Anda di halaman 1dari 3

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DIPONEGORO

DUA SATU KLATEN


NOMOR : ...../SKDIR/DDS/VII/2014

TENTANG
KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN TERMINAL
DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DIPONEGORO DUA SATU KLATEN

DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DIPONEGORO DUA SATU


KLATEN

Menimbang :a. bahwa proses asesmen yang efektif akan menghasilkan keputusan
tentang pengobatan pasien yang harus segera dilakukan dan kebutuhan
pengobatan berkelanjutan di Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro
Dua Satu Klaten.
b. bahwa seperti yang dimaksud pada butir a di atas, perlu diberlakukan
dengan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Khusus Bedah
Diponegoro Dua Satu Klaten.

Mengingat : 1. Peraturan Menteri Kesehatan 269/Menkes/Per/III/2008;


2. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
3. Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Standar Profesi

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH


DIPONEGORO DUA SATU KLATEN TENTANG KEBIJAKAN
ASESMEN PASIEN TERMINAL DI RUMAH SAKIT KHUSUS
BEDAH DIPONEGORO DUA SATU KLATEN

KESATU : Memberlakukan kebijakan asesmen pasien terminal di Rumah Sakit


Khusus Bedah Diponegoro Klaten sebagaimana tercantum dalam
lampiran surat keputusan ini;
KEDUA : Kebijakan Asesmen Pasien Terminal merupakan acuan bagi unit Rumah
Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten dalam pelaksanaan
tugas sehari-hari;

KETIGA : Segala biaya yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan dibebankan


pada Anggaran Biaya Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua
Satu Klaten;

KEEMPAT : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan
bahwa apa bila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya, akan dilakukan perbaikan kembali sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di Klaten
pada tanggal 24 Juli 2014

DIREKTUR,

dr. Hj. Sjarifah Parwati Prawito,SU


NIP : 19970101

Tembusan :
1. SPI
2. Komite Medik
3. Unit Rawat Inap
4. Unit Rawat Jalan
Lampiran Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu
Klaten
nomor : ...../SKDIR/DDS/VII/2014
tanggal : 24 Juli 2014
tentang : Kebijakan Asesmen Pasien Terminal di Rumah Sakit Khusus Bedah
Diponegoro Dua Satu Klaten

KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN TERMINAL


DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH DIPONEGORO DUA SATU KLATEN

I. Pengertian :
Proses asesmen dan asesmen ulang yang benar dilaksanakan secara individual untuk
memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga apabila pasien mendekati masa kematian.

II. Tujuan :

III. Isi kebijakan :


1. Pasien yang akan meninggal dan keluarganya melakukan asesmen dan asesmen
ulang untuk :
a. Gejala seperti mau muntah dari kesulitan pernafasan.
b. Faktor yang meningkatkan dan membangkitkan gejala fisik.
c. Manjemen gejala saat ini dan hasil respon pasien.
d. Orientasi spiritual pasien dan keluarga dan kalau perlu keterlibatan
kelompok agama.
e. Urusan dan kebutuhan spiritual pasien dan keluarga, seperti putus asa,
penderitaan, rasa bersalah atau pengampunan.
f. Status psikososial pasien dan keluarga seperti hubungan keluarga,
lingkungan rumah yang memadai apabila diperlukan perawatan dan
keluarga atas penyakit pasien.
g. Kebutuhan dukungan atau kelonggaran palayanan ( respite services )
bagi pasien, keluarga dan pemberi pelayanan lain.
h. Kebutuhan akan alternatif atau tingkat pelayanan lain.
i. Faktor resiko bagi yang ditinggalkan dalam hal cara mengatasi dan
potensi reaksi patologis atas kesedihan.
2. Temuan dalam asesmen mengarahkan pelayanan yang diberikan.
3. Temuan di dalam asesmen didokumentasikan dalam rekam medis pasien.

DIREKTUR,

dr. Hj. Sjarifah Parwati Prawito,SU


NIP : 19970101