Anda di halaman 1dari 28

PERBANDINGAN PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA

DENGAN NEGARA-NEGARA DI ASIA PASCA SEBELUM DAN


SESUDAH REFORMASI

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Perekonomian Indonesia

Semester V / 2018

DI SUSUN OLEH :

RITA ANDINI ( 155207010 )

KELAS PAGI D

SEMESTER V ( LIMA )

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI DAN BISNIS PERDANA MANDIRI

GRAHA POLIBISNIS Jl. Veteran No.74 Purwakarta

Telp : 0254-207530, Fax : 0264-209585, Email : info@stieb-perdanamandiri.ac.id

TAHUN AKADEMIK 2016 – 2017


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
pertolonganNya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami juga mengucapkan
terimakasih kepada teman-teman yang turut membantu terselesainya makalah ini.

Dalam Makalah ini membahas tentang perbandingan perekonomian Indonesia dengan


Negara-negara di asia pasca sebelum dan sesudah reformasi.

Untuk itu semoga makalah yang kami buat ini dapat menjadi dasar dan acuan agar kita
menjadi lebih kreatif lagi dalam membuat suatu laporan atau makalah.

Purwakarta, 5 Januari 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ 1

DAFATAR ISI ......................................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................ 3

1.1 Latar Belakang ............................................................................................................... 3

1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................................... 3

1.3 Tujuan ............................................................................................................................ 3

BAB II PEMBAHASAAN ...................................................................................................... 4

2.1 Perkembangan perekonomian negara indonesia sebelum dan sesudah reformasi .......... 4

2.2 Perbandingan perkembangan perekonomian negara indonesia dengan negara cina…..14

2.3 Perkembangan ekonomi dan politik negara jepang……………………………………18

2.4 Perkembangan negara singapura pra dan pasca kemerdekaan…………………………21

BAB III PENUTUP .................................................................................................................25

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………….….25

3.2 Saran…………………………………………………………..………………………..26

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................,27

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Persoalan-persoalan ekonomi pada hakekatnya adalah masalah transformasi atau
pengolahan alat-alat/sumber pemenuh/pemuas kebutuhan, yang berupa faktor- faktor
produksi yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan keterampilan (skill) menjadi
barangdanjasa
Seperti yang kita ketahui bahwa yang menentukan bentuk suatu sistem ekonomi kecuali
dasar falsafah negara yang dijunjung tinggi, maka yang dijadikan kriteria adalah
lembaga-lembaga, khususnya lembaga ekonomi yang menjadi perwujudan atau realisasi
falsafah tersebut.
Ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring
perkembangan zaman ,tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah oleh karena itu
ekonomi secara terus-menerus mengalami pertumbuhan dan perubahan. Perubahan yang
secara umum terjadi pada perekonomian yang dialami suatu negara seperti inflasi
,pengangguran , kesempatan kerja, hasil produksi,dan sebagainya. Jika hal ini ditangani
dengan tepat maka suatu negara mengalami keadaan ekonomi yang stabil, mempengaruhi
kesejahteraan kehidupan penduduk yang ada negara tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


- Bagaimana perkembangan perekonomian negara indonesia sebelum dan sesudah
reformasi ?
- Bagaimana perbandingan perkembangan perekonomian negara indonesia dengan
negara cina ?
- Bagaimana perkembangan ekonomi dan politik negara jepang ?
- Bagaimana perkembangan negara singapura pra dan pasca kemerdekaan ?

1.3 Tujuan
Untuk mengetahui perbandingan perkembangan perekonomian negara Indonesia dengan
negara cina, negara jepang, dan negara singapura pasca sebelum dan sesudah reformasi.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan perekonomian Indonesia sebelum dan sesudah reformasi


Indonesia pasca merdeka sejak 17 Agustus 1945 mengalami banyak masa-
masa politik yang secara tidak langsung menciptakan kondisi ekonomi yang berbeda-
beda. Mulai dari masa orde lama yang saat itu dipimpin oleh Bapak Proklamator
Indonesia yaitu Bapak Soekarno, Masa orde baru yang terkenal akan
pembangunannya yang dipimpin oleh Bapak Pembangunan Indonesia, yaitu Bapak
Soeharto, hingga masa reformasi sampai sekarang.
Selain itu kondisi politik Indonesia yang pernah condong ke Blok Timur pada
era orde lama dan pernah condong ke Blok Barat juga berdampak pada kondisi
ekonomi Indonesia. Pada orde lama, kondisi ekonomi Indonesia yang kurang stabil
pada saat awal kemerdekaan seperti adanya pemberontakan dan semangat melawan
penjajahan blok Barat serta blokade ekonomi oleh Belanda menjadikan ekonomi
Indonesia kurang baik. Bahkan kas negara pun kosong, dalam artian tidak ada
pemasukan baik import maupun eksport dari dan ke Indonesia.
Begitupun pada Era Orde Baru, Indonesia mulai menjalin hubungan dengan
Blok Barat, serta meninggalkan Blok Timur, pada orde ini Indonesia mulai
membangun dengan program-programnya. Seperti Repelita (Rencana Pembangunan
Lima Tahun) I hingga Repelita VI.
Hingga akhirnya Era Orde baru runtuh ditandai dengan krisis ekonomi global
yang ternyata berdampak signifikan terhadap Indonesia bahkan menyebabkan krisis
yang pecah pada 1998. Muncullah era reformasi yang meregenerasi semangat UUD
1945 untuk keluar dari krisis dan membangun Indonesia yang lebih demokratis.
Indonesia pun mampu keluar dari krisis dengan bantuan dari lembaga perbankan
dunia dan akhirnya dapat mencapai kestabilan ekonomi hingga sekarang.
Bersama tulisan ini, saya ingin menggambarkan perbandingan perekonomian
Indonesia pada masa orde lama, orde baru hingga reformasi. Tulisan ini bukan
semata-mata untuk mencari kesalahan pada setiap orde kepemimpinan diIndonesia,
tapi lebih memberikan informasi tentang kekurangan dan kelebihannya.

