Anda di halaman 1dari 15

Mata Kuliah : Administrasi dan Manajemen Kesehatan Lingkungan

Dosen : Dr. H. Ronny, SKM., M.Kes

PENGADAAN PERCONTOHAN SARANA PEMBUANGAN AIR LIMBAH


(SPAL) DI DESA BOIYA KECAMATAN MAIWA
KABUPATEN ENREKANG

Disusun Oleh :

MUHAMMAD ANSAR
( PO. 71. 4. 221. 14. 1. 030 )

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
DIPLOMA IV
2017

1
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ................................................................................... i

DAFTAR ISI.................................................................................................... ii

RINGKASAN.................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ............................................................................................ 1


B. Rumusan masalah ....................................................................................... 2
C. Tujuan........................................................................................................... 2
D. Manfaat kegiatan ......................................................................................... 2

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI

A. Letak Geografis ........................................................................................... 3


B. Situasi Demografi ....................................................................................... 3
C. Pembagian Wilayah Desa ............................................................................ 4

BAB III METODE PELAKSANAAN

A. Metode Pelaksanaan .................................................................................. 5


B Sasaran ......................................................................................................... 5
C. Rancangan evaluasi...................................................................................... 5

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

A. Rencana Anggaran Biaya ........................................................................... 6


B. Jadwal Kegiatan ......................................................................................... 6

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

RINGKASAN

i
Saluran air limbah sangat penting untuk direncanakan dalam utilitas
bangunan gedung. Bukan hanya karena perannya yang vital dalam menyalurkan
benda atau zat yang tidak dibutuhkan oleh pengguna gedung, serta bahkan bahan-
bahan yang beracun, saluran limbah sering merupakan saluran yang pertama harus
dibuat secara fisik ketika gedung mulai didirikan.
Pengaruhnya sangat nampak jelas, misalnya pada perletakannya yang tidak
boleh berdekatan atau saling mengganggu dengan saluran air minum/air bersih
lainnya. Bila hal ini sampai terjadi, perbaikan biasanya merupakan tindakan yang
rumit serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Air limbah dapat didefinisikan sebagai air buangan dari air bersih yang
sudah digunakan. Air limbah dibuang ke saluran umum atau diresapkan ke dalam
tanah setelah tentunya melalui pengolahan terlebih dahulu.

ii
PENGADAAN PERCONTOHAN SARANA PEMBUANGAN AIR LIMBAH
(SPAL) DI DESA BOIYA KECAMATAN MAIWA
KABUPATEN ENREKANG

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang dengan jumlah
penduduk lebih dari 200 juta jiwa. Dimana keadaan kesehatan lingkungan di
Indonesia merupakan hal yang perlu mendapat perhatian karena menyebabkan
status kesehatan masyarakat berubah. Kesehatan lingkungan menjadi perhatian
utama bagi masyarakat Indonesia saat ini.
Menurut WHO, lebih dari 2,6 milyar orang pada wilayah pedesaan dan
perkotaan kini tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar. Tujuan pembangunan
kesehatan ialah menuju Indonesia sehat (2015-2025) dengan meningkatkan
kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup bagi setiap orag agar terwujud derajat
kesehatan masyarakaat diantranya tingkat ekonomi, pendidikan, keadaan
lingkungan, kesehatan, dan budaya sosial.
Salah satu daerah dengan permasalahan kesehatan lingkungan yang masih
kompleks di Desa Boiya, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Provinsi
Sulawesi Selatan yang memerlukan adanya usaha prevenif dan promotif guna
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat.
Adapun data yang diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan oleh
Mahasiswa Kesehatan Lingkungan pada Kegiatan Prakek Kerja Nyata (PKN)
tahun 2017 di Desa Boiya memperlihatkan keadaan sarana sanitasi di desa
tersebut masih memprihatinkan. Dimana tingkat kepemilikan SPAL (Sarana
Pembuangan Air Limbah) dari 133 KK yang diobservasi, hanya ada 47 KK
dengan persentase 35% yang memiliki SPAL dan yang tidak memiliki SPAL
sebanyak 86 KK dengan persentase 65%.
Berdasarkan data diatas dan hasil observasi yang telah dilakukan di Desa
Boiya Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang memang ada beberapa rumah yang
memilki SPAL namun belum memenuhi syarat dikarenakan, limbah tersebut
langsung saja disalurkan ke tanah tanpa melalui suatu proses sebelumnya.

