Anda di halaman 1dari 34

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016

MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN


TEKNIK PENDINGIN DAN TATA UDARA

BAB I
SISTEM REFRIGERASI
DAN TATA UDARA

Juli Sardi, S.Pd., M.T.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2016

1
BAB I
SISTEM REFRIGERASI DAN TATA UDARA DOMESTIK

A. Kompentensi Inti
Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata
pelajaran yang diampu.
B. Kelompok Kompetensi Dasar
1. Mengelola Operasi Unit Refrigerasi untuk keperluan Domestik.
2. Mengelola Operasi Unit Tata Udara untuk keperluan Domestik.
C. Uraian Materi
1. Refrigerasi untuk keperluan domestik
1.1. Sistem refrigerasi domestik
Refrigerator domestik merupakan peralatan rumah tangga yang digunakan
untuk keperluan penyimpanan makanan dalam kurun waktu singkat (kurang lebih
satu minggu) melalui proses pendinginan. Tergantung pada tipe mesin refrigerasi
yang digunakan, refrigerator domestik diklasifikasikan dalam tiga tipe, yaitu
kompresi (compression-type), absorpsi (absorption-type), dan thermoelectric.
Refrigerator pertama dibangun dengan sistem kompresi gas, pada tahun
1910 di USA. Sedang refrigerator domestik dengan sistem absorpsi dibangun
pada tahun 1925 di Swedia. Mesin refrigerasi domestik dengan sistem
thermoelectric dibangun pada pertengahan tahun 1950 di USSR. Refrigerator
domestik dengan sistem kompresi diproduksi pada tahun 1939, mesin absopsi
diproduksi pada tahun 1945 dan prototipe mesin thermoelectric refrigerator
diproduksi pada tahun 1951. Produksi masal untuk refrigerator domestik dengan
sistem kompresi gas dimulai tahun 1951.
Refrigerator domestik memiliki kabinet kedap udara luar. Kabinet terbuat
dari pelat metal. Bagian dalamnya terbagi menjadi beberapa rak untuk
penyimpanan produk makanan. Bahan isolasi panas diletakkan di antara dinding
bagian dalam yang dingin dan dinding kabinet refrigerator yang terbuat dari pelat
metal. Udara di dalam kabinet (cold chamber) didinginkan melalui proese
pemindahan panas (kalor) antara udara dan permukaan evaporator yang dingin.

2
Kondisi suhu di dalam kabinet dijaga konstan melalui operasi siklis dari mesin
kompresi gas, yang dikontrol oleh rele thermal yang lazim disebut sebagai
thermostat. Refrigerator domestik memiliki volume penyimpanan bervariasi
antara 20 hingga 800 liter.
Berdasarkan pemakaiannya, refrigerator domestik dapat dibagi menjadi
empat kategori, yaitu: (1) cooler, yaitu untuk keperluan penyimpanan bahan
makanan yang tidak beku (unfrozen product), (2) freezer, yaitu untuk keperluan
penyimpanan bahan makanan beku (frozen products) jangka pendek (hanya
untuk beberapa hari), (3) Freezer, yaitu untuk keperluan penyimpanan bahan
makanan beku (frozen products) jangka menengah (hingga beberapa minggu),
dan (4) deep freezer untuk keperluan penyimpanan bahan makanan beku jangka
panjang (hingga tiga bulan). Pengkategorian tersebut dilakukan berdasarkan
kondisi suhu kompartemennya. Untuk memudahkan konsumen dalam
mengidentifikasi tipe refrigerator domestik, beberapa pabrikan menerapkan
kodefikasi berdasarkan jumlah tanda bintang. Refrigerator dengan tanda satu
bintang, hanya untuk keperluan penyimpanan makanan jangka pendek.
Refrigerator dengan dua tanda bintang, untuk keperluan penyimpanan jangka
menengah, dan refrigerator denga tiga tanda bintang, diperuntukkan
penyimpanan makanan jangka panjang. Kondisi suhu pada freezer compartment
untuk penyimpanan jangka pendek dijaga pada titik suhu –6°C, kondisi suhu –
12°C diperuntukkan untuk penyimpanan makanan jangka menegah, dan untuk
penyimpanan makanan jangka panjang kondisi suhu freezer compartment di jaga
konstan mulai suhu –18°C atau lebih rendah lagi.
Lazimnya refrigerator domestik didesain dengan tiga pilihan pintu, yaitu satu
pintu (single door), dua pintu (double doors), dan tiga pintu (triple doors).
Refrigerator dengan satu pintu, dan dua pintu, masing-masing memiliki kombinasi
dua kompartemen untuk keperluan cooler (pendinginan) dan untuk keperluan
freezer (pembekuan). Cara penempatan kompartemen juga terdapat dua pipihan,
yaitu terpisah secara vertikal, yakni freezer compartment diletakkan di bagian
atas, dan cooler compartment diletakkan di bagian bawah kabinet. Pilihan kedua
adalah pemisahan secara horizontal, yakni freezer compartment diletakkan di

3
bagian kiri kabinet dan cooler compartment di bagian kanan kabinet. Gambar 1
memperlihatkan tipikal refrigerator domestik satu pintu yang ada di pasaran.
Gambar 2 tipikal refrigerator domestik dua pintu.

Gambar 1. Tipikal Refrigerator Domestik Satu Pintu

Gambar 2. Tipikal Refrigerator Domestik Dua Pintu

4
Gambar 3. Tipikal Refrigerator Domestik Tiga Pintu

Dilihat dari operasi refrigerator untuk mempertahankan suhu


kompartemennya, dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu manual, semiautomatic,
dan automatic defrosting. Defrosting adalah aktivitas pencairan bunga es di
permukaan evaporator. Akumulasi bunga di permukaan evaporator dapat
menimbulkan masalah dalam hal trnafer panas. Transfer panas dapat terganggu,
sehingga efek pendinginan menjadi berkurang. Oleh karena itu secara periodik
akumulasi lapisan bunga es di permukaan evaporator harus dibersihkan melalui
operasi yang disebut defrosting.
Dilihat dari operasi sirkulasi udara di dalam kompartemen refrigerator,
dibedakan menjadi dua, yakni sirkulasi natural (natural circulation), dan sirkulasi
paksa (forced circulation) yang dibantu dengan fan. Lazimnya refrigerator
mampu menjaga suhu kompartemennya tetap konstan pada titik suhu 0°F pada
freezer compartment dan suhu 35°F hingga 45°F pada cooler compartment.
Pada refrigerator untuk keperluan penyimpanan jangka panjang yang
didisain dengan transfer panas secara natural (sirkulasi natural), maka pada
setiap kompartemen dipasang evaporator secara terpisah. Pada refrigerator
dengan sirkulasi paksa, maka hanya digunakan evaporator tunggal, dan dengan
bantuan fan untuk mensirkulasi udara ke setiap kompartemen. Koil evaporator
dan fan biasanya dipasang di bagian bawah (lantai) freezer compartment atau
kadang di dinding belakang freezer compartment. Distribusi udara dilakukan

