Anda di halaman 1dari 33

KATA PENGANTAR

Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan/atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan ayat (3) menegaskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang- undang. Untuk itu, seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan negara Indonesia.

Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Dengan visi pendidikan tersebut, pendidikan nasional mempunyai misi salah satunya meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global.

Salah satu dari 8 standar tersebut adalah Standar Nasional Pendidikan yang bertujuan untuk menjamin: (a) perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip- prinsip penilaian, (b) pelaksanaan penilaian peserta didik secara professional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan (c) pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif. Namun pada kenyataannya masih banyak sekolah yang belum memenuhi tujuan penilaian seperti standar yang telah ditetapkan.

Penilaian akhir dalam rangka menentukan capaian kompetensi bagi siswa SMK dilaksanakan dalam bentuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Hasil UKK dari peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan dan pemberian sertifikat kompetensi, sedangkan bagi stakeholder akan dijadikan sebagai informasi atas kompetensi yang dimiliki si calon tenaga kerja, untuk itu diperlukan perangkat dan mekanisme untuk memperkuat pengakuan dari pihak stakeholder.

Materi uji pada UKK disusun berdasarkan jenjang kompetensi lulusan SMK pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, okupasi nasional, skema klaster dan paspor keterampilan (Skill Passport). UKK dirancang dalam bentuk Ujian Teori Kejuruan (tes tertulis) dan Praktik Kejuruan berbentuk projek yang dilaksanakan secara individual. Teori Kejuruan mengukur pemahaman peserta didik terhadap landasan pengetahuan di samping untuk menguji analisis, daya nalar dan penyelesaian masalah, sedangkan Praktik Kejuruan mengukur kemampuan peserta uji dalam mengerjakan sebuah tugas atau membuat suatu produk sesuai tuntutan standar kompetensi.

Pedoman ini diharapkan menjadi acuan umum bagi para pihak yang terlibat dalam Penyelenggaraan UKK tahun pelajaran 2017/2018.

dalam Penyelenggaraan UKK tahun pelajaran 2017/2018. ii | Panduan Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

iii

BAB I PENGERTIAN DAN ACUAN NORMATIF

1

A. Pengertian

1

B. Acuan Normatif

3

BAB II TUJUAN DAN SASARAN

5

A. Tujuan

5

B. Sasaran

5

A. Bentuk Uji Kompetensi Keahlian

7

B. Perangkat Uji Kompetensi Keahlian

7

BAB IV PESERTA UJI DAN SMK PELAKSANA UJI KOMPETENSI KEAHLIAN 9

A. Hak dan Kewajiban Peserta UKK

9

B. Persyaratan Peserta UKK

9

C. Pendaftaran Peserta UKK

10

D. SMK Pelaksana UKK

10

BAB V PENYELENGGARAAN DAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

11

A. Model Pelaksanaan UKK

11

B. Penggandaan dan Pengiriman

11

C. Verifikasi Tempat Uji Kompetensi

12

D. Asesor/Penguji

13

E. Mekanisme Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian

14

F. Pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian

15

G. Penilaian dan Penskoran Uji Kompetensi Keahlian

16

BAB VI KRITERIA KELULUSAN DAN PENERBITAN SERTIFIKAT

18

A.

Kriteria Kelulusan

18

B.

Penerbitan Sertifikat Kompetensi

19

BAB VII PEMANTAUAN DAN EVALUASI

20

BAB VIII BIAYA PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

21

Daftar Nama dan Kode Kompetensi Keahlian SMK Uji Kompetensi Keahlian

Tahun Pelajaran 2017/2018

22

BAB I

PENGERTIAN DAN ACUAN NORMATIF

A. Pengertian

Dalam Pedoman Penyelenggaran Uji Kompetensi Keahlian ini yang dimaksud dengan:

1. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan yang dilaksanakan oleh Pemerintah;

2. Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi siswa yang dilakukan sekolah untuk seluruh mata pelajaran dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar, kecuali mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok);

3. Uji Kompetensi Keahlian yang selanjutnya disebut UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada level tertentu sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh di SMK;

4. Uji kompetensi adalah proses penilaian baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi tertentu;

5. Kisi-kisi UKK adalah acuan untuk mengembangkan dan merakit naskah soal UKK yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian kualifikasi, okupasi, skema klaster, sesuai kurikulum yang berlaku;

6. Nama dan Kodefikasi Kompetensi Keahlian yang diujikan sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 251/C/KEP/MN/2008 tertanggal 22 Agustus 2008 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan dan

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 7013/D/KP/2013 tentang Spektrum Keahlian Menengah Kejuruan;

7. Pelaksana Ujian Tingkat Pusat adalah bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki kewenangan untuk mengoordinasikan persiapan dan pelaksanaan UKK;

8. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi adalah bagian dari Dinas Pendidikan Provinsi yang memiliki kewenangan untuk mengoordinasikan persiapan dan pelaksanaan UKK;

9. Pelaksana Ujian Satuan Pendidikan adalah bagian dari Satuan Pendidikan yang memiliki kewenangan untuk mengoordinasikan persiapan dan pelaksanaan UKK;

10. Tempat Uji Kompetensi yang selanjutnya disingkat TUK adalah tempat kerja dan/atau lembaga yang dapat memberikan fasilitas pelaksanaan uji kompetensi;

11. Asesor atau Penguji adalah seseorang yang memiliki kewenangan dan memenuhi persyaratan untuk melakukan dan/atau menilai hasil capaian kompetensi peserta uji;

12. Sertifikat uji kompetensi adalah bukti pengakuan tertulis atas capaian kompetensi pada kualifikasi tertentu yang diberikan oleh SMK terakreditasi yang bekerjasama dengan institusi pasangan;

13. Institusi pasangan adalah dunia usaha/dunia industri sebagai mitra sekolah yang berbentuk badan usaha atau usaha perseorangan;

14. Sertifikat Kompetensi adalah bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi;

15. Lembaga Sertifikasi Profesi yang selanjutnya disebut LSP adalah lembaga pelaksana sertifikasi kompetensi kerja yang mendapatkan lisensi dari BNSP;

16. Skema Sertifikasi adalah paket kompetensi dan persyaratan spesifik yang berkaitan dengan kategori jabatan atau keterampilan tertentu dari seseorang.

