Anda di halaman 1dari 9

A.

R290 /Propana
1. Flowsheet

2. Material stream

3. Heat Flow

4. COP
B. R22
1. Flowsheet

2. Material Stream

3. Heat Flow

4. COP
C. R12

1. Floesheet

2. Material Stream

3. Heat flow

4. COP
D.R134A

1. Flowsheet

2. Material Stream

3. Heat Flow

4. COP
II. Analisa

1. Tabel data

P masuk Laju Alir Duty Duty


Refrigr evaporator Refrigeran P Drop Tout Kompressor Kondesor
eran (KPa) (kmol/jam) valve(Kpa) Valve(0C) (Hp) (Kj/jam) COP
R290 188,8 245,6 896,8 -14,27 4,74E+02 4,27E+06 2,359
R22 303,9 245,1 1431 -14,55 4,78E+02 4,28E+06 2,34
R12 298,2 292,8 1243 -14,51 5,04E+02 4,35E+06 2,219
R134A 168,5 233,6 992,5 -14,27 4,94E+02 4,33E+06 2,265

2. P masuk evaporator

P masuk evaporator(KPa)
350
300
250
200
150
100
50
0
R290 R22 R12 R134A

Dari grafik perbandingan tekanan masuk evaportor, didapatkan hasil bahwa R22 memiliki tekanan
yang paling tinggi. Sedangkan R134 memiliki tekanan terendah. Range yang didapatkan adalah
sekitar 150 kPa. Variasi tekanan ini harus disesuaikan dengan bahan evaporator yang diguinakan.
Bahan yang digunakan harus dapat menahan tekanan kerja sesuai dengan refrigeran yang
digunakan. Tentunya refrigeran yang tekanan masuk evaporatornya lebih tinggi membutuhkan
bahan yang lebih andal .

3. Laju Alir Refrigeran

Laju Alir Refrigeran(kmol/jam)


400

300

200

100

0
R290 R22 R12 R134A
Untuk perbandingan lajualir refrigeran, didapatkan hasil sepertipada tabel dan
grafik.Perbedaannya tidak terlalu jauh. Hanya saja yang tercepat adalah R12. Laju alir ini
mengindikasikan kecepatan dari refrigeran untuk menyerap panas dari evaporator. Semakin
cepat lajunya, penyerapan panas semakin efisien.Karena untuk panas yang sama dibutuhkan
lebih sedikit refrigeran.Dengan ketentuan pada simulasi yang dilakukan, nilai beban pendinginan
pada evaporator sama.

4. P Drop Valve

P Drop valve(Kpa)
1600
1400
1200
1000
800
600
400
200
0
R290 R22 R12 R134A

Tekanan jatuh pada valve dari berbagai refrigeran bervariasi. Drop tekanan ini adalah fungsi dari
tekanan sebelum valve dan tekanan yang masuk ke evaporator. dalam hal in fungsi valve hanya
penyeimbang sistem.

5. Tout valve

Tout Valve(0C)
-14.1
-14.15 R290 R22 R12 R134A
-14.2
-14.25
-14.3
-14.35
-14.4
-14.45
-14.5
-14.55
-14.6

Temperatur keluaran valve dari berbagai refrigeran hampir sama. Hal ini dikarenakan kinerja
pendinginan dari kondensor dan bukaan valve sama untuk semua refrigeran.
6. Duty Compressor

Duty Kompressor(Hp)
5.10E+02
5.05E+02
5.00E+02
4.95E+02
4.90E+02
4.85E+02
4.80E+02
4.75E+02
4.70E+02
4.65E+02
4.60E+02
4.55E+02
R290 R22 R12 R134A

Daya yang dibutuhkan kompresor Dari berbagai refrigeran bervariasi. Namun yang tertinggi
adalah R12. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar daya yang dikeluaran kompressor
maka energi yang diperlukan semakin besar. Untuk beban pendingina yang sama dengan
refrigeran yang berbeda dibutuihkan energi yang berbeda. Hal ini akan mempengaruhi COP

7. Duty Kondensor

Duty Kondesor(Kj/jam)
4.36E+06

4.34E+06

4.32E+06

4.30E+06

4.28E+06

4.26E+06

4.24E+06

4.22E+06
R290 R22 R12 R134A

Daya yang dibuang pada kondensor memiliki tren yang sama dengan daya yang dikeluarkan
kompressor.Hal ini mengindikasikan untuk beban pendinginan sama bila refrigeran berbeda
dapat menyebabkan perbedaan daya untuk mendinginkan(mencairkan refrigeran). Semakin
rendah daya yang diperlukan maka semakin baik.
8. COP

COP
2.4

2.35

2.3

2.25

2.2

2.15

2.1
R290 R22 R12 R134A

COP(Coefisien of performance) merupakan nilai dari pembagian Qserap evaporator dengan


Wkompressor. Artinya adalah untuk mendinginkan/menyerap panas di suatu sistem, maka
diperlukan daya kompressor dengan nilai tertentu. Semakin besar nilai COP maka kinerja dari
sistem refrigerasi semakin baik. Pada simulasi yang dilakukan, nilai beban pendinginan sama.
Namun dengan perbedaan refrigeran, nilai daya kompressor nya berbeda sehingga COP nya
berbeda. Dari grafik dapat disimpulakan urutan refrigeran yang paling efisien utuk digunakan
adalah sebagai berikut : R290,R22,R134A,R12.
Perancangan Proses Energi
Siklus Refrigerasi

Nama : Agus Mauludin


NIM : 141734003
Kelas : 4D / D4 Teknik Konservasi Energi

JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017