Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KEGIATAN

UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) SERTA KELUARGA BERENCANA


“KEJANG DEMAM” (F3)
DI POSYANDU BALITA DESA SALIT

Pendamping :
dr. Agustina Rusmawati
NIP. 19771231 2008 01 2 018

Disusun Oleh :
Dr. Samuel Keryanto Rumende

PUSKESMAS KAJEN 1
KABUPATEN PEKALONGAN
2017
LAPORAN KEGIATAN
UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) SERTA KELUARGA BERENCANA
(F3)
“KEJANG DEMAM”
DI POSYANDU BALITA DESA SALIT

A. Nama Kegiatan
Penyuluhan “KEJANG DEMAM”

B. Latar Belakang
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu
rektal diatas 38,5o C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam
merupakan salah satu kelainan neurologis yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak.
Faktor resiko utama yang umum menimpa anak di usia 6 bulan – 5 tahun dengan demam
tinggi yang bisa disebabkan oleh infeksi ekstrakarnial seperti ISPA, radang telinga, campak,
cacar air. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam
tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang demam harus dibedakan dengan epilepsi,
epilepsi yaitu kejang berulang tanpa demam. Kejang demam terdiri dari kejang demam
sederhana dan kejang demam kompleks. Kejang demam sederhana merupakan 80 % diantara
seluruh kejang demam. Kejang pada kejang demam sederhana selalu berbentuk umum
biasanya bersifat tonik – klonik. Kejang demam kompleks ditandai dengan salah satu dari
kejang yang lama (lebih dari 15 menit), fokal, atau berulang atau lebih dari 1x dalam 24 jam.
Kejang yang lebih dari 15 menit, diduga biasanya telah menimbulkan kelainan saraf yang
menetap.
Asia memiliki angka kejadian kejang demam lebih tinggi, seperti di Jepang dilaporkan
antara 6-9% kejadian kejang demam, 5-10% di India. Angka kejadian kejang demam di
Indonesia sendiri mencapai 2-4% tahun 2008 dengan 80% disebabkan oleh infeksi saluran
pernafasan. Angka kejadian di wilayah Jawa Tengah sekitar 2-5% pada anak usia 6 bulan - 5
tahun disetiap tahunnya. 25-50% kejang demam akan mengalami bangkitan kejang demam
berulang. Kejang demam yang berlangsung lama dapat menyebabkan kelainan anatomis di
otak.

C. Tujuan Kegiatan
1. Memberikan pengetahuan tentang penyakit kejang demam
2. Memberikan pengetahuan tentang faktor-faktor risiko kejang demam
3. Memberikan pengetahuan tentang tanda dan gejala penyakit kejang demam
4. Memberikan pengetahuan tentang pencegahan penyakit kejang demam

5. Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan berupa penyuluhan mengenai materi kejang demam terhadap ibu-ibu
di Posyandu Balita Desa Salit.

6. Waktu Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 November 2017.

7. Tempat Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Balita Desa Salit.

8. Peserta Kegiatan
Peserta Posyandu Balita Desa Salit

9. Pelaksana Kegiatan
1. dr. Samuel Keryanto Rumende
2. Ani, Amd.Keb

10. Hasil Kegiatan


Dalam kegiatan penyuluhan mengenai penyakit Kejang Demam yang bertempat di
Posyandu Balita Desa Salit pada tanggal 7 November 2017 berjalan dengan lancar. Ibu-
ibu yang hadir dalam penyuluhan terlihat antusias mengikuti keseluruhan acara
penyuluhan. Materi yang disampaikan kepada ibu-ibu terkait penyakit kejang demam,
faktor risiko, gejala dan pencegahan. Terdapat beberapa kendala yakni anak-anak yang
terlalu berisik sehingga mengganggu penyampaian materi.

11. Evaluasi
a. Sudah terlaksana koordinasi yang baik antar petugas kesehatan (tim pelaksana
kegiatan).
b. Peserta antusias dalam mengikuti penyuluhan dan memahami materi.
c. Sebagian peserta sudah dapat memahami tentang penyakit Kejang Demam, mulai dari
pengertian, faktor risiko, gejala, dan pencegahan.
d. Kurang kondusifnya tempat penyuluhan sehingga mengganggu dalam penyampaian
materi.
Kajen, 15 Desember 2017

Dokter Pendamping Dokter Internsip

dr. Agustina Rusmawati dr. Samuel Keryanto Rumende


NIP. 19771231 2008 0
LAMPIRAN