4
SEJARAH EKONOMI INDONESIA ORDE LAMA,ORDE BARU, DAN
REFORMASI
 ORDE LAMA
Orde lama berlangsung pada masa kepemimpinan Bapak Proklamator yaitu
Bapak Soekarno. Orde lama berlangsung sejak 1945 sampai 1966. Pada masa orde
lama Indonesia masih sangat muda dan belum maksimal untuk mengeluarkan segala
potensi ekonominya.
Orde lama terbagi menjadi 3 masa, yaitu :
1. Masa perang kemerdekaan ( 1945 – 1949 )
2. Masa demokrasi Parlementer (1949 – 1959 )
3. Masa demokrasi terpimpin ( 1959 – 1966 )
Pada masa awal kemerdekaan yaitu masa perang kemerdekaan, Indonesia
banyak menggunakan taktik militer bumi hangus yang pada akhirnya berdampak
tidak baik pada ekonomi serta adanya blokade ekonomi dari Belanda menyebabkan
Indonesia tidak bisa ekspor maupun import dari dan ke luar negeri, bahkan saat itu
ada kondisi kas negara kosong. Yaitu kondisi dimana Indonesia tidak memiliki
pendapatan sehingga kas negara menjadi kosong.
Setelah Indonesia diakui kemerdekaannya oleh Belanda, Indonesia mewarisi
seluruh hutang Belanda ditambah kesibukan Indonesia untuk menasionalisasi
perusahaan-perusahaan belanda dan juga memadamkan pemberontakan-
pemberontakan yang terjadi membuat Indonesia tidak bisa fokus membangun
ekonomi walau Indonesia mengubah sistem parlementernya menjadi terpimpin pun
tetap tidak bisa membangun ekonomi menjadi lebih baik, hal ini mungkin
dikarenakan Indonesia yang menutup diri dari pihak barat, padahal pada saat itu pihak
barat ekonominya sedang berkembang pesat.
Era orde lama runtuh ditandai dengan munculnya supersemar (Surat perintah sebelas
maret) yang berisi pemindahan kekuasaan dari Bapak Soekarno ke Bapak Seharto,
tanpa diketahui asli atau tidaknya surat tersebut.

 ORDE BARU
Orde Baru muncul ditandai dengan pindahnya kekuasaan dari tangan Bapak
Soekarno ke Bapak Soeharto pada tahun 1996 dengan terbitnya surat perintah sebelas
maret (Supersemar). Orde baru berkuasa sejak 1966-1998.
5
Pada masa awal orde baru, kondisi ekonomi Indonesia berada pada posisi yang buruk.
Adanya gerakan G 30 S PKI dan kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan
inflasi melonjak hingga 650 persen.
Orde baru saat itu hadir dan menciptakan ke stabilan politik yang secara tidak
langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat.
Indonesia mulai membuka diri kepada pihak Barat dengan menerima bantuan dari
IMF dan bank Dunia Lainnya, masuk kembali ke PBB, menghentikan konfrontasi
dengan Malaysia, dan menjauhi ideologi komunis.
Indonesia pun mulai membangun ekonomi setelah mendapat bantuan ekonomi
dari konsorsium negara-negara barat. Salah satu program kebijakan ekonomi
Indonesia yang berhasil pada saat itu adalah program repelita. Repelita atau disingkat
Rencana pembangunan Lima tahun adalah rencana pembangunan lima tahun dengan
target-target tertentu. Repelita dibuat dari Repelita tahap I hingga Repelita IV.
Masa orde baru terbilang sukses meningkatkan perekonomian Indonesia. Pada awal-
awal masa orde baru dengan program repelitanya, ekonomi Indonesia tumbuh secara
stabil dengan rata-rata pertumbuhan 2,5 persen dan pada program repelita berikutnya
Repelita II – Repelita IV pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 5 % – 10
% pertahun hingga awal 1990-an.
Namun pada dekade 1990-an hingga krisis pada 1998, perekonomian
Indonesia mulai menunjukan ketidakwajaran. Pertumbuhan ekonomi memang tinggi,
namun disebabkan karena faktor konsumsi sedangkan barang untuk pemenuhan
kebutuhan menurun sehingga terjadilah overheating ekonomi. Overheating
ekonomi diperparah dengan terjadinya krisis ekonomi global yang bedampak pada
devaluasi mata uang bath, namun tidak sesuai perkiraan ternyata hal itu berdampak
besar bagi ekonomi Indonesia sehingga menyebabkan krisis ekonomi melanda
Indonesia yang puncaknya pada 1998. Bahkan menyebabkan demo besar-besaran,
penjarahan, pembakaran, dan pada akhirnya menyebabkan pemimpin Indonesia kala
itu, Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Peristiwa itu menandai berakhirnya
era orde baru dibawah pimpinan Bapak Soeharto.

 ERA REFORMASI
Era reformasi ditandai runtuhnya masa orde baru, era reformasi yaitu sejak
orde baru runtuh pada 1998 hingga sekarang.
6
Pada awal masa reformasi, Indonesia kala itu dipimpin oleh Bapak BJ Habibi.
Walaupun kepemimpinannya yang singkat, namun dibawah kepemimpinan beliau
Indonesia mampu keluar dari krisis dengan bantuan lembaga bank dunia (IMF dan
lembaga perbankan lain) serta melakukan perombakan dalam regulasi perbankan dan
melakukan merger 16 Bank yang bermasalah kala itu. Hal ini perlu dilakukan karena
berdasarkan data, salah satu penyebab krisis pada orde baru adalah masalah regulasi
bank dan Bank berjalan tidak efisien.
Selain itu, pada era reformasi berbagai langkah ditempuh untuk meningkatkan
eifisensi ekonomi Indonesia untuk mengtasi krisis. Contoh nya :
1. Membuat undang-undang tentang kepailitan yang memberikan kepastian hukum pada
pihak debitur dan kreditur.
2. Menetapan mekanisme penyelesaian hutang swasta
3. Penutupan dan pengalihan Bank yang tidak sehat dan melanggar ketentuan
4. Menetapkan Bank Indonesia menjadi bank yang independen
5. Bekerja sama dengan sektor swasta untuk membangun good corporate governance

PERBANDINGAN PEREKONOMIAN INDONESIA MASA ORDE LAMA,


ORDE BARU, DAN REFORMASI

 ORDE LAMA

7
Kondisi ekonomi Indonesia pada era Orde Lama atau era Bapak Soekarno (
1945 – 1966 ) kurang stabil. Karena kondisi politik Indonesia saat itu yang juga
kurang stabil. Secara politik pada era orde lama Indonesia lebih cendernung kearah
sosialis atau komunis dan anti barat.