B. Acuan Normatif

Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahian (UKK) ini berlandaskan pada peraturan perundangan sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5157);

4. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;

5. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Lembaran Negara Tahun 2015 Nomor 15);

6. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode Tahun

2014-2019;

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan;

8.

Peraturan BNSP Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi bagi lulusan SMK;

9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan.

BAB II

TUJUAN DAN SASARAN

A. Tujuan

Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bertujuan untuk :

1.

Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh;

2.

Memfasilitasi peserta didik SMK yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk kelulusan dari satuan pendidikan;

3.

Mengoptimalkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan SMK sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau okupasi atau klaster atau paspor keterampilan (skill passport);

4.

Memfasilitasi kerjasama SMK dengan dunia usaha/industri dalam rangka pelaksanaan Uji Kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

B.

Sasaran

Sasaran yang akan dicapai dalam Pelaksanaan UKK ini adalah:

1. Terlaksananya proses penilaian bagi seluruh peserta didik SMK kelas 12 atau kelas 13 melalui serangkaian kegiatan uji kompetensi yang dilaksanakan secara efektif, efisien, dan terukur.

2. Terlaksananya proses penilaian bagi peserta didik SMK kelas 10 dan kelas 11 dalam rangka sertifikasi kompetensi untuk skema klaster atau paspor keterampilan (skill passport).

3. Diterbitkannya sertifikat uji kompetensi bagi seluruh peserta uji yang dinyatakan kompeten sesuai jenis kompetensi/paket keahlian yang ditempuh.

BAB III

BENTUK DAN PERANGKAT UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

A. Bentuk Uji Kompetensi Keahlian

Bentuk UKK tahun pelajaran 2017/2018 untuk kelas 12 dan 13, ditetapkan sebagai berikut:

1.

Ujian

diselenggarakan SMK bekerjasama dengan Institusi pasangan;

Praktik

Kejuruan

berbentuk

proyek/penugasan

yang

2. Uji Kompetensi dengan ruang lingkup skema sertifikasi yang diselenggarakan SMK bekerja sama dengan LSP yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP;

3. Ujian Teori Kejuruan berbentuk tes tertulis yang dilaksanakan dalam Ujian Nasional dengan 2 (dua) media yaitu ujian berbasis kertas (paper based test) dan ujian berbasis komputer (computer based test). Ujian Teori Kejuruan diatur lebih lanjut dalam Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018.

B. Perangkat Uji Kompetensi Keahlian

Perangkat Uji Kompetensi Keahlian terdiri atas:

1 Kisi-kisi Soal Praktik Kejuruan (KSP)

Kisi-kisi soal ujian Praktik Kejuruan merupakan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan spesifik, operasional dasar, dan pengendalian mutu yang harus dikuasai peserta uji sesuai kompetensi keahliannya masing-masing.

2

Soal Praktik Kejuruan (SPK)

Soal Praktik Kejuruan adalah tes berbentuk penugasan untuk mengerjakansatu atau beberapa pekerjaan untuk menghasilkan suatu produk/jasa.

3 Lembar Pedoman Penilaian Soal Praktik (PPsp)

Lembar Pedoman Penilaian Soal Praktik adalah deskripsi kompetensi/rubrik yang digunakan sebagai acuan untuk pemberian skor setiap komponen penilaian. Lembar penilaian memuat komponen penilaian, sub-komponen penilaian, pencapaian kompetensi, dan kriteria penilaian.

4 Instrumen Verifikasi Penyelenggara Ujian Praktik Kejuruan (InV)

Instrumen vertifikasi Penyelenggara Ujian Praktik Kejuruan adalah instrumen yang digunakan untuk menilai kelayakan satuan pendidikan atau institusi lain sebagai tempat penyelenggaraan ujian Praktik Kejuruan. Instrumen verifikasi memuat standar persyaratan peralatan utama, standar persyaratan peralatan pendukung, standar persyaratan tempat/ruang serta memuat persyaratan penguji yang terdiri atas penguji internal dan eksternal.

5 Materi Uji Kompetensi (MUK)

Materi Uji Kompetensi (MUK) adalah Perangkat Asesmen kompetensi yang digunakan dalam pelaksanaan asesmen kompetensi. Perangkat tersebut disusun dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja yang dikembangkan dan digunakan oleh LSP terlisensi BNSP yang menyelenggarakan uji kompetensi bekerja sama dengan SMK.

BAB IV

PESERTA UJI DAN SMK PELAKSANA UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

A.

Hak dan Kewajiban Peserta UKK

 

1.

Hak Peserta UKK

 

a. Setiap

peserta

didik

yang

telah

memenuhi

persyaratan

berhak

mengikuti UKK.

 

b. Peserta UKK yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UKK utama dapat mengikuti UKK susulan.

c. Peserta UKK berhak mendapatkan tanda pengakuan terkait keikutsertaannya dalam UKK sesuai ketentuan yang berlaku.

2.

Kewajiban Peserta UKK

 

a. Peserta UKK wajib menjalankan seluruh prosedur ujian terkait materi yang diujikan.

b. Peserta UKK wajib mematuhi tata tertib peserta UKK.

 

B.