5
sebagai berikut, sebagian besar udara (75%–85%) disalurkan ke freezer
compartment; sisanya disalurkan ke kompartemen lain di mana suhunya di
atas titik beku, untuk keperluan pendinginan (cooler).
Pada refrigerator jenis ini, dapat dipastikan tidak akan terjadi penumpukan
lapisan bunga es di dinding kompartemen dan di atas permukaan bahan makanan
yang disimpan di dalamnya. Uap air (moisture) yang terkandung dalam udara
akan terakumulasi menjadi bunga es pada permukaan koil evaporator yang
terletak di balik dinding kompartemen. Sehingga yang masuk ke kompartemen
hanya dry air. Karena koil evaporator tidak berhubungan (kontak) langsung
dengan bahan makanan, maka pemanasan yang dilakukan pada permukaan koil
evaporator untuk keperluan pencairan bunga es selama operasi defrosting, tidak
akan berpengaruh pada suhu bahan makanan yang tersimpan di dalam frezzer
compartemnt. Sehingga, dengan demikian operasi defrosting dapat dilakukan
beberapa kali setiap harinya. Lazimnya operasi defros dilakukan setiap delapan
jam sekali melalui pengontrolan dengan deforst timer.
Pencairan bunga es pada refrigerator domestik dilakukan dengan memasang
electric heater pada permukaan koil evaporator. Operasi electric heater dikontrol
oleh Defrost timer. Gambar 4 memperlihatkan tipikal electric deforst, sedang
rangkaian defrost akan dibahas pada sistem kontrol kelistrikan.

Gambar 4. Electric Defrost Heater

6
1.2. Komponen-komponen sistem refrigerasi domestik
Komponen utama dari unit refrigerator domestik yang dibangun dengan
sistem kompresi adalah kompresor, kondensor, evaporator, Filter dryer dan pipa
kapiler. Gambar 5 memperlihatkan bentuk komponen utama dan asesoris yang
digunakan pada unit refrigerator domestik dengan sistem kompresi.

Gambar 5. Komponen Utama dan Aksesoris Unit Refrigerasi Domestik


Dalam pemilihan komponen untuk sistem pendingin, ada sejumlah faktor
yang perlu dipertimbangkan dengan hati-hati, yaitu:
a. Mempertahankan efek refrigerasi untuk mengatasi variasi perubahan beban
dari 0 sampai 100%;
b. Mengontrol akumulasi bunga es untuk mempertahankan kinerja yang
berkesinambungan;
c. Variasi dalam afinitas oli refrijeran yang disebabkan oleh perubahan suhu
yang besar, dan berkurangnya oli di dalam crankcase kompresor;
7
d. Pemilihan media pendingin: (i) direct expansion refrigerant, (ii) gravity atau
pump recirculated atau flooded refrigerant, (iii) secondary coolant (brines, salt
and glycol);
e. Efisiensi sistem dan pemeliharaan;
f. Jenis kondensor: air cooled, water cooled, atau evaporative;
g. Desain kompresor (hermetic, semi hermetic, open type, reciprocating, screw,
atau rotary);
h. Pemilihan refrijeran (perhatikan bahwa tipe refrijeran pada dasarnya dipilih
berdasarkan suhu dan tekanan operasi).

Gambar 6 memperlihatkan konfigurasi komponen utama pada suatu unit


refrigerasi domestik. Bagian 1 menunjukkan posisi kompresor, bagian 2
menunjukkan evaporator, bagian 3 menunjukkan kondensor, bagian 4
menunjukkan posisi filter dryer, dan bagia 5 menunjukkan pipa kapiler. Unit
refrigerasi domestik didesain khusus untuk pengawetan makanan skala rumah
tangga. Bagian kabinet terbagi menjadi dua bagian, yaitu freezer untuk keperluan
pembekuan terletak di bagian atas kabinet, dan refrigerator untuk keperluan
pendinginan terletak di bagian bawah. Gambar 7 memperlihatkan peletakan
komponen utama dalam kabinet refrigerator satu pintu. Gambar 8
memperlihatkan konfigurasi instalasi pemipaan komponen utama dalam kabinet
pada refrigerator dengan satu pintu.

Gambar 6. Komponen Utama Sistem Refrigerasi Domestik


8
Gambar 7. Konfigurasi Peletakan Komponen Utama dalam Kabinet

Gambar 8. Konfigurasi Peletakan Komponen Utama dalam Kabinet

Gambar 9 memperlihatkan konfigurasi instalasi pemipaan komponen utama


dalam kabinet pada refrigerator dengan dua pintu.

9
Gambar 9. Konfigurasi Pemipaan Komponen Utama Unit refrigerator dua Pintu

1.3. Instalasi sistem pemipaan refrigerasi domestik


Pengerjaan sistem pemipaan meliputi Pekerjaan pemipaan Refrigerasi
adalah pekerjaan utama dalamperakitan atau pemeliharaan peralatan
Refrigerasi. Ada empat prinsip yang harus dijadikan acuan oleh setiap teknisi,
yaitu:
a. Mengetahui apa yang akan dilakukan
b. Memilih alat dan bahan dengan tepat
c. Menjaga alat dan baha dalam kondisi bersih dan kering
d. Mengutamakan dan mengikuti prosedur keselamatan kerja

Pipa yang banyak digunakan dalam peralatan Refrigerasi dan tata udara
adala pipa tembaga. Pipa lain yang sering digunakan adalah pipa alumunium, pipa

10
baja, pipa baja tahan karat, dan pipa plastik.Pemilihan ukuran pipa yang
digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Drop tekanan harus sekecil mungkin.
b. Dapat mengalirkan bahan refrigerant sesuai dengan perencanan atau
kecepatan sirkulasi refrigerannya sesuai.

