Anda di halaman 1dari 17

TUGAS TEORI AKUNTANSI

KELOMPOK 1 & 2
NAMA :
1. VIVI MULYA PITER (14 13 036)
2. KONSTANTINUS SALMON BEU (14 13 045)
3. VANESSA DELFIANA (14 13 064)
4. AYUL ERNAWAN BATTI (14 13 125)
5. KRISYAN (15 13 125)
KELAS : AKUNTANSI A
1. Bagaimana memaknai karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi?
Jawaban:
1. Dapat dipahami
Pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas
ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi.
Akan tetapi, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan
keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi
tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.

2. Relevan
Informasi yang memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan
ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu,
masa kini atau masa depan, menegaskan, hasil evaluasi mereka di masa lalu.
Peran informasi dalam peramalan dan penegasan saling berkaitan satu sama lain.
Contohnya: informasi struktur dan besarnya aktiva yang dimiliki bermanfaat bagi
pemakai ketika mereka berusaha meramalkan kemampuan organisasi dalam
memanfaatkan peluang dan bereaksi terhadap situasi yang merugikan.

3. Keandalan
informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan
kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat diverifikasi.
Informasi mungkin relevan, tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat
diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat
menyesatkan.
informasi yang andal memenuhi karakteristik:
- Penyajian jujur
Informasi menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya
yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk
disajikan.
- Dapat diversifikasi
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diuji, dan apabila
pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda, hasilnya tetap
menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh.
- Netralitas
Informasi diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada
kebutuhan pihak tertentu.

4. Dapat dibandingkan
Informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan lebih berguna jika dapat
dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan
keuangan entitas pelaporan lain pada umumnya.

