Anda di halaman 1dari 16

IV.3.

CAKUPAN PROGRAM YANG MASIH BERMASALAH


Berdasarkan data pencapaian kegiatan program Puskesmas Tempuran mulai bulan
Januari – April 2017 didapatkan beberapa program yang masih bermasalah karena skor
pencapaiannya kurang dari 100% :
No Program Pencapaian (< 100%)
1. Cakupan kunjungan bumil k4 72,30%
2. Deteksi kasus resiko tinggi ibu hamil 94.48%
3. Cakupan kunjungan bayi 47.38%
4 Deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan pra 45.85%
sekolah
5. Jumlah seluruh peserta aktif KB 98.15%
6. Cakupan pelayanan pra usila dan usila 19.96%
7. Jumlah desa yang melaksanakan STBM 20.20%
8. T2PM yang memenuhi syarat sanitasi 35.21%
9. Proporsi penduduk akses jamban 88.95%
10. Proporsi pengelolaan sampah RT memenuhi syarat 5.91%
11. Proporsi pengelolaan limbah cair RT memenuhi syarat 25.51%
12. Cakupan suspek Tb paru 29,81%
13. Penemuan kasus TB BTA (+) 40,29%
14. Cakupan balita dengan pneumonia 7,59%
15. Desa uci 66,67%
16. Jumlah bayi yang mendapat DPT 1 97.70%
17. Jumlah bayi yang mendapat imunisasi polio 4 98.93%
18. Jumlah bayi yang mendapat imunisasi campak 98.72%
19. Bayi yang dapat ASI eksklusif 26,21%
20. Posyandu purnama (indikator 2008) 90,63%
21. Posyandu mandiri (Indikator 2008) 33,33%
22. Penyuluhan P3 NAPZA di sekolah 11,83%
23. Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah 11,83%
24. Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS di sekolah 27,78%
25. Frekuensi kunjungan: jumlah kasus B+L+KK/B 90,98%
26. Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum 17,20%
Untuk penentuan prioritas masalah dengan menggunakan metode Hanlon Kuantitatif.
Kriteria dalam Hanlon Kuantitatif sbb:
Kriteria A: Besarnya masalah
Kriteria B: Kegawatan masalah
Kriteria C: Kemudahan dalam penganggunalan
Kriteria D: Faktor PEARL

1. Kriteria A: Besarnya masalah


Besarnya masalah dapat ditentukan melalui langkah-langkah berikut:
Langkah 1:
Menentukan besar masalah dengan cara menghitung selisih presentasi pencapaian hasil
kegiatan dengan pencapaian 100%.

No Program Pencapaian (< 100%) Besarnya masalah


( 100 % - %
pencapaian)
1. Cakupan kunjungan bumil k4 72,30% 27.70%
2. Deteksi kasus resiko tinggi ibu hamil 94.48% 5.52%
3. Cakupan kunjungan bayi 47.38% 52.62%
4 Deteksi dini tumbuh kembang anak 45.85% 54.15%
balita dan pra sekolah
5. Jumlah seluruh peserta aktif KB 98.15% 1.85%
6. Cakupan pelayanan pra usila dan 19.96% 80,04%
usila
7. Jumlah desa yang melaksanakan 20.20% 79.80%
STBM
8. T2PM yang memenuhi syarat 35.21% 64.79%
sanitasi
9. Proporsi penduduk akses jamban 88.95% 11.05%
10. Proporsi pengelolaan sampah RT 5.91% 94.09%
memenuhi syarat
11. Proporsi pengelolaan limbah cair RT 25.51% 74.49%
memenuhi syarat
12. Cakupan suspek Tb paru 29,81% 70.19%
13. Penemuan kasus TB BTA (+) 40,29% 59.71%
14. Cakupan balita dengan pneumonia 7,59% 92.41%
15. Desa uci 66,67% 33.33%
16. Jumlah bayi yang mendapat DPT 1 97.70% 2.30%
17. Jumlah bayi yang mendapat 98.93% 1.07%
imunisasi polio 4
18. Jumlah bayi yang mendapat 98.72% 1.28%
imunisasi campak
19. Bayi yang dapat ASI eksklusif 26,21% 73.79%
20. Posyandu purnama (indikator 2008) 90,63% 9.37%
21. Posyandu mandiri (Indikator 2008) 33,33% 66.67%
22. Penyuluhan P3 NAPZA di sekolah 11,83% 89.17%
23. Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah 11,83% 89.17%
24. Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS 27,78% 72.22%
di sekolah
25. Frekuensi kunjungan: jumlah kasus 90,98% 9.02%
B+L+KK/B
26. Pelayanan gangguan jiwa di sarkes 17,20% 82.80%
umum