Dapat kita lihat dalam statistik pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun
1960 – 1966 pertumbuhan ekonomi rata-rata dibawah 5%. Bahkan sampai -2,3 pada
tahun 1963. Hal ini bisa jadi dikarenakan kondisi politik saat itu yang sedang
konfrontasi dengan Malaysia serta adanya pemberontakan Papua Barat dan
pembangunan proyek-proyek mercusuar, dan adanya penggunaan mata uang yang
berbeda yaitu di Riau dan Papua sehingga terjadi defisit anggaran yang sangat parah.

Untuk menutupi defisit anggaran pemerintah melakukan money creation yaitu


mencetak uang sebanyak-banyaknya sehingga mengakibatkan hiperinflasi. Dapat kita
lihat pada tabel inflasi diatas. Pada tahun 1960 – 1966 terjadi inflasi yang sangat
parah (Hiperinflasi) . Bahkan inflasi menyentuh angka 1195% pada tahun 1966 yang
menyebabkan harga-harga pada waktu itu naik sampai 11 x dari harga normal.
Padahal, angkan kenaikan inflasi yang baik adalah kurang dari 11% tahun.

8
Selain itu, dapat kita lihat pada statistik PDB Indonesia. Indonesia terlalu
bergantung pada sektor pertanian sedangkan pada sektor Industri, menyumbang
presentase yang sangat sedikit dari PDB.
Tahun 1966 juga menjadi akhir dari Orde Lama dengan keluarnya surat perintah
sebelas maret yang membuat kekuasaan berpindah dari Bapak Soekarno ke Bapak
Soeharto, dan juga menjadi awal dari Orde Baru.

 ORDE BARU
Orde baru yang identik dengan Bapak Soeharto atau biasa disebut juga Bapak
Pembangunan Indonesia (1966 – 1998) ekonomi Indonesia lebih stabil dibandingkan
Orde Lama. Pada awal-awal terbentuk tahun (1966 – 1970), pada tabel inflasi
pemerintah berhasil menurunkan inflasi dari 1195% pada 1966 menjadi 13,6% pada
1970. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pun meingkat pesat rata-rata diatas 5%
bahkan hingga 12% pada 1968.

9
Hal ini dikarenakan pemerintah berhasil menciptakan kondisi politik yang
stabil dengan bergabung kembali ke PBB, merubah haluan politik dari sebelumnya
lebih kepada sosialis dan anti Barat menjadi pro barat, menghentikan konfrontasi
dengan Malaysia, dan menyatukan bangsa sehingga meredam pemberontakan-
pemberontakan diberbagai daerah. Indonesia juga mendapat bantuan dana dari
lembaga perbankan dunia seperti IMF, ADB dan sebagainya.

Pada tahun 1970 – dekade 1990-an, ekonomi Indonesia berkembang rata-rata


5% – 10%. Hal ini disebabkan karena berhasilnya program pemerintah kala itu seperti
Repelita (Rencana pembangunan Lima Tahun ) dan juga karena harga minyak dunia
yang naik, dimana pada saat itu Indonesia merupakan salah satu negara peng-ekspor
minyak.
Dari sisi inflasi, dapat kita lihat pada table. Inflasi Indonesia bias dibilang
stabil yaitu pada kisaran 2 – 50 % pertahun. Pada table PDB dapat kita lihat,
Indonesia yang pada era orde lama sangat bergantung pada sector pertanian, selama
orde baru perlahan-lahan sector pertanian menurun, sebaliknya pada sector industry
meningkat. Ini menunjukan bahwa Indonesia yang bergantung pada sector agraris,
kini mulai bangkit untuk meninggalkan ketergantungan dan berubah menjadi negara
industry.

10
Pada 1990 – 1996, pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil yaitu diatas 5 – 10
% namun tanpa disadari ini merupakan tanda dari overheating ekonomi . Overheating
ekonomi adalah kondisi dimana kapasitas ekonomi tidak mampu mengimbangi
pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, dengan kata lain tingkat konsumsi (Sisi
demand atau penawaran) lebih besar daripada kammampuan menghasilkan Jumlah
barang/jasa (sisi supply atau penawaran).
Puncaknya pada 1998, Indonesia mengalami krisis ekonomi, politik, bahkan
social. Dapat kita lihat pada table bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai
-13 persen dan inflasi mencapai 75%. Saat itu perekonomian Indonesia diperkirakan
akan hancur dan membuat presiden Indonesia kala itu Bapak Soeharto mundur dari
jabatannya. Kemunduran Bapak Soeharto juga menjadi pertanda berakhirnya orde
baru dan digantikan oleh era reformasi.

 REFORMASI
Pada awal era reformasi, seperti yang kita tahu era reformasi diawali dari
krisis ekonomi pada tahun 1998. Yang menyebabkan Bapak Soeharto mundur dan
diganti oleh Bapak BJ Habibie sembari menunggu Pemilu 1999.
Dapat kita lihat pada tabel dibawah pada tahun 1998, pertumbuhan ekonomi
Indonesia mencapai -13%. Namun, perlahan tapi pasti ekonomi Indonesia semakin
menunjukan pemulihan. Pada tahun 1999 ekonomi Indonesia naik menjadi 0,7%, jauh
dari angka sebelumnya -13%. Ini sebenarnya belum maksimal dikarenakan investor
masih belum percaya kepada ekonomi Indonesia kala itu, ditambhak krisis politik
Timor Timur pada 1999 yang menyebabkan terlepasnya Timor Timur Indonesia.
11
Untuk inflasi, dapat kita lihat pada tabel dibawah . Inflasi Indonesia yang
sebelumnya menembus angka 75%, akibat dari depresiasi mata uang dan krisis
ekonomi mampu ditekan hingga menjadi 14% pada 1999.

Sebenarnya hal ini tidak terlepas dari bantuan keuangan oleh lembaga
perbankan dunia seperti IMF yang nilanya mencapai 40 Milliar $ AS dalam sehari
sehingga mampu membantu Indonesia untuk mengatasi krisis. Walau demikian,
Indonesia pun harus menandatangani perjanjian kurang lebih 50 Perjanjian. Dapat
kita lihat pada tabel hutang pemerintah pusat diatas. Pada 1998 hutang indonesia
mencapai 70% dari total PDB.

