskan ketersediaan dan pelaksanaan basis data institusi dan program studi
untuk mendukung penyusunan dokumen evaluasi diri.

Basis Data STIE Binaniaga baik itu data untuk progran studi strata 1 manajemen
dan diploma III Akuntansi di pusatkan pada Sistem Informasi Akademik dan
Keauangan STIE Binaniaga. Seluruh data dapat di akses secara full accses oleh
pimpinan STIE Binaniaga, dan data tersebut juga dapat di akses berdasarkan
tingkatan kepentingannya (dosen, mahasiswa, staf, calon mahasiswa, dll).
Saat ini pusat database STIE Binaniaga sedang dalam proses pengembangan
secara terus menerus agar dapat memberikan kenyamanan kepada seluruh
sivitas akademika, pengembangan yang sedang dibangun saat yang sangat
penting saat ini, yaitu merancang dan mengembangkan input hasil studi oleh
dosen secara online sehingga pengisian nilai dapat dilakukan dimana saja dan
on time, sehingga mahasiswa dapat melihat hasil studinya dengan cepat dimana
saja. Dengan demikian orang tua mahasiswa juga dapat mengontrol hasil studi
putra-putrinya dimana saja. Selain itu juga sistem informasi keuangan,
perpustakaan, dan informasi mengenai sarana dan prasarana juga sedang
dikembangkan sehingga dapat diakses secara online. Penyusunan evaluasi diri
sebagai kelengkapan borang program studi maupun institusi dapat di lengkapi
melalui database ini.

2.4.6 Tuliskan jumlah program studi yang ada dan status akreditasi BAN-PT.

Jumlah Program Studi


Status Akademik Profesi Vokasi
No. Total
Akreditasi Pro-
S-3 S-2 S-1 Sp-2 Sp-1 D-4 D-3 D-2 D-1
fesi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13)
1 Terakreditasi A NA=
2 Terakreditasi B 1 NB= 1
3 Terakreditasi C 1 NC= 1
Akreditasi NK=
4
Kadalu-warsa
Belum NO =
5
Terakreditasi
Jumlah 1 1 N =2
PS

Catatan: Program studi yang dihitung adalah yang sudah memiliki izin operasional lebih dari dua tahun,
dan sudah ada sistem akreditasi BAN-PT.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 61


STANDAR 3. MAHASISWA DAN LULUSAN
3.1 Mahasiswa
Mahasiswa program jalur akademik (S-1, S-2, S-3), profesi (profesi, spesialis 1,
spesialis 2), dan vokasi (D-1, D-2, D-3, D-4).

3.1.1 Jelaskan sistem rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru untuk program
sarjana, magister, doktor dan/atau diploma yang diterapkan pada institusi ini
serta ketersediaan pedoman tertulis tentang rekrutmen dan seleksi mahasiswa
baru.

Dalam penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya STIE Binaniaga telah


menyusun Buku Panduan Penerimaan Mahasiwa Baru yang mencadi acuan
proses rekruitmen dan seleksi mahasiwa baru. Buku Panduan ini mengikuti
Prosedur Mutu Penerimaan Mahasiwa Baru STIE Binaniaga dan memuat
kebijakan umum lembaga terkait penerimaan mahasiswa baru, prosedur
penerimaan, dan penetapan hasil seleksi.
Rekuitmen mahasiswa dilakukan dengan berbagai cara yang menarik dan lebih
bersifat informasi yang mendidik. Cara-cara itu antara lain : dengan melakukan
presentasi di berbagai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, menyebarkan brosur,
memasang spanduk di tempat-tempat yang strategis, dan memasang iklan di
koran lokal. Pada prinsipnya semua cara promosi tersebut bertujuan untuk
memperkenalkan STIE Binaniaga kepada para calon mahasiswa; dengan
harapan, setelah mengenal, sebagian dari mereka mau mendaftar dan masuk
ke STIE Binaniaga.
Semua calon mahasiswa STIE Binaniaga akan disaring melalui tes tertulis dan
wawancara. Test tertulis untuk mengetahui kemampuan dan penalaran calon
mahasiswa tersebut, sedangkan wawancara, yang dilakukan oleh tim dosen,
bertujuan untuk menggali minat dan bakat calon mahasiswa secara lebih detail.
Dengan wawancara itu dapat diketahui dengan lebih baik harapan,
kecenderungan dan keseriusan dalam belajar mereka, yang sulit diketahui lewat
tes tertulis. Dengan demikian mahasiswa yang diterima di STIE Binaniaga
merupakan hasil seleksi yang dilakukan secara baik.

3.1.2 Jelaskan kebijakan mengenai penerimaan mahasiswa yang memiliki potensi


akademik dan kurang mampu secara ekonomi, fisik, serta implementasinya.

Sesuai dengan UUD Negara Republik Indonesia 1945 pasal 31, negara wajib
melindungi hak seluruh warga negara mendapatkan akses pendidikan. Hal ini
juga telah diamantkan dalam UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 24 ayat 4. Sebagaimana tercantum
dalam Buku Pedoman Penerimaan Mahasiswa Baru STIE Binaniaga. Jauh
sebelum lahirnya UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang
mengamatkan PTN untuk wajib mencari dan menjaring calon mahasiswa yang
memiliki potensi akademik tinggi, tetapi kurang mampu secara ekonomi dan
calon Mahasiswa dari daerah terdepan, terluar dan tertinggal untuk diterima
paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari seluruh mahasiswa baru yang
diterima, mulai tahun 2009 STIE Binaniaga telah mencanangkan Beasiswa
Pendidikan 100% sampai selesai bagi calon mahasiswa yang memliki potensi
akademik tinggi melalui program ISRP (Institute Social Responsibility Project).

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 62


3.1.3 Jelaskan kebijakan mengenai penerimaan mahasiswa berdasarkan prinsip ekuitas
(SARA-suku, agama, ras, antar golongan, gender, status sosial, dan politik).

Dalam system penerimaan mahasiswa baru STIE Binaniaga memandang sama


semua pendaftar yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Hal ini
sesuai dengan kebijakan umum Lembaga sebagaimana tercantum dalam BUKU
Panduan Penerimaan Mahasiswa Baru dan Buku Pedomak Akademik. Pada
dasarnya STIE Binaniaga memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh
lapisan tanpa membedakan atas dasar apapun juga termasuk SARA (Suku
Agama Ras dan Antar Golongan), gender, kedudukan social, dan pandangan
politik pendaftar/ keluarganya. Implementasinya tercemin dalam persyaratan
pendaftaran. Dalam persyaratan tersebut tidak ada satupun persyaratan yang
menghambat calon pendaftar karena aspek SARA atau kedudukan social calon
peserta, artinya selama calon mahasiswa tersebut memenuhi persyaratan
akademik, maka calon makasiswa tersebut akan diterima di STIE Binaniaga.

3.1.4 Jelaskan kebijakan mengenai penerimaan mahasiswa yang berdasarkan prinsip


pemerataan wilayah asal mahasiswa, serta informasi mengenai jumlah provinsi
asal mahasiswa.

Salah satu kebijakan yang diterapkan oleh STIE Binaniaga adalah


menyelenggarakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru dan pendaftaran
secara online memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
yang begitu pesat sebagai contoh sosilaisasi pendaftaran dilakukan melalui
jejaring social, blog para alumni dan sekolah. Dengan adanya informasi
sosialisasi yang dapat diakses secara cepat tanpa terkendala ruang dan waktu,
maka memberikan peluang yang lebih luas kepada calon peserta yang berasal
dari luar provinsi.

3.1.5 Profil Mahasiswa

Tuliskan data seluruh mahasiswa program jalur akademik (S-1, S-2, S-3), profesi
(profesi, spesialis 1, spesialis 2), dan vokasi (D-1, D-2, D-3, D-4) dalam lima tahun
terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Jumlah
Jumlah Jumlah
Total Mahasiswa
Calon Mahasiswa Mahasiswa Baru
Tahun Daya (Student Body)
Akade-mik Tampung Regular Reguler
Ikut Lulus (1) (1)
bukan Transfer bukan Transfer
Seleksi Seleksi
Transfer Transfer
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Program Akademik (S-1, S-2, S-3)
2009-2010 250 149 77 77 62 307 74
2010-2011 250 157 92 92 79 363 81
2011-2012 250 142 117 117 80 438 79
2012-2013 250 151 137 137 61 506 65
2013-2014 500 253 181 181 96 605 223
Jumlah 605 223

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 63


Jumlah
Jumlah Jumlah
Total Mahasiswa
Calon Mahasiswa Mahasiswa Baru
Tahun Daya (Student Body)
Akade-mik Tampung Regular Reguler
Ikut Lulus (1) (1)
bukan Transfer bukan Transfer
Seleksi Seleksi
Transfer Transfer
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Program Profesi (Profesi, Spesialis-1, Spesialis-2)
TS-4
TS-3
TS-2
TS-1
TS
Jumlah
Program Vokasi (D-1, D-2, D-3, D-4)

2009-2010 80 161 73 73 - 79 -
2010-2011 80 128 32 32 - 106 -
2011-2012 80 151 59 59 - 155 -
2012-2013 120 192 71 71 - 153 -
2013-2014 120 221 109 109 - 230 -
Jumlah
Total Mahasiswa pada TS NMR = 230 NMT =

Catatan: TS : Tahun akademik penuh terakhir saat pengisian borang


(1) : Mahasiswa transfer adalah mahasiswa yang masuk ke institusi perguruan tinggi dengan
mentransfer mata kuliah yang telah diperolehnya dari perguruan tinggi lain.

3.1.6 Jelaskan tata cara dan instrumen yang digunakan untuk mengetahui kepuasan
mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan.

Untuk mengetahui kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan,


STIE Binaniaga melakukan survey tingkat kepuasan mahasiswa. Survei
dilaksanakan untuk mengukur: (1) kepuasan layanan kegiatan akademik, dan
(2) kepuasan layanan kegiatan kemahasiswaan. Butir-butir instrument survey
kepuasan layanan kegiatan akademik dan survey kepuasan layanan kegiatan
kemahasiswaan mencakup: aspek tangible; aspek reliability, aspek responsive-
ness, aspek assurance, dan empathy

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 64


DOKUMEN KEGIATAN DAN PELAYANAN MAHASISWA

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 65


3.1.7 Jelaskan hasil pelaksanaan pengukuran kepuasan mahasiswa menggunakan
instrumen tersebut.

Survei secara formal dilaksanakan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada


para mahasiswa dan hasilnya diolah oleh tim Penjaminan Mutu STIE Binaniaga
dengan rentang skor 1.00 - 5.00. Berikut ini adalah hasil rata-rata survey tahun
2013/2014 semester genap.
1. Hasil survey kepuasan layanan kegiatan akademik.
a. Aspek tangibles (Sarana Pendidikan, alat Perkuliahan, Media Pengajaran
dan Prasarana Pendidikan.
1) Ruang kuliah yang bersih, nyaman dan rapi (3.30/5.00).
2) Saranan pembelajaran yang memadai di ruang kuliah (3.30/5.00).
3) Laboratorium yang relevan dengan kebutuhan keilmuan (3.20/5.00).
4) Fasilitas kamar kecil yang bersih dan terawatt (3.10/5.00).
5) Fasilitas ibadah yangh dapat dipergunakan oleh mahasiswa secara
memadai (3.30/5.00).
b. Aspek Reliability (Kehadiran Dosen, Staf Akademik).
1) Dosen selalu mengulang materi perkuliahan sampai semua
mahasiswa merasa jelas (3.30/5.00).
2) Dosen mengalokasikan waktu untuk diskusi dan Tanya jawab
(3.50/5.00).
3) Dosen member bahan ajar (Suplemen) untuk melengkapai materi
yang di berikan di STIE Binaniaga (3.30/5.00).
4) Dosen selalu datang tepat waktu (3.30/5.00).
5) Staf Akademik melayani kepentingan mahasiswa dengan baik dan
santun (3.40/5.00).
c. Aspek Responsiveness (Sikap Tanggap).
1) Layanan Bimbingan Konselingh bagi mahasiswa dilakukan dengan
baik (3.30/5.00).
2) Pelaksanaan ujian yang tepat waktu (3.50/5.00).
3) Pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
(3.50/5.00).
4) Bantuan (keringan/beasiswa) bagi mahasiswa tidak mampu
(3.50/5.00).
5) Tersedia waktu khusus unutk orang tua mahasiswa untuk konsultasi
(3.30/5.00)
d. Aspek Assurance (Perlakuan pada mahasiswa).
1) Permasalahan/keluhan mahasiswa selalu ditangani oleh STIE
Binaniaga melalui dosen pembimbing konseling (3.20/5.00).
2) Setiap pekerjaan/tugas selalu dikembalikan pada mahasiswa
(3.20/5.00).
3) Adanya sanksi bagi mahasiswa yang melanggar peraturan yang
telah ditetapkan dan berlaku untuk semua mahasiswa tanpa
terkecuali (3.40/5.00).
e. Aspek Empathy (Pemahaman terhadap Kepentingan Mahasiswa).
1) STIE selalu berusaha memahami kepentingan dan kesulitan
mahasiswa (3.30/5.00).
2) Dilaksanakannya monitor terhadap kemajuan mahasiswamelalui
dosen wali atau dosen bimbingan konseling (3.40/5.00).
3) Dosen bersedia membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan
studi (3.50/5.00).
4) Dosen bersikap bersahabat kepada mahasiswa (3.50/5.00).
5) Minat dan bakat mahasiswa difasilitasi dalam pengembangannya

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 66


(3.40/5.00).
f. Sistem Informasi (Pelayanan dan Kemudahan Sistem Informasi
Akademik / SIAK).
1) Penggunaan SIAK memberi kemudahan Mahasiswa melaksanakan
kegiatan dan administrasi akademik (perkuliahan, perwalian,
bimbingan, regristrasi, jadual dan Yudisium) (3.20/5.00).
2) Penggunaan SIAK mendukung keandalan kegiatan dan administrasi
akademik (3.60/5.00).
3) Penggunaan SIAK meningkatkan efektivitas kegiatan dan
administrasi akademik (3.40/5.00).
4) Penggunaan SIAK mendukung kelancaran kegiatan dan administrasi
akademik (3.60/5.00).
5) Penggunaan SIAk menjamin ketepatan (waktu) pelaksanaan
kegiatan dan administrasi akademik (3.40/5.00).
2. Hasil survey kepuasan layanan kegiatan kemahasiswaan.
a. Aspek tangibles (Sarana kegiatan, fasilitas, tempat kegiatan).
1) Gedung UKM yang bersih, nyaman dan rapi (3.30/5.00).
2) Sarana kegiatan kemahasiswaan yang memadai (3.30/5.00).
3) Fasilitas / Gedung yang relevan dengan kebutuhan kegiatan
kemahasiswaan (3.20/5.00).
4) Fasilitas kamar keil yang bersih dan terawat (3.10/5.00).
5) Fasilitas ibadah yang dapat dipergunakan oleh mahasiswa secara
memadai (3.30/5.00).
b. Aspek Reliability (Keandalan, pejabat, Pembina, pendaping, dan staf
kemahasiswaan).
1) Pimpinan dan staf kemahasiswaan mengalokasikan waktu untuk
diskusi tentang kegiatan kemahasiswaan (3.50/5.00).
2) Pimpinan dan staf kemahasiswaan selalu mendampingi kegiatan
kemahasiswaan ( 3.50/5.00).
3) Pimpinan dan staf kemahasiswaan selalu datang tepat waktu
(3.30/5.00).
4) Pimpinan dan staf kemahasiswaan melayani kepentingan mahasiswa
dengan baik dan santun (3.40/5.00).
c. Aspek Responsiveness (Sikap tanggap).
1) Layanan bagi mahasiswa dilakukan dengan baik (3.30/5.00).
2) Pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan sesuai agenda (3.30/5.00).
3) Pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
(3.50/5.00).
4) Bantuan (keringanan / beasiswa / dana setia kawan) bagi mahasiswa
tidak mampu dan atau terkena musibah (3.50/5.00).
5) Tersedia waktu khusus untuk orang tua mahasiswa untuk konsultasi
(3.30/5.00).
d. Aspek Assurance (Perlakuan pada Mahasiswa).
1) Permasalahan / keluhan mahasiswa selalu ditangani oleh STIE
Binaniaga melalui Pimpinan dan staf kemahasiswaan (3.40/5.00).
2) Setiap mahasiswa yang berprestasi mendapat reward (3.50/5.00).
3) Adanya sanksi bagi mahasiswa yang melanggar peraturan yang
telah ditetapkan dan berlaku untuk semua mahasiswa tanpa
terkecuali (3.40/5.00).
e. Aspek Empathy (Pemahaman terhadap kepentingan mahasiswa).
1) STIE Binaniaga selalu berusaha memahami kepentingan dan
kesulitan mahasiswa (3.40/5.00).
2) Dilaksanakannya monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan
kemahasiswaan melalui Pimpinan dan staf kemahasiswaan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 67


(3.50/5.00).
3) Pimpinan dan staf kemahasiswaan bersedia membantu mahasiswa
yang mengalami kesulitan dalam kegiatan kemahasiswaan
(3.50/5.00).
4) Pimpinan dan staf kemahasiswaan bersikap bersahabat kepada
mahasiswa (3.50/5.00).
5) Minat dan bakat mahasiswa difasilitasi dalam pengembangannya
(3.50/5.00).

Analisis hasil survei


Hasil survei dan analisisnya disajikan secara online dan realtime serta dapat
diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan kapanpun dan dimanapun. Hasil
survei menjadi bahan masukan bagi STIE Binaniaga untuk meningkatkan
perbaikan layanan kepada mahasiswa. Sebagai contoh dari data tampak bahwa
aspek tangibles mempunyai skor penilaian yang terendah dibandingkan dengan
aspek yang lain. Hal ini menjadi bahan masukan bagi STIE Binaniaga untuk
memperbaiki layanan kepada mahasiswa dengan menyediakan sarana dan
fasilitas yang lebih baik untuk layanan akademik maupun untuk kegiatan
kemahasiswaan. Evaluasi dilaksanakan setiap semester sekali dan hasil
evaluasi ditindaklanjuti dengan upaya meningkatkan layanan kepada
mahasiswa. Berdasarkan data hasil survei ditahun akademik sebelumnya,
secara umum menunjukkan adanya peningkatan layanan kemahasiswaan.

3.1.8 Lengkapilah tabel berikut, untuk data pelayanan kepada mahasiswa dalam satu
tahun terakhir.

Jenis
Pelayanan Frekuensi Jumlah
No. Uraian Kegiatan
kepada Pelaksanaan Mahasiswa
Mahasiswa
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Bimbingan dan 1. Pelayanan bimbingan Tiap hari atau 20 orang
konseling dan konseling meliputi insidental
urusan pribadi,
akademik , sosial
maupun karier
2. Bursa kerja Program
dilaksanakan oleh dilaksanakan 2
Pusat Karir dan kali dalam
Alumni ( PKA ) setahun
Program ini disusun
dengan tujuan untuk
menfasilitasi
mahasiswa dan
alumni mengikuti
proses seleksi
karyawan, mengenal
lebih jauh setiap
perusahaan yang ikut
dalam bursa kerja.
Proses
pelaksanaannya :
alumni langsung
mendaftar
3. Program perencanaan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 68


Jenis
Pelayanan Frekuensi Jumlah
No. Uraian Kegiatan
kepada Pelaksanaan Mahasiswa
Mahasiswa
(1) (2) (3) (4) (5)
karier. Program
dilaksanakan dengan
mengundakan
narasumber dari luar
kampus
4. Pelatihan melamar
kerja. Program ini
dibuat untuk
membantu alumni
dalam melamar
pekerjaan. Materi ini
disampakan oleh
praktisi dari dunia
kerja dan dunia
industri juga dari tim
akademik. Materi
yang diberikan
meliputi motivasi diri,
cara membuat
curriculum vitae (CV),
cara membuat surat
lamaran, persiapan
menghadapi psikotest,
kiat sukses
wawancara, kekuatan
doa dan menjadi
wirausaha yang
sukses.
2 Minat dan bakat Kegiatan ekstrakulikuler 1 periode
(ekstra untuk mengembangkan kepengurusan
kurikuler) bakat dan minat
mahasiswa. Misalnya
kegiatan ekstrakulikuler
yang sering diikuti oleh
mahasiswa antara lain :
a. Kelembagaan
b. Kesejahteraan dan
kerohaniaan
c. Penalaran
d. Seni
e. Minat dan kegemaran
f. Minat dan teknologi
g. Olahraga
h. Pengabdian masyarakat
3 Pembinaan soft Pembinaan soft skills pada
skills mahasiswa meliputi
Kepribadian,
Kepemimpinan, dan
Pelatihan / Training.
Bentuk kegiatan
pembinaan soft skills
mahasiswa meliputi :
ESQ, Kepemimpinan dan
Kewirausahaan
4 Beasiswa 1. ISRP

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 69


Jenis
Pelayanan Frekuensi Jumlah
No. Uraian Kegiatan
kepada Pelaksanaan Mahasiswa
Mahasiswa
(1) (2) (3) (4) (5)
2. BBM reguler
3. PPA reguler
5 Kesehatan Pelayanan kesehatan
seluruh civitas academika
STIE Binaniaga diberikan
meliputi :
1. Pelayanan kesehatan
untuk mahasiswa
2. Pelayanan kesehatan
untuk dosen

3.1.9 Jelaskan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa
dan lulusan yang mencakup: (1) penyebaran informasi kerja, (2) penyelenggaraan
bursa kerja, (3) perencanaan karir, (4) pelatihan melamar kerja, dan (5) layanan
penempatan kerja.

Layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dilaksanakan oleh
Pusat Karir dan Alumni (PKA). Penyebaran informasi kerja secara khusus
disampaikan melalui laman karir.stiebinaniaga.ac.id. Untuk meningkatkan
layanan bimbingan karir dan informasi kerja, STIE Binaniaga telah membentuk
group milis alumni dan sms center yang secara periodic menginformasikan
bimbingan karir dan informasi kerja.

3.1.10 Jelaskan pelaksanaan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi
mahasiswa dan lulusan yang mencakup: (1) penyebaran informasi kerja, (2)
penyelenggaraan bursa kerja, (3) perencanaan karir, (4) pelatihan melamar kerja,
dan (5) layanan penempatan kerja.

Pelaksanaan program Pusat Karir dan Alumni (PKA) saat ini baru meliputi
penyebaran informasi kerja, penyelenggaraan bursa kerja dan pelatihan
melamar kerja.
1. Penyebaran informasi kerja
Progam penyebaran informasi kerja yang dilakukan oleh PKA meliputi
langkah sebagai berikut:
a. Informasi lowongan kerja didapat dari perusahaan baik yang dikirimkan
secara langsung ke STIE Binaniaga. Info lowongan kerja yang datang
langsung ke STIE Binaniaga dapat berupa pengumuman dalam
berbagai format, antara lain format flyer, brosur maupun poster.
Frekuensi pengiriman informasi lowongan kerja didapatkan setiap hari
dan didistribusikan setiap hari pula.
b. Setelah informasi lowongan kerja di terima, staf PKA melakukan
verifikasi dan mengalokasi informasi tersebut serta melakukan
dokumentasi untuk pengarsipan. Info lowongan kerja yang sudah
diterima kemudian disebarkannya serta batas waktu publikasi
selama 2 minggu sejak masa tayang.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 70


c. Setelah didata, info lowongan kerja tersebut kemudian didistribusi ke
papan-papan pengumuman yang ada supaya dapat dibaca oleh
mahasiswa dan juga alumni serta seluruh civitas akademika STIE
Binaniaga. Selain itu, info tersebut akan ditayangkan di website STIE
Binaniaga di www.stiebinaniaga.ac.id dengan masa tayang selama 2
minggu, sama seperti pengumuman informasi kerja di media lainnya.
2. Penyelenggaraan bursa kerja.
Guna meningkatkan pelayanan terhadap para alumni, mendekatkan
perusahaan dengan alumni dan calon-calon SDM yang dibutuhkan serta
bagian, memudahkan alumni untuk mendapatkan pekerjaan yang
diinginkan serta melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, STIE Binaniaga
melalui PKA telah mengelar beberapa kegiatan bursa kerja dalam bentuk
Job Fair.
Job Fair.
Kegiatan Job Fair dilakukan pada tanggal 4 Mei 2011 di Aula Lantai 2 STIE
Binaniaga, pukul 08.00 - 17.00 WIB. Di sini STIE Binaniaga bekerjasama
dengan provider lowongan kerja, JobsDB Indonesia. STIE Binaniaga
bertanggung jawab pada pelaksanaan kegiatan, publikasi kegiatan dan
pengumpulan alumni. Sementara JobsDB Indonesia menangani masalah
pencarian perusahaan untuk diikutsertakan pada kegiatan tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya untuk alumni STIE Binaniaga namun juga lulusan
SMK sekitar Bogor.
a. Untuk media publikasi, STIE Binaniaga melalui PKA melakukan berbagai
cara antara lain dengan menyebarkan informasi melalui website STIE
Binaniaga di www.stiebinaniaga.ac.id , spanduk, poster, social media
(facebook dan twitter) serta melakukan telemarketing dan sms blast
kepada sekitar 200 orang alumni berbagai angkatan. Untuk memperluas
cakupan wilayah, STIE Binaniaga juga mengundang sekolah
menengah kejuruan ( SMK ) di kota Bogor.
b. Pelaksaaan Job Fair yang terbuka untuk umum ini menerapkan harga
tanda masuk : Rp 15.000 (umum) dan Rp 10.000 (untuk alumni). Kegiatan
ini diikuti oleh 16 perusahaan dari berbagai bidang antara lain bidang
banking, finance, manufacture dan Ritel melalui kerjasama dengan
Jobs DB.
3. Perencanaan karir.
Hingga saat ini, kegiatan perencanaan karir yang dilakukan oleh masing
masing mahasiswa yang dapat berkonsultasi dengan dosen di STIE
Binaniaga.
4. Pelatihan melamar kerja.
STIE Binaniaga juga turut bertanggung jawab terhadap para mahasiswa
tingkat akhir dan alumni fresh graduate untuk membekali diri mereka
dengan pengetahuan softskill yang dibutuhkan dalam mencari kerja. Untuk
itu, Divisi CDC, STIE Binaniaga mengadakan seminar softskill dengan
mendatangkan pakar di bidang rekruitmen pencari kerja. Acara seminar
softskill ini dibarengi dengan kegiatan Job Fair yang dilakukan pada Rabu,
tanggal 4 Mei 2011 di Aula STIE Binaniaga. STIE Binaniaga bekerjasama
dengan provider pencari kerja - JobsDB Indonesia mendatangkan Bapak
Adhitya D. Sunur sebagai Business Manager Prestige Indonesia dari
JobsDB Indonesia yang memberikan pembekalan softskill tentang
bagaimana cara menjadi kandidat karyawan yang baik, termasuk
didalamnya pemberian materi tentang bagaimana cara menghadapi
wawancara dengan perusahaan, membuat curriculum vitae dan tips & triks
untuk mencari kerja.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 71


5. Layanan penempatan kerja.
Hingga saat ini STIE Binaniaga belum memiliki mekanisme kerjasama
dengan perusahaan untuk penempatan kerja bagi para alumni-alumninya.

3.1.11 Sebutkan pencapaian prestasi mahasiswa dalam tiga tahun terakhir di bidang
akademik dan non-akademik, antara lain prestasi dalam penelitian dan lomba
karya ilmiah, PkM, olahraga, dan seni dalam tabel berikut.

Waktu Tingkat* Prestasi


No. Nama Kegiatan Penyeleng Propinsi/ Interna- yang
Nasional
garaan Wilayah sional Dicapai
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Wasit
1 √
Taekwondo
Futsal
2 √ Juara II
Mahasiswi
Lomba
Mendirikan
3 √ Juara II
Tenda
Tahun 2008
Lomba Tari
Kreasi Jaipong
4 √ Juara I
Tanggal 22 Juli
2009
Lomba Basket
dalam rangka
ulang tahun
5 Yayasan √ Juara II
Binaniaga ke 19
Tanggal 16 Juli
2010
Lomba Pidato
dalam Bahasa
Inggris dalam
rangka ulang
6 √ Juara II
tahun Yayasan
Binaniaga ke 19
Tanggal 16 Juli
2010
Kompetisi Futsal
Sertifikat
7 Tanggal 18 – 20 √
Peserta
Oktober 2010,
Lomba Tenis
Meja dalam
rangka Dies
Juara
8 Natalis AMIK √
Favorit
BOGOR
Tanggal 17 – 18
Nopember 2010

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 72


Waktu Tingkat* Prestasi
No. Nama Kegiatan Penyeleng Propinsi/ Interna- yang
Nasional
garaan Wilayah sional Dicapai
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Lomba
Kompetensi
Sertifikat
9 Siswa SMK se √
Penguji
Kota Bogor
Tahun 2011
Lomba Futsal
antar Perguruan
Tinggi di
lingkungan
10 √ Juara III
Yayasan
Binaniaga
Tanggal 9 Juli
2012

Jumlah NA= 9 NB= N C= 1

Catatan: Beri tanda √ pada kolom yang sesuai

3.1.12 Jelaskan upaya institusi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang
akademik dan non-akademik, antara lain prestasi dalam penelitian dan lomba
karya ilmiah, PkM, olahraga, dan seni.

1. Perencanaan karir.
Hingga saat ini, kegiatan perencanaan karir yang dilakukan oleh masing
masing mahasiswa yang dapat berkonsultasi dengan dosen di STIE
Binaniaga.
2. Pelatihan melamar kerja.
STIE Binaniaga juga turut bertanggung jawab terhadap para mahasiswa
tingkat akhir dan alumni fresh graduate untuk membekali diri mereka dengan
pengetahuan softskill yang dibutuhkan dalam mencari kerja. Untuk itu, PKA,
STIE Binaniaga mengadakan seminar softskill dengan mendatangkan pakar
di bidang rekruitmen pencari kerja. Acara seminar softskill ini dibarengi
dengan kegiatan Job Fair yang dilakukan pada Rabu, tanggal 4 Mei 2011 di
Aula 1 STIE Binaniaga. STIE Binaniaga bekerjasama dengan provider
pencari kerja - JobsDB Indonesia mendatangkan Bapak Adhitya D. Sunur
sebagai Business Manager Prestige Indonesia dari JobsDB Indonesia yang
memberikan pembekalan softskill tentang bagaimana cara menjadi kandidat
karyawan yang baik, termasuk didalamnya pemberian materi tentang
bagaimana cara menghadapi wawancara dengan perusahaan, membuat
curriculum vitae dan tips & triks untuk mencari kerja.
3. Layanan penempatan kerja.
Hingga saat ini STIE Binaniaga belum memiliki mekanisme kerjasama dengan
perusahaan untuk penempatan kerja bagi para alumni-alumninya.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 73


3.2 Lulusan

3.2.1a Tuliskan jumlah mahasiswa dan lulusan program pendidikan sarjana (S-1)
tujuh tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Jumlah Mahasiswa per Angkatan pada Tahun* Jumlah


Tahun
Lulusan s.d.
Masuk TS-6 TS-5 TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
TS
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
TS-6 (a1)=88 88 87 87 7 2 (b1)=1 (c1)=86
TS-5 79 79 78 78 4 2 76
TS-4 77 76 76 76 4 72
TS-3 (d1)=92 90 90 (e1)=88 (f1) =2
TS-2 117 117 117
TS-1 137 137
TS 181
Catatan : * Tidak termasuk mahasiswa transfer.
Huruf-huruf a1, b1, c1, d1, e1 dan f1 harus tetap tercantum pada tabel di atas.
TS = Tahun akademik penuh yang terakhir. TS-1 = Satu tahun sebelum TS.

3.2.1b Tuliskan data jumlah mahasiswa dan lulusan program pendidikan magister (S-2)
lima tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Tahun Jumlah Mahasiswa per Angkatan pada Tahun* Jumlah Lulusan


Masuk TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS s.d. TS
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (9)
TS-4 (a2)= (b2)= (c2)=
TS-3
TS-2
TS-1 (d2) = (e2) = (f2) =
TS
Catatan : * Tidak termasuk mahasiswa transfer.
Huruf-huruf a2, b2, c2, d2, e2 dan f2 harus tetap tercantum pada tabel di atas.

3.2.1c Tuliskan data jumlah mahasiswa dan lulusan program pendidikan doktor (S-3)
enam tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Jumlah Mahasiswa per Angkatan Jumlah


Tahun
Lulusan s.d.
Masuk TS-5 TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
TS
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
TS-5 (a3)= (b3)= (c3)=
TS-4
TS-3
TS-2 (d3) = (e3) = (f3) =
TS-1
TS
Catatan : * Tidak termasuk mahasiswa transfer.
Huruf-huruf a3, b3, c3, d3, e3 dan f3 harus tetap tercantum pada tabel di atas.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 74


3.2.1d Tuliskan data jumlah mahasiswa dan lulusan program pendidikan diploma IV (D-4)
tujuh tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Jumlah Mahasiswa per Angkatan


Tahun Jumlah Lulusan
pada Tahun*
Masuk s.d. TS
TS-6 TS-5 TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
TS-6 (a4)= (b4)= (c4)=
TS-5
TS-4
TS-3 (d4) = (e4) = (f4) =
TS-2
TS-1
TS
Catatan : * Tidak termasuk mahasiswa transfer.
Huruf-huruf a4, b4, c4, d4, e4 dan f4 harus tetap tercantum pada tabel di atas.

3.2.1e Tuliskan data jumlah mahasiswa dan lulusan program pendidikan diploma III (D-3)
lima tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Jumlah Mahasiswa per Angkatan pada Tahun*


Tahun Jumlah Lulusan
Masuk TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS s.d. TS

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


TS-4 (a5)=73 73 73 3 (b5)=1 (c5)=72
TS-3 32 32 31 1 30
TS-2 (d5) =59 58 (e5) =58 (f5) =57
TS-1 71 71
TS 109
Catatan : * Tidak termasuk mahasiswa transfer.
Huruf-huruf a5, b5, c5, d5, e5 dan f5 harus tetap tercantum pada tabel di atas.

3.2.1f Tuliskan data jumlah mahasiswa dan lulusan program pendidikan diploma II (D-2)
tiga tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Jumlah Mahasiswa per Angkatan pada Tahun* Jumlah


Tahun
Lulusan pada
Masuk TS-2 TS-1 TS
T.S
(1) (2) (3) (4) (5)
TS-2 (a6)= (b6)= (c6)=

TS-1 (d6)= (e6) (f6) =

TS

Catatan : * Tidak termasuk mahasiswa transfer.


Huruf-huruf a6, b6, c6, d6, e6 dan f6 harus tetap tercantum pada tabel di atas.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 75


3.2.1g Tuliskan data jumlah mahasiswa dan lulusan program pendidikan diploma I (D-1)
dua tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Jumlah Mahasiswa per Angkatan pada


Tahun Jumlah Lulusan
Tahun*
Masuk pada T.S
TS-1 TS
(1) (2) (3) (4)
TS-1 (a7)= (b7)= (c7) =
TS (d7)= (f7) =
Catatan : * Tidak termasuk mahasiswa transfer.
Huruf-huruf a7, b7, c7, d7, e7 dan f7 harus tetap tercantum pada tabel di atas.

3.2.2 Tuliskan rata-rata masa studi mahasiswa dan IPK lulusan dalam tabel berikut.

Rata-rata Masa Studi Rata-rata IPK Lulusan


Program Lulusan (Tahun) pada pada
No.
Pendidikan
TS-2 TS-1 TS TS-2 TS-1 TS
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Doktor (S-3)

2 Magister (S-2)

3 Sarjana (S-1) 4,30 4,60 4,40 2,96 3,12 3.14

4 Sarjana Sains
Terapan (D-4)

5 Ahli Madya
3,00 3,50 3,30 3,15 3,23 3.19
(D-3)

6 Ahli Muda
(D-2)

7 Ahli Pratama
(D-1)

3.2.3 Jelaskan kebijakan institusi terkait dengan studi pelacakan baik dari lulusan
maupun dari pengguna lulusan, berikut keberadaan pedoman. Informasi
mencakup: (1) kebijakan dan strategi, (2) instrumen, (3) monitoring dan evaluasi,
dan (4) tindak lanjut.

Studi pelacakan (tracer study) untuk mendapatkan hasil evaluasi kinerja


lulusan dengan pihak pengguna lulusan dilakukan oleh tim pelacakan alumni
yang ada di masing-masing program studi. Studi pelacakan ini dilakukan
setiap 6 bulan sekali atau tahun sekali. Mekanismenya antara lain dengan
melalui pertemuan alumni, fasilitas telephone, email/ internet dengan cara
mengirimkan blangko isian kepada instansi/ lembaga/ perusahaan tempat
lulusan bekerja untuk mendapatkan hasil evaluasi kinerja lulusan. Data yang
sudah terisi dikembalikan ke program studi yang kemudian diolah dan
ditindaklanjuti dalam rangka pengembangan program studi. Pelacakan yang
dilakukan adalah melalui organisasi alumni masing-masing program studi
dengan cara memberikan formulir isian. Selanjutnya, formulir yang sudah diisi

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 76


oleh lulusan dikembalikan dalam jangka waktu tertentu (umumnya 1 minggu).
Data lulusan yang terkumpul kemudian diolah untuk mendapat kesimpulan
umum tentang kegiatan dan peran lulusan di perusahaan tempat mereka bekerja.
Selain itu, di tingkat universitas, melalui Divisi Career & Development Center
(CDC) UPT Marketing & Public Relations yang berdiri sejak tahun 2010, studi
pelacakan alumni (tracer study) dilakukan sebanyak dua kali kepada para
alumni. Sejauh ini, Divisi PKA telah melaksanakan pelacakan alumni yang
dimulai dari lulusan STIE Binaniaga tahun 2009 dengan instrument kuisioner
yang diisi oleh alumni melalui kegiatan jemput bola yaitu melakukan telesurvei
dimana pihak CDC langsung menghubungi alumni via telephone untuk ditanyai
pertanyaan seputar kuisioner tracer study.
Instrumen kuisioner meliputi 17 pertanyaan yang terdiri dari :
1. Data pribadi alumni (nama, nomor telefon / HP, alamat email).
2. Waktu mulai bekerja.
3. Cara mencari pekerjaan.
4. Waktu yang dihabiskan sebelum memperoleh pekerjaan pertama.
5. Berapa perusahaan yang sudah dimasukkan lamaran kerja?
6. Apakah saat ini bekerja?
7. Penggambaran situasi saat ini.
8. Apakah aktif mencari kerja dalam 4 minggu terakhir?
9. Apa jenis perusahaan tempat bekerja?
10. Tempat bekerja saat ini bergerak di bidang apa?
11. Berapa pendapatan setiap bulannya?
12. Seberapa erat hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan Anda?
13. Tingkat pendidikan apa yang paling tepat untuk pekerjaan Anda saat ini?
14. Jika menurut Anda pekerjaan Anda tidak sesuai dengan tingkat pendidikan
Anda, mengapa Anda mengambilnya?
15. Pada saat lulus, pada tingkat mana kompetensi di bawah ini yang Anda
kuasai?

3.2.4 Jelaskan pelaksanaan studi pelacakan, hasil evaluasi dalam lima tahun terakhir,
dan tindak lanjut dari evaluasi terhadap peningkatan mutu lulusan.

Di STIE Binaniaga, tracking alumni dilakukan oleh divisi Career & Development
Center yang terbentuk sejak tahun 2011. Hingga saat ini, tracking alumni
dengan responden lulusan STIE Binaniaga telah diadakan sebanyak dua (2)
kali, yaitu pada tahun 2012 dan tahun 2013. Berikut pemaparannya :
A. Pada tracking alumni pertama yang dilaksanakan pada tahun
2012, metode pengumpulan data dilakukan sebagai berikut:
1. Sumber data diperoleh dari data wisudawan/wisudawati STIE
Binaniaga tahun 2011/2012.
2. Menggunakan teknik telesurvei, dimana semua daftar wisudawan /
wisudawati dihubungi melalui telefon dengan daftar pertanyaan yang
sudah ditentukan.
3. Hasilnya, dari 124 orang wisudawan yang berhasil dihubungi sebanyak
62 orang. Hal ini dikarenakan staf telesurvei menemui beberapa
kendala antara lain:
a. Nomor telephone yang tertera salah
b. Nomor telephone yang telah dicoba untuk dihubungi kembali tidak
menjawab.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 77


c. Nomor telephone yang diberikan adalah nomor kontrakan atau kos-
kosan.
d. Banyak dari anggota keluarga wisudawan tidak mengetahui nomor
ponsel wisudawan.
e. Beberapa dari wisudawan sudah menikah dan tinggal bersama
suami di luar kota.
4. Kriteria pertanyaan telesurvei:
b. Presentasi Lulusan.
c. Umur Lulusan.
d. IPK.
e. Masa Studi lulusan.
f. Kondisi lulusan.
g. Sektor Pekerjaan.
h. Kesesuaian dengan Relevansi Ilmu.
i. Status Pekerjaan.
j. Gaji Pertama.
k. Gaji Sekarang.
l. Masa Tunggu.
m. Jumlah Lamaran Kerja.
n. Kendala Gagal.
5. Hasil telesurvei.
Rata-rata alumni STIE Binaniaga berdasarkan hasil telesurvei ini lulus
di kisaran usia 25 - 29 tahun dengan IPK mencapai range 2,78 - 3,18
dan masa studi rata-rata fakultas sebesar 4 - 7 tahun dan 3 - 4 tahun
untuk akademi.
Dari segi kondisi lulusan, rata-rata alumni sudah bekerja di kantor
pemerintahan / BUMN dan perusahaan swasta yang sesuai dengan
disiplin ilmu dan dapat menunjang karir mereka. Umumnya rata-rata
lulusan berstatus newly entrant dengan mendapat gaji pertama dan
sekarang di kisaran 2 juta - 3,999 juta, yang artinya sebagian besar
lulusan mendapat gaji standar Upah Minimum Regional (UMR) S1.