Langkah 2:
Menentukan kolom/kelas interval dengan Rumus Sturgess :
k = 1 + 3,3 Log n
Keterangan:
k = jumlah kolom/kelas
n = jumlah masalah
dalam contoh masukkan ke rumus : k = 1 + 3.3 log n
= 1 + 3.3 log 25
= 1 + 3,3 x 1,41 = 1 + 4,66 = 5,66 . 6 kelas
Langkah 3 :
Menentukan interval kelas dengan menghitung selisih besarnya masalah terbesar dengan
terkecil kemudian di bagi kelas/kolom
Nilai besar masalah : terbesar = 98,50
terkecil = 1,07
Interval : nilai terbesar – nilai terkecil
k
: 94,09 – 1,07  15,5  16
6

Langkah 4. Menentukan skala interval dan nilai tiap interval sesuai jumlah kolom/kelas.:
Kolom/Kelas Skala interval Nilai
Skala 1 1,07 - 17,06 1
Skala 2 17,07 - 33,06 2
Skala 3 33,07 - 49,06 3
Skala 4 49,07 - 65,06 4
Skala 5 65,07 - 81,06 5
Skala 6 81,07 - 97,07 6
Langkah 5 : Menentukan nilai tiap masalah sesuai dengan kelasnya
Kriteria A: besarnya masalah

Besarnya masalah terhadap presentase pencapaian


Masalah 1,07 - 17,07 - 33,07 - 49,07 - 65,07 - 81,07 - Nilai
17,06 33,06 49,06 65,06 81,06 97,06
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 X 2
2 X 1
3 X 4
4 X 4
5 X 1
6 X 5
7 X 5
8 X 4
9 X 1
10 X 6
11 X 5
12 X 5
13 X 4
14 X 6
15 X 3
16 X 1
17 X 1
18 X 1
19 X 5
20 X 1
21 X 5
22 X 6
23 X 6
24 X 5
25 X 1
26 X 6
III.3.2 Kriteria B: kegawatan masalah
Kriteria ini dilakukan dengan cara menentukan keganasan, tingkat urgensi, dan tingkat
penyebaran/meluasnya tiap masalah dengan sistem scoring dengan score 1 – 5.
Keganasan dinilai sbb :
Sangat ganas : 5
Ganas :4
Cukup ganas : 3
Kurang ganas : 2
Tidak ganas :1

Tingkat urgensi dinilai sbb :


Sangat mendesak :5
Mendesak :4
Cukup mendesak :3
Kurang mendesak :2
Tidak mendesak :1

Tingkat penyebaran/meluasnya masalah dinilai sbb :


Sangat mudah menyebar/meluas :5
Mudah menyebar/meluas :4
Cukup menyebar/meluas :3
Sulit menyebar/meluas :2
Tidak menyebar/meluas :1

No Masalah Keganasan Urgensi Penyebaran Nilai


1 Cakupan
kunjungan 4 3 3 10
bumil k4
2 Deteksi kasus
resiko tinggi 4,2 2,5 3 9,7
ibu hamil
3 Cakupan
kunjungan 4 2 4 10
bayi
4 Deteksi dini
tumbuh
kembang anak 3 3 4 10
balita dan pra
sekolah
5 Jumlah
seluruh
1 1 4 6
peserta aktif
KB
6 Cakupan
pelayanan pra 1 1 1 3
usila dan usila
7 Jumlah desa
yang
1 2 4 7
melaksanakan
STBM
8 T2PM yang
memenuhi 3 2 4 9
syarat sanitasi
9 Proporsi
penduduk 4 2 3 9
akses jamban
10 Proporsi
pengelolaan
sampah RT 3 3 4 10
memenuhi
syarat
11 Proporsi
pengelolaan 4 3 4 11
limbah cair
RT memenuhi
syarat
12 Cakupan
suspek Tb 4 4 4 12
paru
13 Penemuan
kasus TB BTA 4 3 4 11
(+)
14 Cakupan
balita dengan 4 4 4 12
pneumonia
15 Desa uci 2 2 3 7
16 Jumlah bayi
yang
2 2 3 7
mendapat
DPT 1
17 Jumlah bayi
yang
mendapat 4 3 3 10
imunisasi
polio 4
18 Jumlah bayi
yang
mendapat 3 3 4 10
imunisasi
campak
19 Bayi yang
dapat ASI 4 3 4 11
eksklusif
20 Posyandu
purnama
2 1 2 5
(indikator
2008)
21 Posyandu
mandiri
3 2 3 8
(Indikator
2008)
22 Penyuluhan
P3 NAPZA di 4 3 3 10
sekolah
23 Penyuluhan
HIV/AIDS di 4 3 3 10
sekolah
24 Penyuluhan
NAPZA dan
4 3 3 10
HIV/AIDS di
sekolah
25 Frekuensi
kunjungan:
4 3 3 10
jumlah kasus
B+L+KK/B
26 Pelayanan
gangguan jiwa
2 2 1 5
di sarkes
umum