12
Kemudian ekonomi mulai stabil pada tahun 2000an. Bahkan sejak 2000 –
2014 ekonomi Indonesia stabil dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 5%.
Dari sisi inflasi, inflasi paling tinggi hanya pada tahun 2000 yang mencapai 20%. Dan
kembali tinggi pada 2005, 2008, dan 2010 yang disebabkan oleh kenaikan harga
BBM (Bahan Bakar Minyak). Namun pada tahun 2012 hingga 2015 inflasi stabil
bahkan dibawah 11%.

Dari sisi konstribusi PDB sektor pertanian, industri, dan jasa pun Industri dan
jasa masih mendominasi. Dapat kita lihat pada tabel diatas. Bisa dibilang ekonomi
Indonesia setelah krisis yaitu sejak 2000 – 2014 stabil. Dan pemerintah mampu
mengatasi krisis dan menciptakan kondisi ekonomi dan politik yang stabil. Bahkan
Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilu pertama yaitu pada 2004 dengan sukses
yang secara tidak langsung membuktikan kepada para investor bahwa Indonesia
masih merupakan negara yang aman dalam hal ekonomi maupun politik. Walaupun
hutang pemerintah Indonesia meningkat
13
2.2 Perbandingan perekonomian negara Indonesia dengan negara cina

 Perekonomian negara Indonesia


Sebenarnya Negara Indonesia merupakan Negara yang sistem ekonominya
tidak jelas, banyak orang mengatakan bahwa bangsa Indonesia selama ini menganut
sistem demokrasi terpimpin atau sistem demokrasi pancasila tetapi tidak sedikit juga
orang yang mengatakan sistem ekonomi bangsa Indonesia adalah sistem ekonomi
kapitalisme bahkan saat indonesia ada dalam orde baru yang di pimpin oleh rezim
soeharto itu sedikit memperlihatkan bangsa indonesia yang sempat menganut sistem
ekonomi komunisme yang sebenarnya sistem ekonomi ini sangat ditentang oleh
rakyat pada masa itu. Indonesia dikatakan menganut sistem ekonomi tradisional atu
demokrasi terpimpin atau sistem ekonomi pancasila itu memang benar. Banyak bukti
yang mendukung perkataan atau statement tersebut. Setelah bangsa kita merdeka atau
paska kemerdekaan bangsa kita dari tangan penjajah, perekonomian Indonesia itu
berdasarkan
“asas kekeluargaan”.
Asas kekeluargaan ini digagas oleh ide-ide bapak Hatta yang menurut beliau
sistem inilah yang sangat cocok dengan keadaan bangsa Indonesia saat itu. Dengan
ide inilah beliau membentuk badan perekonomian bangsa
yang biasa kita kenal dengan “koperasi”.
Asas kekeluargaan juga berdasarkan UUD 1945 tepatnya pada pembukaan
dan dua pasal pokoknya. Asas kekeluargaan ini secara ekstrisik dijelaskan pada pasal
33 ayat 1 dan secara instrisik dijelaskan pada pembukaan UUD 1945. D
alam pasal 33 ayat 1 yang berbunyi, “ Perekonomian disusun atas usaha bersama
berdasar atas asas kekeluargaan”, di sini secara jelas nampak bahwa Indonesia
menjadikan asas kekeluargaan sebagai fondasi dasar perekonomiannya.
Dalam cuplikan pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang berbunyi
”kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara indonesia,
yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan
rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil
dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan
suatu keadilan sosialbagi seluruh rakyat Indonesia”.
14
Disini juga sangat jelas penggambaran tentang asas kekeluargaan pada kata
“keadilan sosial” yang maksudnya bahwa Indonesia ingin
memeratakan perekonomian ke segala penjuru dan pelosok Indonesia.

Dengan melihat pasal dan pembukaan UUD 1945 di atas asas kekeluargaan
dapat digambarkan dengan kebersamaan, gotong royong, keadilan, persamaan hak
dan kewajiban. Sehingga dengan melihat kandungan-kandungan di atas tersebut dapat
menghubungkan sistem ekonomi kita ke arah sistem ekonomi demokrasi terpimpin
atau sisem ekonomi pancasila.

“Langkah-langkah pertama ke arah perbaikan ekonomi rakyat ialah penilaian


kembali daripada semua landasan-landasan kebijakan ekonomi, keuangan, dan
pembangunan, dengan maksud memperoleh keseimbangan yang tepat antara upaya
yang diusahakan dan tujuan yang hendak dicapai, yakni masyarakat sosialis
Indonesiaberdasarkan Pancasila.”
Sistem ekonomi Kapitalisme berarti bahwa mengutamakan kebebasan individu dalam
mengatur perekonomian, kebebasan kepemilikan hak, kebebasan mengembangkan
diri, kebebasan dalam mendirikan perusahaan. semua ini ada dalam sistem
perekonomian kita saat ini.

Di Indonesia itu sudah sangat biasa mendengar “kebebasan bertindak”. Semua


warga Negarabebasuntuk memilih macam apa pekerjaan yang akan ditekuni, Negara
tidak mengatur dalam hal ini, Negara hanya bisa megawasi. Kemudian semua orang
indonesia bebas mendirikan perusahaan yang mereka inginkan.negara memberi
kebebasan seluas- luasnya kepada warga negaranya. Hak kepimilikan juga suatu yang
sangat lazim terdengar. Tidak ada beritanya bahwa Indonesia merupakan negagra
yang melarang warganya untuk memiliki sebuah perusahaan atau lembaga ataupun
barang-barang lainnya. Hal in juga dipertegas dalam pasal 27 ayat dua yang berbunyi,
“Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan.”
Jadi dengan petunjuk bukti-bukti di atas dapat dikatakan Indonesia juga menganut
sistem ekonomi kapitallisme.

15
Tetapi dengan diberikan kebebasan kepada setiap individu bukan
berarti Negara memberikan semuanya untuk dikuasai oleh warga Negara Indonesia ,
ada sebagian yang tetap diatur oleh Negara yaitu sumber usaha yang menyangkut
hajat hidup orang banyak itu akan dikuasai oleh Negara, untuk contoh yaitu
Pertamina dan Bulog yang merupakan perusahaan yang mengatur sumber hidup
semua orang.jadi dengan adanya bukti yang satu ini Indonesia juga dapat digolongkan
ke dalam Negara yang menganut sistem perekonomian komunisme. Untuk sekarang
Indonesia juga sedang mengembangkan sistem ekonomi syariah. Ditengah
kegamangan perekonomian nasional pasca krisis tahun 1998, realita yang
berkebalikan terjadi pada sistem ekonomi syari’ah. Sistem ekonomi syari’ah telah
terbukti ampuh dan lebih resisten di masa krisis.