Persyaratan Peserta UKK

 

UKK yang diselenggarakan SMK bekerjasama dengan institusi pasangan:

1. Terdaftar pada tahun terakhir (kelas 12 untuk program 3 tahun dan kelas 13 untuk program 4 tahun) sebagai siswa SMK;

2. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar mulai semester I (satu) tahun pertama sampai dengan semester I (satu) tahun terakhir.

UKK yang diselenggarakan SMK bekerjasama dengan LSP:

1. Telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai skema klaster atau okupasi yang akan diujikan;

2.

Memenuhi persyaratan uji kompetensi sebagaimana tercantum dalam dokumen skema sertifikasi.

C. Pendaftaran Peserta UKK

Bagi peserta UKK yang diselenggarakan SMK bekerjasama dengan institusi pasangan:

1. Sekolah pelaksana UKK melaksanakan pendataan calon peserta uji berdasarkan Dapodik;

2. Panitia UKK melakukan verifikasi data calon peserta UKK;

3. Kepala sekolah menetapkan daftar peserta UKK;

4. Panitia UKK menerbitkan kartu peserta UKK.

Bagi peserta UKK yang diselenggarakan SMK bekerjasama dengan LSP wajib memenuhi persyaratan pendaftaran yang tercantum dalam dokumen skema sertifikasi.

D. SMK Pelaksana UKK

1. SMK yang dapat melaksanakan UKK adalah satuan pendidikan terakreditasi berdasarkan keputusan dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M).

2. SMK penyelenggara UKK yang bekerjasama dengan Institusi pasangan telah memenuhi persyaratan sebagai Tempat Uji Kompetensi melalui verifikasi kelayakan oleh tim yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan;

3. SMK penyelenggara UKK yang bekerjasama dengan LSP telah memenuhi persyaratan sebagai Tempat Uji Kompetensi melalui verifikasi kelayakan oleh tim yang dibentuk oleh LSP.

BAB V

PENYELENGGARAAN DAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

A.

Model Pelaksanaan UKK

1.

Dalam Pelaksanaan UKK, Peserta Didik SMK dapat memilih salah satu dari 4 model ujian berikut:

a. UKK yang diselenggarakan bekerjasama dengan Institusi pasangan, dalam hal ini dunia usaha dan dunia industri (DUDI) atau Asosiasi Profesi;

b. UKK yang diselenggarakan oleh LSPP1-SMK yang telah terlisensi BNSP bagi peserta didik SMK induknya dan SMK lain yang termasuk dalam jejaring LSPP1-SMK tersebut;

c. UKK yang diselenggarakan oleh LSPP2 yang didirikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang telah terlisensi oleh BNSP yang mempunyai skema sertifikasi untuk SMK;

d. UKK yang diselenggarakan oleh LSPP3 yang terlisensi BNSP serta mempunyai skema sertifikasi untuk SMK. LSP ini didirikan oleh asosiasi industri dan/atau asosiasi profesi dengan tujuan melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja untuk sektor dan atau profesi tertentu sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.

B.

Penggandaan dan Pengiriman

Dalam pelaksanaan UKK yang dilaksanakan SMK bekerja dengan Institusi pasangan, penggandaan dan pengiriman perangkat uji dilaksanakan sebagai berikut.

1. Pelaksana Ujian Tingkat Pusat mengirimkan Soal Praktik Kejuruan beserta perangkat uji lainnya ke Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi berupa soft-file dalam Compact Disc (CD) serta diunggah melalui laman Direkorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (psmk.kemdikbud.go.id);

2.

Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi menggandakan CD Soal Praktik Kejuruan beserta perangkat uji lainnya dan mengirimkannya ke Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan;

3. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi dan/atau Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan melaksanakan pencetakan, penggandaan, dan pendistribusian naskah UKK sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan perubahannya.

Dalam pelaksanaan UKK yang dilaksanakan SMK bekerjasama dengan LSP, prosedur penggandaan dan distribusi MUK disesuaikan dengan prosedur yang berlaku di LSP.

C. Verifikasi Tempat Uji Kompetensi

1. Verifikasi TUK dilakukan oleh:

a. Tim yang ditunjuk Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi cabang kabupaten/kota/UPTD dengan menggunakan instrumen verifikasi yang telah disiapkan oleh Pelaksana Ujian Tingkat Pusat; atau instrumen verifikasi yang dikembangkan oleh TUK-SMK bekerjasama dengan industri; atau

b. Tim yang ditugaskan oleh Ketua LSP terlisensi, dengan menggunakan instrumen verifikasi yang telah ditetapkan oleh LSP.

2. Personil Verifikasi TUK yaitu:

a. Personil yang ditetapkan Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi cabang kabupaten/kota/UPTD dengan melibatkan unsur asesor/penguji dari dunia usaha/dunia industri atau institusi pasangan yang memahami subtansi; atau

b. Personil yang ditetapkan oleh LSP yakni asesor yang memahami skema sertifikasi yang akan diujikan.

3. Penetapan kelayakan TUK-SMK dibuktikan dengan:

a. Penerbitan Surat Keputusan Pejabat Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi setelah mendapatkan rekomendasi Tim Verifikasi TUK; atau

b. Penerbitan Surat Keputusan Ketua LSP terlisensi berdasarkan skema sertifikasi yang akan diujikan setelah mendapatkan rekomendasi Tim Verifikasi TUK.

4. TUK yang telah diverifikasi dan dinyatakan layak, tidak boleh digunakan untuk kegiatan pembelajaran hingga pelaksanaan uji kompetensi dinyatakan selesai.

D. Asesor/Penguji

1. Penguji terdiri dari:

a. Penguji yang berasal dari industri/guru produktif sesuai persyaratan penyelenggaraan UKK; atau

b. Asesor Kompetensi bersertifikat BNSP.

