Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-
Nya sehingga TPK SMP Negeri 1 Sepatan dapat melaksanakan kegiatan Bimtek
Guru Sasaran Kurikulum 2013 Jenjang SMP .

Laporan ini disusun untuk memberikan informasi secara utuh mengenai


pelaksanaan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan Bimtek Guru Sasaran
Kurikulum 2013 Jenjang SMP yang diselenggarakan dengan menggunakan Dana
Bantuan Pemerintah melalui LPMP Banten. Kegiatan Bimtek Guru Sasaran
Kurikulum 2013 Jenjang SMP dilaksanakan mulai tgl 29 Mei 2017 sampai dengan
10 Juni 2017.

Semoga laporan kegiatan Bimtek Guru Sasaran Kurikulum 2013 Jenjang SMP ini
dapat menjadi bahan evaluasi guna melakukan perbaikan berkelanjutan dan bahan
pertimbangan lembaga terkait dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah
berpartisipasi sejak persiapan , pelaksanaan ,hingga tersusunnya laporan ini.

Sepatan, Juni 2017


Kepala Sekolah TPK SMPN 1 Sepatan

Drs. H. NANA SUJANA, M. Pd


NIP. 19590611 198603 1 014
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………….... i
LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………………… ii
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………. iii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………….. iv
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang ……………………………………………………….. 1
B. Dasar Hukum ………………………………………………………… 1
C. Tujuan ……………………………………………………………………. 2
D. Hasil yang diharapkan ..…………………………………………… 4

BAB II PELAKSANAAN 4
A. Waktu dan Tempat …………………………………………………. 4
B. Struktur Program dan Jadwal ………………………………….. 4
C. Narasumber, Fasilitator dan Panitia ………………………… 4
D. Proses Pelaksanaan ………………………………………………… 5
E. Permasalahan dan Solusi ………………………………………… 7
BAB III PENUTUP 9
A. Kesimpulan …………………………………………………………….. 9
E. Saran ……………………………………………………………………… 9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh
seluruh komponen dalam satuan pendidikan disebut sebagai Sistem Penjaminan Mutu
Internal (SPMI). SPMI mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan
memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan
(SNP). Sistem penjaminan mutu ini dievaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan
oleh satuan pendidikan dan juga ditetapkan oleh satuan pendidikan untuk dituangkan
dalam pedoman pengelolaan satuan pendidikan serta disosialisasikan kepada pemangku
kepentingan satuan pendidikan. Agar pelaksanaan SPMI dapat dilakukan oleh seluruh
satuan pendidikan dengan optimal, dikembangkan satuan pendidikan yang akan menjadi
model penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, yang selanjutnya disebut
sekolah model, sebagai gambaran langsung kepada satuan pendidikan lain yang akan
menerapkan penjaminan mutu pendidikan sehingga terjadi pola pengimbasan
pelaksanaan penjaminan mutu hingga ke seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Maksud dari pengembangan sekolah model dan pengimbasannya adalah meningkatkan


mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan serta menciptakan budaya
mutu pendidikan di satuan pendidikan. Sekolah model diharapkan menjadi percontohan
sekolah berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri
dan melakukan pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah
lain hingga seluruh sekolah mampu menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara
mandiri pada tahun 2019. Untuk mencapai hal tersebut, secara bertahap pemerintah telah
menjalankan program dan kegiatan pengembangan sekolah model melalui penyiapan
fasilitator pengembangan sekolah model, workshop/pelatihan sistem penjaminan mutu
internal untuk sekolah model, pendampingan sekolah model dan pengimbasan serta
monitoring dan evaluasi sekolah model.

1
Kegiatan pendampingan dilakukan untuk menguatkan dan membina sekolah model agar
dapat mengimplementasikan SPMI, media pengimbasan SPMI bagi sekolah imbas serta
untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan SPMI
di sekolah model. Pendamping sekolah model merupakan fasilitator daerah yang
sebelumnya telah dibekali oleh LPMP. Agar pelaksanaan pendampingan di sekolah dapat
dilaksanakan optimal sesuai dengan tujuan pendampingan perlu didukung oleh bantuan
pemerintah dalam bentuk pembiayaan pendampingan pada tingkat sekolah. Jumlah
sekolah model yang mendapatkan bantuan pemerintah menyesuaikan kapasitas DIPA
LPMP masingmasing. Guna membantu sekolah model dalam memanfaatkan bantuan
pemerintah dalam pengembangan sekolah model maka LPMP mengadakan kegiatan
Asistensi Bantuan Pemerintah Sekolah Model. Asistensi bantuan pemerintah merupakan
rapat koordinasi penyaluran bantuan sekolah model yang dilakukan untuk
mensosialisasikan dan mengkoordinasikan strategi implementasi sistem penjaminan mutu
internal pada sekolah model. Panduan ini dapat digunakan sebagai acuan oleh sekolah
model dalam mengelola dana dan menyusun laporan Bantuan Pemerintah
Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan dalam bentuk kegiatan
pendampingan SPMI.

B. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4301)
b. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4586);
c. Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4586);
d. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang

2
Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015
Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
e. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4863);
f. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
g. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4941);
h. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelola dan Penyelenggaraan
Pendidikan;
i. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
j. Peraturan Menteri Keuangan No. 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme
Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara/ Lembaga;
k. Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 30/D/BP/2016
Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah di Lingkungan Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2017.

C. Tujuan
Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model secara umum dimaksudkan untuk
mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal pada sekolah model. Secara
khusus, Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model bertujuan memfasilitasi
pelaksanaan pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal pada sekolah model,
dengan lingkup yang dicantumkan pada panduan ini.

D. Hasil yang Diharapkan


Hasil yang diharapkan dari program pelaksanaan pengembangan sekolah model adalah:
1. Sekolah dapat menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri;
2. Sekolah dapat meningkatkan mutu sesuai Standar Nasional Pendidikan;
3. Sekolah memiliki budaya mutu;

3
Sekolah model nantinya diharapkan bias dijadikan percontohan sekolah berbasis SNP
melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri dan melakukan pola
pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain hingga
seluruh sekolah mampu menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri
pada tahun 2019.

4
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Jenis Kegiatan
Adapun tentang kegiatannya adalah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) / Sekolah
Model yang ditetapkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Banten.
Sekolah penerima bantuan pemerintah memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Sekolah yang ditetapkan oleh LPMP bersama dengan Pemerintah Daerah Setempat.
b. Sekolah yang telah mendapatkan pelatihan SPMI yang diselenggarakan oleh LPMP
c. Sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah model SPMI
d. Sekolah yang berkomitmen melaksanakan SPMI.

B. Waktu dan Tempat


Kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMI) / Sekolah Model ini dilaksanakan pada
bulan Oktober 2017 sampai dengan November 2017 di SMP Negeri 1 Sepatan Kabupaten
Tangerang.

C. Narasumber, Fasilitator dan Panitia


Narasumber dan Panitia pada kegiatan Siatem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMI)/Sekolah
Model adalah Pejabat Struktural LPMP Banten dan Dinas Pendidikan Kab/Kota Tangerang.
Daftar nama narasumber dan panitia dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1
Daftar Narasumber

No Nama Instansi Jabatan

1 Tomi Fitrianto LPMP Banten Narasumber

LPMP Banten
2 Lela Foni Sulistiyowati, M. Si Narasumber

3 Dr. Fahrudin, M. Pd Dinas Pendidikan Narasumber

5
No Nama Instansi Jabatan

4 Drs. Suyono Dinas Pendidikan Pengawas Pembina

Tabel 2
Daftar Panitia
No Nama Instansi Jabatan
1 Drs. H. Nana Sujana, M. Pd SMP N 1 Sepatan Kepala Sekolah
2 Sugiartik, S. Pd SMP N 1 Sepatan Ketua
3 Yulia Puspitasari, M. Pd SMP N 1 Sepatan Sekretaris
4 Rini Hastuti, S. Pd SMP N 1 Sepatan Bendahara
5 Slamet Riadi, S. Pd SMP N 1 Sepatan Anggota
6 Zaenal Abidin, A. Md SMP N 1 Sepatan Anggota

Peserta
Peserta yang diundang dalam kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMI)/Sekolah Model
adalah semua guru SMP Negeri 1 Sepatan tetapi dalam kegiatan IN dan ON sebangak 10 orang terdiri
dari 10 guru mata pelajaran.

6
BAB III
HASIL KEGIATAN

7
A. Kesimpulan
1. Peserta mampu menganalisis kompetensi, materi, pembelajaran dan penilaian
2. Peserta mampu merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Peserta mampu mempraktikkan pembelajaran dan penilaian serta mereviu hasil praktik
4. Peserta mampu mempraktikkan pengolahan dan pelaporan penilaian hasi belajar
5. ……………………………..

B. Saran
………………………………………………………..

8
9