Perwujudan dari sistem ini adalah sejak tahun 1975 didirikanlah Internasional
Development Bank ( IDB ) di Jeddah. Fenomena suksesnya Bank Muamalat melewati
krisis tanpa sedikit pun Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menginspirasi
perbankan Indonesia. Kini dunia perbankan berlomba membuka layanan syari’ah.
DataBankIndonesia
tahun 2006 menunjukkan bahwa telah berdiri 561 B
ank Syari’ah. Selain itu juga telah berdiri 25 Asuransi Syari’ah, Pasar Modal syari’ah,
Pegadaian Syari’ah dan lebih 3200 BMT (Koperasi Syariah), dan Ahad – Net
Internasional, serta maraknya kajian ekonomi syari’ah di berbagai universitas. Atas
bukti diataslah Indonesia dapat digolongkan ke dalam Negara yang sedang menganut
sistem ekonomi syariah.

 Perekonomian negara cina


China dari dahulu memang sangat terkenal dengan istilah Negara komunis,
Negara yang semua perekonomiaanya diatur oleh Negara dan warga Negara yang
menentangnya akan dihukum jadi tidak boleh ada salah satu warganya yang
menentang kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintahannya. China juga
membungkam atau mengekang pers di negaranya sendiri. Organisasi Reporters Sans
Frontieres (RSF) yang berkedudukan di Paris pada 4 Januari 2006 silam juga
melaporkan bahwa kasus penahanan terhadap wartawan sepanjang tahun 2005 paling
banyak terjadi di China. (Kompas, 5 Januari 2006).

16
Data yang dikumpulkan organisasi reporter lintas negara itu menunjukan sampai 1
Januari 2006 lalu, jumlah wartawan yang ditahan di negara komunis itu sebanyak 32
orang. Di sini media diberi pengawasn yang ketat. Pembredelan dan penyitaan
terhadap media juga biasa dilakukan. Tetapi sekarang china merubah sistem
perokonomiannya kearah yang lebih baik lagi, tidak ada lagi pengekangan terhadap
pers, memberi kebebasan kepada warga Negara untuk mengatur perekonomiaanya
sendiri. menambah kuasa pegawai tempatan dan pengurus kilang dalam industri, dan
membenarkan pelbagai pengusahawanan dalam servis dan perkilangan ringan, dan
membuka ekonomi kepada perdagangan dan pelaburan luar. Kawalan harga juga
telah dilonggarkan. Ini telah mewujudkan penukaran sistem ekonomi berasaskan
komunis kepada sistem ekonomi campuran komunis dan kapitalisme.

Pada beberapa tahun terakhir China telah menegaskan lebih lanjut target dan
tugas penyempurnaan sistem ekonomi pasar sosialis yaitu suatu pasar ekonomi
dimana kepemilikan publik merupakan arus utama, sebagai bukti bahwa antara tahun
1989 sampai 2001, jumlah perusahaan negara anjlok dari 102.300 buah menjadi
46.800. Sedangkan jumlah perusahaan swasta meledak dari 90.000 buah menjadi
lebih dari 2 juta buah. Hal ini sesuai dengan tuntutan mempertimbangkan secara
menyeluruh perkembangan kota dan desa, perkembangan regional, perkembangan
sosial dan ekonomi, perkembangan harmonis antara manusia dan alam, serta
perkembangan di dalam negari dan keterbukaan terhadap dunia luar, mengembangkan
peranan dasar pasar dalam alokasi sumber daya, meningkatkan vitalitas dan daya
saing perusahaan, menyempurnakan pengontrolan makro negara, menyempurnakan
fungsi pemerintah di bidang pengelolaan sosial dan layanan umum, dan memberikan
jaminn sistem yang kuat kepada pembangunan masyarakat cukup sejahtera secara
menyeluruh.

Kemudian china berusaha menyempurnakan sistem pokok ekonomi di mana


ekonomi milik negara merupakan bagian utama dan ekonomi multi kepemilikan
berkembang bersama, mendirikan sistem yang menguntungkan untuk mengubah
struktur ekonomi dualis antara kota dan desa, membentuk mekanisme yang
mendorong perkembangan harmonis ekonomi regional, membangun sistem pasar
modern yang seragam, terbuka dan bersaing secara tertib,

17
menyempurnakan sistem pengontrolan makro, sistem pengelolaan administrasi dan
sistem hukum ekonomi, menyempurnakan sistem penempatan kerja, distribusi
pendapatan dan jaminan sosial, dan mendirikan mekanisme yang mendorong
perkembangan yang berkelanjutan di bidang ekonomi dan sosial. Dengan adanya data
seperti diatas maka china dapat digolongkan ke dalam Negara yang juga menganut
sistem perekonomian sosialis.

Dan ini sangat memberi pengaruh terhadap perekonomian china sampai-


sampai amerika serikat yang notabene adalah Negara adidaya tidak berdaya
menghadapi perekonomian china yang memiliki nilai kemajuan ekonomi sangat pesat
berkat sistem ekonomi yang mereka anut, sebenernya kita harusnya belajar dari china
bukan malah belajar dari amerika serikat yang sekarang ini sedang mengalami krisis
hebat. Sekarang China juga sedang membuka pasar ekonomi bebas, yang artinya
mereka membuka perekonomian untuk siapapun demi tercapainya kesehjahteraan
bagi masyarakatnya. Pasar bebas sendiri merupakan ciri dari system ekonomi
liberalisme atau kapitalisme. Jadi sistem ekonomi china adalah sistem ekonomi
campuran antara sosialis, kapitalisme, dan komunisme

2.3 Perkembangan ekonomi dan politik negara jepang

Jepang, sebagai negara di kawasan Asia Timur, saat ini telah menjadi sebuah
kekuatan baru di dunia internasional. Perubahan besar-besaran terjadi ketika pada
tahun 1868 muncul Restorasi Meiji yang menandai modernisasi Jepang dalam hal
politik dan ekonomi. Kemudian setelah terpuruk pasca kekalahan di Perang Dunia II,
Jepang perlahan tapi pasti bangkit dari keterpurukan tersebut dan membuktikan
kepada dunia internasional bahwa mereka merupakan negara yang patut untuk
diperhitungkan. Jepang selanjutnya mnegoptimalisasikan kegiatan industri dan
perekonomian mereka hingga maju sampai saat ini. Berikut merupakan ulasan lebih
lanjut mengenai dinamika perpolitikan dan perekonomian yang terjadi di Jepang.