2. Bagi UKK yang diselenggarakan oleh LSPP1 SMK, maka persyaratan Asesor Kompetensi merujuk pada Pedoman BNSP.

3. Bagi UKK yang diselenggarakan oleh LSPP2 dan LSPP3, asesor ditentukan oleh LSP yang bersangkutan berdasarkan pedoman BNSP.

4. Bagi UKK yang diselenggarakan bekerjasama dengan Institusi pasangan, maka penguji terdiri atas penguji internal dan eksternal:

a. Penguji Internal adalah guru produktif yang relevan dengan pengalaman mengajar minimal 3 tahun dan diutamakan memiliki pengalaman kerja/magang di dunia usaha/industri atau pemegang sertifikat kompetensi keahlian dan asesor;

b. Penguji Eksternal adalah personil dari dunia usaha/industri/asosiasi profesi/institusi pasangan yang menguasai metodologi pengujian atau memiliki latar belakang pendidikan dan/atau asesor yang memiliki sertifikat kompetensi dan pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi keahlian yang akan diujikan.

E. Mekanisme Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian

1. UKK yang dilaksanakan SMK bekerjasama dengan Institusi pasangan berlaku mekanisme sebagai berikut.

a. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi melakukan pendataan peserta didik yang berhak mengikuti UKK.

b. Pelaksana Ujian Tingkat Pusat bersama unsur pendidik, unsur dunia usaha/industri, dan unsur perguruan tinggi menyusun pedoman dan perangkat uji pada tahun pelajaran 2017/2018.

c. Pelaksana Ujian Tingkat Pusat melaksanakan sosialisasi dan menyerahkan pedoman dan perangkat uji kepada Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi.

d. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi melaksanakan sosialisasi pedoman UKK tahun 2018 kepada Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan (SMK).

e. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi menugaskan tim untuk melakukan verifikasi dan menetapkan SMK yang layak menjadi TUK.

f. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi menetapkan dan/atau menugaskan asesor sesuai kriteria yang telah ditentukan;

g. SMK yang ditetapkan sebagai pelaksana UKK melaksanakan ujian sesuai pola paket yang dipilih dan dalam rentang jadwal yang ditetapkan.

h. Penguji melakukan uji kompetensi dengan menggunakan perangkat uji yang telah ditetapkan.

i. Penguji memberikan hasil penilaian berupa deskripsi capaian kompetensi dan bentuk angka untuk diserahkan kepada satuan pendidikan.

j. SMK bekerja sama dengan institusi pasangan menerbitkan sertifikat keikutsertaan dalam uji kompetensi keahlian untuk diserahkan kepada peserta uji yang memenuhi syarat kelulusan dengan mencantumkan judul penugasan dan nilai yang diperoleh.

2. Dalam UKK yang dilaksanakan SMK bekerjasama dengan LSP berlaku mekanisme sebagaimana diatur dalam pedoman pelaksanaan Uji Kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP.

F. Pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian

UKK dilaksanakan pada rentang waktu 19 Maret sampai dengan 28 April 2018, dengan pengaturan sebagai berikut;

1.

Pelaksanaan UKK yang dilaksanakan oleh SMK bekerjasama dengan institusi pasangan:

a. UKK dapat dilaksanakan di industri dan/atau di SMK yang telah dinyatakan layak sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK);

b. Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan menyiapkan bahan, peralatan, penguji, dan alat/komponen penunjang ujian Praktik Kejuruan;

c. Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan bersama-sama dengan institusi pasangan dapat menambah atau memodifikasi soal dengan kriteria/spesifikasi yang lebih tinggi dari soal yang telah disiapkan;

d. Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan dapat menggunakan 4 (empat) paket soal UKK yang tersedia atau memilih di antara keempat paket yang sesuai dengan ketersediaan peralatan dan bahan, sedangkan yang ditugaskan atau dikerjakan oleh peserta uji hanya satu paket dari keempat paket tersebut;

e. Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan dapat memberikan soal Praktik Kejuruan kepada peserta uji sebelum pelaksanaan ujian untuk latihan;

f. Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan memberikan kesempatan kepada peserta uji untuk melakukan orientasi tempat ujian Praktik Kejuruan, berlatih dan menggunakan peralatan Praktik Kejuruan sesuai dengan metode pelaksanaan ujian Praktik Kejuruan yang akan ditempuh.

2.

Pelaksanaan UKK melalui LSP.

a. Pelaksanaan sertifikasi (MMA;MPA;MAK) yang dilaksanakan oleh LSP berdasarkan Pedoman BNSP 301. Khusus Pelaksanaan sertifikasi yang dilaksanakan oleh LSPP1-SMK, mengacu pada peraturan tambahan berupa Peraturan BNSP no. 1 tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Bagi Lulusan SMK (dapat di-unduh di website http://psmk.kemdikbud.go.id);

b. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi peserta didik kelas 10 dan

11 dilaksanakan sesuai dengan skema sertifikasi kemasan klaster

atau okupasi berdasarkan capaian pembelajaran yang telah

ditempuh di sekolah;

c. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi peserta didik kelas 12/kelas

13 dengan skema kemasan klaster atau okupasi atau kualifikasi

level II/III dilaksanakan dalam rangka kelulusan dari satuan

pendidikan.

