Anda di halaman 1dari 35

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

KATA PENGANTAR

Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) Pembangunan Estuari DAM Sei Gong
yang berlokasi di Kelurahan Sijantung Kecamatan Galang Kota Batam disusun dalam
rangka memenuhi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 2012
tentang Izin Lingkungan sebagai upaya pemrakarsa kegiatan dalam melaksanakan
kegiatan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) ini memuat penjelasan tentang


rencana pengelolaan lingkungan hidup. Dengan disusunnya dokumen RKL ini
diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pelaksanaan kegiatan pengelolaan
lingkungan hidup Pembangunan Estuari DAM Sei Gong.

Terima kasih kami sampaikan kepada pihak yang telah membantu penyelesaian
dokumen ini, semoga dokumen ini dapat memberikan manfaat kepada segenap pihak
yang terkait dengan pengelolaan lingkungan.

Batam, Agustus 2013


Balai Wilayah Sungai Sumatera IV

Kata Pengantar i
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................. ii
DAFTAR TABEL ............................................................................. iii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................... iii
BAB I Pendahuluan..................................................................... I - 1
1.1. Maksud dan Tujuan ...................................................... I - 1
1.2. Pernyataan Kebijakan Lingkungan ..................................... I - 2
BAB II Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup .................................... II - 1
BAB III Jumlah dan Jenis PPLH Yang Dibutuhkan ................................... III -1
Surat Pernyataan Komitmen Pemrakarsa
Dalam Pelaksanaan RKL
DAFTAR PUSTAKA

Daftar Isi ii
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) .............................. II-3

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup ........................... II-27

Daftar Tabel & Daftar Gambar iii


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. MAKSUD DAN TUJUAN

Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) merupakan dokumen yang


memuat upaya-upaya mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak besar
dan penting pada lingkungan hidup sebagai akibat dari rencana kegiatan Rencana
Pembangunan Estuari DAM Sei Gong yang berlokasi di Kelurahan Sijantung
Kecamatan Galang Kota Batam.

Maksud dan tujuan penyusunan dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)


adalah untuk :

1. Merumuskan upaya kebijakan pengendalian dampak lingkungan, baik berupa


tindakan pencegahan maupun tindakan penanggulangan terhadap segenap
dampak negatif yang mungkin terjadi, serta berbagai upaya pengembangan
terhadap dampak positif yang akan terjadi, melalui pendekatan teknologi,
sosial ekonomi dan kelembagaan/institusi.
2. Merumuskan tugas dan wewenang pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan,
pengawasan, pembinaan teknis serta pelaporan, sehingga upaya pengelolaan
lingkungan yang dilakukan menjadi efektif dan efisien.
3. Menguraikan program tindak lanjut upaya pencegahan dan penanggulangan
dampak lingkungan yang akan dilaksanakan dengan adanya Rencana
Pembangunan Estuari DAM Sei Gong yang berlokasi di Kelurahan Sijantung
Kecamatan Galang Kota Batam.
4. Menentukan pelaksana dan pengawas pengelolaan lingkungan di antara
lembaga terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Sebagai acuan pengendalian informasi perencanaan dalam pengelolaan
lingkungan secara regional termasuk upaya pengembangan wilayah.

Bab I : Pendahuluan I-1


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

1.2. PERNYATAAN KEBIJAKAN LINGKUNGAN

Berbagai kebijakan pengelolaan lingkungan di tingkat nasional maupun daerah


disadari sepenuhnya oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera IV selaku pemrakarsa
kegiatan perlu dimasukkan sebagai pertimbangan dan komitmen dalam
menjalankan aktifitas rencana pembangunan Estuari DAM Sei Gong yang
diprakirakan akan menimbulkan dampak negatif penting maupun positif penting
bagi lingkungannya. Dalam hal ini, semua dampak yang diprakirakan terjadi
tersebut perlu dikelola dan dipantau secara cermat dan seksama agar semua
dampak negatif dapat dicegah dan ditanggulangi agar tidak menurunkan kualitas
lingkungan. Sebaliknya, semua dampak positif yang akan terjadi dapat
dikembangkan secara optimal.

Upaya pengelolaan lingkungan tersebut mempunyai sasaran sebagai berikut:


 Memelihara keseimbangan lingkungan
 Mencegah dan memperkecil pencemaran lingkungan udara, air dan tanah
 Menciptakan lingkungan yang baik, asri dan nyaman

Dalam rangka mewujudkan sasaran tersebut, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV


sebagai pemrakarsa kegiatan pembangunan Estuari DAM Sei Gong menyadari
peranan dan tanggung jawabnya dalam pembangunan nasional dan daerah yang
berkelanjutan. Komitmen Balai Wilayah Sungai Sumatera IV di bidang lingkungan,
khususnya dalam penyusunan RKL dan RPL Pembangunan Estuari DAM Sei Gong yang
berlokasi di Kelurahan Sijantung Kecamatan Galang Kota Batam adalah :
 Mematuhi semua peraturan di bidang pengelolaan lingkungan baik di tingkat
nasional, provinsi, maupun kota/kabupaten.
 Terus menerus melakukan perbaikan dalam melaksanakan kegiatannya dengan
mengacu kepada dokumen RKL dan RPL.
 Selalu berpegang pada prinsip kerjasama yang saling menguntungkan dengan
masyarakat setempat dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan di
wilayah tersebut.

Bab I : Pendahuluan I-2


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

BAB II

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Pada laporan ANDAL Rencana Pembangunan Estuari DAM Sei Gong yang berlokasi di
Kelurahan Sijantung Kecamatan Galang Kota Batam telah diuraikan mengenai
dampak yang ditimbulkan dan evaluasinya sehingga teridentifikasi seluruh kegiatan
yang berpotensi menimbulkan dampak baik positif maupun negatif terhadap
komponen fisika-kimia, biologi, sosial ekonomi dan budaya serta transportasi. Pada
dasarnya seluruh dampak tersebut masih dalam batas kisaran yang dapat
dikendalikan baik melalui pendekatan teknologi, sosial ekonomi maupun
pendekatan institusional.