Untuk mendapatkan panggilan kerja, rata-rata alumni harus menunggu


selama 0 - 3 bulan dengan mengirimkan lamaran sebanyak 30 - 39 kali.
Adapun rata-rata lulusan mengalami kendala gagal dalam kategori C (CV
tidak diterima, lokasi yang terlalu jauh, gaji yang tidak sesuai dengan
keinginan).

B. Pada tracking alumni kedua yang dilaksanakan pada tahun 2013,


metode pengumpulan data sama seperti yang dilakukan pada
tahun 2012. Meski demikian, proses tracking masih dilakukan
hingga sekarang. Berikut datanya:
1. Sumber data diperoleh dari data wisudawan/wisudawati STIE
Binaniaga tahun 2012/2013 gelombang kedua dengan jumlah
wisudawan sebanyak 136 orang.
2. Menggunakan teknik telesurvei, dimana semua daftar wisudawan /
wisudawati dihubungi melalui telephone dengan daftar pertanyaan
yang sudah ditentukan.
3. Hasilnya dari 136 orang wisudawan yang lulus pada periode tersebut,
hanya 74 orang berhasil dihubungi.
4. Berdasarkan kuisioner yang ditanyakan, hasilnya adalah sebagai
berikut:
a. Waktu untuk mencari kerja : lulusan STIE Binaniaga rata-rata
membutuhkan waktu 1 - 3 bulan untuk mencari kerja.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 78


b. Jenis perusahaan tempat bekerja : Lulusan STIE Binaniaga rata-
rata bekerja di perusahaan swasta dan perbankan.
c. Cara mencari kerja: rata-rata lulusan STIE Binaniaga paling banyak
mencari kerja lewat internet dan karena faktor relasi.
d. Hubungan antara pekerjaan dengan bidang studi : rata-rata lulusan
bekerja di bidang yang cukup erat dengan bidang studinya.
e. Alasan menerima pekerjaan : rata-rata sudah sesuai dengan
lulusan.
f. Kompetensi yang dimiliki: komputer dan berkomunikasi dan
pengetahuan di bidang disiplin ilmu.
g. Sementara ada alumni yang belum / tidak bekerja / memilih
berwirausaha.

Jumlah Lulusan Jumlah Lulusan yang


No. Tahun
pada Tahun Memberi Respon
(1) (2) (3) (4)
1 TS-4 148 78
2 TS-3 102 67
3 TS-2 124 62
4 TS-1 136 74
5 TS 146 84
Total 656 365

3.2.5 Himpunan Alumni

Jelaskan apakah lulusan memiliki himpunan alumni di tingkat institusi perguruan


tinggi.

tidak memiliki

√ memiliki

Jika memiliki, jelaskan aktivitas dan hasil kegiatan dari himpunan alumni untuk
kemajuan institusi perguruan tinggi dalam kegiatan akademik dan non akademik,
meliputi sumbangan dana, sumbangan fasilitas, keterlibatan dalam kegiatan,
pengembangan jejaring, dan penyediaan fasilitas.

Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga (IKA Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga) dibentuk tanggal 25 September 2010 setelah dilakukan
acara pelepasan, dilanjutkan dengan acara malam keakraban antar alumni dan
antara alumni dengan mahasiswa yang diprakarsai oleh Himpunan Alumni,
Dalam acara malam keakraban tersebut Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga (IKA Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga) telah
berpartisipasi yaitu : sumbangan dana, sumbangan fasilitas, masukan untuk
perbaikan proses pembelajaran, dan pengembangan jejaring.
1. Sumbangan dana : Memberi sumbangan dana pembinaan mahasiswa
sebesar 1 juta.
2. Sumbangan fasilitas : Menyerahkan satu unit komputer untuk
pengembangan jejaring.dan menyerahkan buku perpustakaan 60 buku guna
perbaikan proses pembelajaran.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 79


3. Masukan untuk perbaikan proses pembelajaran : Alumni juga memberi
masukan kepada program studi tentang kompetensi yang dibutuhkan di
pasar kerja antara lain profesionalitas keilmuannya, penguasaan bahasa
inggris, komunikasi, dan kerjasama tim, bahkan disampaikan juga informasi
tentang lowongan kerja.
4. Pengembangan Jejaring : Facebook alumni, Twitter, email alumni
Pada penutup acara malam keakraban tersebut telah disepakati bahwa
pertemuan selanjutnya dilakukan setiap satu tahun sekali dan tempatnya di
kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 80


STANDAR 4. SUMBER DAYA MANUSIA

4.1 Sistem Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Jelaskan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang meliputi perencanaan


seleksi/perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian
dosen dan tenaga kependidikan untuk menjamin mutu penyelenggaraan program
akademik, serta remunerasi, penghargaan, dan sanksi, termasuk informasi
tentang ketersediaan pedoman tertulis dan konsistensi pelaksanaannya.

Sistem seleksi / perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan


pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan diatur dalam peraturan umum
kepegawaian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga untuk periode 2010 -
2020. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat tatacara seleksi, penempatan,
pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga sbb :
1. Sistem seleksi yang dilakukan oleh program studi melalui seleksi
administratif dan wawancara yang dilakukan oleh ketua program studi dan
ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga (melalui pembantu ketua I
bidang akademik) dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan
lembaga.
2. Rekruitmen dilakukan berdasarkan kebutuhan lembaga seiring peningkatan
jumlah mahasiswa dan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan ke
depan dan pengembangan (baik dari sudut pandang calon ataupun
kelembagaan).
3. Bentuk pengembangan yang dilakukan adalah menumbuhkan sikap yang
berorientasi pada keunggulan kompetitif, melalui studi lanjut, pelatihan-
pelatihan dan seminar-seminar.
4. Retensi yang diberikan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga
kepada dosen dan tenaga kependidikan mengacu kepada peraturan
kepegawaian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
5. Pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan dilakukan sesuai
peraturan-peraturan kerja, artinya kegagalan dosen atau tenaga
kependidikan dalam mematuhi peraturan akan mengakibatkan tindakan
disiplin. Sejumlah pelanggaran bisa dianggap cukup untuk dilakukan
pemecatan, atau pemberhentian sementara atau pemberhentian permanen
karena kematian. Misal: tidak hormat pada konsumen, atau tidak patuh
pada atasan dapat mengakibatkan pemecatan sementara atau
pemberhentian.

4.2 Sistem Monitoring dan Evaluasi

Jelaskan sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja akademik
dosen dan kinerja tenaga kependidikan (termasuk informasi tentang ketersediaan
pedoman tertulis, serta monitoring dan evaluasi kinerja dosen dalam tridarma
serta dokumentasinya).

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 81


Sistem monitoring dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara
periodik oleh Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI) bersama tim monitoring
dan evaluasi tingkat program studi yang ditunjuk oleh ketua program studi.
Bagian akademik dan kemahasiswaan serta bagian umum melakukan proses
dokumentasi atau rekam jejak kinerja akademik dosen dan kinerja tenaga
kependidikan.
Monitoring dan evaluasi serta rekam jejak kinerja dosen dan tenaga
kependidikan dilaksanakan berdasarkan standar prosedur akademik, dan
pedoman pelaksanaan penjaminan mutu internal yang dikeluarkan oleh
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
Program Studi Diploma Akuntansi mengembangkan sistem monitoring dan
evaluasi proses pembelajaran dengan menggunakan instrumen berupa lembar
kegiatan (perkuliahan, praktikum, bimbingan) yang wajib diisi oleh dosen usai
melaksanakan kegiatan. Informasi yang diisikan antara lain tentang tanggal dan
pertemuan ke berapa, materi pembelajaran, metode, tujuan instruksional
khusus dan keterangan / jumlah mahasiswa yang hadir.
Pada akhir semester mahasiswa diminta mengisi kuesioner yang berkaitan
dengan kegiatan proses pembelajaran guna menjaring
informasi/pendapat/prediksi mahasiswa tentang materi yang diberikan oleh
dosen, penguasaan dosen tentang materi yang disampaikan, kedisiplinan
dosen dalam melaksanakan kegiatan, dan harapan mahasiswa untuk masa
mendatang.
Secara lebih jelas, alur kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut diatas
dipaparkan sebagai berikut :
1. Melalui rapat dosen pada akhir semester, dilakukan evaluasi proses dan
metode perkuliahan, materi perkuliahan yang diperoleh dari penilaian
mahasiswa atas kuesioner yang dibagikan pada akhir perkuliahan.
Hasilnya evaluasi tersebut dapat ditindak lanjuti oleh dosen yang
bersangkutan dengan merevisi metode dan materi perkuliahan seperti
merevisi SAP dan GBPP serta bahan ajar. Kemudian evaluasi dilanjutkan
membahas tentang perkembangan prestasi akademik mahasiswa sebagai
bahan masukan khususnya untuk dosen pembimbing akademik (PA).
2. Akademik melakukan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh
Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI) menggunakan metode Indeks
Kinerja Akademik Dosen (IKAD) dengan melakukan pemantauan kehadiran
dosen setiap minggu kemudian hasilnya direkap setiap bulan yang
dilakukan oleh bagian akademik dan kemahasiswaan. Bagi dosen yang
tingkat kehadirannya tidak memenuhi persyaratan minimum yaitu 12 kali
tatap muka yang diwajibkan oleh Akademi. Maka pihak akademi atau
program studi memberitahukan secara tertulis dan atau lisan untuk
mengganti jam perkuliahan pada waktu lain yang diberikan sebelum
pelaksanaan ujian akhir semester.
Mekanisme ini berjalan efektif yang didukung oIeh daftar hadir dosen
sebelum pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS), dan sebelum
pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Kemudian setiap dua semester
dosen membuat laporan Ekuivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP) ke
program studi dan akademi untuk melihat beban akademik yang dimiliki
dosen. Sedangkan untuk mengevaluasi dan memonitor kehadiran harian
dosen dan tenaga kependidikan dilakukan dengan sistem presensi
elektronik dengan menggunakan finger print yang tersedia di bagian

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 82


administrasi umum akademk. Hasil evaluasi kehadiran dilaporkan setiap
awal bulan dari bagian kepegawaian kepada seluruh pegawai akademi.
3. Setiap satu tahun sekali melalui tim Auditor Audit Mutu Akademik Internal
(AMAI) yang dibentuk oleh lembaga melakukan monitoring dan evaluasi
terhadap akademi dan program studi, Hasil monitoring dan evaluasi
dilaporkan kembali kepada pihak akademi dan program studi sebagai
bahan masukan serta perbaikan. Dan bagi Pusat Penjaminan Mutu Internal
(P2MI) hasil temuan tersebut merupakan bahan untuk mengkaji ulang
dokumen mutu maupun prosedur mutu dalam rangka peningkatan
penjaminan mutu internal.
Untuk monitoring dan evaluasi terhadap kinerja tenaga kependidikan
akademi mengacu kepada Pedoman Kepegawaian Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga yang meliputi ketentuan-ketentuan mengenai
kewajiban dan hak bagi tenaga kependidikan.
Ternyata hasil evaluasi kinerja proses pembelajaran, administrasi akademik
dan kepegawaian sangat berdampak positif terhadap perkembangan,
perbaikan, dan mutu pembelajaran mahasiswa, dampak positif tersebut
antara lain terwujudnya revisi kurikulum tahun 2012, berkembangnya
metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi
pembelajaran, bertambahnya sarana dan prasarana, kegiatan mahasiwa
yang makin dinamis, meningkatnya sikap disiplin dari para dosen dan
tenaga kependidikan.
Bukti tentang kinerja dosen dalam bidang pendidikan, penelitian, dan
pengabdian masyarakat dapat dirujuk pada dokumen Indeks Kinerja Akademik
Dosen (IKAD).

4.3 Dosen

4.3.1 Dosen tetap


Dosen tetap dalam borang akreditasi institusi PT adalah dosen yang diangkat dan
ditempatkan sebagai tenaga tetap pada PT yang bersangkutan; termasuk dosen
penugasan Kopertis, dan dosen yayasan pada PTS dalam bidang yang relevan
dengan keahlian bidang studinya. Seorang dosen hanya dapat menjadi dosen
tetap pada satu institusi perguruan tinggi, dan mempunyai penugasan kerja
minimum 36 jam/minggu.

Tuliskan data dosen tetap dengan format berikut.

Data dosen tetap institusi

Gelar Akademik
No. Pendidikan Guru Lektor Tenaga Total
Lektor Asisten
Besar Kepala Pengajar
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 S-3/Sp-2 1 1
2 S-2/Sp-1 2 2 4 3 11
Profesi/
3
S-1/D-4*
Total 3 2 4 3 12
Catatan: * Tuliskan jumlahnya jika masih ada.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 83


4.3.2 Dosen tidak tetap
Dosen tidak tetap adalah dosen tetap/karyawan pada suatu institusi perguruan
tinggi/instansi lain, atau individu mandiri, yang ditugaskan menjadi dosen di
perguruan tinggi berdasarkan persyaratan legal yang berlaku.

Tuliskan data dosen tidak tetap dengan format berikut.

Gelar Akademik
No. Pendidikan Guru Lektor Asisten Tenaga Total
Lektor
Besar Kepala Ahli Pengajar
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 S-3/Sp-2
2 S-2/Sp-1 1 1 1 2 6
Profesi/
3 S-1/D-
4/Lainnya*
Total 1 1 1 2 1
Catatan: * Tuliskan jumlahnya jika masih ada.

4.4 Kegiatan peningkatan sumber daya manusia (dosen) dalam tiga tahun terakhir

Tuliskan jumlah dosen yang ditugaskan dalam rangka peningkatan kompetensi


melalui tugas/izin belajar, dalam tabel berikut.

Kegiatan Jumlah yang Ditugaskan pada


No. Peningkatan Jumlah
TS-2 TS-1 TS
Kompetensi
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Tanpa gelar
2 S-2/Sp-1
3 S-3/Sp-2 2 2
Total 2 2

4.5 Tenaga Kependidikan

4.5.1 Tuliskan data tenaga kependidikan yang ada di institusi yang melayani mahasiswa
dengan mengikuti format tabel berikut.

Jumlah Tenaga Kependidikan dengan


Jenis Tenaga
No. Pendidikan Terakhir Jumlah
Kependidikan
S-3 S-2 S-1 D-4 D-3 D-2 D-1 SMA/SMK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 Pustakawan* 2 1 3
2 Laboran/
Teknisi/ Analis/
1 1
Operator/
Programer
3 Administrasi 1 3 1 1 2 8
4 Satpam dan OB 5 5
Total 1 6 1 1 1 7 17
Jumlah laboran/teknisi/analis/operator/programer yang memiliki sertifikat : 0 orang
* Hanya yang memiliki pendidikan formal dalam bidang perpustakaan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 84


4.5.2 Jelaskan upaya yang telah dilakukan institusi dalam meningkatkan kualifikasi dan
kompetensi tenaga kependidikan, dalam hal pemberian kesempatan belajar/
pelatihan, studi banding, pemberian fasilitas termasuk dana, dan jenjang karir.

Upaya STIE Binaniaga dalam penerapan Undang-Undang No. 14 tahun 2005


dimana mensyaratkan bahwa Dosen serendah-rendahnya berpendidikan S2,
dan akan diberlakukan mulai tahun 2014. Namun melihat kondisi beberapa
dosen di lingkungan STIE Binaniaga masih ada beberapa dosen yang berlatar
pendidikan S1, maka Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga
mengeluarkan Surat Keputusan Ketua No. 11 tahun 2011 tanggal 28 Juli 2011
tentang Penataan Kembali Dosen Tetap di lingkungan STIE Binaniaga, yang
didalamnya mengatur hal-hal sebagai berikut :
1. Bagi Dosen Tetap yang belum berpendidikan minimal Magister (S2)
diharuskan melanjutkan studi sesuai bidangnya / program studi dimana
ditugaskan, dan diberikan batas waktu sampai tahun 2014.
2. Bagi Program Studi yang dosen tetapnya belum mencukupi rasio dosen
tetap dengan jumlah mahasiswa agar mengajukan dosen penambahan
dosen tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Memberikan
kesempatan kepada dosen tetap yang masih bergelar S1 untuk melanjutkan
studinya sampai tahun 2013, jika sampai tahun 2014 belum bergelar S2,
maka kepada dosen tersebut akan dipensiunkan sebagai dosen atau
dimutasikan sebagai tenaga administratif.
Dalam rangka meningkatkan ketrampilan dalam menunjang pekerjaannya, maka
tenaga kependidikan dapat mengikuti pendidikan dan latihan atas beban
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga baik yang diadakan di lingkungan
Internal maupun Ekternal. Pendidikan dan Pelatihan yang dilakukan meliputi
diklat bidang manajemen, diklat bidang administrasi, diklat bidang perpustakaan
dan diklat bidang bahasa

4.6 Kepuasan dosen dan tenaga kependidikan

4.6.1 Jelaskan instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan dosen
dan tenaga kependidikan terhadap sistem dan praktek pengelolaan sumber daya
manusia di institusi ini.

Instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan dosen dan


tenaga kependidikan terhadap sistem dan praktek pengelolaan sumber daya
manusia di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga yaitu menggunakan
kuesioner kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap
pengelolaan SDM di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
Kuesioner kepuasan dosen dan tenaga kependidikan disusun dengan
memperhatikan tugas dan fungsi pengelolaan SDM yang meliputi
perencanaan SDM, perekrutan SDM, Penempatan SDM,
Pengembangan SDM, Penilaian Kinerja SDM, Pengembangan Karir SDM,
Pemberian penghargaan dan sanksi dan pengembangan sistem informasi SDM,
dengan rentang penilaian 1 sampai dengan 5, yaitu nilai 1 = sangat kurang baik,
2 = kurang baik, 3 = cukup baik, 4 = baik, 5 = sangat baik. Kuesioner tersebut

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 85


disusun dengan memperhatikan sistem pengelolaan SDM di Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga agar dapat memberikan gambaran kepada Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Binaniaga tentang sejauh mana tingkat kepuasan dosen dan
tenaga kependidikan terhadap pengelolaan SDM di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga

4.6.2 Jelaskan pelaksanaan survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, dan
tenaga administrasi terhadap sistem pengelolaan sumber daya manusia.

Survei kepuasan pengelolaan SDM di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga


dilaksanakan oleh Pusat Penjaminan Mutu Internal secara berkala setiap tahun
yang dilakukan meliputi dosen tetap, pustakawan, tenaga laboran, teknisi, dan
tenaga administrasi.
Dari jumlah dosen tetap, pustakawan, tenaga laboran, teknisi dan tenaga
administrasi pelaksana survei mengambil populasi sehingga dapat memberikan
gambaran tentang tingkat kepuasan dosen, pustakawan, tenaga laboran, teknisi
dan tenaga administrasi terhadap pengelolaan SDM di Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Binaniaga.