G. Penilaian dan Penskoran Uji Kompetensi Keahlian

1. Dalam pelaksanaan UKK yang dilaksanakan SMK bekerja sama dengan Institusi pasangan berlaku mekanisme penilaian dan penskoran sebagai berikut

a. Penguji melakukan penilaian dengan menggunakan lembar penilaian yang telah disediakan;

b. Penguji melakukan penilaian sesuai karakteristik Kompetensi Keahlian didasarkan atas unjuk kerja/kinerja/produk yang dihasilkan oleh peserta uji;

c. Penguji dapat menambahkan indikator dan komponen penilaian lebih tinggi dari yang telah ditetapkan oleh Pelaksana Ujian Tingkat Pusat;

d. Penguji memberikan skor untuk setiap sub komponen penilaian dalam bentuk angka mulai 0 sampai 10;

e. Penguji menentukan nilai akhir, berdasarkan perhitungan bobot masing-masing komponen ke dalam skala 0 sampai 100;

f. Penguji menyerahkan nilai hasil ujian peserta uji kepada Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan dan menjaga kerahasiaannya;

g. Penguji dapat melaksanakan ujian remedial bagi peserta didik untuk komponen yang belum mencapai standar sampai batas tanggal ujian terakhir.

2. Dalam pelaksanaan UKK yang dilaksanakan oleh LSP berlaku mekanisme penilaian dan penskoran sebagai berikut.

a. Asesor melakukan penilaian dengan perangkat asesmen atau MUK yang telah disediakan;

b. Asesor memutuskan apakah peserta uji dinyatakan kompeten berdasarkan kemampuan peserta uji dalam memenuhi kriteria- kriteria unjuk kerja yang diujikan;

c. LSP berkoordinasi dengan BNSP untuk menerbitkan sertifikat kompetensi berdasarkan skema yang diujikan sesuai ketentuan yang berlaku;

d. Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan dapat menunjuk salah seorang guru produktif dan/atau asesor untuk melakukan konversi dari sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta didik melalui sertifikasi di LSP.

BAB VI

KRITERIA KELULUSAN DAN PENERBITAN SERTIFIKAT

A. Kriteria Kelulusan

1. Pada UKK yang dilaksanakan SMK bekerjasama dengan institusi pasangan, penguji memberikan skor untuk setiap komponen penilaian dalam bentuk angka dari 0 sampai 10 yang kemudian dikonversi ke dalam skala 0 sampai 100 berdasarkan bobot setiap komponen penilaian.

2. Pada UKK yang dilaksanakan SMK bekerjasama dengan LSP, guru produktif dan/atau asesor melakukan konversi dari sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta didik melalui sertifikasi di LSP ke dalam skala 70 sampai 100.

3. Pelaksana Ujian tingkat satuan pendidikan menghitung nilai Uji Kompetensi Keahlian dengan menggabungkan nilai Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan dengan komposisi 30% Teori Kejuruan dan 70% nilai Praktik Kejuruan.

4. Peserta uji dinyatakan lulus UKK jika gabungan nilai Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan minimal 70.

5. Pelaksana Ujian tingkat satuan pendidikan mengumumkan kelulusan UKK sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Catatan: Nilai Teori Kejuruan diperoleh dari hasil Ujian Nasional mata uji Teori Kejuruan pada tahun Pelajaran 2017/2018 bagi peserta uji yang berasal dari SMK program 3 tahun dan tahun Pelajaran 2016/2017 bagi peserta uji yang berasal dari SMK program 4 tahun.

B. Penerbitan Sertifikat

1. Secara umum bentuk sertifikat dalam uji kompetensi dibagi menjadi 3 yaitu :

a. Sertifikat kompetensi untuk skala kualifikasi nasional diterbitkan dengan logo Garuda Pancasila;

b. Sertifikat kompetensi untuk skema okupasi nasional diterbitkan dengan logo Garuda Pancasila;

c. Sertifikat kompetensi untuk skema klaster diterbitkan dengan logo BNSP;

d. Sertifikat uji kompetensi diterbitkan oleh SMK terakreditasi menggunakan logo kombinasi logo Tut Wuri Handayani dan/atau logo institusi pasangan penyelenggara uji kompetensi.

2. Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan berkoordinasi dengan dunia usaha/industri/asosiasi profesi atau institusi pasangan yang terlibat dalam ujian Praktik Kejuruan menyiapkan penerbitan sertifikat uji kompetensi.

3. Format, redaksi dan substansi yang tertuang dalam blangko sertifikat kompetensi dapat disesuaikan berdasarkan masukan dari dunia usaha/dunia industri atau institusi pasangan.

4. Isi sertifikat kompetensi minimal memuat identitas peserta uji, nama kompetensi keahlian, dan daftar kompetensi/unit-unit kompetensi yang telah diujikan dan dinyatakan kompeten.

5. Sertifikat uji kompetensi hanya diberikan kepada peserta uji yang lulus.

6. Sertifikat uji kompetensi diterbitkan oleh dunia usaha/industri/asosiasi profesi atau institusi pasangan yang terlibat dalam ujian UKK atau Satuan Pendidikan terakreditasi dan ditandatangani oleh Penguji.

7. Bagi peserta uji melalui LSP yang terlisensi, maka penerbitan sertifikat dilakukan oleh LSP yang bersangkutan;

8. Setiap sertifikat yang diterbitkan harus memenuhi kaidah mampu telusur.

BAB VII

PEMANTAUAN DAN EVALUASI

1. Pelaksana Ujian Tingkat Pusat dan Provinsi melakukan pemantauan UKK yang dilaksanakan oleh SMK atau LSP di SMK.

2. Pelaksanaan

pemantauan

dengan kebutuhan.

dapat

melibatkan

institusi

terkait

sesuai

3. Pelaksana Ujian Tingkat Pusat melakukan evaluasi dan menetapkan program tindak lanjut pelaksanaan UKK SMK.

BAB VIII

BIAYA PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

1. Biaya penyelenggaraan dan pelaksanaan UKK bersumber dari anggaran Satuan Pendidikan, Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara, Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah yang bersangkutan dan/atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

2. Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau Satuan Pendidikan tidak membebankan biaya pelaksanaan UKK pada peserta didik, orang tua/wali, dan/atau pihak yang membiayai peserta didik.