Kalau pipa yang digunakan terlalu kecil akan mengakibatkan:


a. Kerugian gesekan
b. Bunyi yang keras dan bising karena kecepatan yang tidak sesuai

Kalau pipa yang digunakan ukurannya terlalu besar akan mengakibatkan :


a. Kegagalan pengembalian minyak/oli kompresor
b. Pengeringan minyak/oli kompresor yang akhirnya kompresor menjadi macet

Dalam pekerjaan pemipaan seorang teknisi selain diharuskan memiliki


peralatan yang lengkap juga harus memiliki skill dan menguasai teknik pemipaan,
dari mulai memotong pipa, membengkok, menyambung, hingga ke perakitan
system. Karena mesin pendingin kalu kita amati secara langsung terdiri dari
susunan pipa-pipa yang menghubungkan komponen mesin pendingin.
Seperti telah diterangkan dalam bahan sebelumnya, bahwa mesin
pendingin kalau kita lihat secara langsung, maka yang kita lihat hanya merupakan
susunan atau instalasi pipa-pipa yang menghubungkan setiap komponen mesin
pendingin. Sudah barang tentu di dalam penginstalasian pipa-pipa tersebut
seorang teknisi dihadapkan ke berbagai permasalahan, seperti halnya :
a. Bagaimana cara memotong pipa yang baik dan benar
b. Bagaimana cara membengkok pipa
c. Bagaimana cara menyambung pipa

1.3.1. Memotong pipa


Karena di dalam pekerjaan yang kita hadapi adalah pipa-pipa yang lunak,
maka dalam mengerjakannya harus ekstra hati-hati. Untuk mendapatkan hasil
potongan pipa yang baik, kita harus menggunakan alat yang sesuai, dalam hal ini
alat pemotong pipa khusus yaitu tubing cutter.
Prosedur Pemotongan Pipa:
11
a. Luruskanlah pipa yang masih dalam bentuk rol/gulungan dengan hati-hati,
jangan sampai bengkok.
b. Ukurlah panjang pipa yang akan dipotong dan beri tanda yang jelas.
c. Letakan pipa yang akan dipotong tersebut pada rol beralur yang ada pada
tubing cutter seperti pada gambar 10, putarlah knob pengatur tekanan pisau
sehingga pisau pemotong menyentuh pipa dan tepat pada tanda ukuran
yang telah dibuat.

Gambar 10. cara menempatkan pipa pada rol

d. Putarlah pemotong pipa ini secara mengelilingi pipa sampai putaran terasa
ringan, setelah itu putarlah knob pengatur tekanan pisau ¼ atau ½ putaran
seperti diperlihatkan pada gambar 10.
e. Ulangi langkah 4 tadi sampai pipa tadi selesai dipotong, setelah pipa
terpotong selanjutnya bersihkanlah kedua ujung pipa tadi dari serbuk-
serbuk pipa atau permukaannya tidak rata atau tajam dengan
menggunakan reamer.
1.3.2. Membengkokan Pipa
Untuk mendapatkan efek bengkokan, dapat digunakan dua cara yaitu
menggunakan elbow atau dengan cara membengkokkan pipa. Seperti telah kalian
ketahui, alat pembengkok yang ada di pasaran ada dua, yaitu (1) type bending
spring, dan (2) type lever bender.
1.3.3. Menyambung pipa dengn sistem Flarring
Sambungan dengan system flaring adalah salah satu cara system
penyambungan pipa dengan system penjepitan bibir pipa yang telah
dikembangkan dengan fitting dengan menggunakan flare nuts. Seperti halnya
diperlihatkan pada gambar 11 berikut ini:

12
Gambar 11. Posisi flaring fitting Yang benar

Untuk melakukan penyambungan pipa dengan system flaring terlebih dahulu


ujung pipa harus dibuat mengembang dengan menggunakan flaring tool.

1.4. Komisioning (penguian) sistem refrigerasi domestik


1.4.1. Peralatan Service
Peralatan service adalah peralatan yang digunakan untuk keperluan
pengujian atau pengukuran yang digunakan oleh seorang mekanik atau
serviceman ketika melakukan pekerjaan service atau pemeliharaan. Peralatan
yang terpenting adalah Gauge Manifold atau sering pula disebut sebagai Service
Manifold.
Untuk keperluan service dan pengujian (pengukuran) tekanan, service
manifold ini lazimnya dipasangkan pada katub service kompresor untuk
memperoleh tekanan sistem refrigerasi pada sisi tekanan rendah dan sisi tekanan
tinggi. Disamping itu, dapat digunakan pula untuk keperluan service lainnya
seperti membuang dan menambah refrigeran ke dalam sistem, membuang udara
dari dalam sistem dan by- passing tekanan dari sisi tekanan tinggi ke tekanan
rendah. Gambar 12 memperlihatkan gambar skematik servive manifold.
Pada dasarnya Service manifold terdiri dari coumpound gauge pressure dan
high pressure gauge yang terpasang pada suatu manifold yang dilengkapi dengan
hand valve yang berfungsi untuk mengisolir saluran tengah manifold atau
membuka saluran yang terdapat di kiri dan kanan manifold. Desian konstruksi
seperti ini memungkinkan aliran refrigeran secara penuh ke pressure gauge
setiap saat. Gambar 13 memperlihatkan konstruksi Service Manifold.

13
Gambar 12. Gambar Skematik Servive Manifold

Gambar 13. Gambar Skematik Servive Manifold


1.4.2. Pengujian Kebocoran dan Tekanan
Bocor pada sistem pemipaan refrigerasi merupakan penyebab gangguan
yang dapat menggagalkan kerja sistem dan yang paling banyak dialami oleh unit
refrigerasi/AC. Tanpa menghiraukan bagaimana dan penyebab terjadinya
kebocoran pada sistem, yang sudah pasti, adalah bahaya yang dapat timbul yang
disebabkan oleh bocornya unit refrigerasi/AC. Ada tiga metoda yang dapat
digunakan untuk memeriksa kebocoran, yaitu:
a. Pressure Test Method
Pada dasarnya, metoda melacak kebocoran menggunakan Pressure Test
Method adalah mengisikan inert gas ke dalam sistem refrigerasi hingga mencapai

14
tekanan tertentu dan kemudian melacak lokasi kebocoran dengan alat
pendeteksi kebocoran. Gas yang digunakan untuk Pressure Test adalah
refrigerant yang sesuai dengan sistemnya tetapi untuk ekonomisnya maka dapat
dilakukan dengan menggunakan gas nitrogen kering atau campuran antara
refrigeran dan gas nitrogen kering.
Pemeriksaan atau uji kebocoran dengan pressure test ini harus dilakukan
khususnya untuk unit baru yang telah selesai dirakit atau unit lama yang baru
selesai diperbaiki atau diganti salah satu komponen utamanya. Pressure Test
harus dilakukan sebelum sistemnya diisi refrigeran.
b. Buble Test method
Bubble test method adalah pelacakan lokasi kebocoran dengan
menggunakan busa sabun. Halide Leak Detector adalah alat pelacak kebocoran
dengan menggunakan halide torch. Biasanya halide torch ini menggunakan gas
buatan yang berwarna biru. Bila ia mencium adanya gas bocor maka warnanya
berubah menjadi kehijau-hijauan. Electronic leak detector adalah pelacak
kebocoran secara elektronik. Bila ia mendeteksi adanya kebocoran gas maka ada
indikator yang akan menunjukkan dapat berupa suara atau secara visual.