III.3.3 Kriteria C. kemudahan dalam penganggulangan


Kemudahan dalam penganggulangan masalah di ukur dengan sistem scoring dengan
nilai 1 – 5 dimana:
Sangat mudah : 5
Mudah :4
Cukup mudah : 3
Sulit :2
Sangat sulit :1
No Masalah Nilai
1 Cakupan kunjungan bumil k4 5
2 Deteksi kasus resiko tinggi ibu hamil 5
3 Cakupan kunjungan bayi 5
4 Deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan
3
pra sekolah
5 Jumlah seluruh peserta aktif KB 5
6 Cakupan pelayanan pra usila dan usila 2
7 Jumlah desa yang melaksanakan STBM 2
8 T2PM yang memenuhi syarat sanitasi 2
9 Proporsi penduduk akses jamban 2
10 Proporsi pengelolaan sampah RT memenuhi
3
syarat
11 Proporsi pengelolaan limbah cair RT memenuhi
3
syarat
12 Cakupan suspek Tb paru 4
13 Penemuan kasus TB BTA (+) 4
14 Cakupan balita dengan pneumonia 4
15 Desa uci 5
16 Jumlah bayi yang mendapat DPT 1 5
17 Jumlah bayi yang mendapat imunisasi polio 4 5
18 Jumlah bayi yang mendapat imunisasi campak 5
19 Bayi yang dapat ASI eksklusif 4
20 Posyandu purnama (indikator 2008) 3
21 Posyandu mandiri (Indikator 2008) 3
22 Penyuluhan P3 NAPZA di sekolah 5
23 Penyuluhan HIV/AIDS di sekolah 5
24 Penyuluhan NAPZA dan HIV/AIDS di sekolah 5
25 Frekuensi kunjungan: jumlah kasus B+L+KK/B 5
26 Pelayanan gangguan jiwa di sarkes umum 2

III.3.4 Kriteria D. PEARL faktor


Kelompok kriteria D terdiri dari beberapa faktor yang saling menentukan dapat atau
tidak nya suatu program dilaksanakan, faktor-faktor tersebut adalah:
Kesesuaian (Propriety), Secara Ekonomis murah (Economic), Dapat diterima (Acceptability),
Tersedianya sumber (Resources availability), Legalitas terjamin (Legality)