1
Oleh karena itu perlu dibuatkan percontohan SPAL yang memenuhi syarat
untuk dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat tidak adanya
SPAL(Sarana Pembuangan Air Limbah) yang memenuhi syarat kesehatan, dimana
Salah satu dampak yang dirasakan adalah mengganggu pemandangan, terkesan
jorok karena air limbah mengalir kemana-mana, menimbulkan bau busuk
sehingga mengurangi kenyamanan khususnya orang yang melintas di sekitar
rumah, dan dapat mencemari lingkungan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan diatas, maka rumusan masalah pada obyek sasaran
adalah “Bagaimana agar masyarakat mampu membuat SPAL (Sarana Pembuangan
Air Limbah ) yang memenuhi persyaratan kesehatan.”

C. Tujuan
1. Masyakarat mampu membuat SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah) yang
memenuhi persyaratan kesehatan.
2. Masyarakat sudah dapat memiliki SPAL yang memenuhi persyaratan
kesehatan.

D. Manfaat Kegiatan
1. Memberikan keterampilan tentang cara membuat SPAL (Sarana Pembuangan
Air Limbah) yang memenuhi persyaratan kesehatan.
2. Dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

2
BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI

A. Letak Geografis
Desa Boiya merupakan salah satu dari 22 desa di Wilayah Kecamatan
Maiwa yang terletak 13,5 km ke arah barat dari ibu kota kecamatan Maiwa,
Desa Boiya mempunyai luas wilayah ± 24,56 km 2, dengan batas-batas
sebagai berikut :
 Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Tuncung/Kabupaten Sidrap
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa SaloDua / Kabupaten Sidrap
 Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sidrap
 Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Ongko

B. Situasi Demografi
Jumlah penduduk 1.118 jiwa termasuk jumlah yang besar bagi ukuran
suatu desa. Penduduk yang jumlahnya besar akan menjadi satu
kekuatan/potensi pembangunan bilamana memiliki kompetensi sumberdaya
manusia. Komposisi adalah hampir seimbang (1.20:1).
Pertumbuhan penduduk yang stabil setiap tahun di satu sisi menjadi
beban pembangunan karena ruang gerak untuk produktivitas masyarakat
makin rendah, apabila jika tidak diikuti peningkatan pendidikan yang dapat
menciptakan lapangan kerja. Memang tidak selamanya pertambahan
penduduk membawa dampak negatif, malahan menjadi positif jika dapat
diberdayakan secara baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kondisi ketenagakerjaan yang harus mendapatkan perhatian dan
penanganan secara komrehensif adalah terjadinya peningkatan angka usia
kerja setiap tahunnya.
Pertumbuhan angkatan kerja yang memasuki dunia kerja di mana dari
angkatan kerja yang mencari kerja tersebut tidak terserap pada lapangan kerja
yang tersedia khususnya dalam konteks hubungan kerja (bekerja di sektor
pemerintah atau di sektor swasta/perusahaan), karena memang daya serap
dari sektor-sektor tersebut sangat terbatas, sehingga sebagai “katup
pengaman” harus dapat dikembangkan sebagai potensi atau peluang bekerja
terbuka luas melalui kerja mandiri/wirausaha (sektor ekonomi non formal).

3
C. Pembagian Wilayah Desa
Jumlah penduduk/KK, Jiwa, RTM = 79 KK, RTSM = 63, non RTM = 171.
Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Sesuai dengan Dusun/Lingkungan

JUMLAH JIWA KEPALA


NO NAMA DUSUN
L P TOTAL KELUARGA
1. Dusun Boiya 175 187 362 97
2. Dusun Salokalama 287 270 557 160
3. Dusun Balajonga 115 95 210 56
Jumlah 577 552 1.129 313
Sumber : Data Sekunder

BAB III
METODE PELAKSANAAN

A. Metode Pelaksanaan

4
Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi
oleh obyek sasaran adalah dengan bersama masyarakat membuat percontohan
SPAL yang memenuhi persyaratan kesehatan.