Gambar 14. Pengujian Kebocoran dengan busa sabun

c. Vacuum Method
Kalau pada pressure test, uji kebocoran dilakukan dengan memberi tekanan
positif ke dalam sistem maka pada vacuum test sistemnya dibuat menjadi
bertekanan negatif ( vacuum ). Untuk membuat vacuum, digunakan alat khusus
yang disebut : pompa vacuum atau vacuum pump. Pompa vakum ini akan
menghisap gas yang ada didalam sistem sampai mencapai tingkat kevakuman
tinggi. Kemudian sistemnya dibiarkan dalam keadaan tersebut selama lebih

15
kurang 12 jam. Adanya kebocoran dalam salah satu lokasi akan menyebabkan
tingkat kevakumannya turun.
Bila menjumpai keadaan seperti itu maka sistemnya harus diperiksa dengan
metoda pressure test lagi untuk memastikan lokasi bocornya. Selanjutnya bila
sistemnya sudah terbebas dari gangguan bocor, maka pekerjaan dapat
dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu dehidrasi dan charging refrigerant.
1.4.3. Pemeriksaan Tekanan Kondensing
Bila gas refrigeran didinginkan maka akan terjadi perubahan wujud atau
kondensasi ke bentuk liquid. Tetapi yang perlu mendapat perhatian kita adalah
titik suhu embun atau kondensasi gas refrigeran tersebut juga ditentukan oleh
tekanan gasnya. Pada sistem kompresi gas, maka gas refrigeran dari sisi hisap
dikompresi hingga mencapai tekanan discharge pada titik tertentu dengan tujuan
bahwa gas panas lanjut (superheat) tersebut dapat mencapai titik embunnya
dengan pengaruh suhu ambien di sekitarnya. Misalnya almari es. Untuk sistem
yang berskala besar maka untuk mendinginkan gas superheat ini digunakan air
atau campuran air dan udara paksa.
Gas refrigeran yang keluar dari sisi tekan kompresor disalurkan ke
kondenser. Gas tersebut mempunyai suhu dan tekanan tinggi dalam kondisi
superheat. Selanjutnya saat berada di kondenser gas panas lanjut tersebut
mengalami penurunan suhu akibat adanya perbedaan suhu antara gas dan
medium lain yang ada disekitarnya, yang dapat berupa udara atau air. Penurunan
suhu gas refrigeran tersebut diatur sampai mencapai titik embunnya. Akibatnya
refrigerannya akan merubah bentuk dari gas menjadi liquid yang masih
bertekanan tinggi. Dari pengalaman, agar diperoleh performa yang optimal dari
mesin refrigerasi kompresi gas maka suhu kondensasinya diatur agar mempunyai
harga 6 sampai 17 derajad celsius di atas suhu ambien, tergantung dari suhu
evaporasinya.
1.4.4. Evakuasi
sistem pemipaan refrigerasi sudah selesai dirakit maka mutlak perlu
mengevakuasi keseluruhuan sistem pemipaannya dari udara dan uap air serta gas
lain yang sempat masuk ke dalam sistem pemipaan refrigerasi. Untuk keperluan

16
itu digunakan alat bantu yang disebut vacuum pump. Vacuum Pump digunakan
untuk mengevakuasi atau mengeluarkan udara dan uap air yang terjebak di
dalam sistem pemipaannya.
Pada prinsipnya evakuasi dapat dilakukan melalui sisi suction atau melalui
dua sisi yaitu sisi suction dan sisi discharge. Pada umumnya peralatan refrigerasi
berskala rendah hanya dilengkapi dengan process tube pada sisi tekanan rendah
(suction). Tetapi beberapa pabrikan merekomendasikan evakuasi melalui kedua
sisi yaitu sisi suction dan sisi discharge sehingga memasang process tube pada
kedua sisinya.
1.4.5. Charging
Charging refrigerant ke dalam sistem bukan masalah berat bila telah tersedia
peralatan untuk charging yang memadai dan memenuhi standard. Pekerjaan
charging refrigerant akan menjadi lebih mudah bila kita mempunyai satu set
peralatan charging yang disebut : Charging Board. Charging Board telah
dilengkapi dengan Vacumm Pump, Glass kalibrasi, peralatan ukur tekanan
(Pressure Gauge) serta katub-katub yang memenuhi standard.
Masalah yang sering muncul di kalangan teknisi refrigerasi adalah berapa
banyak refrigerant yang harus dimasukkan ke dalam sistem. Yang perlu selalu
diingat oleh para personil yang sedang menangani perbaikan peralatan refrigerasi
dengan sistem pipa kapiler adalah Sistem refrigerasi dengan pipa kapiler sering
disebut sebagai equilibrim system artinya pada saat mesinnya dimatikan maka
kedua sisi sistem, sisi suction dan sisi discharge akan mempunyai tekanan yang
sama setelah beberapa saat kemudian. Bila keseimbangan tekanan ini tidak
tercapai setelah beberapa menit maka berarti ada gangguan. Untuk
mendapatkan keseimbangan sistem ini maka syarat yang harus dipenuhi adalah :
refrigerant yang dimasukkan ke dalam sistem harus tepat, sesuai desain
pabrikannya.Cara yang paling mudah adalah mengikuti anjuran pabrikannya.
Biasanya isi (biasanya diukur dalam satuan berat) dan jenis refrigerant telah
dicantumkan oleh pabrikannya. Ikuti saja petunjuk pabrikan dengan mengisikan
refrigerant ke dalam sisitem secara gradual hingga mencapai berat yang
dianjurkan oleh pabrikannya.

