Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM EKSPERIMEN FISIKA 1

(EFEK HALL)

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Eksperimen Fisika 1 yang diampu
oleh dosen:

Drs. David Edison Tarigan, M.Si

disusun oleh:

Seli Nurpianti NIM. 1506036

Pelaksanaan Percobaan:

Hari/tanggal/waktu : Jumat/6 Oktober 2017 / 07.00-08.40 WIB

Teman Sekelompok: : Eka Fitri Rahayu (NIM. 1507104)

LABORATORIUM FISIKA LANJUT

DEPARTEMEN PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2017
Eksperimen 5
Efek Hall

A. Tujuan Percobaan
Menentukan rapat muatan pembawa dan jenis muatan pembawa

B. Dasar Teori
Jika sebuah plat penghantar yang lebarnya b dan dialiri arus listrik I, lalu
ditempatkan dalam medan magnet B, maka antara kedua tepi plat penghantar akan
terdapat beda potensial Hall (VH). Sama halnya ketika suatu kawat penghantar yang
sedang mengalirkan arus listrik dikenai medan magnet, maka akan terjadi pemisahan
muatan dalam kawat yang disebut efek Hall. Fenomena ini memungkinkan kita
menentukan tanda muatan pada pembawa muatan dan jumlah muatan per satuan
volume n dalam suatu konduktor. Sebagian sumber mendefisikan Efek Hall sebagai
peristiwa membeloknya arus listrik dalam pelat konduktor karena adanya pengaruh
medan magnet. Peristiwa ini pertama kali ditemukan oleh Dr. Edwin Hall pada tahun
1879. Beliau menemukan bahwa jika medan magnet sebuah magnet akan tegak lurus
dengan suatu permukaan pelat emas yang dialiri arus. Sehingga terbentuk beda
potensial pada ujung-ujung pelat yang saling berlawanan.
Prinsip utama Efek Hall adalah gaya Lorentz. Gaya Lorentz akan terjadi ketika
sebuah bahan konduktor berbentuk pelat diberi medan magnet sehingga akan ada arus
listrik. Permukaan atas pelat konduktor tersebut akan sejajar dengan muatan positif
yang arahnya keatas, sedangkan bagian bawah konduktor akan sejajar dengan muatan
negatif yang mengarah ke bawah. Oleh karena itu, akan timbul medan listrik dan beda
potensial pada penghantar. Setiap bahan konduktor dan semikonduktor akan memiliki
konstanta Hall yang berbeda tergantung jenis pembawa muatannya.

Gambar 1. Peristiwa Efek Hall


Gambar 1. menunjukkan dua lempengan yang mengalirkan arus yang salah
satunya menyalurkan arus I ke kanan karena sisi kiri lempengan itu dihubungkan
dengan terminal positif baterai, dan sisi kanan dihubungkan ke terminal negatif
baterai. Lempengan ini berada dalam medan magnet yang diarahkan ke dalam bidang
kertas. Untuk saat ini, kita asumsikan bahwa arus tersebut terdiri atas muatan positif
yang bergerak ke kanan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.(a). Gaya magnetik
pada partikel ini adalah (dengan vd merupakan kecepatan drift pembawa
muatan). Gaya ini mengarah ke atas. Partikel positif bergerak ke atas lempengan,
yang membuat bagian bawah lempengan itu mengandung muatan negative yang
berlebihan. Pemisahan muatan ini menghasilkan medan elektrostatik pada lempengan
yang melawan gaya magnetik pada muatan pembawanya. Apabila medan elektrostatik
dan medan magnetik seimbang, pembawa muatan tidak lagi bergerak ke atas. Dalam
keadaan setimbang, bagian atas lempengan tadi bermuatan lebih positif, sehingga
berada pada potensial yang lebih tinggi dari bagian bawah yang bermuatan negatif.
Jika arus itu terdiri dari partikel bermuatan negatif, seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 1.(b), pembawa muatan harus bergerak ke kiri (karena arusnya masih tetap ke
kanan). Gaya magnetik dalam hal ini ke atas karena tanda q maupun vd telah
diubah. Sekali lagi, pembawa muatan dipaksa ke bagian atas lempengan, tetapi
bagian atas lempengan itu sekarang menyalurkan muatan negatif (karena pembawa
muatannya negatif) dan bagian bawah menyalurkan muatan positif. Beda potensial
antara bagian atas dan bagian bawah lempengan itu disebut tegangan Hall.
Pengukuran tanda beda potensial antara bagian atas dan bagian bawah
lempengan itu akan memberi tahu kita tanda pembawa muatannya. Untuk konduktor
logam biasa, kita temukan bahwa bagian atas lempengan pada Gambar 1. berada pada
potensial yang lebih rendah daripada bagian bawahnya-yang berarti bahwa bagian
atas itu haruslah menyalurkan muatan negatif. Jenis percobaan inilah yang mengarah
ke penemuan bahwa pembawa muatan dalam konduktor logam ialah muatan negatif.
Dengan demikian Gambar 1. merupakan penggambaran arus yang benar pada
konduktor biasa.
Besar gaya magnetik pada pembawa muatan dalam lempengan itu adalah
. Gaya magnetik ini diimbangi oleh gaya elektrostatik yang besarnya ,
dengan merupakan medan listrik akibat pemisahan muatan tersebut. Jadi kita
memperoleh . Jika lebar lempengannya w, beda potensial ialah .
Tegangan Hall sama dengan