Daftar Nama dan Kode Kompetensi Keahlian SMK Uji Kompetensi Keahlian Tahun Pelajaran 2017/2018

No

Nama Kompetensi/Paket Keahlian

Kode

Kurikulum

Keterangan

2006

2013

1

Teknik Konstruksi Baja

1058

V

   

2

Teknik Konstruksi Baja

7463

 

V

 

3

Teknik Konstruksi Kayu

1076

V

   

4

Teknik Konstruksi Kayu

1965

 

V

 

5

Teknik Konstruksi Batu dan Beton

1049

V

   

6

Teknik Konstruksi Batu dan Beton

1974

 

V

 

7

Teknik Gambar Bangunan

1023

V

   

8

Teknik Gambar Bangunan

1983

 

V

 

9

Teknik Furnitur

1085

V

   

10

Teknik Furnitur

1992

 

V

 

11

Teknik Survei dan Pemetaan

1014

V

   

12

Geomatika

1805

 

V

 

13

Teknik Plambing dan Sanitasi

1094

V

   

14

Teknik Plambing dan Sanitasi

7018

 

V

 

15

Teknik Pembangkit Tenaga Listrik

1165

V

   

16

Teknik Pembangkit Tenaga Listrik

7027

 

V

 

17

Teknik Distribusi Tenaga Listrik

1112

V

   

18

Teknik Transmisi Tenaga Listrik

1156

V

   

19

Teknik Jaringan Tenaga Listrik

7036

 

V

 

20

Teknik Instalasi Tenaga Listrik

1103

V

   
 

Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga

1814

 

V

 

21

Listrik

22

Teknik Otomasi Industri

1743

V

   

23

Teknik Otomasi Industri

7045

 

V

 

24

Teknik Pendinginan dan Tata Udara

1218

V

   

25

Teknik Pendingin dan Tata Udara

7054

 

V

 

26

Teknik Pemesinan

1254

V

   

27

Teknik Pemesinan

7063

 

V

 

28

Teknik Pengelasan

1227

V

   

29

Teknik Pengelasan

7072

 

V

 

30

Teknik Fabrikasi Logam

1236

V

   

31

Teknik Fabrikasi Logam

7089

 

V

 

32

Teknik Pengecoran Logam

1245

V

   

33

Teknik Pengecoran Logam

7098

 

V

 

34

Teknik Gambar Mesin

1272

V

   

35

Teknik Gambar Mesin

7116

 

V

 

36

Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri

1263

V

   

37

Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri

7107

 

V

 

38

Teknik Kendaraan Ringan

1289

V

   

39

Teknik Kendaraan Ringan

7303

 

V

 

No

Nama Kompetensi/Paket Keahlian

Kode

Kurikulum

Keterangan

2006

2013

40

Teknik Sepeda Motor

1316

V

   

41

Teknik Sepeda Motor

7312

 

V

 

42

Teknik Perbaikan Bodi Otomotif

1307

V

   

43

Teknik Perbaikan Bodi Otomotif

7338

 

V

 

44

Teknik Alat Berat

1298

V

   

45

Teknik Alat Berat

7329

 

V

 

46

Teknik Ototronik

1752

V

   

47

Teknik Ototronik

7454

 

V

 

48

Air Frame dan Power Plant

1352

V

   
 

Pemeliharaan dan Perbaikan Motor

       

49

dan Rangka Pesawat Udara

1832

V

50

Pemesinan Pesawat Udara

1325

V

   

51

Pemesinan Pesawat Udara

7125

 

V

 

52

Konstruksi Badan Pesawat Udara

1343

V

   

53

Konstruksi Badan Pesawat Udara

7134

 

V

 

54

Konstruksi Rangka Pesawat Udara

1334

V

   

55

Konstruksi Rangka Pesawat Udara

7143

 

V

 

56

Kelistrikan Pesawat Udara

1378

V

   

57

Kelistrikan Pesawat Udara

7152

 

V

 

58

Elektronika Pesawat Udara

1387

V

   

59

Elektronika Pesawat Udara

7169

 

V

 
 

Pemeliharaan dan Perbaikan

       

60

Instrumen Elektronika Pesawat Udara

1369

V

 

Pemeliharaan dan Perbaikan

       

61

Instrumen Elektronika Pesawat Udara

7178

V

62

Teknik Konstruksi Kapal Baja

1396

V

   

63

Teknik Konstruksi Kapal Baja

7347

 

V

 

64

Teknik Konstruksi Kapal Kayu

1449

V

   

65

Teknik Konstruksi Kapal Kayu

7489

 

V

 

66

Teknik Konstruksi Kapal Fiberglass

1778

V

   

67

Teknik Konstruksi Kapal Fiberglass

7498

 

V

 

68

Teknik Instalasi Pemesinan Kapal

1414

V

   

69

Teknik Instalasi Pemesinan Kapal

7374

 

V

 

70

Teknik Pengelasan Kapal

1405

V

   

71

Teknik Pengelasan Kapal

7383

 

V

 

72

Kelistrikan Kapal

1423

V

   

73

Kelistrikan Kapal

7392

 

V

 
 

Teknik Gambar Rancang Bangun

1432

V

   

74

Kapal

 

Teknik Gambar Rancang Bangun

7409

 

V

 

75

Kapal

76

Interior Kapal

1458

V

   

77

Interior Kapal

7418

 

V

 

No

Nama Kompetensi/Paket Keahlian

Kode

Kurikulum

Keterangan

2006

2013

78

Teknik Pemintalan Serat Buatan

1485

V

   

79

Teknik Pemintalan Serat Buatan

7232

 

V

 

80

Teknik Pembuatan Benang

1494

V

   

81

Teknik Pembuatan Benang

7249

 

V

 

82

Teknik Pembuatan Kain

1503

V

   