17
2. Tata udara untuk keperluan domestik
Tata Udara (air conditioning) dapat didefinisikan sebagai pengontrolan
secara simultan semua faktor yang dapat berpengaruh terhadap kondisi fisik
dan kimiawi udara dalam struktur tertentu. Faktor-faktor tersebut meliputi :
suhu udara, tingkat kelembaban udara, pergerakan udara, distribusi udara dan
polutan udara. Di mana sebagian besar dari faktor tersebut di atas dapat
berpengaruh terhadap kesehatan tubuh dan kenyamanan.
Udara yang telah dikondisi secara tepat merupakan salah satu atau
kombinasi dari berbagai pengaturan faktor-faktor di atas. Sebagai contoh :
hanya proses pendinginan atau proses pemanasan saja, atau hanya proses
sirkulasi udara saja dengan mengunakan fan atau hanya proses
penambahan/pengurangan kelembaban udara, atau proses pemurnian
(penyaringan) udara agar bebas dari polutan udara atau bahkan kombinasi dari
berbagai proses tata udara seperti yang diuraikan di atas.
2.1. Karakteristik udara (psychrometric)
Udara atmosfir merupakan campuran tiga material penting yaitu udara
kering (dry air), uap air (water vapour) dan polutan seperti asap rokok, debu dan
gas-gas berbahaya lainnya. Setiap material yang terkandung di dalam udara
atmosfir mempunyai kontribusi langsung terhadap permasalahan proses
pengkondisian udara.
Udara kering itu sendiri merupakan campuran dari beberapa gas. Yang
paling penting adalah gas oksigen dan gas nitrogen. Selebihnya berupa gas
karbondioksida dan gas-gas ringan lain, yaitu argon, neon, helium dan krypton.
Carbon monoksida dapat muncul ke atmosfir bila terjadi pembakaran karbon
yang tidak sempurna, misalnya dari tungku atau dapur api dan motor bakar.
kandungan gas ini di udara sebesar 1% saja sudah dapat berakibat fatal bagi
kehidupan manusia.
Dalam sistem tata udara, semua faktor yang berkaitan dengan
komposisi udara menjadi pertimbangan utama. Pengontrolan suhu merupakan
suatu keniscayaan yang tak dapat dihindari lagi. Debu, kotoran, asap rokok, dan

18
bau tak sedap harus dapat dieliminasi atau dikurangi hingga mencapai titik
aman dan nyaman bagi manusia atau produk lainnya. Pengontrolan jumlah
kandunagn uap air atau tingkat kelembaban udara ruang, merupakan satu hal
yang sangat penting karena hal tersebut langsung berkaitan dengan
kenyamanan hunian atau dalam proses produksi di industri.
Udara yang terlalu kering, akan berakibat langsung pada dehidrasi, yaitu
hilangnya sebagian besar cairan tubuh manusia, kulit menjadi kering dan bersisik.
Disamping itu juga dapat merusak material lain seperti sayuran dan buah-
buahan. Sedang udara yang terlalu basah, akan menyebabkan kurang nyaman,
tidak bagus untuk kesehatan. Pada industri manufaktur tertentu, diperlukan
ruang yang sangat bersih, bebas polutan dengan mengontrol secara cermat
suhu, kelembaban dan polutan udara. Aktivitas ini lazim disebut sebagai ruang
bersih atau clean room.
Berikut ini beberapa kondisi udara sehingga kita bisa melihat bagaimana
karakteristik udara:
a. Suhu saturasi merupakan suhu di mana suatu fluida atau zat cair merubah
dari fasa cair menjadi fasa uap atau gas, atau kebalikannya, yaitu dari fasa
gas berubah menjadi fasa cair. Pada suatu tekanan tertentu, suhu saturasi
adalah suhu maksimum liquid dan suhu minimum uap yang dapat dicapai.
b. Uap panas lanjut (superheated vapour) merupakan uap yang berada di atas
suhu saturasi uap tetapi tetap pada tekanan saturasi uap.
c. Cairan super dingin, Bila setelah mengalami kondesasi (pengembunan), liquid
hasil pengembunan tersebut dilanjutkan lagi proses pendinginanya sehingga
suhu liquid turun di bawah suhu saturasi.
d. Penguapan atau Evaporasi merupakan proses menguapkan air dengan cara
menaikkan suhu air sehingga mencapai titik didihnya. Pada kondisi demikian
maka secara gradual air berubah menjadi uap.
e. Kondensasi, terjadi karena uap saturasi yang mengalami pendinginan akan
berubah fasanya menjadi liquid.
f. Suhu titik embun dari udara (dew point temperature) adalah suhu, di mana
uap air yang terkandung di udara menjadi saturasi.

19
g. Bila sensor panas (bulb) Thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu
dijaga dalam kondisi kering maka thermometernya disebut sebagai
thermometer bola kering.
h. Bila sensor panas (bulb) thermometer yang digunakan sengaja
dikondisikan menjadi basah, yaitu sengaja ditutup oleh kain yang higroskopis
maka ukuran suhu yang diperoleh disebut sebagai ukuran suhu bola basah.
Psychrometric Chart atau Chart psikrometrik merupakan hasil karya jenius
yang berhubungan dengan karakteristik udara. Dengan adanya chart ini maka
perencanaan tata udara menjadi lebih sederhana, karena tidak perlu
menggunakan hitungan matematis yang rumit. Chart psikrometrik merupakan
tampilan secara grafikal sifat thermodinamik udara antara lain suhu, kelembaban,
enthalpi, kandungan uap air dan volume spesific. Dalam chart ini dapat langsung
diketahui hubungan antara berbagai parameter udara secara cepat dan persisi,
baik yang berkaitan dengan sifat fisik udara maupun sifat thermiknya.
Cara terbaik memahami psikrometrik chart adalah mengobservasi
bagaimana letak dan posisi setiap garis kurva diletakkan atau dipetakan pada
psikrometrik chart. Psikrometrik chart menyatakan hubungan antara suhu bola
kering, suhu bola basah, suhu titik embun, kelembaban relatif, panas total
(entalpi), volume speisifik, kelebaban spesifik, panas sensibel dan panas laten.
Contoh skala psikometrik chart ditunjukan oleh gambar 15 berikut.

Gambar 15. Tipikal Pemetaan garis skala psikometrik chart

20
2.2. Komponen sistem tata udara domestik
Unit tata udara domestik atau resedintal air conditioner yang beredar di
Indonesia, merupakan peralatan rumah tangga yang digunakan untuk keperluan
kenyamanan tubuh melalui proses pendinginan. Di pasaran tersedia banyak tipe
unit tata udara untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Gambar 16
memperlihatkan berbagai jenis unit tata udara untuk keperluan domestik.

