Anda di halaman 1dari 3

1.

Alopurinol (kategori C) tab 100 mg – 300mg

Indikasi atritis gout, hiperurisemia primer dan sekunder

Dosis :

Dewasa

Dosis initial 100 – 200 mg. dosis maintenance 200 – 600 mg per 24 jam. Dosis maksimal 900 mg
/ 24 jam

Dosis alternative dewasa : Gejala mild : 100 – 200 mg / 24 jam. Gejala moderat : 300 – 600 mg
/24 jam. Gejala servere : 700 – 900 mg / 24 jam.

Anak

Dosis : 10 – 20 mg /kgBB/24 jam. Dipakai pada hiperurismia sekunder karena kemoterapi.


Diberikan 24 jam sebelum kemoterapi s/d 7-10 hari post kemoterapi

Efek samping : diare, mual, peninkatan alkali phosphatase, SGO/SGPT, mencetuskan serangan
akut gout, reaksi alergi, ekimosis, demam, sakit kepala, mengantuk, resiko pendarahan saluran
cerna, pusing, insomnia

Catatan : ( diberikan bersama makan, segera sesudah makan )

Kontraindikasi : dalam feses akut atritis gout, riwayat alrgi terhadap allopurinol

2. Ambroxol Tab 30 mg, Syr 15 & 30 mg/5ml botol 60 ml, drop 15mg & 7,5 mg botol 20 mg
Indikasi : sekretolik untuk gangguan saluran nafas akut terutama pada pasien eksaserbasi asma,
bronchitis kronik dan asma bronchial.
Dosis :
Umum : 1,2-1,6 mg / kgBB / hari. Dosis di bagi menjadi 2-3 kali/ hari
Berdasarkan umur :
(Dewasa dan anak >12 tahun): 30 mg per 8 – 12 jam,
(Anak 6 - 12 tahun ) : 15 mg 8 – 12 jam,
(Anak 2 – 6 tahun) : 7,5 mg per 8 – 12 jam,
(Anak < 2 tahun ) : 7,5 mg per 12 jam.
Efek samping : reaksi alergi dan gangguan GI ringan.

Catatan : ( diberikan bersama makan, segera sesudah makan )

Kontraindikasi : riwayat alrgi terhadap komponen obat diatas.


3. Aminofilin (kategori C) tab 150 & 200 mg, injeksi amp 1ml 24mg/ml
Indikasi : pengobatan dan penceghan bronkospasme yang berhubungan dengan asma,
emfisema dan bronkilitis kronik
Dosis :
Dosis untuk asma anak :
Dosis oral : 6 mg/ kgBB per 12 jam
Dosis IV loading : 6 – 8 jam mg/ kgBB (maksimal 300 mg) selama 20-60mg menit (bila 8 jam
sebelumnya telah diberikan aminofilin dosis hanya stengah)
Dosis maintenance : 5 mg/kkBB injeksi tiap 6 jam, atau infus kontinu : 0,5 – 1 mg /kgBB/ jam
Dosis untuk asma dewasa:
Dosis oral : 10mg/kgBB/hari (maksimal 800 mg) di bagi 2 dosis
Dosis IV loading : 6 mg/ selama 20-60 menit (bila 8 jam sebelumnya telah diberikan aminofilin
dosis hanya stengahnya)
Dosis maintenance :
dewasa non perokok : 0,4-0,5 mg/kgBB/ jam
dewasa perokok : 0,7 – 0,8 mg/kgBB/ jam
geriatric, cor pulmonale : 0,3 mg/kgBB/ jam
CCF, hepatic disease : 0.1 – 0.2 mg/kgBB/ jam

Dosis untuk pasien neonatus dan bayi premature apnue :

dosis IV loading : 10 mg/kgBB selama 30 menit (diencerkan dengan 5 ml D5 atau NS)

dosis maintenance : umur <7 tahun 2,5 mg/kgBB IV/ oral per 12 jam, umur 7 – 28 hari :

4 mg/ kgBB IV/ oral per 12 jam

Efek samping : mual muntah, nyeri perut, diare, sakit kepala, insomnia, pusing, cemas, tremor,
palpitasi, aritmia, takikardia, hipotensi, alergi, hyperkalemia.

Catatan : (sedian oral : diberikan saat perut kosong, untuk injeksi pelan, sedian 1 ampul bias
diencerkan dengan 20 ml D5 dan jika untuk infus continue 2 ampul bias diencerkan dengan
500ml D5). Aminofilin sudah tidak direkomendasikan sebagai kontrolers dan reliver dalam
tatalaksnaan asma

Kontraindikasi : riwayat alergi dengan teofilin dan devirat xanthine lain, jangan diberikan
bersama obat derivate xanthine lain, gentamisin, pasien ulkus peptic aktif dan porfiria.