Berdasarkan hasil studi tersebut, maka ruang lingkup pengelolaan lingkungan yang
akan dilaksanakan adalah menyangkut semua komponen kegiatan yang
menimbulkan dampak negatif penting dan dampak positif penting.

Uraian rencana pengelolaan lingkungan meliputi pembahasan mengenai :


 Dampak Lingkungan
 Sumber Dampak
 Indikator Keberhasilan Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Pelaksana Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Pengawas Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan Hidup

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 1


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

Pengelolaan lingkungan merupakan upaya-upaya teknis dan non teknis yang


dilakukan untuk mencegah, menanggulangi dampak negatif serta meningkatkan/
mempertahankan dampak positif dari komponen kegiatan sehingga maksud dan
tujuan dilakukannya pengelolaan lingkungan tercapai.

Rencana pengelolaan lingkungan akan memuat arahan-arahan, prinsip-prinsip,


pedoman atau persyaratan untuk mencegah, menanggulangi, mengendalikan
dampak negatif dan meningkatkan/mempertahankan dampak positif yang bersifat
strategis.

Berdasarkan studi ANDAL yang telah dilakukan, yang memuat arahan untuk
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup, maka perlu dirumuskan lebih jauh
rencana mengenai pengelolaan lingkungan yang bersifat teknis, sehingga dapat
dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pembuatan rancangan teknis dan
dasar-dasar pelaksanaan kegiatan pengelolaan lingkungan.

Berikut adalah tabel yang menyajikan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan
terhadap komponen lingkungan fisik-kimia, transportasi dan sosekbud, baik pada
tahap prakonstruksi, tahap konstruksi maupun tahap operasional.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 2


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

Tabel 2.1 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)


INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
KONSTRUKSI
1 Terciptanya Mobilisasi Tenaga Prosentase  Memberikan kesempatan kerja Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Balai Wilayah
Kesempatan Kerja Kerja Konstruksi masyarakat lokal kepada tenaga kerja lokal sesuai Kecamatan Galang selama tahap Sungai Sumatera IV
yang diterima dengan kualifikasi yang ditetapkan. Kota Batam kontruksi berlangsung. selaku pemrakarsa,
bekerja pada tahap dan aparat Desa
 Memberikan informasi kebutuhan
kontruksi. dan BPD setempat.
tenaga kerja melalui pemerintah
daerah setempat (Lurah dan BPD).
 Mengutamakan tenaga kerja lokal
sesuai dengan kebutuhan pekerjaan
yang diperlukan.
 Menginformasikan kepada tenaga
kerja mengenai lamanya kegiatan
akan berlangsung.
 Membuat kesepakatan kerja bersama
berupa kontrak kerja dan
memberikan pembekalan kepada
tenaga kerja tentang K3.
 Membayar tenaga kerja minimal
sesuai dengan UMR wilayah
setempat.
2 Peluang Usaha Munculnya usaha-  Mengkoordinir usaha-usaha Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Balai Wilayah
usaha masyarakat masyarakat yang muncul selama Kecamatan Galang selama tahap Sungai Sumatera IV
setempat di sekiatr tahap kontruksi Kota Batam kontruksi berlangsung. selaku pemrakarsa,
lokasi kegiatan  Melakukan penempatan lokasi usaha dan aparat Desa
pembangunan DAM dan BPD setempat.
3 Tingkat Pendapatan Meningkatnya  Menjaring tenaga kerja yang dari Masyarakat disekitar Selama 2-3 tahun atau Balai Wilayah
perekonomian masyarakat lokal yang berada lokasi proyek, yakni selama tahap Sungai Sumatera IV
dimasyarakat disekitar lokasi proyek. Kelurahan Sijantung kontruksi berlangsung. selaku pemrakarsa,
sekitar proyek baik  Mengkoordinir usaha-usaha Kecamatan Galang dan aparat Desa
yang terjaring masyarakat yang muncul selama Kota Batam dan BPD setempat.
penerimaan tenaga tahap kontruksi

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 3


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
kerja, maupun yang
memanfaatkan
dengan membuka
usaha seperti
warung/kios-kios
kecil.
4 Konflik Sosial Tidak timbulnya Mengkoordinir tenaga kerja dari luar, Masyarakat disekitar Selama 2-3 tahun atau Balai Wilayah
adanya gangguan serta mensosialisasikan tenaga kerja lokasi proyek, yakni selama tahap Sungai Sumatera IV
kamtibmas tentang dari luar kepada masyarakat agar tidak Kelurahan Sijantung kontruksi berlangsung. selaku pemrakarsa,
adanya penerimaan akan timbul persepsi negatif mengenai Kecamatan Galang dan aparat Desa
tenaga kerja dari perekrutan tenaga kerja dari luar. Kota Batam dan BPD setempat.
luar.
5 Sikap Persepsi Stabilnya persepsi  Melakukan penjadwalan Penerimaan Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Masyarakat dan sikap tenaga kerja agar tidak Kecamatan Galang selama tahap Balai Wilayah
Terhadap Proyek masyarakat yang menimbulkan persepsi yang Kota Batam Pembuatan Jalan Sungai Sumatera IV
dan Lingkungan timbul yang ada di masyarakat sekitar tidak Akses. selaku pemrakarsa.
lokasi studi. diutamakan.
 Menginformasikan jadwal/waktu
kerja konstruksi.
6 Sanitasi Lingkungan Tidak terjadi  Penyediaan sarana pembuangan Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
penurunan secara sampah (tong sampah). Kecamatan Galang selama tahap Balai Wilayah
drastis sanirtasi  Ada pelarangan (Papan Peringatan) Kota Batam Pembuatan Jalan Sungai Sumatera IV
lingkungan membuangan sampah sembarangan. Akses. selaku pemrakarsa.
 Bekerjasama dengan Dinas
Kebersihan Kota Batam dalam
penanganan sampah.
 Penyediaan MCK yang memadai
sesuai dengan ketentuan teknik.
 Ada pelarangan membuang hajat
sembarangan baik ke sungai maupuan
ke lahan terbuka lainnya.
 Basecamp dilengkapi dengan sarana
ventilasi yang cukup.
 Basecamp dilengkapi dengan sarana
unit P3K.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 4