Gambar 16. Unit Tata Udara Domestik


Dilihat dari cara pemasangan instalasinya, unit tata udara domestik
diklasifikasikan dalam dua tipe, yaitu stationer dan portable. Gambar 17
memperlihatkan perbedaannya.

(a) (b)
Gambar 17. (a) Unit Tata Udara Portable (b) Unit Tata Udara Stationer
Dilihat dari konfigurasi komponen utamanya, dibedakan menjadi dua, yaitu
sistem paket dan sistem split. Pada unit paket semua komponen utama terletak
dalam satu paket kontainer yang kompak, misalnya AC Window. Pada unit split,
komponen utama terbagi dalam dua kontainer, yaitu unit in door yang terdiri dari

21
fan dan koil evaporator, unit out door yang terdiri dari kompresor, kondenser,
dan pipa kapiler. Perbedaanya dapat dilihat apada gambar 18 di bawah ini.

(a) (b)
Gambar 18. (a) Unit Tata Udara Paket (b) Unit Tata Udara Split

Dilihat dari cara penempatan unit in door, AC split dapat dibedakan menjadi
3 jenis, yaitu wall unit yakni pemasangannya di dinding, ceiling unit yakni
pemasangan di langitla-ngit, dan free standing, ditempatkan di lantai. Gambar 19
memperlihatkan tipikal unitnya.

(a) (b) C
Gambar 19. (a) Wall Unit (b) Celling Unit (c) free standing

Berikut ini komponen-komponen unit tata udara domestik:


2.2.1. AC Window
Konsfigurasi dari komponen AC window ditunjukan oleh gambar 20 berikut
ini:

22
Gambar 20. Konsfigurasi komponen AC Window
2.2.2. AC Split
AC split terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
2.2.2.1. Komponen Indoor
 Grille adalah bagian yang terpenting pada sebuah indoor, karena grille
adalah sebuag Body dari inddor, yang berfungsi sebagai alat kedudukan
dari serangkaian komponen yang ada pada indoor.
 Evaporator adalah perangkat air conditioner yang terbuat dari lingkaran
tembaga yang dililit dengan serpihan aluminium yang berbentuk kisi kisi
tipis dan rapat yang berfungsi debagai sarana merubah udara ruangan
menjadi dingin karena sirkulasi yang dibantu oleh blower indoor.
 Motor Fan Indoor adalah sebuah Motor AC/DC yang berfungsi
menggerakkan blower indoor untuk mendapatkan kecepatan tertentu
agar supaya udara diruangan dapat bersirkulasi melalui evaporator.
 Blower Indoor adalah perangkat yang berbentuk bulat sehingga disebut
blower yang berfungsi sebagai alat untuk menghempaskan udara ruangan
yang dibantu oleh motor fan indoor.
 PCB / Modul adalah alat mikro komputer yang berfungsi untuk
memberikan perintah seluruh rangkaian air conditioner.
 Thermistor adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai sensor udara untuk
menganalisa kedinginan ruangan dan menganalisa kedinginan supply
outdoor..

23
 Capasitor fan adalah adalah sebuah alat untuk membantu start motor fan
indoor , untuk ac model baru biasanya sudah dirangkai pada Modul/PCB.
 Filter Udara adalah alat yang berfungsi sebagai penyaring kotoran yang
yang berada diruangan sebab sirkulasi dari indoor, sehinggan sangat
menbantu kebersihan ruangan.
2.2.2.2. Komponen Outdoor
 Body Adalah seng atau plastik yang berfungsi sebagai alat untuk tempat
tersusunnya dari seluruh rangkaian outdoor.
 Kompressor Merupakan alat yang paling Vital dalam sebuah rangkaian Air
Conditioner dimana kompressor merupakan alat yang berfungsi sebagai
sarana untuk mensirkulasi Gas freon dari indoor ke outdoor dan
sebaliknya dimana sirkulasi tersebut terdapat proses gas freon dari Liquid
mendadi Gas dan sebaliknya sehingga mendapatkan pengembunan yang
cukup dan itulah disebut proses pendinginan.
 Kondensor adalah alat yang mempunyai struktur yang sangat mirip
dengan Evaporator namun berfungsi untuk memanaskan gas refrigerant
dengan suhu tertentu sebagai sarana proses pendinginan dibantu dengan
kecepatan tertentu sebuah motor fan outdoor dan daun fan outdoor.
 Capasitor Kompressor Berfungsi sama dengan capasitor pada indoor,
tetapi mempunyai toleransi lebih tinggi dibanding dengan capasitor fan
indoor maupun fan outdoor disesuakian dengan berapa besar kapasitas
kompressornya dan berlaku untuk kompressor yang menggunakan arus 1
phase/single phase.
 Motor Fan Outdoor Adalah sebuah motor listrik AC/DC yang berfungsi
sebagai alat untuk mensirkulasi udara disekitar outdoor yang berfungsi
mempertahankan suhu tertentu sehingga kinerja kompressor stabil.
 Capasitor fan outdoor Berfungsi sebagai alat starting Motor Fan Outdoor.
 Kapiler alat yang berfungsi untuk memproses Gas menjadi Liquid sehingga
terjadi pengembunan.
 Filter Dryer Sesuai namanya dia berfungsi sebagai fiterr/penyaring
kotoran yang mungkin ada dalam system.

24
 Kran valp Sebagai alat untuk menahan Gas Refrigerant di dalam
kompressor sebelum ac terpasang dan berfungsi juga sebagai sarana
untuk vacoom down.
 Overload Adalah alat otomatis kompressor yang bekerja sebagai kontrol
bilamana kompressor terlampau panas dan bilamana konsumsi listrik
sudah naik dan tidak sesuai dengan kapasitas kompressor.

2.3. Sistem dan Instalasi tata udara ruang domestik


Ada berbagai jenis unit tata udara domestik, yaitu unit paket, unit split, unit
pasangan di dinding, unit pasangan di langit-langit, dan free standing. Untuk
sistem dan instalasi ini kita akan fokus pada bagaimana instalasi sistem dan
pemasangan pada unit AC Split.
2.3.1. Persiapan pemasangan unit AC split
Pemasangan instalasi unit AC Split dapat dilakukan bila alat-alat kerja
sudah dipersiapkan, antara lain:
 Alat tangan meliputi obeng kembang, palu, kunci inggris dan sebagainya.
 Pemotong pipa, yang berfungsi untuk memotong pipa AC split.
 Bor listrik.
 Gauge manifold.
 Refrigerant
 Vacuum pump
 Tang amperemeter
Pertimbangan pertama yang harus dilakukan dalam pemasangan AC
split adalah melihat posisi dimana AC split akan dipasang dan kemana jalur pipa
instalasi AC split harus ditempatkan, di atas plafon, ditanam di dalam tembok
atau melubangi tembok dengan cara memboboknya dengan sebuah pahat.
Setelah posisi yang cocok sudah ditentukan, buka dus yg berisi indoor unit
yang didalamnya terdapat indoor unit, bracket indoor, kabel power supply untuk
ke outdoor unit dan remote control. Di belakang indoor unit terdapat bracket
yang harus dilepaskan, lalu dipasang pada dinding sesuai posisi yang diinginkan.