B. Sasaran
Adapun sasaran pada kegiatan ini adalah masyarakat yang berada di Desa Boiya,
Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang

C. Rancangan Evaluasi
Evaluasi hasil kegiatan yang telah dilakukan akan dilaksanakan 2 minggu setelah
pelaksanaan kegiatan. Adapun kriteria dan indikator pencapaian tujuan serta tolok
ukur yang dapat dipergunakan untuk menyatakan keberhasilan dari kegiatan ini
adalah 90% masyarakat sudah mempunyai SPAL yang memenuhi persyaratan
kesehatan.

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

A. Rencana Anggaran Biaya

5
Adapun anggaran biaya dapat disajikan seperti tabel berikut :

No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)


1 Peralatan Penunjang 311.000,-
2 Bahan Habis Pakai 647.000,-
3 Perjalanan 300.000,-
4 Lain-Lain 28.500,-
Jumlah 1.286.500,-

B. Jadwal Kegiatan
Adapun jadwal kegiatan akan dilaksanakan pada tahun 2017, dengan tahapan-
tahapan sebagai berikut :
1. Persiapan : 01 – 06 Oktober 2017
2. Pelaksanaan : 07 – 16 Oktober 2017
3. Evaluasi : 2 minggu setelah pelaksanaan kegiatan

DAFTAR PUSTAKA

6
Ibrahim, dkk. 2017. Laporan Akhir Praktek Kerja Lapangan. Kesehatan
Lingkungan.

7
Lampiran 1 : Gan Chart Kegiatan
WAKTU PELAKSANAAN
KEGIATAN OKTOBER 2017 KET
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16
1. Persiapan
a. Persiapan lokasi
b. Perizinan
c. Membuat kesepakatan
dengan peserta sasaran
d. Persiapan kegaiatn
2. Pelaksanaan
a. Pembuatan SPAL
percontohan

3. Evaluasi
a. Evaluasi hasil kegiatan Evaluasi Setelah
2 Minggu
Kegiatan

8
Lampiran 2 : Justifikasi Anggaran

1. Peralatan Penunjang
Harga Jumlah
Material Kuantitas Satuan
satuan (Rp) (Rp)
Skop 2 Buah 75.000,- 150.000,-
Palu-Palu 1 Buah 33.000,- 33.000,-
Gergaji 1 Buah 35.000,- 35.000,-
Paku 1 Kg 22.500,- 22.500,-
Linggis 1 Buah 40.500,- 40.500,-
Sendok Semen 2 Buah 15.000,- 30.000,-
Total 311.000,-
2. Bahan habis pakai
Harga Jumlah
Material Kuantitas Satuan
satuan (Rp) (Rp)
Ijuk 2 Gulung 45.000,- 90.000,-
Drum 1 Buah 50.000,- 50.000,-
Pipa 3” 1 Buah 65.000,- 65.000,-
Batu bata 40 Buah 650,- 26.000,-
Pasir 2 Kubik 125.000,- 250.000,-
Semen 1 Sak 45.000,- 45.000,-
Sambungan T 3” 2 Buah 15.000,- 30.000,-
Lem pipa 1 Buah 16.000,- 16.000,-
Kerikil 0,5 Kubik 150.000,- 75.000,-
Total 647.000,-
3. Perjalanan
Harga Jumlah
Jenis Pengeluaran Kuantitas Satuan
satuan (Rp) (Rp)
Survei Lokasi 1 Jalan 100.000,- 100.000,-
Perizinan 1 Jalan 100.000,- 100.000,-
Pelaksanaan Kegiatan 1 Jalan 100.000,- 100.000,-
Total 300.000,-
4. Lain-Lain
Harga Jumlah
Jenis Pengeluaran Kuantitas Satuan
satuan (Rp) (Rp)
Foto Copy 30 Lembar 250,- 7.500,-
Jilid Laminating 3 Rangkap 7.000,- 21.000,-
Total 28.500,-

Total Anggaran 1.286.500,-


Lampiran 3. Peta Desa Boiya, Kec. Maiwa, Kab. Enrekang

9
Lampiran 4. Desain SPAL

10
11
12