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
7 Timbulan Sampah Tidak terjadi  Penyediaan sarana pembuangan Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
peningkatan sampah (tong sampah). Kecamatan Galang selama tahap Balai Wilayah
sampah secara  Ada pelarangan (Papan Peringatan) Kota Batam Pembuatan Jalan Sungai Sumatera IV
drastis membuangan sampah sembarangan. Akses. selaku pemrakarsa.
 Bekerjasama dengan Dinas
Kebersihan Kota Batam dalam
penanganan sampah.
 Penyediaan MCK yang memadai
sesuai dengan ketentuan teknik.
 Ada pelarangan membuang hajat
sembarangan baik ke sungai maupuan
ke lahan terbuka lainnya.
 Basecamp dilengkapi dengan sarana
ventilasi yang cukup.
 Basecamp dilengkapi dengan sarana
unit P3K.
8 Penurunan Kualitas Mobiliasasi Alat dan Konsentrasi debu  Penyiraman secara berkala pada Kendaraan proyek di Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Udara Bahan yang timbul tidak jalan-jalan yang digunakan serta lokasi ke kegiatan selama tahap Balai Wilayah
melebihi baku mutu menugaskan seorang petugas untuk dan jalur jalan yang mobilisasi alat dan Sungai Sumatera IV
udara ambien. mengawasi kegiatan dan penduduk dilaluinya terutama bahan berlangsung. selaku pemrakarsa.
yang mendekat agar terhindar dari dari lokasi material
kecelakaan yang dapat muncul pada ke lokasi kegiatan
saat pengoperasian kendaraan dan dan sebaliknya
alat berat proyek.
 Penggunaan kendaraan proyek
minimal keluaran 10 tahun terakhir,
dan/atau melakukan pengecekan
kelaikan jalan kendaraan proyek
serta melakukan uji emisi.
 Penggunaan terpal penutup bak
kendaraan Truk pengangkut material
dan pengaturan jadual
keberangkatannya/dilakukan tidak
secara bersamaan.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 5


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
Pembuatan Jalan Konsentrasi debu  Penyiraman secara berkala pada Kendaraan proyek di Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Akses yang timbul tidak jalan-jalan yang digunakan serta lokasi ke kegiatan selama tahap Balai Wilayah
melebihi baku mutu menugaskan seorang petugas untuk dan jalur jalan yang Pembuatan Jalan Sungai Sumatera IV
udara ambien. mengawasi kegiatan dan penduduk dilaluinya terutama Akses berlangsung. selaku pemrakarsa.
yang mendekat agar terhindar dari dari lokasi material
kecelakaan yang dapat muncul pada ke lokasi kegiatan
saat pengoperasian kendaraan dan dan sebaliknya
alat berat proyek.
 Penggunaan kendaraan proyek
minimal keluaran 10 tahun terakhir,
dan/atau melakukan pengecekan
kelaikan jalan kendaraan proyek
serta melakukan uji emisi.
 Penggunaan terpal penutup bak
kendaraan Truk pengangkut material
dan pengaturan jadual
keberangkatannya/dilakukan tidak
secara bersamaan.
Pembangunan Konsentrasi debu  Penyiraman secara berkala pada Pada kendaraan- Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Struktur Utama yang timbul tidak jalan-jalan yang digunakan serta kendaraan/ alat selama tahap Balai Wilayah
melebihi baku mutu menugaskan seorang petugas untuk berat proyek dan kontruksi. Sungai Sumatera IV
udara ambien. mengawasi kegiatan dan penduduk jalur jalan yang selaku pemrakarsa.
yang mendekat agar terhindar dari berdebu di lokasi
kecelakaan yang dapat muncul pada kegiatan
saat pengoperasian kendaraan dan
alat berat proyek.
 Penggunaan kendaraan proyek
minimal keluaran 10 tahun terakhir,
dan/atau melakukan pengecekan
kelaikan jalan kendaraan proyek
serta melakukan uji emisi.
 Penggunaan terpal penutup bak
kendaraan Truk pengangkut material
dan pengaturan jadual
keberangkatannya/dilakukan tidak
secara bersamaan.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 6


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
Pembangunan Konsentrasi debu  Penyiraman secara berkala pada Pada kendaraan- Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Fasilitas Pendukung yang timbul tidak jalan-jalan yang digunakan serta kendaraan/ alat selama tahap Balai Wilayah
melebihi baku mutu menugaskan seorang petugas untuk berat proyek dan kontruksi yakni Sungai Sumatera IV
udara ambien. mengawasi kegiatan dan penduduk jalur jalan yang pembangunan fasilitas selaku pemrakarsa.
yang mendekat agar terhindar dari berdebu di lokasi pendukung
kecelakaan yang dapat muncul pada kegiatan berlangsung.
saat pengoperasian kendaraan dan
alat berat proyek.
 Penggunaan kendaraan proyek
minimal keluaran 10 tahun terakhir,
dan/atau melakukan pengecekan
kelaikan jalan kendaraan proyek
serta melakukan uji emisi.
 Penggunaan terpal penutup bak
kendaraan Truk pengangkut material
dan pengaturan jadual
keberangkatannya/dilakukan tidak
secara bersamaan.
9 Peningkatan Mobiliasasi Alat dan Intensitas  Penggunaan kendaraan proyek Pada kendaraan- Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Intensitas Bahan kebisingan yang minimal keluaran 10 tahun terakhir, Kendaraan proyek di selama mobilisasi alat Balai Wilayah
Kebisingan timbul tidak dan/atau melakukan pengecekan lokasi ke kegiatan dan bahan Sungai Sumatera IV
melebihi baku kelaikan jalan kendaraan proyek, dan jalur jalan yang berlangsung. selaku pemrakarsa.
mutu. termasuk memberikan pelumas dilaluinya terutama
mesin secara rutin/berkala dan dari lokasi material
melakukan pengecekan/perbaikan ke lokasi kegiatan
pada dudukan peredam getaran dan sebaliknya
mesin.
 Pengaturan jadual keberangkatan
kendaraan proyek/tidak dilakukan
secara bersamaan.
 Penggunaan sumbat telinga (ear
plug) terutama bagi pekerja yang
terlibat.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 7