25
2.3.2. Pemasangan Unit Indoor
Sesuai dengan namanya unit indoor di pasang di dalam ruangan.
Penempatan unit indoor akan berpengaruh terhadap kinerja unit AC Split secara
keseluruhan. Gambar 21 memperlihatkan aturan penempatan unit indoor.
Blower yang terpasang pada unit indoor dari jenis Sirocco fan. Sirocco fan
memiliki keunikan, yaitu mampu mengeluarkan hembusan yang lembut tetapi
dapat menjangkau jarak lebih jauh dibandingkan dengan tipe propeller fan.

Gambar 21. Aturan Penempatan Unit Indoor


Untuk indoor pasangan di dinding, dilengkapi dengan bracket. Memasang
bracket indoor dapat dilakukan dengan menggunakan fisher, Gunakan waterpas
agar pemasangan bracket indoor tidak miring dan air yang keluar dari indoor unit
dapat keluar dengan lancar. Perhatikan gambar berikut ini.

Gambar 22. Bracket Indoor Unit

Gambar 23. Gambar Detail Pengeboran Dinding untuk Fisher

26
Gambar 24. Gambar Detail Pemasangan Unit Indoor

Gambar 25. Gambar Detail Lubang Dinding untuk Pipa dan Saluran Pembuangan
Air Kondensator

2.3.3. Pemasangan Unit Outdoor


Sesuai dengan namanya unit outdoor di pasang di luar ruangan. Penempatan
unit outdoor akan berpengaruh terhadap kinerja unit AC Split secara keseluruhan.
Gambar 26 memperlihatkan berbagai cara penempatan unit outdoor. Fan yang
terpasang pada unit outdoor dari jenis propeller fan. Berbeda dengan Sirocco fan,
propeller fan mampu mengeluarkan hembusan yang kuat tetapi hanya dapat
menjangkau jarak dekat.

27
Gambar 26. Pemasangan Unit Outdoor
2.3.4. Pemasangan Instalasi Pemipaan
Setelah pemasangan unit indoor dan outdoor telah selesai dilakukan,
kegiatan selanjutnya adalah pemasangan instalasi pemipaan AC Split. Pipa
instalasi ini terbuat dari tembaga lunak yang sudah dilengkapi dengan bahan
isolasi panas. Gambar 27 memperlihatkan tipikal pipa instalasi AC split. Ukuran
pipa instalasi berhubungan dengan kapasitas unit AC Split. Pipa instalasi terdiri
dari dua macam pipa, yaitu pipa yang berdiameter lebih besar (biasanya ½ inci)
untuk saluran hisap, dan pipa yang berdiameter lebih kecil (biasanya ¼ inci) untuk
saluran likuid refrigerant yang akan disalurkan ke evaporator. Berhati-hatilah
ketika menangani pipa instalasi tersebut, jangan sampai ada instalasi pipa yang
tertekuk, karena dapat menghambat sirkulasi refrigerant yang dapat
menyebabkan AC split tidak bekerja dengan normal.

Gambar 27. Pipa Instalasi AC Split

Hasil flaring harus prima, yakni lurus, tanpa ada cacat atau goresan.
Tidak boleh miring, permukaan ujung pipa tidak halus, atau tidak simetri, agar

28
tidak menimbulkan kebocoran. Ketika memotong pipa harus lurus potongannya.
Seperti kalian telah ketahui, unit indoor terdiri dari koil evaporator dan Sirocco
fan. Untuk alasan keamanan maka koil evaporator ditutup kedua ujungnya
dengan nepel khusus berbasis flare fitting. Buka 2 buah flare nut yang berada
pada pipa di indoor unit dengan menggunakan 2 buah kunci pas. Jangan kaget
bila ada gas yang keluar saat melepaskan 2 buah flare nut tersebut, yang keluar
itu bukan refrigerant tapi nitrogen kering.

2.4. Komisioning (pengujian) sistem dan tata udara ruang domestik


2.4.1. Pengujian (pemeriksaan kebocoran)
Biasanya ruang kebocoran terjadi karena flare pipa pecah dan mur nepel
kendor/tidak dikencangkan, lakukan flaring ulang dan usahakan hasil flaring tidak
pecah atau kencangkan kembali mur nepel yang kendor. Untuk memeriksa
kebocoran dilakukan dengan menggunakan vacuum pump. Gambar 28
memperlihatkan konfigurasi pemasangan vacuum pada unit outdoor. Jalankan
vacuum pump kira-kira setengah jam, hingga jarum manifold menunjuk ke skala
minus 29 inci Hg. Matikan Vacuum pump, jika jarum pada manifold tidak
bergerak atau tetap pada angka 30′ berarti tidak terdapat ruang kebocoran, lalu
buka mur penutup keran nepel 1/4 dan yg 1/2 dengan menggunakan kunci L,
buka sampai kedua keran nepel terbuka penuh.
Setelah itu buka mur penutup keran nepel 1/4 dan 3/8 lalu buka kedua
keran valve dengan menggunakan kunci L sampai terbuka penuh dan pasang
kembali mur penutup keran valve dengan kencang. Bila sudah membuka
keran nepel, tahap selanjutnya adalah penyambungan aliran listrik pada kabel
power supply yang berada di indoor unit. Bila sudah melakukan penyambungan
listrik pada kabel power supply yang berada pada indoor unit barulah AC split
anda telah siap untuk dioperasikan.