Karena kecepatan drift untuk arus biasa sangat kecil, kita dapat lihat dari persamaan
di atas bahwa tegangan Hall itu sangat kecil untuk lempengan berukuran biasa dan
medan magnetik yang lemah. Dari pengukuran tegangan Hall untuk lempengan yang
ukurannya diketahui yang sedang menyalurkan arus yang diketahui dalam medan
magnetik, kita dapat menentukan jumlah pembawa muatan per satuan volume dalam
lempengan tersebut. Dengan persamaan arus itu adalah

dengan merupakan luas penampang lempengnya. Untuk lempengan dengan lebar


dan tebal plat , luas penampangnya ialah . Karena pembawa muatannya
berupa elektron, besar Densitas jumlah muatan yang menyalurkan diberikan
oleh

Dengan mensubstitusikan pada persamaan (1) kita peroleh:

Dengan memodifikasi persamaan (1) dan (3) maka untuk tegangan Hall kita juga
dapat menuliskan:

C. Alat dan Bahan


No Nama Alat dan Bahan Jumlah
1 Ferrite magnet SN with base and spacer 1 Set
2 Measury Apparatus (Hall Effect 1 Set
Experimental Set)
3 Gauss Meter 1 Set

D. Prosedur Percobaan
a. Percobaan 1 ( Medan magnet tetap, arus berubah )
1. Menekan tombol on pada power supply dari alat percobaan efek Hall
2. Mengkalibrasi alat dengan mengatur tegangan Hall sebelum dikenai medan
magnet
3. Meletakkan plat lempeng diantara dua buah magnet yang telah disediakan
4. Mengatur medan magnet yang diinginkan pada alat gaussmeter, kemudian
mencatat besar medan magnet tersebut. Setelah itu membaca tegangan Hall
yang terbaca pada layar dan mencatatnya
5. Mengukur besar tegangan hall dengan mengubah arus pada posisi medan
magnet tetap kemudian mencatat besar medan magnet tersebut
6. Melakukan langkah 1-5 diatas dengan kuat arus yang diubah-ubah, namun
besar medan magnetnya tetap untuk 6 data.
7. Mencatat semua data pengamatan

b. Percobaan 2 (Medan magnet berubah, arus tetap)


1. Menekan tombol on pada power supply dari alat percobaan efek Hall
2. Mengkalibrasi alat dengan mengatur tegangan Hall sebelum dikenai medan
magnet
3. Meletakkan plat lempeng diantara dua buah magnet yang telah disediakan
4. Mengatur arus yang diinginkan pada alat, kemudian mencatat besar kuat arus
tersebut. Setelah itu membaca tegangan Hall yang terbaca pada layar dan
mencatatnya
5. Mengukur besar medan magnet di posisi ketika plat diletakkan di antara
medan magnet menggunakan Gaussmeter, kemudian mencatat besar medan
magnet tersebut.
6. Melakukan langkah 1-5 diatas dengan besar medan magnet yang diubah-ubah
dan arusnya dibuat tetap
7. Mencatat semua data pengamatan

E. Data Percobaan
Tebal plat (b) : 0,5 m
Lebar Plat : 4 m
Panjang plat : 20 m
e = 1,6 C
1. Percobaan I : Medan magnet (B) konstan, B = 2.29 mG
No I (mA) VH (mV)
1 0.05 0.20
2 0.15 0.24
3 0.25 0.25
4 0.35 0.29
5 0.45 0.32
6 0.55 0.35
2. Percobaan II: Arus listrik (I) konstan, I = 0,05 mA
No B (mG) VH (mV)