4.6.3 Jelaskan bagaimana hasil penjajagan kepuasan tersebut dan apa tindak lanjutnya.

Hasil penjajagan kepuasan pengelolaan SDM di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi


Binaniaga oleh dosen tetap, pustakawan, tenaga laboran, teknisi dan tenaga
administrasi tahun 2013 memperlihatkan bahwa jumlah rata-rata 3.41. Dari
jumlah rata-rata tersebut dosen tetap, pustakawan, tenaga laboran, teknisi dan
tenaga administrasi menilai bahwa pengelolaan SDM dilaksanakan dengan
cukup baik.
Dari hasil survey tersebut memperlihatkan bahwa dosen tetap, pustakawan,
tenaga laboran, teknisi dan tenaga administrasi merasa cukup puas/puas
terhadap pengelolaan SDM di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga. Hasil
survey tersebut akan memberikan masukan kepada Pimpinan Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Binaniaga untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam
pengelolaan SDM agar lebih baik lagi, sehingga bersifat transparan dan
akuntabel.
Tindak lanjut atas hasil penjajagan kepuasan dosen, pustakawan, laboran,
teknisi, dan tenaga administrasi terhadap pengelolaan SDM sebagai berikut:
1. Dalam hal perencanaan pegawai (dosen dan tenaga kependidikan), Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga akan melakukan perencanaan kebutuhan
dosen dan tenaga kependidikan pada setiap awal tahun akademik sesuai
dengan kebutuhan Unit Kerja terkait. Dalam hal rekrutmen pegawai (dosen
dan tenaga kependidikan), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga akan
melaksanakan secara transparan dan akuntabel.
2. Dalam hal penempatan pegawai (dosen dan tenaga kependidikan),
universitas akan menempatkan dosen dan tenaga kependidikan sesuai
dengan kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan perundangan
terkait yang berlaku maupun Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Binaniaga tersebut pada point 2.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 86


3. Dalam hal pendidikan dan pelatihan pegawai (dosen dan tenaga
kependidikan), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga akan memberikan
fasilitas kepada dosen untuk studi lanjut ke jenjang S2 dan S3 berupa ijin
studi lanjut, pemberian beasiswa, pengurusan beasiswa BPPS maupun
beasiswa dari sumber lain baik pemerintah maupun swasta. Juga akan
menyelenggarakan pelatihan / training / seminar sesuai dengan kebutuhan /
bidang keilmuan dan kompetensi dosen yang bersangkutan serta
mendorong dosen untuk mengikuti pelatihan /training/ seminar yang
diselenggarakan di luar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga baik yang
bersifat nasional maupun internasional. Sementara bagi tenaga
kependidikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga akan memberikan
pelatihan/ training sesuai dengan kebutuhan bidang kerjanya.
4. Dalam rangka penilaian kinerja kepada dosen dan tenaga kependidikan,
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga akan secara konsisten
melaksanakan evaluasi kinerja akademik dosen setiap semester serta
melakukan penilaian pelaksanaan pekerjaan secara kontinu. Sementara
bagi tenaga kependidikan, universitas akan secara konsisten melaksanakan
penilaian pelaksanaan pekerjaan (secara berkesinambungan).
5. Dalam rangka pengembangan karir pegawai (dosen dan tenaga
kependidikan), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga memberikan
kesempatan yang seluas-luasnya kepada dosen dan tenaga kependidikan
untuk studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi dalam rangka pengembangan
karir.
6. Dalam rangka reward dan punishment kepada pegawai (dosen dan tenaga
kependidikan), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga akan secara
konsisten memberikan reward pada setiap tahun yang dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan wisuda sarjana. Sementara sanksi akan
diberikan secara konsisten tanpa pandang bulu kepada dosen dan tenaga
kependidikan yang melanggar ketentuan dan peraturan yang berlaku di
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga.
7. Dalam rangka pengembangan sistem informasi pegawai (dosen dan tenaga
kependidikan), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga akan selalu
melakukan update data baik secara manual maupun secara elektronik.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 87


STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA
AKADEMIK

5.1 Kurikulum

Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan


mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya,
dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran di institusi perguruan tinggi.

Kurikulum seharusnya memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam


kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan,
terlaksananya misi, dan terwujudnya visi institusi perguruan tinggi. Kurikulum
memuat mata kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan
dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan
memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan
deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi.
Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan
kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills
dan keterampilan kepribadian dan perilaku (soft skills) yang dapat diterapkan
dalam berbagai situasi dan kondisi.

5.1.1 Jelaskan kebijakan institusi dalam pengembangan kurikulum, bentuk dukungan


institusi dalam pengembangan kurikulum program studi, sistem monitoring dan
evaluasi kurikulum, serta keberadaan dokumen.

Kebijakan pengembangan kurikulum telah menjadi salah satu program strategis


yangsecara berkala, yaitu dua tahun sekali untuk program studi manajemen dan
program studi D3 Akuntansi atau sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga guna
meningkatkan kualitas lulusan sehingga dapat memenangkan persaingan dalam
mendapatkan/menciptakan pekerjaan. Strategisnya pengembangan kualitas
kurikulum, maka pimpinan sangat berkepentingan untuk mendukung secara
penuh setiap tahapanpengembangan, implementasi, dan evaluasi kurikulum
tersebut secara berkala. Dukungan yang diberikan dalam pengembangan
kurikulumdiantaranya adalah memberikan keleluasaan kepada program studi
untuk melakukan seminar-seminar dan mengundang dosen-dosen, alumni dan
steakholder setiap saat untuk berdiskusi mengenai perkembangan ilmu
pengetahuan. Hasil diskusi perkembangan ilmu pengetahuan dapat dijadikan
dasar untuk merevisi kurikulum secara berkala guna pencapaian standardisasi
materi perkuliahan yang lebih baik, dan sejalan dengan perkembangan keilmuan
yang up to date, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga juga melakukan perbaikan
fasilitas perkuliahan secara berkala untuk mendukung pengembangan
kurikulum, khususnya dalam menemukan bahan atau sumber bacaan yang lebih
baik dan up to date, seperti: peningkatan akses internet yang lebih cepat dari
yang sebelumnya, perbaikan ruang baca, penambahan computer untuk
perpustakaan, dan penambahan koleksi buku bacaan serta langganan majalah-
majalah ilmiah dan jurnal-jurnal ilmiah nasional maupun internasional. Sampai
saat ini, seluruh area di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga dapat
mengakses internet secara mudah dan gratis serta tersedia layanan jurnal

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 88


internasional online (Proquest, EBSCO, dan Cengage).
Surat Keputusan Yayasan Binaniaga nomor: 001/KPTS/BP-YB/VIII/2013 tentang
Sistem Penyelenggaraan Pendidikan STIE Binaniaga pada pasal 4 menegaskan
bahwa:
1. Kurikulum yang berlaku pada program strudi disebut kurikulum operasional.
2. Kurikulum tersebut disusun oleh pogram studi dan disahkan oleh Ketua STIE
Binaniaga.
3. Kurikulum operasional tersebut mennggambarkan kompetensi lulusan yang
akan dihasilka dan selalu disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan
kebutuhan dunia kerja.
4. Meninjau kurikulum dilakukan minimal dalam waktu dua tahun sekali
terhitung sejak kurikulum diberlakukan
Surat Keputusan Mendiknas nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan
Kurikulum Pendidikan Tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa. Peraturan
Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Bab III
pasal 9 ayat 4, bahwa:
1. Kurikulum pendidkan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai isi maupuan bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian
dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.
2. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan kedalaman muatan kurikulum
pendidikan tinggi diatur oleh perguruan tinggi yang pelaksanaannya adalah
Program Studi.
Kurikulum yang dikembangkan STIE Binaniaga berorientasi pada
perkembangan ilmu dan kebutuhan dunia kerja.
Kurikulum yang berlaku pada program strudi disebut kurikulum operasional.
Surat Keputusan Yayasan Binaniaga nomor 001/KPTS/BP-YB/VIII/2013,
kurikulum S1 dan Prgram Diploma terdiri dari kelompok Mata Kuliah : MPK
(Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian); MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan
Keterampilan); MKB (Mata Kuliah Ketrampilan Berkarya); MPB (Mata Kuliah
Perilaku Berkarya); MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat)
Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) merujuk kepada
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 045/U/2002, Peraturan
Pemerintah tahun 2008 tentang KBK, perkembangan IPTEKS,
perkembangan kebutuhan masyarakat atau pengguna.
Bentuk dukungan Institusi dalam pengembangan kurikulum KBK antara lain:
Workshop evaluasi kurikulum bagi seluruh pimpinan, ketua prodi, ketua
lab,ketua Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI) STIE Binaniaga.

5.1.2 Jelaskan monitoring dan evaluasi pengembangan kurikulum program studi

Pendidikan memiliki paradigma yang menekankan pendidikan sebagai upaya


peningkatan skills yang harus bersifat adaptif dan menyesuaikan dengan
permintaan pasar (demand driven). Ketersinambungan (link) dan kecocokan
(match) diantara STIE Binaniaga sebagai institusi pendidikan tinggi dengan
lulusan yang dihasilkannya dan kebutuhan stakeholders sebagai pengguna
lulusan akan menjadi dasar dalam penyelenggaraan dan ukuran keberhasilan
pendidikan. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dapat dilihat dari tingkat
mutu dan relevansinya yaitu jumlah penyerapan lulusan dan kesesuaian bidang

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 89


pekerjaan dengan bidang keahlian yang dipilih dan ditekuninya.
Program pendidikan yang dilaksanakan STIE Binaniaga dikembangkan dengan
menganut prinsip bahwa pendidikan merupakan “sebuah proses,” yang dapat
diartikan sebagai proses transformasi seseorang untuk menjadi pribadi yang
mandiri dengan kepribadian yang utuh. Mendidik adalah keseluruhan
penyediaan berbagai komponen pendidikan (kurikulum, input, proses, sarana,
dan lain sebagainya) yang menginisiasikan seorang pribadi untuk semakin
menjadi manusia, menyadari berbagai kekuatan hambatan tantangan dan
kelemahan dirinya, serta dapat memposisikan dirinya sebagai pribadi yang
memiliki arti penting bagi sekitarnya, sehingga siap menempatkan diri di
masyarakat. Untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, tentunya
dibutuhkan suatu upaya berkualitas yang secara komprehensif dijalankan
secara serentak, terarah, dan berkesinambungan. Upaya ini tidak hanya
sebatas melaksanakan program yang telah digariskan saja melainkan
membutuhkan pula peran monitoring dan evaluasi pengembangan
kurikulumpada setiap program studi.
Sebagi komitmen upaya perbaikan yang berkesinambungan, STIE Binaniaga
telah menetapkan kebijakan mutu yang dituangkan dalam bentuk visi, misi,
tugas pokok, dan pernyataan mutu. Pernyataan mutu STIE Binaniaga adalah:
“Dengan komitmen yang tinggi terhadap mutu, STIE Binaniagabertekad
menghasilkan tenaga terampil yang kompeten dan profesional yang relevan
dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.”
Program Studi melaksanakan monitoring dan evaluasi bedasarkan instrumen
yang tersedia dan telah tervalidasi penggunaannya oleh pemangku kepentingan
internal dan eksternal. Melalui Pusat Penjaminan Mutu Internal STIE Binaniaga,
melakukan monitoring penyusunan kurikulum, monitoring pelaksanaan
kurikulum dan monitoring evaluasi kurikulum meliputi SAP dan bahan ajar, yang
tiap item memiliki instrumen yang sudah dikembangkan. Program Studi
melaksanakan peninjauan kurikulum setiap tahun, jika diperlukan melakukan
perubahan kurikulum paling cepat per 2 tahun dengan memperhatikan
masukan dari dosen, alumni, pengguna lulusan. Dalam penyusunan dan
pengembangan kurikulum.
Program Studi melibatkan alumni, dan stakeholder lainnya yang menjadi
representasi dari perlunya pembaruan kurikulum berdasar atas kebutuhan
dunia kerja. Selain itu, keterlibatan unsur-unsur pimpinan dan dosen dalam
lingkup Program Studi menjadi penguat dari keandalan kurikulum yang disusun.

5.2 Pembelajaran

5.2.1 Sistem Pembelajaran

Jelaskan unit organisasi yang melaksanakan kegiatan pengkajian dan


pengembangan sistem dan mutu pembelajaran yang menghasilkan capaian
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan lulusan yang mampu
berpikir kritis, bereksplorasi, bereksperimen, dan memiliki integritas, serta
pemanfaatan hasilnya.

Paradigma baru dalam sistem pengelolaan pendidikan tinggi dari aspek kualitas
pelaksana akademik adalah adanya sistem penjaminan mutu akademik dibentuk

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 90


melalui Surat Keputusan Ketua STIE Binaniaga nomor 005/STIE-A/VII/2010
tanggal 12 Juli 2010 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Binaniaga memiliki
Pusat Penjaminan Mutu Internal (P2MI) yang memiliki fungsi pemeliharaan dan
peningkatan mutu dalam rangka terjaminnya mutu penyelenggraaan STIE
Binaniaga yang sebaik-baiknya. Untuk memenuhi fungsi tersebut P2MI
mempunyai tugas:
1. Membuat perangkat dan panduan penjaminan mutu, baik program kegiatan
akademik maupun non akademik.
2. Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan penjaminan mutu.
3. Memonitor, mengevaluasi, dan menanalisis terhadap pencapaian hasil
pelaksanaan penjaminan mutu.
4. Melaksanakan dan mengembangkan audit internal.
5. Melaporkan pelaksanaan penjaminan mutu kepada pimpinan Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Binaniaga.
P2MI membuat standar operasional prosedur (SOP) antara lain monitoring
perkuliahan, peninjauan kurikulum yang menjadi acuan bagi setiap Program
Studi dalam menyusun manual penjaminan mutu pembelajaran dan lainnya
yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan tingkat Program Studi.
STIE Binaniaga melalui Pembantu Ketua Bidang Akademik melakukan
monitoring dan evaluasi pembelajaran. Monitoring dan evaluasi pembelajaran
meliputi kehadiran dosen dan kesesuaian SAP dengan materi dosen dalam
perkuliahan. Hasil monitoring dan evaluasi pembelajaran dilaporankan kepada
Ketua Program Studi untuk ditindaklanjuti.
Bagian Adminstrasi Akademik (BAAK) sebagai pelaksana monitoring harian
pembelajaran meliputi: input kehadiran dosen dan mahasiswa dalam
perkuliahan dan input materi perkuliahan.
Konsistensi keterjaminan mutu pembelajaran di tingkat Program Studi dilakukan
melalui penerapan strategi-strategi pembelajaran yang diikuti dengan pelatihan-
pelatihan. Penerapan ini ditempuh lebih kepada upaya menjaga konsistensi dan
peningkatan kualitas pembelajaran pada tingkat Program Studi agar mahasiswa
memiliki kemampuan berpikir kritis, bereksplorasi, berekspresi, berekperimen,
belajar mandiri, belajar secara kolaboratif dengan memanfaatkan sumber-
sumber belajar yang ada di tingkat Program Studi. Salah satu sumber belajar
yang beretensi tinggi dalam pengembangan belajar berbasis teknologi informasi
adalah Lab Komputer STIE Binaniaga (LKSB). LKSB sebagai unit yang salah
satu fungsinya adalah untuk melatih dosen dan mahasiswa dalam memperoleh
keterampilan mendesain, mengembangkan dan menggunakan media dan
sumber belajar.

5.2.2 Pengendalian mutu proses pembelajaran

Jelaskan bagaimana sistem pengendalian mutu pembelajaran diterapkan institusi


termasuk proses monitoring, evaluasi, dan pemanfaatannya.

Surat Keputusan Ketua STIE Binaniaga nomor: 024/STIE-A/V/2010 tentang


Sistem Penyelenggaraan Pendidikan STIE Binaniaga menegaskan:
1. Evaluasi terhadap penyelenggaraan perkuliahan meliputi studi mahasiswa,
kinerja dosen dan institusi. Evaluasi dilakukan tiap semester.
2. Evaluasi studi mahasiswa meliputi tugas dan penguasaan atas materi
kuliah yang dilakukan dalam ujian

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 91


3. Pelaksanaan ujian terdiri dari ujian tengah semester, ujian akhir semester,
ujian tugas akhir, dan ujian skripsi.
4. Nilai suatu mata kuliah dinyatakan dalam bentuk huruf yang merupakan
konversi dari nilai angka ke nilai huruf A, B, C, D, E yang padanya diberi
bobot: 4, 3., 2, 1, 0.
Evaluasi kemajuan studi mahasiswa dilaksanakan pada akhir semester 2 dan
pada akhir semester 4, dan semester akhir semester 2, 4, 6 dan akhir semester
8, atas usul ketua program studi
Program Studi memberi peringatan secara tertulis kepada mahasiswa yang
terancam dikeluarkan. Mahasiswa yang telah melampaui batas studi seperti
yang ditentukan dan tidak berhasil menyelesaikan pendidikannya, dikeluarkan
dari STIE Binaniaga oleh Ketua atas usul program studi.
Evaluasi hasil belajar dilakukan secara berkala yang dapat berupa ujian,
pemberian tugas, dan pengamatan dosen. Evaluasi dilaksanakan untuk
memberikan nilai terhadap hasil belajar mahasiswa. Evaluasi hasil belajar
berupa ujian dilaksanakan dalam ujian tengah semester, ujian akhir semester
dan ujian akhir Program Studi. Ujian tengah semester dilakukan setelah7 kali
perkuliahan tatap muka, sedangkan ujian akhir semester dilaksanakan setelah
14 kali perkuliahan tatap muka. Mahasiswa yang dapat mengikuti ujian akhir
adalah mahasiswa yang kehadirannya mengikuti perkuliahan minimal 75% dari
kehadiran dosen. Nilai akhir mahasiswa dalam sebuah mata kuliah adalah
gabungan dari nilai tugas, nilai UTS dan nilai UAS. Ujian akhir Program Studi
berbentuk skripsi, bagi S1 dan ujian Tugas Akhir untuk jenjang Diploma (D3).
Sistem pengendalian mutu pembelajaran dilaksanakan agar pembelajaran dapat
berlangsung secara efektif dan efisien. Efektif dalam mencapai tujuan
pembelajaran dan efisien dalam menggunakan sumberdaya, sarana dan
prasarana belajar merupakan acuan minimal dari sistem pelaksanaan mutu
pembelajaran. Untuk mencapai mutu secara keseluruhan adalah dengan
melihat komprehensif komponen sistem dalam pembelajaran yang berlangsung
di STIE Binaniaga.
Proses monitoring dan evaluasi pembelajaran di STIE Binaniaga dilaksanakan
secara terjadwal yang berlangsung pada awal perkuliahan, minggu ketujuh dan
minggu ke empat belas perkuliahan pada tahun akademik berlangsung. Untuk
memperoleh sejumlah informasi yang substansi terkait dengan peningkatan
mutu pembelajaran dikaitkan dengan keaktifan dosen dalam mengajar, maka
digunakan instrument monitoring yang disusun berdasarkan kebutuhan dan
kondisi nyata pembelajaran di STIE Binaniaga. Dari hasil monitoring dan
evaluasi dibuat kesimpulan untuk memperbaiki hal-hal yang masih menjadi
kendala dan masalah yang ditemukan terkait dengan keaktifan dosen dalam
melaksanakan perkuliahan.

5.2.3 Pedoman Pelaksanaan Tridarma PT

Jelaskan keberadaan pedoman pelaksanaan tridarma PT, serta pengintegrasian


kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat kedalam
proses pembelajaran, serta ketersediaan dokumen pendukung.

Dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di STIE Binaniaga, dan


proses menuju research institute maka salah satu arah kebijakan yang

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 92


ditempuh adalah pembelajaran yang dilakukan oleh dosen hendaknya sedapat
mungkin berbasis penelitian (research). Sebagai dasar kebijakan tersebut
maka pihak Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M) STIE
Binaniaga menyusun panduan penyelenggaraan penelitian dan pengabdian
masyarakat yang bersifat mengarahkan peneliti agar tetap menjaga dan
meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan.
Terdapat buku penjaminan mutu penelitian sebagai standar baku dalam
setiap jenis penelitian di STIE Binaniaga,dari tahun 2011 sampai tahun 2013
terjadi peningkatan dari tahun ketahun.
Kualitas akademik suatu perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh
keberhasilannya dalam pendidikan dan pengajaran melainkan juga oleh
keberhasilan dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat
yang bermutu yakni berbasis pada keunggulan dan kebutuhan pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.
Adapun keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dosen merupakan
arena pembelajaran, aktualisasi kompetensi bidang keilmuan, dan
pengembangan kepribadian.
Dosen-dosen yang aktif melaksanakan penelitian sudah mulai
mengintegrasikan temuan-temuan risetnya sebagai dasar dalam melaksanakan
pembelajaran, baik pada penelitian dasar (fundamental) maupun penelitian
hibah bersaing.

5.3 Suasana Akademik

5.3.1 Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik, dan Otonomi Keilmuan

Jelaskan bagaimana institusi menjamin pelaksanaan kebebasan akademik,


kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan. Jelaskan pula ketersediaan
dokumen pendukung serta konsistensi pelaksanaannya.