29
Gambar 28. Konfigurasi Pemasangan Vacuum AC Split

2.4.2. Pengukuran Suhu dengan Termometer


Tinggi rendahnya suhu mengindikasikan intensitas panas atau level panas
pada suatu zat. Suhu tidak menunjukkan jumlah panas yang dikandung suatu zat.
Tetapi hanya menunjukkan tingkat kehangatan atau seberapa panas atau dingin
zat ada pada zat tersebut. Dalam teori molekul tentang panas, besaran suhu
menunjukkan kecepatan pergerakan molekul. Oleh karena itu pada aplikasi
praktis penggunaan istilah suhu dan panas harus hati-hati. Suhu mengukur

30
kecepatan pergerakan atom dalam suatu zat. Sedangkan panas adalah energi
termal yang dimiliki atom dikalikan jumlah atom yang ada pada suatu zat.
Suhu diukur dengan thermometer. Prinsip pengukuran suhu berdasarkan
ekspansi likuid yang terletak di dalam sebuah tabung kapiler tertutup.
Thermometer dilengkapi dengan bulb yang terletak di bagian bawah tabung
dimana di dalam bulb tersebut berisikan mercury atau alkohol. Selama terjadi
perubahan suhu, tabung gelas tidak akan mengalami ekspansi, tetapi likuid
yang ada di dalam bulb akan berekspansi naik dan turun di dalam tabung
kapiler ketika terjadi perubahan suhu. Selanjutnya, tabung dikalibrasi atau diberi
skala sesuai skala yang berlaku secara internasional. Gambar 29 memperlihatkan
tipikal termometer tabung.

Gambar 29. Thermometer Tabung

2.4.3. Pengukuran Suhu Saturasi


Suhu di mana suatu fluida atau zat cair merubah dari fasa cair menjadi
fasa uap atau gas, atau kebalikannya, yaitu dari fasa gas berubah menjadi
fasa cair, disebut suhu saturasi. Pada setiap saat proses perubahan fase, selalu
berlangsung pada suhu konstan. Ini berarti, pada saat perubahan fase
berlangsung energi panas yang diserap oleh suatu zat hanya semata-mata
digunakan untuk proses perubahan fase. Energi panas yang digunakan untuk
perubahan fase disebut panas laten. Likuid yang berada pada suhu saturasi
disebut likuid saturasi dan uap yang berada pada suhu saturasi disebut uap
31
saturasi. Satu hal penting yang perlu diketahui adalah, suhu saturasi untuk likuid
(suhu di mana likuid akan menguap) dan suhu saturasi uap (suhu di mana uap
mulai mengembun) adalah sama pada suatu tekanan tertentu.
Pada suatu tekanan tertentu, suhu saturasi adalah suhu maksimum likuid
dan suhu minimum uap yang dapat dicapai. Adanya usaha untuk menaikkan
suhu likuid di atas suhu saturasi hanya akan menyebabkan menguapnya
beberapa bagian dari likuid. Hal yang sama akan terjadi, bila adanya upaya untuk
menurunkan suhu uap di bawah suhu saturasi uap, hanya akan
menyebabkan beberapa bagian uap mengembun.
2.4.4. Pengukuran Laju Kecepatan Udara
Parameter udara yang perlu diukur kuantitasnya adalah laju kecepatan
udara. Laju kecepatan udara berpengaruh terhadap kenyamanan tubuh. Kalian
pasti pernah melakukannya, ketika udara terasa sangat panas dan gerah,
maka kalian menggunakan fan untuk membuat kalian merasa lebih nyaman.
Kalian pasti memahami fungsi fan. Fan dapat mempercepat laju pergerakan
udara.Untuk mengukur laju kecepatan udara digunakan alat ukur khusus
yang disebut vaneanwmometer. Biasanya anemometer didesain dengan skala
digital.

Contoh Soal:
1. Kecepatan laju udara kering bertekanan yang keluar dari fan sebesar 1200
cfm. Besar nilai suhunya adalah 350 F dan nilai volume spesifiknya adalah 13,5
ft3/lb. Tentukan besarnya kuantitas panas yang diperlukan per jam, bila
suhunya ingin dinaikkan menjadi 1200 F.
Penyelesaian:
Pertama-tama, berat masa aktual udara yang akan dipanaskan harus
ditetapkan terlebih dahulu. jumlah udara yang disirkulasikan oleh fan atau blower
yaitu:

Untuk c (udara) = 0,24 Btu/lb.0F.


32
Diperoleh nilai kuantitas panas sebesar:

Dalam sistem metrik, mengekspresikan besarnya energi panas yang disalurkan


dalam satuan Joule (J) atau kilo Joule (kJ), dan untuk menyatakan besarnya daya
atau kapasitas panas yang disalurkan per detik dalam satuan watt (W) atau
kilowatt (kW). Hubungan antara kkal dan kW adalah,

1 kkal/detik = 4,186 kW

1 kW = 0,239 kkal/detik

2. Hasil pengukuran kondisi suatu ruangan dengan slink psychrometer


memberikan data sebagai berikut:
Suhu bola kering 78 0F DB, suhu bola basah 65 0F WB. Tentukan parameter
udara lainnya dengan mengunakan psikrometrik chart.
Penyelesaian:
Pertama tentukan titik potong antara garis 78 DB dan garis 65 DB. Titik tersebut
adalah titik P. Dari titik P ikuti garis horisontal ke arah kanan, yaitu skala
kelembaban spesifik w = 72 gr/lb. Ikuti garis kemebaban relatif,RH = 50%. Ikuti
garis horisontal ke kiri hingga memotong garis saturasi, diperoleh suhu DP = 58 0F.
Dan ikuti garis entalpi, H = 30,05 Btu/lb. Yang terakhir tentukan volume spesifik,
SpV. Titik P berada diantara garis 13,5 dan 14,0, dapat diperkirakan SpV = 13,75
ft3 /kg.
Dari hasil pemetaan kita dapatkan :
RH= 50%

W = 72gr/lb

DP = 58 3F

H = 30,05 Btu/lb

SpV = 13,75 ft3/lb

33
D. Referensi
Althouse, Turnquist, Bracciano. (2003). Modern Refrigeration & Air Conditioning,
Instructor Manual with answer Key. USA: The Goodheard-Willcox
Company.

Hasan Samsuri, Dkk. (2008). Sistem Refigerasi dan Tata Udara Jilid 1. Jakarta:
Direktorat Pembinaan SMK.

Windy H, Apip B, Tandi S. (2008). Panduan Pratikum Instalasi Sistem Refrigerasi.


Bandung: Politeknik Negeri Bandung.

......................... (2013). Sistem dan Instalasi Refrigerasi 1. Jakarta: Direktorat


Pembinaan SMK.

......................... (2013). Kontrol Refrigerasi dan Tata Udara Jilid 1. Jakarta: Direktorat
Pembinaan SMK.

......................... (2013). Sistem dan Instalasi Tata Udara Jilid 1. Jakarta: Direktorat
Pembinaan SMK.

34

Anda mungkin juga menyukai