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
Pembuatan Jalan Intensitas  Penggunaan kendaraan proyek Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Akses kebisingan yang minimal keluaran 10 tahun terakhir, Kecamatan Galang Pembuatan Jalan Balai Wilayah
timbul tidak dan/atau melakukan pengecekan Kota Batam Akses berlangsung. Sungai Sumatera IV
melebihi baku kelaikan jalan kendaraan proyek, selaku pemrakarsa.
mutu. termasuk memberikan pelumas
mesin secara rutin/berkala dan
melakukan pengecekan/perbaikan
pada dudukan peredam getaran
mesin.
 Pengaturan jadual keberangkatan
kendaraan proyek/tidak dilakukan
secara bersamaan.
 Penggunaan sumbat telinga (ear
plug) terutama bagi pekerja yang
terlibat.
Pembangunan Intensitas  Lokasi kegiatan diisolasi dengan Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Struktur Utama kebisingan yang menggunakan pemisah dari seng. Kecamatan Galang pemasangan tiang Balai Wilayah
timbul tidak  Melakukan koordinasi dengan aparat Kota Batam pancang serta struktur Sungai Sumatera IV
melebihi baku pemerintahan setempat sebelum DAM berlangsung. selaku pemrakarsa.
mutu. pelaksanaan pemancangan dan
memasang papan pengumuman di
lokasi kegiatan agar warga sekitar
maklum dan tidak mendekati lokasi
kegiatan saat pelaksanaan kegiatan.
 Pada pembuatan pondasi jembatan,
disarankan apabila akan dilakukan
pemancangan, sebaiknya
menggunakan pondasi sistem
bor/sumuran yang lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan
pondasi tiang pancang.
 Penggunaan sumbat telinga
terutama bagi pekerja yang terlibat.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 8


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
Pembangunan Intensitas  Lokasi kegiatan diisolasi dengan Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Fasilitas Pendukung kebisingan yang menggunakan pemisah dari seng. Kecamatan Galang kontruksi fasilitas Balai Wilayah
timbul tidak  Melakukan koordinasi dengan aparat Kota Batam pendukung Sungai Sumatera IV
melebihi baku pemerintahan setempat sebelum berlangsung. selaku pemrakarsa.
mutu. pelaksanaan pemancangan dan
memasang papan pengumuman di
lokasi kegiatan agar warga sekitar
maklum dan tidak mendekati lokasi
kegiatan saat pelaksanaan kegiatan.
 Penggunaan sumbat telinga
terutama bagi pekerja yang terlibat.
10 Timbulnya Pembangunan Pembangunan  Melakukan kajian geologi dan Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Gangguan Geologi Struktur Utama struktur tidak struktur tanah dan juga Kecamatan Galang kontruksi struktur Balai Wilayah
dan Tanah mengganggu berkoordinasi dg aparat Kota Batam utama berlangsung. Sungai Sumatera IV
stabilitas lereng pemerintahan setempat sebelum selaku pemrakarsa.
dan juga tanah di pelaksanaan pembangunan struktur
lokasi kegiatan utama
 Pada peralatan berat/mesin
kendaraan proyek harus diupayakan
layak digunakan.
 Pada pekerja yang terlibat
diharuskan menggunakan peralatan
keselamatan & kesehatan kerja,
seperti sarung tangan (hand glove),
sumbat telinga (ear plug), dan
peralatan K3 terkait lainnya.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 9


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
11 Kepadatan Mobilisasi Alat dan stabilnya volume  Penempatan petugas pengatur lalu Di sekitar jalan Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Lalulintas Bahan jumlah kendaraan lintas terutama pada saat kendaraan akses keluar/masuk mobilisasi alat dan Balai Wilayah
yang lalu lalang. keluar/masuk lokasi kegiatan. ke lokasi kegiatan bahan berlangsung. Sungai Sumatera IV
 Untuk keselamatan lalu lintas dan dan jalan lokal/desa selaku pemrakarsa.
peringatan kepada para pemakai yang dilalui
jalan maka disediakan rambu-rambu kendaraan proyek
peringatan termasuk warning light terutama di bagian
dan rambu-rambu larangan pada barat dan timur
lokasi-lokasi tertentu terutama lokasi kegiatan.
disekitar gerbang keluar/masuk
lokasi kegiatan.
 Pengaturan jadual keberangkatan
kendaraan proyek/tidak dilakukan
secara bersamaan dan diupayakan
diluar jam-jam sibuk (off peak).
 Melakukan optimalisasi ruas jalan
lokal/desa (yang relatif sempit) yang
akan dilalui kendaraan proyek, yaitu
dengan menutup (bagian atas)
saluran air di kiri dan kanan badan
jalan dan melakukan perkerasan
bahu jalan.
12 Gangguan Sifat Pembangunan Tidak adanya  Melakukan kajian geologi dan Pada jalur jalan Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Fisik Tanah Struktur Utama kerusakan jalan struktur tanah dan juga yang dilalui mobilisasi alat dan Balai Wilayah
yang muncul. berkoordinasi dg aparat kendaraan proyek, bahan berlangsung. Sungai Sumatera IV
pemerintahan setempat sebelum terutama jalan selaku pemrakarsa.
pelaksanaan pembangunan struktur lokal/desa.
utama
 Pada peralatan berat/mesin
kendaraan proyek harus diupayakan
layak digunakan.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 10