83

Teknik Pembuatan Kain

7258

 

V

 

84

Teknik Penyempurnaan Tekstil

1512

V

   

85

Teknik Penyempurnaan Tekstil

7267

 

V

 

86

Persiapan Grafika

1538

V

   

87

Persiapan Grafika

7187

 

V

 

88

Produksi Grafika

1547

V

   

89

Produksi Grafika

7196

 

V

 

90

Geologi Pertambangan

1556

V

   

91

Geologi Pertambangan

7276

 

V

 

92

Teknik Instrumentasi Logam

1592

V

   

93

Teknik Instrumentasi Logam

7205

 

V

 

94

Kontrol Proses

1574

V

   

95

Kontrol Proses

7214

 

V

 

96

Kontrol Mekanik

1583

V

   

97

Kontrol Mekanik

7223

 

V

 

98

Kimia Analisis

1627

V

   

99

Kimia Analisis

7285

 

V

 

100

Kimia Industri

1609

V

   

101

Kimia Industri

7294

 

V

 

102

Nautika Kapal Penangkap Ikan

1663

V

   

103

Nautika Kapal Penangkap Ikan

5512

 

V

 

104

Teknika Kapal Penangkap Ikan

1672

V

   

105

Teknika Kapal Penangkap Ikan

5529

 

V

 

106

Nautika Perikanan Laut (SUPM)

1938

     

107

Teknika Perikanan Laut (SUPM)

1947

     

108

Nautika Kapal Niaga

1645

V

   

109

Nautika Kapal Niaga

5547

 

V

 

110

Teknika Kapal Niaga

1654

V

   

111

Teknika Kapal Niaga

5556

 

V

 

112

Teknik dan Manajemen Produksi

1787

V

   

113

Teknik Pelayanan Produksi

1849

 

V

 

114

Teknik dan Manajemen Pergudangan

1796

V

   

115

Teknik Pergudangan

1858

 

V

 

116

Teknik dan Manajemen Transportasi

1769

V

   

117

Teknik Produksi Minyak dan Gas

1885

 

V

 

118

Teknik Pemboran Minyak

1725

V

   

119

Teknik Pemboran Minyak dan Gas

1867

 

V

 

No

Nama Kompetensi/Paket Keahlian

Kode

Kurikulum

Keterangan

2006

2013

 

Teknik Pengolahan Minyak, Gas dan

1734

V

   

120

Petro Kimia

 

Teknik Pengolahan Minyak, Gas dan

1876

 

V

 

121

Petrokimia

122

Teknik Audio -Video

1174

V

   

123

Teknik Audio Video

7427

 

V

 

124

Teknik Elektronika Industri

1192

V

   

125

Teknik Elektronika Industri

7436

 

V

 

126

Teknik Mekatronika

1707

V

   

127

Teknik Mekatronika

7445

 

V

 

128

Teknik Elektronika Komunikasi

1894

 

V

 

129

Teknik Energi Hidro

7472

 

V

 

130

Teknik Energi Surya dan Angin

1912

 

V

 

131

Teknik Energi Biomassa

1929

 

V

 

132

Teknik Transmisi Telekomunikasi

2045

V

   

133

Teknik Transmisi Telekomunikasi

2169

 

V

 

134

Teknik Suitsing

2036

V

   

135

Teknik Suitsing

2178

 

V

 

136

Teknik Jaringan Akses

2027

V

   

137

Teknik Jaringan Akses

2187

 

V

 

138

Rekayasa Perangkat Lunak

2072

V

   

139

Rekayasa Perangkat Lunak

2134

 

V

 

140

Teknik Komputer dan Jaringan

2063

V

   

141

Teknik Komputer dan Jaringan

2143

 

V

 

142

Multi Media

2089

V

   

143

Multimedia

2152

 

V

 

144

Animasi

2116

V

   

145

Animasi

4632

 

V

 
 

Teknik Produksi dan Penyiaran

2107

V

   

146

Program Pertelevisian

 

Teknik Produksi dan Penyiaran

2098

V

   

147

Program Radio

 

Teknik Produksi dan Penyiaran

2125

 

V

 

148

Program Radio dan Pertelevisian

149

Keperawatan

3014

V

   

150

Keperawatan

3076

 

V

 

151

Keperawatan Gigi

3023

V

   

152

Keperawatan Gigi

3085

 

V

 

153

Analisis Kesehatan

3032

V

   

154

Analis Kesehatan

3094

 

V

 

155

Farmasi

3049

V

   

156

Farmasi

3103

 

V

 

157

Farmasi Industri

3067

V

   

No

Nama Kompetensi/Paket Keahlian

Kode

Kurikulum

Keterangan

2006

2013

158

Farmasi Industri

3112

 

V

 

159

Perawatan Sosial

3058

V

   

160

Pekerjaan Sosial

3129

 

V

 

161

Seni Lukis

4054

V

   

162

Seni Lukis

4605

 

V

 

163

Seni Patung

4036

V

   

164

Seni Patung

4712

 

V

 

165

Desain Komunikasi Visual

4347

V

   

166

Desain Komunikasi Visual

4623

 

V

 
 

Desain Produk Interior dan

       

167

Landscaping

4472

V

168

Desain Interior

4534

 

V

 

169

Desain dan Produksi Kria Tekstil

4063

V

   

170

Desain dan Produksi Kriya Tekstil

4649

 

V

 

171

Desain dan Produksi Kria Kulit

4072

V

   

172

Desain dan Produksi Kriya Kulit

4658

 

V

 

173

Desain dan Produksi Kria Keramik

4089

V

   

174

Desain dan Produksi Kriya Keramik

4667

 

V

 

175

Desain dan Produksi Kria Logam

4098

V

   

176

Desain dan Produksi Kriya Logam

4676

 

