Anda di halaman 1dari 1

-154-

ANAK LAMPIRAN II
PERATURAN MENTERI PARIWISATA
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 29 TAHUN 2015
TENTANG
RENCANA STRATEGIS
KEMENTERIAN PARIWISATA
TAHUN 2015-2019

LAMPIRAN 2 : MISI NAWACITA PRESIDEN RI DALAM PEMBANGUNAN


KEPARIWISATAAN INDONESIA

Misi Nawacita merupakan tujuan dasar penyusunan Rencana Strategis


Kepariwisataan Indonesia dalam rangka mewujudkan visi Indonesia yang
berdaulat. Maka pariwisata dapat menjadi kendaraan untuk mencapai visi
tersebut. Berikut ini adalah penerjemahan program-program Nawa Cita dalam
bahasa pariwisata.

PROGRAM NAWA CITA: MISI KEMENTRIAN PARIWISATA:


1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi 1. Menjadikan pariwisata sebagai alat untuk
segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada memberikan rasa kebanggaan dan mengutamakan
seluruh warga negara kepemilikan pariwisata bagi masyarakat lokal
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan 2. Membangun kementrian pariwisata yang bersih,
membangun tata kelola pemerintah bersih, efektif, efektif, responsif, dan adaptif
demokratis, dan terpercaya 3. Membangun kepariwisataan Indonesia dari
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan daerah-daerah terpencil dan perbatasan dalam
memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka rangka memperteguh negara kesatuan
negara kesatuan 4. Menguatkan kerjasama pemerintah pusat dan
4. Menolak negara lemah dengan mereformasi daerah dalam rangka pengelolaan kepariwisataan
sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, yang kuat dan terpercaya
bermartabat dan terpercaya 5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia di
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia kawasan strategis pariwisata nasional
melalui program Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, 6. Meningkatkan produktivitas rakyat yang berdaya
Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera saing di pasar internasional dengan cara mengadakan
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing sertifikasi dan pelatihan
di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia 7. Mewujudkan masyarakat pariwisata mandiri di
bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa asia kawasan strategis pariwisata
lainnya 8. Melakukan penguatan karakter masyarakat
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan pariwisata melalui wawasan Sapta Pesona dalam
menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi kurikulum pendidikan di kawasan strategis pariwisata
domestik 9. Memperteguh keragaman budaya dan
8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui memperkuat rasa cinta daerah di kawasan strategis
kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan pariwisata dan memperkuat wawasan kebhinekaan
nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan serta menciptakan ruang dialog antar warga dengan
kewarganegaraan. pengelolaan pariwisata lokal.
9. Memperteguh kebinekaan dan memperkuat
restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan
memperkuat pendidikan kebinekaan dan
menciptakan ruang-ruang dialog antar warga

MENTERI PARIWISATA
REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

ARIEF YAHYA