2. Ruled Based dan Principle Based


Perbedaan antara Principal Based dan Rule Based
Laporan keuangan yang selama ini dibuat menggunakan PSAK yang berkiblat pada US
GAAP sudah tidak lagi digunakan oleh Indonesia. Saat ini standar yang digunakan telah
Konvergen dengan IFRS, dimana standar akuntansi menjadi berbasis prinsip (principle
based) bukan lagi berbasis aturan (rule based). Pengaturan berbasis prinsip bertujuan untuk
memenuhi tujuan dari IFRS yaitu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan
keterbandingan laporan keuangan antar entitas secara global.
Perbedaan rules-based system dan principal based adalah pada rules-based system akuntan
dapat memperoleh petunjuk implementasi secara detail sehingga mengurangi ketidakpastian
dan menghasilkan aplikasi aturan-aturan spesifik dalam standar secara mekanis. Sementara
principles-based system, akuntan akan membuat sejumlah estimasi yang harus dia
pertanggungjawabkan dan mensyaratkan semakin banyak judgment professional (Schipper,
2003).
Dalam rangka konvergensi IFRS ada perubahan mendasar dalam akuntansi, yaitu perubahan
dari rule-based acounting menjadi principle-based accounting.
· Konsep principle–based accounting ini merupakan konsep yang meletakkan tujuan kunci
dalam pelaporan keuangan, kemudian menyedikan landasan untuk menjelaskan tujuan
tersebut. Jika timbul keragu–raguan mengenai sebuah aturan, pembaca diarahkan kembali ke
landasan prinsip tersebut.
· Kelemahan dari konsep principle-based accounting ini adalah dalam kondisi tidak
adanya petunjuk dapat menyebabkan ketidakakuratan dan ketidakkonsistenan informasi.
· Sedangkan konsep rule–based accounting merupakan konsep yang memberikan daftar
aturan yang harus diikuti dalam menyiapkan pelaporan keuangan. Dengan memiiki aturan
yang jelas, dapat meningkatkan akurasi dan mengurangi keragu-raguan yang dapat memicu
pelaporan yang agresif dari manajemen.
· Kekurangan dari konsep rule–based accounting ini adalah dapat menyebabkan
kompleksitas yang tidak dibutuhkan dalam menyiapkan pelaporan keuangan. Tambahan lagi,
persyaratan atau aturan yang ketat dapat memaksa manajer untuk memanipulasi laporan agar
dapat memenuhi kewajibannya.
Dalam standar sewa ala rule based, yang juga dianut oleh PSAK 30 kita sebelum mengadopsi
IFRS, pemisahan antara sewa operasi dan sewa pembiayaan sangat tegas dan detil. Suatu
sewa masuk kategori sewa pembiayaan bila memenuhi beberapa syarat, misalnya masa sewa
melingkupi minimal 75% dari total umur ekonomis barang sewaan.
Karena batasan yang jelas ini, maka mereka yang ingin mengkategorikan sewa sebagai sewa
operasi untuk menghindari pengakuan liabilitas sewa di neraca bisa “mengakali” kontrak
sewa menjadi 74% dari umur ekonomis barang sewaan. Dengan demikian mengkategorikan
sewa ini sebagai sewa operasi tidaklah salah karena tidak bertentangan dengan standar
akuntansi.
Dalam standar sewa yang principle based, batas 75% tidak disebutkan tapi yang ditekankan
adalah substansi sewa. Sewa diketagorikan sebagai sewa pembiayaan bila manfaat dan risiko
dari barang sewaan secara substansial berpindah ke penyewa. Masa sewa bisa menjadi salah
satu indikasi, tapi tidak ada garis batas jelas 75% melainkan menggunakan penjelasan “masa
sewa adalah untuk sebagaian besar umur ekonomis aset”, dengan demikian yang memiliki
umur sewa 74% bisa dipastikan bahwa bisa dikategorikan sebagai sewa pembiayaan.
Perbedaan standar sewa ini menjadi salah satu perbedaan utama IFRS dan US GAAP
sehingga kedua dewan standar ini membuat kerjasama dalam pembuatan standar sewa yang
baru. Saat ini pembahasan tentang leasing masih hangat diperdebatkan karena kedua dewan
standar belum bersepakat dalam beberapa hal.
Salah satu contoh principle based vs rule based adalah standar tentang konsolidasi. IFRS
menekankan pada definisi pengendalian. Bila ada pengendalian (walaupun kepemilikannya
dibawah 50% dari total saham) maka harus dikonsolidasi (de facto control). Sedangkan
standar akuntansi rule based akan menekankan pada voting rights sehingga sulit bila memiliki
kepemilikan dibawah 50% untuk mengkonsolidasi anak perusahaan karena tidak memiliki
voting rights mayoritas.
Standar berbasis prinsip lainnya yang dikembangkan oleh IASB bersama dengan FASB
adalah standar tentang pendapatan. Dalam joint project ini, langkah-langkah pengakuan
pendapatan diatur dalam lima tahapan berurutan. Dihaprapkan dengan prinsip ini maka
pengakuan pendapatan dapat memiliki prinsip yang sama dalam setiap industri, terutama di
US GAAP karena banyak sekali pengaturan tentang pengakuan pendapatan yg berbeda-beda
tiap industry.
Standar berbasis prinsip memiliki keunggulan dalam hal memungkinkan manajer memilih
perlakuan akuntansi yang merefleksikan transaksi atau kejadian ekonomi yang mendasarinya,
meskipun hal sebaliknya dapat terjadi. Standar berbasis prinsip memungkinkan manajer,
anggota komite audit, dan auditor menerapkan judgment profesionalnya untuk lebih fokus
pada merefleksi kejadian atau transaksi ekonomi secara substansial, tidak sekedar
melaporkan transaksi atau kejadian ekonomi sesuai dengan standar.
Implikasinya, IFRS memang lebih fleksibel dan memberikan keleluasaan yang lebih besar
terhadap akuntan untuk menggunakan pertimbangan profesional (professional judgment).
Implikasi inilah yang dijadikan alasan, IFRS justru akan mempersulit komparabilitas laporan
keuangan dan menyuburkan manipulasi laporan keuangan. Bandingkan misalnya dengan US
GAAP yang sangat ketat. Pertimbangan profesional telah tereduksi menjadi pohon keputusan
(decision tree), dalam kondisi apa harus melakukan apa.
Jadi kesimpulan baik atau buruknya penerapan IFRS yang berbasis prinsip, tapi yang perlu
menjadi perhatian sekarang bukan lagi mengenai baik buruknya atau suka tidak sukanya
terhadap IFRS karena tahun 2012 ini Indonesia telah resmi menerapkan IFRS dan sudah
seharusnyalah untuk mempersiapkan diri sebagai calon akuntan untuk memahami IFRS yang
berbasis pirnsip. Baik kalangan mahasiswa, praktisi maupun akademisi di bidang akuntansi
untuk sungguh-sungguh menguasai prinsip-prinsip akuntansi untuk dapat bersaing apabila
masih ingin bersaing.