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
 Pada pekerja yang terlibat
diharuskan menggunakan peralatan
keselamatan & kesehatan kerja,
seperti sarung tangan (hand glove),
sumbat telinga (ear plug), dan
peralatan K3 terkait lainnya.
Pembuatan Jalan Tidak adanya  Mengupayakan memberikan muatan Pada jalur jalan Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Akses kerusakan jalan alat dan/atau material yang tidak yang dilalui Pembuatan Jalan Balai Wilayah
yang muncul. berlebihan pada kendaraan/truk kendaraan proyek, Akses berlangsung. Sungai Sumatera IV
pengangkut sehingga beban tonase terutama jalan selaku pemrakarsa.
kendaraan terjaga, jika lokal/desa.
memungkinkan menggunakan
kendaraan pengangkut yang
tonasenya sesuai dengan kelas jalan
yang akan dilalui.
 Penyediaan dan penggunaan terpal
penutup bak kendaraan pengangkut.
 Pengaturan jadual keberangkatan
kendaraan proyek/tidak dilakukan
secara bersamaan.
 Melakukan perbaikan jalan yang
rusak yang diakibatkan oleh lalu
lalang kendaraan proyek.
13 Erosi dan Pembuatan Jalan Untuk mengurangi  Mengupayakan membuat saluran Di sepanjang kiri- Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Sedimentasi Akses surface run off yang drainase. kanan DAM dan pada Pembuatan Jalan Balai Wilayah
terjadi menjadi  Mengupayakan ruang terbuka hijau lahan sekitar Akses berlangsung. Sungai Sumatera IV
kecil. 40 % dari luas lahan keseluruhan bangunan kantor selaku pemrakarsa.
sebagaimana tersebut pada tabel DAM
penggunaan lahan pada dokumen
ANDAL.
 Mengupayakan penanaman
penghijauan disepanjang kiri-kanan
DAM disamping membuat sumur
resapan air hujan tipe I di pinggir-
pinggir DAM sebanyak 3 buah

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 11


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
Pembangunan Untuk mengurangi  Mengupayakan membuat saluran Di sepanjang kiri- Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Struktur Utama surface run off yang drainase. kanan DAM dan pada kontruksi struktur Balai Wilayah
terjadi menjadi  Mengupayakan ruang terbuka hijau lahan sekitar utama berlangsung. Sungai Sumatera IV
kecil. 40 % dari luas lahan keseluruhan bangunan kantor selaku pemrakarsa.
sebagaimana tersebut pada tabel DAM
penggunaan lahan pada dokumen
ANDAL.
 Mengupayakan penanaman
penghijauan disepanjang kiri-kanan
DAM disamping membuat sumur
resapan air hujan tipe I di pinggir-
pinggir DAM sebanyak 3 buah
14 Penurunan Sifat Pembuatan Jalan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Penataan air limpasan Balai Wilayah
Fisik Kualitas Air Akses mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang dilaksanakan setiap Sungai Sumatera IV
Sungai tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana hari sedangkan untuk sebagai
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan penanaman vegetasi Pemrakarsa
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai penutup lahan dan Kegiatan
badan air penerima. dengan badan air pembuatan kolam
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima sedimentasi
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut) sementara 1 (satu)
area terbuka yang dapat menahan kali pada tahap
laju aliran air permukaan & konstruksi
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
Pembangunan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Penataan air limpasan Balai Wilayah
Struktur Utama mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang dilaksanakan setiap Sungai Sumatera IV
tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana hari sedangkan untuk sebagai
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan penanaman vegetasi Pemrakarsa
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai penutup lahan dan Kegiatan
badan air penerima. dengan badan air pembuatan kolam

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 12


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima sedimentasi
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut) sementara 1 (satu)
area terbuka yang dapat menahan kali pada tahap
laju aliran air permukaan & konstruksi
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
Pembangunan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Penataan air limpasan Balai Wilayah
Fasilitas Pendukung mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang dilaksanakan setiap Sungai Sumatera IV
tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana hari sedangkan untuk sebagai
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan penanaman vegetasi Pemrakarsa
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai penutup lahan dan Kegiatan
badan air penerima. dengan badan air pembuatan kolam
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima sedimentasi
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut) sementara 1 (satu)
area terbuka yang dapat menahan kali pada tahap
laju aliran air permukaan & konstruksi
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
15 Penurunan Sifat Pembangunan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Penataan air limpasan Balai Wilayah
Kimia Kualitas Air Struktur Utama mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang dilaksanakan setiap Sungai Sumatera IV
Sungai tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana hari sedangkan untuk sebagai
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan penanaman vegetasi Pemrakarsa
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai penutup lahan dan Kegiatan
badan air penerima. dengan badan air pembuatan kolam
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima sedimentasi
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut) sementara 1 (satu)
area terbuka yang dapat menahan kali pada tahap
laju aliran air permukaan & konstruksi
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 13


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
16 Penurunan Sifat Pembangunan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Penataan air limpasan Balai Wilayah
Fisik dan Kimia Struktur Utama mutu Kepmen LH drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang dilaksanakan setiap Sungai Sumatera IV
Kualitas Air Laut No. 51 tahun 2004 sehingga dapat mengurangi jalur rencana hari sedangkan untuk sebagai
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan penanaman vegetasi Pemrakarsa
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai penutup lahan dan Kegiatan
badan air penerima. dengan badan air pembuatan kolam
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima sedimentasi
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut) sementara 1 (satu)
area terbuka yang dapat menahan kali pada tahap
laju aliran air permukaan & konstruksi
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
17 Hilangnya Habitat Pembuatan Jalan Luas hutan  Melakukan pencegahan kerusakan Di sepanjang Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Fauna Akses mangrove dan flora ekosistem mangrove secara rencana kegiatan kontruksi struktur Balai Wilayah
lainnya yang hilang berlebihan dengan jalan penggunaan pembangunan trase utama berlangsung. Sungai Sumatera IV
dan kerapatan teknologi konstruksi yang ramah DAM selaku pemrakarsa.
setelah kegiatan ligkungan.
pembersihan lahan  Melakukan penghijauan (penanaman
dan pembuatan mangrove) setelah kegiatan selesai.
jalan masuk. Penanaman tersebut sifatnya
“memindahkan” dari area yang
terganggu ke area yang dipersiapkan
untuk revegetasi mangrove..
Pembangunan Luas hutan  Melakukan pencegahan kerusakan Di sepanjang Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Struktur Utama mangrove dan flora ekosistem mangrove secara rencana kegiatan kontruksi fasilitas Balai Wilayah
lainnya yang hilang berlebihan dengan jalan penggunaan pembangunan trase pendukung Sungai Sumatera IV
dan kerapatan teknologi konstruksi yang ramah DAM berlangsung. selaku pemrakarsa.
setelah kegiatan ligkungan.
pembersihan lahan  Melakukan penghijauan (penanaman
dan pembuatan mangrove) setelah kegiatan selesai.
jalan masuk. Penanaman tersebut sifatnya
“memindahkan” dari area yang
terganggu ke area yang dipersiapkan
untuk revegetasi mangrove.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 14