Seperti telah dikemukakans ebelumnya bahwa yang ingin dicapai oleh STIE
Binaniaga merupakan sebuah proses. STIE Binaniaga terus menerus
mengkonstruksi ulang aturan dan pengaturan sumberdaya untuk mencapai
visi tersebut. Termasuk di dalamnya terus menerus menjunjung tinggi nilai
kebebasanak ademik, mimbar akademik dan otonomi keilmuan. Kebebasan
Akademik, kebebasan mimbar akademik dan Otonomi Keilmuan merupakan
spirit dalam dinamika kehidupan kampus atau universitas dan satu dengan
lainnya saling memiliki keterkaitan sebagai proses untuk tercapainya apa yang
terkandung dalam Tridharma Perguruan Tinggi yakni: Pendidikan, Penelitian
dan Pengabdian. STIE Binaniaga sangat menyadari bahwa hal ini merupakan
basis untuk memunculkan pengetahuan baru dan penggalian geniusloci
(pengetahuan baik yang berupa nilai maupun norma atau teknologi lokal yang
berlaku dalam masyarakat Indonesia). Jika kebebasan akademik dilakukan
pembatasan maka inisiatiaf-inisiatif atau ide-ide maupun gagasan-gagasan yang
brilian jarang atau tidak akan pernah muncul. Sehingga STIE Binaniaga
menjamin kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.
Jaminan ini tercantum dalam Statuta.
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 93


Kebebasan akademik, yang lebih dimaknai bahwa dosen (civitas akademika)
memiliki kebebasan untuk melaksanakan kegiatan akademik yang berkaitan
dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni
budaya, dan atau olah raga secara mandiri dan bertanggungjawab. Sedangkan
Kebebasan mimbar akademik, merupakan bagian dari kebebasan akademik
yang memungkinkan dosen menyampaikan pikiran dan pendapat akademik
dalam forum akademik yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan tinggi,
sesuai dengan kaidah keilmuan, norma dan nilai, serta dilakukan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Adapun Otonomi
Keilmuan, merupakan kemandirian dan kebebasan suatu cabang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan atau olahraga yang melekat pada
kekhasan atau keunikan tersebut dalam mengungkapkan, menemukan, dan
atau mempertahankan kebenaran menurut paradigma keilmuannya untuk
menjamin pertumbuhan ilmu yang berkelanjutan dan bebas nilai. Di
Lingkungan STIE Binaniaga kegiatan kebebasan akademik, kebebasan mimbar
akademik dan otonomi keilmuan dilaksanakan secara konsisten, berkelanjutan
baik ditingkat STIE dan program studi yang masing-masing memiliki
kesempatan yang sama (hak dan kewajiban), dilakukan melalui suatu
pengorganisasian yang resmi, dipertanggungjawabkan.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh STIE Binaniaga memberikan wadah untuk
berlangsungnya interaksi berbagai ilmu yang ada di dalam lingkungan STIE
Binaniaga maupun di luar institusi STIE Binaniaga. Dialog antar disiplin ilmu
seperti riset bersama atau kolaborasi riset antar disiplin ilmu mulai
diimplementasikan, kemudian seminar atau simposium yang membahas topik
tertentu dengan pembahas dari berbagai disiplin ilmu. STIE Binaniaga sangat
menyadari bahwa tantangan atau contraint yang ditimbulkan oleh era globalisasi
yang terus menerus menimbulkan dinamika sosial politik dan ekonomi serta
teknologi sangat dinamis dan membahas topik tertentu dengan pembahas dari
berbagai disiplin ilmu.

STIE Binaniaga sangat menyadari bahwa tantangan atau contraint yang


ditimbulkan olehera globalisasi yang terus menerus menimbulkan dinamika
sosial politik dan ekonomi serta teknologi sangat dinamis dan peluang yang
diberikannya. Meminjam istilah para sosiolog: globalisasi telah menimbulkan
tantangan (constraint) sekaligus peluang (enabler). Sehingga rules atau aturan
yang dibangun di dalam STIE Binaniaga selalu diadaptasikan terhadap hal
tersebut. Termasuk dalam kebebasan akademik dan otonomi keilmuan.
Kebebasan akademik dan otonomi keilmuan dibutuhkan dalam rangka
mendukung berkembangnya peneliti-peneliti yang kreatif / inovatif yang dapat
memunculkan gagasan atau ide / pengetahuan yang baru. Sehingga bisa
memberikan jalan keluar (wayout) dari permasalahan sosial di Indonesia, dan
tentunya juga dapat bekerjasama atau sinerji dengan bidang ilmu yang lain
maupun lembaga eksternal dalam rangka menyelesaikan masalah sosial
tersebut. Aktifitas kebebasan akademik di lingkungan STIE Binaniaga meliputi:
1. Pengajaran; dosen atau tenaga pengajar diberi kebebasan menyusun
Satuan Acara Perkuliahan (SAP), menyampaikan bahan ajar, model atau
metode pengajaran, evaluasi Satuan Acara Perkuliahan sebagai bagian
peningkatan kualitas kurikulum sesuai dengan keahlian / profesi serta
bidang disiplin keilmuannya.
2. Penelitian; setiap dosen diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi
dan disiplin keilmuan yang dimiliki dengan melakukan kegiatan penelitian
baik secara mandiri atau kolaborasi, penulisan buku ajar secara mandiri
maupun kolaborasi, penulisan artikel baik secara mandiri atau kolaborasi,
modul dan penyampaian ide / gagasan keilmuan dalam bentuk kegiatan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 94


interaktif dengan kalangan civitas akademik lainnya (mahasiswa, dosen
maupun kalangan seprofesi keilmuan).
3. Kegiatan dan hasil kegiatan terdokumentasikan secara administrasi
pada dua bagian yakni; di tingkat STIE Binaniaga (bila kegiatan itu
dilaksanakan STIE Binaniaga), dan di tingkat program studi (bila kegiatan
itu dilaksanakan di tingkat program studi).
4. Pelaksanaan kebebasan akademik, untuk tingkat STIE Binaniaga
pelaksankannya bisa dalam bentuk kepanitian di tingkat atau dilaksanakan
oleh institusi / pusat kajian yang kedudukannya berada dalam tingkat
STIE Binaniaga. Pelaksanaan juga dapat dilakukan pada program studi
dalam bentuk penyelenggaraan kepanitian atau dilaksanakan oleh institusi /
pusat penelitian atau laboratrium yang tingkat kesetaraannya sama
dengan program studi tersebut.
4. STIE Binaniaga dan program studi memberikan bantuan, dorongan dan
atau fasilitator terhadap tenaga pengajar (dosen) atau pihak lain yang
dianggap layak untuk mengembangkan keahlian dan keprofesiannya baik di
bidang pengajaran maupun penelitian. Bantuan, dorongan serta fasilitator
terhadap dosen yang melaksanakan kebebasan akademik bisa secara
mandiri atau membangun kerja sama dengan pihak lain dalam hal ini baik
perorangan mapun institusi.
5. Bantuan, dorongan dan fasilitas juga dalam bentuk dana stimulan, hibah
bersaing, dana bantuan peningkatan jenjang pendidikan, melalui bantuan
STIE Binaniaga kepada tenaga pengajar (dosen) yang sungguh-sungguh
mengembangkan kegiatan kebebasan akademik.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan kebebasan mimbar akademik meliputi:
1. Orasi Ilmiah yang disampaikan dalam forum Dies Natalis dan Wisuda.
2. Seminar, Workshop, Pelatihan, Bimbingan Teknis (Bintek).
3. Diskusi Bedah Buku.
4. Presentasi hasil penelitian dosen melalui bantuan stimulan.
5. Presentasi melalui seminar proposal penelitian melalui dana stimulan
maupun dana hibah bersaing.
6. Publikasi dalam forum diskusi, media online, prosiding dan jurnal ilmiah
nasional maupun internasional.
7. Presentasi yang dilakukan melalui kerjasama antar perguruan tinggi baik
dalam maupun luar negeri, lembaga profesi maupun dengan instasi
pemerintah.
Kegiatan dan hasil kegiatan terdokumentasikan secara administrasi pada dua
bagian yakni; di tingkat STIE Binaniaga untul level institusi dan di tingkat
programstudi (bila kegiatan itu dilaksanakan di tingkat program studi).
Pelaksanaan kebebasan mimbar akademik untuk tingkat institusi
pelaksanaannya bisa dalam bentuk kepanitian di tingkat STIE Binaniaga atau
dilaksanakan oleh pusat kajian yang kedudukannya berada dalam tingkat STIE
Binaniaga. Hal ini juga berlaku pada tingkat program studi dengan tingkat
kesetaraannya sama.
Pelaksanaan kebebasan mimbar akademik menghadirkan para ahli / pakar /
tokoh masyarakat / dosen tamu / peneliti ahli sampai kepada pemerhati dan
pejabat negara. Pelaksanaan mimbar akademik dilaksanakan secara terus
menerus baik secara rutin maupun sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan
masyarakat akademis.
STIE Binaniaga sangat berkomimen dan telah membuktikan penghormatan
akan kebebasan mimbar akademik, dan ini telah menjadi tradisi yang
dikembangkan terus oleh kepemimpinan STIE Binaniaga diketahui masyarakat

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 95


luas mengenai kepekaan dalam menyuarakan kebenaran melalui kebebasan
mimbar kampus.
Otonomi keilmuan dilakukan secara bottom-up; dapat diberikan contoh dalam
upaya pengembangan kurikulum, proses penyusunan dan perumusannya
dilaksanakan oleh para dosen yang diorganisir oleh Program Studi kemudian
dibahas di tingkat STIE Binaniaga.
Program Studi dalam upaya melaksanakan kebebasan mimbar diberi otonomi
yang luas untuk mengembangkan bidang keilmuan yang diampu sebagai upaya
peningkatan kemampuan pengembangan keahlian serta daya saing keilmuan.
Impelemntasi otonomi keilmuan di lingkungan STIE Binaniaga telah
dilaksanakan dan dikembangkan secara terus menerus dengan memberikan
ruang otonomi keilmuan kepada: Program Studi, Pusat Penelitian dan
Pengembangan Masyarakat (P3M), Media Publikasi yang digunakan adalah
Jurnal ditingkat STIE Binaniaga yangditerbitkan oleh P3M serta Media online.
Kegiatan dan hasil kegiatan otonomi kelimuan terdokumentasikan secara
administrasip pada dua bagian yakni; di tingkat STIE Binaniaga (bila kegiatan itu
dilaksanakan STIE Binaniaga), di tingkat program studi (bila kegiatan itu
dilaksanakan di tingkat program studi).
Pelaksanaan otonomi keilmuan juga dilakukan melalui media jurnal ilmiah yang
pelaksanaannya dilakukan baik di tingkat STIE Binaniaga.
Dengan adanya otonomi keilmuan dan kebebasan akademik serta mimbar
akademik bukan berarti memunculkan ego sektoral dalam keilmuan, akan tetapi
pada hakikatnya dengan adanya kebebasan akademik dan otonomi keilmuan
maka para insan akademik dapat berkarya secara optimal, karena kebijakan
kebebasan akademik dan otonomi keilmuan menstimulan para akademisi untuk
mengemukakan ide / gagasan mereka, kemudian diberikan wadah (seminar,
simposium, diskusi berkala dan lain-lain) untuk menguji gagasan atau ide
mereka tersebut.

5.3.2 Jelaskan kebijakan dan dukungan institusi untuk menjamin terciptanya suasana
akademik di lingkungan institusi yang kondusif untuk meningkatkan proses dan
mutu pembelajaran. Dukungan institusi mencakup antara lain peraturan dan
sumber daya.

Kultur akademik yang dibangun oleh STIE Binaniaga untuk mendukung


kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi keilmuan, yakni seluruh
insan akademik tidak mentoleransi tindakan plagiasi. Hal ini diatur dalam
kebijakan Ketua STIE Binaniaga No. 004/STIE-A/IX/2010 yang mengacu pada
Peraturan Menteri Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2010.
Sistem, baik yang berupa aturan dan sumber daya yang dibangun oleh
STIE Binaniaga, semuanya ditujukan untuk pencapaian visi yang akan datang.
Untuk menuju kepada visi tersebut proses pembelajaran dan kultur yang
dibangun di dalam STIE Binaniaga merupakan manifestasi dari research
institute. Kultur yang berisi nilai, yang dijadikan acuan bagi insan akademisi
diturunkan dari komitmen untuk menciptakan pengetahuan baru dan menggali
genius loci (pengetahuan lokal) serta meramalkan„ perkembangan IPTEK di
masa yang akan datang.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, maka STIE Binaniaga mulai

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 96


mengkonstruks iulang sistem yang ada, terutama untuk meningkatkan proses
dan mutu pembelajaran. Atau dengan kata lain membangun habitus yang baru
yang sesuai dengan dinamika global, nasional, dan lokal.
Dalam proses pembelajaran, tidak hanya menerapkan metode konvensional
yang berlaku selama ini yang kita kenal sebagai metode Student Center
Learning (SCL), akan tetapi mulai diimplementasikan metode pembelajaran
Research Based Learning (RBL), dimana: “learning is based on discovery
guided by mentoring rather than on the transmission of information”. Sesuai
dengan metode ini, maka sejak semester pertama mahasiswa di STIE
Binaniaga sudah mulai diperkenalkan inquiry riset.
Selanjutnya, setelah mahasiswa turun lapangan atau melakukan riset inquiry,
maka mereka melakukan diseminasi melalui seminar kecil yang
diselenggarakan oleh Prodi masing-masing. Kemudian setelah mendapatkan
masukan dari berbagai pihak terutama dosen yang aktif dalam penelitian maka
mahasiswa akan menerbitkan karya mereka itu dalam bentuk jurnal mahasiswa.
Hal ini dilakukan untuk melatih mahasiswa untuk menyampaikan gagasan / hasil
riset mereka, kemudian melatih mereka juga untuk melakukan kondensasi
supaya hasil riset mereka dipahami oleh masyarakat umum (awam).
Sementara itu, aturan yang dikontruksi untuk mendukung suasana akademik
dan terciptanya research institute, STIE Binaniaga terus m enerus
mengembangkan perpustakaan dan teknologi informasi serta laboratorium.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 97


STANDAR 6. PEMBIAYAAN, PRASARANA, SARANA, DAN
SISTEM INFORMASI

Standar ini merupakan acuan keunggulan mutu pengadaan dan pengelolaan dana,
sarana, dan prasarana yang diperlukan untuk penyelenggaraan program-program dalam
perwujudan visi, penyelenggaraan misi, dan pencapaian tujuan perguruan tinggi.
Pembiayaan adalah usaha penyediaan, pengelolaan serta peningkatan mutu anggaran
yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan program-program akademik yang
bermutu di perguruan tinggi sebagai lembaga nirlaba.

Pengelolaan sarana dan prasarana perguruan tinggi meliputi perencanaan, pengadaan,


penggunaan, pemeliharaan, pemutakhiran, inventarisasi, dan penghapusan aset yang
dilakukan secara baik, sehingga efektif mendukung kegiatan penyelenggaraan akademik
di perguruan tinggi.

Sistem pengelolaan informasi mencakup pengelolaan masukan, proses, dan keluaran


informasi, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pengetahuan untuk mendukung
penjaminan mutu penyelenggaraan akademik perguruan tinggi.

6.1 Pembiayaan
Pengelolaan dana institusi perguruan tinggi harus tercerminkan dalam dokumen
tentang proses perencanaan, penerimaan, pengalokasian, pelaporan, audit,
monitoring dan evaluasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana kepada
pemangku kepentingan melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel.

6.1.1 Jelaskan proses pengelolaan dana institusi perguruan tinggi mulai dari
perencanaan, penerimaan, pengalokasian, pelaporan, audit, monitoring dan
evaluasi, serta pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan.

Perencanaan.
Berdasarkan kepada rencana strategis institusi STIE Binaniaga beserta rencana
operasionalnya untuk periode tahun 2010 – 2015, maka setiap menjelang tahun
akademik program studi yang ada di STIE Binaniaga (Strata 1 Manajemen dan
Diploma III Akuntansi) membuat proyeksi anggaran program studi yaitu usulan
program kebutuhan tahunan sekaligus pembuatan laporan pengelolaan dana
tahunan di program studi. Mekanisme pembuatan proyeksi anggaran program
studi tersebut dilakukan melalui rapat di tingkat program studi, selanjunya
proyeksi anggaran program studi dikirim kepada Ketua STIE Binaniaga untuk
dirapatkan di tingkat Senat Akademi dan Yayasan Binaniaga. Hasilnya adalah
dalam bentuk proyeksi anggaran institusi STIE Binaniaga yang sekaligus juga
menjadi proyeksi anggaran Program Studi. Proyeksi anggaran institusi STIE
Binaniaga tersebut selanjutnya menjadi rujukan dalam pelaksanaan dan
pengembangan STIE Binaniaga beserta program studi yang ada di dalamnya.
Penerimaan.
Penerimaan dana di institusi STIE Binaniaga berasal dari mahasiswa dan non
mahasiswa. Penerimaan dana dari mahasiswa terdiri dari dua pos, yaitu
mahasiswa baru dan mahasiswa lama. Pembayaran dilakukan di tingkat institusi
STIE Binaniaga dan Yayasan Binaniaga melalui kas institusi STIE Binaniaga,
rekening institusi STIE Binaniaga, dan rekening Yayasan Binaniaga. Jenis
pemasukan dana melalui kas institusi STIE Binaniaga yang berasal dari

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 98


mahasiswa adalah: Biaya Pra Studi (Kuliah Matrikulasi dan Bimbingan
Akademik, Seragam), Daftar Ulang (Kas Khusus, Praktikum, dan
Kemahasiswaan), Ujian (UTS dan UAS). Sedangkan pemasukan dana melalui
rekening Yayasan Binaniaga yang berasal dari mahasiswa adalah: DPP (Dana
Penyelenggaraan Pendidikan), DSKS (Dana Satuan Kredit Semester), dan
DPSP (Dana Pengembangan Sarana Pendidikan). Sedangkan penerimaan
dana dari non mahasiswa dilakukan melalui kas dan atau rekening institusi STIE
Binaniaga.
Pengalokasian.
Mekanisme alokasi dan penggunaan dana institusi STIE Binaniaga adalah:
1. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh unit terkait atau dibentuk tim
pelaksana kegiatan jika diperlukan.
2. Unit ataupun tim pelaksana kegiatan tersebut mengajukan proposal
pelaksanaan kegiatan yang diketahui oleh ketua program studi.
3. Selanjutnya diajukan kepada Ketua STIE Binaniaga melalui Pembantu Ketua
II (Bidang Administrasi Umum dan Keuangan) untuk diajukan pencairan
kebutuhan dananya ke Yayasan Binaniaga.
4. Kegiatan dilaksanakan setelah dana dicairkan dari Yayasan Binaniaga.
Pelaporan.
1. Ketika kegiatan selesai dilaksanakan, unit ataupun tim pelaksana kegiatan
segera membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada
Ketua STIE Binaniaga melalui Pembantu Ketua II.
2. Selanjutnya Ketua STIE Binaniaga menyampaikan laporan
pertanggungjawaban penggunaan dana secara tertulis kepada Ketua
yayasan Binaniaga.
Audit.
Audit atau pemeriksaan keuangan institusi STIE Binaniaga dilakukan secara
internal maupun eksternal.
1. Audit internal dilakukan oleh Yayasan Binaniaga setiap bulan terhadap
penerimaan dan pengeluaran dana di institusi STIE Binaniaga berdasarkan
berkas SPP (Surat Permohonan Pembayaran) yang disampaikan.
2. Audit eksternal dilakukan secara periodik (tahunan, atau tergantung
kebutuhan) terhadap institusi STIE Binaniaga oleh perusahaan akuntan
publik yang ditunjuk Yayasan Binaniaga.
Monitoring dan Evaluasi.
Monitoring dan evaluasi terhadap penerimaan dan pengeluaran dana institusi
STIE Binaniaga dilakukan secara terpadu oleh pengelola STIE Binaniaga, tim
monitoring dan evaluasi (MONEV) dari unit Pusat Penjaminan Mutu Internal
(P2MI), dan Yayasan Binaniaga berdasarkan laporan penerimaan dan
pengeluaran serta usulan pengeluaran yang tercantum dalam berkas SPP
(Surat Permohonan Pembayaran) setiap bulan.
Pertanggungjawaban.
1. Pertanggungjawaban realisasi penerimaan dan pengeluaran dana institusi
STIE Binaniaga disampaikan oleh Ketua STIE Binaniaga setiap bulan
melalui berkas yang disatukan dengan penyampaian SPP (Surat
Permohonan Pembayaran).
2. Pada akhir masa jabatan, Ketua STIE Binaniaga juga menyampaikan
pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran dana institusi STIE
Binaniaga kepada Senat Sekolah Tinggi melalui memorandum akhir masa
jabatan.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 99


6.1.2 Jelaskan mekanisme penetapan biaya pendidikan (SPP dan biaya lainnya), serta
jelaskan pihak-pihak yang berperan dalam penetapan tersebut.

Jenis pemasukan dana sebagai biaya pendidikan mahasiswa STIE Binaniaga


adalah: Biaya Pra Studi (Kuliah Matrikulasi dan Bimbingan Akademik, Seragam),
Daftar Ulang (Kas Khusus, Praktikum, dan Kemahasiswaan), Ujian (UTS dan
UAS), DPP (Dana Penyelenggaraan Pendidikan), DSKS (Dana Satuan Kredit
Semester), dan DPSP (Dana Pengembangan Sarana Pendidikan).
Mekanisme penetapan biaya pendidikan tersebut dilakukan berdasarkan:
1. Kebutuhan anggaran pengeluaran untuk operasional penyelenggaraan
pendidikan, investasi, dan rencana pengembangan.
2. Perkiraan jumlah perolehan mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang
diperkirakan akan tetap aktif berkuliah.
3. Jika diputuskan terdapat perubahan biaya pendidikan, maka perubahan
tersebut akan diterapkan terhadap mahasiswa baru periode berikutnya.
Adapun pihak-pihak yang berperan dalam penetapan biaya pendidikan tersebut
adalah:
1. Para Ketua dari program studi yang ada di institusi STIE Binaniaga.
2. Ketua dan para Pembantu Ketua institusi STIE Binaniaga.
3. Ketua dan jajaran pengurus Yayasan Binaniaga.