1 200 0.27
2 233 0.18
3 280 0.12

F. Pengolahan Data
Untuk mencari harga rapat muatan pembawa dan jenis muatan pembawa yaitu dengan
menggunakan perumusan sebagai berikut

1. Percobaan I : Menentukan rapat muatan pembawa (n) dengan membuat medan


magnet (B) konstan
1) Metoda Statistik
Besar medan magnet (B) = 0,0229 T
No I. (A) VH (V) n ̅ ̅
1 0.00005 0.0002 0.934 2.8402 8.0669
2 0.00015 0.00024 2.336 1.4387 2.0697
3 0.00025 0.00025 3.737 0.0371 0.0014
4 0.00035 0.00029 4.511 0.7362 0.5419
5 0.00045 0.00032 5.256 1.4812 2.1941
6 0.00055 0.00035 5.873 2.0986 4.4041
22.648 17.278

̅ ∑

̅
√ √

maka dengan menggunakan metoda statistika diperoleh hasil sebagai berikut

(̅ ) ( ) elektron/

persentase kesalahan
2) Metoda Grafik Microsoft Excel
No I. (A) VH (V)
1 0.00005 0.0002
2 0.00015 0.00024
3 0.00025 0.00025
4 0.00035 0.00029
5 0.00045 0.00032
6 0.00055 0.00035

Grafik Hubungan V/I


0.0004
0.00035
0.0003
y = 0.2943x + 0.0002
0.00025 R² = 0.9873
VH(V)

0.0002
0.00015
0.0001
0.00005
0
0 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005 0.0006
I(A)

( ) ( )

( )

elektron/
maka dengan menggunakan metoda grafik excel diperoleh hasil sebagai berikut
elektron/
3) Pengolahan data menggunakan Grafik Origin

Dari pengolahan data grafik, didapatkan persamaan garis lurus sebagai berikut,
( ) ( )
Sehingga gradien (m) persamaan garis di atas sama dengan:

( ) ( )

( )

elektron/

( )
elektron/
maka dengan menggunakan metoda grafik origin diperoleh hasil sebagai berikut
(̅ )
( ) elektron
Persentase kesalahan presisi

2. Percobaan II : Medan magnet berubah, arus tetap


Besar arus listrik (I) = 0,05 mA
1) Metoda Statistik
No B(T) VH (V) n ̅ ̅
1 0.02 0.27 1.46 4.477 0.3010
2 0.0233 0.18 0.81 1.017 0.0102
3 0.028 0.12 0.46 5.493 0.2000

2.73 0.5112

̅ =

̅
√ √

maka : ̅ ( )

dengan ̅
2) Metoda Grafik Ms. Excel

grafik hubungan V/B


0.0003

0.00025

0.0002
V volt)

0.00015
y = -0.0183x + 0.0006
0.0001 R² = 0.9542
0.00005

0
0 0.005 0.01 0.015 0.02 0.025 0.03
B (Tesla)

( )

( )( )
elektron/
maka dengan menggunakan metoda grafik excel diperoleh hasil sebagai berikut
elektron/

3) Metoda Grafik Origin


( )

( )

elektron/

( )

elektron/
maka dengan menggunakan metoda grafik origin diperoleh hasil sebagai berikut
(̅ )
( ) elektron/
persentase kesalahan presisi

G. Analisis

Pada praktikum pertama yaitu menentukan rapat muatan pembawa (n) dengan
membuat medan magnet (B) konstan di dapat bahwa semakin besar kuat arus, maka
semakin besar pula tegangan Hall dari plat lempeng, ini sesuai dengan rumus

. Hal ini terjadi karena semakin kuat arus yang mengalir, maka muatan yang

mengalir pada plat tiap satuan waktu akan semakin banyak dan akan lebih banyak
muatan yang mengalami gaya magnetik yang akhirnya meningkatkan beda potensial
pada kedua sisi plat. Sedangkan, Pada praktikum kedua yaitu Menentukan rapat
muatan (n) dengan arus konstan, di dapat bahwa semakin besar kuat arus, maka
semakin kecil tegangan Hall dari plat lempeng tersebut. Hal ini tidak sesuai dengan
teori bahwa semakin kuat medan magnet, maka semakin besar gaya magnetik yang
diterima oleh muatan yang mengalir pada plat. Artinya gaya magnetik yang dialami
muatan semakin besar, maka muatan akan semakin kuat tertarik pada sebelah sisi plat
dan akhirnya beda potensial antara kedua sisi plat pun semakin besar ini sesuai
dengan perumusan .