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
18 Hilangnya Pembangunan Luas hutan  Melakukan pencegahan kerusakan Di sepanjang Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Ekosistem Bakau Struktur Utama mangrove dan flora ekosistem mangrove secara rencana kegiatan kontruksi fasilitas Balai Wilayah
lainnya yang hilang berlebihan dengan jalan penggunaan pembangunan trase pendukung Sungai Sumatera IV
dan kerapatan teknologi konstruksi yang ramah DAM berlangsung. selaku pemrakarsa.
setelah kegiatan ligkungan.
pembersihan lahan  Melakukan penghijauan (penanaman
dan pembuatan mangrove) setelah kegiatan selesai.
jalan masuk. Penanaman tersebut sifatnya
“memindahkan” dari area yang
terganggu ke area yang dipersiapkan
untuk revegetasi mangrove.
19 Menurunnya Pembangunan Luas hutan  Melakukan pencegahan kerusakan Di sepanjang Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Keanekaan Jenis Struktur Utama mangrove dan flora ekosistem mangrove secara rencana kegiatan kontruksi fasilitas Balai Wilayah
Fauna lainnya yang hilang berlebihan dengan jalan penggunaan pembangunan trase pendukung Sungai Sumatera IV
dan kerapatan teknologi konstruksi yang ramah DAM berlangsung. selaku pemrakarsa.
setelah kegiatan ligkungan.
pembersihan lahan  Melakukan penghijauan (penanaman
dan pembuatan mangrove) setelah kegiatan selesai.
jalan masuk. Penanaman tersebut sifatnya
“memindahkan” dari area yang
terganggu ke area yang dipersiapkan
untuk revegetasi mangrove.
20 Berkurangnya Pembangunan  Dominansi, - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Penataan air limpasan Balai Wilayah
Kelimpahan dan Struktur Utama indeks drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang dilaksanakan setiap Sungai Sumatera IV
Keanekaan Jenis keanekaragaman sehingga dapat mengurangi jalur rencana hari sedangkan untuk sebagai
Biota Perairan jenis serta kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan penanaman vegetasi Pemrakarsa
jumlah masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai penutup lahan dan Kegiatan
organisme badan air penerima. dengan badan air pembuatan kolam
plankton dan - Penanaman vegetasi penutup lahan penerima sedimentasi
benthos. di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut) sementara 1 (satu)
 Jumlah dan jenis area terbuka yang dapat menahan kali pada tahap
keterdapatan laju aliran air permukaan & konstruksi
ikan. mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 15


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
21 Penggunaan Lahan Pembangunan perubahan fungsi  Melakukan sosialisasi kepada Kelurahan Sijantung Selama 2-3 tahun atau Kontraktor serta
Struktur Utama ruang dan lahan masyarakat dan instansi terkait Kecamatan Galang kontruksi struktur Balai Wilayah
setelah dilakukan Kota Batam utama berlangsung. Sungai Sumatera IV
pembersihan lahan selaku pemrakarsa.
dan pembangunan
sarana dan
prasarana
penunjang.
OPERASIONAL
1 Perubahan Iklim Penggenangan Perubahan iklim - Melaksanakan pemeliharaan secara Sepanjang Estuari Setiap hari untuk Balai Wilayah
Waduk mikro yang menjadi berkala terhadap DAM DAM untuk pemeliharaan DAM Sungai Sumatera IV
lebih lembab - Pengaturan pintu masuk air untuk pemeliharaan dan untuk pengaturan sebagai
karena jumlah penggenangan DAM disesuaikan Estuari DAM Sei pintu masuk air untuk Pemrakarsa
penggenangan air di dengan kondisi jumlah air yang Gong penggenangan DAM Kegiatan
dalam waduk tersedia.

Pengoperasian Perubahan iklim - Melaksanakan pemeliharaan secara Sepanjang Estuari Setiap hari untuk Balai Wilayah
Waduk mikro yang menjadi berkala terhadap DAM DAM untuk pemeliharaan DAM Sungai Sumatera IV
lebih lembab - Pengaturan pintu masuk air untuk pemeliharaan dan untuk pengaturan sebagai
karena jumlah air di operasional DAM disesuaikan dengan Estuari DAM Sei pintu masuk air untuk Pemrakarsa
dalam operasional kondisi jumlah air yang tersedia. Gong operasional DAM Kegiatan
waduk
2 Peningkatan Penggenangan Untuk mengurangi  Mengupayakan membuat saluran Di sepanjang kiri- Selama 2-3 tahun atau Balai Wilayah
Sedimentasi Waduk surface run off yang drainase. kanan DAM dan pada Pembuatan Jalan Sungai Sumatera IV
terjadi menjadi  Mengupayakan ruang terbuka hijau lahan sekitar Akses berlangsung. selaku pemrakarsa.
kecil. 40 % dari luas lahan keseluruhan bangunan kantor
sebagaimana tersebut pada tabel DAM
penggunaan lahan pada dokumen
ANDAL.
 Mengupayakan penanaman
penghijauan disepanjang kiri-kanan
DAM disamping membuat sumur
resapan air hujan tipe I di pinggir-
pinggir DAM sebanyak 3 buah

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 16


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
3 Penurunan Sifat Penggenangan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama operasional Balai Wilayah
Fisik Kualitas Air Waduk mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang DAM berlangsung. Sungai Sumatera IV
Sungai tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana selaku pemrakarsa.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
Pengoperasian Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama pemeliharaan Balai Wilayah
Waduk mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang DAM berlangsung. Sungai Sumatera IV
tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana selaku pemrakarsa.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 17


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
Pengoperasian IPA Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang operasional DAM Sungai Sumatera IV
tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
Pemeliharaan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Waduk mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang operasional DAM Sungai Sumatera IV
tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 18