6.1.3 Jelaskan kebijakan mengenai pembiayaan mahasiswa yang berpotensi secara


akademik dan kurang mampu, jumlah dan persentase mahasiswa yang
mendapatkan keringanan atau pembebasan biaya pendidikan terhadap total
mahasiswa.

Bagi mahasiswa yang berpotensi secara akademik dan atau kurang mampu,
maka institusi STIE Binaniaga memberikan kebijakan berupa:
1. Memprioritaskan mereka untuk mendapatkan BBP-PPA (Bantuan Biaya
Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik) dan atau Beasiswa-PPA
(Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik) dari pemerintah yang disalurkan
melalui Kopertis Wilayah IV. Setiap tahun akademik institusi STIE Binaniaga
mendapatkan alokasi bantuan dan beasiswa tersebut untuk 20 orang
mahasiswa atau 2,6 % dari total mahasiswa yang aktif di tahun akademik
tersebut.
2. Bersama dengan Yayasan Binaniaga menyelenggarakan program
penerimaan mahasiswa baru pada program studi Diploma III Akuntansi
melalui jalur beasiswa berupa pembebasan sampai 100% biaya pendidikan
selama 6 (enam) semester. Program tersebut dinamai dengan Institute
Social Responsibility Project (ISRP) sebagai wujud kepedulian institusi STIE
Binaniaga bersama Yayasan Binaniaga terhadap peningkatan pendidikan
masyarakat. Jumlah mahasiswa STIE Binaniaga yang masuk melalui
program tersebut dalam tiga tahun terakhir ini berjumlah 120 atau 15,6 %
dari total mahasiswa STIE Binaniaga yang aktif.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 100
6.1.4 Tuliskan realisasi penerimaan dana (termasuk hibah) dalam juta rupiah, selama
tiga tahun terakhir, pada tabel berikut.

Jumlah Dana (Juta Rupiah) Jumlah


Sumber Dana Jenis Dana (Juta
TS-2 TS-1 TS
Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Biaya Pendidikan
Mahasiswa 1.967,7 2.387,3 2.398,8 6.753,8
(DPP, DSKS, DPSP)
Pemberdayaan P3M
(Pusat Penelitian dan
Perguruan Tinggi
Pengabdian 15,0 15,0 15,0 45,0
sendiri
Masyarakat) STIE
Binaniaga.
Investasi dan
Yayasan 525,0 600,0 825,0 1.950,0
Pengembangan
Beasiswa Mahasiswa
Pemerintah 84,0 84,0 84,0 252,0
(BPPA dan BBBM)
Total 2.591,7 3.086,3 3.322,8 9.000,8

DPP : Dana Penyelenggaraan Pendidikan


DSKS : Dana Satuan Kredit Semester
DPSP : Dana Pengembangan Sarana Pendidikan
Catatan: * Dana yang diterima perguruan tinggi dari usaha pemanfaatan sumber daya dan usaha lainnya.
** Termasuk gaji tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

6.1.5 Tuliskan penggunaan dana yang diterima pada Tabel 6.2.2 selama tiga tahun
terakhir pada tabel berikut.

Juta Rupiah Jumlah


No. Jenis Penggunaan (Juta
TS-2 TS-1 TS
Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Penyelenggaraan Pendidikan* 1.064,3 1.063,9 1.080,0 3.208,2
2 Penelitian 72,0 72,0 72,0 216,0
3 Pengabdian Kepada Masyarakat 160,0 160,0 264,0 584,0
Jumlah dana untuk operasional 1.296,3 1.295,9 1.416,0 4.008,2
Rata-rata dana operasional per
2,4 2,2 1,8 2,1
mahasiswa
4 Investasi Prasarana 73,7 261,7 605,0 940,4
5 Investasi Sarana 36,8 130,8 302,5 470,1
6 Investasi SDM 97,8 62,1 68,9 228,8
Jumlah dana untuk investasi 208,3 454,6 976,4 1.639,3
Jumlah dana (operasional+investasi) 1.504.6 1.750.5 2,392,4 5.647,5
Jumlah mahasiswa aktif (student body) 532 589 770 1.891
Catatan: * Termasuk gaji tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 101
6.1.6 Tuliskan dana untuk kegiatan penelitian dalam tiga tahun terakhir dengan
mengikuti format tabel berikut.

Besarnya Dana* (Juta Rupiah)


No Sumber Dana
TS-2 TS-1 TS Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Institusi sendiri /yayasan 72,0 72,0 72,0 216,0
2 Kemdiknas/Kementerian
0,0 0,0 0,0 0,0
lain terkait
3 Lembaga/institusi di luar
Kemdiknas/Kementerian 0,0 0,0 0,0 0,0
lain terkait
4 Lembaga/institusi luar
0,0 0,0 0,0 0,0
negeri
Total 72,0 72,0 72,0 216,0
Catatan: * Di luar dana penelitian/penulisan skripsi, tesis, dan disertasi sebagai bagian dari studi lanjut
yang dikeluarkan oleh mahasiswa.

6.1.7 Tuliskan dana yang diperoleh dari/untuk kegiatan pelayanan/pengabdian kepada


masyarakat pada tiga tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Besarnya Dana (Juta Rupiah)


No Sumber Dana
TS-2 TS-1 TS Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Institusi sendiri /yayasan 160,0 160,0 264,0 584,0
2 Kemdiknas/Kementerian
0,0 0,0 0,0 0,0
lain terkait
3 Lembaga/institusi di luar
Kemdiknas/Kementerian 0,0 0,0 0,0 0,0
lain terkait
4 Lembaga/institusi luar
0,0 0,0 0,0 0,0
negeri
Total 160,0 160,0 264,0 584,0

6.1.8 Jelaskan sistem monitoring dan evaluasi pendanaan internal untuk pemanfaatan
dana yang lebih efektif, transparan, dan memenuhi aturan keuangan yang berlaku.

Sistem monitoring atau pengawasan pendanaan internal institusi STIE


Binaniaga dalam hal pemanfaatan dana dilakukan dengan cara:
1. Tatacara pengajuan, pencairan, realisasi, dan laporan pemanfaatan dana
dilakukan sesuai standar operasional institusi STIE Binaniaga yang telah
ditentukan.
2. Pencatatan pemanfaatan dana selain dilakukan secara manual dalam buku
besar, juga dilakukan secara terkomputerisasi dalam sistem informasi yang
tersedia.
3. Bukti fisik pemanfaatan dana disiapkan dengan melibatkan penandatangan
lebih dari satu orang terdiri dari petugas yang mengeluarkan dana, atasan
langsung yang menyetujui pemanfaatan dana, dan unsur pimpinan untuk
mengetahui pemanfaatan dana tersebut.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 102
Evaluasi pendanaan internal institusi STIE Binaniaga dalam hal pemanfaatan
dana dilakukan baik di tingkat internal STIE Binaniaga maupun di tingkat
Yayasan Binaniaga. Evaluasi di tingkat internal STIE Binaniaga lebih
dititikberatkan kepada kesesuaian antara administratif dan realisasi
pemanfaatan dananya. Sedangkan di tingkat Yayasan binaniaga lebih
dititikberatkan kepada kesesuaian proyeksi pemanfatan dana institusi STIE
Binaniaga yang telah disepakati sebelumnya dengan realisasi pemanfaatan
dana oleh institusi STIE Binaniaga.
Sistem monitoring dan evaluasi pendanaan internal untuk pemanfaatan dana
yang dilakukan institusi STIE Binaniaga menunjukkan hasil yang baik dalam hal
efektifitas, transparansi, dan memenuhi aturan keuangan yang berlaku. Efektif
dalam arti bahwa pemanfaatan dana sesuai dengan yang telah diproyeksikan
dan dalam prosesnya mulai dari pengajuan, realisasi, dan pelaporan
menunjukan kesesuaian tanpa penyimpangan.

6.1.9 Jelaskan tentang lembaga audit eksternal keuangan, pelaksanaan audit,


ketersediaan laporan bagi pemangku kepentingan, serta tindak lanjutnya oleh
perguruan tinggi.

STIE Binaniaga dalam upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, dan


transparansi laporan keuangan setiap tahun, akan menunjuk Kantor Akuntan
Publik untuk mengaudit seluruh keuangan yang ada kaitannya dengan
penerimaan dan pengeluaran. Penjajakan kepada Kantor Akuntan Publik sudah
di jajagi diantaranya kepada:
1. Kantor Akuntan Publik Drs. Rikanto Radix dan Rekan No. Izin AP-1024 KMK
No. 641/KM.1/2013 Tanggal 18 September 2013, yang beralamat di Gedung
LKP Kencana Jl. Anggrek, Ruko No. 37 Depok I Telp./Fax. 021-7775803
2. Kantor Akuntan Drs. Erimurni dan Rekan No. Izin KEP-1126/KM.17/1998
Tanggal 15 Desember1998, yang beralamat di Jl. Sawah Lunto No. 20
Manggarai Jakarta Selatan Telp./Fax. 021-8319419.

6.2 Prasarana dan Sarana

6.2.1 Jelaskan sistem pengelolaan prasarana dan sarana (kebijakan pengembangan


dan pencatatan, penetapan penggunaan, pemeliharaan/perbaikan/kebersihan,
keamanan dan keselamatan prasarana dan sarana) yang digunakan dalam
penyelenggaraan kegiatan akademik dan non-akademik, untuk mencapai tujuan
institusi.

Sistem pengelolaan prasarana dan sarana (kebijakan pengembangan dan


pencatatan, penetapan penggunaan, pemeliharaan/perbaikan/kebersihan,
keamanan dan keselamatan prasarana dan sarana) yang digunakan dalam
penyelenggaraan kegiatan akademik dan non-akademik diatur melalui standar
operasional (SOP) masing-masing dan dituangkan dalam keputusan Ketua STIE
Binaniaga.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 103
6.2.2 Tuliskan lokasi, status, penggunaan dan luas lahan yang digunakan perguruan
tinggi untuk menjamin penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, dalam tabel
berikut.

Lokasi Lahan Status


(Nama dan Nomor Penguasaan/ Penggunaan Luas Lahan
No.
Jalan, Kota, Kepemilikan Lahan (Ha)
Propinsi) Lahan*
(1) (2) (3) (4) (5)
Kampus Sekolah
Pelayanan
Tinggi Ilmu Ekonomi
akademik,
1 (STIE) Binaniaga Milik sendiri. 0,2015
perkuliahan,
Jl. Pajajaran No. 100
dan praktikum.
– Bogor.
TOTAL 0,2015
Keterangan: * Status: milik sendiri, sewa, pinjaman, kerjasama. Siapkan dokumen bukti status
penguasaan/kepemilikan lahan.

6.2.3 Prasarana untuk kegiatan akademik dan non-akademik

Tabel A. Tuliskan data prasarana (kantor, ruang kelas, ruang laboratorium, studio, ruang
perpustakaan, kebun percobaan, ruang dosen) yang digunakan institusi dalam
penyelenggaraan program / kegiatan institusi dengan mengikuti format tabel
berikut.

Kepemilikan* Kondisi**
Jumlah Total Luas
No. Jenis Prasarana Milik Sewa / Pinjam Tidak
Unit (m2) Terawat
Sendiri / Kerja Sama Terawat
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Ruang Ketua 1 17,58 √ √
2 Ruang Puket I 1 10,50 √ √
3 Ruang Puket II dan III 1 11,10 √ √
4 Ruang Tamu 1 18,08 √ √
5 Ruang Kaprodi 1 5,70 √ √
6 Ruang Kepala BAAK 1 6,48 √ √
7 Ruang Administrasi 1 23,57 √ √
8 Ruang PPMI 1 16,46 √ √
9 Ruang Rapat 1 42,11 √ √
10 Ruang Lab Akuntansi 1 24,50 √ √
11 Ruang Lab Komputer 1 35,00 √ √
12 Ruang Lab Bahasa 1 32,66 √ √
13 Ruang Kelas 13 468,71 √ √
14 Ruang Aula / Kelas 2 536,60 √ √
15 Perpustakaan 1 308,00 √ √
16 Dosen Tetap Non Struk. 8 68,90 √ √
Luas Seluruhnya 1.625,95
Keterangan: * Siapkan dokumen terkait dengan kepemilikan/penguasaan prasarana pada saat
asesmen lapangan.
** Beri tanda √ pada kolom yang sesuai.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 104
Tabel B. Tuliskan data prasarana lain yang mendukung terwujudnya visi (misalnya
tempat pembinaan minat dan bakat, kesejahteraan, ruang himpunan
mahasiswa, asrama mahasiswa) dengan mengikuti format tabel berikut.

Kepemilikan* Kondisi**
Total Sewa /
Jenis Prasarana Jumlah
No. Luas Milik Pinjam / Tidak
Penunjang Unit 2 Terawat
(m ) Sendiri Kerja Terawat
Sama
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Mushola 1 25 √ √
Lapangan futsal,
2 1 98 √ √
bulu tangkis
Lapangan Tenis
3 1 8 √ √
Meja
4 Latihan Seni 1 36 √ √
Ruang
5 1 24 √ √
Kemahasiswaan
6 Kantin 1 10 √ √
7 Koperasi 1 12 √ √
8 Fotokopi 1 6 √ √
9 Parkir 2 550 √ √
10 Dapur 1 20 √ √
11 MCK 2 3 √ √
792

Keterangan: * Siapkan dokumen terkait dengan kepemilikan/penguasaan prasarana pada saat


asesmen lapangan.
** Beri tanda √ pada kolom yang sesuai.

6.2.4 Sebutkan prasarana tambahan yang dikelola dalam tiga tahun terakhir. Uraikan
pula rencana investasi untuk prasarana dalam lima tahun mendatang, dengan
mengikuti format tabel berikut.

Investasi Prasarana Rencana Investasi Prasarana dalam Lima


Jenis Prasarana Selama Tiga Tahun Tahun Mendatang
No.
Tambahan Terakhir Nilai Investasi
Sumber Dana
(Juta Rupiah) (Juta Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5)
Tambahan Yayasan
1 650 750
Gedung / Kampus Binaniaga
Yayasan
2 Daya Listrik 30 30
Binaniaga
TOTAL 680 780

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 105
6.2.5 Pustaka (buku teks, karya ilmiah, dan jurnal; termasuk juga dalam bentuk
elektronik/e-library)

Jumlah Judul
No. Jenis Pustaka Jumlah Copy
Cetak Elektronik
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Buku teks 1214 2413 3627
2 Jurnal nasional yang
5 4 9
terakreditasi
3 Jurnal internasional 1 3 4
4 Prosiding 9 5 14
TOTAL 1229 2425 3654

6.2.6 Jelaskan pula aksesibilitas dan pemanfaatan pustaka di atas.

Aksesibilitas perpustakaan STIE Binaniaga dapat diakses dan dikunjungi oleh


seluruh sivitas akademika STIE Binaniaga dan sivitas akademika perguruan
tinggi lain yang telah bekerjasama dengan perpustakaan STIE Binaniaga. Akses
secara luas dari perpustakaan melalui jaringan internet secara gratis yang telah
disediakan. Pemanfaatan pustaka di atas dimaksudkan untuk menunjang
pelaksanaan kegiatan akademik, pelaksanaan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat.

6.2.7 Jelaskan upaya perguruan tinggi menyediakan prasarana dan sarana


pembelajaran yang terpusat, serta aksesibilitasnya bagi sivitas akademika.

Penyediaan sarana dan prasarana kampus terus ditingkatkan sesuai dengan


kebutuhan kampus untuk masa yang akan datang. Termasuk di dalamnya
paralatan ICT dan sumber belajar yang terpusat. Optimalisasi pemanfaatan,
Web dan e-mail dalam mendukung proses pembelajaran terus dilakukan, tak
terkecuali peningkatan bandwith terus ditingkatkan kapasitasnya sehingga
kemudahan sivitas akademika dalam mengakses seluruh informasi institusi
STIE Binaniaga dapat diwujudkan.

6.3 Sistem Informasi

6.3.1 Jelaskan sistem informasi dan fasilitas yang digunakan oleh perguruan tinggi
untuk kegiatan pembelajaran (hardware, software, e-learning, e-library).

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Binaniaga berpandangan bahwa sistem


informasi berbasis Information and Communication Technologies (ICT)
merupakan suatu hal yang mutlak dikembangkan. Institusi STIE Binaniaga
menilai bahwa efisiensi waktu dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan
merupakan perhatian utama sebuah institusi. Dengan memanfaatkan sistem
komputerisasi yang terintegrasi, kecepatan dalam pengambilan sebuah

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 106
keputusan akan sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan sebuah
pekerjaan, bila dibandingkan dengan cara-cara konvensional yang masih
manual. Data dan dokumentasi akan tersimpan dengan baik sehingga mudah
diakses dan ditelusuri serta validitas data dan informasi dapat terjaga dengan
baik. Keterbatasan ruang dan waktu akan dapat dieliminir sekecil mungkin
dengan pemanfaatan teknologi informasi melalui sarana internet maupun
intranet. Kapan saja dan dimana saja, setiap orang akan dapat dengan mudah
mengakses data dan informasi. Untuk itu institusi STIE Binaniaga telah
berupaya mengembangkan berbagai program aplikasi sebagai perwujudan
adanya sistem informasi berbasis ICT dalam mendukung proses belajar
mengajar.
Sistem informasi dan fasilitas yang dipergunakan institusi STIE Binaniaga untuk
kegiatan pembelajaran meliputi :
1. Hardware (Perangkat Keras) yang dipergunakan untuk layanan system
informasi sebagai upaya untuk mendukung kelancaran proses belajar
mengajar yang meliputi:
a. Satu buah server sebagai pusat data.
b. Acces Point Hotspot (Wi-Fi) sebanyak 3 buah sebagai media akses Wi-
Fi Hotspot jaringan internet.
c. Switch Hub sebanyak 2 buah.
d. Printer sebanyak 9 unit.
e. Scanner sebanyak 2 unit.
f. DVD Driver sebanyak 1 unit.
g. LCD Projector sebanyak 12 unit.
h. Personal Computer 27 unit.
i. Laptop 6 unit.
2. Software (Perangkat Lunak), tersedia:
a. Sistem Operasi:
1) Windows XP Professional.
2) Windows 7 Professional.
3) Windows 8 Professional.
b. Program Aplikasi:
1) MYOB.
2) MS-Office 2003.
3) MS-Office 2007.
4) SPSS.
c. Beberapa program anti virus.
3. E-Learning.
Kegiatan pembelajaran secara e-learning dilakukan dengan memanfaatkan
jaringan berbasis Web. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
a. Informasi jadwal perkuliahan.
b. Informasi meteri perkuliahan.
c. Membuat forum diskusi.
d. Memberikan tugas-tugas ke mahasiswa (quiz online dll).
Sedangkan mahasiswa itu sendiri dapat melakukan kegiatan yang
menunjang perkuliahannya seperti :
a. Download materi kuliah.
b. Download tugas yang diberikan oleh Dosen.
c. Membuat topik forum.
d. Kuliah secara online.
e. Menanggapi forum diskusi yang telah diberikan oleh Dosen.
Dengan demikian akan memacu mahasiswa untuk lebih proaktif dalam
kegiatan perkuliahan yang diselenggarakan oleh Dosen bersangkutan.
Alamat Web dapat diakses secara online melalui www.stiebinaniaga.ac.id.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 107
4. E-Library.
Perpustakaan STIE Binaniaga menyediakan fasilitas untuk akses data
perpustakaan secara online melalui jaringan internet secara gratis.

6.3.2 Jelaskan sistem informasi dan fasilitas yang digunakan oleh perguruan tinggi
untuk kegiatan administrasi (akademik, keuangan, dan personil) serta
aksesibilitasnya.

Sistem informasi yang dipergunakan untuk kegiatan administrasi (akademik,


keuangan, dan personil) meliputi:
1. Sistem Informasi Akademik.
Sistem Informasi Akademik di institusi STIE Binaniaga dipergunakan untuk
mengelola kegiatan administrasi akademik yang meliputi :
a. Penerimaan Mahasiswa Baru.
b. Pengelolaan Administrasi Perkuliahan.
c. Pengelolaan Evaluasi Perkuliahan.
d. Pencetakan Ijazah.
e. Input Nilai oleh Dosen.
f. Pengisian KRS oleh Mahasiswa dll.
Sistem Informasi Akademik dapat diakses baik intranet maupun internet.
2. Sistem Informasi Keuangan.
Sistem Informasi Keuangan di institusi STIE Binaniaga dipergunakan
dipergunakan untuk mengelola administrasi keuangan Mahasiswa dan
operasional institusi yang meliputi:
a. Transaksi Keuangan Mahasiswa (pembayaran DPP, DSKS, dan DPSP).
DPP (Dana Penyelenggaraan Pendidikan);
DSKS (Dana Satuak Kredit Semester);
DPSP (Dana Pengembangan Sarana Pendidikan).
b. Pengelolaan Operasional Keuangan Institusi.
c. Pengelolaan Pembayaran Pakasih dan Pengawas Ujian, dll.
Sistem yang ada sedang dikembangkan bekerjasama dengan Bank
Bukopin menjadi realtime sehingga mahasiswa yang sudah membayar uang
kuliah langsung dapat mengisi Kartu Rencana Studi (KRS). Disamping
selain pembayaran uang kuliah Mahasiswa juga dapat melakukan
pembayaran lainnya (pembayaran wisuda, cuti akademik).
Sistem informasi keuangan dapat diakses baik intranet maupun internet.
3. Sistem Informasi Kepegawaian.
Sistem Informasi Kepegawaian di institusi STIE Binaniaga dipergunakan
untuk mengelola administrasi kepegawaian institusi STIE Binaniaga yang
meliputi:
a. Tenaga pendidik.
b. Tenaga kependidikan.
Sitem informasi kepegawaian dapat diakses baik intranet maupun internet

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 108
6.3.3 Jelaskan sistem informasi dan fasilitas yang digunakan oleh institusi perguruan
tinggi untuk pengelolaan prasarana dan sarana (hardware, software).