Jepang mulai menganut paham perekonomian pasar bebas ketika dimulainya


Restorasi Meiji pada tahun 1868. Restorasi ini menandai modernisasi Jepang. Selain
mulai menganut paham pasar bebas, modernisasi Jepang ini juga ditandai dengan
masuknya paham kapitalis yang dibawa oleh Amerika Serikat.

18
Selain itu, Jepang juga mengirimkan pelajar-pelajarnya untuk menimba ilmu
di Eropa dan AS. Pembangunan infrastruktu juga dilakukan oleh Jepang untuk lebih
memajukan bangsanya. Restorasi Meiji ini sekaligus menjadi titik balik Jepang dalam
peningkatan perekonomiannya. Pada masa ini, pemerintah Meiji juga menerapkan
kebijakan untuk menyerahkan industri kepada pihak swasta. Kemudian pihak-pihak
swasta ini mengembangkan bisnisnya kepada konglomerat Jepang yang dikenal
dengan Zaibatsu. Kelompok Zaibatsu inilah yang selanjutnya menjadi pemegang
kendali perekonomian di Jepang. Ketika Perang Dunia II dimulai, Empat Besar
Zaibatsu yakni Mitsubishi, Mitsui, Sumitomo, dan Yasuda mengendalikan lebih dari
30% industri pertambangan, kimia, logam, 50% pasar mesin dan peralatan, dan 60%
pasar saham komersial

Jepang adalah perekonomian terbesar nomor dua di dunia setelah AS, dengan
PDB nominal sekitar AS$4,5 triliun, dan perekonomian terbesar ke-3 di dunia setelah
AS dan Republik Rakyat China dalam keseimbangan kemampuan berbelanja
(Triharso, tt). Dengan perekonomian yang maju ini Jepang juga tergabung dalam
kelompok 20 negara yang juga memiliki perekonomian yang maju yakni G20.
Perekonomian Jepang sangat didukung oleh kemajuan industrinya. Tahun 1970an
hingga 1980an merupakan periode di mana industri Jepang mencapai pertumbuhan
yang paling pesat. Otomotif dan teknologi menjadi sektor industri yang paling
berkembang di negara Sakura ini. Perusahaan-perusahaan seperti Toyota, Honda,
Sony, dan Canon merupakan beberapa perusahaan Jepang yang mampu menembus
pasar internasional.

Selain mereformasi sistem pereokonomian, Restorasi Meiji juga berdampak


pada adanya reformasi di bidang politik. Perubahan politik paling nampak yang
terjadi dari Restorasi Meiji ini adalah peran Kaisar yang tidak lagi besar dan tidak
pula memerintah secara langsung. Selain itu, perubahan juga terjadi dalam sistem
pemerintahan Jepang yang sebelumnya menganut feodalisme. Dengan adanya
Restorasi Meiji ini, Jepang kemudian mengubah sistem pemerintahannya menjadi
perfektu-perfektur yang tergabung dalam sebuah negara kesatuan. Perubahan lainnya
yakni Samurai telah kehilangan class privileges-nya ketika pemerintah menyatakan
bahwa semua kelas adalah setara

19
Dalam struktur pemerintahan politiknya, Jepang memiliki lima institusi politik
utama: kaisar, Diet, kabinet, pengadilan, dan pemerintah lokal (Wang, 1997:51).
Institusi politik yang pertama adalah kaisar. Di Jepang, kaisar dijadikan simbol
pemimpin negara. Namun, kaisar tidak memiliki tugas dan kewajiban sebagai kepala
pemerituntahan. Sehingga kaisar Jepang tidak berhak untuk mengatur pemerintahan
yang terjadi di Jepang. Meskipun begitu, kaisar tetap memiliki beberapa hak yang
berhubungan dengan perpolitikan Jepang, seperti menunjuk Perdana Menteri dan
menerima kunjungan tamu luar negeri. Institusi selanjutnya yakni parlemen atau yang
disebut Diet. Jepang menggunakan sistem bikameral dalam parlementernya. Sehingga
di parlemen Jepang terdapat dua kamar, yakni House of Councillors dan House of
Representatives. Sehingga dalam merumuskan undang-undang dan keputusan
lainnya, perlu persetujuan dari kedua kamar ini. Sedangkan dalam badan
eksekutifnya, Jepang memiliki Perdana Menteri yang juga sekaligus menjadi kepala
pemerintahan. Dalam menunjuk Perdana Menteri merupakan hak dari parlemen
Jepang. Menurut konstitusi, Perdana Menteri bertugas untuk menyerahkan rancangan
undang-undang, melaporkan keadaan politik domestik dan luar negeri kepada Diet,
dan menjalankan “kontrol dan pengawasan terhadap beberapa cabang” pemerintahan
Dalam menjalankan tugasnya ini, Perdana Menteri akan dibantu oleh kabinet.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, reformasi perpolitikan dan


perekonomian Jepang yang terjadi setelah adanya Reformasi Meiji dan kebangkitan
Jepang pasca kekalahan di Perang Dunia II telah membawa Jepang menjadi salah satu
kekuatan dunia yang baru. Hal ini terlihat dengan semakin aktifnya Jepang dalam
kancah hubungan internasional. Keaktifan Jepang ini tercermin dengan masuknya
Jepang ke dalam beberapa organisasi internasional seperti APEC, ASEAN Plus 3, dan
G20. Selain itu juga turut aktif untuk menjaga perdamaian dengan beberapa kali
masuk sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Dalam hubungan
bilateralnya, Jepang juga telah melakukan banyak kerjasama dengan negara lain yang
berhubungan dengan berbagai bidang. Jepang memiliki hubungan ekonomi dan
militer yang erat dengan AS, dan menjalankan kebijakan luar negeri berdasarkan
pakta keamanan Jepang-AS (Triharso, tt).