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
4 Penurunan Sifat Penggenangan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Kimia dan Waduk mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang operasional DAM Sungai Sumatera IV
Mikrobiologi tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana berlangsung.
Kualitas Air Sungai kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
Pengoperasian Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air
Waduk mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang
tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 19


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
Pengoperasian IPA Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang operasional DAM Sungai Sumatera IV
tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
5 Penurunan Sifat Penggenangan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Fisik dan Kimia Waduk mutu Kepmen LH drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang operasional DAM Sungai Sumatera IV
Kualitas Air Laut No. 51 tahun 2004 sehingga dapat mengurangi jalur rencana berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
Pengoperasian Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Waduk mutu Kepmen LH drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang operasional DAM Sungai Sumatera IV
No. 51 tahun 2004 sehingga dapat mengurangi jalur rencana berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 20


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
Pengoperasian IPA Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
mutu Kepmen LH drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang operasional DAM Sungai Sumatera IV
No. 51 tahun 2004 sehingga dapat mengurangi jalur rencana berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
6 Persepsi dan Sikap Penggenangan Teciptanya persepsi  Menumbuhkan dan memperkuat Kelurahan Sijantung Selama kegiatan Balai Wilayah
Masyarakat tehadap Waduk dan sikap positif persepsi positif masyarakat Kecamatan Galang operasional DAM Sungai Sumatera IV
Proyek dan masyarakat  Mencegah timbulnya persepsi negatif Kota Batam berlangsung.
Lungkungan terhadap kegiatan  Memunculkan sikap dan dukungan
operasional DAM positif masyarakat terhadap
keberadaan pemeliharaan DAM.
7 Hilangnya Penggenangan Luas hutan  Melakukan pencegahan kerusakan Kelurahan Sijantung Selama pemeliharaan Balai Wilayah
ekosistem Bakau Waduk mangrove dan flora ekosistem mangrove secara Kecamatan Galang DAM berlangsung. Sungai Sumatera IV
dan Habitat Fauna lainnya yang hilang berlebihan dengan jalan penggunaan Kota Batam
dan kerapatan teknologi konstruksi yang ramah
setelah kegiatan ligkungan.
pembersihan lahan
dan pembuatan
jalan masuk.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 21


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
 Melakukan penghijauan (penanaman
mangrove) setelah kegiatan selesai.
Penanaman tersebut sifatnya
“memindahkan” dari area yang
terganggu ke area yang dipersiapkan
untuk revegetasi mangrove..
8 Penurunan Penggenangan Luas hutan  Melakukan pencegahan kerusakan Kelurahan Sijantung Selama kegiatan Balai Wilayah
Keanekaan Jenis Waduk mangrove dan flora ekosistem mangrove secara Kecamatan Galang operasional DAM Sungai Sumatera IV
Fauna lainnya yang hilang berlebihan dengan jalan penggunaan Kota Batam berlangsung.
dan kerapatan teknologi konstruksi yang ramah
setelah kegiatan ligkungan.
pembersihan lahan  Melakukan penghijauan (penanaman
dan pembuatan mangrove) setelah kegiatan selesai.
jalan masuk. Penanaman tersebut sifatnya
“memindahkan” dari area yang
terganggu ke area yang dipersiapkan
untuk revegetasi mangrove..
9 Penurunan Penggenangan  Dominansi, - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Kelimpahan dan Waduk indeks drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang operasional DAM Sungai Sumatera IV
Keanekaragaman keanekaragaman sehingga dapat mengurangi jalur rencana berlangsung.
Jenis Biota Perairan jenis serta kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
jumlah masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
organisme badan air penerima. dengan badan air
plankton dan - Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
benthos. di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
 Jumlah dan jenis area terbuka yang dapat menahan
keterdapatan laju aliran air permukaan &
ikan. mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
10 Penurunan Sanitasi Penggenangan Tidak terjadi  Penyediaan sarana pembuangan Kelurahan Sijantung Selama kegiatan Balai Wilayah
Lingkungan Waduk penurunan secara sampah (tong sampah). Kecamatan Galang operasional DAM Sungai Sumatera IV
drastis sanirtasi  Ada pelarangan (Papan Peringatan) Kota Batam berlangsung.
lingkungan membuangan sampah sembarangan.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 22


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
 Bekerjasama dengan Dinas
Kebersihan Kota Batam dalam
penanganan sampah.
 Penyediaan MCK yang memadai
sesuai dengan ketentuan teknik.
 Ada pelarangan membuang hajat
sembarangan baik ke sungai maupuan
ke lahan terbuka lainnya.
 Basecamp dilengkapi dengan sarana
ventilasi yang cukup.
 Basecamp dilengkapi dengan sarana
unit P3K.
11 Timbulan Sampah Pengoperasian IPA Tidak terjadi  Penyediaan sarana pembuangan Kelurahan Sijantung Selama kegiatan Balai Wilayah
peningkatan sampah (tong sampah). Kecamatan Galang operasional DAM Sungai Sumatera IV
sampah secara  Ada pelarangan (Papan Peringatan) Kota Batam berlangsung.
drastis membuangan sampah sembarangan.
 Bekerjasama dengan Dinas
Kebersihan Kota Batam dalam
penanganan sampah.
 Penyediaan MCK yang memadai
sesuai dengan ketentuan teknik.
 Ada pelarangan membuang hajat
sembarangan baik ke sungai maupuan
ke lahan terbuka lainnya.
 Basecamp dilengkapi dengan sarana
ventilasi yang cukup.
Basecamp dilengkapi dengan sarana
unit P3K.
12 Penggunaan Lahan Pengoperasian IPA perubahan fungsi  Melakukan sosialisasi kepada Kelurahan Sijantung Selama kegiatan Balai Wilayah
ruang dan lahan masyarakat dan instansi terkait. Kecamatan Galang operasional DAM Sungai Sumatera IV
setelah dilakukan Kota Batam berlangsung.
pembersihan lahan
dan pembangunan
sarana dan
prasarana
penunjang.