Sistem informasi yang digunakan institusi STIE Binaniaga untuk Pengelolaan


Sarana dan Prasarana menggunakan program aplikasi yang tersedia yaitu
Visual Scheduling System (VSS). Merupakan sistem informasi yang
dipergunakan untuk mengelola sarana dan prasarana khususnya ruang kuliah.
Pengelolaannya meliputi:
1. Kuota ruang kuliah.
2. Alokasi ruang kuliah.
3. Pemesanan ruang kuiah
4. Penggunaan ruang kuliah.
5. Alokasi ruang ujian.
Dengan adanya sistem ini dapat mempermudah program studi yang ada di
institusi STIE Binaniaga untuk menentukan alokasi ruang jadwal kuliah dan
jadwal ujian.
Adapun hardware dan software yang digunakan adalah:
1. Hardware:
a. Server.
b. Personal Computer (PC).
c. Printer.
2. Software.
a. Sistem Operasi (Windows XP Professional).
b. Visual Scheduling System (VSS).

6.3.4 Jelaskan sistem pendukung pengambilan keputusan.

Sistem pendukung pengambilan keputusan di institusi STIE Binaniaga diawali


dengan ketersediaan data akurat yang dapat diakses setiap saat oleh yang
berkepentingan sesuai otoritas. Berdasarkan data akurat yang tersedia tersebut
pengambilan keputusan dilakukan melalui rapat baik di tingkat program studi,
atau tingkat institusi, atau tingkat Yayasan Binaniaga, atau tingkat Senat Institusi
STIE Binaniaga, tergantung kepada tingkat pokok bahasan yang akan diambil
keputusannya.

6.3.5 Jelaskan sistem informasi (misalnya website institusi, fasilitas internet, jaringan
lokal, jaringan nirkabel) yang dimanfaatkan untuk komunikasi internal dan
eksternal kampus. Jelaskan juga akses mahasiswa dan dosen terhadap sumber
informasi.

Sistem informasi di STIE Binaniaga seperti website institusi, fasilitas internet,


jaringan lokal, dan jaringan nirkabel yang telah dimanfaatkan untuk komunikasi
internal dan eksternal kampus adalah sebagai berikut:
1. Website, situs resmi institusi STIE Binaniaga adalah
www.stiebinaniaga.ac.id. yang merupakan media untuk publikasi informasi
sivitas akademika seputar Tridharma Perguruan Tinggi di STIE Binaniaga.
3. Email, untuk komunikasi surat menyurat secara elektronik baik kalangan
internal institusi maupun kalangan eksternal, STIE Binaniaga menyediakan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 109
faislitas layanan e-mail yaitu informasi@stiebinaniaga.ac.id.
4. Fasilitas Internet, yang disediakan bagi dosen dan mahasiswa secara umum
dapat dikategorikan menjadi:
a. Mahasiswa dan Dosen dapat memanfaatkan fasilitas komputer yang
dilengkapi dengan jaringan internet yang disediakan oleh STIE Binaniaga
yang berada di ruang perpustakaan dan laboratorium komputer.
b. Untuk menunjang mobilitas Mahasiswa dan Dosen di sekitar kampus
dilengkapi dengan Wi-Fi Hotspot yang dapat diakses melalui notebook
sivitas akademika setiap saat dan di berbagai tempat dalam lingkungan
institusi STIE Binaniaga.
5. Jaringan Lokal, merupakan fasilitas yang dibangun untuk mengintegrasikan
seluruh komputer yang ada di institusi STIE Binaniaga sebagai upaya untuk
mempermudah akses data dan informasi.
6. Jaringan Nirkabel, dipergunakan untuk fasilitas Hotspot yang dapat diakses
dibeberapa titik di lingkungan kampus.
Dengan demikian fleksibiltas akses data dan informasi dapat dilakukan dengan
mudah oleh user (Mahasiswa, Dosen, dan sivitas akademika lainnya).

6.3.6 Jelaskan kapasitas internet yang tersedia dan bandwidth per mahasiswa.

Kapasitas bandwidth internet institusi STIE Binaniaga yaitu 2 Mbps Internasional


atau 2,66 Kbps per Mahasiswa.

6.3.7 Aksesibiltas Data

Beri tanda √ pada kolom yang sesuai (hanya satu kolom) dengan aksesibilitas tiap
jenis data pada tabel berikut.

Sistem Pengelolaan Data


Dengan Dengan
Dengan
Komputer Komputer
No. Jenis Data Secara Komputer
Jaringan Jaringan
Manual Tanpa
Lokal Luas
Jaringan
(Intranet) (Internet)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Mahasiswa √
2 Pembayaran SPP √
3 Kartu Rencana Studi (KRS) √
4 Jadwal mata kuliah √
5 Nilai mata kuliah √
6 Transkrip akademik √
7 Lulusan √
8 Tenaga pendidik √
9 Tenaga kependidikan √
10 Tenaga pendukung lainnya √
11 Keuangan √
12 Inventaris √
13 Perpustakaan √
Jumlah tanda √ NA= NB= NC = ND = 13

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 110
6.3.8 Blue print sistem informasi.
Jelaskan blue print pengembangan, pengelolaan, dan pemanfaatan sistem
informasi.

Pengembangan sistem informasi institusi STIE Binaniaga dilakukan secara


bertahap dan berkesinambungan menuju terwujudnya sebuah sistem yang
terintegrasi sebagai upaya mendukung visi dan misi STIE Binaniaga. Berbagai
upaya telah dilakukan baik dalam pengembangan aplikasi maupun infrastruktur
yang ada. Hingga tahun 2014 berbagai aplikasi telah dibuat antara lain: Sistem
Informasi Akademik, Sistem Informasi Kepegawaian, Sistem Informasi
Keuangan, Sistem Informasi Sarana dan Prasarana, dan Sistem Informasi
Perpustakaan. Infrastruktur pendukungnya telah di perbaiki sebagai upaya untuk
kemudahan aksesibilitas data dikalangan civitas akademika. Salah satunya
adalah dengan adanya penambahan bandwith dan beberapa titik hotspot.
Tahun 2015 hingga 2017 pengembangan aplikasi yang akan dilakukan meliputi
Aplikasi Logistik, dan E-Library. Sedangkan infrastrukturnya meliputi penyediaan
CISCO Catalyst untuk mendukung VLAN dan Video Conference.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 111
STANDAR 7. PENELITIAN, PELAYANAN / PENGABDIAN
KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA

Standar ini adalah acuan keunggulan mutu penelitian, pelayanan dan/atau pengabdian
kepada masyarakat, dan kerjasama yang diselenggarakan untuk dan terkait dengan
pengembangan mutu perguruan tinggi. Penelitian adalah salah satu tugas pokok
perguruan tinggi yang memberikan kontribusi dan manfaat kepada proses pembelajaran,
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta peningkatan mutu
kehidupan masyarakat.

Pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan sebagai perwujudan kontribusi


kepakaran, kegiatan pemanfaatan hasil pendidikan, dan/atau penelitian dalam bidang
ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni, dalam upaya memenuhi permintaan dan/atau
memprakarsai peningkatan mutu kehidupan bangsa.

Perguruan tinggi yang baik memiliki sistem pengelolaan kerja sama dengan pemangku
kepentingan eksternal dalam rangka penyelenggaraan dan peningkatan mutu secara
berkelanjutan program-program akademik. Hasil kerja sama dikelola dengan baik untuk
kepentingan akademik dan sebagai perwujudan akuntabilitas perguruan tinggi sebagai
lembaga nirlaba. Perguruan tinggi yang baik mampu merancang dan mendayagunakan
program-program kerja sama yang melibatkan partisipasi aktif program studi dan
memanfaatkan dan meningkatkan kepakaran dan mutu sumber daya perguruan tinggi.

7.1 Penelitian.

7.1.1 Jelaskan kebijakan dan sistem pengelolaan penelitian (lembaga/unit yang


menangani masalah penelitian, pengarahan fokus dan agenda penelitian,
pedoman penyusunan usul dan pelaksanaan penelitian, pendanaan, dan jaminan
atas HaKI).

Sebagaimana arah kebijakan Pendidikan Tinggi di bidang penelitian, STIE


Binaniaga secara institusional ingin meletakkan dasar pengembangan institusi
dalam jangka panjang menuju research institute yang berbasis pada keunggulan
di bidang penelitian disamping keunggulan dalam bidang pengajaran. Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Binaniaga secara bertahap akan mendorong
program pengembangan penelitian agar terus ditingkatkan dengan memberikan
berbagai stimulan baik material maupun non-material, mempersiapkan sarana
dan prasarana yang diperlukan, membuka akses informasi, memfasilitasi upaya-
upaya memperoleh peluang dana ataupun kerjasama penelitian dan
pengembangan masyarakat, serta meningkatkan kemampuan para peneliti
seirama dengan tuntutan profesionalisme dalam era kompetisi yang semakin
tinggi.
Pada dasarnya seluruh kegiatan penelitian di STIE Binaniaga berada dalam
koordinasi Ketua STIE Binaniaga yang dalam penyelenggaraan sehari-hari
dilaksanakan oleh Pembantu Ketua I Bidang Akademik dan Kepala Pusat
Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M).
Pembantu Ketua I Bidang Akademik membantu Ketua STIE Binaniaga dalam
menetapkan kebijakan di bidang penelitian, menetapkan mekanisme
penyelenggaraan seluruh kegiatan penelitian di STIE Binaniaga. Merencanakan,

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 112
mengkoordinasikan dan mengawasi penyelenggaraan penelitian oleh unsur
dosen maupun unsur pelaksana akademik lainnya yang bersumber dari program
pendanaan internal universitas. Mengkoordinasikan pendokumentasian seluruh
hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen maupun unsur pelaksana akademik
lain. Melakukan pembinaan terhadap dosen dan tenaga akademik, khususnya
berkaitan dengan kegiatan penelitian, termasuk mengadakan pelatihan,
workshop, simposium, seminar hasil penelitian serta kegiatan-kegiatan sejenis
yang diperlukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian di STIE
Binaniaga. Serta mengkoordinasikan penyelenggaraan penerbitan buku dan
publikasi jurnal hasil penelitian oleh dosen dan atau pelaksana akademik
lainnya.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M) STIE Binaniaga
menyusun Rencana Induk Penelitian STIE Binaniaga sebagai panduan arah
pembinaan dan pengembangan penelitian untuk seluruh dosen dan unit
penelitian di lingkungan STIE Binaniaga. Membuat kesepakatan kerja bidang
penelitian dengan lembaga-lembaga di luar STIE Binaniaga atas izin Ketua STIE
Binaniaga. Mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan penelitian yang
bersumber dari program pendanaan eksternal universitas. Menyelenggarakan
workshop, simposium, seminar hasil penelitian serta kegiatan ilmiah sejenis
lainnya. Mencari sumber-sumber pembiayaan untuk peningkatan kuantitas dan
kualitas penelitian, workshop, lokakarya dan seminar dari berbagai instansi atau
lembaga termasuk pemanfaatan program Institute Social Responsibility Project
(ISRP) dalam maupun luar negeri.
Dalam rangka memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi, setiap dosen STIE
Binaniaga diwajibkan untuk melakukan penelitian minimal satu kali dalam satu
tahun. Setiap kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen dihargai sebagai
beban tugas dosen sebesar 1 sampai 4 sks sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Kewajiban untuk memenuhi kaidah ilmiah dan etika penelitian merupakan hal
yang sangat ditekankan kepada setiap peneliti, terutama yang melakukan
penelitian atas nama atau dengan berafiliasi kepada STIE Binaniaga. Dalam
melakukan penelitian, seorang peneliti memiliki 4 (empat) tanggung jawab, yaitu:
1. Terhadap proses penelitian yang memenuhi baku ilmiah.
2. Terhadap hasil penelitiannya yang memajukan ilmu pengetahuan sebagai
landasan kesejahteraan manusia.
3. Kepada masyarakat ilmiah yang memberi pengakuan di bidang keilmuan
peneliti tersebut sebagai bagian dari peningkatan peradaban manusia.
4. Bagi kehormatan lembaga yang mendukung pelaksanaan penelitiannya.
Sebaliknya, Hak atas Kekayaan Intelektual yang melekat pada hasil penelitian
dosen atau tim peneliti diberikan sepenuhnya kepada dosen atau tim peneliti
yang bersangkutan, kecuali ada perjanjian lain yang dibuat secara khusus
antara STIE Binaniaga dengan dosen atau tim peneliti yang bersangkutan.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 113
7.1.2 Tuliskan jumlah judul penelitian* yang dilakukan oleh dosen tetap selama tiga
tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.

Sumber Jumlah Judul Penelitian


No. Total
Pembiayaan TS-2 TS-1 TS
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Pembiayaan sendiri oleh
1 24 24 24 N1= 72
peneliti
PT/yayasan yang
2 - - - N2= -
bersangkutan
Kemdiknas/Kementerian
3 - - - N3= -
lain terkait
Institusi dalam negeri di
luar
4 - - - N4= -
Kemdiknas/Kementerian
lain terkait
5 Institusi luar negeri N5=
Total 24 24 24 72
Catatan: * Sediakan data pendukung pada saat asesmen lapangan

7.1.3 Tuliskan judul artikel ilmiah/karya ilmiah/karya seni/buku yang dihasilkan selama
tiga tahun terakhir oleh dosen tetap dengan mengikuti format tabel berikut.

Jumlah Judul
No. Jenis Karya Total
TS-2 TS-1 TS
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Jurnal ilmiah
1 24 24 24 A1= 72
terakreditasi DIKTI
Jurnal ilmiah
2 1 - - A2= 1
internasional
3 Buku tingkat nasional 3 - - B1= 3
Buku tingkat
4 - - - B2=
internasional
Karya seni tingkat
5 - - - C1=
nasional
Karya seni tingkat
6 - - - C2=
internasional
Karya sastra tingkat
7 - - - D1=
nasional
Karya sastra tingkat
8 - - - D2=
internasional
Total 28 24 24 76
Catatan: * Sediakan data pendukung pada saat asesmen lapangan

7.1.4 Jumlah artikel ilmiah yang tercatat dalam indeks sitasi internasional selama 3
tahun terakhir: 1 artikel.
Catatan: Untuk institusi bidang seni atau sastra, tuliskan bentuk penghargaan
yang setara dengan sitasi.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 114
7.1.5 Sebutkan karya dosen dan atau mahasiswa Institusi perguruan tinggi yang telah
memperoleh Paten/Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)/Karya yang
mendapatkan penghargaan tingkat nasional/internasional selama tiga tahun
terakhir.

Bentuk Penghargaan*
No. Nama Karya Nasional/
Paten HaKI
Internasional
(1) (2) (3) (4) (5)
Praktikum Akuntansi Keuangan
1 √ √ Nasional
Manual ISBN : 978-602-8856-42-3
2 MYOB Premier 12 √ √ Nasional
3 Kiat Sukses Bisnis di Internet √ √ Nasional
* Beri tanda √ pada kolom yang sesuai. Lampirkan surat Paten/HaKI atau keterangan sejenis. Hibah
penelitian atau hibah kompetesi tidak termasuk bentuk penghargaan.

7.1.6 Jelaskan kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh institusi dalam menjamin
keberlanjutan penelitian, yang mencakup informasi tentang agenda penelitian,
dukungan SDM, prasarana dan sarana, jejaring penelitian, dan pencarian berbagai
sumber dana penelitian.

Sesuai dengan misi STIE Binaniaga, maka STIE Binaniaga menyelenggarakan


pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dalam rangka
terbinanya sumber daya manusia yang berjiwa kepeloporan dalam
pengembangan ilmu dan kebudayaan yang bermanfaat bagi kehidupan umat
manusia yang beradab dan sejahtera. Oleh sebab itu ada jaminan bahwa
keberlanjutan penelitian, yang mencakup informasi tentang agenda penelitian,
dukungan sumber daya manusia, prasarana dan sarana, jejaring penelitian, dan
pencarian berbagai sumber dana penelitian akan terlaksana.
Salah satu bentuk dukungan adalah telah dikeluarkan anggaran untuk
mendukung penelitian dosen setiap semester dan adanya dukungan yang
diberikan dalam bentuk pelatihan untuk mendukung peningkatan wawasan dan
kemampuan yang terkait penelitian misalnya: pelatihan pembuatan proposal,
dan pelatihan penulisan ilmiah.
Agenda penelitian difokuskan pada bidang manajemen dan akuntansi dan
disampaikan atau disosialisasikan di hadapan para dosen secara formal
maupun informal dalam Acara Coffee Morning PPPM, misalnya.
Adanya sarana prasarana laboratorium di institusi STIE Binaniaga, dapat
mendukung penelitian para dosen.
Jejaring dan penelitian kerja sama perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas penelitian, memperkaya ragam penelitian dan untuk adanya
pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman. Kebijakan umum dalam
pembinaan penelitian yang dilakukan untuk menjamin keberlanjutan penelitian
di STIE Binaniaga adalah:
1. Merumuskan Rencana Induk Penelitian STIE Binaniaga (RIP-STIEBN)
sebagai panduan arah pembinaan dan pengembangan penelitian di STIE
Binaniaga.
2. Meningkatkan kompetensi dosen melalui pelatihan dan pembinaan dalam
berbagai kegiatan terkait penelitian.
3. Membentuk kelompok-kelompok peneliti dengan track record dan core
competency yang konsisten.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 115
4. Meningkatkan kreativitas tenaga pengajar dalam penelitian sebagai bagian
dari pengembangan ilmu pengetahuan yang dibina oleh pusat-pusat studi,
program- program studi, dan lintas program studi atau lintas disiplin ilmu.
5. Meningkatkan mutu penelitian secara berkelanjutan melalui program
penelitian unggulan institusi dengan mekanisme penelitian yang mengacu
pada kebutuhan masyarakat.
6. Meningkatkan publikasi hasil penelitian dosen dalam media publikasi ilmiah
dan ilmiah populer bermutu baik di dalam maupun luar negeri.
7. Membentuk pangkalan data (database) peneliti dan hasil penelitian STIE
Binaniaga.
8. Membentuk Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat STIE Binaniaga.
9. Mendorong kerjasama penelitian antar lembaga terkait, lembaga
pemerintah maupun swasta baik dalam negeri maupun luar negeri.
10. Mendorong dan memfasilitasi dosen untuk memperoleh HAKI, baik
nasional maupun internasional.
11. Memberikan stimulan dan penghargaan antara lain dalam bentuk bantuan
dana, insentif, satuan kredit semester (sks), dan bentuk-bentuk stimulan
dan penghargaan lain yang layak atas karya penelitian, publikasi ilmiah dan
ilmiah populer, HAKI, serta karya karya ilmiah lainnya.
12. Membangun iklim penelitian yang kondusif, kompetitif, progresif dan
inovatif berlandaskan kejujuran, keadilan dan keterbukaan, dalam rangka
meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian di lingkungan STIE
Binaniaga.
13. Membangun atmosfir akademik dimana kegiatan penelitian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pengajaran sebagai tugas
pokok seorang dosen yang wajib dipenuhi.

7.2 Kegiatan Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)

7.2.1 Jelaskan kebijakan dan sistem pengelolaan kegiatan PkM (lembaga/unit yang
menangani masalah, agenda, pedoman penyusunan usul dan pelaksanaan, serta
pendanaan PkM).