20
Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk dapat menjadi salah
satu kekuatan baru dunia saat ini, Jepang telah mengalami beberapa kebangkitan.
Restorasi Meiji menjadi titik balik utama yang membawa Jepang menuju
modernisasi. Dari Restorasi Meiji ini Jepang mereformasi sistem perekonomiannya
menjadi lebih terbuka dan menganut sistem pasar bebas. Kemudian Jepang juga
mengubah tatanan politik dan pemerintahannya dari yang sebelumnya bersifat feodal
menjadi lebih demokratis. Sehingga menurut penulis, dari usaha-usaha Jepang secara
mandiri inilah kemudian Jepang memperoleh keberhasilannya untuk menjadi salah
satu negara yang terkuat saat ini.

2.4 Perkembangan negara singapura pra dan pasca kemerdekaan

Singapura merupakan wilayah jajahan Inggris, yang oleh Inggris merupakan


wilayah yang sagat dikagumi sebab letaknya yang sangat strategis dan
menguntungkan. Letaknya dekat semenanjung Malaya dan merupakan bagian dari
Malaysia. Perkembangan Singapura mulia terbangun semenjak kedatangan Raffles
pada 6 Februari 1819. Keuntungan besar bagi Singapura adalah adanya bandar kapal
dimana kemudian terjadi perdagangan bebas antar negara yang tidak dipungut pajak
samasekali.
Dengan adanya pelabuhan di Singapura sempat memberikan rasa iri kepada Inggris
oleh Belanda, sebab bandar mereka yang berada di Malaka merasa tersaingi dan ingin
merebutnya dari tangan Inggris. Akan tetapi Inggris mendatangkan orang-orang Cina
dan India untuk menyaingi bangsa Eropa terutama Belanda dalam masalah
perdagangan sehingga Singapura akan terus maju dalam segi perekonomian.

A. Singapura semenjak berada di bawah kekuasaan inggris


Perluasan pengaruh Inggris di daerah selat Malaka dan di daratan semenanjung
Melayu, dilancarkan dari daerah Straits Settlement, yaitu daerah daulat Inggris yang
meliputi Penang, Dinding, Malaka, dan Singapura. Yaitu kesatuan yang mempunyai
pemerintahan sendiri yang semula berpusat di Penang yaitu Inggris yang tertua, tetapi
pindah di Singapura tahun 1932 sampai memperoleh kemerdekaannya.

21
Yang mendapat straits settlement ialah English East India Company (yang berpusat
di India dan bukan pemerintahan Inggris) karena itu yang berdaulat adalah straits
settlement.

Tahun 1858, Inggris East Company dibubarkan karena dianggap tidak layak
jika suatu badan swasta semacam EIC itu memerintah suati kerajaan besar seperti
India. Akibat dibubarkannya EIC, Singapura dan daerah lain di selat Malaka yang
bergabung dalam Straits menjadi jajahan Inggris.Pada 1867 dijadikan Crowncollony,
yaitu jajahan yang diurus oleh mahkota oleh raja dan bukan oleh pemerintah kerajaan.
Straits Settlement adalah British Teritory semua orang dari mana saja yang dilahirkan
dalam straits settlements dianggap sebagai warga Negara Inggris yang wajib
dilindung Inggris.Perluasan pengaruh Inggris atas raja-raja melayu tidak dengan
kekerasan tetapi dengan melakukan perjanjian-perjanjian. Akibat perjanjian tadi, tiap
raja Melayu menerima residen Inggris sebagai penasehat dalam pemerintahan.
Sesungguhnya residen Inggris inilah yang memerintahkan formilnya raja-raja Melayu
tetap berdaulat dan formil Inggris tidak menjajah.

Setelah semenanjung Melayu dibawah pimpinan Inggris,Singapura tetap sabagai


Bandar pengumpul dan pembagi barang-barang. Ternyata Singapura merupakan
tempat yang cocok untuk memasarkan minyak yang dikeluarkan dari Sumatera,
Kalimantan, Belanda dan Serawak. Jumlah hasil perdagangan meningkat 2000 ringgit
sebelum perang dunia II.Karena perkembangannya yang menawan, maka London
Imperial Conference dalam tahun 1921 memutuskan untuk menjadikan Singapura
yang tinggi mutunya. Dan dalam 1938 sudah selesai dibangun, dengan menelan biaya
sebesar 20 Juta poundsterling.

B. Singapura setelah mendapatkan kemerdekaan


Kemerdekaan Singapura tidak datang dengan mendadak, sejak 1948 koloni mahkota
inggris telah memilih majelis legistaltif dan dewan menteri untuk menjalankan
pemerintahan dalam negeri. Sementara Singapura sudah dipisahkan Inggris dari
Malaya. Tapi para pemuka politik diantaranya, Lee Kuan Yew, sadar Singapura tidak
dapat berdiri sendiri atas keamanan internasional.

22
Golongan kiri dan komunis yang masa itu masih kuat, menentang konsep
penggabunga Singapura dengan Malaya, Serawak, Sabah dan Brunei dalam sebuah
federasi sebagai mana diusulkan oleh Teungku Abdul Rahman. 1964 di Singapura
terjadi keributan yang menewaskan 22 orang dan melukai 451 orang, ketegangan dan
saling mengancam antara Singapura dan Kuala Lumpur memuncak yang akhirnya
diputuskan untuk berpisah tanggal 9 Aagustus 1965 Singapura berdiri sendiri sebagai
Negaraberdaulat.
Singapura sebagai Negara dan bangsa tidak menempuh revolusi bersenjata untuk
merdeka dari penjajahan tapi tidak berarti berjalan tanpa pergolakan berdarah.
Ketegangan dan keresahan sosial politik tidak saja terjadi antar kelompok ideologis
dan kelompok dan rasial tetapi antara pemerintah Negara bagian Singapura dan
pemerintah federasi di Kuala Lumpur. Sejak itu Negara dan bangsa Singapura harus
menghadapi sendiri segala tantangan masa depan dan dunia luar yang tidak penuh
ketidak pastian.Tantangan tadi melahirkan sifat dinamis orang singapura yang sampai
sekarang terus ditempa agar menjadi bangsa yang utuh. Singapura sekarang
sebenarnya merupakan perwujudan nyata kemampuan tinggi mengatur Negara yang
diterapkand engan teliti oleh pemerintahan.