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 23


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
Penggenangan perubahan fungsi  Melakukan sosialisasi kepada Kelurahan Sijantung Selama kegiatan Balai Wilayah
Waduk ruang dan lahan masyarakat dan instansi terkait Kecamatan Galang operasional DAM Sungai Sumatera IV
setelah dilakukan Kota Batam berlangsung.
pembersihan lahan
dan pembangunan
sarana dan
prasarana
penunjang.
Pasca-Operasional
1 Penurunan Sifat Penghentian Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Fisik Kualitas Air Bendungan mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang pasca-operasional Sungai Sumatera IV
Sungai tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana DAM berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
Pembongkaran dan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Reklamasi mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang pasca-operasional Sungai Sumatera IV
tahun 2001 sehingga dapat mengurangi jalur rencana DAM berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 24


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
2 Penurunan Sifat Penghentian Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Fisik Kualitas Air Bendungan mutu Kepmen LH drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang pasca-operasional Sungai Sumatera IV
Laut No. 51 tahun 2004 sehingga dapat mengurangi jalur rencana DAM berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
Pembongkaran dan Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Reklamasi mutu Kepmen LH drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang pasca-operasional Sungai Sumatera IV
No. 51 tahun 2004 sehingga dapat mengurangi jalur rencana DAM berlangsung.
kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 25


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

INDIKATOR
INSTITUSI
DAMPAK KEBERHASILAN LOKASI PERIODE
BENTUK PENGELOLAAN PENGELOLAAN
NO LINGKUNGAN SUMBER DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN
YANG DIKELOLA LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
3 Penurunan Penghentian Memenuhi baku - Penataan air limpasan (saluran Saluran-saluran air Selama kegiatan Balai Wilayah
Keanekaragaman Bendungan mutu PP No. 82 drainase darurat) di lokasi kegiatan hujan di sepanjang pasca-operasional Sungai Sumatera IV
Jenis dan tahun 2001 dan sehingga dapat mengurangi jalur rencana DAM berlangsung.
Kelimpahan Biota Memenuhi baku kecepatan aliran air permukaan yang pembangunan
perairan mutu Kepmen LH masuk ke saluran drainase sampai Estuari DAM, sampai
No. 51 tahun 2004 badan air penerima. dengan badan air
- Penanaman vegetasi penutup lahan penerima
di taman-taman/jalur hijau, di area- (sungai/laut)
area terbuka yang dapat menahan
laju aliran air permukaan &
mengurangi aliran air yang
membawa partikel tanah/sedimen
masuk ke badan air penerima
- Pembuatan kolam sedimentasi
sementara sebagai antisipasi
peningkatan padatan tersuspensi
total yang terbawa air larian menuju
badan air penerima.
4 Persepsi dan Sikap Pembongkaran dan Teciptanya persepsi  Menumbuhkan dan memperkuat Kelurahan Sijantung Selama kegiatan Balai Wilayah
Masyarakat tehadap Reklamasi dan sikap positif persepsi positif masyarakat Kecamatan Galang pasca-operasional Sungai Sumatera IV
Proyek dan masyarakat  Mencegah timbulnya persepsi negatif Kota Batam DAM berlangsung.
Lungkungan terhadap kegiatan  Memunculkan sikap dan dukungan
pasca-operasional positif masyarakat terhadap
DAM keberadaan pasca-operasional DAM.
Sumber : Hasil Perumusan Tim AMDAL, 2013

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 26


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

Gambar 2.1 Peta Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup

Bab II : Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) II - 27


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

BAB III
JUMLAH DAN JENIS PPLH
YANG DIBUTUHKAN

Dalam studi AMDAL Pembangunan Estuari DAM Sei Gong yang berlokasi di Kelurahan
Sijantung Kecamatan Galang Kota Batam, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV selaku
pemrakarsa kegiatan telah mendapatkan Izin Lokasi sebagai langkah awal
dilaksanakannya studi AMDAL.

Studi AMDAL ini nantinya selain mendapatkan Rekomendasi Kelayakan Lingkungan


yang dikeluarkan oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau juga akan mendapatkan
Izin Lingkungan yang menjadi dasar diterbitkannya izin-izin terkait izin PPLH.
Dalam rencana kegiatan Pembangunan Estuari DAM Sei Gong ini, tidak terdapat izin
PPLH lainnya, namun hanya berupa rekomendasi-rekomendasi yang dapat diajukan
kemudian, seperti Rekomendasi Studi ANDAL Lalu-Lintas dan lain sebagainya.

Bab III : Jumlah & Jenis PPLH Yang Dibutuhkan III - 1


RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (RKL)
PEMBANGUNAN ESTUARI DAM SEI GONG

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2013. Buku Profil Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang Kota Batam.

Bappeda Kota Batam, 2013. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam Tahun 2004-2014.

Canter L.W. 1996 Enviromental Impact Assessment. Mc. Graw Hill Inc. New York.

Husin, Y.A. 1987. Dampak Terhadap Kualitas Air. BKLH-MISETA IPB. Bogor.

Krebs, C.J. 1989. Ecological Methodology. Harper & Row Publishing. New York.

Lee, J. 1985. The Environment, Public Health and Human Ecology; Consideration for
Economic Development. World Bank Publ, John Hopkins University Press, Baltimore,
Maryland.

McNeely, R.N. V.P. Neimanis and L. Dwyer. 1979 Water Quality Sourcebook, A Guide to
Water Quality. Directorate, Water Quality Branch, Otawa, Canada.

Munir, Moch. 1996. Geologi dan Mineralogi Tanah. Pustaka Jaya. Jakarta.

Odum, E.P. 1971. Fundamentals of Ecology. Third Edition. WB Sounder Company,


Phladelphia, London, Toronto.

Schwab. G.O. R.K. Frevert. T.W. Eminster and K.K. Barnes. 1981. Soil and Water
Conservation Engineering. John Willey, New York.

Soemarwoto, Otto, 1994, Analisis Dampak Lingkungan, Gajah Mada University Press,
Yogyakarta

Soedarto P. Hadi, 1995, Aspek Sosial AMDAL sejarah, Teori dan Metode, Gajah Mada
University University Press, Yogyakarta
Stern. A.C., R.W. Bouble D.L. Fok. 1984. Fundamental of Air Pollution. Second Edition.
Academic Press Inc. New York.

Daftar Pustaka 1