Anda di halaman 1dari 3

LAMPIRAN 1

MATERI PEMBELAJARAN

Analisa Kuantitatif Kromatografi Gas


KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KOMPETENSI
3.24. Mengevaluasi hasil analisis kromatografi 3.24.1. Menghitung persentase/kadar
gas senyawa dalam sampel menggunakan
4.24. Membuat laporan analisis kromatografi analisis kromatografi gas (analisis
kuantitatif)
gas
4.24.1. Mengkomunikasikan hasil analisis
kuantitatif kromatografi gas

 Analisa kuantitatif dilakukan dengan membandingkan luas puncak analit dengan luas puncak
standar.
 Besaran setiap puncak komponen di dalam kromatogram merupakan dasar analisis kuantitatif
dalam kromatografi gas. Pada hakikatnya luas puncak kromatogram setiap komponen akan
sebanding dengan kuantitas komponen di dalam sampel. Oleh sebab itu, analisis kuantitatif
dalam kromatografi gas didasarkan pada pengukuran luas atau besaran – besaran lain yang
dapat digunakan untuk menentukan karakter dari puncak kromatogram tersebut, antara lain
tinggi puncak atau berat puncak stelah dilakukan pemotongan.
 Luas puncak setiap komponen di dalam kromatogram dapat diukur dengan berbagai cara
misalnya dengan mengukur luas segitiga atau dengan menggunakan :

A=½wh
Gambar 12. Pengukuran luas puncak kromatogram dengan luas segitiga
 Setelah dilakukan pengukuran luas puncak, penghitungan komposisi komponen di dalam
sampel dapat dilakukan dengan salah satu dari empat metode di bawah ini :
a. Normalisasi Luas Puncak
Dalam metode ini dianggap bahwa semua komponen di dalam sampel telah terelusi atau
keluar dari kolom dan ditangkap oleh detektor dan tercatat dalam bentuk kromatogram
pada rekorder. Setiap pucak kromatogram kemudian diukur luasnya dan persentase di
dalam sampel dihitung terhadap total luas puncak dari seluruh komponen. Keuntungan
metode ini antara lain adalah sederhana, cepat, dan variasi dalam jumlah sampel yang
disuntikkanbukan merupakan hal yang penting. Keburukan metode ini adalah bahwa
kemungkinan tanggapan detektor tidak sama untuk komponen di dalam sampel.
b. Normalisasi dengan Faktor Responsi
Dalam metode ini suatu campuran zat standar yang telah diketahui komposisinya
dianalisa untuk menetapkan faktor responsi setiap komponen relatif terhadap salah satu
komponen yang dipilih. Sampel kemudian dianalisa dengan kondisi kerja yang sama.
Luas puncak setiap komponen yang bersangkutan yang telah ditetapkan sebelumnya,
diperoleh luas puncak terkoreksi. Kadar komponen dalam sampel selanjutnya dapat
dihitung sebagaimana metode normalisasi seperti di atas.
Keuntungan menggunakan metode ini adalah jumlah absolut dari cuplikan yang
disuntikkan tidak merupakan hal yang kritis dan tanggapan detektor yang tidak sama
untuk setiap komponen telah dikoreksi. Keburukkan metode ini adalah sebagaimana juga
pada metode nomalisasi luas puncak adalah semua komponen harus terelusi.
c. Standar Luar
Metode standar luar atau standar eksternal diperlukan bila dikehendaki penghitungan
kadar salah satu komponen atau lebih dalam sampel. Dalam hal ini larutan standar yang
telah diketahui komposisinya diinjeksikan dalam jumlah yang tepat. Faktor absolut dari
setiap komponen dapat dihitung dari luas puncak untuk setiap gram berat komponen.
Kemudian faktor absolut ini digunakan untuk menghitung komposisi komponen yang
diinginkan yang dikerjakan pada konsisi operasi yang sama dengan larutan standar.
Keuntungan metode ini adalah bahwa tidak perlu menganggap semua komponen terelusi
atau terdeteksi. Hanya komponen – komponen yang diinginkan saja yang perlu dihitung
komposisinya. Metode ini memiliki kelemahan dalam hal jumlah volume sampel dan
standar yang disuntikkan harus benar – benar tepat karena akan masuk dalam
perhitungan.
d. Standar Dalam
Untuk menghindari kelemahan – kelemahan yang terjadi pada ketiga metode yang telah
disebutkan, metode standar dalam atau standar internal merupakan jawabannya. Standar
dalam dilakukan dengan mencampurkan komponen i dari suatu zat standar ke dalam
sampel yang mengandung komponen x yang akan dihitung komposisinya.
Senyavva X mempunyai waktu retensi 21,5 cm dengan lebar alas puncak 4,1 cm. Bila panjang
kolom 250 mm. Berdasarkan puncak X, berapa jumlah pelat teori dan berapa tinggi pelat teori ?