Dampak Principle based kepada akuntan

Banyak yang salah kaprah bahwa US GAAP adalah standar rule based sehingga tidak
memiliki prinsip. US GAAP juga memiliki kerangka konseptual, bahkan banyak yg
berpendapat kualitas kerangka konseptual US GAAP lebih baik daripada IASB. Banyak
faktor yang membuat perkembangan standar akuntansi US GAAP yang menjadi detil dan
rumit seperti sekarang ini. US GAAP dikembangkan lebih dari 50 tahun dengan pendekatan
bottom-up sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pengguna standar. Sehingga standar US
GAAP memang makin lama semakin rumit karena perkembangan transaksi dan kompleksitas
bisnis yang semakin berkembang.
Level 1: Tujuan Laporan Keuangan:

US GAAP IFRS
· Menyediakan informasi yang berguna untuk
· Menyediakan informasi yang menyangkut
pengambilan keputusan investasi dan kredit. posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi
keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat
bagi sejumlah besar pengguna dalam
pengambilan keputusan ekonomi.

· Menyediakan informasi yang berguna untuk


· Pengguna adalah investor, karyawan,
memprediksi jumlah, waktu, dan pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha
ketidakpastian arus kas masa depan lainnya, pelanggan, pemerintah dan masyarakat.
perusahaan

· Menyediakan informasi tentang sumber


daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya
tersebut, dan perubahan terhadap keduanya.

Level 2: Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi

GAAP IFRS
Relevan – terdiri dari: Relevan – terdiri dari:
· Nilai prediksi – membantu pengguna
· Nilai prediksi
memprediksi hasil dari kejadian masa lalu,
· Nilai konfirmasi
saat ini dan masa depan.
· Materialitas
· Nilai umpan balik – membantu pengguna
mengkonfirmasi dan membetulkan nilai
prediksi sebelumnya.

· Tepat waktu – tersedia sebelum


kehilangan kapasitas untuk
· mempengaruhi keputusan

Dapat dipercaya – terdiri dari: Dapat dipercaya – terdiri dari:


· Disajikan dengan jujur · Disajikan dengan jujur

· Netral · Netral

· Dapat diferivikasi · Substansi mengungguli bentuk

· Kehati-hatian (dimana ada ketidakpastian,


kesalahan dalam menyediakn informasi
dan menjamin adanya konservatisme.

· Kelengkapan
Dapat dibandingkan Dapat dibandingkan
Konsisten

Level 3: Pengakuan dan pengukuran – Asumsi dasar

US GAAP IFRS
1. Kelangsungan usaha 1. Kelangsungan usaha

2. Entitas ekonomi 2. Basis akrual

3. Unit moneter

4. Periodisitas

Level 4 : Pengungkapan dan Penyajian Laporan Keuangan


Efek
No Perbedaan IFRS PSAK
konvergensi
Komponen laporan Komponen laporan
keuangan keuangan
Komponen lengkap terdiri atas : lengkap terdiri atas
Laporan - Laporan posisi :
1.
Keuangan yang keuangan - Neraca
lengkap (neraca) - Laporan laba rugi
- Laporan laba rugi - Laporan
komprehensif perubahan ekuitas
- Laporan perubahan - Laporan arus kas
ekuitas - Catatan atas
- Laporan arus kas laporan
- Catatan atas laporan Keuangan
keuangan
- Laporan posisi
keuangan
komparatif awal periode
dan penyajian
retrospektif
terhadap penerapan
kebijakan akuntansi
Berdasar PSAK:
Berdasar ilustrasi IFRS :