Lokasi yang strategis menjadikan Singapura sebagai pintu gerbang jazirah malaka.
Hal ini yang dimanfaatkan oleh pemerintah Inggris untuk mengembangkan
kepentingan politik dan ekonomi kolonialnya di Asia Tenggara. Pada awal
kemerdekaannya Singapura berpikir secara realistis dan pragmatis, dikarenakan
kenyataan dan situasi yang dihadapi yakni wilayah yang kecil.

Singapura tidak menganut nasional ekonomi melainkan persaingan bebas yang


artinya persaingan bebas antar pihak swasta. Komoditi yang kena bea masuk hanay
tembakau dan produknya, minuman beralkoho dan segala produk minyak bumi.
Singapura tidak mencapur adukkan permasalahan politik dengan persaingan dagang.
Mulai dasawarsa 1980-an Singapura dengan sengaja mengeluarkan peraturan-
peraturan peningkatan upah secara umum.

23
Singapura juga membuka pintu untuk jenis industry yang berintensif model dan
berteknologi, hemat sumber daya dan berketrampilan tinggi.
Perkembangan selanjutnya dengan program pembaharuan dimanan pelahar
dimahirkan dengan ilmu alam. Sedangkan dalam bidang perguruan ditanamkan
kesadaran dan kemauan untuk meningkatkan produktifitas kerja. Pengorganisasian ini
berdasarkan pada rencana yang bertujuan jelas cara pelaksanaan dan pengawasan atas
hasilnya. Pemerintah menentukan arah dan tujuan tetapi pelaksanaannya oleh pihak
swasta.Singapura dalam menentukan pola pertahanan mengambil sikap seperti landak
dalam hal ini menetapkan pada kemampuan sendiri dalam pertahanan. Angkatan
senjata Singapura terdiri dari korps sukarela, merupakan inti dan professional, beserta
korps cadangan yang terdiri dari wajib militer.

Untuk membangun angkatan persenjataan ini, Singapura mencontoh Swiss, dimana


anggota korps cadangan setelah wajib militer harus kembali kepasukan dalam waktu
ternentu. Dalam bidang ketrampilan Singapura mencontoh dari Israel, satuan tempur
pertama dilatih langsung oleh instruktur Israel. Adapun tujuan pola pertahanan
Singapura untuk mencapai keadaan siap siaga dan berakhir secara cepat dan tepat.

Masalah utama yang selalu diperhatikan pemerintah adalah masalah ekonomi dan
pertahanan keamanan. Dalam bidang Ekonomi masalah itu terjadi karena struktur
perekonomian Singapura yang kuat dengan tingkat komodernan melebihi Negara
Asia Tenggara lainnya dengan sendirinya Singapura lebih erat terpadu dengan
perekonomian Negara maju. Apabila Singapura dengan gigih menjangkau tingkat
teknologi yang tinggi maka Singapura akan merasakan terjaminnya keamanan dan
pertahanan.

24
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

 Semakin Meningkatnya Mutu Perekonomian Di Indonesia, terdapat inflasi naik


turunnya perekonomian di Indonesia
 Dilihat dari latar belakang sejarah, Indonesia menganut sistem Ekonomi yang
berasaskan kekeluargaan .
 Dasar sistem ekonomi Indonesia dimuat dalam UUD 1945 pasal 33
 Seiring perkembangan zaman, sistem ekonomi di Indonesia condong ke Barat
 Perekonomian di Indonesia cenderung berubah-ubah dari setiap pemimpin yang
memimpin Negara.
 perekonomian china yang memiliki nilai kemajuan ekonomi sangat pesat berkat
sistem ekonomi yang mereka anut. Sekarang China juga sedang membuka pasar
ekonomi bebas, yang artinya mereka membuka perekonomian untuk siapapun demi
tercapainya kesehjahteraan bagi masyarakatnya. Pasar bebas sendiri merupakan ciri
dari system ekonomi liberalisme atau kapitalisme. Jadi sistem ekonomi china adalah
sistem ekonomi campuran antara sosialis, kapitalisme, dan komunisme
 bahwa untuk dapat menjadi salah satu kekuatan baru dunia saat ini, Jepang telah
mengalami beberapa kebangkitan. Restorasi Meiji menjadi titik balik utama yang
membawa Jepang menuju modernisasi. Dari Restorasi Meiji ini Jepang mereformasi
sistem perekonomiannya menjadi lebih terbuka dan menganut sistem pasar bebas.
Kemudian Jepang juga mengubah tatanan politik dan pemerintahannya dari yang
sebelumnya bersifat feodal menjadi lebih demokratis. Sehingga menurut penulis, dari
usaha-usaha Jepang secara mandiri inilah kemudian Jepang memperoleh
keberhasilannya untuk menjadi salah satu negara yang terkuat saat ini.
 struktur perekonomian Singapura yang kuat dengan tingkat komodernan melebihi
Negara Asia Tenggara lainnya dengan sendirinya Singapura lebih erat terpadu dengan
perekonomian Negara maju. Apabila Singapura dengan gigih menjangkau tingkat
teknologi yang tinggi maka Singapura akan merasakan terjaminnya keamanan dan
pertahanan.
25
3.2 Saran

Ekonomi suatu negara merupakan salah satu bahasan penting yang terus-menerus
diperbincangkan. Hal tersebut dikarenakan kondisi ekonomi pada suatu negara selalu
menunjukkan perubahan-perubahan yang menghasilkan dinamika ekonomi yang
mana hal tersebut sangat mempengaruhi keadaan negara secara keseluruhan. Kondisi
ekonomi suatu negara berkaitan erat dengan pemerintah yang berperan besar dalam
menentukan kebijakan-kebijakan ekonomi. Oleh karena itu, pergantian kepemimpinan
dalam suatu negara bisa menjadi momentum dari perubahan ekonomi.

26
DAFTAR PUSTAKA

https://nuiiluphuu.wordpress.com/2010/10/14/perbandingan-ekonomi-indonesia-
dengan-negara-lain/

http://syafrudin99.blogspot.co.id/2015/06/makalah-perkembangan-ekonomi-di.html

https://dneeprasetyo.wordpress.com/2010/10/14/perbandingan-ekonomi-indonesia-
dengan-china/

27