No Hasil
Masalah P E A R L
kali
1 Cakupan
kunjungan 1 1 1 1 1 1
bumil k4
2 Deteksi kasus
resiko tinggi 1 1 1 1 1 1
ibu hamil
3 Cakupan
kunjungan 1 1 1 1 1 1
bayi
4 Deteksi dini
tumbuh
kembang
1 1 1 1 1 1
anak balita
dan pra
sekolah
5 Jumlah
seluruh
1 1 1 1 1 1
peserta aktif
KB
6 Cakupan
pelayanan pra 1 1 1 1 1 1
usila dan usila
7 Jumlah desa
yang
1 1 1 1 1 1
melaksanakan
STBM
8 T2PM yang
memenuhi 0 0 1 1 1 0
syarat sanitasi
9 Proporsi
penduduk 1 0 1 1 1 0
akses jamban
10 Proporsi
pengelolaan
sampah RT 1 1 1 1 1 1
memenuhi
syarat
11 Proporsi
pengelolaan
limbah cair
1 0 1 1 1 0
RT
memenuhi
syarat
12 Cakupan
suspek Tb 1 1 1 1 1 1
paru
13 Penemuan
kasus TB 1 1 1 1 1 1
BTA (+)
14 Cakupan
balita dengan 1 1 1 1 1 1
pneumonia
15 Desa uci 1 1 1 1 1 1
16 Jumlah bayi
yang
1 1 1 1 1 1
mendapat
DPT 1
17 Jumlah bayi
1 1 1 1 1 1
yang
mendapat
imunisasi
polio 4
18 Jumlah bayi
yang
mendapat 1 1 1 1 1 1
imunisasi
campak
19 Bayi yang
dapat ASI 1 1 1 1 1 1
eksklusif
20 Posyandu
purnama
1 1 1 1 1 1
(indikator
2008)
21 Posyandu
mandiri
1 1 1 1 1 1
(Indikator
2008)
22 Penyuluhan
P3 NAPZA di 1 1 1 1 1 1
sekolah
23 Penyuluhan
HIV/AIDS di 1 1 1 1 1 1
sekolah
24 Penyuluhan
NAPZA dan
1 1 1 1 1 1
HIV/AIDS di
sekolah
25 Frekuensi
kunjungan:
1 1 1 1 1 1
jumlah kasus
B+L+KK/B
26 Pelayanan
gangguan
1 1 1 1 1 1
jiwa di sarkes
umum

III.3.5 Penilaian prioritas masalah


Setelah nilai dari kriteria A,B,C dan D didapat, hasil tersebut dimasukan dalam formula
nilai prioritas dasar (NPD) serta nilai prioritas total (NPT) untuk menentukan prioritas masalah
yang dihadapi:
NPD = (A+B) x C
NPT = (A+B) x C x D
Masalah A B C D NPD NPT Prioritas
Cakupan
kunjungan bumil 2 10 5 1 60 60 VIII
k4
Deteksi kasus
resiko tinggi ibu 1 9,7 5 1 53,5 53,5 XII
hamil
Cakupan
4 10 5 1 70 70 V
kunjungan bayi
Deteksi dini
tumbuh kembang
4 10 3 1 42 42 XIII
anak balita dan
pra sekolah
Jumlah seluruh
1 6 5 1 35 35 XIX
peserta aktif KB
Cakupan
pelayanan pra 5 3 5 1 40 40 XVII
usila dan usila
Jumlah desa
yang
5 7 2 1 24 24 XXI
melaksanakan
STBM
T2PM yang
memenuhi syarat 4 9 2 0 72 0 XXVI
sanitasi
Proporsi
penduduk akses 1 9 2 0 20 0 XXIV
jamban
Proporsi
pengelolaan
6 10 2 1 32 32 XX
sampah RT
memenuhi syarat
Proporsi
pengelolaan
5 11 3 0 48 0 XXIV
limbah cair RT
memenuhi syarat
Cakupan suspek
5 12 3 1 51 51 XIII
Tb paru
Penemuan kasus
4 11 4 1 60 60 VII
TB BTA (+)
Cakupan balita
dengan 6 12 4 1 72 72 IV
pneumonia
Desa uci 3 7 4 1 40 40 XV
Jumlah bayi yang
1 7 5 1 40 40 XVI
mendapat DPT 1
Jumlah bayi yang
mendapat 1 10 5 1 55 55 IX
imunisasi polio 4
Jumlah bayi yang
mendapat 1 10 5 1 55 55 XI
imunisasicampak
Bayi yang dapat
5 11 4 1 64 64 VI
ASI eksklusif
Posyandu
purnama 1 5 3 1 18 18 XXIII
(indikator 2008)
Posyandu
mandiri 5 8 3 1 39 39 XVIII
(Indikator 2008)
Penyuluhan P3
NAPZA di 6 10 5 1 80 80 I
sekolah
Penyuluhan
HIV/AIDS di 6 10 5 1 80 80 II
sekolah
Penyuluhan
NAPZA dan
5 10 5 1 75 75 III
HIV/AIDS di
sekolah
Frekuensi
kunjungan:
1 10 5 1 55 55 X
jumlah kasus
B+L+KK/B
Pelayanan
gangguan jiwa di 6 5 2 1 22 22 XXII
sarkes umum