Pembinaan dan pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di


STIE Binaniaga dilakukan untuk menjadikan STIE Binaniaga sebagai institusi
yang unggul dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat, yang ditandai
dengan banyaknya kerja sama kegiatan dan besarnya dampak manfaat
kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan STIE Binaniaga
terhadap masyarakat luas. Upaya untuk pencapaian tujuan tersebut dilakukan
dengan membangun atmosfir akademik dimana kegiatan pengabdian kepada
masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pengajaran
dan penelitian yang harus dilakukan dosen sebagai perwujudan Tridharma
Perguruan Tinggi yang wajib dipenuhi, meningkatkan kompetensi dosen melalui
pelatihan dan pembinaan dalam berbagai kegiatan terkait pengabdian kepada
masyarakat, menguatkan peran, fungsi dan kinerja Pusat Penelitian dan
Pengembangan Masyarakat (P3M) sebagai pilar utama dalam pewujudan dan
pengembangan fungsi pengabdian kepada masyarakat STIE Binaniaga, dan
mendorong terbentuknya kerjasama pengabdian kepada masyarakat antara
pusat-pusat kegiatan pengabdian kepada masyarakat STIE Binaniaga dengan
lembaga-lembaga terkait di luar STIE Binaniaga, baik dalam maupun luar

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 116
negeri.
Selain itu, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan
pengabdian kepada masyarakat di STIE Binaniaga, institusi memberikan
stimulan dan penghargaan kepada dosen yang melakukan kegiatan pengabdian
kepada masyarakat, antara lain dalam bentuk bantuan dana, insentif, satuan
kredit semester (sks), dan bentuk-bentuk stimulan dan penghargaan lain yang
layak atas karya pengabdian kepada masyarakat.
Pada dasarnya seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat di STIE
Binaniaga berada dalam koordinasi Ketua STIE Binaniaga yang dalam
pelaksanaan sehari-hari dilaksanakan oleh Pembantu Ketua I Bidang Akademik
dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M).
1. Pembantu Ketua I Bidang Akademik dan Kepala Pusat Penelitian dan
Pengembangan Masyarakat (P3M) membantu Ketua STIE Binaniaga
dalam: Menetapkan kebijakan di bidang pengabdian kepada masyarakat.
2. Menetapkan mekanisme penyelenggaraan seluruh kegiatan pengabdian
kepada masyarakat di STIE Binaniaga.
3. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengawasi penyelenggaraan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh unsur dosen maupun unsur
pelaksana akademik lainnya yang bersumber dari program pendanaan
internal universitas.
4. Mengkoordinasikan pendokumentasian seluruh kegiatan pengabdian
kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun unsur pelaksana
akademik lain.
5. Melakukan pembinaan terhadap dosen dan tenaga akademik, khususnya
berkaitan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk
mengadakan pelatihan, workshop, simposium, seminar hasil kegiatan
pengabdian kepada masyarakat serta kegiatan-kegiatan sejenis yang
diperlukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pengabdian kepada
masyarakat di STIE Binaniaga.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M) bertugas:
1. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang
bersumber dari program pendanaan eksternal institusi, termasuk membuat
kesepakatan kerja sama dengan pihak-pihak di luar institusi atas izin Ketua
STIE Binaniaga.
2. Mengevaluasi dan memonitor kegiatan pengbadian kepada masyarakat
khususnya yang bersumber dari program pendanaan eksternal institusi.
3. Menyelenggarakan workshop, lokakarya, simposium, seminar, dan
kegiatan-kegiatan lain terkait dengan pengabdian kepada masyarakat.
4. Mencari sumber-sumber pembiayaan untuk peningkatan kuantitas dan
kualitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat di STIE Binaniaga dari
berbagai instansi atau lembaga termasuk pemanfaatan program Institute
Social Responsibility Project (ISRP) dalam maupun luar negeri.
Dalam rangka memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi, setiap dosen STIE
Binaniaga diwajibkan untuk melakukan atau terlibat dalam kegiatan pengabdian
kepada masyarakat minimal satu kali dalam satu tahun. Untuk mendorong minat
dosen dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, STIE Binaniaga
memberikan bantuan dana pengabdian kepada masyarakat, yang dapat
diusulkan dua kali dalam setahun oleh setiap dosen STIE Binaniaga.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 117
7.2.2 Tuliskan jumlah kegiatan PkM* berdasarkan sumber pembiayaan selama tiga
tahun terakhir yang dilakukan oleh institusi dengan mengikuti format tabel berikut.

Sumber Pembiayaan Jumlah Kegiatan PkM


No. Jumlah
Kegiatan PkM TS-2 TS-1 TS
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Pembiayaan sendiri oleh dosen - - - N1= -
2 PT yang bersangkutan 40 40 66 N2= 146
3 Kemdiknas/Kementerian lain
terkait
- - - N3= -
4 Institusi dalam negeri di luar
Kemdiknas/Kementerian lain - - - N4= -
terkait
5 Institusi luar negeri - - - N5= -
Total 40 40 66 146
Catatan: * Pelayanan/pengabdian kepada masyarakat adalah penerapan bidang ilmu untuk
menyelesaikan masalah di masyarakat (termasuk masyarakat industri, swasta, dan pemerintah)

7.2.3 Jelaskan kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh institusi dalam menjamin
keberlanjutan dan mutu kegiatan PkM, , yang mencakup informasi tentang
agenda PkM, dukungan SDM, prasarana dan sarana, jejaring PkM, dan pencarian
berbagai sumber dana PkM.

Sesuai dengan misi, maka STIE Binaniaga maka STIE Binaniaga


menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat
dalam rangka terbinanya sumber daya manusia yang berjiwa kepeloporan
dalam pengembangan ilmu dan kebudayaan yang bermanfaat bagi kehidupan
umat manusia yang beradab dan sejahtera. Oleh sebab itu ada jaminan bahwa
keberlanjutan program pengabdian kepada masyarakat, yang mencakup
informasi tentang agenda pelaksanaan program, dukungan sumber daya
manusia, prasarana dan sarana, jejaring program pengabdian kepada
masyarakat, dan pencarian berbagai sumber dana pengabdian kepada
masyarakat dapat terlaksana. Salah satu bentuk dukungan dalam menjamin
keberlanjutan dan mutu kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah STIE
Binaniaga mengalokasikan sebagian anggaran untuk mendukung program
pengabdian kepada masyarakat untuk dosen yang disiapkan dalam setiap
semester. Selain itu, dukungan juga diberikan dalam bentuk penyelenggaraan
pelatihan untuk mendukung meningkatnya wawasan dan kemampuan dosen
yang terkait pengabdian kepada masyarakat, misalnya pelatihan pembuatan
proposal pengabdian kepada masyarakat. Agenda khusus yang terfokus antara
lain mengenai: Peningkatan Pendapatan Alternatif dan Peningkatan
Ketrampilan Kerja bagi masyarakat.
Adanya sarana prasarana laboratorium, ikut pula mendukung program
pengabdian kepada masyarakat di STIE Binaniaga. Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen STIE Binaniaga khususnya
pada tiga tahun terakhir, ditinjau dari perspektif kesesuaian dengan visi dan misi
adalah relatif baik karena lebih beragam sesuai keberagaman kepentingan dan
kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Sesuai dengan visi dan misi yang telah
dirumuskan, kegiatan juga diarahkan untuk pengembangan sumberdaya
manusia serta pemanfaatan sumberdaya alam secara berkesinambungan.
Jumlah dan mutu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan
STIE Binaniaga selama tiga tahun terakhir, jika dilihat dari jumlah judul kegiatan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 118
dan dibandingkan dengan jumlah dosen, memang masih belum mencukupi.
Namun perlu disampaikan bahwa dalam satu kegiatan pengabdian kepada
masyarakat dapat melibatkan banyak dosen dari berbagai bidang ilmu, karena
kebutuhan masyarakat tidak hanya dalam satu bidang saja sehingga diperlukan
suatu tim untuk mengarahkan dan membinanya. Dengan demikian dosen yang
terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di STIE Binaniaga
sebenarnya cukup memadai.
Upaya pengembangan juga dilakukan dengan mendorong dilakukannya
penelitian terapan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat
diaplikasikan langsung dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat maupun
dikomersialkan seperti yang diamanahkan dalam Renstra dan Renop STIE
Binaniaga. Perencanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selalu
didahului oleh pengidentifikasian kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi
pelaksanaan kegiatan. Jejaring dan kerja sama antar lembaga telah dilakukan
untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pengabdian kepada
masyarakat, memperkaya ragam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan
pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan pihak-pihak di luar STIE
Binaniaga. Kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat memungkinkan
untuk menggandeng institusi lain sebagai mitra kerja sama STIE Binaniaga,
baik sebagai pelaksana kegiatan secara bersama, penyandang dana, maupun
sebagai donatur/penyumbang dalam bentuk barang atau jasa bagi kepentingan
masyarakat.
Kegiatan kerja sama yang saling menguntungkan antara STIE Binaniaga dan
lembaga mitra sangat membantu dalam menjamin keberlanjutan dan
peningkatan mutu kegiatan pengabdian kepada masyarakat di STIE Binaniaga.

7.3 Kerjasama

7.3.1 Jelaskan kebijakan dan upaya (pengelolaan serta sistem monitoring dan evaluasi)
kerjasama, dalam rangka mewujudkan visi, melaksanakan misi, dan mencapai
tujuan dan sasaran institusi.

Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan/pengajaran,


penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) sesuai dengan visi dan misi di
STIE Binaniaga juga dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai pihak
sebagai pemangku kepentingan.
1. Pengelolaan.
Kesepakatan kerjasama dituangkan dalam bentuk MoU (Memorandum of
Understanding) dan/atau bentuk-bentuk nota kesepakatan lainnya yang
berazaskan saling menguntungkan. Kerjasama dan kesepakatan kerjasama
dapat dilakukan pada tingkat institusi STIE Binaniaga maupun program
studi, bergantung pada subtansi, teknis pengelolaan, dan pertimbangan
strategis lainnya. Kesepakatan pada tingkat institusi ditandatangani oleh
Ketua STIE Binaniaga atau Pembantu Ketua atas sepengetahuan dan seizin
Ketua STIE Binaniaga. Sedangkan kesepakatan di tingkat program studi
ditandatangani oleh Ketua Program Studi atas sepengetahuan dan seizin
Ketua STIE Binaniaga. Bentuk-bentuk kesepakatan atau perjanjian kerja
sama diatur secara khusus dalam peraturan tersendiri.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 119
2. Monitoring.
Monitoring atau pengawasan terhadap kerjasama yang terjadi, dilakukan
oleh kedua belah pihak yang menjalin kerjasama.
3. Evaluasi.
Evaluasi terhadap hal-hal yang dikerjasamakan dilakukan oleh kedua belah
pihak yang menjalin kerjasama. Komunikasi terhadap temuan-temuan yang
terjadi dalam pelaksanaan kerjasama senantiasa dilakukan, termasuk
penyelesaian masalahnya.

7.3.2 Tuliskan instansi dalam negeri yang menjalin kerjasama* yang terkait dengan
institusi perguruan tinggi dalam tiga tahun terakhir.

Kurun Waktu
Jenis Manfaat yang Telah
No. Nama Instansi Kerjasama
Kegiatan Diperoleh
Mulai Berakhir
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Pendidikan, Meningkatkan
pelatihan, dan kemampuan dosen
seminar; bidang dan mahasiswa dalam
informasi pasar hal penguasaan
modal; dan 1 informasi pasar modal
PT. Kresna 1 Oktober
1. Praktek Kerja Oktobe dan memfasilitasi
Sekuritas, Tbk 2015
Lapangan (PKL) r 2010 praktek kerja lapangan
mahasiswa, serta mahasiswa, serta
informasi mengikuti tes
penerimaan penerimaan pegawai.
pegawai.

Pelatihan dan
21 31 Memfasilitasi praktek
PT. Istana Praktek Kerja
2. Maret Desembe kerja lapangan bagi
Prima Esa Lapangan (PKL)
2011 r 2016 mahasiswa.
mahasiswa.

Dosen mampu
Pembuatan 12 30 menerapkan ilmu
CV. Berjaya
3. laporan keuangan Maret Desembe akuntansi dan pajak
Raih Sukses
dan perpajakan. 2010 r 2015 secara teori dan
praktek.

Memfasilitasi dan
mempermudah
Praktek kerja
18 18 mahasiswa untuk
PT. Elang lapangan dan
4. Januari Januari praktek kerja
Perdana informasi
2012 2017 lapangan, serta
lowongan kerja
memperoleh informasi
penerimaan pegawai.

5. Pelatihan dan 1 1 Januari

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 120
Kurun Waktu
Jenis Manfaat yang Telah
No. Nama Instansi Kerjasama
Kegiatan Diperoleh
Mulai Berakhir
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Praktek Kerja Januari 2015 Meningkatkan
Balai Besar Lapangan (PKL) 2010 kemampuan dosen
Industri Agro mahasiswa dan mahasiswa dalam
(BBIA) hal kegiatan pelatihan
dan praktek kerja
lapangan mahasiswa.

Meningkatkan
kemampuan praktek
mahasiswa dan
Informasi Program memanfaatkan formasi
PT. Bangun 5 April 5 April
Magang dan kesempatan pekerjaan
6. Citra Bersama 2012 2017
Lowongan Kerja bagi lulusan.

Meningkatkan
kemampuan praktek
mahasiswa dan
Informasi Program
memanfaatkan formasi
Magang dan 3
CV Gallery 3 Januari kesempatan pekerjaan
7. Lowongan Kerja, Januari
Pratama 2015 bagi lulusan serta
serta penyediaan 2010
penyediaan jasa foto
jasa foto copy
copy bagi dosen,
mahasiswa, dan
lembaga.

Meningkatkan
Informasi Program
kemampuan praktek
Magang dan
mahasiswa dan
Asuransi Bumi Lowongan Kerja,
4 April 4 April memanfaatkan formasi
8. Putra Muda asuransi
2011 2013 kesempatan pekerjaan
(Bumida) kecelakaan
bagi lulusan. Jaminan
mahasiswa,
klaim terhadap
dosen, dan staf.
kecelakaan.

Meningkatkan
Informasi kemampuan praktek
Program Magang mahasiswa dan
dan Lowongan memanfaatkan formasi
PT.
Kerja, serta 17 Mei 18 Mei kesempatan pekerjaan
9. Jamsostek
jaminan hari tua, 2010 2015 bagi lulusan. Jaminan
Cabang Bogor
kecelakaan kerja, klaim terhadap
kematian, dan kecelakaan kerja,
kesehatan. kematian, dan
kesehatan.

10. Bank Bukopin Informasi 11 16 Maret

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 121
Kurun Waktu
Jenis Manfaat yang Telah
No. Nama Instansi Kerjasama
Kegiatan Diperoleh
Mulai Berakhir
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Program Magang Maret 2015 Meningkatkan
dan Lowongan 2011 kemampuan praktek
Kerja, serta sistem mahasiswa dan
pembayaran biaya memanfaatkan formasi
pendidikan kesempatan pekerjaan
bagi lulusan.
Kemudahan
pembayaran,
keamanan
pengelolaan keuangan
lembaga.

Pelatihan dan
Meningkatkan
pengembangan,
kemampuan dosen
SMK Negeri I serta informasi 12 April 20 April
11. dalam pelatihan serta
Bogor program 2010 2015
penerimaan
penerimaan
mahasiswa baru.
mahasiswa baru.

Pengabdian
kepada Mengelola penyaluran
7 9
Tabloid Sunda masyarakat dana untuk bantuan
12. Februar Februari
Urang melalui “Program sarana pendidikan
i 2011 2015
Seribu Untuk dasar.
Senyuman”.

Memberikan referensi
Penyediaan buku yang akan digunakan
referensi dan untuk acuan dan
memfasilitasi pengembangan bahan
Penerbit Mitra 10 Mei 11 Mei
13. untuk menerbitkan ajar yang lebih up to
Wacana 2010 2015
buku yang dibuat date, meningkatkan
oleh dosen minat dosen untuk
menulis sesuai dengan
bidang keahliannya.

Meningkatkan
kemampuan
Uji kompetensi
Stikom 18 Juli 20 Juni mahasiswa dalam
14. bidang teknologi
Binaniaga 2011 2016 penguasaan
informasi
kompetensi teknologi
informasi.

20 20 Meningkatkan
15. AMIK Bogor Pelatihan Februar Februari kemampuan dosen
peningkatan i 2012 2017 dalam menguasai

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 122
Kurun Waktu
Jenis Manfaat yang Telah
No. Nama Instansi Kerjasama
Kegiatan Diperoleh
Mulai Berakhir
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
kemampuan paket program
dosen dalam perkantoran.
penguasaan
bidang komputer

Dosen mampu
Pelatihan
menerapkan ilmu
penyusunan
akuntansi dan pajak
laporan keuangan 6 6
CV. secara teori dan
16. dan perpajakan, Februar Februari
Binalaksana praktek.
serta Informasi i 2012 2017
Memanfaatkan formasi
Program Magang
kesempatan pekerjaan
dan Lowongan
bagi lulusan.
Kerja

Pelatihan dan
Meningkatkan
pengembangan,
kemampuan dosen
serta informasi
SMK Taruna 20 20 dalam pelatihan serta
program
17. Terpadu Februar Februari penerimaan
penerimaan
Borches i 2012 2017 mahasiswa baru.
mahasiswa baru,
Praktek kerja
Praktek kerja
lapangan.
lapangan

PT. MARCI
Meningkatkan
(Marketing 24
Studi mengenai 24 April kemampuan dosen
18 Research Maret
pasar tradisional 2010 dan mahasiswa dalam
Consultan 2010
hal penelitian
Indonesia)

Kerjasama rawat Pemeliharaan


inap dosen, staf, kesehatan bagi dosen,
24
Rumah Sakit dan mahasiswa 24 April staf, dan mahasiswa.
19 Maret
Sentra Medika serta informasi 2015 Memanfaatkan formasi
2011
lowongan kesempatan pekerjaan
pekerjaan. bagi lulusan.

Catatan : * Kerjasama di luar kegiatan magang, dokumen pendukung disediakan pada saat
asesmen lapangan

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 123
7.3.3 Tuliskan instansi luar negeri yang menjalin kerjasama* yang terkait dengan
institusi perguruan tinggi/jurusan dalam tiga tahun terakhir.

Kurun Waktu
Jenis Manfaat yang Telah
No. Nama Instansi Kerjasama
Kegiatan Diperoleh
Mulai Berakhir
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Management 1. Pertukaran dosen


Penjajakan
& Science dan mahasiswa.
1 kerjasama
University 2. Pembukaan program
perguruan tinggi
(Malaysia) dual degree.

1. Pertukaran dosen
Universitas Penjajakan
dan mahasiswa.
2 Selangor kerjasama
2. Pembukaan program
(Malaysia) perguruan tinggi
dual degree.

Catatan : * Kerjasama di luar kegiatan magang, dokumen pendukung disediakan pada saat
asesmen lapangan

7.3.4 Jelaskan proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan hasil kerjasama serta
waktu pelaksanaannya.

Salah satu kegiatan dalam pelaksanaan kerja sama adalah melakukan


monitoring dan evaluasi. Melalui monitoring akan diketahui keefektifan proses
pelaksanaan kegiatan kerja sama dan melalui evaluasi akan diketahui mutu
atau baik tidaknya suatu hasil kerja sama. Dengan demikian pengembangan
sistem monitoring dan evaluasi diperlukan untuk menjamin agar berbagai
kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan secara efektif dan terukur dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kesepakatan (MOU). Secara
umum pengembangan sistem monitoring dan evaluasi ini mempunyai tujuan
ganda, yakni sebagai alat manajemen untuk meningkatkan efektivitas dan
keberlanjutan dan sebagai proses dokumentasi dan pembelajaran bagi berbagai
pihak untuk merancang program berikutnya yang sejenis ataupun
pengembangannya.
Monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan kerja sama di tingkat institusi STIE
Binaniaga atau Program Studi, dilakukan oleh Tim Monev yang bersifat
independen yang saat ini berada dalam unit Pusat Penjaminan Mutu Internal
(P2MI).
Aktivitas Tim Monitoring dan Evaluasi dalam kegiatan kerja sama di tingkat
institusi STIE Binaniaga ataupun Program Studi dilakukan antara lain dengan:
1. Mencatat perkembangan dan kemajuan kegiatan.
2. Memantau proses dan kemajuan penelitian secara berkala.
3. Mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang muncul.
4. Membuat laporan kemajuan secara rutin dalam kurun waktu pendek.
5. Mengkaji relevansi, efisiensi, efektivitas dan dampak suatu penelitian
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Untuk keperluan Monev, dosen atau pihak yang terkait dengan kerja sama
diwajibkan membuat laporan kemajuan kegiatan sebagaimana yang disepakati
dalam MoU atau Surat Perjanjian Pelaksanaan Kerja Sama yang sudah
ditandatangani.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 124
7.3.5 Jelaskan manfaat dan kepuasan mitra kerja sama. Jelaskan pula cara
memperoleh informasi tersebut.

Selama ini para mitra kerja sama tertarik dan merasa puas bekerjasama dengan
STIE Binaniaga karena memiliki sumber daya manusia yang sesuai dengan
kajian yang ingin dilakukan dan memiliki sumber daya kajian dan kompentensi
tersendiri. Oleh sebab itu para mitra paling tidak mendapatkan manfaat untuk
mendapat akses untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya.
Cara mendapatkan informasi kepuasan para mitra tidak melalui kuisioner, tetapi
dengan cara melihat adanya indikasi bahwa kerja sama tetap berlanjut dalam
jangka panjang.

Borang Akreditasi Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga – Bogor 125