Anda di halaman 1dari 6

Jobsheet : 01 INSTALASI MOTOR LISTRIK RANGKAIAN Kelas : XI

Kode : DOL (DIRECT ON LINE) Semester : 1


Waktu : 4x45 Kode : TITL
menit

A. Tujuan
1. Siswa dapat menjelaskan fungsi, cara kerja dan kontruksi dari kontaktor dengan benar
2. Siswa dapat menjelaskan fungsi, cara kerja dan kontruksi dari thermal overload dengan
benar
3. Siswa dapat merangkai rangkaian control system DOL (Direct On Line)

B. Teori Singkat
Kontaktor /Magnetic Contactor (MC) merupakan saklar yang bekerja berdasarkan
prinsip kemagnetan, Artinya sakelar ini bekerja jika ada gaya kemagnetan pada penarik
kontaknya. Magnet berfungsi sebagai penarik dan sebagai pelepas kontak-kontaknya
dengan bantuan pegas pendorong.
Prinsip kerja: apabila coil (A1-A2) diberikan sumber tegangan maka akan terjadi induksi
magnet yang akan menarik setiap kontak yang terdapat pada kontaktor itu sendiri.

Gambar 1. kontruksi kontaktor Gambar 2. Simbol kontaktor


TOR (Thermal overload Relay) merupakan peralatan switching yang peka terhadap
suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi
batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan
jaringan listrik jika terjadi beban lebih.
Prinsip kerja: apabila arus yang melewati Thermal Overload Relay melebih batas
kemampuan hantar arus yang ditentukan, maka bimetal akan panas dan mendorong
kontak– kontaknya. NC (95-96) akan membuka dan NO (97-98) akan menutup
Thermal overload relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang lebih efektif dan
ekonomis, yaitu:
1. Pelindung beban lebih/ Overload
2. Melindungi dari ketidakseimbangan phasa/ Phase failure imbalance
3. Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa/ Phase Loss.
Gambar 3. kontruksi TOR Gambar 4. Simbol TOR

Rangkaian DOL atau biasa disebut rangkaian direct online memiliki fungsi untuk
melakukan start dan juga stop pada perangkat motor dengan menggunaakan sebuah rangakain
kontrol.

Prinsip kerja rangkaian DOL dibagi atas 2 rangkaian, yaitu:


1. Rangkaian Daya, pada rangkaian daya komponen utama akan mengalirkan daya dari
sumber ke beban yaitu motor. Mengalir atau tidaknya daya untuk motor ini diatur oleh
rangkaian kontrol.
2. Rangkaian kontrol, bekerja melalui sebuah kontaktor yang akan memutuskan/
mengalirkan daya dari sumber ke motor melalui anak-anak kontaknya. Biasanya kontak
yang digunakan adalah jenis normal terbuka atau Normally Open (NO).

C. Alat dan Bahan

No Nama Alat dan Bahan Spesifikasi Jumlah


1 Tang Pemotong 4” 1 buah
2 Tang Pengupas kabel 0,75 – 4 mm 1 buah
3 Tang lancip 4” 1 buah
4 Multimeter Analog 0 – 1000 V 1 buah
5 Obeng (+) 4 mm x 4” 1 set
6 Obeng (-) 4 mm x 4” 1 set
7 Test pen 0 – 500 V 1 buah
8 Lampu indikator Merah, kuning, hijau 220 V 3 buah
9 Kontaktor NO NC 1 buah
10 MCB 1 Fasa 4 Ampere 1 buah
11 MCB 3 Fasa 16 Ampere 1 buah
12 Motor Listrik 3 fasa 220/380 Volt 1 buah
13 Panel Box 40 x 60 1 buah
14 Push Button 1 NO 1 NC 2 buah
15 Thermal Overload Relay 3 fhasa 0 – 16 A 1 buah
16 Kabel NYAF 1,5 mm Merah, Kuning, Hitam, Biru 25 m
D. Keselamatan Kerja
1. Sebelum memulai praktek siswa harus mengetahui tata tertib ruang praktek Bengkel
Instalasi Listrik.
2. Gunakanlah pakaian praktek (wearpack) selama melakukan praktek.
3. Bacalah dan pahami petunjuk praktek.
4. Jangan menghubungkan rangkaian dengan sumber tegangan atau men-ON kan catu
daya sebelum diperiksa oleh guru pengajar atau instruktur dan mendapat
persetujuanya.
5. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya
6. Jika ada kesulitan saat melakukan praktek, konsultasikan dengan guru pengajar atau
instruktur.

E. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktek.
2. Buatlah rangkaian sesuai dengan gambar 5 rangkaian kontrol DOL pada rangkaian.
3. Jika rangkaian sudah benar, tutuplah semua sambungan kabel yang ada dalam kotak
cabang dengan isolasiban dan lasdop.
4. Laporkan hasil pekerjaan kepada guru atau instruktur dan minta persetujuan untuk
disambungkan dengan arus.
5. Jika hasil praktek sudah disetujui guru atau instruktur yalakan catu daya dan MCB.
6. Lakukan uji coba pada rangkaian.
7. Catat dan pahami hasil percobaan.
8. Matikan catu daya dan MCB.
9. Bongkar rangkaian yang telah selesai di uji coba dengan hati-hati.
10. Kembalikan alat dan bahan yang masih utuh ketempat semula.
11. Bersihkan ruangan kerja dari sampah dan debu.
F. Gambar Kerja

+24V 1 R
S
T
N
MCB

MCB

OL

L1 L3 L5
A1
OFF
K1

L2 L4 L6 A2
2 3

ON K1 K1 K1

K1 V

0V
Z Y

U W
4 2
3

Gambar 5. rangkaian control DOL Gambar 6. rangkaian daya DOL


G. Tugas
1. Jelaskan prinsip kerja rangkaian DOL!
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
2. Buatlah wiring diagram untuk gambar kerja diatas, hubungkan setiap fasa pada setiap
terminal kontak pada lembar kerja dibawah ini.

L1
L2
L3

OFF

MCB
ON 1

1 3 5 13 21 A1
K1
2 4 6 14 22 A2

1 3 5 95 97

OL

2 4 6 96 98

U1 V1 W1
M3~
U2 W2 V2
H. Kesimpulan
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................

I. Aspek Penilaian
1. Praktek (bobot 70%) meliputi,
 Proses atau prosedur kerja (30%)
 Fungsi (40%)
 Kecepatan/waktu pengerjaan (30%)
2. Laporan praktek (bobot 30%) meliputi,
 Data dan kejelasan gambar rangkaian (20%)
 Evaluasi hal penting dalam melaksanakan praktek (20%)
 Analisis hasil (40%)
 Kesimpulan dan saran (20%)