Aset:
Aset:
Aset
Aset Tidak
Lancar
Lancar
Aset Tidak
Aset lancar
Lancar

Ekuitas:
Pengungkapan Laibilitas
Ekuitas yang
dalam Laporan Laibilitas
dapat
2. posisi jangka pendek
diatribusikan ke
keuangan Laibilitas
pemilik
(neraca) jangka panjang
entitas induk
Hak nonpengendali
Ekuitas
Hak nonpengendali
Laibilitas
Ekuitas yang
Laibilitas
dapat
jangka panjang
diatribusikan ke
Laibilitas
pemilik
jangka pendek
entitas induk
Istilah minority interest
(hak
minoritas) diganti
menjadi non
Menggunakan
Istilah minority controlling interest (hak
3. istilah hak
Interest non
Minoritas
pengendali) dan disajikan
dalam
Laporan perubahan
ekuitas.
Masih memakai
Pos luar biasa Tidak mengenal istilah istilah pos luar
4. (extraordinary pos luar biasa
item) biasa (extraordinary item) (extraordinary
item)
Laibilitas jangka panjang
disajikan sebagai
Laibilitas
jangka pendek jika akan
Penyajian
jatuh
laibilitas Tetap disajikan
tempo dalam 12 bulan
jangka panjang sebagai
5. meskipun perjanjian
yang akan Laibilitas jangka
pembiayaan kembali
dibiayai panjang
sudah
kembali
selesai setelah periode
pelaporan dan sebelum
penerbitan laporan
keuangan

Level 5: Pengakuan dan pengukuran – Prinsip

US GAAP IFRS
1. Biaya historis 1. Biaya historis

2. Pengakuan pendapatan 2. Biaya sekarang (apa yang harus dibayar hari ini
untuk mendapatkan aset. Ini sering diperoleh

3. Kesesuaian dalam penilaian yang sama dengan nilai wajar)

4. Pengungkapan penuh 3. Nilai realisasi (jumlah kas yang dapat diperoleh


saat ini jika asset dilepas

4. Nilai wajar

5. Pengakuan pendapatan

6. Pengakuan beban

7. Pengungkapan penuh

Level 6 : Perubahan Kebijakan dan Prinsip Akuntansi dan Kesalahan Mendasar


Efek
No Perbedaan IFRS PSAK
konvergensi
Sama seperti IFRS,
Dicatat secara
dicatat secara
retrospektif dan
retrospektif dan
dilakukan penyajian
dilakukan penyajian
kembali terhadap
Perubahan kembali terhadap
laba ditahan serta
1. kebijakan atau laba ditahan serta
adanya penjelasan
prinsip akuntansi adanya penjelasan
efek kumulatif
efek kumulatif
perubahan pada saat
perubahan pada saat
periode dilakukan
periode dilakukan
perubahan
perubahan
Konsep kesalahan Masih memakai
mendasar konsep kesalahan
Kesalahan (fundamental error) mendasar
2.
mendasar dihapus dan diganti (Fundamental error)
dengan Prior period yang disajikan
error (Kesalahan secara retrospektif
periode lalu)
Sama seperti IFRS,
Perubahan estimasi
Perubahan estimasi
dicatat secara
dicatat secara
retrospektif dengan
retrospektif dengan
cara melakukan
cara melakukan
penyesuaian atas
penyesuaian atas
laba atau rugi tahun
3. Perubahan estimasi laba atau rugi tahun
terjadinya perubahan
terjadinya perubahan
estimasi dan laba
estimasi dan laba
rugi periode yang
rugi periode yang
akan datang jika
akan datang jika
mempengaruhi
mempengaruhi
keduanya.
keduanya.

Level 7: Pengakuan dan pengukuran – Kendala

US GAAP IFRS
1. Biaya dan manfaat 1. Keseimbangan antara biaya dan manfaat
2. Materialitas 2. Tepat waktu
3. Praktik Industri
3. Keseimbangan antara karakteristik
4. Konservatisme
kualitatif
Contoh Laporan Keuangan yang Menggunakan IFRS
Contoh Laporan Keuangan yang Menggunakan GAAP