V

 

177

Desain dan Produksi Kria Kayu

4107

V

   

178

Desain dan Produksi Kriya Kayu

4685

 

V

 

179

Seni Musik Klasik

4365

V

   

180

Seni Musik Klasik

4694

 

V

 

181

Seni Musik Non Klasik

4125

V

   

182

Seni Musik Non Klasik

4703

 

V

 

183

Seni Tari Jawatimuran

4134

   

Seni etnis

184

Seni Tari Makasar

4143

   

Seni etnis

185

Seni Tari Bali

4214

   

Seni etnis

186

Seni Tari Minang

4152

   

Seni etnis

187

Seni Tari Sunda

4205

   

Seni etnis

188

Seni Tari Betawi

4489

   

Seni etnis

189

Seni Tari Surakarta

4223

   

Seni etnis

190

Seni Tari Yogyakarta

4232

   

Seni etnis

191

Seni Tari Banyumasan

4249

   

Seni etnis

192

Seni Pedalangan Yogyakarta

4169

   

Seni etnis

193

Seni Pedalangan Surakarta

4178

   

Seni etnis

194

Seni Pedalangan Jawatimuran

4187

   

Seni etnis

195

Seni Pedalangan Bali

4196

   

Seni etnis

196

Seni Pedalangan Banyumasan

4729

   

Seni etnis

197

Seni Karawitan Jawatimuran

4258

   

Seni etnis

198

Seni Karawitan Makassar

4267

   

Seni etnis

No

Nama Kompetensi/Paket Keahlian

Kode

Kurikulum

Keterangan

2006

2013

199

Seni Karawitan Bali

4312

   

Seni etnis

200

Seni Karawitan Minang

4276

   

Seni etnis

201

Seni Karawitan Sunda

4285

   

Seni etnis

202

Seni Karawitan Betawi

4498

   

Seni etnis

203

Seni Karawitan Surakarta

4294

   

Seni etnis

204

Seni Karawitan Yogyakarta

4303

   

Seni etnis

205

Seni Karawitan Banyumasan

4329

   

Seni etnis

206

Seni Teater

4338

V

   

207

Pemeranan

4507

 

V

 

208

Tata Artistik

4516

 

V

 

209

Usaha Perjalanan Wisata

4409

V

   

210

Usaha Perjalanan Wisata

4543

 

V

 

211

Akomodasi Perhotelan

4418

V

   

212

Akomodasi Perhotelan

4552

 

V

 

213

Jasa Boga

4427

V

   

214

Jasa Boga

4569

 

V

 

215

Patiseri

4436

V

   

216

Patiseri

4578

 

V

 

217

Kecantikan Kulit

4445

V

   

218

Tata Kecantikan Rambut

4587

 

V

 

219

Kecantikan Rambut

4454

V

   

220

Tata Kecantikan Kulit

4596

 

V

 

221

Busana Butik

4463

V

   

222

Tata Busana

4525

 

V

 
 

Agribisnis Tanaman Pangan dan

5263

V

   

223

Holtikultura

 

Agribisnis Tanaman Pangan dan

5423

 

V

 

224

Hortikultura

225

Agribisnis Tanaman Perkebunan

5183

V

   

226

Agribisnis Tanaman Perkebunan

5432

 

V

 
 

Agribisnis Pembibitan dan Kultur

5272

V

   

227

Jaringan Tanaman

 

Agribisnis Perbenihan dan Kultur

5449

 

V

 

228

Jaringan Tanaman

229

Agribisnis Ternak Ruminansia

5094

V

   

230

Agribisnis Ternak Ruminansia

5458

 

V

 

231

Agribisnis Ternak Unggas

5103

V

   

232

Agribisnis Ternak Unggas

5467

 

V

 

233

Agribisnis Aneka Ternak

5298

V

   

234

Agribisnis Aneka Ternak

5476

 

V

 

235

Perawatan Kesehatan Ternak

5254

V

   

236

Kesehatan Hewan

5485

 

V

 

237

Agribisnis Perikanan

5289

V

   

No

Nama Kompetensi/Paket Keahlian

Kode

Kurikulum

Keterangan

2006

2013

238

Teknologi Budidaya Perikanan (SUPM)

5414

     

239

Budidaya Perikanan

5378

 

V

 

240

Budidaya Krustacea

5396

 

V

 

241

Agribisnis Rumput Laut

5067

V

   

242

Budidaya Rumput Laut

5538

 

V

 

243

Mekanisasi Pertanian

5058

V

   

244

Alat Mesin Pertanian

5307

 

V

 

245

Teknik Tanah dan Air

5316

 

V

 

246

Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

5032

V

   

247

Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

5494

 

V

 

248

Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan

5049

V

   

249

Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan

5565

 

V

 
 

Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan

5405

     

250

(SUPM)

251

Pengawasan Mutu

5156

V

   
 

Pengawasan Mutu Hasil Pertanian dan

5503

 

V

 

252

Perikanan

253

Penyuluhan Pertanian

5245

V

   

254

Kehutanan

5129

V

   
 

Teknik Inventarisasi dan Pemetaan

       

255

Hutan

5325

V

256

Teknik Konservasi Sumberdaya Hutan

5334

 

V

 
 

Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi

       

257

Hutan

5343

V

258

Teknik Produksi Hasil Hutan

5352

 

V

 

259

Administrasi Perkantoran

6045

V

   

260

Administrasi Perkantoran

6063

 

V

 

261

Akuntansi

6018

V

   

262

Akuntansi

6072

 

V

 

263

Perbankan

6027

V

   

264

Perbankan

6089

 

V

 

265

Perbankan Syariah

6107

V

   

266

Perbankan Syariah

6036

 

V

 

267

Pemasaran

6054

V

   

268

Pemasaran

6098

 

V