Dari data yang diperoleh masih terdapat kesalahan yang disebabkan oleh hal-
hal berikut:
1. Kurangnya ketelitian ketika mengkalibrasi alat. Karena tergeser sangat sedikit pun
sudah berubah.
2. Sulit menentukan nilai pada display gaussmeter dan voltmeter ketika pembacaan
pengukuran.
3. Alat sudah tidak berfungsi dengan baik.
Adapun saran yang dapat disampaikan untuk memperkecil nilai kesalahan
dalam melakukan percobaan adalah sebagai berikut
1. Melakukan kalibrasi alat dengan benar.
2. Lebih teliti dalam pembacaan nilai medan magnet dan tegangan di display
gaussmeter dan voltmeter.
3. Alat sudah saatnya diganti dengan yang lebih baik.

H. Kesimpulan
Dari hasil praktikum, pengolahan data dan analisis dapat disimpulkan bahwa
besar rapat muatan pembawa adalah ( ) elektron/
dengan presentase kesalahan presisi sebesar . Pengolahan yang lebih baik
digunakan adalah dengan cara kuat medan tetap dan arus yang diberikan berubah
dengan metode grafik origin, karena menghasilkan presisi kesalahan yang lebih kecil
daripada perhitungan lainnya. Sedangkan jenis muatan pembawa pada pelat adalah
muatan negative (elektron).
I. Daftar Pustaka

Halliday & Resnick,(terjemahan Pantur Silaban.Ph.D). 1984. Fisika Jilid 2


edisi ketiga. Jakarta : Erlangga.
Tim Dosen Eksperimen Fisika Lanjut. (2017). Petunjuk Praktikum Eksperimen
Fisika 1. Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
Tipler, Paul A. 2001. Fisika Untuk Sains dan Teknik Jilid 2 Edisi Ketiga.
Jakarta : Erlangga

J. Lampiran
TUGAS AKHIR
1. Berdasarkan data yang anda peroleh tentukanlah rapat muatan pembawa ketika B
dibuat tetap dan I divariasikan!
Jawab :
Dengan medan magnet tetap B = 0,0299 T dan arus yang divariasikan didapatkan
hasil sebagai berikut :
a. Metode statistika
(̅ ) ( ) elektron/ dengan kesalahan
presisi .
b. Metode Grafik Ms. Excel
elektron/
c. Metode Grafik Ms.Origin
( ) elektron dengan kesalahan presisi
2. Berdasarkan data yang anda peroleh tentukanlah rapat muatan pembawa ketika I
dibuat konstan dan B divariasikan!
Jawab :
Dengan I tetap = 0,05 mA dan B divariasikan didapatkan hasil sebagai berikut :
a. Metode Statistika
(̅ ) = ( 0,505) elektron/ dengan kesalahan
presisi 55,52%.
b. Metode Grafik Ms. Excel
elektron/
c. Metode Grafik Origin
( ) elektron/ kesalahan presisi 21,8%
3. Berdasarkan referensi tentukan prosedur mana yang paling baik dan jelaskan
alasannya!
Jawab :
kedua percobaan tersebut terlihat bahwa metode yang paling baik yang digunakan
untuk menentukan rapat muatan pembawa per satuan volume adalah dengan cara
membuat kuat medan magnet konstan, sedangkan kuat arusnya diubah-ubah
(percobaan 1) menggunakan metode grafik (apabila data yang diambil cukup
banyak) karena memberikan hasil yang lebih baik dan kesalahan yang lebih kecil.
4. Berdasarkan referensi apakah hasilnya cukup mendekati atau menyimpang cukup
jauh. Bila hasilnya menyimpang cukup jauh, lakukan analisis mengapa hasilnya
seperti itu!
Jawab :
Dari hasil yang didapat tidak menyimpang terlalu jauh. Hal ini disebabkan oleh
beberapa faktor yaitu,
a. Kurang teliti dalam mengkalibrasikan alat
b. Ketidaktelitian pada saat mengambil data
c. Sensitifitas alat ketika menunjukkan angka pengukuran
d. Alat yang tidak dalam kondisi baik
5. Tentukanlah jenis muatan pembawa berdasarkan data yang anda peroleh!
Jawab :
Jenis pembawa muatan pembawa pada praktikum ini yaitu dengan melakukan
pengukuran tanda beda potensial antara bagian atas dan bagian bawah. Ternyata
pada percobaan ini pada lempeng bagian atas (kanan) berada dari pada potensial
yang lebih rendah, jadi jenis muatannya ialah negatif.